This Author published in this journals
All Journal MediaTor: Jurnal Komunikasi Jurnal Pekommas Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Kanal : Jurnal Ilmu Komunikasi Nomosleca Publiciana ETTISAL Journal of Communication ARISTO Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Nyimak: Journal of Communication Jurnal Komunikasi Journal of Islamic World and Politics Jurnal Representamen Sahafa Journal of Islamic Communication Referensi : Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Avant Garde Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia The Journal of Society and Media Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Ilmu Komunikasi Sosial : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Justness : Jurnal Hukum Politik dan Agama ASPIRATION Journal Communicator Sphere Jurnal Riset Public Relations Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Journal International of Lingua and Technology JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia KOMUNIDA: Media Komunikasi dan Dakwah Jurnal Lentera Wasathiyyah: Jurnal Pemikiran Fikih dan Ushul Fikih Jurnal InterAct Jurnal Komunikasi Global Al-Musyrif : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Journal of Indonesian Society Empowerment Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Lenvari: Journal of Social Science Kediri Journal of Journalism and Digital Media Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesian Social Science Review Jurnal Spektrum Komunikasi Jurnal Bincang Komunikasi Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Wartawan Terhadap Kualitas Berita di Media Massa Kota Malang M Nurdiyana; Fathul Qorib
Lenvari: Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jss.v1i1.21

Abstract

The development of mass media in the city of Malang is very rapid. This can be seen from the emergence of various mass media in the city of Malang. News is inseparable from the influence of a journalist because he is an information seeker and the person who writes the news. Therefore, the purpose of this study is to determine the journalists' perceptions of the quality of news in Malang. This study used qualitative research methods. In this study there were eight informants who worked in the mass media in Malang. Data collection techniques used by researchers are interviews and documentation. Researchers used three research methods namely, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of the study require that in general journalists' perceptions of the quality of news in the city of Malang are the same, which is quite good, with a few small notes of problems that make the news not quality. In addition, the factors that influence journalists' perceptions of the quality of the news are external factors, namely the organization of the press that is followed.
Kepuasan Masyarakat pada Metode Dakwah Nyai Naimah dalam Program Dialog Agama di Radio Nada FM Sumenep Fathul Qorib; Hafidlatul Fauzuna; Bambang Setyo Utomo
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol. 6 No. 1 (2023): Sahafa Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v6i1.10008

Abstract

Setiap da’i perlu memperhatikan metode dakwah untuk keefektifan dakwahnya. Pemilihan metode dakwah tersebut harus dapat menyesuaikan kondisi dan situasi mad’u (objek dakwah) sehingga dakwah dapat berjalan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dakwah Nyai Naimah yang digunakan dalam Program Dialog Agama di Radio Nada FM Sumenep sekaligus motif dan kepuasan masyarakat Sumenep terhadap dakwahnya. Konsep yang digunakan untuk menganalisis bentuk dakwah tersebut diambilkan dari Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 125 dan penerimaan masyarakat menggunakan Teori Uses and Gratification. Penelitian kali ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data berasal dari wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan metode dakwah yang digunakan Nyai Naimah sesuai dengan konsep Al-Qur’an yaitu Mujadalah billati hiya ahsan. Sebuah metode dengan cara diskusi atau bertukar pikiran yang baik tanpa adanya paksaan dan memberatkan kepada semua pihak dalam dakwah. Sedangkan, motif masyarakat Sumenep dalam mendengarkan dakwah tersebut untuk menambah pengetahuan keagamaan sekaligus menciptakan jiwa yang tenang, untuk mencari jawaban terkait problematika hidup berdasar hukum Islam, untuk mengubah perilaku menjadi lebih positif sehingga bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode dakwah tersebut juga memberikan kesempatan bertanya sehingga bisa mendapatkan konsumsi ceramah sesuai kebutuhan, situasi, dan kondisi audien.
Reshaping Today’s Education with Social Media Fathul Qorib; Sitti Utami Rezkiawaty Kamil; Jumrana; La Tarifu
Jurnal Riset Public Relations Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.vi.1355

