Claim Missing Document
Check
Articles

RELATION BETWEEN TASTE AND NUTRITIONAL ADEQUACY WITH IMMUNITY OF ADOLESCENT IN BETHEL SENIOR HIGH SCHOOL DORMITORY IN BANJARBARU Vivi Indria Wulandari; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v2i1.52

Abstract

Background: Lack of nutrition in adolescent can caused the decreasing of immunity towards disease, increasing the rate of disease, experiencing abnormal growth, low intelligence level and low productivity. Objectives: is to determine the relation between taste and nutritional adequacy with immunity of adolescent in Bethel Senior High School Dormitory in Banjarbaru. Method: This was an observational analytic research with cross sectional design. The population of this research is taken by saturation sampling which was all the students in first and second grade who live in Bethel Senior High School Dormitory in Banjarbaru with total amount was 49 people. The data retrieval was using questionnaire and 24 hour food recall form. This research was using Rank Spearman Correlation to analyse the data with 95% confidence interval.Results: The result of this research showed that there was 44,9% subjects who have low immune, 57,1% who have low taste perception, 46,9% who have low adequacy of energy, 49% who have low adequacy of protein, 51% who have low adequacy of fat, and 47,1% who have low adequacy of carbohydrate. The statistics data showed that there were relation between taste (p = 0,000 ; r = 0,887) and immune of adolescent, adequacy of energy (p = 0,000 ; r = 0,574) with immunity of adolescent, adequacy of protein (p = 0,000 ; r = 0,512) with immunity of adolescent, adequacy of fat (p = 0,000 ; r = 0,551) with immunity of adolescent, adequacy of carbohydrate (p = 0,000 ; r = 0,539) with immunity of adolescent . Both relation between dependent with 2 independent variables had strong bond to each other. Suggestion: The researcher suggests the employees of Bethel Senior High School Dormitory to increase the knowledge of food service so that it can increase the level of nutrition adequacy and respondent’s immune. Keywords : Taste, Nutrition Adequacy, Immunity
Perbedaan Tingkat Kepatuhan Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri ) Dan Tingkat Higiene Tenaga Di Instalasi Gizi (Studi di dua Rumah Sakit Swasta di Kota Banjarmasin Tahun 2018) Yulianti Nur Wulan Sari; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v2i1.53

Abstract

Latar Belakang : Penjamah makanan sebagai salah satu kontributor terjadinya kontaminasi makanan. Higiene tenaga perlu diperhatikan dalam pengolahan makanan. Dalam pencapaian dan terlaksananya higiene tenaga penyelenggaraan makanan, perlunya penggunaan alat pelindung diri (APD) yang berguna agar keamanan makanan pasien terjamin serta menghindari kecelakaan kerja saat bekerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kepatuhan penggunaan APD dan tingkat higiene tenaga di Instalasi Gizi Rumah Sakit A dan Rumah Sakit B Banjarmasin. Metode : Jenis penelitian adalah observasional analitik menggunakan penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas di Ruang Instalasi Gizi Rumah Sakit Bdan Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Sampelnya yaitu 42 orang yang terdiri dari kriteria inklusi yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil : tingkat kepatuhan penggunaan APD di Instalasi Gizi Rumah SakitAjumlah terbanyak dikategori cukup patuh yaitu 39% dan di Rumah Sakit B Banjarmasin dikategori tidak patuh yaitu 54%. Pada tingkat higiene tenaga di Instalasi Gizi Rumah SakitAkategori baik sebesar 78% dan kategori sedang sebesar 22% dan di Rumah Sakit B Banjarmasin kategori baik sebesar 63% dan kategori sedang sebesar 38%. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan pada tingkat kepatuhan penggunaan APD dan higiene tenaga di Instalasi Gizi Rumah SakitAdan Rumah Sakit BBanjarmasin. Saran : Bagi kedua Rumah Sakit disarankan untuk lebih tegas dalam hal pengawasan dan sanksi agar tenaga penyelenggaraan makanannya lebih mematuhi dalam peraturan atau SOP yang telah ditetapkan. Kata Kunci : Kepatuhan Penggunaan APD, Higiene Tenaga, Instalasi Gizi,Tenaga Penyelengaraan Makanan
Hubungan Asupan Makanan, Status Gizi, Lama Menjalani Kemoterapi dan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Arisa Rizqiyah; Rijanti Abdurrachim; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i1.88

