Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KONSELING GIZI TERHADAP PERUBAHAN POLA MAKAN DAN BERAT BADAN ANAK YANG MENGALAMI MASALAH GIZI (DI TAMAN KANAK-KANAK WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BESAR BANJARBARU TAHUN 2014) Yasir Farhat; Aprianti Aprianti; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Skala Kesehatan Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.142 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v6i1.27

Abstract

Kekurangan atau kelebihan gizi akan dimanisfestasikan dalam bentuk pertumbuhan yang menyimpang dari pola standar. Pertumbuhan fisik sering dijadikan sebagai indicator untuk mengukur status gizi baik individu maupun populasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui  Pengaruh Konseling Gizi Terhadap Perubahan Pola Makan dan Berat Badan anak yang mengalami masalah gizi di TK Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru Tahun 2014.Jenis Penelitian kuasi eksperimen,  pendekatan pre and post test control group design, dan tempat penelitian di TK Nusa Indah dan Ar Raudah wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak dengan masalah gizi dan sampel diambil secara Purposive Random Sampling kemudian dibagi menjadi kelompok perlakuan dan Kontrol (tanpa perlakuan). Analisis data menggunakan Wilcoxon Mann WhitneyResponden yang memiliki anak pada kelompok perlakuan maupun kontrol tidak mengalami peningkatan jumlah baik berat badan awal maupun akhir, responden pada kelompok perlakuan maupun kontrol sudah cukup bagus perubahan pola makannya. Tidak ada pengaruh konseling gizi terhadap perubahan pola makan maupun perubahan berat badan.Kata Kunci     : Konseling, Pola makan, Berat badan
Peranan Asupan Energi, Protein, Dan Lama Hemodialisa Terhadap Status Gizi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisa (di RSUD RATU ZALECHA Martapura Tahun 2015) yasir farhat; fathurrahman fathurrahman; rijanti abdurrachim
Jurnal Skala Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.175 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v7i2.188

Abstract

Banyak ditemukan pasien gagal ginjal dengan malnutrisi terutama akibat dari rendahnya konsumsi makanan, perasaan mual, pembatasan diet, serta pengobatan yang dapat menyebabkan efek samping saluran pencernaan. Selain itu penyesuaian dalam melaksanakan hemodialisis juga memberikan dampak psikis pasien yang berpengaruh terhadap pelaksanaan diet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan energi, protein, dan lama hemodialisa terhadap status gizi pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa di BLUD Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura Tahun 2015 Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan Retrospective. Penelitian dilakukan di BLUD Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura di Ruang Hemodialisa pada bulan Juli- Agustus 2015. Populasi adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang rutin menjalani hemodialisa dan sampel adalah bagian populasi diambil dengan cara purposive sampling dan dianalisis dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi dan protein responden sebagian besar deficit, sebagian besar telah lama menjalani hemodialisa dan Status gizi hampir seluruhnya normal dan lebih. Tidak ada peranan asupan energy, protein dan lama hemodialisa terhadap status gizi pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa (p>0,05) Hendaknya pasien mematuhi tentang diet yang telah diberikan ahli gizi dan perlu adanya peranan ahli gizi di ruang hemodialisa terkait dengan perlunya perencanaan diet yang tepat serta pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar di ruang Hemodialisa Kata Kunci : Asupan energi, asupan protein, hemodialisa, indeks massa tubuh
HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM, FREKUENSI DAN DURASI AKTIVITAS FISIK TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI SEJAHTERA DAN BINA LARAS BUDI LUHUR KOTA BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN Rijanti Abdurrachim; Indah Hariyawati; Nany Suryani
GIZI INDONESIA Vol 39, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v39i1.209

Abstract

Hubungan Asupan Makanan, Status Gizi, Lama Menjalani Kemoterapi dan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara (Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Kota Banjarmasin) Arisa Rizqiyah; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 13 No 1 (2022): November 2022
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v13i1.749

