Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Nafi’ah, Radifatun; Ahmad, Aripin
JURNAL RISET GIZI Vol. 10 No. 2 (2022): November (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i2.10695

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting di Indonesia dari tahun 2007 hingga tahun 2018 belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Aceh merupakan provinsi dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi. Salah satu kabupaten yang mempunyai prevalensi stunting cukup tinggi adalah Kabupaten Aceh Barat Daya yang mempunyai prevalensi sebesar 42,53%. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab stunting adalah karakteristik, sosial ekonomi, pemberian ASI eksklusif, inisiasi menyusui, pola konsumsi, dan penyakit menular.Tujuan: Mengukur faktor-faktor yang berhubungan dengan penyebab stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya.Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain case control, telah dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie pada tahun 2021. Sampel sebanyak 37 kasus dan 37 kontrol diambil secara acak.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempunyai hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan adalah berat badan lahir rendah (p=0,025), riwayat penyakit menular (p=0,011), pendapatan keluarga (p=0,000 ), dan pola makan (p = 0,000). Sedangkan faktor yang dominan adalah pola makan (p=0.002; OR=8.1) yaitu sekitar 8.1 kali dapat menyebabkan stunting dibandingkan dengan pola makan yang cukup setelah dilakukan pengendalian variabel BBLR, penyakit menular, pendapatan keluarga.Kesimpulan: Faktor penyebab terjadinya stunting pada anak usia 24-59 bulan di Blangpidie adalah berat badan lahir rendah, pernah mengalami penyakit menular, pendapatan keluarga rendah dan pola makan yang buruk. Faktor penyebab stunting yang paling dominan adalah pola makan anak yang buruk.
AN OVERVIEW OF FAMILY FOOD SECURITY DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN ACEH PROVINCE Fandila, Bella; Ahmad, Aripin
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i2.1267

Abstract

Background: Coronavirus is a new type of virus that has been found in humans, first reported in Wuhan China, in December 2019. In Indonesia as of August 18, 2021, there were 3.908.247 confirmed positive case, 121.141 deaths and 3.443.903 recoveries. In Aceh, there were 37.797 confirmed case, 1.707 in treatment, 34.148 recovered cases and 1.937 deaths. Methods: This research is descriptive in nature to see a picture of family food security during the Covid 19 pandemic. A sample of 70 people, was carried out in total population. Result: The results of the data on the frequency distribution of family food security during the Coid-19 pandemic in Aceh Province showed that in the last 4 weeks there were worries that there was not enough food in the household (55.7%), never in the household could not eat the preferred type of food due to lack of resources (75.7%), never household members felt limited to eating various types of food due to lack of resources (80.0%), never had a household members eat food that they didn't want to eat because of limited resources to get other types of food (85.7%), never mothers or other family members ate small portions for fear of not having enough for other family members (88.6%), there was once a family member who ate less food in a day because there was not enough food (90.0%), never in the household did not have food supplies to eat due to lack of resources to get food (91.4%), never had any family member sleep at night hungry because there is not enough food (97.1%), there has never been any family member who went from morning to night without eating anything because they felt there was not enough food (97.1%). Recommendation: It is hoped that through the role of nutritionists in providing media containing information about family food security in order to increase the knowledge of the population in Aceh Province regarding family food security.
PELATIHAN ANAKKU SEHAT DAN CERDAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA GURU PAUD HI (HOLISTIK INTERGRATIF) DI KECAMATAN RANTAU SELAMAT KABUPATEN ACEH TIMUR Lina, Lina; Harahap, Meliani Sukmadewi; Ahmad, Aripin; Kasad, Kasad; Emilda, Emilda; Supriyanti, Supriyanti; Helmi, Alfian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36650