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang menyerang jaringan sel-sel payudara. Kanker payudara tentu memberikan dampak yang besar bagi penderitanya baik secara fisik, psikologis, sosial, spiritual maupun aspek kehidupan lainnya. Hal tersebut tentu mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker payudara. Tujuan: Menganalisis hubungan antara asupan makanan, status gizi, lama menjalani kemoterapi dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian observasional analitik menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 48 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Data sekunder diperoleh melalui arsip dan dokumen di rekam medis RSUD Ulin Banjarmasin. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Asupan energi defisit (70,9%), asupan protein defisit (54,1%), asupan lemak defisit (68,8%), asupan karbohidrat defisit (66,7%), status gizi normal (47,9%), kemoterapi ≥ 3 bulan (72,9%), dukungan keluarga baik (91,7%) dan kualitas hidup sedang (75%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan makanan, status gizi dan lama menjalani kemoterapi dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin dan tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin.
Hubungan Kepatuhan Diet, Asupan Vitamin C, Aktivitas Fisik dan Edukasi dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 pada Masa Pandemi Asdiniyati Manalu; Rijanti Abdurrachim; Magdalena
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i1.93

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah. Penyakit ini berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada peningkatan biaya kesehatan. DM juga merupakan salah satu penyakit penyerta COVID-19. Penelitian ini menganalisis hubungan antara kepatuhan diet, asupan vitamin C, aktivitas fisik dan edukasi dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 pada masa pandemi COVID-19 di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Jenis penelitian berupa observasional analitik dengan rancang penelitian cross sectional. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 40 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara. Data sekunder diperoleh melalui arsip dan dokumen di rekam medis RSD Idaman Banjarbaru. Analisa data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil karakteristik responden berusia 46-55 tahun 40%; jenis kelamin perempuan 80%, pendidikan SMA/Sederajat 35%, pekerjaan ibu rumah tangga 52,5%; tidak menerapkan diet 60%; asupan vitamin C kurang 47,5%, aktivitas fisik ringan 37,5%, telah mendapatkan edukasi 55% dan kadar gula darah tidak terkontrol 67,5%. Sehingga didapatkan bahwa ada hubungan bermakna antara kepatuhan diet, asupan vitamin C, aktivitas fisik, dan edukasi dengan kadar gula darah pasien DM tipe 2 di RSD Idaman Banjarbaru.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pendapatan Keluarga, dan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Ahmad Munadi; Rijanti Abdurrachim; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i1.153

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi jangka panjang yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi dalam tubuh anak sehingga pertumbuhan terhambat dan tidak sesuai usianya. Prevalensi stunting Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2020 masih diatas 31% dan wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2021 yaitu 21,7% sedangkan target RPJMN tahun 2024 yaitu 14%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, dan berat badan lahir rendah dengan kerjadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Metode yang digunakan observasional analitik dengan rancangan Case Control. Populasi adalah seluruh balita usia 24-56 bulan sampelnya adalah sebagian dari populasi dengan jumlah sampel 35 kelompok kasus dan 35 kelompok kontrol. Sampel didapatkan dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu stunting tergolong kurang kelompok kasus 85,7% dan kelompok kontrol 62,8%, pendapatan keluarga stunting yang rendah kelompok kasus 77,1% dan pendapatan tinggi pada kelompok kontrol 68,6%,) dan dan berat badan lahir balita stunting BBLR pada kelompok kasus 8,6% dan BBLR pada kelompok kontrol tidak ada 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan gizi ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting dan tidak ada hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting. Bagi pihak puskesmas untuk meningkatkan intensitas penyuluhan tentang stunting disetiap kegiatan posyandu dengan bantuan media leaflet kepada ibu balita supaya mengetahui mengenai kejadian stunting dan dapat mencegah kejadian stunting dengan gizi seimbang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Persepsi Tentang Susu Formula dan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif Isma Wati; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i2.143

