Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KECEMASAAN MELALUI ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.S DENGAN STEMI DI RUANGAN CVCU RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU Listari, Sona; Riani, Riani; Fitria Ningsih, Neneng
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3, Nomer 4, Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v3i4.50155

Abstract

Kecemasan adalah gangguan perasaan yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan, yang dapat mengganggu fungsi fisik maupun psikologis seseorang. Di Indonesia, sekitar 5% penduduk mengalami kecemasan, baik dalam bentuk akut maupun kronis. Salah satu metode penatalaksanaan kecemasan yang efektif adalah psikoterapi, khususnya melalui terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR). Terapi ini dilakukan dengan cara menegangkan dan kemudian merilekskan kelompok otot tertentu, yang bertujuan untuk menurunkan ketegangan otot dan menciptakan rasa rileks. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan dalam mengurangi kecemasan melalui terapi PMR pada pasien dengan keluhan kecemasan. Studi dilakukan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru terhadap satu pasien yang didiagnosis dengan STEMI. Pasien mengeluhkan kecemasan yang ditandai dengan jantung berdebar, kebingungan, dan kesulitan konsentrasi. Terapi PMR diberikan secara langsung dengan metode observasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan dari skor 18 menjadi 5 setelah intervensi dilakukan.Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif dalam mengurangi kecemasan pada pasien dengan gangguan jantung. Diharapkan pasien dapat terus mengaplikasikan teknik ini secara mandiri untuk menjaga kestabilan emosinya.Kecemasan adalah gangguan perasaan yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan, yang dapat mengganggu fungsi fisik maupun psikologis seseorang. Di Indonesia, sekitar 5% penduduk mengalami kecemasan, baik dalam bentuk akut maupun kronis. Salah satu metode penatalaksanaan kecemasan yang efektif adalah psikoterapi, khususnya melalui terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR). Terapi ini dilakukan dengan cara menegangkan dan kemudian merilekskan kelompok otot tertentu, yang bertujuan untuk menurunkan ketegangan otot dan menciptakan rasa rileks. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan dalam mengurangi kecemasan melalui terapi PMR pada pasien dengan keluhan kecemasan. Studi dilakukan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru terhadap satu pasien yang didiagnosis dengan STEMI. Pasien mengeluhkan kecemasan yang ditandai dengan jantung berdebar, kebingungan, dan kesulitan konsentrasi. Terapi PMR diberikan secara langsung dengan metode observasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan dari skor 18 menjadi 5 setelah intervensi dilakukan.Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif dalam mengurangi kecemasan pada pasien dengan gangguan jantung. Diharapkan pasien dapat terus mengaplikasikan teknik ini secara mandiri untuk menjaga kestabilan emosinya.
Patient characteristics and satisfaction across different dimensions of healthcare for tuberculosis: A study at Puskesmas Polonia, Medan Riani, Riani; Siagian, Masryna; Siregar, Santy Deasy
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i1.6783

