Claim Missing Document
Check
Articles

Kebiasaan Makan dan Kejadian Anemia pada Santriwati Pesantren di Kota Banda Aceh Aceh Indonesia Putri, Jufiza; Ahmad, Aripin
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i2.414

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok berisiko lebih tinggi terkena anemia disebabkan factor fisiologis siklus menstruasi, pola makan yang tidak sehat dan perilaku hidup yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan, keragaman konsumsi, dan kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian anemia pada santriwati pondok pesantren. Desain cross-sectional study pada 142 santriwati di Pondok Pesantren di Kabupaten Aceh Besar, dilakukan pada bulan Mei 2021. Data pola makan dikumpulkan dengan metode food frequency questinaire (FFQ), keragaman konsumsi menggunakan metode Individual dietary diversity score (IDDS), dan kebiasaan saran pagi dengan metode food recall. Data kadar haemoglobin dikumpulkan dengan alat Easy touch, anemia bila kadar Hb<12 g/dL. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square test pada tingkat kepercayaan 95%. Hampir setengah dari santriwati memiliki pola makan dengan kategori cukup (42,5%), 95,1% konsumsi beragam, dan 78,2% sarapan setiap pagi. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan signifikan pola makan, keragaman konsumsi dan kebiasaan sarapan pagi dengan anemia (p=0,025, p=0,003 dan p=0,025). Pola konsumsi makan, keragaman dan sarapan pagi berpegaruh signifikan terhadap kejadian anemia pada santriwati, perlu upaya untuk meningkatkan pola makan pada santriwati terutama yang tinggal secara boarding melalui perbaikan menu makanan dan edukasi gizi seimbang pada Santriwati di Pondok Pesantren untuk mencegah anemia.
Pengembangan Media Booklet Sebagai Media Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan Anemia Pada Santriwati di Pesantren Modern Babun Najah Ulee Kareng Kota Banda Aceh Adenin, Rabiatul; Ahmad, Aripin
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 2 (2023): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i2.431

Abstract

Angka kejadian anemia di Indonesia terbilang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32 %, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Remaja putri memiliki resiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami mensturasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan lebih banyak asupan gizi. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat memunculkan motivasi intrinsik (motivasi yang muncul dari diri sendiri tanpa ada dorongan dari orang lain). Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia adalah dengan memberikan edukasi gizi dengan cara memberikan penyuluhan atau edukasi. Tujuan mengembangkan media booklet sebagai media edukasi gizi terhadap pengetahuan anemia. Penelitian ini menggunakan metode Reseach and Developmen dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Developmen, Implementation, Evaluasion). Intrumen pengeumpulan data berupa angket. Dalam penelitian ini menggunkan 3 orang ahli/pakar materi dan media, Serta 56 orang responden dan 10 orang sampel yang merupakan santriwati. Rerata skor penilaian dari setiap item berada pada skala ≥4.50, yaitu aspek tampilan media booklet berada pada katagori sangat menarik, aspek kejelasan isi media booklet berada pada katagori sangat jelas, aspek kemudahan pemahaman terhadap media booklet berada pada katagori sangat mudah dipahami, dan aspek kemanfaatan media booklet media booklet sebagai media edukasi berada pada katagori sangat membantu serta terdapat peningkatan pengetahuan anemia pada santriwati sebesar 71,60, hasil tersebut menunjukan adanya peningkatan skor sebanyak 7,8 poin. Media booklet tentang anemia mempunyai tingkat penerimaan dengan katagori sangat baik dan layak digunakan sebagai media edukasi gizi bagi santriwati. Perlu dilakukan penelitian lanjut untuk menguji efektifitas produk sehingga dapat diketahui tingkat efektifitas pengembangan produk.
The Effect of Electronic Nursing Documentation (END) Implementation on Nursing Services Toward Patients’ Satisfaction Halimatussakdiah, H; Faisal, T. Iskandar; Nuraskin, Cut Aja; Ahmad, Aripin; Alhuda, Alhuda
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.146 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.842

