Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan beban kerja terhadap stres kerja di PT X Siregar, Nurul Syahputri; Salianto, Salianto; Indriani, Fatma
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1876

Abstract

Background:  Work stress is a psychological and physiological response that occurs when job demands exceed a person's coping capacity. This condition can negatively impact employee mental and physical health and productivity. Purpose: To analyze the relationship between workload and job stress among employees at PT X. Method: This study used a quantitative correlational approach with a total sampling technique involving 37 respondents. Data were collected through a questionnaire and analyzed using the Spearman Rank test. Results: Based on the study results, 30 (81.1%) employees had a high level of workload, and 21 (56.8%) respondents had a high level of workload. The results of the bivariate analysis using the Spearman Rank test showed a probability or significance value of 0.00 (<0.05), indicating a significant relationship. Furthermore, a correlation value of (+) 0.756 indicates a strong correlation between the two variables, and a positive value indicates a unidirectional correlation. Thus, there is a significant and unidirectional relationship between workload and job stress in this study. Conclusion: There is a significant and strong relationship between workload and job stress. The higher the workload, the higher the level of work stress experienced by employees.   Keywords: Employees; Workload; Work Stress.   Pendahuluan: Stres kerja merupakan respons psikologis dan fisiologis yang muncul ketika tuntutan pekerjaan melebihi kapasitas individu untuk mengatasinya. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, fisik, serta produktivitas karyawan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara beban kerja terhadap stres kerja pada karyawan PT X. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik total sampling terhadap 37 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasi: Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 30 (81.1%) karyawan memiliki tingkat beban kerja dengan dan stress kerja  tinggi 21 (56.8%) responden. Hasil analisis bivariat dengan metode Spearmanrho menunjukkan nilai probabilitas atau signifikansi 0.00 (< 0.05) yang artinya terdapat hubungan signifikan. Selain itu, nilai korelasinya adalah (+) 0.756 yang mempunyai arti bahwa korelasi/hubungan kedua variabel bernilai kuat dan nilai yang positif menunjukkan korelasi yang searah. Jadi, terdapat hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada penelitian ini dengan nilai yang signifikan dan searah. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara beban kerja dengan stres kerja. Semakin tinggi beban kerja yang diterima, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dirasakan oleh karyawan.   Kata Kunci: Beban Kerja; Karyawan; Stres Kerja.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat Kota Binjai Auzi, Shopiah; Salianto, Salianto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36874

Abstract

Puskesmas Binjai Kota menghadapi tantangan kinerja tenaga kesehatan yang signifikan, tercermin dari Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Kesehatan Kota Binjai tahun 2023 yang menunjukkan keluhan masyarakat mengenai responsivitas tenaga kesehatan dan keterlambatan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan demokratis terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Binjai Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan melibatkan 47 responden tenaga kesehatan melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tertutup, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga kesehatan, dengan nilai signifikansi p = 0,000 (< 0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,437. Nilai R Square sebesar 0,334 menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis memberikan kontribusi sebesar 33,4% terhadap peningkatan kinerja tenaga kesehatan, sedangkan sisanya 66,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil uji F diperoleh Fhitung = 22,555 dengan signifikansi 0,000 yang berarti model regresi signifikan. Temuan ini memperkuat teori bahwa penerapan kepemimpinan demokratis yang partisipatif, terbuka, dan komunikatif mampu meningkatkan motivasi, tanggung jawab, dan kinerja tenaga kesehatan, khususnya dalam hal kualitas pelayanan, ketepatan waktu, efektivitas kerja, dan komitmen terhadap tugas.
Gambaran Tingkat Stres Kerja Pegawai Bidang Kesehatan Masyarakat Di Dinas Kesehatan Kota Medan Salianto, Salianto; Adha, Karfita; Tasya, Nur Fasyila; Purba, Hairum Nafsiah; Nasution, Rini Handayani; Lubis, Khoirunnisa; Nasution, Yeni Sabariah
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2038

Abstract

Stres kerja merupakan kondisi psikologis yang muncul ketika terdapat ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan individu dalam memenuhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat stres kerja pada pegawai bidang kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 30 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner OSI-R™ (Occupational Stress Inventory–Revised Edition) untuk mengukur tingkat stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai mengalami stres kerja, yaitu sebanyak 25 orang (83,3%), sedangkan 5 orang (16,7%) tidak mengalami stres. Kesimpulannya, diperlukan perhatian manajemen dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, memberikan dukungan sosial yang memadai, serta mengatur beban kerja secara proporsional untuk menekan tingkat stres kerja pegawai.
A QUALITATIVE STUDY ON DOMINANT FACTORS CAUSING FIRES IN MEDAN CITY Maghfirah, Suci; Mrp, Fadhlan Al Hafizh; Aprillia, Rezky; Salianto, Salianto; Ramadhani, Dwi Ajeng; Naufal, Ahmad Fitra
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.21858

