Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

EDUKASI PENGELOLAAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA KALISARI KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Susianti; Hanriko, Rizki; Windarti, Indri; Rudiyanto, Waluyo; Islami, Suryadi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3307

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penyakit seperti ini berkembang secara bertahap dan bertahan dalam waktu yang lama. Penyakit degeneratif, penyakit non-infeksi non communicable disease, dan penyakit degeneratif adalah beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan PTM. Berbagai penyakit yang termasuk dalam kategori penyakit tidak menular antara lain penyakit kardiovaskular, gula darah, lipid, obesitas, berbagai jenis kanker, penyakit pernafasan kronis, alzheimer, artritis, epilepsi, hemofilia, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya. Data sensus menunjukkan bahwa Kecamatan Natar adalah yang memiliki populasi tertinggi di Kabupaten Lampung Selatan. Desa Kalisari juga termasuk populasi terpadat di Kecamatan Natar, meskipun lokasinya dekat dengan ibu kota provinsi dan kecamatan hanya satu jam. Keterbatasan angkutan umum adalah salah satu penyebab keterbatasan tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi ibu-ibu di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan lebih banyak pengetahuan tentang cara mengelola penyakit tidak menular. Penyuluhan, diskusi, dan evaluasi adalah tiga kegiatan yang digunakan dalam metode pengabdian ini. Kegiatan tersebut diadakan pada tanggal 24 Agustus 2023 di rumah Pak Agus, seorang warga, dari pukul 16.00 hingga 18.00, dan dihadiri oleh 42 orang ibu-ibu. Dari nilai pre test dan post test yang telah dilakukan didapatkan hasil rata-rata nilai pre test sebesar 49,30 dan nilai post test 73,02. Nilai tersebut menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan bagi ibu-ibu peserta edukasi tentang pengelolaan penyakit tidak menular. Kata kunci: Penyakit tidak menular, edukasi, pengabdian masyarakat, kalisari, natar
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING SEBAGAI BENTUK PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA TIGA JAYA Afriyani; Marcellia, Selvi; Damayanti, Ervina; Islami, Suryadi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3310

Abstract

Permasalahan kesehatan seperti kurangnya asupan gizi dan pola hidup yang kurang baik masih banyak dijumpai di beberapa desa. Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan di sejumlah desa di Indonesia yang keberadaannya masih membutuhkan penanggulangan secara efektif. Stunting merupakan gangguan kronis masalah gizi dimana pertumbuhan fisik dan otak pada anak tidak sesuai dengan usia anak. Pernikahan dini dengan pemahaman mengenai stunting dan dampak pencegahan serta penanggulangannya yang rendah menjadi penyebab terjadinya stunting di Desa Tiga Jaya. Berdasarkan koordinasi dengan kader-kader posyandu di Desa Tiga Jaya, ditemukan 22 kasus stunting yang terjadi pada anak. Upaya mengatasi permasalahan stunting di Desa Tiga Jaya dapat dilakukan melalui promosi kesehatan, yaitu sosialisasi dan edukasi masyarakat terkait stunting serta dampak dan upaya pencegahannya yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi angka kasus stunting di Desa Tiga Jaya. Sosialisasi dan edukasi dilakukan dalam bentuk pemberian pemahaman kepada masyarakat dalam kegiatan posyandu. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif-eksplanatif yang mendeskripsikan program kerja Sosialisasi dan Edukasi Stunting yang dilakukan selama Kuliah Kerja Nyata secara mendetail mulai dari perencanaan, proses, hingga output atau outcome dari program kerja tersebut. Data primer dalam artikel ini diperoleh melalui pengalaman dan observasi secara langsung oleh anggota kelompok, sedangkan data sekunder bersumber dari kajian sejumlah literatur serta penelitian terdahulu terkait dengan penyebab dan urgensi penanggulangan stunting di suatu daerah. Metode yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi stunting ini terdiri dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kata kunci: Stunting, pernikahan dini, sosialisasi, edukasi
ANALISIS DAN EDUKASI BAHAYA POTENSIAL KESEHATAN KERJA DI PAGUYUBAN NELAYAN JARING TARIK BERKANTONG Qonita, Adzrok; Adisti, Fransiska; Arafah, Aisyah Putri; Apriliana, Ety; Islami, Suryadi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3356