Abstract

Services in nursing are developing nowadays, one of which is the documentation of nurses’ performance by means of computers. Documentation of nursing services is carried out 24 hours for inpatients. The complex and continuous workload of nurses in service requires tools that support their work to create professional service documentation. This study aims to examine the design of the nursing care documentation model using a computer including assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. The variables tested in this study were patients’satisfaction, nurses’performance, syar'i ethics and the Electronic Nursing Documentation (END) program. A quantitative designed were used with a cross-sectional approach. The samples were 420 patients. Respondent was obtained through multistage sampling. The independent variable was the surgical patient with criteria aged 17-50 years, postoperative day 2-3, no complications, the patient was conscious, could read and write and was willing to be a respondent. The dependent variable was nurses’ performance and patients’ satisfaction. Data collection was performed using a questionnaire and was analyzed with SEM version 22. The results of this study indicated that nurses can provide comprehensive nursing care for patients by using digital documentation  (Electronic Nursing Documentation application). The use of Electronic Nursing Documentation (END) can increase patients’ satisfaction through syar'i ethics and good nurses’ performance. Of all the variables tested in model development, syar'i ethics affect improved patients’ satisfaction.SEM test results obtained GFI (Goodness of Fit Index) values which should be within the expected Cut of Value range (p-Value less than 0.05). The use of END in nursing services and supported by syar'i ethics and proper nurses’ performance can increase patients’ satisfaction post-surgery.   Abstrak: Pelayanan keperawatan telah berkembang saat ini, salah satunya adalah pendokumentasian kinerja perawat melalui komputer. Pendokumentasian pelayanan keperawatan dilakukan 24 jam untuk pasien rawat inap. Beban kerja perawat yang kompleks dan berkesinambungan dalam pelayanan membutuhkan alat yang mendukung pekerjaannya untuk membuat dokumentasi pelayanan yang profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rancangan model dokumentasi asuhan keperawatan dengan menggunakan komputer meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Variabel yang diuji dalam penelitian ini adalah kepuasan pasien, kinerja perawat, etika syar'i dan program Electronic Nursing Documentation (END). Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 420 pasien. Responden diperoleh melalui multistage sampling. Variabel bebas adalah pasien bedah dengan kriteria usia 17-50 tahun, hari ke 2-3 pasca operasi, tidak ada komplikasi, pasien sadar, dapat membaca dan menulis dan bersedia menjadi responden. Variabel terikat adalah kinerja perawat dan kepuasan pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan SEM versi 22.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif kepada pasien dengan menggunakan dokumentasi digital (aplikasi Electronic Nursing Documentation). Penggunaan Electronic Nursing Documentation (END) dapat meningkatkan kepuasan pasien melalui etika syar'i dan kinerja perawat yang baik. Dari semua variabel yang diuji dalam pengembangan model, etika syar'i berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan pasien. Hasil uji SEM diperoleh nilai GFI (Goodness of Fit Index)  berada dalam rentang Cut of Value yang diharapkan (p Value 0,05). Penggunaan END dalam pelayanan keperawatan dan didukung dengan etika syar'i dan kinerja perawat yang baik dapat meningkatkan kepuasan pasien pasca operasi.
PENINGKATAN KAPASITAS ALUMNI DALAM IMPLEMENTASI PEMANFAATAN DAUN KELOR BAGI KESEHATAN IBU HAMIL: INCREASING ALUMNI CAPACITY IN IMPLEMENTING THE UTILIZATION OF MORINGA LEAVES FOR THE HEALTH OF PREGNANT WOMEN Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Abdurrahman, Abdurrahman; Ahmad, Aripin; Zakiah, Noni
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i3.2741