Abstract

Background: High-quality healthcare is vital for effective TB management. Patient satisfaction reflects service quality and influences treatment adherence. This study investigates the characteristics and satisfaction levels of pulmonary TB outpatients at Puskesmas Polonia, Medan, a high-burden facility. Aims: To describe the demographic characteristics of TB patients and analyze their satisfaction across various healthcare service dimensions (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy, and operational satisfaction). Methods: A cross-sectional study was conducted from December 2024 to January 2025, involving 82 pulmonary TB outpatients selected via purposive sampling. Data on patient characteristics and satisfaction (overall and by dimension, using a dichotomous scale) were collected through questionnaires and analyzed using univariate statistics. Results: The majority of the 82 TB patients were male (63.4%), with the largest age groups being 21-30 and 31-40 years (24.4% each). Most had upper secondary education (32.9%). Overall, 76.83% of patients reported satisfaction. Satisfaction levels varied across dimensions: assurance (83.0%) and reliability (79.0%) were highest, while operational satisfaction (67.0%) and responsiveness (71.0%) were lower. Conclusion: While overall satisfaction was high, specific service dimensions, particularly operational processes and responsiveness, require attention to enhance the patient experience for TB patients at Puskesmas Polonia. These findings can inform targeted interventions to improve service quality and support TB control efforts.
Pemanfaatan Pekarangan Dengan Budidaya Sayuran Teknik Vertikultur Dalam Mendukung Wirausaha Agribisnis dan Ketahanan Pangan di Gampong Keutapang Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara Riani, Riani; Martina, Martina; Zuriani, Zuriani; Ariani, Rita; Barmawi, Barmawi; Adhiana, Adhiana
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan penduduk Gampong Keutapang mengakibatkan keterbatasan lahan untuk menanam serta kondisi masyarakat tidak melakukan usahatani padi sawah selama dua tahun sampai sekarang, sehingga gampong ini mendapatkan program pemanfaatan perkarangan satu tahun yang lalu. Namun, masih terdapat lahan pekarangan yang sebagian masyarakat tidak memanfaatkan dan sebagian sudah memanfaatkan tetapi belum dilaksanakan secara intensif dan inovatif. Teknik vertikultur merupakan inovasi budidaya sayuran sebagai salah satu solusi dan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan yang terbatas untuk membangun wirausaha agribisnis dan menjaga ketahanan pangan masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk sosialisasi dan pelatihan budidaya sayuran teknik vertikultur di lahan pekarangan dalam mendukung wirausaha agribisnis dan ketahanan pangan masyarakat. Metode pelaksanaan yaitu memperkenalkan inovasi budidaya sayuran teknik vertikultur, sosialisasi keunggulan pemanfaatan pekarangan, dan menyediakan sarana produksi serta melaksanakan pelatihan budidaya sayuran teknik vertikultur. Hasil yang dirasakan adalah terjadi perubahan tambahan pengetahuan dan pengalaman peserta pengabdian tentang   inovasi pertanian sebagai suatu solusi mengatasi keterbatasan lahan dengan cara tanam bertingkat. Pemanfaatan lahan perkarangan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai bentuk terciptanya ketahanan pangan rumah tangga.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lilin Aromaterapi Dari Minyak Jintan Hitam (Niggella Sativa) Dan Minyak Lavender (Lavandulla) Untuk Menghilangkan Stres Riani, Riani; Budi, Setia; Mahdiyah, Dede
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan masalah umum yang sering terjadi di masyarakat, stres bisa dialami semua orang, kondisi stress yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Kondisi ini dapat diatasi, salah satunya adalah dengan menggunakan lilin aromaterapi. Lilin Aromaterapi adalah alternatif aplikasi aromaterapi secara inhalasi yang akan menghasilkan aroma dari beberapa tetes minyak atsiri yang dapat minimbulkan rasa tenang, mengurangi serta menghilangkan rasa stres. Minyak atsiri yang digunakan dalam formulasi lilin aromaterapi antara lain minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla). Mengidentifikasi formulasi sediaan lilin aromaterapi dan mengevaluasi fisik sediaan lilin aromaterapi dari minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla). Metode penelitian eksperimental dengan rancangan one-shot case study. Minyak atsiri diformulasikan menjadi tiga formulasi dan selanjutnya dilakukan evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, uji titik leleh, uji waktu bakar, uji ketahan aroma, dan uji kesukaan (Hedonic). Pada sedian lilin aromaterapi dari minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla) didapatkan 3 formulasi dimana formulasi I, II dan III telah sesuai dengan standar lilin aromaterapi berdasarkan SNI. Hasil evaluasi terdapat pengaruh variasi konsentrasi minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla) terhadap hasil evaluasi fisik sediaan lilin aromaterapi. Pada uji kesukaan (Hedonic) formulasi III yang paling disukai responden. Sediaan lilin aromaterapi dari ketiga formulasi telah memenuhi persyaratan organoleptik, titik leleh, waktu bakar, dan ketahanan aroma dan hasil evaluasi menunjukkan formula III merupakan formulasi yang paling optimal.
Implementasi Qailulah dalam Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa SD Kelas 1/1 Satit Phatnawitya, (Yala, Thailand) Riani, Riani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10174

