Claim Missing Document
Check
Articles

The Efficacy of Nutrition Education on Anemia and Upper Arm Circumference among Pregnant Women in Aceh Besar District of Indonesia during the Covid-19 Pandemic Ahmad, Aripin; Wagustina, Silvia; Dwiriani, Cesilia Meti; Estuti, Wiwit; Salfiyadi, Teuku; Arnisam, Arnisam; Fitrianingsih, Eva
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 17 No. 1 (2022)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.962 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2022.17.1.27-36

Abstract

This study aimed to analyze the effects of nutrition education on anemia and upper arm circumference in pregnant women. It was a cluster-randomized control study involving 110 pregnant women. The nutrition education interventions, was a combination of offline and online sessions, conducted by trained Nutrition education staffs with a 1:5 ratio to pregnant women. Twelve education sessions were conducted for three months utilizing a nutrition booklet for pregnant women, food monitoring cards, and flyers shared on a social media WhatsApp group. The socio-demographic data were obtained through an interview method. The nutritional status collected, by measuring Mid Upper Arm Circumference (MUAC), and anemia was determined through a diagnosis by the family doctor. Data were analyzed using the chi-square test and the paired and independent t-tests, the confidence interval was set at 95%. Hemoglobin levels in the intervention group experienced a higher increase than in the control group. The MUAC in the intervention group increased by 0.8 cm while in the control group it was decreased by -2.7 cm. However, the Difference in Difference (DID) analysis did not show significant different for both parameters (p=0.198 and p=0.274). Chi square analysis showed that the prevalence of anemia at the end line point in the intervention group (3.6%) was significantly lower compared to the control group (14.5%) (p=0.047). The prevalence of the Chronic Energy Deficiency (CED) measured by MUAC decreased by 9% in the intervention group, and 1.8% in the control group. However, the difference in prevalence of CED was not statistically significant (p=0.696). The nutrition education within three months did not significantly increase the mean hemoglobin and MUAC. But considering the trend in decreasing anemia and CED prevalence in the intervention group, structured and routine nutrition education can be implemented as part of nutritional intervention in pregnant women to prevent anemia and CED to observe effects in a longer-term intervention.
Anemia and Wasting in Adolescent Girls: A Cross-Sectional Study in Aceh, Indonesia Ahmad, Aripin; Azizah, Amelia Puteri Nur; Arnisam, Arnisam; Phebe, Natasya; Arifin, Syuja Rafiqi
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 18 No. Supp.1 (2023)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2023.18.Supp.1.11-13

Abstract

The purpose of this study was to assess the anemia and nutritional status in adolescent girls. A cross-sectional study was conducted on 348 senior high school girls. Nutritional status was determined by BMI-for-age Z-score for those younger than 19 years and BMI for those older than 19 years. Anemia was determined using the standard of severely low hemoglobin level of less than 12 mg/dL. Data analysis used the logistic regression test at the 95% confidence interval. The results showed that 40.5% of adolescent girls had anemia, 50.9% were wasted, and 14.4% were overweight/obese. Wasting and obesity are risk factors for anemia in adolescent girls. Intervention is needed to prevent anemia and wasting by improving balanced diet and nutrition education.
Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Nafi’ah, Radifatun; Ahmad, Aripin
JURNAL RISET GIZI Vol 10, No 2 (2022): November (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i2.10695

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting di Indonesia dari tahun 2007 hingga tahun 2018 belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Aceh merupakan provinsi dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi. Salah satu kabupaten yang mempunyai prevalensi stunting cukup tinggi adalah Kabupaten Aceh Barat Daya yang mempunyai prevalensi sebesar 42,53%. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab stunting adalah karakteristik, sosial ekonomi, pemberian ASI eksklusif, inisiasi menyusui, pola konsumsi, dan penyakit menular.Tujuan: Mengukur faktor-faktor yang berhubungan dengan penyebab stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya.Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain case control, telah dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie pada tahun 2021. Sampel sebanyak 37 kasus dan 37 kontrol diambil secara acak.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempunyai hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan adalah berat badan lahir rendah (p=0,025), riwayat penyakit menular (p=0,011), pendapatan keluarga (p=0,000 ), dan pola makan (p = 0,000). Sedangkan faktor yang dominan adalah pola makan (p=0.002; OR=8.1) yaitu sekitar 8.1 kali dapat menyebabkan stunting dibandingkan dengan pola makan yang cukup setelah dilakukan pengendalian variabel BBLR, penyakit menular, pendapatan keluarga.Kesimpulan: Faktor penyebab terjadinya stunting pada anak usia 24-59 bulan di Blangpidie adalah berat badan lahir rendah, pernah mengalami penyakit menular, pendapatan keluarga rendah dan pola makan yang buruk. Faktor penyebab stunting yang paling dominan adalah pola makan anak yang buruk.
Determinan Faktor Stunting Pada Anak Balita di Darul Imarah Aceh Besar, Indonesia Ahmad, Aripin
JURNAL RISET GIZI Vol 10, No 1 (2022): Mei (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i1.8077