Abstract

Berantas Stunting SEAMEO-REFCON bekerja sama dengan Pemerintah Aceh Timur dan Poltekkes Kemenkes Aceh. SEMEO-REFCON telah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan Anakku Sehat dan Cerdas bagi Master of Trainers (MoT) di Kabupaten Aceh Timur dengan menggunkan 9 modul Annakku Sehat dan Cerdas secara during yang diikuti oleh pihak Akademisi dan Pemerintah Aceh Timur dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dari perangkat daerah terkait pengembangan anak usia dini holistik-integratif dalam rangka upaya pencegahan stunting. Tujuan kegiatan pengabdian meningkatkan pengetahuan dan kemandirian guru PAUD HI dalam mengoptimalkan tumbuh kembang balita untuk pencegahan stunting di Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur Tahun 2024. Metode: kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk pelatihan yang terdiri dari pembukaan, pretest, penyampaian materi dengan menggunakan 9 modul Annaku Sehat dan Cerdas, postest, penutupan dan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi. Peserta platihan ini guru PAUD HI dan Kader Kesehatan yang ada di Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur sebanyak 21 orang. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 4 Oktober 2024 di aula UPTD Puskesmas Rantau Selamat. Hasil : Kegiatan ini terlaksana dengan baik sesuai rencana dengan hasil terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dimana hasil pretest sebanyak 21 orang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 100% dan hasil postest sebanyak 21 orang (100%) memiliki pengetahuan baik. Peserta juga melakukan microteacing dan parentring kepada orang tua anak usia dini (AUD). Pelatihan ini sangat bermanfaat maka perlu ditingkatkan dan dilaksnakan kembali terutama kepada guru -guru PAUD HI dan Kader Kesehatan yang ada di kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur.
Increasing the Number of Santri at Khadijah Boarding School through Digital Marketing: Peningkatan Jumlah Santri di Khadijah Boarding School Melalui Pemasaran Digital Febrian, Angga; Husna, Nurul; Ahmad, Aripin; Ribhan; Ananta, Prayuda
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.14465

Abstract

Banyaknya Pondok Pesantren di Indonesia menjadi tantangan tesendiri bagi pengelola pondok pesantren untuk terus meningkatkan mutu pendidikannya agar dapat menjaga keberlangsungan hidup. Salah satunya adalah meningkatkan jumlah santri dengan tidak hanya mengandalkan dari calon santri dilingkungan terdekat tempat pondok pesantren tersebut. Namun, dapat memperkenalkan ke seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu cara efektif dalam menjangkau calon santri adalah memanfaatkan pemasaran digital. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam membuat konten digital dengan memaksimalkan media sosial dan website untuk menjangkau calon santri yang lebih luas. Pelatihan dilakukan dengan pendampingan, sehingga kami memastikan bahwa mitra dapat mandiri dalam mengelola pemasaran digital. Pendampingan dilakukan terhadap seluruh karyawan Khadijah Borading School. Peserta dibekali dalam pelatihan fotografi dan videografi, memanfaatkan Facebook ads, memaksimalkan Search Engine Optimization, dan membuat landingpage untuk beriklan. Pada akhirnya kegiatan tersebut dapat meningkatkan keterampilan mitra yang berimplikasi pada peningkatan awareness calon santri dan meningkatkan jumlah pendaftar santri
Iron Deficiency Risk Factors in Undernourished Children Aged 6-23 Months in Aceh, Indonesia Ahmad, Aripin; Madanijah, Siti; Dwiriani, Cesilia Meti; Kolopaking, Risatianti
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 13 No. 3 (2018)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.663 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2018.13.3.145-156