Abstract

Semangat belajar merupakanl salah satul faktor yangl mempengaruhi keberhasilan seorang siswa. Seseorang siswa akan mendapat hasil yang diinginkanl dalam belajarl apabila dalaml dirinya terdapat keinginan untuk belajar. Semangat belajar dapatl berfungsi sebagail pendorong untukl pencapaian hasil yang baik. Seseorang siswa akanl melakukan suatul kegiatan karenal ada semangat dalaml dirinya. Adanya semangat yangl tinggi dalam belajar akanl mencapai hasill yang loptimal. Namun semangat siswa untukl terus belajarl tentu saja bisa menurun atau bahkan hilang dalam proses pembelajaran berlangsung. Terlebih lagi untuk sekolah yang menerapkan metode belajar full day. Hal ini bisa disebabkan karena siswa merasa kantuk atau kelelahan baik terhadap guru maupun siswa. Oleh karena itu, sekolah Satit Phatnawitya mengadakan metode Qoilullah sebagai solusi dari kurangnya semangat belajar yang ada didiri siswa. Tujuanl penelitian yangl ingin dicapail yaitu untukl mengetahui hubunganl semangat belajarl dengan hasill belajar lsiswa. Metodel penelitian tinjau dari tempat langsung, yaitu sekolah Satit Phatnawitya school yang berlokasi di Provinsi Yala, Thailand. Dengan melakukan wawancara kepada beberapa Guru dan Staf Tata Usaha yang ada di sekolah, serta diampingi oleh kakak penamping. Semangat belajar sebagail faktor utamal dalam belajarl yakni berfungsil menimbulkan, lmendasari, danl menggerakkan perbuatanl belajar. Menurutl hasil penelitianl melalui observasil langsung, bahwal kebanyakan siswal yang besarl semangatnyanya akanl giat lberusaha, tampakl gagah, tidakl mau lmenyerah, sertal giat membacal untuk meningkatkanl hasil belajarl serta memecahkanl masalah yangl dihadapinya. Sebaliknyal mereka yangl memiliki semangat belajar yang lrendah, tampakl acuh takl acuh, mudahl putus lasa, perhatiannyal tidak tertujul pada pembelajaranl yang akibatnyal siswa akanl mengalami kesulitanl belajar.
ANALYSIS OF HOUSEHOLD INCOME AND EXPENDITURES OF RED CHILLIA FARMERS IN SAWANG DISTRICT ACEH UTARA REGENCY Riani, Riani; Adhiana, Adhiana; Martina, Martina; Ariani, Rita
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 2 No. 2 (2022): April
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v2i2.184

Abstract

One of the vegetable crops that have high economic value and is always needed is red chili. Red chili farming in Sawang District is an activity of farmer households in obtaining income to meet household consumption needs in the form of food and non-food. The ability of farmers to obtain income that is used for household consumption will determine the level of welfare of red chili farmers' households. The purpose of this study was to analyze the household income and expenditure of red chili farmers in Sawang District, North Aceh Regency with a total sample of 40 families. Data were analyzed by quantitative descriptive method. The results showed that the household income of farmers came from agricultural and non-agricultural income with the total income of all respondents amounting to 62,523,981.25 IDR /production process or 10,420,663.54 IDR/month. The income is used to meet food and non-food needs in the amount of 3,579,227 IDR/month. Meanwhile, the welfare level of farmer households is low based on the income structure and expenditure structure.
IDENTIFICATION OF FISHERMEN'S LIFE ASSET OWNERSHIP IN JANGKA DISTRICT, BIREUEN REGENCY Suryadi, Suryadi; Adhiana, Adhiana; Riani, Riani; Al Arabi, Rizza
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 2 No. 5 (2022): October
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v2i5.496

Abstract

Access to asset ownership is very urgent because it relates to the ease of a person in living his life. The availability of living assets is directly related to the ability of each individual to achieve a more decent life outcome. These living assets are generally categorized into five types, namely human, cultural, financial, social and physical assets. This research was conducted in Jangka District, Bireuen Regency. The number of samples in this study were 100 fishermen. The sampling method used the Accidental Sampling technique, which is the technique of determining the sample by chance. This study uses primary data obtained through a survey using a questionnaire and secondary data. This data was then analyzed qualitatively descriptively. The results of the study found that most of the fishermen were of productive age, had secondary education, quite experienced, used my own financial sources, access to credit was still difficult, had great motivation to improve their standard of living, and the influence of the traditional panglima laot institution was still strong. The main source of capital for the fishermen is borrowing from the owner, cooperatives and only a few have their own capital. But most fishermen have savings, and they save money in the banks, social gatherings, cooperatives and at home, and this is done to save for their lives in the future. Based on physical assets, most fishermen have nets as fishing tools, many use 5-10 GT and 10-20 GT motorboats as fishing boats. Ownership status of fishing boats most fishermen use jointly by riding and renting. From social assets, most fishermen join fishermen's organizations or groups, and a small number of fishermen have positions in the community. The family relationship between them is also close.
Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal Daun Pecut Kuda di SMA Darul Hikmah Mataram Rahman, Suburi; Dwiani, Afe; Yuniartini, Ni Luh Putu Sherly; Nugrahani, Rizki; Arini, Laili Azmiati; Patmawati, Patmawati; Salsabila, Riska Dia Salma; Riani, Riani; Maulana, Harpan; Aini, Diah Miftahul
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i2.5999

