Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Hadis di Kalangan Orientalis: Sejarah dan Perkembangannya Syam, Alda; Tasbih; Ahmad, La Ode Ismail
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i2.49543

Abstract

nitially, Orientalism was the way Western scholars interpreted the development and progress of Eastern countries, encompassing aspects such as religion, language, culture, history, and others. However, over time, the focus of Orientalists increasingly turned towards the Arab and Islamic world. One area of particular interest in Islamic studies has been the field of Hadith. Many Orientalists, such as Ignaz Goldziher and Joseph Schacht, have been involved in researching Hadith. Goldziher argued that the majority of Hadith cannot be considered entirely as teachings originating directly from the Prophet.
Media Pembelajaran Perspektif Hadis (Suatu Kajian Hadis Tematik) Rais, Muhammad; Ahmad, La Ode Ismail; Ali, Muhammad
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1668

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan pemanfaatan media pembelajaran dalam perspektif hadis. Dalam dunia pendidikan, guru perlu mengetahui bagaimana menggunakan media dalam proses belajar mengajar yang terkini dan tepat bagi siswa. Dengan menggunakan metode deskriptif, tulisan ini mencoba mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran dalam penggunaan media dalam perspektif hadis. Dalam pembahasan tersebut ditemukan beberapa hadits dengan menggunakan metode Pencarian hadits (takhrij al-hadits) yang mana takhrij hadist merupakan kegiatan yang sangat penting dalam kajian hadits yang berkaitan dengan pokok bahasan takhrijul hadits. Ada beberapa hadis rasulullah yang sangat berkitan dengan penggunaan media. Misalnya penggunaan media berbasis manusia, media visual dan media nyata. Setelah membaca artikel ini, semoga guru termotivasi untuk menggunakan lingkungan pembelajaran dengan baik dan tepat sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Konsep Efikasi Diri dalam Perspektif Hadis Minarni, Minarni; Ahmad, La Ode Ismail; Ali, Muhammad
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 3 (2023): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v11i3.44817

Abstract

Self-efficacy is a belief in which a person understands his or her abilities in solving certain problems or activities. Self-efficacy is belief in ability or competence for a given task. A person has confidence that they can achieve a goal, or overcome an obstacle. This belief in ability is influenced by dimensions and factors that influence a person's inner self-efficacy. Self-efficacy in the hadith perspective will give you the ability to become a strong person, to be an intelligent person, not to be a weak person, to be able to control your thoughts, to control yourself to take advantage of every opportunity, to control yourself to avoid bad thoughts, to avoid hasty attitudes, the ability to determining attitudes, the ability to restrain oneself (patience), the ability to behave in a way that makes things easier and builds an attitude of optimism. Abstrak Efikasi diri adalah keyakinan dimana seseorang memahami kemampuan yang dimilikinya dalam menyelesaikan masalah atau aktifitas tertentu. Efikasi diri adalah keyakinan akan kemampuan atau kompetensi atas tugas yang diberikan. Seseorang memiliki keyakinan dapat mencapai tujuan, atau mengatasi sebuah hambatan. Keyakinan akan kemampuan ini dipengaruhi oleh dimensi dan faktor yang mempengaruhi Efikasi diri dari dalam diri seseorang. Efikasi diri dalam persepektif hadis akan memberikan kemampuan menjadi pribadi yang tangguh, menjadi pribadi yang cerdas, tidak menjadi pribadi yang lemah, mampu dalam pengendalian amar, mengontrol diri untuk memanfaatkan setiap kesempatan, mengontrol diri untuk menghindari buruk sangka, menjauhi sikap tergesa-gesa, kemampuan menentukan sikap, kemampuan menahan diri (sabar), kemampuan untuk bersikap memberi kemudahan dan membangun sikap optimisme.
Konsep Spiritual Teaching dalam Perspektif Hadis Purwasetiawatik, Titin Florentina; Ahmad, La Ode Ismail; Amri, Muhammad
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 3 (2023): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v11i3.44819

