Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN GENDER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI DI PUSKESMAS PATTALLASSANG KABUPATEN GOWA TAHUN 2016 Fatmawaty Mallapiang; Azriful; Rini Jusriani
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.864 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v4i1.14599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gender dalam pengambilan keputusan pemilihan metode kontrasepsi di Puskesmas Pattallassang Kabupaten Gowa. Penelitian ini adalah survey deskriptif untuk mengetahui peran gender dalam pengambilan keputusan pemilihan jenis kontrasepsi pada pasangan usia subur. Sampel sebanyak 86 responden merupakan isteri dari pasangan usia subur yang merupakan akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Pattallassang Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami mendominansi pengambilan keputusan menggunakan kontrasepsi (89,5%), dan pemilihan metode kontrasepsi (57,0%) di wilayah kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Gowa. Sementara isteri masih lebih banyak yang mempercayakan pengambilan keputusan pemilihan metode kontrasepsi kepada suami (57,0%), namun perannya lebih terlihat dalam mempertahankan pilihan ketika telah merasa nyaman pada metode kontrasepsi tertentu (72,1%). Keputusan suami menjadi penentu dalam pengambilan keputusan metode kontrasepsi yang akan digunakan oleh pihak isteri. Disarankan adanya diseminasi kepada masyarakat setempat tentang kesetaraan gender dalam pengambilan keputusan khususnya dalam pemilihan kontrasepsi.
RISIKO KELUHAN SINDROM TEROWONGAN KARPAL(STK) PADA KARYAWAN WANITA PENGUPAS KEPITING DI PT. X SULAWESI SELATAN Fatmawaty Mallapiang; Azriful Azriful; Rini Jusrian; Indriani Lestaluhu
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.443 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v4i2.18554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko keluhan  Sindrom Terowongan Karpal (STK) berdasarkan umur,  masa kerja, lama kerja, pengulangan gerakan, dan bekerja dengan menggengam pada karyawan wanita pengupas kepiting di PT. X. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional pada sampel sebesar 80 responden (total sampling).  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 92,5 % (74 orang) responden  mengalami keluhan Sindrom Terowongan Karpal, 58,75% responden yang berumur ≥ 35 tahun mengalami  keluhan STK,  56,25%, responden dengan  masa kerja ≥ 2 tahun mengalami keluhan STK,  90% responden dengan lama kerja ≥ 6 jam/hari mengalami STK, responden dengan gerakan berulang  ≥ 30 gerakan/menit mengalami keluhan STK sebesar 82,50%, dan responden dengan pekerjaan menggenggam ≥ 6 jam /hari mengalami STK sebesar 71,25%. Diharapkan pihak PT.X memaksimalkan sosialisasi pencegahan STK kepada karyawan wanita melalui pemberdayaan teman sebaya.
Penerapan Personal Hygiene Pada Penjamah Makanan di Pondok Pesantren Kecamatan Biring Kanaya Kota Makassar Nildawati Nildawati; Hasbi Ibrahim; Fatmawaty Mallapiang; Khansaa Afifah M; Emmi Bujawati
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 2 (2020): Oktober
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v10i2.1164

Abstract

Personal hygiene will have an impact on the food produced by a food handler. To carry out its functions, Islamic boarding schools have a food management system which is carried out by food handlers. This study aims to see the personal hygiene of food handlers at the Pondok Pesantren, Biringkanaya District, Makassar City. The research method used is descriptive research. The sampling method used was total sampling with a total of 30 samples. The results of the study prove that of the 30 respondents, 100% in good category for the application of personal hygiene. The work period of less than or 5 years was 17 respondents (56.7%) and respondents with a working period of more than 5 years were 13 respondents (43.3%). Of the 30 respondents (100%) only 1 respondent (33%) had work experience as food handlers in another place, namely, for 15 years at other Islamic boarding schools, 29 respondents (96.7%) had no work experience as food handlers. The application of personal hygiene to food handlers is fairly good, all respondents have good personal hygiene, but the application of washing hands before and after work and after leaving the bathroom is not in accordance with good and correct handwashing procedures according to WHO or the Indonesian Ministry of Health, this is evidenced by the unavailability of handwashing facilities. Provision of education, media-related information personal hygiene should be performed periodically to increase awareness of food handlers, as well as providing training, SOP, APD, P3K box, and checks periodically
EVALUASI PROGRAM EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU REMAJA: Evaluation of Reproductive Health Education Program on Adolescent Behavior Gaffar Rukmady; Nurhidayah Purnamasari Purnamasari; Fatmawaty Mallapiang; Rimawati Aulia Insani Sadarang
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1204