Abstract

SMA Darul Hikmah Mataram is one of the private secondary education institutions in the city of Mataram with the existence of a school that is still beautiful and surrounded by many medicinal plants. The existence of horse whip leaves (Stachytarpheta jamaicensis) in this school is very abundant and still underutilised. Horse whip leaves are useful as antioxidants and anti-inflammatories. Chemical compounds contained in horse whip leaves are flavonoids, terpenoids, alkaloids, tannins, steroids, and saponins. Herbal drinks are one of the practical products that can be processed into antioxidant-rich drinks using very cheap and easy packaging. This activity aims to increase the knowledge of teachers and students at SMA Darul Hikmah Mataram about making drinks, educate and increase the use of horse whip leaves as herbal drinks at SMA Darul Hikmah Mataram, show training participants the processing of horse whip leaves as herbal drinks, and increase product value related to packaging and processing of horse whip leaves as herbal drinks. The methods used were preparation, processing of horse whip leaves into powder, and evaluation. Evaluation is carried out through direct interviews and questions and answers. The results of this service are that the participants follow the entire series of activities well and are able to make pecut kuda herbal drinks in powder form and packaging with pouches, this activity is expected to be a government initiation for the development of local agricultural products in the form of herbs that have high selling value.
PELATIHAN PEMBUATAN PROMOSI DIGITAL DENGAN TEKNIK FOTO PRODUK KOPI INSTAN UNTUK MENINGKATKAN SKILL WIRAUSAHA MUDA DI ACEH UTARA Adhiana, Adhiana; Riani, Riani; Ariani, Rita
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.133 KB) | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v2i1.48