Abstract

Nelayan merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki risiko kesehatan. Berbagai permasalahan keselamatan kerja yang terjadi seperti kecelakaan kerja,rendahnya pengetahuan, perilaku yang tidak mendukung, dan lingkungan kerja yang tidak sehat. Masalah kesehatan kerja di paguyuban nelayan ini diatasi dengan pembinaan kesehatan kerja salah satunya edukasi bahaya potensial kesehatan kerja bagi Paguyuban Nelayan Jaring Tarik Berkantong. Sebelumnya edukasi bahaya potensial kesehatan kerja ini belum pernah dilakukan oleh puskesmas setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Paguyuban Nelayan Jaring Tarik Berkantong Lempasing dalam mengimplementasikan pemakaian alat pelindung diri dan pencegahan preventif lainnya. Kegiatan edukasi dilaksanakan di sekretariat Paguyuban Nelayan Jaring Tarik Berkantong pada 1 Juni 2024 dengan melibatkan total 10 peserta dari anggota paguyuban nelayan. Pretest dan post-test dilakukan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta sebelum dan setelah edukasi. Hasil rata-rata skor pengetahuan peserta latih meningkat sebesar 17,5% setelah diberikan edukasi. Edukasi bahaya potensial kesehatan kerja terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta paguyuban nelayan.
EDUKASI DAN PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN TENGGELAM DI KELOMPOK NELAYAN JARING TARIK BERKANTONG LEMPASING BANDAR LAMPUNG. Dita Noviyanda Saerulloh; Centya Cheirini; Irma Nur Humaida; Ety Apriliana; Suryadi Islami
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3363

Abstract

Terjadinya kecelakaan akibat tenggelam pada wilayah perairan memiliki risiko severitas yang cukup tinggi. Pengetahuan dan keterampilan terhadap terjadinya kecelakaan kerja akibat tenggelam di Kelompok Nelayan Jaring Tarik Berkantong Lempasing, Bandar Lampung masih belum optimal, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan serta keterampilan mengenai pertolongan pertama bantuan hidup dasar (BHD) terhadap korban tenggelam di kelompok nelayan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk adalah meningkatkan pemahaman serta keterampilan kepada Kelompok Nelayan Jaring Tarik Berkantong, Lempasing, Bandar Lampung, terkait pertolongan pertama pada korban tenggelam. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 1 Juni 2024, di halaman depan ruangan Sekretariat Kelompok Nelayan Jaring Tarik Berkantong, Lempasing, Bandar Lampung. Kegiatan dihadiri oleh 16 peserta yang terdiri dari nelayan dan penjual ikan. Pemberian pretest dan posttest dilaksanakan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta sebelum dan setelah dilaksanakannya pelatihan. Nilai rata-rata pretes yang didapat adalah 51, sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 63. Dari hasil ini, terjadi peningkatan pengetahuan pada nelayan sebesar 12%. Pemberian edukasi serta pelatihan pertolongan pertama terhadao korban tenggelam terbukti berhasil dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama BHD terhadap korban tenggalam. Perlu diadakannya edukasi serta pelatihan lebih lanjut menggunakan metode simulasi dan bekerja sama dengan kelompok ahli agar semua pihak di kelompok nelayan dapat lebih memahami teknik pertolongan pertama BHD pada korban tenggelam. Kata kunci: Bantuan hidup dasar, nelayan, tenggelam.
PELATIHAN PEMBUATAN ECOPRINT MENGGUNAKAN TANAMAN HIAS SEBAGAI PENGEMBANGAN KREATIVITAS IBU-IBU PKK DI DESA BHAKTI NEGARA KECAMATAN BARADATU KABUPATEN WAY KANAN Afriyani, Afriyani; Damayanti, Ervina; Marcellia, Selvi; Islami, Suryadi; Januaristy, Gracia Rescuefa; Laksana, Bayu
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3419