Abstract

The study aimed to analyse both the prevalence and risk factors for iron deficiency in undernourished children aged 6-23 months in Aceh. A cross-sectional study design was applied on 154 underweight children selected through a cluster sampling. Ferritin serum was analysed using the the enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), haemoglobin level using the cyanmethaemoglobin, socio-demographic and food frequency data were collected by interviews. Data on iron intake, dietary diversity and nutrient density were assesed by the repeated 24 hours recall method for three days. The results showed that 27.3% of children suffered from iron deficiency (ID), 50.7% was anaemic and 19.7% suffered from iron deficiency anaemia (IDA). Only 37.7% of children had received exclusive breast milk, 45.5% were given timely introduction of complementary feeding, 33.1% met the minimum meal frequency, 28.6% met dietary diversity, and 23.4% met the criteria for acceptable diet, 33.1% had iron intake from complementary feeding >40% RDA and 24.7% had enough iron density. Age, breastfeeding status and mother’s occupation were significantly associated with the occurrence of ID where children aged 12-23 months were at lower risk than those aged 6-11 months (OR=0.28; 95%CI:0.09-0.83), while children who were not breastfed had 11.33 times higher risk of suffering from ID (OR=11.33; 95%CI:1.38-93.39). Working mothers had 8.29 higher risk of having children with ID (OR=8.29; 95%CI:1.71-40.08). The prevalence of ID in undernourished children was very high, thus it is necessary to improve the quality of breastfeeding and complementary feeding practicess as well as other interventions integrated into reducing malnutrition and iron deficiency to accelerate prevention of malnutrition in children. 
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SEBAGAI AKSELERASI TRANSFORMASI DIGITAL PELAKU USAHA MIKRO KECIL MENENGAH Ribhan, Ribhan; Firdaus, Luthfi; Ahmad, Aripin; Ramelan, Mudji Rachmat
BEGAWI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 - Nomor 2 - Juli 2024
Publisher : Faculty of Economics and Business Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/begawi.v2i2.50

Abstract

Pelatihan literasi digital yang dilaksanakan di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam berbagai bidang digital, antara lain keterampilan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital. Workshop, pendampingan, konsultasi, dan diskusi semuanya berfungsi sebagai bentuk pelatihan. Pelatihan ini memberikan peningkatan dalam bidang keterampilan digital (35%), etika digital (25%), budaya digital (30%), dan keamanan digital (30%). Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan tingkat lanjut dalam menggunakan teknologi untuk bisnis dan aktivitas sehari-hari. Peserta meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan perangkat lunak pendukung bisnis, internet, dan media sosial, serta pemahaman mereka tentang pentingnya perilaku etis dan perlindungan data. Dampak sosial pelatihan ini meliputi peningkatan efisiensi operasional, profesionalisme dalam kontak online, kemampuan terlibat dalam komunitas digital, dan perlindungan ancaman siber terhadap data perusahaan. Untuk memastikan kelangsungan jangka panjang dari peningkatan literasi digital, bantuan berkelanjutan, pendampingan, pembentukan jaringan komunitas digital, memasukkan hasil pelatihan ke dalam peraturan daerah, serta evaluasi dan penyesuaian program secara berkala, semuanya disarankan. Dengan inisiatif-inisiatif ini, literasi digital Desa Tarahan dapat terus meningkat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Determinan stunting pada anak usia di bawah lima tahun di Aceh: Analisis data SUSENAS dan SSGBI 2019 Kobat, Reny Ivaqueene; Ahmad, Aripin; Zahara, Meutia
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2025): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v6i3.2847

Abstract

Background: Stunting in children under five years of age is a chronic nutritional problem that has long-term impacts on the quality of physical growth and cognitive development of children. Aceh has recorded a high prevalence of stunting (SSGBI 2019:34,18%); however, studies that integrate national data to identify actionable local determinants remain limited.Objective: To identify factors associated with stunting among children under five years of age in Aceh and determine the dominant factors that could become the focus of local policy interventions.Methods: This cross-sectional study analyzed secondary data from the 2019 Susenas and SSGBI. The sample was selected as a subset of all households in Aceh Province that were recorded in both surveys and met the inclusion criteria (children aged 0–59 months with complete anthropometric and related variable data), resulting in 1,019 children in 2019. Multistage stratified cluster sampling was conducted by the BPS and Ministry of Health. Stratified data from Aceh Province were used for this analysis. The analysis included descriptive analysis, bivariate tests (chi-square), and multivariate logistic regression to identify determinant factors (Adjusted Odds Ratio [AOR], 95% confidence level).Results: The prevalence of stunting among children under five years of age in Aceh was 27,67% (n=1,019). In the bivariate analysis, factors significantly associated with stunting were Early Initiation of Breastfeeding (EIBF) (p=0,002), exclusive breastfeeding (p=0,043), access to food (p=0,033), access to information media (p=0,001), parental education (p<0,05), birth spacing (p=0,000), and area (urban/rural) (p=0,003). In the multivariate model, the dominant factors increasing the odds of stunting were severe household food insecurity (AOR=1,56), not accessing health information media (AOR=1,51), living in rural areas (AOR=1.40), and not practicing EIBF (AOR=1,40), all of which were significant at p<0,05.Conclusion: Food security is the most dominant factor associated with stunting in Aceh, Indonesia. Recommended interventions include strengthening family- and community-based food security programs (including targeted food assistance and food diversification), improving maternal nutrition education during the first 1,000 days of life with empowerment strategies through accessible information media, and enhancing breastfeeding support and posyandu services in rural areas.
Effect of “Nutricase” Pencil Box–Based Nutrition on Knowledge and Attitudes Toward Healthy Snacking among Elementary School Students Yardha, Sawfa; Fadjri, T Khairul; Ahmad, Aripin; Alfridsyah, Alfridsyah
JAND: Journal of Applied Nutrition and Dietetic Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jand.v5i2.974