Abstract

Edukasi kesehatan reproduksi remaja merupakan upaya pemberian pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi sehingga terbentuk kesadaran menjaga kesehatan reproduksi serta melindungi dari perilaku berisiko baik secara fisik maupun mental. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2022 selama 2 hari bertujuan menilai keberhasilan program edukasi kesehatan reproduksi remaja dan dampak serta manfaat yang dirasakan para remaja. Kegiatan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara dengan jumlah 6 informan. Berdasarkan hasil wawancara, para remaja telah menjawab setidaknya mendekati indikator yang telah ditetapkan, di mana indikator yang ditetapkan adalah mengetahui cara menjaga kebersihan alat reproduksi dan cara menjaga pergaulan agar terhindar dari perilaku berisiko yang dapat mengancam kesehatan reproduksi mereka. Abstract Adolescent reproductive health education is an effort to provide knowledge and understanding of reproductive health to form awareness of maintaining reproductive health and protecting against risky behavior both physically and mentally. This activity aims to assess the success of adolescent reproductive health education programs and the impact and benefits felt by adolescents. This activity uses qualitative research methods with an interview approach. Based on the results of the interviews, the teenagers already know the importance of maintaining reproductive health from promiscuity and cleanliness of reproductive organs. Teenagers have been able to describe how to take care of their reproductive organs and how to maintain good and healthy relationships.
Analisis Potensi Bahaya Dan Pengendaliannya Dengan Metode HIRAC (Studi Kasus : Industri Kelapa Sawit PT. Manakarra Unggul Lestari (PT. Mul) Pada Stasiun Digester dan Presser, Clarifier, Nut dan Kernel, Mamuju, Sulawesi Barat) Fatmawaty Mallapiang; Ismi Aulia Samosir
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 6, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.288 KB) | DOI: 10.24252/as.v6i2.1612

Abstract

Setiap aktifitas yang melibatkan faktor manusia, lingkungan dan mesin serta melalui tahap-tahap proses memiliki risiko bahaya. PT. Manakarra Unggul Lestari  merupakan perusahaan  yang bergerak pada perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mengidentifikasi potensi bahaya, penilaian risiko serta upaya pengendaliannya dengan menggunakan metode HIRAC, terdiri dari identifikasi bahaya, penlaian risiko, dan pengendalian risiko dibagian pengolahan/produksi minyak kelapa sawit. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pabrik minyak kelapa sawit lelling sebanyak 84 pekerja dan Sampel pada penelitian ini adalah pekerja/karyawan bulanan tetap sebanyak 17. Kriteria inklusi yaitu karyawan tetap bagian produksi pada stasiun pencacahan (Digester) dan pengempaan (Presser), pemurnian (Clarifier), Nut dan Kernel yang bertugas di pabrik pengolahan  PT.MUL, Mamuju Sulawesi Barat. Teknik analisis data dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif dengan metode HIRAC (Hazard Identification Risk Asessment Control ). Penarikan sampel berdasarkan teknik Non probability Sampling dengan cara Purposive Sampling.Hasil penelitian yang telah dilakukan pada bagian pengolahan/produksi minyak kelapa sawit PT. MUL dengan 3 stasiun didalamnya yaiu dimulai dari Identifikasi bahaya : lama kerja yang berisiko hingga 12 jam kerja, peralatan yang tidak safety, gangguan pernafasan, peralatan panas, penanganan bahan kimia yang tidak benar kebisingan dan suhu panas, kemudian Penilaian risiko : M (Moderate Risk) risiko menengah, H (High Risk) risiko tinggi, terakhir pengendalian yang dilakukan berdasarkan Hierarchy of control yaitu Administratif, Alat pelindung diri (APD), Eliminasi dan SubtitusiImplikasi dari penelitian ini yaitu 1)training tentang Hazard Identifikasi dan Risk Assesment Control serta penerapan pengendalian secara Tehnis, Administratif dan APD. 2)melaksanakan Review Hazard Identification Risk Asessment Risk Control. 3)pihak pelatihan oleh manajemen dan penjadwalan tindakan perbaikan secepatnya 4) pembuatan system prosedur bekerja secara aman dan prosedur rutin. 
Gambaran Faktor Pekerjaan dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pengrajin Batu Tatakan di Desa Lempang Kec. Tanete Riaja Kabupaten Barru Tahun 2015 Fatmawaty Mallapiang; Andi Agus Wahyudi
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.818 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i1.1974