Abstract

Ecoprint adalah kegiatan membatik dengan motif yang berupa daun atau bunga tanaman hias tertentu pada sebuah kain putih. Proses pembuatan ecoprint ini menggunakan teknik pounding, dimana teknik ini dilakukan dengan cara memukul motif dimulai dari tepi daun lalu mengikuti alur hingga keseluruhan daun telah terekstrak dengan baik pada kain yang ditandai dengan hasil transfer pigmen warna dari daun ke kain merata. Pelatihan pembuatan ecoprint ini dilakukan untuk mendorong masyarakat agar kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan sumberdaya alam di sekitarnya menjadi sebuah karya ecoprint, dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat dan meningkatkan ekonomi masyarakat dari menjual hasil karya batik dengan bentuk dan corak yang eksklusif sehingga ecoprint memiliki nilai ekonomi.
IMPLEMENTASI PESANTREN SEHAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECACINGAN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN DEWAN DAKWAH LAMPUNG Marcellia, Selvi; Ramadhian, M. Ricky; Septiani, Linda; Afriyani, Afriyani; Islami, Suryadi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3550

Abstract

Penyakit cacingan adalah penyakit menular disebabkan oleh infeksi jenis Soil-transmitted helminths seperti cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale) dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Cacingan dapat menyebabkan kehilangan darah dan penurunan penyerapan zat gizi seperti karbohidrat, zat besi, dan protein. Cacing yang menginfeksi hidup dan berkembang biak di usus manusia, maka cacing akan menyerap protein dan zat besi dalam darah, yang membuat terganggunya penyerapan nutrisi pada tubuh akibat rusaknya dinding usus. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan upaya penanggulangan cacingan melalui penyuluhan dan demonstrasi indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu cara mencuci tangan yang benar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi pengetahuan santri dengan lembar kuisioner (pre-test dan post-test). Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Dewan Da’wah Lampung dengan sasaran kegiatan adalah santri kelas VIII. Hasil dari Kegiatan PkM ini menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan santri sebelum dilakukan penyuluhan dan pelatihan sebesar 54,52±23,35. Hal ini mengindikasikan bahwa pengetahuan awal peserta cukup baik, namun masih memerlukan penguatan. Setelah melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan, nilai post-test meningkat menjadi 75,76±21,99, dengan kenaikan rata-rata pengetahuan sebesar 21,24±20,97. Hasil analisis statistik menggunakan Uji Paired Sample t-test, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata yang signifikan (p<0.05) antara pengetahuan santri sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai penyakit kecacingan. Berdasarkan Hasil ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan para santri PPTQ Dewan Da’Wah Lampung terhadap penyakit kecacingan pada anak
PENYULUHAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MENJAGA KEBUGARAN TUBUH DAN MENCEGAH PENYAKIT PADA PASIEN DAN KELUARGA PASIEN PSIKIATRI DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI LAMPUNG Ramdini, Dwi Aulia; Damayanti, Ervina; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Suri, Nurma; Islami, Suryadi; Maulana, Muhammad; Kirana, Shela Sandra; Vanadis, Zifa Aisha; Ramadhina, Farrasyifa; Ramdhini, Rizki Nisfi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3622

Abstract

Menjaga kesehatan tubuh merupakan kewajiban bagi setiap orang termasuk pasien dan keluarga pasien. Memanfaat tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit seperti penyakit kronik dan penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, gagal Jantung. Pemanfaatan tanaman obat keluarga merupakan solusi pencegahan penyakit yang murah, praktis dan efektif. Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan pasien psikiatri dan keluarga pasien tentang pemanfaatan TOGA dalam menjaga kebugaran tubuh dan upaya pencegahan penyakit. Informasi tentang ini disampaikan langsung kepada peserta yakni pasien dan keluarga pasien di rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung. Penyampaian Informasi juga akan disertai Buku Saku tentang pemanfaatan TOGA dalam menjaga kebugaran dan pencegahan penyakit. Sebanyak 27 peserta mengikuti kegiatan penyuluhan ini, yang terdiri atas pasien dan keluarga pasien. Lebih dari 50% peserta penyuluhan memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya menjaga kebugaran tubuh, dan mayoritas peserta juga sudah memanfaatkan TOGA sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan tubuh. Diharapkan kedepan akan semakin banyak tenaga kesehatan seperti dokter, apoteker, dan perawat dalam menyediakan informasi tentang upaya pencegahan penyakit khususnya melalui aktivitas menjaga kebugaran tubuh dan juga pemanfaatan TOGA. Kata kunci: Kebugaran, Pencegahan penyakit, Pasien psikiatri, Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
PENYULUHAN DAN PELATIHAN FERMENTASI PAKAN TERNAK SILASE DI DESA BUMI REJO, WAY KANAN, LAMPUNG Afriyani, Afriyani ani; Islami, Suryadi; Damayanti, Ervina; Putri, Eka Meilinda; Yustina, Yustina; Handayani, Putri; Sitanggang, Grety Thessalonica; Djamilu, Berneta Rendiana; Habib, Farid Alif; Vestinaliyou, Nanda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3627