Abstract

Background: Breast cancer certainly has a big impact on the sufferer, physically, psychologically, socially, spiritually and other aspects of life. This certainly affects the quality of life of breast cancer patients. Objective: To analyze the relationshipbetween food intake, nutritional status, duration of chemotherapy and family support with the quality of life of breast cancer patients at Ulin Hospital Banjarmasin. Methods: observational analytic using a cross sectional research design. The population was all breast cancer patients at Ulin Hospital Banjarmasin were 92 people based on data in December 2019. The sample was taken using a non-probability sampling technique based on inclusion and exclusion criteria as many as 48 people. Primary data were obtained through interviews and anthropometric measurements. Data analysis used Spearman Rank correlation test with 95% confidence level. Results: Energy intake deficit (70.9%), protein intake deficit (54.1%), fat intake deficit (68.8%), carbohydrate intake deficit (66.7%), nutritional status normal (47.9% ), chemotherapy 3 months (72.9%), good family support (91.7%) and moderate quality of life (75%). Conclusion: There is a relationship between food intake, nutritional status and duration of chemotherapy with the quality of life of breast cancer patients at Ulin Hospital Banjarmasin and there is no relationship between family support and quality of life of breast cancer patients at Ulin Hospital Banjarmasin. Suggestion: Nutritionists are expected to provide nutritional consultation regarding food intake for cancer patients, respondents are expected to increase food intake, and respondent’s families are expected to pay attention to the patient's diet and provide information support.
Asupan Natrium, Frekuensi Dan Durasi Aktivitas Fisik Berdampak Terhadap Tekanan Darah Lansia Di PantiSosial Kota Banjarbaru rijanti Abdurrachim; Indah Hariyawti; Nany Suryani
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol 1 No 1 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.996 KB) | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i1.22

Abstract

Lansia cenderung mengalami masalah kesehatan yang disebabkan oleh penurunan fungsi tubuh akibat proses penuaan. Salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak dialami oleh lansia adalah pada sistem kardiovaskuler seperti hipertensi. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah yaitu kelebihan berat badan, aktivitas fisik seperti berolahraga, serta mengonsumsi makanan tinggi natrium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asupan natrium, frekuensi dan durasi aktivitas fisik berdampak terhadap tekanan darah lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera dan Bina Laras Budi Luhur Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Desain uji korelasi Pearson (α=0.05) pada 65 responden lansia dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan metode food recall 1x24 jam selama 2 hari. Hasil uji Pearson ada korelasi positif yang bermakna antara asupan natrium dengan tekanan darah sistolik (p = 0,000) dan diastolik (p = 0,038). Terdapat korelasi negatif yang bermakna antara frekuensi aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik (p = 0,001) dan diastolik (p = 0,013). Terdapat korelasi negatif yang bermakna (p = 0,031) antara durasi aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik dan korelasi negatif yang tidak bermakna antara durasi aktivitas fisik dengan tekanan darah diastolik (p = 0,870). Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan program promosi kesehatan kepada masyarakat dengan menyebarkan poster dan melakukan penyuluhan tentang gaya hidup sehat yang salah satunya mengajak masyarakat menghindari bahan makanan tinggi natrium dan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga secara rutin.
RELATION BETWEEN TASTE AND NUTRITIONAL ADEQUACY WITH IMMUNITY OF ADOLESCENT IN BETHEL SENIOR HIGH SCHOOL DORMITORY IN BANJARBARU Vivi Indria Wulandari; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol 2 No 1 (2019): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v2i1.52