Abstract

Spiritual education in the context of Islamic education is an effort to mature the souls of students on the journey towards closeness to Allah SWT. In various scientific references, spiritual teaching is changing students from a dirty soul to a clean soul, from reasoning that has not submitted to Allah to reasoning that obeys the Shari'ah, from a hard and rusty heart to a soft and clear heart. Change from spirituality that is far from awareness of Allah SWT, negligent in worshiping and lacking sincerity in doing it towards spirituality that is ma'rifat towards Allah SWT. and always serve Him sincerely, from a body that does not obey the rules of the Shari'a to becoming a body that always adheres to the rules of the Shari'a of Allah SWT. Abstrak Pendidikan spiritual dalam konteks Pendidikan Islam adalah upaya pendewasaan jiwa peserta didik dalam perjalanan menuju kedekatan dengan Allah swt. Dalam berbagai referensi ilmiah, spiritual teaching adalah merubah peserta didik dari jiwa yang kotor menuju jiwa yang bersih, dari nalar yang belum tunduk kepada Allah menuju nalar yang patuh kepada syari’at, dari hati keras dan berkarat menuju hati yang lembut dan jernih. Merubah dari Rohani yang jauh dari kesadaran Allah swt., lalai dalam beribadah dan kurang ikhlas melakukannya menuju Rohani yang ma’rifat kepada Allah swt. dan senantiasa berbakti kepada-Nya dengan tulus, dari tubuh yang kurang mentaati aturan syari’at menuju menjadi tubuh yang senantiasa memegang aturan-aturan syari’at Allah swt.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Pasanra Tampa Salmawati, Salmawati; Misbahuddin, Misbahuddin; Ahmad, La Ode Ismail
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.8996

Abstract

Penelitian ini menghadirkan tiga item rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana konsep gadai atau arrahn dalam Islam ?, Bagaimana Praktek pasanra tampa?,Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktek tradisi pasanra tampa? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu melakukan analisa yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh, dari sumber yang relevan yang mana data dan informasi diperoleh dengan cara observasi di lokasi penelitian dan interview terhadap masyarakat dari berbagai kalangan sehingga data tersebut menjadi bahan perbandingan terhadap hukum Islam. Penelitian ini menggunkan dua metode pendekatan yakni teologis-normatif dan sosiologis.. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan tiga metode, yaitu : observasi, wawancara mendalam, dan penggunaan dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :1) Dalam tinjauan hukum Islam gadai merupakan bentuk muamalah yang dibolehkan menurut jumhur ulama, akan tetapi mereka berbeda pendapat terkait hukum memanfaatkan barang jaminan dalam transaksi gadai.2) Dalam praktek pasanra tampa pihak yang berutang menawarkan kebun sebagai barang jaminan untuk memperoleh piutang yang diharapkan dan pihak pemberi utang menahan kebun tersebut memanfaatkannya dengan mengambil hasil panen dari  kebun jaminan tersebut dan itu menjadi hal yang lumrah ditengah-tengah masyarakat .3) dalam tinjauan hukum Islam bentuk gadai dalam tradisi pasanra tampa berbeda dengan bentuk gadai dalam syariat Islam dalam berbagai aspek. Implikasi dari penelitian ini dapat dinarasikan sebagai berikut: tujuan disyariatkannya gadai dalam Islam adalah terjalinnya  rasa saling percaya  antar pihak pemberi utang dan pihak penerima utang agar transaksi utang-piutang dapat terlaksana tanpa adanya unsur kezaliman. Sedangkan transaksi gadai untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan dari barang jaminan adalah hal yang bertolak belakang dengan urgensi disyariatkannya gadai dalam Islam.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Pasanra Tampa Salmawati, Salmawati; Misbahuddin, Misbahuddin; Ahmad, La Ode Ismail
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13287