Abstract

Abstract. The government's move to suppress the spread of the covid-19 virus in Indonesia by limiting the meeting of a number of people has an impact on many lines of life including higher education institutions. Starting from 2020, the learning system undergoes the most fundamental change in the history of the transformation of the Education system. Through government program policies, learning that was initially held face-to-face then replaced with virtual meetings, the transformation of learning media is also massive, where there is a discussion of online learning media that support the implementation of virtual lectures becomes the main prerequisite. The development of communication technology plays an important role to be an option in an effort to provide learning media that can be utilized. Social media that appeared to support the learning management system. Using social media in order to trigger the quality of student learning by utilizing all the ease of communicating and sharing information owned by the media for the education or learning process becomes more effective and efficient and accelerates information as a whole. The method of the research is Mixed method research, were to combine the quantitative and qualitative methods used in this study with the aim of identifying students' digital literacy competencies related to learning media by filling out questionnaires to a total of 120 students. All students who filled out the questionnaire were students who had participated in online learning and practicums on campus. and also conducting in-depth interviews on students to find out their opinions regarding social media to support their learning process. The collected data was analyzed using SPSS and analyzed using descriptive methods.
IMPLEMENTASI SEMBILAN ELEMEN JURNALISME BILL KOVACH DAN TOM ROSENSTIEL PADA BERITA MEDIA ONLINE Latif Fianto; M. Abdul Ghofur; Fathul Qorib
Jurnal Bincang Komunikasi Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jbk.1.2.2023.1-9

Abstract

Pengembangan media mencerminkan transformasi budaya dan kultur masyarakat dari temuan media cetak ke media  online. Oleh karena itu, media online yang berbentuk website salah satu opsi yang keberadaanya memiliki pengaruh besar karena dapat memberikan informasi secara cepat dan terkini. Media online dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses berita-berita yang relevan. Media massa sebagai jembatan perantara atau penegah antara masyarakat dengan pemerintah, menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mematuhi kaidah dan aturan jurnalistik untuk menyajiakan informasi yang benar dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sembilan elemen jurnalistik dalam produksi berita di media online Nusadaily.com. Elemen-elemen jurnalistik yang meliputi kebenaran, loyalitas, disiplin verivikasi, independensi, pemantau kekuasaan, forum kritik, menarik dan relevan, komprehensif dan proporsional, dan mengikuti nurani. Metode penelitian ini melibatkan analisis dan wawancara dengan jurnalis yang terlibat dalam pembuatan berita di Nusadaily.com. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang praktik jurnalistik dalam media online dan kontribusinya terhadap pengembangan konten berita yang berkualitas.
Meninjau Hasil Keputusan Ormas Keagamaan Tentang Nikah Beda Agama dari Perspektif Al-Qa‘idah al-Usuliyyah al-Lugawiyyah dan Al-Qa‘idah al-Usuliyyah al-Tasyri‘iyyah: (Keputusan Lajnah Bathsul Masail NU, Komisi Fatwa MUI, dan Majlis Tarjih Muhammadiyah) Fathul Qorib
Wasathiyyah Vol 5 No 1 (2023): Wasathiyyah: Jurnal Pemikiran Fikih dan Ushul Fikih
Publisher : Wasathiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58470/wasathiyyah.v5i1.61

Abstract

Legalitas pernikahan beda agama di Indonesia masih menjadi polemik di kalangan masyarakat, di mana realitas sosial ini terlihat pada tindakan nekat sebagian warga negara yang melakukannya. Meskipun UU Perkawinan No. 1/1974 Pasal 2 ayat (1) menyerahkan status pernikahan beda agama berdasarkan keyakinan masing-masing, namun NU, MUI, dan Muhammadiyah telah menyepakati bahwa pernikahan beda agama hukumnya haram dalam segala dimensinya. Kontradiksi antara pandangan empat mazhab dan teks al-Qur'an inilah yang menjadi fokus studi literatur ini, dengan menggunakan rumusan Lajnah Bathsul Masail NU, Komisi Fatwa MUI, dan Majilis Tarjih Muhammadiyah sebagai sumber utama. Dengan menerapkan teori al-Qa'idah al-Usuliyyah al-Lugawiyyah dan al-Qa'idah al-Usuliyyah al-Tasyri'iyyah, penelitian ini mengungkapkan bahwa NU menggunakan langkah-langkah seperti memahami masalah, menghimpun pendapat para ulama, dan membatasi pendapat hanya pada kelompok Syafi'iyah. Sementara itu, MUI menggunakan langkah-langkah seperti memahami masalah, menelusuri dalil dari al-Qur'an dan hadis, menganalisis melalui kajian bahasa, merujuk pendapat ulama sebagai dalil pendukung, dan memilih pendapat yang lebih maslahat. Di sisi lain, Muhammadiyah menggunakan langkah-langkah seperti menelusuri dalil melalui teks yang sarih, menganalisis melalui kajian semantik, memperhatikan pendapat ulama sebagai dalil pendukung, dan mentarjih pendapat dengan menggunakan sadd alzariah. Dari ketiga rumusan tersebut, muncul dua perbedaan utama, yaitu terkait eksistensi Ahli Kitab di era kekinian dan perbedaan cara pandang dalam menyikapi pernikahan antara laki-laki muslim dengan perempuan Ahli Kitab.
The Phenomenon of COVID-19 Conspiracy Theory Narratives through Virtual Ethnography on Instagram Qorib, Fathul; Ramadan, Rangga Tirta
ETTISAL : Journal of Communication Vol. 9 No. 1 (2024): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v9i1.12006