Abstract

Daun kelor merupakan bahan yang mudah didapat dan dapat dikembangkan dalam usaha  pangan berkualitas untuk pencegahan anemia ibu hamil. Data dari BPS tahun 2021, menyebutkan bahwa, usaha  di Indonesia saat ini didominasi oleh kegiatan perdagangan   besar dan eceran (37,72 %) yang berupa Industri, sedangkan usaha yang bersifat pengolahan hanya (16,28 %). Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wirausaha produk kelor pada alumni Poltekkes Kemenkes Aceh. Pengabmas ini menggunakan pendekatan Proses Keperawatan komunitas meliputi: 1) Pengkajian dengan melakukan pengumpulan data jumlah peserta dari Ka Prodi, 2) Membuat perencanaan dan koordinasi dengan narasumber 3) Melakukan pretest pembekalan materi dan praktik ke UMKM, 4) melakukan posttest, 5) pengolahan dan analisis data dan 6) melakukan evaluasi. Pengabmas dilakukan tanggal 1 – 2 Agustus 2024 di Poltekkes Kemenkes Aceh dan UMKM Aroma Food. Jumlah peserta 20 orang dari 5 Jurusan di Poltekkes kemenkes Aceh. Analisis data menggunakan komputer dan data disajikan dalam bentuk tabel dan dilakukan penjelasan narasi atau deskriptif.  Hasil nilai pretest didapatkan nilai dominan pada katagori baik sebanyak 13 orang (65 %) dan pada meningkat nilai posttest yaitu18 orang (90 %) pada katagori baik. Sisanya pada katagori nilai cukup. Kegiatan pengabdian bermanfaat untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan alumni tentang usaha dan tehnis pemasaran produk olahan daun kelor. Diharapkan setelah pengabmas ini adanya kader wirausaha dari alumni Poltekkes Kemenkes Aceh dalam bentuk UMKM makanan siap saji  untuk pencegahan anemia ibu hamil dari bahan kelor yang dipasarkan secara online.
Exploring the Relationship Between Immunization and Stunting: Understanding the Impact of Vaccinations on Child Growth and Development Mulyani, Itza; khairunnas, khairunnas; Ayunda, Hanif Muchdatul; Syafiq, Ahmad; Ahmad, Aripin; Muliadi, Teuku
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v10i1.7364

Abstract

The study aimed to investigate the relationship between stunting and completeness of immunization among children under five years old in Indonesia. The study used a cross-sectional design with a quantitative approach, utilizing secondary data from the Indonesian Family Life Study (IFLS) V big data in 2014. The sample consisted of children aged 12-59 months from 13 provinces in Indonesia, representing 83% of the total population. Data were analyzed using SPSS and STATA programs. Statistical analysis was performed to determine the association between immunization status and stunting. The results showed a significant statistical relationship (p-value <0.05) between immunization status and stunting occurrence among children aged 12-59 months in Indonesia, with a p-value of 0.001 and a PR value of 1.2 (95% CI: 1.14-1.6). Children who receive incomplete immunization have a 1.2 times greater risk of stunting compared to those who receive complete immunization. The study concluded that completeness of immunization is associated with stunting among children under five years old in Indonesia. Therefore, it is essential to ensure complete immunization coverage to prevent stunting in this population.
Determinan Faktor Stunting Pada Anak Balita di Darul Imarah Aceh Besar, Indonesia Ahmad, Aripin
JURNAL RISET GIZI Vol. 10 No. 1 (2022): Mei (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i1.8077

Abstract

Stunting is a disorder of growth and development of children affected by chronic nutrient deficiency, repeated infections and lack of stimulation during the first 1000 days of a child's life. This study aims to examine the effect of breastfeeding and birth weight with the incidence of stunting in children under five. The case control study design was used for 116 children under five, namely 53 cases and 53 controls, in the working area of the Darul Imarah Health Center Aceh Besar. Data characteristics, early brestfeeding initiation, exclusive breastfeeding, duration of breastfeeding were collected by interview method, birth weight was collected from birth records in the MCH book, and stunting data was collected by anthropometric measurements determined by the HAZ index based on the z-score, stunting if the z-score value <-2 SD. Data analysis was performed bivariate and multivariate using binary logistic regression test at 95% confidence level. The results showed that exclusive breastfeeding and LBW were risk factors for stunting in under five children. Children who are not exclusively breastfed are at risk of 4.57 times greater risk of stunting than children who are exclusively breastfed (OR=4.57; 95% CI; 1.57-13.27), and children born with low birth weight have a 9.43 times greater risk of stunting than children born with normal weight (OR=9.43: 95% CI; 3.54-25.12). Efforts are needed to increase the coverage of exclusive breastfeeding through education and promotion of breastfeeding, as well as improving the health of pregnant women to prevent LBW babies, so as to reduce the incidence of stunting. since early stage.
Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Nafi’ah, Radifatun; Ahmad, Aripin
JURNAL RISET GIZI Vol. 10 No. 2 (2022): November (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i2.10695