Abstract

Penelitian ini menghadirkan tiga item rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana konsep gadai atau arrahn dalam Islam ?, Bagaimana Praktek pasanra tampa?,Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktek tradisi pasanra tampa? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu melakukan analisa yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh, dari sumber yang relevan yang mana data dan informasi diperoleh dengan cara observasi di lokasi penelitian dan interview terhadap masyarakat dari berbagai kalangan sehingga data tersebut menjadi bahan perbandingan terhadap hukum Islam. Penelitian ini menggunkan dua metode pendekatan yakni teologis-normatif dan sosiologis.. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan tiga metode, yaitu : observasi, wawancara mendalam, dan penggunaan dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :1) Dalam tinjauan hukum Islam gadai merupakan bentuk muamalah yang dibolehkan menurut jumhur ulama, akan tetapi mereka berbeda pendapat terkait hukum memanfaatkan barang jaminan dalam transaksi gadai.2) Dalam praktek pasanra tampa pihak yang berutang menawarkan kebun sebagai barang jaminan untuk memperoleh piutang yang diharapkan dan pihak pemberi utang menahan kebun tersebut memanfaatkannya dengan mengambil hasil panen dari kebun jaminan tersebut dan itu menjadi hal yang lumrah ditengah-tengah masyarakat .3) dalam tinjauan hukum Islam bentuk gadai dalam tradisi pasanra tampa berbeda dengan bentuk gadai dalam syariat Islam dalam berbagai aspek. Implikasi dari penelitian ini dapat dinarasikan sebagai berikut: tujuan disyariatkannya gadai dalam Islam adalah terjalinnya rasa saling percaya antar pihak pemberi utang dan pihak penerima utang agar transaksi utang-piutang dapat terlaksana tanpa adanya unsur kezaliman. Sedangkan transaksi gadai untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan dari barang jaminan adalah hal yang bertolak belakang dengan urgensi disyariatkannya gadai dalam Islam.
Strategi Pengasuhan dalam Perspektif Hadist dalam Menghadapi Krisis di Setiap Fase Perkembangan Zainuddin, Kurniati; Ahmad, La Ode Ismail; Ngampo, Muhammad Ali
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 7 No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v7i1.44314

Abstract

Parenting is an important and complex task. One of the goals of parenting is to support the child through every crisis at every stage of his development. Various approaches have been used to raise children so that children become complete human beings. The purpose of this paper is to examine parenting strategies from a hadith perspective, as a guide in setting goals and parenting strategies in supporting children through developmental crises according to Erickson's theory of socioemotional development. The results of this study show that various strategies such as aqiqah, giving a good name, open communication patterns, and providing life skills to children are strategies taught by the Prophet (saw) to parents to optimize children's growth and development
Pakaian Perempuan dalam Visualisasi Hadis : Analisis Konten pada Video Animasi CulapCulip di Youtube Hadi, Nurmadia; Puyu , Darsul S.; Ahmad, La Ode Ismail
PAPPASANG Vol. 7 No. 1 (2025): Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v7i1.1425