Abstract

This study aims to investigate the conspiracy phenomenon of the COVID-19 pandemic as disseminated by the Instagram account @unexplnd. This account boasts 842 thousand followers and stands as one of the largest social media propagating the concept of COVID-19 conspiracy theories in Indonesia. Primary data is derived from posts on this account, and secondary data is obtained through interviews with four followers who actively engage in commenting and harbor beliefs in the existence of conspiracies. The research corpus is subsequently scrutinized employing the conceptual framework delineated by Douglas, Sutton, and Cichocka (2017), which delineates the emergence of conspiracies through epistemic, existential, and social motives. The findings of this investigation reveal that incidents perceived as random chance occurrences, motivated by the desire to preserve comfort and freedom, along with suspicion or resentment towards particular entities, serve as grounds for endorsing COVID-19 pandemic conspiracy theories. Furthermore, exposure to media presenting conspiracy theories, such as the Instagram account @unexplnd, contributes to an augmented belief in such theories among proponents. Conspiracy theorists desire to raise awareness among the general populace regarding conspiracy theories by disseminating information containing conspiracy narratives across various media channels.
Contestation Of Islamic Discourse In The Digital Space On Islamic Portals Achmad Tohari; Aviv Nafiuddin; Fathul Qorib
Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/mediakita.v8i2.2121

Abstract

This research aims to analyze the content of Islamic media portals regarding the issue of faith in the online media Muslim.or.id and Nu.or.id. The author analyzes how Islamic media framing looks at the issue of faith, which is often discussed in everyday life, on the media portals Muslim.or.id and Nu.or.id. The author also analyzes the development of Islamic media in Indonesia by referring to the history of Islamic media in Indonesia. This research is a qualitative study in which the author uses Robert Entman's framing analysis method to analyze Muslim.or.id and Nu.or.id media portals from an Islamic perspective in their media articles. This study concludes that Islamic media portals have experienced significant development, especially the emergence of new media related to the organizations they support with their media base on the Internet after the new order, framing analysis obtained the conclusion that between Muslim.or.id and Nu.or.id in the discussion of Islam, it can be seen that both contribute to each other, but judging from the content of the posts that Muslim.or.id more often contains updates in its media content compared to Nu.or.id media, which looks more waiting for the movement of conservative media religious narrative discourse.
Manajemen Pondok Jompo Panti Al Ishlah Kota Malang dalam Perspektif Komunikasi Empatik Qorib, Fathul; Simung, Yuliana; Purnawati, Laily
Publiciana Vol. 17 No. 02 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v17i02.1019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi antara pengasuh atau perawat dengan orang tua lanjut usia (lansia) di Pondok Jompo Panti Al-Ishlah, Kota malang. Teori Komunikasi Interpersonal dan Komunikasi Empatik menjadi dasar dalam memahami dinamika relasi yang terjadi dalam organisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lima pengasuh di Panti Jompo Pondok Al-Ishlah sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi empatik antara pengasuh dan lansia tidak hanya menjadi aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga merupakan bagian integral dari tugas pengasuh dalam merawat lansia. Komunikasi empatik digunakan untuk mengatasi berbagai situasi, seperti menenangkan lansia yang sedang sedih atau merindukan keluarga mereka, serta untuk berkomunikasi dengan lansia yang sulit diajak berbicara. Tantangan yang dihadapi oleh pengasuh dalam berkomunikasi dengan lansia termasuk kesulitan komunikasi dengan mereka yang mengalami gangguan pikun dan gangguan pendengaran. Oleh karena itu, komunikasi nonverbal menjadi strategi utama dalam menyampaikan pesan kepada lansia yang mengalami gangguan pendengaran. This research aims to determine the communication process between caregivers and elderly parents at the Panti Al-Ishlah Nursing Home, Malang City. Theories of Interpersonal Communication and Empathic Communication are the basis for understanding the relationship dynamics that occur in the organization. This research used qualitative methods with five caregivers at the Pondok Al-Ishlah Nursing Home as research subjects. The research results show that empathetic communication between caregivers and the elderly is not only an important aspect of daily life but also an integral part of the caregiver's duties in caring for the elderly. Empathetic communication is used to overcome various situations, such as calming elderly people who are sad or missing their family, as well as to communicate with elderly people who are difficult to talk to. Challenges faced by caregivers in communicating with the elderly include communication difficulties with those who experience dementia and hearing loss. Therefore, nonverbal communication is the main strategy for conveying messages to elderly people who have hearing loss.
Analysis of the Use of Constructive Journalism in the News 'Police Shoot Police' in the Online Media Tirto.id: Analisis Penggunaan Jurnalisme Konstruktif dalam Berita 'Polisi Tembak Polisi' di Media Online Tirto.id Qorib, Fathul; Kristie, Erasa; Hakim, Lukman
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v13i1.1796

