Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

UJI KLINIS : EVALUASI KEJADIAN MATA KERING SETELAH OPERASI FAKOEMULSIFIKASI MENGGUNAKAN KUESIONER DEQ-5 Anggraeni Adiwardhani; Husnun Amalia; Noviani Prasetyaningsih; Erlani Kartadinata
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.15093

Abstract

Mata kering (dry eye) dapat mengganggu penglihatan dan gangguan aktifitas sehari-hari. Kejadian mata kering pada usia >60 tahun adalah 26,2%. Pada usia >60 tahun juga akan terjadi perubahan pada lensa yang disebut katarak senilis, dengan presentase 96%. Tatalaksana untuk katarak senilis berupa operasi katarak, yang salah satunya dilakukan dengan metode fakoemulsifikasi. Operasi katarak yang dilakukan akan dapat menginduksi perubahan terutama dalam hal sensitivitas kornea, perubahan tersebut dapat memicu timbulnya mata kering.Tingginya kejadian mata kering pada lansia dan operasi katarak yang saat ini banyak digunakan adalah fakoemulsifikasi, maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk menilai pengaruh operasi fakoemulsifikasi terhadap kejadian mata kering. Tujuan: Menilai faktor yang mempengaruhi kejadian mata kering paska operasi fakoemulsifikasi dan menganalisa hubungan kejadian mata kering setelah operasi fakoemulsifikasi. Manfaat penelitian untuk meningkatkan derajat kesehatan mata pada lansia. Metode: Eksperimental, dengan populasi pasien penderita katarak yang melaksanakan operasi fakoemulsifikasi. Tehnik sampling dengan konsekutif non random sampling. Kriteria eksklusi tidak menggunakan tetes pelembab sebelum operasi fakoemulsifikasi dan tidak menderita penyakit kronis. Hasil: Karakteristik dan faktor resiko berupa : Jenis kelamin perempuan (52,9%), Umur <65 tahun (60,6%), Tidak memiliki Riwayat Diabetes Melitus (86,5 %), Tidak merokok (76%), Tidak memiliki Diabetes Melitus (89,4%), Tidak dry eye pre operasi (61,5%), Tidak dry eye post operasi (82,7%). Simpulan: Tidak ada karakteristik maupun faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian mata kering post operasi fakoemulsifikasi. Hubungan yang signifikan terjadi antara kejadian dry eye pre operasi dan post operasi pahkoemulsifikasi dengan p=0,03.
PENGGUNAAN SKOR KANDIDA UNTUK PEMBERIAN ANTIJAMUR RASIONAL PASA PASIEN ICU DENGAN RISIKO CANDIDIASIS INVASIF Isa Bella; Monica Dwi Hartanti; Noviani Prasetyaningsih; Husnun Amalia
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.15107

Abstract

Pasien yang dirawat di ICU memiliki risiko tinggi terserang kandidiasis invasive. Hal ini dikarenakan kondisi klinis dan tatalaksana pada pasien ICU yang menjadi faktor risiko terjadinya infeksi invasif oleh candida. Hal yang dapat menyebabkan adalah penggunaan antibiotik spektrum luas dalam jangka waktu lama, penyakit penyerta yang mengakibatkan kondisi imunokompromais, riwayat operasi abdomen, pemakaian obat-obat imunosupresan, pemberian nutrisi total parenteral, dan pemakaian alat-alat invasif antara lain central venous catheter (CVC) dan ventilator. Pemberian anti jamur empirik pada pasien sakit kritis dengan kolonisasi Candida sp. atau pasien dengan faktor risiko lainnya merupakan intervensi dini yang diperlukan. Pemberian antijamur sedini mungkin pada pasien sakit kritis terduga kandidiasis invasif di ICU dapat menurunkan angka kematian. Pada keadaan normal Candida dapat berkolonisasi di saluran cerna, saluran napas bagian atas, vagina dan kulit. Sehingga isolat Candida sp. yang didapat dari biakan sampel sputum, broncho-alveolar lavage (BAL), brush protected specimen (BPS), dan sekret endotrakeal, belum dapat disimpulkan sebagai etiologi penyebab infeksi, masih terdapat kemungkinan merupakan komensal. Klinisi membutuhkan tersedianya pedoman pemberian antijamur empirik untuk pasien ICU guna mencapai hasil klinis yang diharapkan dan menghindari penggunaan antijamur yang berlebihan. Skor kandida dari Leon menawarkan penggunaan yang mudah untuk membantu klinisi menggolongkan pasien sakit kritis ICU yang perlu mendapat terapi empirik anti jamur dan pasien yang kecil sekali kemungkinan menderita kandidiasis invasif. Peningkatan spesifisitas pemberian antijamur empirik untuk pasien yang memiliki risiko menderita kandidiasis invasif dapat mengurangi biaya pengobatan yang tidak diperlukan dan mengurangi laju timbulnya resistensi terhadap obat antijamur.
Edukasi Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada Masyarakat Lanjut Usia di Desa Nagrak Effendi, Ida; Samira, Jihan; Bella, Isa; Amalia, Husnun
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TERPADU Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kesehatan Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jakt.v3i1.20133