Abstract

Salah satu isu sosial kegamaan yang senantiasa menarik untuk dikaji adalah persoalan perempuan. Dalam perkembangan kekinian, persoalan perempuan terkait pakaian dari perspektif hadis dicoba divisualisasikan dalam bentuk animasi digital. Sehingga pemahaman hadis akan berkembang dan mengambil bentuk baru yang terdiri dari gambar, suara, dan warna. “CulapCulip” adalah salah satu akun youtube animasi Islami yang mencantumkan Al-Qur’an dan hadis di dalamnya. Hadis yang ditampilkan dalam animasi tersebut tidak disampaikan secara komprehensif. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk meneliti kesesuaian hadis yang ditayangkan dalam animasi tersebut berdasarkan kitab syarah hadis mengingat animasi CulapCulip memiliki jutaan subscriber dan tentunya memberikan dampak positif atau negatif terhadap para penonton. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan berbentuk analisis konten dengan menggunakan studi kepustakaan (library research) dan pendekatan syarah hadis untuk memverifikasi hadis-hadis yang terdapat dalam animasi CulapCulip tentang pakaian perempuan. Penelitian ini mendapati bahwa pemahaman kreator animasi CulapCulip terhadap hadis yang divisualkan dalam video Buat Apa Berjilbab Kalau Tidak Berakhlak, Pamer Aurat Pakai Baju Ketat, Hukum Perempuan Meniru Gaya Laki-laki, dan Hukum Cadar dalam Islam terdapat kesesuaian dengan penjelasan hadis dalam kitab syarah hadis atau syarah ulama. Penelitian ini juga mendapati bahwa "CulapCulip" berusaha menvisualisasikan hadis-hadis Nabi tentang pakaian perempuan dengan pemaknaan yang sesuai resepsi pemahaman hadis masyarakat. "CulapCulip" telah berhasil menampilkan satu pendekatan yang tergolong baru dalam memberikan pemahaman tentang hadis Nabi dalam bentuk animasi melalui akun youtube.
TRADISI MEMBAKAR DUPA SEBAGAI MAKNA WANGI-WANGIAN DALAM PERSPEKTIF HADIS Al Munawarah, Zakiah; Amin, Muhammadiyah; Ahmad, La Ode Ismail
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 18 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v18i2.1423

Abstract

Burning incense is a long-standing Javanese tradition. When Islam came, it turned out that this tradition was still carried out by some people. Incense, often called frankincense, is an ingredient used in religious ceremonies that emits smoke and gives off a distinctive, fragrant aroma. Offerings and food are given to deceased saints, saints, and ancestors through the smoke of incense. To determine the relationship between perception and preventive behavior in the tradition of burning incense, this research looks at the ritual or tradition of burning incense as a fragrance from a hadith perspective. So this hadith produces the following conclusions: 1) Traditions are passed down from ancestors, can change, and can last for seven generations. Those who still adhere to the mattunu undung tradition still do so today. 2) According to Muslim Hadith Number 4184, Rasulullah SAW enjoyed several smells, including bukhur and others. The hadith reference to mattunu undung is important because undung, also known as bukhur or Frankincense, is used to freshen clothes, linens, and other items. Keywords: Burning incense, Fragrances, Hadith Perspective.
Harmonization of Islamic Values and Local Wisdom in The Maccera Manurung Ritual Hidayat, Rian; Mustafa, Zulhas'ari; Ahmad, La Ode Ismail; Iqbal, Nabiha Amaliah
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 26, No 2 (2024): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v26i2.29152