Abstract

The coverage of the "police shooting police" case in Indonesia has been in the public spotlight and has led to various perspectives in the mass media. Tirto.id media, as one of the leading news platforms, seeks to apply the concept of constructive journalism in its reporting. This study aims to determine the extent to which Tirto.id implements the elements of constructive journalism in the news related to the case. This research uses a descriptive qualitative approach to reveal the application of constructive journalism in the news of "police shooting police" in Tirto.id media. The objects of this research are 21 news articles published between July 11, 2022 and August 17, 2022. The constructive journalism theory used includes five elements: solutions, future orientation, depolarization, constructive interviewing, and Rosling. The results showed that out of 42 downloaded news articles, 21 analyzed news articles successfully applied at least two elements of constructive journalism. These news not only provided solutions, but also highlighted future orientation, reduced polarization, conducted constructive interviews, and used data to show progress in handling cases. The news presented by Tirto.id also accommodates the interests of the audience by emphasizing human rights and the law in favor of the shooting victim, Brigadier J. In conclusion, although Tirto.id has tried to implement constructive journalism, there is still room for improvement, especially in integrating all elements of constructive journalism in every news story.
Fenomena dan Pandangan Pria dalam Menonton Drama Korea Qorib, Fathul; Olievia, Fitri
Indonesian Social Science Review Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v1i2.52