Abstract

ASI merupakan Air Susu Ibu yang menjadi sumber gizi terbaik untuk tumbuh kembang bayi. Persentase pemberian ASI eksklusif menurut data Dinkes Kota Banjarbaru Tahun 2020 yaitu 44,72% dan wilayah kerja Puksesmas Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru  Tahun 2020 hanya 34,2% sedangkan target nasional yaitu 80%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, persepsi tentang susu formula dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru. Jenis penelitian bservasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh balita usia 6-12 bulan sebanyak 330 bayi dan sampelnya adalah bagian dari populasi dengan jumlah sampel 78 orang. Sampel didapatkan dengan teknik accidental sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman α=0,05. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan kurang (39,7%) dengan signifikan (p = 0,000), persepsi tentang susu formula negatif dan positif (50%) dengan signifikan (p = 0,042), dukungan keluarga rendah (35,9%) dengan signifikan (p =  0,000) dan lebih banyak bayi yang tidak ASI eksklusif (52,6%). Kesimpulan, adanya hubungan  antara tingkat pengetahuan, persepsi tentang susu formula, dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru. Bagi pihak puskesmas untuk memberikan sosialisasi secara berkala kepada ibu hamil dan anggota keluarga mengenai ASI eksklusif serta ASI lebih baik untuk bayi.
Hubungan Pengetahuan Gizi, Pendapatan Keluarga dan Pola Konsumsi dengan Status Gizi Remaja Elyawati Elyagizi19; Rijanti Abdurrachim; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.160

Abstract

Remaja sangat rawan dengan kebutuhan zat gizi karena tumbuh kembang yang pesat dan aktivitas beragam. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 prevalensi status gizi remaja usia 16-18 tahun kategori kurus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar 13,9%, angka ini menunjukkan prevalensi yang tinggi dibandingkan prevalensi secara nasional 9,5% dan provinsiKalimantan Selatan 8,9%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi, pendapatan keluarga dan pola konsumsi dengan status gizi remaja di tiga sekolah menengah atas di wilayah Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Metode yang digunakan yaitu Observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi seluruh siswa kelas X dan XI berjumlah 955 orang dengan sampel 100 orang diambil dengan teknik simple random sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan gizi cukup (58%), pendapatan keluarga rendah (54%), pola konsumsi kurang (52%) dan status gizi baik (77%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan gizi dengan status gizi remaja, ada hubungan bermakna antara pendapatan keluarga dan pola konsumsi dengan status gizi remaja. Remaja disarankan untuk memperhatikan status gizi dengan menggali informasi mengenai gizi dan meningkat asupan makan sesuai PUGS dan keanekaragaman makanannya yang bisa diperoleh dengan harga terjangkau.
Hubungan Pengetahuan dengan Penerapan Gizi Seimbang Terhadap Kejadian Obesitas pada Pedagang di Pasar Bauntung Banjarbaru Silvia Delvi; Rijanti Abdurrachim; Niken Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.166

Abstract

Riset Kesehatan Dasar Kalimantan Selatan (2018) menunjukkan Kabupaten Banjarbaru menduduki posisi ke- 4 dalam kasus obesitas. Obesitas terjadi pada wiraswasta di Banjarbaru sebanyak 21,92%. Pengamatan awal pada Agustus 2023, pedagang di Pasar Bauntung Banjarbaru ditemukan 5 orang dalam kondisi obesitas. Melalui wawancara langsung, 100% pedagang kurang mengetahui prinsip pilar gizi seimbang. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan penerapan gizi seimbang antara penerapan gizi seimbang sebagai perantara kejadian obesitas pada pedagang di Pasar Bauntung Banjarbaru. Metode penelitian cross sectional. Analisis digunakan Rank Spearman. 100 responden didata dengan wawancara. Pengukuran berat dan tinggi badan dilakukan secara aktual. Penelitian bertempat di Pasar Bauntung Banjarbaru sejak Agustus 2023. Hasil data 38% responden memiliki pengetahuan kurang, 40% memiliki penerapan gizi seimbang kurang dan 25% dengan kejadian obesitas. Analisis data menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan gizi seimbang dan ada hubungan antara penerapan gizi seimbang dengan kejadian obesitas. Kesimpulan semakin tinggi pengetahuan maka penerapan gizi seimbang akan semakin tinggi sehingga kejadian obesitas akan semakin berkurang. Perlunya peran petugas kesehatan (petugas puskesmas) dalam promosi kesehatan mengenai konsep pilar gizi seimbang akan membantu pelaksanaan penerapan gizi seimbang pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru.
Tingkat Pemahaman Gizi Dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Penderita Diabetes Melitus Siti Khurata A'yuni; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.186