Abstract

School snacks play an important role in children’s health and nutritional status. However, many snacks consumed by school-aged children do not meet food safety and nutritional standards, thereby increasing the risk of health problems. Therefore, appropriate nutrition education media are needed to improve students’ knowledge and attitudes toward healthy snacking. This study aimed to determine the effectiveness of the Nutricase educational media in improving students’ knowledge and attitudes toward healthy snack consumption.This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data were collected using questionnaires, and both quantitative and qualitative data were obtained. The study sample consisted of 22 fourth-grade students selected using a total sampling technique. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics, including the Wilcoxon signed-rank test to analyze knowledge and the independent t-test to assess attitudes. The validation results from material, media, and language experts indicated that the Nutricase media was categorized as very good. The results of the Wilcoxon test showed a significant difference between pre-test and post-test knowledge scores (p = 0.003; p < 0.05), while the t-test results also showed a significant improvement in students’ attitudes toward healthy snacking (p = 0.026; p < 0.05). It is expected that Nutricase can serve as an effective nutrition education tool to enhance students’ awareness of healthy snacking practices.
Dampak Program Gizi Berbasis Sekolah terhadap Status Gizi, Anemia, dan Pengetahuan Gizi pada Anak Sekolah Dasar di Kabupaten Pidie, Aceh, Indonesia: The impact of School-Based Nutrition Program on Nutritional Status, Anemia, and Nutrition Knowledge Among Elementary School Children in Pidie District, Aceh, Indonesia Ahmad, Aripin; Arifin, Syuja' Rafiqi; Fitrianingsih, Eva; Arnisam, Arnisam
Amerta Nutrition Vol. 10 No. 1 (2026): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v10i1.2026.23-35

Abstract

Background: School-age children in Aceh are vulnerable to malnutrition, with 24.1% experiencing stunting and 12.3% exhibiting wasting, primarily due to unbalanced diets, skipping breakfast, and unhealthy snacking habits. Objectives: This study evaluates the impact of a School-Based Nutrition Program on nutritional status, anaemia, nutrition knowledge, and Clean and Healthy Behaviour (CHB) among elementary students in Pidie District, Aceh. Methods: A quasi-experimental pre–post study was conducted among 290 elementary students as part of the School-Based Nutrition Program, which included thrice-weekly meal provision, nutrition education, and CHB promotion. Nutritional status (BMI-for-age, height-for-age), anemia (hemoglobin levels), nutrition knowledge, and CHB practices (interviews) were assessed. Data were analyzed using chi-square and t-tests at a 95% confidence level. Results: Anemia prevalence decreased by 4.4%, stunting by 2.0%, and overweight by 4.9%. The height-for-age z-score slightly improved from -1.84±0.93 to -1.78±0.91. Students also showed better nutrition knowledge and CHB practices. While the program had no significant impact on reducing anemia, stunting, and BMI-for-age (p-value=0.120; p-value=0.887; p-value=0.148), it significantly improved nutrition knowledge and CHB behavior (p-value=0.015; and p-value=0.012). Conclusions: The School Based Nutrition Program effectively improved nutrition knowledge and Clean and Healthy Living Behaviour (CHLB). However, the short-term implementation did not yet lead to measurable improvements in nutritional and anemia status. To enhance future program outcomes, structured monitoring is crucial to ensure food adequacy, food safety, and the effective integration of nutrition education.
Pengaruh Substitusi Serbuk Kulit Manggis terhadap Aktivitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Teh Hijau Ismanita, Ismanita; Ahmad, Aripin; Ichsan, Ichsan; Rachmawati, Rachmawati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3064