Abstract

Women often consider Korean drama films more preferred because the stories focus on romance, emotions, and interpersonal relationships. Male fans of Korean drama films are considered new and unique, but a negative stigma is often attached to them in Indonesia. Labels such as "weird," "unmanly," and "melancholy" are often applied. This point of view can influence how certain men see and are attracted to Korean drama films. This study aims to find out how men see Korean drama films and how these films affect their lives. Purposive sampling was used to select informants for this study, which included a total of seven people. The method used is a qualitative-descriptive approach. This study used interviews, observations, and documentation to collect data. The data analysis process used in this study is divided into three stages: data reduction, data presentation, and concluding. According to research findings, men who like Korean dramas have a favorable opinion of the Korean Wave program. Everyone has different tastes and perspectives on Korean Wave programming. In addition, Korean films and dramas have also influenced the lifestyle of some fans. Some fans may be inspired by fashion trends, hairstyles, or lifestyles featured in Korean dramas. In addition, the Korean Wave can also affect fans' interest in music, food, and travel to South Korea. However, it is important to note that these perceptions and influences can vary between individuals. Film Drama Korea sering dianggap lebih disukai oleh perempuan karena ceritanya yang fokus pada romansa, emosi, dan hubungan antarpribadi. Laki-laki penggemar film Drama Korea dianggap sebagai hal baru dan unik, namun di Indonesia seringkali disematkan stigma negatif terhadap mereka. Label seperti "aneh", "tidak jantan", dan "melankolis" sering diterapkan. Sudut pandang ini dapat memengaruhi bagaimana pria tertentu melihat dan tertarik pada film drama Korea. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pria melihat film Drama Korea dan bagaimana film tersebut mempengaruhi kehidupan pria. Purposive sampling digunakan untuk memilih informan untuk penelitian ini, yang mencakup 7 orang. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Proses analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Menurut temuan penelitian, pria yang menyukai film Drama Korea memiliki pendapat yang baik tentang program Korean Wave. Setiap orang memiliki selera dan sudut pandang yang berbeda tentang pemrograman Korean Wave. Selain itu, film dan Drama Korea juga telah mempengaruhi gaya hidup sebagian penggemarnya. Beberapa penggemar dapat terinspirasi oleh tren fashion, gaya rambut, atau gaya hidup yang ditampilkan dalam drama Korea. Selain itu, Korean Wave juga dapat mempengaruhi minat penggemar dalam hal musik, makanan, dan wisata ke Korea Selatan.  Namun, penting untuk dicatat bahwa persepsi dan pengaruh ini dapat bervariasi antara individu.
Co-Authors 'Izzatus Tsamroh, Dewi Abdur Rahman Achmad Tohari admin admin, admin Afriansyah Afriansyah Aizun Najih Akhirul Aminulloh Alatas, Raisa Alfiah, Agry Alfian Dika Pranata Alfred V Waru Amanah Rakhim Syahida Amanah Rakhim Syahida Amanah Rakhim Syahida Amanah Rakhim Syahida, Amanah Rakhim Ananda, Kun Sila Andrianto, Sis Nanda Kus Andy Wicaksono, Galuh Angela Merici Bhara Anzari, Prawinda Putri Apolonius Kristoforus Ga’a Asra Bulla Junga Jara Jara Aszihar, Rizki Aviv Nafiuddin Bambang Setyo Utomo Bangun, Nurlina Dedi Irfing Sakan Demmy Deriyanto Desyandri Desyandri Efendi Efendi Elisabet Tri Krisdian Emei Dwinanarhati Setiamandani Ermelinda, J Fansier Hamdja Farady, Rustono Marta Fauzuna, Hafidlatul Februnia Mura Ngguna Firdaus, Fadli Fitri Olievia Fitrotun Nisak Hafidlatul Fauzuna Hamdja, Fansier Hana Rochani Gustasari Panggabean Hasan Basri Herru Prasetya Widodo, Herru Hutauruk, Mathias Raihan Narayan Jibril Maulana Jumrana Jurmrana Kariman, Kariman Kristie, Erasa La Tarifu LAILY PURNAWATI, LAILY Latif Fianto Liborius Benny Renggo Lukman Hakim Lukman Hakim Lusianawati, Hayu M Abd Ghofur M Nurdiyana Martiniana Pasrin Moch Rofi’i Modisa Diyah Rahmadani Mohammad Saleh Monica Novaranty Muhajir Sulthonul Aziz Muhamad Abdul Ghofur Muhammad Ilman Nur Sasongko Muhammad Zainal Muhlas Adi Putra Muliyati, Muliyati Murtiyah Murtiyah Mu’ammar Arifin Myrtati Dyah Artaria Najih, Aizun NUNUN NURHAJATI, NUNUN Nurdiarti, Rosalia Prismarini Nuri Aslami Oktarina, Riesta Ayu Olievia, Fitri Putri, Lutfiah Malika Putri, Wirda Ayu Ramadan, Rangga Tirta Remanggi, Salasi Remigius Asman Riesta Ayu Oktarina Rinata, Asfira Rachmad Riyanto, Obaja Eden Sentosa Rudi Cahyono Saekoko, Aploisari Saijuri Saijuri Saudah Simung, Yuliana Sitti Utami Rezkiawaty Kamil Solfema Suhardi Suhartono Suhartono Sulih Indra Dewi, Sulih Indra Sunaringsih, Monica Sri Suprihatin Suprihatin Syafuddin, Khairul Tajuddin, Irfan Wahid, Ahmad Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas Yanti Rosdiana Yeni Karneli Yosephina Anchieta Barru Yulianto, Akhmad Haries Yuyun Wahyu Izzati Surya Zakiyatul Khusna