Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Metode Takhrij Al-Hadis Di Era Digital (Studi Analisis Kritis Terhadap Integrasi Teknologi Dalam Studi Hadis) Haqq, Zidny Irfanal; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi metode takhrij al-hadis di era digital merupakan respons terhadap dinamika perkembangan teknologi dan kebutuhan efisiensi dalam studi keislaman. Digitalisasi memberikan kemudahan dalam pencarian dan klasifikasi hadis melalui berbagai platform aplikasi, namun di sisi lain juga menimbulkan problematika metodologis dan epistemologis. Berbagai platform digital sering kali tidak memenuhi standar keilmuan yang baku, seperti kurangnya keterangan sanad dan penilaian kualitas hadis. Selain itu, dominasi data instan telah menggeser orientasi keilmuan dari sistem sanad dan pembelajaran lisan (musyafahah), sehingga berpotensi melemahkan fondasi epistemologi hadis yang selama ini dijaga secara ketat. Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam studi hadis harus dibarengi dengan penguatan kompetensi akademik melalui kurikulum terpadu, literasi digital, serta kolaborasi antara pakar hadis dan pengembang teknologi. Strategi ini diharapkan mampu menjaga otentisitas sumber hadis sekaligus mendorong adaptasi keilmuan terhadap tuntutan zaman, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar dalam ilmu hadis.
Hadis dan Sunnah (Tinjauan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis) Furkan, Muhammad; Bilu, Nurahdillah Morra; Ahmad, La Ode Ismail; Khalik, Subehan
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis merupakan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Saw. baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir (pengakuan) atau sifat. Sunnah menurut ulama hadis ialah segala sesuatu yang datang dari Nabi Saw. baik berupa perkataan, perbuatan, pengakuan, sifat baik, sifat fisik atau perangai (akhlak), dan atau sejarah, baik sebelum diangkat menjadi Rasul. Kata hadis dan sunnah sering kali disamakan atau memiliki makna yang sama, tetapi adapula yang membedakan makna keduanya. Sehingga, sangat diperlukan pemahaman terkait hadis dan sunnah dalam aspek ontologis, epistemologis dan aksiologis tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian kualitatif dan metode kajian library research (pustaka). Teknik pengambilan data yang dilakukan peneliti yakni dengan data-data yangdikumpulkan dari berbagai sumber, baik dari buku, jurnal, dan lain-lain yang relevan dengan tema penelitian. Setelah itu, data yang telah terkumpul kemudian dianalisis oleh peneliti dan memberikan penjelasan secukupnya dengan tujuan memperkuat hasil penelitian. Dengan demikian, mengetahui hadis atau sunnah dari aspek ontologis (pengertian dan sinonim hadis dan sunnah), epistemologis (unsur dan klasifikasi hadis dan sunnah) dan aksiologis (otoritas Nabi Muhammad dan fungsi hadis terhadap al-Qur’an) tersebut, diharapkan agar nantinya tidak menimbulkan kekeliruan atau kesalapahaman terkait hadis atau
Ulumul Hadis (Aspek Ontologi, Epistemologi, Aksiologi) Alim, Nur; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memberikan pemahaman mengenai ulumul hadis yang ditinjau dari aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologinya. Metode penelitian yang dingunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (library research) dengan penelitian data secara kualitatif dengan teknik pengambilan data dari berbagai sumber, baik dari buku, jurnal, dan sumber lain yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulumul Hadis merupakan ilmu-ilmu yang membahas segala hal tentang hadis nabi ataupun segala hal yang berkaitan dengan hadis nabi, yang pada mulanya masing-masing berdiri sendiri lalu dimuat dan diramu atau disatukan dalam pembahasan ulumul hadis. Ulumul hadis tidak lepas dari penjabaran ilmu hadis Riwayah dan Dirayah, kemudiaan dalam perkembangannya ulumul hadis berkembang menjadi beberapa cabang-cabang ilmu hadis. Dalam ulumul hadis ini juga membahas terkait nilai-nilai, tujuan atau manfaat mempelajari ulumul hadis. Penelitian ini menegaskan adanya kelompok ilmu hadis yang terbagi menjadi beberapa cabang ilmu hadis. Sehingga penting untuk mempelajari dan mengkaji kembali secara utuh sampai pada akar-akarnya, agar terhindar dari kesalahpahaman dan membawa kita pada kedalaman serta keluasan pemahaman terhadap hadis dan kaidah-kaidahnya. Untuk itu, penelitian ini hadir dan disajikan secara koheren dan komprehensif untuk mempermudah dalam memahami ulumul hadis. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian data yang sistematis dan mendalam guna menjadi acuan atau referensi untuk penelitian selanjutnya. Pembahasan ulumul hadis ini hanya terbatas pada tiga aspek, yaitu aspek ontologi, epistemologi dan aksiologinya. Untuk itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih dalam lagi mengenai cabang-cabang keilmuan dalam ulumul hadis.
Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Hadis: Masa Nabi Hingga Masa Pembukuan Hadis Febrianti, Febi; Risman, Gufrah; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menelusuri perjalanan historis tradisi hadis sejak era Rasulullah saw. sampai periode kodifikasi yang terorganisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana hadis berkembang menjadi sumber otoritatif dalam ajaran Islam, terutama karena masih banyak literatur yang membahasnya secara umum dan ringkas. Studi ini menerapkan metode penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Sumber data berasal dari literatur primer dan sekunder yang meliputi al-Qur'an, koleksi hadis, buku-buku referensi, serta artikel jurnal yang berkaitan. Temuan riset mengindikasikan bahwa penyebaran hadis awalnya berlangsung secara oral di era kenabian, selanjutnya dijaga dan dipelihara oleh kalangan sahabat serta tabi'in dengan penuh kehati-hatian. Proses kodifikasi hadis secara formal diprakarsai pada periode Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan diteruskan oleh tokoh-tokoh ulama terkemuka seperti Imam Malik, Imam al-Bukhari, dan Imam Muslim. Perkembangan hadis ini terbagi ke dalam tujuh periode yang masing-masing mencerminkan perubahan metodologi dan tantangan, termasuk munculnya hadis palsu serta perkembangan ilmu-ilmu hadis. Penelitian ini menegaskan adanya komitmen ilmiah para ulama dalam menjaga keaslian hadis dan fondasi keilmuannya. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian periodisasi sejarah hadis yang sistematis dan mendalam, yang bermanfaat bagi kajian akademik maupun pengajaran keislaman. Keterbatasan penelitian ini adalah fokus pada kajian teks historis tanpa validasi empiris. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji relevansi kontemporer dan penerapan ilmu hadis dalam kurikulum pendidikan Islam modern.
Teknik Periwayatan Hadis: Pengertian, Bentuk Periwayatan, Syarat, Dan Metode Periwayatan Bahar, Nur Qalbi Fitratunnisa; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk membangun pemahaman mengenai teknik-teknik periwayatan hadis meliputi bentuk periwayatan hadis, syarat yang harus dipenuhi dalam proses periwayatan hadis serta metode yang digunakan dalam periwayatan hadis. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif yang dipadukan dengan studi kepustakaan (library research). Sumber data berasal dari beragam literatur yang relevan, di antaranya adalah buku, artikel jurnal, dan sumber pustaka lainnya yang membahas secara komprehensif bentuk, syarat, dan metode periwayatan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periwayatan hadis secara umum mencakup dua bentuk yaitu periwayatan lafaz dan periwayatan maknawi. Periwayatan hadis adalah kegiatan yang melibatkan dua sisi, yaitu penerima atau pengambil seperti murid dan ini dikenal istilah tahammul dan periwayat atau pemberi yaitu seorang guru dan ini dikenal dengan istilah ada’. Baik penerima atau periwayat harus memenuhi beberapa syarat agar hadis yang diriwayatkan dapat diterima. Dalam proses periwayatan hadis, terdapat berbagai metode yang digunakan, antara lain as-Sima' (mendengar), al-Qira’ah (membaca), al-Ijazah (izin untuk meriwayatkan), al-Munawalah (memberi), al-Mukatabah (menullis), al-I'lam (pemberitahuan), al-Washiyah (wasiat), dan al-Wijdan (penemuan). Penelitian ini memberikan kontribusi pemahaman terhadap validitas suatu hadis sehingga memperkuat literatur keilmuan Islam serta mencegah kesalahpahaman dalam praktik agama. Penelitian ini terbatas pada kajian teoritis teknik periwayatan sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian komparatif takhrij hadis agar penelitian lebih aplikatif.
A Hadith-Based Love Curriculum in Islamic Education: An Initiative by Indonesia’s Ministry of Religious Affairs Malik, Masriwaty; Alwi, Zulfahmi; Ilyas, Abustani; Ahmad, La Ode Ismail; Fatmal, Abd. Bashir
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : South East Asia Regional Intellectual Forum of Qoran Hadith (SEARFIQH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jim.v22i2.30928