Abstract

Health problems caused by aging can affect every aspect of life. The number of urinary tract infections (UTI) in the elderly in Indonesia is increasing. There are many risk factors in the elderly that make the incidence of UTI is quite high, such as comorbid diseases, nutritional status, cognitive impairment and water intake. Community service activities (PkM) are carried out with the aim of improving the health status of the elderly. Education was held on December 3rd ,2023 at the Trisakti campus field, Nagrak Bogor, West Java, targeting people from the pre-elderly and elderly groups. UTI education is provided by presenting information about the signs and symptoms of urinary tract infections, how to prevent urinary tract infections and things to pay attention. A total of 26 participants consisting of 13 men and 13 women participated in this activity. The most age category of participants was in the pre-elderly category (76.92%). At the end of the activity, the knowledge of urinary tract infections increase by 73.08%. An increase in understanding of UTI definition by up to 15.36%, UTI symptoms by up to 15.42% and UTI risk factors by up to 30.77%. This activity gives benefits to be held sustainably so that the elderly community in Nagrak can improve their health status
UJI KLINIS : EVALUASI KEJADIAN MATA KERING SETELAH OPERASI FAKOEMULSIFIKASI MENGGUNAKAN KUESIONER DEQ-5 Adiwardhani, Anggraeni; Amalia, Husnun; Prasetyaningsih, Noviani; Kartadinata, Erlani
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 8, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.15093

Abstract

Mata kering (dry eye) dapat mengganggu penglihatan dan gangguan aktifitas sehari-hari. Kejadian mata kering pada usia >60 tahun adalah 26,2%. Pada usia >60 tahun juga akan terjadi perubahan pada lensa yang disebut katarak senilis, dengan presentase 96%. Tatalaksana untuk katarak senilis berupa operasi katarak, yang salah satunya dilakukan dengan metode fakoemulsifikasi. Operasi katarak yang dilakukan akan dapat menginduksi perubahan terutama dalam hal sensitivitas kornea, perubahan tersebut dapat memicu timbulnya mata kering.Tingginya kejadian mata kering pada lansia dan operasi katarak yang saat ini banyak digunakan adalah fakoemulsifikasi, maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk menilai pengaruh operasi fakoemulsifikasi terhadap kejadian mata kering. Tujuan: Menilai faktor yang mempengaruhi kejadian mata kering paska operasi fakoemulsifikasi dan menganalisa hubungan kejadian mata kering setelah operasi fakoemulsifikasi. Manfaat penelitian untuk meningkatkan derajat kesehatan mata pada lansia. Metode: Eksperimental, dengan populasi pasien penderita katarak yang melaksanakan operasi fakoemulsifikasi. Tehnik sampling dengan konsekutif non random sampling. Kriteria eksklusi tidak menggunakan tetes pelembab sebelum operasi fakoemulsifikasi dan tidak menderita penyakit kronis. Hasil: Karakteristik dan faktor resiko berupa : Jenis kelamin perempuan (52,9%), Umur <65 tahun (60,6%), Tidak memiliki Riwayat Diabetes Melitus (86,5 %), Tidak merokok (76%), Tidak memiliki Diabetes Melitus (89,4%), Tidak dry eye pre operasi (61,5%), Tidak dry eye post operasi (82,7%). Simpulan: Tidak ada karakteristik maupun faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian mata kering post operasi fakoemulsifikasi. Hubungan yang signifikan terjadi antara kejadian dry eye pre operasi dan post operasi pahkoemulsifikasi dengan p=0,03.
PENGGUNAAN SKOR KANDIDA UNTUK PEMBERIAN ANTIJAMUR RASIONAL PASA PASIEN ICU DENGAN RISIKO CANDIDIASIS INVASIF Bella, Isa; Hartanti, Monica Dwi; Prasetyaningsih, Noviani; Amalia, Husnun
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 8, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.15107