Abstract

Background: Lack of nutrition in adolescent can caused the decreasing of immunity towards disease, increasing the rate of disease, experiencing abnormal growth, low intelligence level and low productivity. Objectives: is to determine the relation between taste and nutritional adequacy with immunity of adolescent in Bethel Senior High School Dormitory in Banjarbaru. Method: This was an observational analytic research with cross sectional design. The population of this research is taken by saturation sampling which was all the students in first and second grade who live in Bethel Senior High School Dormitory in Banjarbaru with total amount was 49 people. The data retrieval was using questionnaire and 24 hour food recall form. This research was using Rank Spearman Correlation to analyse the data with 95% confidence interval.Results: The result of this research showed that there was 44,9% subjects who have low immune, 57,1% who have low taste perception, 46,9% who have low adequacy of energy, 49% who have low adequacy of protein, 51% who have low adequacy of fat, and 47,1% who have low adequacy of carbohydrate. The statistics data showed that there were relation between taste (p = 0,000 ; r = 0,887) and immune of adolescent, adequacy of energy (p = 0,000 ; r = 0,574) with immunity of adolescent, adequacy of protein (p = 0,000 ; r = 0,512) with immunity of adolescent, adequacy of fat (p = 0,000 ; r = 0,551) with immunity of adolescent, adequacy of carbohydrate (p = 0,000 ; r = 0,539) with immunity of adolescent . Both relation between dependent with 2 independent variables had strong bond to each other. Suggestion: The researcher suggests the employees of Bethel Senior High School Dormitory to increase the knowledge of food service so that it can increase the level of nutrition adequacy and respondent’s immune. Keywords : Taste, Nutrition Adequacy, Immunity
Perbedaan Tingkat Kepatuhan Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri ) Dan Tingkat Higiene Tenaga Di Instalasi Gizi (Studi di dua Rumah Sakit Swasta di Kota Banjarmasin Tahun 2018) Yulianti Nur Wulan Sari; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol 2 No 1 (2019): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.047 KB) | DOI: 10.31964/jr-panzi.v2i1.53

Abstract

Latar Belakang : Penjamah makanan sebagai salah satu kontributor terjadinya kontaminasi makanan. Higiene tenaga perlu diperhatikan dalam pengolahan makanan. Dalam pencapaian dan terlaksananya higiene tenaga penyelenggaraan makanan, perlunya penggunaan alat pelindung diri (APD) yang berguna agar keamanan makanan pasien terjamin serta menghindari kecelakaan kerja saat bekerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kepatuhan penggunaan APD dan tingkat higiene tenaga di Instalasi Gizi Rumah Sakit A dan Rumah Sakit B Banjarmasin. Metode : Jenis penelitian adalah observasional analitik menggunakan penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas di Ruang Instalasi Gizi Rumah Sakit Bdan Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Sampelnya yaitu 42 orang yang terdiri dari kriteria inklusi yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil : tingkat kepatuhan penggunaan APD di Instalasi Gizi Rumah SakitAjumlah terbanyak dikategori cukup patuh yaitu 39% dan di Rumah Sakit B Banjarmasin dikategori tidak patuh yaitu 54%. Pada tingkat higiene tenaga di Instalasi Gizi Rumah SakitAkategori baik sebesar 78% dan kategori sedang sebesar 22% dan di Rumah Sakit B Banjarmasin kategori baik sebesar 63% dan kategori sedang sebesar 38%. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan pada tingkat kepatuhan penggunaan APD dan higiene tenaga di Instalasi Gizi Rumah SakitAdan Rumah Sakit BBanjarmasin. Saran : Bagi kedua Rumah Sakit disarankan untuk lebih tegas dalam hal pengawasan dan sanksi agar tenaga penyelenggaraan makanannya lebih mematuhi dalam peraturan atau SOP yang telah ditetapkan. Kata Kunci : Kepatuhan Penggunaan APD, Higiene Tenaga, Instalasi Gizi,Tenaga Penyelengaraan Makanan
Hubungan Asupan Makanan, Status Gizi, Lama Menjalani Kemoterapi dan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Arisa Rizqiyah; Rijanti Abdurrachim; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Volume 3 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i1.88