Abstract

Stunting is a disorder of growth and development of children affected by chronic nutrient deficiency, repeated infections and lack of stimulation during the first 1000 days of a child's life. This study aims to examine the effect of breastfeeding and birth weight with the incidence of stunting in children under five. The case control study design was used for 116 children under five, namely 53 cases and 53 controls, in the working area of the Darul Imarah Health Center Aceh Besar. Data characteristics, early brestfeeding initiation, exclusive breastfeeding, duration of breastfeeding were collected by interview method, birth weight was collected from birth records in the MCH book, and stunting data was collected by anthropometric measurements determined by the HAZ index based on the z-score, stunting if the z-score value -2 SD. Data analysis was performed bivariate and multivariate using binary logistic regression test at 95% confidence level. The results showed that exclusive breastfeeding and LBW were risk factors for stunting in under five children. Children who are not exclusively breastfed are at risk of 4.57 times greater risk of stunting than children who are exclusively breastfed (OR=4.57; 95% CI; 1.57-13.27), and children born with low birth weight have a 9.43 times greater risk of stunting than children born with normal weight (OR=9.43: 95% CI; 3.54-25.12). Efforts are needed to increase the coverage of exclusive breastfeeding through education and promotion of breastfeeding, as well as improving the health of pregnant women to prevent LBW babies, so as to reduce the incidence of stunting. since early stage.
Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Nafi’ah, Radifatun; Ahmad, Aripin
JURNAL RISET GIZI Vol 10, No 2 (2022): November (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i2.10695

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting di Indonesia dari tahun 2007 hingga tahun 2018 belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Aceh merupakan provinsi dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi. Salah satu kabupaten yang mempunyai prevalensi stunting cukup tinggi adalah Kabupaten Aceh Barat Daya yang mempunyai prevalensi sebesar 42,53%. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab stunting adalah karakteristik, sosial ekonomi, pemberian ASI eksklusif, inisiasi menyusui, pola konsumsi, dan penyakit menular.Tujuan: Mengukur faktor-faktor yang berhubungan dengan penyebab stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya.Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain case control, telah dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie pada tahun 2021. Sampel sebanyak 37 kasus dan 37 kontrol diambil secara acak.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempunyai hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan adalah berat badan lahir rendah (p=0,025), riwayat penyakit menular (p=0,011), pendapatan keluarga (p=0,000 ), dan pola makan (p = 0,000). Sedangkan faktor yang dominan adalah pola makan (p=0.002; OR=8.1) yaitu sekitar 8.1 kali dapat menyebabkan stunting dibandingkan dengan pola makan yang cukup setelah dilakukan pengendalian variabel BBLR, penyakit menular, pendapatan keluarga.Kesimpulan: Faktor penyebab terjadinya stunting pada anak usia 24-59 bulan di Blangpidie adalah berat badan lahir rendah, pernah mengalami penyakit menular, pendapatan keluarga rendah dan pola makan yang buruk. Faktor penyebab stunting yang paling dominan adalah pola makan anak yang buruk.
Determinan Faktor Stunting Pada Anak Balita di Darul Imarah Aceh Besar, Indonesia Ahmad, Aripin
JURNAL RISET GIZI Vol 10, No 1 (2022): Mei (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i1.8077

Abstract

Stunting is a disorder of growth and development of children affected by chronic nutrient deficiency, repeated infections and lack of stimulation during the first 1000 days of a child's life. This study aims to examine the effect of breastfeeding and birth weight with the incidence of stunting in children under five. The case control study design was used for 116 children under five, namely 53 cases and 53 controls, in the working area of the Darul Imarah Health Center Aceh Besar. Data characteristics, early brestfeeding initiation, exclusive breastfeeding, duration of breastfeeding were collected by interview method, birth weight was collected from birth records in the MCH book, and stunting data was collected by anthropometric measurements determined by the HAZ index based on the z-score, stunting if the z-score value -2 SD. Data analysis was performed bivariate and multivariate using binary logistic regression test at 95% confidence level. The results showed that exclusive breastfeeding and LBW were risk factors for stunting in under five children. Children who are not exclusively breastfed are at risk of 4.57 times greater risk of stunting than children who are exclusively breastfed (OR=4.57; 95% CI; 1.57-13.27), and children born with low birth weight have a 9.43 times greater risk of stunting than children born with normal weight (OR=9.43: 95% CI; 3.54-25.12). Efforts are needed to increase the coverage of exclusive breastfeeding through education and promotion of breastfeeding, as well as improving the health of pregnant women to prevent LBW babies, so as to reduce the incidence of stunting. since early stage.
Nutritional Development and Sensory Evaluation of Pumpkin and Corn Grits for Pregnant Women Zatira, Sarah; Ahmad, Aripin; Rachmawati, Rachmawati; Andriani, Andriani
JAND: Journal of Applied Nutrition and Dietetic Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jand.v5i1.326