Abstract

Fire is one of the most frequent urban disasters that causes significant losses, both materially and in terms of human casualties. Medan City, as a metropolitan area with high population density and complex economic activity, has a substantial risk of fire incidents. This study aims to identify the dominant factors that cause fires in Medan City using a qualitative approach. Data were collected through document analysis of official reports from the Medan City Fire services for the period 2023–2024 and in-depth interviews with nine firefighters who have direct experience in handling fire incidents. The results indicate that the most dominant cause of fire is electrical short circuits, accounting for more than 50% of cases in each semester. In addition, gas cylinder leaks, unsupervised use of stoves or furnaces, and open waste burning also contribute significantly to fire occurrences. Environmental factors such as the dry season and dense residential areas further increase the risk of fire spread. Although the Medan City government has implemented various awareness and training programs, public awareness regarding fire safety still needs to be improved. This study concludes that fires in Medan City are caused by a combination of technical, behavioral, and environmental factors. Therefore, effective prevention strategies must involve enhanced electrical safety supervision, public education, and consistent enforcement of safety regulations.
Co-Authors Adha, Karfita Adisti, Putri Akhyar, Mushtofainal Alifah, Nisrina Alifia Octaviani Aritonang Andin, Munanda Annisa, Frety Salma Aprilia, Putri Dwita Aprillia, Rezky Aritonang, Alifia Octaviani Asti, Rahmah Dwi Astuty, Delfriana Ayu Auzi, Shopiah Azizi, Shita Ayu Bara, Inggrid Mentari Batu Barus, Dila Diwani Batubara, Inggrid Mentari Batubara, Layla Hanum Dalimunthe, Zulkifli Daulay, Syahraini Puspa Dewi, Virda Puspa Dhanty, Keysha Febri Dharma, Rifanny Ananta Fatma Indriani Fauji Wikanda Fernanda, Amelia G, Sri Tsulatsiah Putri Nabila Gea, Bunga Nurjannah Ginting, Nurul Octavyani Gunawan, Amanda Natasya Hanafi, Riski Aditia Hasibuan, Arini Salsabila Hirdanti, Dwi Hutabarat, Husnida Putriyana Ilmanun, Lulu Istianah Istianah Juliani Khairunnisa, Rizki Khairunnisa, Tia Zahra Lesmana, Cindy Satika Lubis, Ade Irma Seftyani Lubis, Fathul Rahmi Lubis, Fatma Sri Ramadhan Lubis, Khoirunnisa Lubis, Sallima Zarli maghfirah, Suci Maimunah, Putri Maulia Harahap, Shelly Safira Mauliyand, Sarda Mayang Dwi Octavia mega puspita Mendriani, Putri Mrp, Fadhlan Al Hafizh Muhammad Subhan Muliyani Muliyani Munthe, Supriati Nabila, Yugni Aulia Nasution, Dina Anggreyni Nasution, Mhd Fikar Ardiansyah Nasution, Rini Handayani Nasution, Sabrina Cahyati Nasution, Yeni Sabariah Naufal, Ahmad Fitra Nofi Susanti Nst, Maharani Zahra Nuraida, Ainun Nurul Fauziah Oesraini , Daffa Dhiba Oesraini, Daffa Dhiba Oktavia, Ratih Pasaribu, Natasha Melfisyaira Putri Permata, Maulidya Pratiwi, Dwika Ardelya Purba, Hairum Nafsiah Putri, Rahma Amina Rahma, Putri Aulia Rahmi Lubis Ramadhani, Dwi Ajeng Rangkuty, Meisa Putri Rapotan Hasibuan Rifdha , Aliyah Risma, Ade Rizki Asih Gustara Safira, Rifa Salam, Aisyah Amini Sambas, Rizka Aulia Saraan, Astuti Sembiring, Nurhayati Br. Sinaga, Riantania Sirait, Salshabila Azzahra Siregar, Indah Risky Siregar, Nurul Syahputri Siti Halijah Siti Khadijah Suherry, Kadillah Suraya, Rani Syahputra, Aldi Syahri, Yasmin Anta Syahril Pasaribu Tanjung, Nurdiana Tasya, Nur Fasyila Ujung, Abdul Azis Ujung, Mariama Wahyudi Wahyudi Wardani, Liza Putri Wirdayani, Annisa Wulandari, Dea Ayu Tri Yeni Ayu Astuti