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang menyerang jaringan sel-sel payudara. Kanker payudara tentu memberikan dampak yang besar bagi penderitanya baik secara fisik, psikologis, sosial, spiritual maupun aspek kehidupan lainnya. Hal tersebut tentu mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker payudara. Tujuan: Menganalisis hubungan antara asupan makanan, status gizi, lama menjalani kemoterapi dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian observasional analitik menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 48 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Data sekunder diperoleh melalui arsip dan dokumen di rekam medis RSUD Ulin Banjarmasin. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Asupan energi defisit (70,9%), asupan protein defisit (54,1%), asupan lemak defisit (68,8%), asupan karbohidrat defisit (66,7%), status gizi normal (47,9%), kemoterapi ≥ 3 bulan (72,9%), dukungan keluarga baik (91,7%) dan kualitas hidup sedang (75%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan makanan, status gizi dan lama menjalani kemoterapi dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin dan tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin.
Pengaruh Daya Terima Biskuit Ikan Gabus Dan Biji Wijen Ermina Syainah; Nurhamidi Nurhamidi; Rijanti Abdurrachim
Sains Medisina Vol 1 No 2 (2022): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.665 KB)

Abstract

Masalah gizi mikronutrien pada remaja sampai saat ini masih ditemukan di Indonesia yakni sekitar 12% remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan mengalami anemia. Zat gizi mikro diperlukan oleh tubuh dalam jumlah kecil, dan harus didapatkan dari makanan dan minuman. Fortifikasi pangan yang lazim dikonsumsi dengan zat gizi mikro adalah salah satu strategi utama yang dapat digunakan untuk meningkatkan status mikronutrian pangan. Sumber bahan pangan yang terbukti kaya akan nilai gizi adalah ikan gabus dan biji wijen. Salah satu bentuk olahan yang disukai remaja adalah biskuit. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan fortifikan dengan kandungan Gizi Biskuit Ikan Gabus dengan Biji Wijen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok fortifikasi ikan gabus dan biji wijen 80:20, 75:25, dan 70:30. Penilaian pada produk biskuit ikan gabus dan biji wijen terhadap 30 orang panelis. Hasil uji organoleptik aroma dan rasa yang memberikan hasil terbaik adalah P3 karena timbul aroma gurih, tekstur tidak berbeda antar perlakuan, warna yang terbaik penerimaan panelis pada P2. Simpulan dari penelitian ada perbedaan dari setiap mutu organoleptik biskuit ikan gabus dan biji wijen yaitu dari segi warna  nilai rata – rata (3.55), rasa nilai rata – rata (3.40), tekstur nilai rata – rata (3.48), aroma nilai rata – rata (2.80).
Asupan Natrium, Frekuensi Dan Durasi Aktivitas Fisik Berdampak Terhadap Tekanan Darah Lansia Di PantiSosial Kota Banjarbaru rijanti Abdurrachim; Indah Hariyawti; Nany Suryani
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i1.22

Abstract

Lansia cenderung mengalami masalah kesehatan yang disebabkan oleh penurunan fungsi tubuh akibat proses penuaan. Salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak dialami oleh lansia adalah pada sistem kardiovaskuler seperti hipertensi. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah yaitu kelebihan berat badan, aktivitas fisik seperti berolahraga, serta mengonsumsi makanan tinggi natrium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asupan natrium, frekuensi dan durasi aktivitas fisik berdampak terhadap tekanan darah lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera dan Bina Laras Budi Luhur Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Desain uji korelasi Pearson (α=0.05) pada 65 responden lansia dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan metode food recall 1x24 jam selama 2 hari. Hasil uji Pearson ada korelasi positif yang bermakna antara asupan natrium dengan tekanan darah sistolik (p = 0,000) dan diastolik (p = 0,038). Terdapat korelasi negatif yang bermakna antara frekuensi aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik (p = 0,001) dan diastolik (p = 0,013). Terdapat korelasi negatif yang bermakna (p = 0,031) antara durasi aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik dan korelasi negatif yang tidak bermakna antara durasi aktivitas fisik dengan tekanan darah diastolik (p = 0,870). Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan program promosi kesehatan kepada masyarakat dengan menyebarkan poster dan melakukan penyuluhan tentang gaya hidup sehat yang salah satunya mengajak masyarakat menghindari bahan makanan tinggi natrium dan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga secara rutin.