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting di Indonesia dari tahun 2007 hingga tahun 2018 belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Aceh merupakan provinsi dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi. Salah satu kabupaten yang mempunyai prevalensi stunting cukup tinggi adalah Kabupaten Aceh Barat Daya yang mempunyai prevalensi sebesar 42,53%. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab stunting adalah karakteristik, sosial ekonomi, pemberian ASI eksklusif, inisiasi menyusui, pola konsumsi, dan penyakit menular.Tujuan: Mengukur faktor-faktor yang berhubungan dengan penyebab stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya.Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain case control, telah dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie pada tahun 2021. Sampel sebanyak 37 kasus dan 37 kontrol diambil secara acak.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempunyai hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan adalah berat badan lahir rendah (p=0,025), riwayat penyakit menular (p=0,011), pendapatan keluarga (p=0,000 ), dan pola makan (p = 0,000). Sedangkan faktor yang dominan adalah pola makan (p=0.002; OR=8.1) yaitu sekitar 8.1 kali dapat menyebabkan stunting dibandingkan dengan pola makan yang cukup setelah dilakukan pengendalian variabel BBLR, penyakit menular, pendapatan keluarga.Kesimpulan: Faktor penyebab terjadinya stunting pada anak usia 24-59 bulan di Blangpidie adalah berat badan lahir rendah, pernah mengalami penyakit menular, pendapatan keluarga rendah dan pola makan yang buruk. Faktor penyebab stunting yang paling dominan adalah pola makan anak yang buruk.
Determinan Faktor Stunting Pada Anak Balita di Darul Imarah Aceh Besar, Indonesia Ahmad, Aripin
JURNAL RISET GIZI Vol. 10 No. 1 (2022): Mei (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i1.8077

Abstract

Stunting is a disorder of growth and development of children affected by chronic nutrient deficiency, repeated infections and lack of stimulation during the first 1000 days of a child's life. This study aims to examine the effect of breastfeeding and birth weight with the incidence of stunting in children under five. The case control study design was used for 116 children under five, namely 53 cases and 53 controls, in the working area of the Darul Imarah Health Center Aceh Besar. Data characteristics, early brestfeeding initiation, exclusive breastfeeding, duration of breastfeeding were collected by interview method, birth weight was collected from birth records in the MCH book, and stunting data was collected by anthropometric measurements determined by the HAZ index based on the z-score, stunting if the z-score value <-2 SD. Data analysis was performed bivariate and multivariate using binary logistic regression test at 95% confidence level. The results showed that exclusive breastfeeding and LBW were risk factors for stunting in under five children. Children who are not exclusively breastfed are at risk of 4.57 times greater risk of stunting than children who are exclusively breastfed (OR=4.57; 95% CI; 1.57-13.27), and children born with low birth weight have a 9.43 times greater risk of stunting than children born with normal weight (OR=9.43: 95% CI; 3.54-25.12). Efforts are needed to increase the coverage of exclusive breastfeeding through education and promotion of breastfeeding, as well as improving the health of pregnant women to prevent LBW babies, so as to reduce the incidence of stunting. since early stage.
Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Nafi’ah, Radifatun; Ahmad, Aripin
JURNAL RISET GIZI Vol. 10 No. 2 (2022): November (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i2.10695

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting di Indonesia dari tahun 2007 hingga tahun 2018 belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Aceh merupakan provinsi dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi. Salah satu kabupaten yang mempunyai prevalensi stunting cukup tinggi adalah Kabupaten Aceh Barat Daya yang mempunyai prevalensi sebesar 42,53%. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab stunting adalah karakteristik, sosial ekonomi, pemberian ASI eksklusif, inisiasi menyusui, pola konsumsi, dan penyakit menular.Tujuan: Mengukur faktor-faktor yang berhubungan dengan penyebab stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya.Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain case control, telah dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie pada tahun 2021. Sampel sebanyak 37 kasus dan 37 kontrol diambil secara acak.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempunyai hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan adalah berat badan lahir rendah (p=0,025), riwayat penyakit menular (p=0,011), pendapatan keluarga (p=0,000 ), dan pola makan (p = 0,000). Sedangkan faktor yang dominan adalah pola makan (p=0.002; OR=8.1) yaitu sekitar 8.1 kali dapat menyebabkan stunting dibandingkan dengan pola makan yang cukup setelah dilakukan pengendalian variabel BBLR, penyakit menular, pendapatan keluarga.Kesimpulan: Faktor penyebab terjadinya stunting pada anak usia 24-59 bulan di Blangpidie adalah berat badan lahir rendah, pernah mengalami penyakit menular, pendapatan keluarga rendah dan pola makan yang buruk. Faktor penyebab stunting yang paling dominan adalah pola makan anak yang buruk.
Determinan Faktor Stunting Pada Anak Balita di Darul Imarah Aceh Besar, Indonesia Ahmad, Aripin
JURNAL RISET GIZI Vol. 10 No. 1 (2022): Mei (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i1.8077

