Claim Missing Document
Check
Articles

Bentuk-bentuk Penolakan Warganet dalam Merespons Tesis Imaduddin Al-Bantani tentang Polemik Nasab Ba’alawi sebagai Keturunan Nabi Muhammad dalam Platform YouTube Bustomi, Bustomi; Kosim, Abdul; Heryati, Yeti; Rahman, Ahmad Syaeful; Gunawan, Heri; Sophia, Ratna; Hoerudin, Cecep Wahyu
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.8207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi bentuk-bentuk bahasa penolakan warganet terhadap tesis Imaduddin Utsman al-Bantani yang membatalkan nasab Ba’alawi sebagai zuriah Nabi Muhammad Saw. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough dengan menelaah tiga dimensi, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Data dikumpulkan dari 14 unggahan video YouTube Bisikan Rhoma dan komentar pengguna terkait perdebatan seputar nasab Ba’alawi dan dianalisis secara kualitatif untuk mengungkap struktur linguistik beserta muatan ideologisnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk penolakan warganet sangat bervariasi, meliputi penolakan langsung, sarkasme, tuduhan, olok-olok, peringatan bernuansa religius, pembenaran berbasis keyakinan, dan delegitimasi terhadap tokoh dan institusi. Bentuk-bentuk tersebut mencerminkan ekspresi ketidaksetujuan terhadap isi tesis dengan mengonstruksi identitas kolektif, memperkuat solidaritas kelompok, dan mereproduksi kuasa simbolik berbasis nasab dalam ruang digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesantunan berbahasa dan pendekatan reflektif dalam menyikapi perdebatan keagamaan yang sensitif di media sosial.
Analisis Sintaksis Penerjemahan Kitab Kuning dengan Bahasa Indonesia dalam Model Bandongan di Pondok Pesantren Salaf Bustomi, Bustomi; Rahman, Ahmad Syaeful; Kosim, Abdul; Azhar, Mohd.
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v6i1.3310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara gramatikal struktur kalimat bahasa Indonesia dalam penerjemahan kitab kuning yang dilakukan oleh para ustaz atau kiai dalam sistem bandongan. Dalam penggalian data, penelitian ini menggunakan metode simak-catat dari beberapa pengajian kitab kuning yang dilakukan di pondok pesantren dan juga pengajian-pengajian yang dilakukan secara hybrid melalui kanal YouTube. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat interferensi bahasa Jawa yang mempengaruhi cara penerjemahan kiai dalam bahasa Indonesia. Interferensi bahasa Jawa ini menimbulkan kerancuan terjemahan dalam bahasa Indonesia, terutama dalam tiga hal, yaitu penyebutan pengulangan subjek, penyebutan numeralia yang berpotensi pleonasme, dan pengabaian terjemahan kalimat pasif. Terjemahan yang mengandung interferensi itu dapat dimaklumi jika terjemahan bahasa Indonesia itu bertujuan untuk menyinkronkan pola kalimat bahasa Arab sebagaimana terjemahan model bahasa Jawa. Akan tetapi, jika tidak bertujuan sinkronisasi, terjemahan berbahasa Indonesia yang mengandung interferensi itu rancu.
MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI MADRASAH ALIYAH NIHAYATUL AMAL PURWASARI Pengelola, Pengelola; Nursayidah, Didah; Nurlaeli, Acep; Kosim, Abdul
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 32 No. 02 (2025): Oktober
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/0j8xb369

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah mengungkap perilaku mengejek atau intimidasi siswa sedemikian rupa sehingga mereka menjadi tidak aman dan tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Masih banyak siswa yang melanggar tata tertib sekolah seperti terlambat masuk sekolah, membolos, tidak menanggalkan pakaian sehingga menyebabkan hilangnya kedisiplinan siswa. Tujuan pengajaran adalah untuk membantu siswa mengembangkan kehidupan pribadi, sosial, akademik, perencanaan, dan profesional mereka. Layanan bimbingan dan konseling memfasilitasi perkembangan peserta didik secara individu, atau kelompok, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, dan peluangnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, konselor, guru mata pelajaran dan siswa MA Nihayatul Amal Purwasari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Perencanaan meliputi penyusunan program layanan bimbingan dan konseling oleh konselor pada awal tahun pelajaran sebagai program tahunan yang mencakup jangka panjang, menengah dan pendek. Pelaksanaan bimbingan konseling meliputi beberapa kegiatan, yaitu bimbingan sosial, pengajaran kelompok dan pengajaran individual. sehingga dapat memudahkan melanjutkan ke perguruan tinggi atau menuju dunia kerja setelah menyelesaikan studi dengan alokasi waktu yang disesuaikan. Kendala atau kendala adalah terbatasnya jumlah pengajar dan konselor bagi konselor untuk bekerja sama dengan wali kelas dan kepala sekolah.    Latar belakang dari penelitian ini adalah mengungkap perilaku mengejek atau intimidasi siswa sedemikian rupa sehingga mereka menjadi tidak aman dan tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Masih banyak siswa yang melanggar tata tertib sekolah seperti terlambat masuk sekolah, membolos, tidak menanggalkan pakaian sehingga menyebabkan hilangnya kedisiplinan siswa. Tujuan pengajaran adalah untuk membantu siswa mengembangkan kehidupan pribadi, sosial, akademik, perencanaan, dan profesional mereka. Layanan bimbingan dan konseling memfasilitasi perkembangan peserta didik secara individu, atau kelompok, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, dan peluangnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, konselor, guru mata pelajaran dan siswa MA Nihayatul Amal Purwasari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Perencanaan meliputi penyusunan program layanan bimbingan dan konseling oleh konselor pada awal tahun pelajaran sebagai program tahunan yang mencakup jangka panjang, menengah dan pendek. Pelaksanaan bimbingan konseling meliputi beberapa kegiatan, yaitu bimbingan sosial, pengajaran kelompok dan pengajaran individual. sehingga dapat memudahkan melanjutkan ke perguruan tinggi atau menuju dunia kerja setelah menyelesaikan studi dengan alokasi waktu yang disesuaikan. Kendala atau kendala adalah terbatasnya jumlah pengajar dan konselor bagi konselor untuk bekerja sama dengan wali kelas dan kepala sekolah.   
Model Of Integrating The Values Of Qs. Al-Hujurat Verse 11 Into The Strategies Of Islamic Education Teachers For Character Building In Elementary School Students Farid, Farid; Kosim, Abdul; Nur, Tajuddin
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 7 No. 1 (2026): March
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v7i1.4382