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) disebabkan terjebaknya saraf medianus dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan dengan gejala rasa nyeri, pembengkakan, rasa seperti tertusuk, hipotesia pada ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor pekerjaan yang berisiko terhadap kejadian CTS pada pengrajin batu tatakan di Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan observasional dengan metode deskriptif dengan sampel sebanyak 59 orang dari populasi 69 orang yang dipilih secara purposive sampling.Responden dengan CTS sebanyak 20  dari total 57 responden dalam keadaan bekerja dengan gerakan berulang berisiko, sementara terdapat 22 responden yang mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dan berisiko melakukan pekerjaan menggenggam atau menjepit. Adapun 22 responden yang mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dan memiliki postur janggal yang berisiko (responden bekerja dengan salah satu postur tangan tidak alamiah).Gerakan berulang dengan frekuensi ≥ 30 kali dalam satu menit yang dilakukan setiap hari dapat meninggkatkan tendinitis yang menjadi penyebab kompresi saraf dan menimbulkan CTS. Maka diharapkan pekerja dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan,  dan beristirahat (peregangan pada tangan) secukupnya jika lama kerja mencapai 4-8 jam dalam upaya memperlancar aliran darah dan tidak terjadi penekanan pada nervus medianus. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Pendengaran pada Penyelam Tradisional di Pulau Barrang Lompo Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar Tahun 2015 Fatmawaty Mallapiang; Syamsul Alam; Rukhayya Rizal
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.734 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.1999

Abstract

Pekerjaan sebagai nelayan penyelam memiliki tingkat risiko bahaya yang sangat tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Desa Boring Minahasa Utara, sebanyak 72,72% mengalami gangguan pendengaran dan sisanya 27,27% yang tidak mengalami gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan gangguan pendengaran pada penyelam tradisional di Pulau Barrang Lompo Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penyelam tradisional di Pulau Barrang Lompo dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang.Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan masa kerja (P=0,000), frekuensi penyelaman (P=0,004), pelaksanaan prosedur penyelaman (P=0,048), dengan gangguan pendengaran dan tidak ada hubungan umur (P=0,532), riwayat penyakit (P=0,276), lama menyelam (P=0,532), lama istirahat di permukaan (P=0,532) dengan gangguan pendengaran. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gangguan pendengaran pada penyelam di Pulau Barrang Lompo adalah masa kerja, frekuensi penyelaman dan pelaksanaan prosedur penyelaman.Para penyelam sebaiknya membatasi frekuensi penyelaman dalam sehari dan pihak terkait sebaiknya rutin melakukan pelatihan tentang pelaksanaan prosedur penyelaman yang benar
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat IGD di RSUD Haji Makassar Tahun 2014 Fatmawaty Mallapiang; Syamsul Alam; Andi Agustina Suyuti
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.67 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2078