Abstract

Pasien yang dirawat di ICU memiliki risiko tinggi terserang kandidiasis invasive. Hal ini dikarenakan kondisi klinis dan tatalaksana pada pasien ICU yang menjadi faktor risiko terjadinya infeksi invasif oleh candida. Hal yang dapat menyebabkan adalah penggunaan antibiotik spektrum luas dalam jangka waktu lama, penyakit penyerta yang mengakibatkan kondisi imunokompromais, riwayat operasi abdomen, pemakaian obat-obat imunosupresan, pemberian nutrisi total parenteral, dan pemakaian alat-alat invasif antara lain central venous catheter (CVC) dan ventilator. Pemberian anti jamur empirik pada pasien sakit kritis dengan kolonisasi Candida sp. atau pasien dengan faktor risiko lainnya merupakan intervensi dini yang diperlukan. Pemberian antijamur sedini mungkin pada pasien sakit kritis terduga kandidiasis invasif di ICU dapat menurunkan angka kematian. Pada keadaan normal Candida dapat berkolonisasi di saluran cerna, saluran napas bagian atas, vagina dan kulit. Sehingga isolat Candida sp. yang didapat dari biakan sampel sputum, broncho-alveolar lavage (BAL), brush protected specimen (BPS), dan sekret endotrakeal, belum dapat disimpulkan sebagai etiologi penyebab infeksi, masih terdapat kemungkinan merupakan komensal. Klinisi membutuhkan tersedianya pedoman pemberian antijamur empirik untuk pasien ICU guna mencapai hasil klinis yang diharapkan dan menghindari penggunaan antijamur yang berlebihan. Skor kandida dari Leon menawarkan penggunaan yang mudah untuk membantu klinisi menggolongkan pasien sakit kritis ICU yang perlu mendapat terapi empirik anti jamur dan pasien yang kecil sekali kemungkinan menderita kandidiasis invasif. Peningkatan spesifisitas pemberian antijamur empirik untuk pasien yang memiliki risiko menderita kandidiasis invasif dapat mengurangi biaya pengobatan yang tidak diperlukan dan mengurangi laju timbulnya resistensi terhadap obat antijamur.
PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI JABODETABEK Panduwaty, Lira; Nazma, Diani; Trilaksmi, Antin; Amalia, Husnun; Rachmiyani, Irmiya
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 5, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/x8gcc127

Abstract

Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan suatu upaya atau tindakan kegawatdaruratan dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang masih mempunyai harapan hidup saat mengalami henti jantung atau henti napas. Tindakan ini dapat dilakukan oleh orang awam (bystander) sebelum paramedis atau tim medis datang ke lokasi kecelakaan. Namun sangat disayangkan bahwa pengetahuan mengenai bantuan hidup dasar masih rendah dikalangan masyarakat awam. Kurangnya pengetahuan mengenai tindakan Bantuan Hidup Dasar pada masyarakat awam merupakan salah satu faktor menyebabkan tingginya angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai manfaat dan dampak terhadap pengetahuan mengenai bantuan hidup dasar yang dapat menyelamatkan nyawa seseorang sebelum paramedis tiba di lokasi kejadian kecelakaan lalu lintas. Dengan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dari pengemudi ojek online dan menambah kepercayaan diri dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas yang mungkin dapat mereka temukan di jalanan. Metode yang digunakan adalah berupa presentasi dan video mengenai BHD, disertai simulasi menggunakan phantom BHD, dan untuk mengetahui pengetahuan BHD digunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil dari penyuluhan ini dapat memberi luaran berupa publikasi dan HKI mengenai peningkatan pengetahuan mengenai BHD pada pengemudi ojek online di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).
PENYULUHAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA REMAJA PUTRI DI DESA NAGRAK KABUPATEN BOGOR Mashabi, Yasmine; Alvina, Alvina; Ferina, Mutiara; Amalia, Husnun; Zalfa, Afifah; Yuliarsa, Cyntha Nasyanda; Ferdhian, Farrel
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.21791