Abstract

Hijauan merupakan pakan utama ternak, ketersediaan hijauan sangat melimpah pada musim hujan dan sangat terbatas pada musim kemarau. Adapula limbah hasil pertanian yang semakin meingkat, maka dari itu diperlukan teknologi konservasi (pengawetan) seperti silase. Silase merupakan salah satu teknik pengawetan pakan berupa hijauan atau limbah hasil pertanian pada kadar air tertentu melalui proses fermentasi. Tujuan dari pembuatan silase adalah meminimalisir ketidaktersediaannya hijauan saat musim kemarau dan mengurangi limbah hasil pertanian. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model deskriptif-eksplanatif yaitu memberikan gambaran mengenai penyuluhan dan pelatihan kegiatan pengabdian serta menjelaskan langkah-langkah proses pembuatan. Hasil yang didapatkan masyarakat yang hadir mendapat ilmu baru yang dapat diterapkan dengan sederhana. Kesimpulan yang didapatkan adalah masyarakat antusias dalam mengikuti acara penyuluhan dan pelatihan dari kegiatan pengabdian fermentasi pakan ini, yang dapat menjadi langkah awal membasmi ketidak tersediaannya hijauan pada musim tertentu. Kata kunci: Hijauan, limbah, musim, pelatihan, penyuluhan, silase.
Peningkatan kesadaran skincare palsu, ilegal dan berbahaya pada remaja sekolah di SMA YP UNILA sebagai upaya menuju Regenera-CARE (Remaja Gen Z Pintar Skincare) Islami, Suryadi; Damayanti, Ervina; Jausal, Anisa Nuraisa; Fauzi, Ahmad; Panjaitan, Annisa Tamara; Arif, Ahmad Fauzan; Ikhsan, Muhammad Ali; Atmaja, Ghozi Purna; Nadly, Alan Arindo; Arif, Muhammad Farhan; Hardiansyah, Ridwan; Callista, Eugenia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36137