Abstract

Kelelahan dapat diartikan sebagai suatu kondisi menurunnya efisiensi, performa kerja, dan berkurangnya kekuatan atau ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang harus dilakukan (Wignosoebroto, 2003). Perasaan atau kondisi lemah merupakan kondisi yang sering dialami oleh seseorang setelah melakukan aktifitasnya. Oleh karena itu Allah SWT menganjurkan untuk beristirahat agar manusia dapat bekerja dengan tubuh yang segar, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. An-Naba ayat 9. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat IGD di RSUD Haji Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan dengan desain cross sectional. dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang diambil dari total seluruh perawat yang ada di IGD RSUD Haji Makassar. Kelelahan ini diukur dengan menggunakan alat Reaction Timer Test. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Dari hasil uji statistik didapatkan nilai probabilitas sebesar P=0.696 lebih besar dari α = 0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara umur dengan kelelahan kerja. Hasil uji statistik nilai probabilitas sebesar P=0.338 lebih besar dari α = 0,05 berarti tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja, dan hasil uji statistik didapatkan nilai probabilitas sebesar P=0.875 lebih besar dari α = 0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja. Adapun implikasi yang dapat diberikan untuk mereduksi kelelahan kerja pada perawat IGD adalah disarankan agar Rumah Sakit memberikan materi pelatihan dan penyuluhan pada karyawan tentang kelelahan kerja dan dampak kelelahan kerja serta pencegahannya, agar hasil kerja yang dicapai dapat maksimal.
Penilaian Risiko Ergonomi Postur Kerja dengan Metode Quick Exposure Checklist (QEC) pada Perajin Mebel UD. Pondok Mekar Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar Fatmawaty Mallapiang; Sitti Raodhah; Muchlis Mubaraq Hamda
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.719 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i2.2647

Abstract

Tujuan penelitian ini menilai risiko ergonomi postur kerja perajin mebel UD. Pondok Mekar Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar dengan dua kriteria penilaian yaitu penilaian observer’s dan worker sehingga diperoleh total skor exposure dari tiap alur proses produksi. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Hasil penelitian menunjukkan skor eksposur tertinggi bagian pemotongan pada bahu/lengan yaitu 24, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 42%, total skor eksposur 69, risiko ergonomi pada kategori aman sehingga level tindakan diperlukan beberapa waktu kedepan. Bagian penghalusan pada bahu/lengan dan pergelangan tangan/tangan dengan skor masing-masing 40, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 76%, total skor eksposur sebanyak 134, risiko ergonomi pada kategori berat sehingga level tindakan sekarang juga. Bagian perakitan pada belakang punggung dengan skor 44, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 75%, total skor eksposur sebanyak 132, risiko ergonomi pada kategori berat sehingga level tindakan sekarang juga. Bagian pendempulan pada pergelangan tangan/tangan dengan skor 28, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 56%, total skor eksposur sebanyak 92, risiko ergonomi pada kategori sedang sehingga level tindakan dalam waktu dekat. Bagian pengecatan pada bahu/lengan dengan skor 32, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 49%, total skor eksposur sebanyak 80, risiko ergonomi pada kategori ringan sehingga level tindakan beberapa waktu kedepan. Diharapkan saran perbaikan sikap kerja di tiap alur proses produksi yang telah diketahui level risikonya sehingga tindakan perbaikan dapat ditentukan, dijadikan masukan mengenai risiko ergonomi pembuatan mebel khususnya pada penghalusan dan perakitan yang berada pada level tindakan tertinggi
Gambaran Perilaku Tenaga Kerja dan Pelaksanaan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Konstruksi dalam Pembangunan Balai Diklat BPK-RI Makassar oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Fatmawaty Mallapiang; Dwi Santy Damayati; Nurul Fadillah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.511 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i1.3172