Abstract

Stunting is a disorder of growth and development of children affected by chronic nutrient deficiency, repeated infections and lack of stimulation during the first 1000 days of a child's life. This study aims to examine the effect of breastfeeding and birth weight with the incidence of stunting in children under five. The case control study design was used for 116 children under five, namely 53 cases and 53 controls, in the working area of the Darul Imarah Health Center Aceh Besar. Data characteristics, early brestfeeding initiation, exclusive breastfeeding, duration of breastfeeding were collected by interview method, birth weight was collected from birth records in the MCH book, and stunting data was collected by anthropometric measurements determined by the HAZ index based on the z-score, stunting if the z-score value <-2 SD. Data analysis was performed bivariate and multivariate using binary logistic regression test at 95% confidence level. The results showed that exclusive breastfeeding and LBW were risk factors for stunting in under five children. Children who are not exclusively breastfed are at risk of 4.57 times greater risk of stunting than children who are exclusively breastfed (OR=4.57; 95% CI; 1.57-13.27), and children born with low birth weight have a 9.43 times greater risk of stunting than children born with normal weight (OR=9.43: 95% CI; 3.54-25.12). Efforts are needed to increase the coverage of exclusive breastfeeding through education and promotion of breastfeeding, as well as improving the health of pregnant women to prevent LBW babies, so as to reduce the incidence of stunting. since early stage.
Co-Authors Abdul Hadi Abdurahman Abdurrahman Abdurrahman Abdurrahman Adenin, Rabiatul Agus Hendra Al Rahmad Ahmad Syafiq Alfian Helmi Alfridsyah Alfridsyah Alhuda, Alhuda Ananta, Prayuda Andriani Andriani Annisa, Devita Arifin, Syuja Rafiqi Arifin, Syuja' Rafiqi Arnisam, Arnisam AS, Emilda Aulina Adamy Azizah, Amelia Puteri Nur Bella Fandila Boediman, Dradjat Cesilia M Dwiriani Cut Aja Nuraskin Cut Mutiah Diya, Octa Dwi Emilda, Emilda Emy Yuliantini Endy Paryanto Prawirohartono, Endy Paryanto Evaliani, Evaliani Fadjri, T Khairul Fadjri, T. Khairul Fandila, Bella FEBRIAN, ANGGA Fitrianingsih, Eva Gitayani, Aurelia Udella Halimatussakdiah Halimatussakdiah, H Hanif Muchdatul Ayunda Harahap, Meliani Sukmadewi Hidayansyah, Robi Ichsan Ichsan Indah Yusra Indradewa, Rhian Iskandar Iskandar Iskandar Mirza Ismail, Nizam Ismanita, Ismanita Junaidi Junaidi Kamsiah Kamsiah Kasad, Kasad Khairunnas, Khairunnas Kobat, Reny Ivaqueene Lina Lina Mahadewi, Anisa Agatha Maidar, Maidar Meutia Zahara Muliadi, Teuku Mulyani, Itza Nafi’ah, Radifatun Nafi’ah, Radifatun Nizam Ismail Noni Zakiah Nora Veri Nunung Sri Mulyani Nurdhahri . Nurul Husna Nuzul Inas Nabila, Nuzul Inas Phebe, Natasya Putri, Jufiza Rachmawati Rachmawati Ramelan, Mudji Rachmat Reca Reca riany, pipiet Ribhan Ribhan, Ribhan Risatianti Kolopaking Risatianti Kolopaking, Risatianti Sembiring, Rinawati Silvia Wagustina Silvia Wagustina, Silvia Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Mutia Rahmawati Siti Zulfah, Siti Supriyanti Supriyanti Surimadilla, Surimadilla Suryana Suryana Syuja’ Rafiqi Arifin T. Iskandar Faisal T. Iskandar Faisal Teuku Salfiyadi Tiarisma, Alfi Tonny C Maigoda Uswatun Hasanah Wiwit Estuti Wiwit Estuti Yardha, Sawfa Yulia Fitri Zatira, Sarah