Abstract

The incidence of chronic energy deficiency (CED) in pregnant women remains high. One of the interventions is the utilization of local supplementary foods, though options such as pumpkin and corn remain limited. Purpose: This study aimed to determine the effect of adding pumpkin to the acceptability and proximate composition of pumpkin-corn grits. This was an experimental study using a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications. Data were analyzed using ANOVA and Duncan’s multiple range test. The addition of 40g, 50g, and 60g of pumpkin significantly affected organoleptic properties, particularly taste (p < 0.05), with average panelist scores ranging from 3.13 to 3.68 (liked category). No significant differences were found in color, aroma, or texture. The highest values for water, ash, and protein content were observed in the F3 treatment (60g pumpkin), while the highest fat, fiber, and carbohydrate contents were found in F1 (40g pumpkin). The acceptability test showed significant differences in color, taste, aroma, and texture for the F3 formula (p < 0.05). The addition of pumpkin significantly improved taste and affected proximate values for ash, fat, and protein. Local governments and health programs may consider using pumpkin-corn grits as an alternative supplementary food for pregnant women.
Analisis Faktor Risiko Kebiasaan Makan pada Mahasiswa Kebidanan di Banda Aceh nurlaila, nurlaila; Maidar, Maidar; Ahmad, Aripin
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 1 (2021): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok dengan pola makan spesifik yang sangat dipengaruhi oleh trend, media dan gaya hidup, sehingga cenderung mempunyai pola makan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kebiasaan makan pada mahasiswa Kebidanan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, pada mahasiswi Prodi DIII kebidanan di Banda Aceh yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juli sampai 15 Agustus 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode propotional Random Sampling terhadap 162 mahasiswa. Data yang dikumpulkan adalah tempat tinggal, Body image, preferensi makanan, Media informasi, teman sebaya, uang saku dan pengetahuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui google form menggunakan media sosial Whats App. Analisa data dilakukan secara multi variety dengan menggunakan analisis regresi logistic pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisa bivariate menunjukkan ada hubungan signifikan antara body image (p=0,012; OR: 1,67; CI= 1,12-2,51), teman sebaya (p=0,001; OR: 78,8; CI= 27,7-223), media informasi (p=0,001; OR: 20,9; CI= 9,08-48,2), dan preferensi makanan (p=0,001; OR: 4,7; CI=2,23-9,87) dan tidak ada hubungan antara uang saku, tempat tinggal dan pengetahuan dengan kebiasaan makan (p&gt;0,05). Kesimpulan akhir dari penelitian ini menunjukkan faktor risiko paling dominan yang berhubungan dengan kebiasaan makan pada mahasiswa kebidanan Banda Aceh adalah pengaruh teman sebaya dengan OR=91 (95% CI: 20,18-412,77) dengan p= 0,001. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan melalui edukasi terstruktur di kampus atau lingkungan remaja dengan melibatkan teman sebaya sebagai sosok kunci penyampaian informasi.
Faktor Risiko Obesitas Pada Remaja: Studi Case- Control riany, pipiet; Ahmad, Aripin; Ismail, Nizam
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 1 (2021): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Faktor penyebab obesitas pada remaja bersifat multifactor. Riwayat obesitas orangtua dan pendapat orangtua merupakan factor yang berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi obesitas. Tujuan: mengetahui factor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja. Metode: Penelitian case control dengan total 174 subjek, kasus adalah remaja obesitas dan kontrol adalah remaja non-obesitas. Variabel bebas adalah pendapatan, pendidikan, pekerjaan dan umur, jenis kelamin dan riwayat obesitas orang tua sedangkan variabel terikat adalah kejadian obesitas. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistic. Hasil: Faktor yang secara bermakna berhubungan (p<0.05) adalah Riwayat obesitas orangtua (OR=19,2; CI: 8.43-43.9); dan pendapat orangtua (OR=5,3; CI: 2.77-10.25).  Kesimpulan: remaja yang memiliki Riwayat obesitas dan pendapatan tinggi orangtua, berisiko lebih terhadap terjadinya obeistas.