Abstract

Pekerjaan konstruksi berisiko tinggi untuk menyebabkan terjadinya kecelakaan. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa faktor manusia menempati posisi yang sangat penting terhadap terjadinya kecelakaan kerja yaitu antara 80–85%. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Gambaran Perilaku Tenaga Kerja dan Pelaksanaan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Konstruksi dalam Pembangunan Balai Diklat BPK-RI Makassar oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.”. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, populasi sebesar 164 tenaga kerja (buruh konstruksi) dan sampel 62 responden secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  responden  memiliki pengetahuan cukup 64,5%, sikap baik 64,5%, dan tindakan aman 64,5%, sehingga perilaku tenaga kerja dapat dikatakan berkategori baik. Selain itu 60% pelaksanaan program K3 konstruksi terlaksana, dan hanya tersisa 10 program dari 25 program yang tingkat pencapaiannya dibawah 60%. Untuk mempertahankan dan meningkatkan perilaku tenaga kerja dan pelaksanaan program K3 konstruksi diharapkan para pekerja mengikuti standar operasional prosedur (SOP), pihak perusahaan melakukan monitoring, serta Instansi terkait melakukan kontrol dan evaluasi implementasi K3.
Co-Authors A. Syamsiah Adha Abdul Majid HR. Lagu Aeni, Syahratul Aeni, Syahtul Ahdarnisal, Ahdarnisal Alimus, Nur Aqidatul Izzah Andi Agus Wahyudi Andi Agustina Suyuti Andi Muhammad Multazam Andi Susilawaty Andi Syamsiah Adha Andi Takwa Annisa ilahi Thaha Asir, Muhammad Faiz Fawwaz Aulia Rahma Ayu Hamid Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful Azriful, Azriful Azriful iful Azriful Bs. Titi Haerana Dewi Ayu Dewi Ayu Purnama Dwi Putri Nursetyaningsih Dwi Santy Damayati, Dwi Santy Emmi Bujawati Emmi Bujawati Fachrin, Suharni a. Febriani Prastike Fitrah Fitrah, Fitrah Gaffar Rukmady Habibi Habibi . Habibi Habibi Harjuna, Asrul Hasbi Ibrahim Hasbi Ibrahim Hasbi Ibrahim, Hasbi Hasmi Septiani Herlina Herlina Idris, Fairus Prihatin Ikhtiar, Muh. Indriani Lestaluhu Irfandi Rahman Irviani Anwar Ibrahim Ismail, Ahmad La Ode Ismi Aulia Samosir Jayanti, Amalia Juniarsih Jamil Jusriani, Rini Khansaa Afifah M Lilis Widiastuty M.Fais Satrianegara Massakili, Andi Masyitha Muis Muchlis Mubaraq Hamda Muh. Kahfi Muhammad Adriansyah Muhammad Azwar Muhammad Riswal Mukhaiminah, Ina Munawir Amansyah Munawir Amansyah Nilda Alfiyyah Nildawati Nildawati Nildawati Nildawati Nildawati Nildawati Nildawati Nildawati Nildawati Nildawati, Nildawati Nur Fitriyani Arifuddin Nurdiyanah Nurdiyanah Nurfahmiatunnisa, Nurfahmiatunnisa Nurhidayah Purnamasari Purnamasari Nurkhalis A Gaffar Nurul Fadillah Radha, Andi Rakhman, Alfina Sari Ramdani, Rezki Ramisdar, Irma Octaviani Ranti Ekasari Ria Anggraini Rini Jusrian Rini Jusriani Rini Jusriani Rini Jusriani Rini, Rini Jusriani Rukhayya Rizal Sadarang, Rimawati Aulia Insani Safitri, Andi Afriyani Sitti Patimah Sitti Raodhah Sri Ayu Azzahra Sukfitrianty Syahrir sukmawati Sukmawati Sukmawati Surahmawati Surahmawati Suriyanti Suriyanti Syahratul Aeni Syahrul Basri Syamsul Alam Syamsuryana Basri Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini, Syarfaini Syarfani, Syarfani Titi Ismawati Triana Andika Putri Tuhelelu, Ghifari M. Nuh Wahyu Alfat Wardah Wijaya, Dian Rezki` Yessy Kurniati