Abstract

This study aims to analyze the strategies of Islamic Religious Education (IRE) teachers in integrating the values of QS. Al-Hujurat verse 11 in character building of elementary school students. The focus of the study is on how IRE teachers instill Qur'anic moral values such as respect for others, self-control, and prohibition of slander as part of the character education process in the school environment. This study departs from a research gap that shows that previous studies on Al-Qur'an-based character education have been predominantly conceptual and have not specifically examined the integration of the values of QS. Al-Hujurat verse 11 in the learning strategies of PAI teachers in the context of elementary schools. The research method used is a qualitative approach with a descriptive research type. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation of Islamic Education learning activities. The results showed that PAI teachers applied various learning strategies, including exemplary behavior, habituation, advice, and a contextual approach through the study of Qur'anic verses. The integration of the values of QS. Al-Hujurat verse 11 proved to play a significant role in shaping attitudes of mutual respect, empathy, and social responsibility in students. The new contribution of this study lies in the formulation of an integrative model of PAI learning strategies based on QS. Al-Hujurat verse 11 that is contextual and applicable, thus complementing previous studies that emphasized normative aspects without empirical mapping of teacher strategies. In conclusion, the implementation of Qur'anic values through PAI teacher learning strategies can be an effective model for strengthening character education in elementary schools in a sustainable manner that is relevant to the social challenges faced by students.
Strategies For Developing Islamic Education To Strengthen Religious Moderation: A Case Study Of The Ministry Of Religious Affairs In Karawang Regency Maehi, Emay Ahmad; Kosim, Abdul; Nur, Tajuddin
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 7 No. 1 (2026): March
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v7i1.4538

Abstract

This study aims to analyze strategies for developing Islamic education in strengthening religious moderation at the Ministry of Religious Affairs of Karawang Regency. This study uses a qualitative approach with a case study design through observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The resultsof the study show four main strategies that are the focus of strengthening religious moderation, namely strengthening internal policies as the basis for program implementation, increasing the capacity of teachers and educational personnel through training and workshops, integrating moderate values into the curriculum and learning activities, and expanding partnerships with various educational institutions and community organizations. In addition, this study identified supporting factors in the form of institutional commitment, the existence of national guidelines on religious moderation, and an increase in teachers' interest in improving their competence. The obstacles found include limited human resources, variations in teachers' understanding of the concept of moderation, and local socio-cultural challenges that affect policy implementation at the educational unit level. These findings confirm that targeted, adaptive, and collaboration-based strategies can strengthen the internalization of religious moderation in Islamic education environments. As a result, this study provides practical recommendations for regional Ministries of Religious Affairs to strengthen context-based training designs, develop religious moderation evaluation instruments, and expand strategic partnerships to improve program effectiveness in a sustainable manner.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT KEAGAMAAN PESERTA DIDIK Pengelola, Pengelola; Faradila R, Anisa; Nurlaeli, Acep; Kosim, Abdul
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7 No 02 (2025): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/y2sc8238

Abstract

The principal's strategy is generally a part of the principal's mandate in carrying out his work, namely planning activities related to schools and students. One of the principal's duties is to develop students' interests and talents. This is important to help the difficulties faced by students in the process of channeling their interests and talents, because students do not know the potential interests that exist within them and lack of support with practical activities in the field. Of course there are many things that school principals can do, such as compiling activity programs, shopping for extracurricular coaches, and targets for developing religious interests and talents. Talent is basically a person's ability to learn in a relatively short time, while interest is a process of paying attention and focusing on something he is interested in with a feeling of pleasure and satisfaction. This study aims to determine the principal's strategy in developing the interests and talents student, to find out the principal's strategy in developing the interests and talents student scholarships. This research uses descriptive qualitative method. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews and documentation. The subjects in the study taken in this study were 1 school principal, 1 vice principal for student affairs, 1slamic spiritual mentor (rohis), and 10 students. The results of the study show that: The strategies carried out by the principal in developing the interests and talents of students are; make plans with the deputy head of student affairs and spiritual mentors to find out the extent of scholarship interests and talents possessed by the students themselves, to provide motivation to students in developing their interests and talents. pay attention to students, and establish cooperation with the parents of the students themselves. Supporting factors in the development of students' talents are support from parents which cannot be separated from school support.