Abstract

Berdasarkan data Risdeskas 2013, prevalensi penyakit diabetes mellitus sebesar 1,3% kemudian meningkat pada tahun 2018 yaitu sebesar 1,8%. Pada tahun 2021, kasus diabetes mellitus di Tanah Laut termasuk dalam peringkat 5 peringkat 5 besar yaitu sebanyak 4214 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan tingkat pemahaman gizi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet penderita diabetes mellitus di Poliklinik RSUD Hadji Boejasin. Jenis penelitian ini observasional analitik, dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua penderita diabetes mellitus tipe 2 yang telah mendapatkan konseling gizi. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji kolerasi Rank Spearman pada α 0,05. Hasil penelitian didapatkan tingkat pemahaman gizi yang baik yaitu 60%, sebagian besar penderita mendapat dukungan keluarga yaitu 60%, kepatuhan diet yaitu sebagian besar patuh 56%, pada hubungan signifikan antara tingkat pemahaman gizi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet penderita diabetes mellitus didapatkan p < 0,05 ada hubungan signifikan. Peneliti menyimpulkan ada hubungan antara tingkat pemahaman gizi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet penderita diabetes di Poliklinik RSUD Hadji Boejasin.
PENDAMPINGAN GIZI TERHADAP IBU-IBU BALITA BERMASALAH GIZI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAKA PUTIH BANJARMASIN Yasir Farhat; Aprianti Chalidi; Rijanti Abdurrachim; yuniarti faathir
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v4i1.318

Abstract

Kegiatan pendampingan gizi salah satu langkah cukup strategis bentuk pemberdayaan keluarga dalam peningkatan status gizi anak yang bertujuan meningkatkan kemampuan keluarga dalam mencegah dan mengatasi sendiri masalah gizi anggota keluarganya dan untuk menekan angka gizi kurang dan gizi buruk melalui upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat khususnya keluarga yang memiliki anak balita KEP. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pendidikan individual (perorangan) dengan pendekatan penyuluhan (konseling), sehingga kontak ibu anak dengan petugas lebih intensif. Kegiatan pendekatan diwujudkan dalam aplikasi asuhan gizi anak dengan kegiatan pendampingan pengolahan makanan dan cara memberikan makanan (waktu pemberian, frekuensi, porsi dan jenis) dalam bentuk kunjungan rumah, konseling, diskusi kelompok. Hasil kegiatan sebanyak 18 balita (60%) mengalami kenaikan berat badan dan 12 balita (40%) mengalami penurunan berat badan dan sebanyak 3 balita (10%) mengalami penurunan status gizi, 13 balita (43%) tetap status gizi, dan 14 balita (47%) mengalami kenaikan status gizi. Hendaknya petugas gizi puskesmas lebih meningkatkan pemberian informasi masalah gizi balita melalui pendampingan secara rutin ke rumah-rumah disamping lewat posyandu setiap bulan atau di puskesmas dengan konseling dan para ibu lebih aktif meluangkan waktu untuk diberikan pendampingan disamping tetap aktif datang ke posyandu atau puskesmas. Kata kunci : Balita, Berat badan, Konseling, Pendampingan gizi, Penyuluhan, Status gizi