Abstract

Latar Belakang: Teh serbuk kulit manggis merupakan salah satu minuman alami yang memiliki rasa dan aromanya yang unik, juga mengandung senyawa xanthone dan kaya akan antioksidan yang mampu mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi serbuk kulit manggis terhadap sifat organoleptik dan aktivitas antioksidan teh hijau. Metode: Desain eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial, terdiri atas tiga perlakuan, yaitu A (kulit manggis:teh hijau 50%:50%), B (60%:40%), dan C (70%:30%), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter uji meliputi daya terima (warna, rasa, dan aroma) melalui uji hedonik oleh 30 panelis terlatih di Laboratorium Pangan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh, serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-picryhydrazil) di Laboratorium Instrumen dan Penelitian Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor tertinggi untuk warna dan rasa terdapat pada perlakuan A, sedangkan aroma tertinggi terdapat pada perlakuan C, dengan kategori penilaian agak suka. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada perlakuan C dengan nilai IC50 sebesar 4,42 µg/ml yang tergolong sangat potensial. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis, substitusi serbuk kulit manggis tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan rasa, namun berpengaruh nyata terhadap aroma serta aktivitas antioksidan teh hijau. Studi in vivo diperlukan untuk menilai efektivitas antidiabetes teh hijau dengan substitusi serbuk kulit manggis.
Co-Authors Abdul Hadi Abdurahman Abdurrahman Abdurrahman Abdurrahman Adenin, Rabiatul Agus Hendra Al Rahmad Ahmad Syafiq Alfian Helmi Alfridsyah Alfridsyah Alhuda, Alhuda Ananta, Prayuda Andriani Andriani Annisa, Devita Arifin, Syuja Rafiqi Arifin, Syuja' Rafiqi Arnisam, Arnisam AS, Emilda Aulina Adamy Azizah, Amelia Puteri Nur Bella Fandila Boediman, Dradjat Cesilia M Dwiriani Cut Aja Nuraskin Cut Mutiah Diya, Octa Dwi Emilda, Emilda Emy Yuliantini Endy Paryanto Prawirohartono, Endy Paryanto Evaliani, Evaliani Fadjri, T Khairul Fadjri, T. Khairul Fandila, Bella FEBRIAN, ANGGA Fitrianingsih, Eva Gitayani, Aurelia Udella Halimatussakdiah Halimatussakdiah, H Hanif Muchdatul Ayunda Harahap, Meliani Sukmadewi Hidayansyah, Robi Ichsan Ichsan Indah Yusra Indradewa, Rhian Iskandar Iskandar Iskandar Mirza Ismail, Nizam Ismanita, Ismanita Junaidi Junaidi Kamsiah Kamsiah Kasad, Kasad Khairunnas, Khairunnas Kobat, Reny Ivaqueene Lina Lina Mahadewi, Anisa Agatha Maidar, Maidar Meutia Zahara Muliadi, Teuku Mulyani, Itza Nafi’ah, Radifatun Nafi’ah, Radifatun Nizam Ismail Noni Zakiah Nora Veri Nunung Sri Mulyani Nurdhahri . Nurul Husna Nuzul Inas Nabila, Nuzul Inas Phebe, Natasya Putri, Jufiza Rachmawati Rachmawati Ramelan, Mudji Rachmat Reca Reca riany, pipiet Ribhan Ribhan, Ribhan Risatianti Kolopaking Risatianti Kolopaking, Risatianti Sembiring, Rinawati Silvia Wagustina Silvia Wagustina, Silvia Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Mutia Rahmawati Siti Zulfah, Siti Supriyanti Supriyanti Surimadilla, Surimadilla Suryana Suryana Syuja’ Rafiqi Arifin T. Iskandar Faisal T. Iskandar Faisal Teuku Salfiyadi Tiarisma, Alfi Tonny C Maigoda Uswatun Hasanah Wiwit Estuti Wiwit Estuti Yardha, Sawfa Yulia Fitri Zatira, Sarah