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan di mana jumlah sel darah merah dan kapasitas pengangkutan oksigennya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tubuh secara fisiologis. Penyebab anemia pada remaja sering dikaitkan dengan kebiasaan makan, menstruasi, dan pengetahuan. Selain itu, perhatian pada remaja dan wanita dewasa tidak secukup perhatian yang diberikan pada wanita hamil dan balita. Oleh karena itu, langkah-langkah efektif harus diambil untuk memberantas masalah gizi ini terutama untuk meningkatkan kualitas hidup dengan cara memberikan edukasi dengan metode penyuluhan serta menilai keberhasilannya dengan memberikan pre tes sebelum edukasi serta post tes setelah edukasi. Hasil dari edukasi ini sendiri berhasil meningkatkan pengetahuan remaja putri yaitu dengan adanya peningkatan pengetahuan hampir pada semua responden 21 orang (70%). Gambaran hasil pengetahuan menunjukkan bahwa kategori baik pada pre-test menunjukkan sebesar 77% responden, dan pada kategori baik pada post-test sebesar 97% responden. Dari hasil tersebut, terlihat adanya kenaikan pada kategori pengetahuan, baik sebelum dilakukan dan sesudah dilakukan edukasi Tujuan dari penyuluhan ini sendiri agar remaja putri dapat menerapkan perilaku pencegahan anemia sejak dini untuk dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi kehamilan dan persalinan.
DETECTION AND COUNSELING OF OCCUPATIONAL DISEASES IN GREEN MUSSEL PEELERS IN CILINCING, NORTH JAKARTA Amalia, Husnun; Hairunisa, Nany; Mashabi, Yasmine; Zaina, Nashita Amira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.22151

Abstract

Latar Belakang Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan masalah kesehatan mata masih menjadi sesuatu yang belum dapat diselesaikan arena sirtuasi geografis dan demografis. Terdapat 0,4% angka kebutaan pada penduduknya, dan 80% adalah kebutaan yang dapat dicegah atau diobati dan refraksi adalah menjadi penyebab utama (42%). Kelainan refraksi sampai saat ini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena menjadi penyebab gangguan penglihatan yang paling besar dan mengenai seluruh kelompok usia dan percepatan terjadinya gangguan penglihatan pada berusia produktif akan merugikan perekonomian negara karena terganggunya sumber daya manusia. Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dan masyarakat dapat membantu berpartisipasi pada program ini dengan melaksanakan pengabdian skrining Kesehatan mata dan memberikan tatalaksananya agar mencegah kebutaan akibat kelainan refraksi khususnya. Metode Kegiatan pengabdian diikuti oleh 136 peserta, dilakukan anamnesis, pemeriksaan Kesehatan mata termasuk pemeriksaan refraksi. Bagi peserta yang memerlukan kacamata dilakukan edukasi dan diberikan kacamata. Hasil Peserta berusia anatara 3 tahun sampai 71 tahun, dengan 83,1% adalah laki-laki dan 16,9% adalah perempuan dan Sebagian besar peserta tidak memiliki pekerjaan (41,9%). Sekitar 42,6% memiliki Riwayat pengguna kacamata namun yang membutuhkan kacamata adalah 52,2% peserta. Kesimpulan Pada 136 penduduk kurang mampu di Pondok Aren, 57,4% memerlukan kacamata untuk memperbaiki penglihatannya.
Hubungan akomodasi insufisiensi dan astenopia pada remaja di Jakarta Barat Nadia Fernanda; Husnun Amalia
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.10-17

Abstract

LATAR BELAKANGAstenopia adalah gangguan pada indera penglihatan berupa ketidaknyamanan seperti gangguan membaca, sensitif terhadap cahaya, penglihatan kabur, diplopia dan distorsi persepsi. Salah satu etiologi astenopia adalah akomodasi insufisiensi. Penderita akomodasi insufisiensi tidak dapat mempertahankan akomodasi saat melihat dekat seperti membaca dan menulis. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan akademisnya. Sehingga pada penelitian ini ingin diketahui hubungan akomodasi insufisiensi dan astenopia. METODEPenelitian merupakan studi cross sectional dengan desain analitik observasional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dilakukan pada 141 sampel yang didapatkan menggunakan consecutive sampling di sebuah Sekolah Menengah Atas di Jakarta Barat pada bulan Mei-Juni 2017. Pengukuran amplitudo akomodasi menggunakan Royal Air Force accommodation vergence measurement binocular Gauge. Analisis data menggunakan uji Fisher dengan tingkat kemaknaan p<0,05. HASILPrevalensi astenopia pada usia 15-17 tahun sebesar 83,7% dengan sebagian besar etiologi yang belum diketahui. Prevalensi akomodasi insufisiensi sebesar 14,2%. Pada usia tersebut ditemukan 54,2% dengan amplitudo akomodasi 20D. Pada analisis dengan menggunakan uji Fisher menunjukkan tidak terdapat hubungan antara akomodasi insufisiensi dan astenopia (p=0,197). KESIMPULANTidak terdapat hubungan yang bermakna antara akomodasi insufisiensi dan astenopia pada remaja pertengahan.
Computer vision syndrome Husnun Amalia
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.117-118