Abstract

Abstrak : Kopi gayo merupakan salah satu jenis kopi arabika yang paling diminati di pasar internasional karena telah dikenal sebagai biji kopi terbaik di dunia. Kondisi pandemi COVID tentu menjadi tantangan tersendiri yang akan memunculkan berbagai kendala pemasaran kopi Arabika Gayo seperti perubahan sistem proses pengolahan kopi yang harus sesuai protokol penanganan COVID, prosedur pengemasan produk yang baru dan sistem kerja sama secara daring karena diberlakukannya peraturan social distancing. Oleh sebab itu strategi promosi dengan media online merupakan solusi yang tepat. Salah satu strategi promosi adalah pembuatan foto produk sebagai alat promosi kopi Arabika Gayo. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai tehnik foto produk sebagai alat promosi kopi Arabika Gayo. Kegiatan ini dilakukan di Reuleut, Kabupaten Aceh Utara Pada bulan Januari 2022. Lokasi pengabdian masyarakat di Kabupaten Aceh Utara, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pengurangan pengangguran melalui pendalaman skill melalui pelatihan tehnik foto produk kopi di Aceh Utara. Metode pelaksanaan dirancang untuk pedampingan yang berupa pendekatan partisipatif dan mengacu pada proses pembelajaran orang dewasa (adult-learning) yang terdiri dari: (1) Pemaparan materi yang dilengkapi dengan Power Point presentation dan material simulasi, (2) diskusi terbatas sesuai dengan protokol kesehatan, (3) penugasan atau praktek tehnik foto produk kopi. Tujuan kegiatan ini adalah (1) menghasilkan agen-agen perubahan paradigma “pencipta lapangan kerja” dari pada paradigma “pencari kerja”, (2) menjadi wadah pelatihan soft skill tertait tehnik foto produk sebagai kegiatan pembentukan bisnis, (3) menjadi acuan untuk kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya.
KEDUDUKAN ADVOKAT DALAM PENDAMPINGAN SAKSI DI PERSIDANGAN: ANALISIS NORMATIF TERHADAP HAK ATAS BANTUAN HUKUM Riani, Riani; Alfarez, Haikal Wedi; side, Nesta putra; Satria, Noval Dwi; Ardi, Ilham Kurniawan
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 5 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis kedudukan advokat dalam pendampingan saksi di persidangan dan implikasinya terhadap pemenuhan hak atas bantuan hukum. Penelitian hukum normatif ini menemukan bahwa kedudukan advokat sebagai pendamping saksi memiliki pijakan hukum yang kuat dalam Undang-Undang Advokat, Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban, serta KUHAP. Pendampingan ini berfungsi sebagai instrumen perlindungan hukum untuk mengatasi kerentanan saksi dan menjamin kesetaraan di depan hukum. Analisis menunjukkan bahwa kehadiran advokat tidak mengganggu objektivitas kesaksian, melainkan justru meningkatkan kualitas dan integritasnya dengan memastikan proses pemeriksaan bebas dari tekanan dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Dengan demikian, pendampingan advokat merupakan elemen kunci dalam mewujudkan proses peradilan pidana yang adil (fair trial) dan melindungi hak konstitusional saksi. Kata Kunci : Advokat, Saksi, Pendampingan Hukum Abstract This article analyzes the position of advocates in witness accompaniment during trials and its implications for the fulfillment of the right to legal aid. This normative legal research finds that the position of advocates as witness companions has a strong legal basis in the Advocate Law, the Witness and Victim Protection Law, and the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP). This accompaniment functions as a legal protection instrument to address witness vulnerability and ensure equality before the law. The analysis shows that the presence of an advocate does not interfere with the objectivity of testimony but instead improves its quality and integrity by ensuring the examination process is free from pressure and complies with applicable legal procedures. Therefore, advocate accompaniment is a key element in realizing a fair criminal justice process and protecting the constitutional rights of witnesses. Keywords: Advocate, Witness, Legal Accompaniment
Co-Authors Adhiana, Adhiana Aditia, Zikril fajar Al Arabi, Rizza Alfarez, Haikal Wedi Alfiati, Rolis Amril Amril Ardi, Ilham Kurniawan Arief Rahman Arini, Laili Azmiati Asma Asma Barmawi -, Barmawi Buheli, Mifta Busroni, Dena Tsabita Dede Mahdiyah, Dede Dhilon, Dhini Anggraini Diah Miftahul Aini Dwiani, Afe Eriza, Fitria Fahmi, Muzakir Fajri, Rahul Fajrin, Febriandi Filma, Muhammad Alfarizi Fitria Ningsih, Neneng Fitriani, Julia Hafizin, Hafizin Hafni Zahara Harahap, Dewi Anggriani Hariet Rinancy Hasan Saali, Yunissyah Hasni Hasni Hasriani Hasriani, Hasriani Hastuty, Milda Intan Intan Irhas Irhas, Irhas Julismawati, Julismawati Kasumayanti, Erma Khaidir Khaidir Listari, Sona Mahdaliana, Mahdaliana Martina Martina Maulana, Harpan Mawahdania, Mawahdania Mawardati Mawardati Melani Yosafa, Eka Mufti Azzahri Isnaeni, Lira Muhammad Hatta Muhammad Nurman Munawwar Khalil, Munawwar Muzakir Nelly Fridayanti Nislawati, Nislawati Nislawaty, Nislawaty Noranisa, Noranisa Nurdin, Muhammad Yusuf Nurlina, Wiwin Erni Siti Patmawati Patmawati, Patmawati Putriana, Nila Rahmadani, Mahdalena Rahman, Suburi Rinancy, Hariyet Risnajayanti, Risnajayanti Rita Ariani Rizki Nugrahani, Rizki ROHANA ROHANA Rohanah, Rohanah Rosida, Henny Rosnina Rosnina, Rosnina salamah salamah Salsabila, Riska Dia Salma Santy Deasy Siregar Sari, Alfadila Satria, Noval Dwi Selvi Selvi Selviani, Nagandi Septiani, Nadia Setia Budi Siagian, Masryna side, Nesta putra Siti Rahmawati Suryadi Suryadi Syafiq, M Rizan Syukrianti Syahda Talyani, Talyani Tania, Bella Tina Martina, Tina ULHAQ ZUHDI Umaro, Hadian Usman Usman Vyn Amzar, Yohannes Wahyu Febri Ramadhan Sudirman Yuniartini, Ni Luh Putu Sherly Zikri, Maulana Muhammad Zulkifli Zultianis, Reza zuriani, Zuriani Zuriani, Zuriani