Abstract

This study examines the concept of the “Love-based Curriculum” initiated by the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia through the perspective of the prophetic hadiths of the Prophet Muhammad (PBUH). The research focuses on identifying, classifying, and analyzing hadiths that represent the values of love for God (ḥablum minallāh), love for fellow human beings (ḥablum minannās), love for the environment, and love for the homeland. Employing a qualitative approach through a library-based study, this research applies the method of takhrīj al-ḥadīth, followed by sanad and matan criticism to assess the authenticity of the hadiths utilized. This study is conducted to address the existing gap in the development of Islamic education curricula that explicitly draw upon prophetic traditions as primary sources of educational values. The findings reveal that out of 54 identified hadith, the majority are classified as ṣaḥīḥ (authentic) and are appropriate to serve as normative foundations for formulating a value-based curriculum centered on love. These traditions demonstrate a strong correlation with the values of tolerance, empathy, ecological responsibility, and national spirit. The results underscore the urgency of integrating prophetic teachings into the design of an Islamic education curriculum that is more holistic, transformative, and humanistic. A hadith-based Love Curriculum holds substantial potential in shaping a learning ecosystem that not only fosters intellectual excellence but also cultivates moral integrity, strengthens social harmony, and promotes the development of a robust national character.
Revitalisasi Hadis Tentang Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Merespons Krisis Pendidikan Islam Kontemporer di Indonesia Sunarsi, Sunarsi; Ahmad, La Ode Ismail; Sakka, Abdul Rahman
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5396

Abstract

Fenomena menurunnya kualitas pendidikan di Indonesia, meskipun di tengah kemajuan teknologi informasi, menunjukkan adanya paradoks yang serius, khususnya dalam masyarakat Muslim yang semestinya menjadikan ilmu sebagai landasan utama kehidupan. Artikel ini mengkaji urgensi menuntut ilmu dalam perspektif hadis dengan fokus pada hadis riwayat Ibnu Majah: “Ṭalab al-’ilm farīḍah ‘alā kulli muslim”, serta relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan takhrij al-ḥadīs untuk menelusuri hadis, serta interpretasi kontekstual yang mengaitkan substansi hadis dengan realitas pendidikan modern. Meskipun hadis tersebut tergolong ḍa’īf, mayoritas ulama membolehkan pengamalannya dalam konteks fadhā’il al-a’māl. Temuan menunjukkan bahwa hadis ini tetap relevan sebagai landasan motivasional untuk membentuk kultur belajar yang kuat. Artikel ini juga menawarkan model integratif antara nilai-nilai spiritual dan tuntutan modernitas dalam sistem pendidikan Islam Indonesia. Dengan pendekatan normatif-aplikatif, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang kontekstual, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai profetik.
Reconciling Hadiths on Tolerance and Warfare: A Mukhtalif al-Ḥadīth Study on Muslim-Non-Muslim Relations Amrullah; Amin, Muhammaddiyah; Ahmad, La Ode Ismail; M. Ilham
International Journal of Islamic Thought and Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): International Journal of Islamic Thought and Humanities
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/ijith.v4i2.532

Abstract

Hadith is a source of Islamic teachings that has a great influence in shaping the social ethics of Muslims, including in establishing relations with followers of other religions. However, a number of textually contradictory hadiths have been found between the call for tolerance and the order of war against non-Muslims. This study aims to analyze and reconcile the meaning of these traditions through a qualitative approach based on a literature study, using a descriptive-analytical method. The approach of mukhtalif al-ḥadīs and supported by the framework of maqāṣid al-syarī'ah to interpret the purpose of Islamic law as a whole. The results show that the traditions on tolerance apply in peaceful situations and contain the principle of protection of human life, religion, and honor. In contrast, the war traditions are understood contextually as responses to real threats or violations of peace treaties, not as instruments of theological aggression. Thus, the study asserts that reconciliation of the hadith is only possible through a historical, contextual and teleological approach that does not separate the text from the overall purpose of the Shari'ah. The implication of this study is the importance of understanding the hadith as a whole so that it is not used to justify violence in the name of religion.
Re-read Hadith of Prophet Muhammad in the Context of LGBT: Intertextual Study on Dynamics of Islamic Law and Human Right Hi. Abdul Qayum, Abdul Rahman; Miftahuddin, Miftahuddin; Ulfazah, Yernati; S Puyu, Darsul; Ahmad, La Ode Ismail
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 9 No. 3 (2025): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nnz9ve47