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) adalah keluhan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh penggunaan komputer. Keluhan ini berhubungan dengan penggunaan Visual Display Terminal (VDT). Pada kehidupan modern, VDT adalah alat yang telah menjadi sebuah kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari dan alat-alat ini harus selalu tersedia sebagai sarana di intitusi pendidikan, perkantoran dan di rumah. Alat yang termasuk VDT adalah monitor komputer, telepon genggam, tablet, laptop, handheld konsol dan lain-lain. Saat ini komputer sangat membantu aktivitas manusia namun monitor komputer mengeuarkan radiasi dan gelombang seperti sinar ultraviolet dan sinar X yang bila terpapar dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan gangguan fisiologis pada mata. Pevalensi CVS mencapai 64-90% pada pengguna VDT dengan jumlah penderita di seluruh dunia diperkirakan sebesar 60 juta orang dan setiap tahun akan terus muncul 1 juta kasus baru. Prevalensi CVS pada mahasiswa teknik mencapai 81,9% lebih tinggi dibandingkan mahasiswa kedokteran yaitu sebesar 78,6%. Computer Vision Syndrome dapat terjadi pada anak-anak dan keluhan CVS pada ada anak-anak akan muncul lebih cepat dibandingkan pada orang dewasa. Komputer didisain untuk digunakan oleh orang dewasakomputer tidak ergonomik untuk digunakan oleh anak-anak. Hal ini menyebabkan CVS pada anak-anak akan disertai dengan keluhan muskuloskeletal.
Co-Authors Adhiwardan, Anggraeni Adianto, Raymond Adlani, Hadianti Ahmed, Dina Alsayed, Raghda Alvina Alvina Andrianjah Andrianjah, Andrianjah Anggiat, Desi Anggraeni Adiwardhani Ariyani, Aziza Bella, Isa David Tjahyadi dianawati, dianawati Diani Nazma Djebli, Noureddine Effendi, Ida Emad Yousif Erlani Kartadinata Erlani Kartadinata, Erlani Eveline Margo, Eveline Faradila, Meutia Atika Ferdhian, Farrel Ferina, Mutiara Grace Nerry Legoh Gusti G. Suardana, Gusti G. Hadi Sumarsono Hairunisa, Nany Hameed, Seenar Handriwei Handriwei Hosea Jaya Edy Husain, Amani Isa Bella Johan Hutauruk Joice Viladelvia Kalumpiu, Joice Viladelvia Kadhom, Mohammed Kartini Kartini Kudaer, Nuha B Kurniasari LEKOK, WIDYAWATI Lira Panduwaty Maharani, Ronaningtyas Mahdi, Sarah Marja, Triyoko Septio Mashabi, Yasmine Mohammed Kadhom Mohsen Hashim Risan Monica Dwi Hartanti Monica Dwi Hartanti, Monica Dwi Mun’im, Abdul Mustopa, Ita Tazkiatul Izzati Nadia Fernanda Natadidjaja, Ronald Irwanto Noviani Prasetyaningsih Noviani Prasetyaningsih Nuha Kudaer Oladimeji, Ashaolu Victoria Onny Hernik Saputro Parwanto, Edy Patricia Budihartanti Liman Pertiwi, Iin Indra Prasetyaningsih, Noviani Pratiwi, Megawati Yulia Wina Rachmiyani, Irmiya Raheem, Rasha Rantung, Alvin Lekonardo Rasha Raheem Ratna Sitompul Redwan, Amamer M Risan, Mohsen Hashim Sabrina, Isra Salman, Israa Samira, Jihan Sri Mulyani Thamer, Hamsa Trilaksmi, Antin Tubagus Ferdi Fadilah, Tubagus Ferdi Widya Artini Witjaksana, Riani YENNY YENNY Yohana Yousif, Emad Yuliana Yuliana Yuliarsa, Cyntha Nasyanda Yusop, Rahimi M Zaina, Nashita Amira Zainulabdeen, Khalid Zalfa, Afifah