Abstract

The Maccera Manurung ritual is a vital part of life for the Labuku community, fostering harmony among humans, nature, and spiritual beliefs. A key challenge lies in preserving this tradition while adhering to religious principles and bridging the gap between deeply rooted local customs and Islamic values that guide contemporary society. This study adopts a qualitative descriptive approach, incorporating normative sharia, historical, phenomenological, and sociological perspectives. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the Maccera Manurung ritual reflects values that harmonize Islam and local wisdom, including: (1) spiritual and religious values that frame the ritual as an act of worship, (2) solidarity and mutual cooperation values that strengthen social cohesion, (3) respect for ancestors as recognition of spiritual heritage, (4) simplicity values that counter materialism, and (5) social responsibility values aligned with Sharia principles. Future research should expand its focus to explore other local traditions that integrate religious and cultural values, further enriching understanding in this field. Ritual Maccera Manurung menjadi aspek integral dalam kehidupan masyarakat Labuku yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kepercayaan spiritual lokal. Masalah utama yang muncul adalah bagaimana ritual ini dapat dipertahankan tanpa melanggar aturan-aturan agama, serta bagaimana menemukan titik temu antara tradisi lokal yang berakar kuat dengan nilai-nilai Islam yang menjadi pedoman hidup masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pendekatan Normatif Syariah, Historis, Fenomenologis, dan Sosiologis, serta mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ritual Maccera Manurung memuat nilai-nilai yang mengharmoniskan Islam dan kearifan local yaitu: (1) nilai spiritual dan keagamaan yang menjadikan ritual ini sebagai ibadah, (2) nilai solidaritas dan gotong royong yang memperkuat ikatan sosial, (3) nilai penghormatan terhadap leluhur sebagai pengakuan terhadap warisan spiritual, (4) nilai kesederhanaan yang menentang materialisme, dan (5) nilai tanggung jawab sosial yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas kajian dengan mengeksplorasi tradisi lokal lain yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dan budaya setempat.
Co-Authors Abubakar, Achmad Aisyah, St. Nur Al Munawarah, Zakiah Alim, Nur Ambo Asse Amin, Muhammaddiyah Amrullah Andi Ibrahim Andi Muhammad Ali Amiruddin Andi Susilawaty Ansharullah Ansharullah Arifuddin Ahmad Asniati, Asniati Assagaf, M. Yusuf Ayub, Satry Aziz, Indrawan Bachtiar, Muhammad Harsya Bahar, Nur Qalbi Fitratunnisa Bakar, Achmad Abu Baso Pallawagau Bilu, Nurahdillah Morra Chabir, Andi Ahmad Darsul S Puyu Dian Handayani Djafri, Muh. Taufan Erwin Hafid Fatmal, Abd. Bashir Febrianti, Febi Gunawan Gunawan Hadi, Nurmadia Hamzah Hasan Haqq, Shirny Fathanal Haqq, Zidny Irfanal Hasmirawati, Hasmirawati Hi. Abdul Qayum, Abdul Rahman Ikram, Syamsul Ilyas, Abustani Indo Santalia Iqbal, Nabiha Amaliah Iskandar Iskandar Iting, Andi Ivan Rahmat Santoso J, Jumarni Jabbar, Fitriani Jasad, Usman Julkaranain, Muhammad Kamaruddin, Ratna Kurniati Kurniati Kurniati Zainuddin, Kurniati M. Ilham M. Makbul M. Yogi Riyantama Isjoni M.Fais Satrianegara Magfirah, Adinda Cahya Malik, Masriwaty Mathar, Quraisy Miftahuddin Miftahuddin Mirwan, Mirwan Misbahuddin Misbahuddin Mosibah, Risna MUHAMMAD ALI Muhammad Amri Muhammad Ashari Muhammad Furkan Muhammad Hasan Muhammad Rais Muhammad Yaumi Muhammadiyah Amin Mulyadi, Irvan Mustafa, Zulhas'ari Mutmainnah, Inayatul Nasir, St. Magfirah Natsir, M. Iqbal Ngampo, Muhammad Ali Nur Arifin, Nur Nurima, Andi Parhani, Aan Purwasetiawatik, Titin Florentina Rafli, Rahmat Rahim, Zakiyuddin Rasdiyanah, Andi Rasna, Rasna Rian Hidayat Rismadani, Rismadani Risman, Gufrah Risna Mosiba Ruddin, Nurul Istianah Saharuddin Saifuddin Saifuddin Sakka, Abdul Rahman Sakka, Abdurahman Salmawati Salmawati, Salmawati Samiang Katu, Samiang Sitti Asiqah Usman Ali Sitti Raodhah Sopyan, Muh. SRI RAHAYU Subehan Khalik Sukmawati, Andi Sunarsi, Sunarsi Syam, Alda Syam, Muh. Taufik SYAMSUL QAMAR, SYAMSUL Tajibu, Kamaluddin Tasbih Tasbih Tasmin Tangngareng Taufik Taufik Thulfitrah B, Nurlathifah Thulfitrah B., Nurlathifah Tike, Arifuddin Tonang, Muhammad Ulfazah, Yernati Wakia, Nurul Zulfahmi Alwi