Abstract

AbstrakRemaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh promosi produk perawatan kulit yang belum tentu aman dan berizin. Kurangnya pengetahuan serta sikap kritis terhadap penggunaan skincare dapat menimbulkan risiko kesehatan kulit dan paparan bahan berbahaya. Program Regenera-CARE (Remaja Gen Z Pintar Skincare) dilaksanakan di SMA YP UNILA Bandar Lampung dengan tujuan meningkatkan sikap remaja mengenai pemilihan produk perawatan kulit yang aman. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 39 peserta (18 laki-laki dan 21 perempuan) yang mengikuti edukasi kesehatan melalui metode ceramah interaktif dan diskusi. Instrumen pre-test dan post-test berupa kuesioner sikap terdiri dari 15 pernyataan skala Likert (1–4) dengan reverse scoring pada butir negatif digunakan untuk mengevaluasi peningkatan setelah edukasi. Hasil menunjukkan bahwa pada peserta laki-laki rata-rata skor sikap pre-test sebesar 3,34 ± 0,35 dan post-test 3,28 ± 0,35, sedangkan pada peserta perempuan meningkat dari 3,41 ± 0,39 menjadi 3,49 ± 0,24. Proporsi sikap kategori “Baik” meningkat dari 67% menjadi 78% pada laki-laki, dan dari 76% menjadi 81% pada perempuan. Uji statistik (paired t-test dan independent t-test) menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antar waktu maupun antar jenis kelamin (p>0,05). Meskipun demikian, terjadi perbaikan kecenderungan sikap positif terhadap penggunaan skincare aman setelah intervensi edukatif. Program Regenera-CARE terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan sikap remaja terhadap pemilihan produk skincare yang aman, serta dapat diadaptasi sebagai model edukasi kesehatan berbasis sekolah untuk mendorong perilaku perawatan kulit yang sehat dan bertanggung jawab. Kata kunci: edukasi kesehatan; remaja; skincare; sikap; Regenera-CARE. AbstractAdolescents are a vulnerable group to the influence of skincare product promotions that are not always safe or officially registered. Limited knowledge and a lack of critical attitudes toward skincare use can pose risks to skin health and exposure to harmful ingredients. The Regenera-CARE (Generation Z Smart Skincare) program was implemented at YP UNILA Senior High School in Bandar Lampung to improve adolescents’ knowledge and attitudes toward the safe use of skincare products. This community program involved 39 participants (18 males and 21 females) who took part in health education delivered through interactive lectures and discussions. A pre-test and post-test questionnaire consisting of 15 Likert-scale statements (1–4) with reverse scoring on negative items was used to evaluate changes following the education session. The results showed that the mean attitude score for male participants was 3.34 ± 0.35 at pre-test and 3.28 ± 0.35 at post-test, while for female participants it increased from 3.41 ± 0.39 to 3.49 ± 0.24. The proportion of participants categorized as having a “Good” attitude increased from 67% to 78% among males and from 76% to 81% among females. Statistical analysis using paired t-test and independent t-test indicated no significant differences between time points or genders (p>0.05). Nevertheless, there was a positive trend in attitude improvement toward safe skincare use following the educational intervention. The Regenera-CARE program proved effective in enhancing adolescents’ awareness and attitudes toward safe skincare choices and could be adapted as a school-based health education model to promote responsible and healthy skincare behavior. Keywords: health education; adolescents; skincare; attitude; Regenera-CARE.
Co-Authors Adelia Farisa Adisti, Fransiska Afriyani Afriyani Afriyani, Afriyani Afriyani, Afriyani ani Ambarwati, Endah Andika S.D.R. Andrifianie, Femmy Arafah, Aisyah Putri arby tamaila Arianto, Nayla Nadhifa Arif, Ahmad Fauzan Arif, Muhammad Farhan Asep Sukohar Atmaja, Ghozi Purna Bachtiar, Nabylly Aghna Callista, Eugenia Centya Cheirini Damayanti, Ervina Daudea Kirana Sari Dita Noviyanda Saerulloh Djamilu, Berneta Rendiana Dwi, Farah Ergidona Nurizqi Ervina Damayanti Ervina Damayanti Ervina Damayanti Ety Apriliana Ety Apriliana Evy Afriyani Farhana, Lubna Fauzi Ahmad Muda Febriana, Triana Femmy Andrifianie Fitria Saftarina Habib, Farid Alif Hafizh, Ahmad Fauzan Hanna Mutiara, Hanna Haq, Rais Amaral Hardiansyah, Ridwan Hatimi, Fahmi Ilham Ihsanti Dwi Rahayu Ikhsan, Muhammad Ali Indri Windarti Irma Nur Humaida Januaristy, Gracia Rescuefa Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi Khairun Nisa Kirana, Shela Sandra Laksana, Bayu Larasati, Ratri Mauluti Linda Septiani Luhut Uji Arto Naenggolan M. Rifqi Efendi Magistra, Muhammad Akbar Marcellia, Selvi Mesa Sukmadani Rusdi Mighuel A.S.N. Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Maulana Muhammad Ricky Ramadhian Nadly, Alan Arindo Natasya Karren Zeta Nisa Karima Nugraha, Dian Sastra Oktafany, Oktafany Panjaitan, Annisa Tamara Pardilawati, Citra Yuliyanda Putri Handayani Putri, Eka Meilinda Putri, Reny Arienta Qonita, Adzrok Ramadhina, Farrasyifa Ramdini, Dwi Aulia Rika Lisiswanti Rizki Hanriko Rizki Nisfi Ramdhini Rosa, Emantis Rossa, Putri Emylia Rudiyanto, Waluyo Sabina, Diana Larisa Sari, Dewi Hambar Selvi Marcellia Septiani, Linda Sitanggang, Grety Thessalonica Sofyan Musyabiq Wijaya Sri Suciati Ningsih Suci Nurhaliza Suri, Nurma Susianti Susianti, Susianti Syiffatulhaya Syiffatulhaya Temun, Jedo Muchamad Tias Triavina Khairunisa Vanadis, Zifa Aisha Vestinaliyou, Nanda Vidini Caya, Tazkia Wijaya, Ardia Syifa Winda Winda Yustina Yustina