Efektivitas Pemberian Sari Kedelai dan Formula Kedelai Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Wagustina, Silvia; Ahmad, Aripin; Arnisam, Arnisam
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 1 (2021): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus disebabkan oleh kurangnya produksi insulin di dalam tubuh atau terjadinya resistensi insulin. Kacang kedelai dapat dimanfaatkan sebagai makanan fungsional untuk menurunkan kadar gula darah karena mempunyai nilai indeks glikemik rendah kandungan serat yang cukup, sehingga dapat memperlambat penyerapan makanan dalam tubuh, mengandung asam amino arginin yang mampu menjaga keseimbangan hormon insulin. Isoflavon kacang kedelai dalam bentuk Genistein dan Daidzein bermanfaat untuk memperbaiki sel, metabolisme glukosa dan lemak, serta melindungi sel pankreas. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan rancangan pre-post dengan dua kelompok perlakuan. Penelitian dilakukan mulai Agustus hingga Oktober 2020. Data yang dikumpulkan adalah kadar gula darah, asupan energy dan karbohidrat, indeks glikemik, status obesitas, aktifitas fisik dan genetik. Tahapan penelitian adalah: pembuatan makanan fungsional sari kedelai dan formula kedelai. Makanan fungsional pada kelompok perlakuan diberikan selama 14 hari. Analisa data menggunakan uji statistik t-tes dependent dan independent dengan derajat kepercayaan 95% (α &lt; 0,05) dan dilanjutkan dengan analisa regresi linier ganda. Ada pengaruh pemberian formula kedelai dan sari kedelai terhadap kadar gula darah penderita DM Tipe 2. Rerata penurunan kadar gula darah pada kelompok yang diberikan formula kedelai sebesar 26.30 mg/dl, sedangkan pada kelompok yang diberikan sari kedelai sebesar 17.96 mg/dl. Formula kedelai dapat menurunkan kadar gula darah 8,34 mg/dl lebih besar daripada sari kedelai. Aktifitas fisik yang dilakukan secara teratur mempunyai peran untuk menurunkan kadar gula darah sebesar 33,828 mg/dl. Sari kedelai dan formula kedelai dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2.
Co-Authors Abdul Hadi Abdurahman Abdurrahman Abdurrahman Abdurrahman Adenin, Rabiatul Agus Hendra Al Rahmad Ahmad Syafiq Alfian Helmi Alhuda, Alhuda Ali Rosidi Ananta, Prayuda Andriani Andriani Annisa, Devita Arifin, Syuja Rafiqi Arifin, Syuja' Rafiqi Arnisam, Arnisam AS, Emilda Asnawi Abdullah Atsiila, Wanda Azka Aulina Adamy Azizah, Amelia Puteri Nur Bella Fandila Boediman, Dradjat Cesilia M Dwiriani Cut Aja Nuraskin Cut Mutiah Diya, Octa Dwi Dorista, Eva Emilda, Emilda Emy Yuliantini Endy Paryanto Prawirohartono, Endy Paryanto Evaliani, Evaliani Fadjri, T. Khairul Fahmi Ichwansyah Fandila, Bella Fatimah Zuhra FEBRIAN, ANGGA Fitrianingsih, Eva Gitayani, Aurelia Udella Hadi, Nada Nabilla Halimatussakdiah Halimatussakdiah Halimatussakdiah, H Hanif Muchdatul Ayunda Harahap, Meliani Sukmadewi Hermansyah Hermansyah Hidayansyah, Robi Ikeu Ekayanti Ikeu Tanziha Indah Yusra Indradewa, Rhian Iskandar Iskandar Iskandar Mirza Ismail, Nizam Ismardiani, Yossi Junaidi Junaidi Kamsiah Kamsiah Kasad, Kasad Khairunnas, Khairunnas Kobat, Reny Ivaqueene Lina Lina M. Marthoenis Maghfirah Maghfirah Mahadewi, Anisa Agatha Maidar, Maidar Meutia Zahara Muliadi, Teuku Mulyani, Itza Nafi’ah, Radifatun Nafi’ah, Radifatun Nizam Ismail Noni Zakiah Nora Veri Nunung Sri Mulyani Nurdhahri . Nurul Husna Nuzul Inas Nabila, Nuzul Inas Phebe, Natasya Purwanti, Raisa Adelia Putri, Jufiza Rachma, Esmeralda Cantika Rachmawati Rachmawati Rahmadiana, Rahmadiana Ramelan, Mudji Rachmat Reca Reca riany, pipiet Ribhan Ribhan, Ribhan Risatianti Kolopaking Risatianti Kolopaking, Risatianti Saputra, Irwan Sembiring, Rinawati Silvia Wagustina Silvia Wagustina, Silvia Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Mutia Rahmawati Siti Zulfah, Siti Supriyanti Supriyanti Surimadilla, Surimadilla Suryana Suryana Syuja’ Rafiqi Arifin T. Iskandar Faisal T. Iskandar Faisal Teuku Salfiyadi Tiarisma, Alfi Tonny C Maigoda Toto Sudargo Uswatun Hasanah Wiwit Estuti Wiwit Estuti Yapita, Jennifer Yolanda, Nida Amira Taris Yulia Fitri Yuliana Noor Setiawati Ulvie Zakaria, Radhiah Zatira, Sarah