Abstract

The study aims to understand the interpretation of relevant Hadith texts in modern contexts, in light of the growing debate over LGBT rights and social acceptance among Muslim communities. The study uses qualitative research methods with the analysis of Hadit texts related to sexual behavior and morality, as well as interviews with scholars. The results of research show that the practice of LGBT people in the Hadith of the Prophet is called a fahisyah because, out of the human fitrah, their respective identities have been embedded. According to fiqh scholars, LGBT practices are unlawful, and the perpetrators must be given strict penalties in accordance with the gravity of the acts committed. In a social and cultural approach, LGBT practices can be accepted on the one hand by considering the human rights aspects and the principles of tolerance and the preservation of peace and well-being, but on the cultural side, people are alien to such practices because they have never been found in the tradition of traditional Muslim society or Indonesian society in general. In Islamic psychology, LGBT practices are mental illnesses caused by the domination of angry impulses, so that the tendency to make mistakes becomes greater and to deny things of a good nature. In health science, LGBT practices are becoming one of the biggest infectious causes of deadly diseases such as HIV/AIDS, gender diseases, and other contagious diseases. Thus, LGBT practices are still becoming a barrier to practice in Indonesian society, which is still traditional and adheres firmly to Islamic principles.
Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Perpustakaan Daerah Kabupaten Berau Aisyah, St. Nur; Mulyadi, Irvan; Ahmad, La Ode Ismail
Literatify: Trends in Library Developments Vol 6 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v6i2.56694

Abstract

This study aims to describe the transformation of the Berau District Public Library based on social inclusion and to identify the challenges faced during this transformation. This study uses a qualitative method with managerial, pedagogical, and juridical approaches. Data were collected through observation, in-depth interviews with the Head of the Office, the Head of Development Division, and librarians, as well as documentation. Data analysis was conducted through three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that after undergoing transformation, the Berau District Library experienced an increase in services, collections, and literacy-based activities, including community training programs. However, internal challenges such as limited facilities and human resources, external challenges including lack of stakeholder support and geographical access issues, and technical challenges such as limited infrastructure and library management systems were identified. The study implies the need for sustainable strategies to strengthen inclusive services and develop facilities that meet user needs.
Co-Authors Abubakar, Achmad Aisyah, St. Nur Al Munawarah, Zakiah Alim, Nur Ambo Asse Amin, Muhammaddiyah Amrullah Andi Ibrahim Andi Muhammad Ali Amiruddin Andi Susilawaty Ansharullah Ansharullah Arifuddin Ahmad Asniati, Asniati Assagaf, M. Yusuf Ayub, Satry Aziz, Indrawan Bachtiar, Muhammad Harsya Bahar, Nur Qalbi Fitratunnisa Bakar, Achmad Abu Baso Pallawagau Bilu, Nurahdillah Morra Chabir, Andi Ahmad Darsul S Puyu Dian Handayani Djafri, Muh. Taufan Erwin Hafid Fatmal, Abd. Bashir Febrianti, Febi Gunawan Gunawan Hadi, Nurmadia Hamzah Hasan Haqq, Shirny Fathanal Haqq, Zidny Irfanal Hasmirawati, Hasmirawati Hi. Abdul Qayum, Abdul Rahman Ikram, Syamsul Ilyas, Abustani Indo Santalia Iqbal, Nabiha Amaliah Iskandar Iskandar Iting, Andi Ivan Rahmat Santoso J, Jumarni Jabbar, Fitriani Jasad, Usman Julkaranain, Muhammad Kamaruddin, Ratna Kurniati Kurniati Kurniati Zainuddin, Kurniati M. Ilham M. Makbul M. Yogi Riyantama Isjoni M.Fais Satrianegara Magfirah, Adinda Cahya Malik, Masriwaty Mathar, Quraisy Miftahuddin Miftahuddin Mirwan, Mirwan Misbahuddin Misbahuddin Mosibah, Risna MUHAMMAD ALI Muhammad Amri Muhammad Ashari Muhammad Furkan Muhammad Hasan Muhammad Rais Muhammad Yaumi Muhammadiyah Amin Mulyadi, Irvan Mustafa, Zulhas'ari Mutmainnah, Inayatul Nasir, St. Magfirah Natsir, M. Iqbal Ngampo, Muhammad Ali Nur Arifin, Nur Nurima, Andi Parhani, Aan Purwasetiawatik, Titin Florentina Rafli, Rahmat Rahim, Zakiyuddin Rasdiyanah, Andi Rasna, Rasna Rian Hidayat Rismadani, Rismadani Risman, Gufrah Risna Mosiba Ruddin, Nurul Istianah Saharuddin Saifuddin Saifuddin Sakka, Abdul Rahman Sakka, Abdurahman Salmawati Salmawati, Salmawati Samiang Katu, Samiang Sitti Asiqah Usman Ali Sitti Raodhah Sopyan, Muh. SRI RAHAYU Subehan Khalik Sukmawati, Andi Sunarsi, Sunarsi Syam, Alda Syam, Muh. Taufik SYAMSUL QAMAR, SYAMSUL Tajibu, Kamaluddin Tasbih Tasbih Tasmin Tangngareng Taufik Taufik Thulfitrah B, Nurlathifah Thulfitrah B., Nurlathifah Tike, Arifuddin Tonang, Muhammad Ulfazah, Yernati Wakia, Nurul Zulfahmi Alwi