p-Index From 2021 - 2026
7.511
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kadar Arsenik Dalam Air Sungai, Sedimen, Air Sumur Dan Urin Pada Komunitas di Daerah Aliran Sungai Musi Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2009 Maksuk Maksuk
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Jutaan manusia bisa terpapar arsenik. Arsenik dapat menimbulkan efek gangguan kesehatan manusia yang bersifat karsinogenik, mutagenik dan teratogenik dan toksisitasnya dapat bersifat akut dan kronik. Paparan kronik pada Arsenik meningkatkan resiko penyakit seperti lesi pada kulit, bronchitis, hepatomegali, neuropathi, peripheral vascular diseases (seperti : gangrene), penyakit cardiovascular, kanker kulit, kanker paru, dan kanker empedu. Penelitian ini untuk mengetahui kadar arsenik di dalam urin manusia dan kadar arsenik di daerah aliran sungai Musi Provinsi Sumatera Selatan tahun2009. Metode: Desain penelitian cross sectional, dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini meliputi pengambilan sampel air sungai, sedimen sungai, air bersih dan urin. Besar sampel yaitu 150 responden terdiri dari 50 sampel di bagian hulu, 50 sampel di bagian tengah dan 50 sampel di bagian hilir sungai Musi. Data diambil secara purposif random sampling.Data dianalisis di laboratorium kemudian diolah, dianalisa dan diinterpretasikan dengan uji analisis univariat, bivariat (uji Mann- Whitney dan korelasi) dan multivariat (regresi linier ganda). Hasil: Kisaran rata – rata kadar As dalam urin responden adalah 0 – 33 µg/L. Hasil analisis dengan uji korelasi umur (0,026) berhubungan secara signifikan dengan kadar As dalam urin dan uji Mann-Whitney bahwa jenis kelamin ( p value = 0,0005) , pekerjaan (pvalue = 0,005) dan kebiasaan merokok (p value = 0,0005) berhubungan secara signifikan. Sedangkan variabel yang menjadi prediktor dalam menentukan kadar arsenik dalam urin adalah jenis kelamin setelah dikontrol variabel lain. Kesimpulan: Kadar arsenik dalam urin masih berada dibawah Biological Exposure Indices, namun hal ini dapat menyebabkan akumulasi dalam tubuh manusia dan lama kelamaan akan menimbulkan efek gangguan kesehatan.
KADAR HEMOGLOBIN PEKERJA PENYEMPROT GULMA AKIBAT PAPARAN PESTISIDA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Maksuk Maksuk; Dian Pratiwi; Maliha Amin; Suzzana Suzzana
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v14i1.397

Abstract

Latar belakang: Penggunaan pestisida yang tidak sesuai aturan dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia termasuk pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar hemoglobin pekerja penyemprot gulma akibat paparan pestisida di perkebunan kelapa sawit. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian ini adalah potong lintang (cross sectional) yang dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit Kabupaten Banyuasin. Besar sampel sebanyak 80 responden, pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Analisis data dilakuka secara univariat, bivariat menggunakan uji t dan analisis multivariat dengan uji regresi linier ganda. Hasil: hasil uji t menunjukkan bahwa variabel yang secara statistik berhubungan dengan kadar haemoglobin yaitu jenis kelamin (pv=0,005), tingkat pendidikan (pv=0,001), makan /minum saat penyemprotan (0,032), penggunaan alat pelindung diri (pv=0,009) dan dekontaminasi setelah penyemprotan (pv=0,001). Hasil uji regresi linier ganda menunjukkan bahwa variabel yang menjadi prediktor dalam menentukan kadar hemoglobin yaitu tingkat pendidikan dan dekontaminasi setelah penyemprotan Kesimpulan: Kadar hemoglobin pekerja penyemprotan gulma ditentukan oleh beberapa variabel yaitu jenis kelamin, tingkat pendidikan, makan/minum saat penyemprotan, penggunaan alat pelindung diri dan dekomtaminasi setelah penyemprotan. Oleh karena itu penggunaan pelindung diri sangat direkomendasi bagi pekerja yang terpapar pestisida.
FAKTOR RISIKO KUALITAS HIDUP KLIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG HEMODIALISIS RUMAH SAKIT KOTA PALEMBANG Setiyo Wati; Azwaldi Azwaldi; Imelda erman; Maksuk Maksuk
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v14i2.410

Abstract

Latar Belakang: Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) memerlukan hemodialisis akibat mengalami gangguan fungsi endokrin, metabolik, cairan dan elektrolit serta asam basa. Tindakan hemodialisis tersebut dapat berdampak terhadap kualitas hidup responden. Berbagai faktor yang diduga berhubungan dengan kualitas hidup pada responden hemodialisis diantaranya faktor demografi, lama menjalani hemodialisis, depresi, ansietas dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bahwa faktor demografi, lama hemodialisis, ansietas, depresi dan dukungan berhubungan dengan kualitas hidup pada responden yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel dengan cara acak sederhana dan jumlah sampel 46 orang yang menjalani hemodialisis di RS. Siti Khadijah Palembang. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berkualitas hidup kurang baik (54.3%).Tidak ditemukan hubungan antara kualitas hidup dengan faktor demografi, lama hemodialisa, ansietas. Kualitas hidup memiliki hubungan dengan depresi ( pv=0,007) dan dukungan keluarga (pv=0,012). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa depresi dan dukungan keluarga merupakan faktor independen yang berhubungan dengan kualitas hidup. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perawat hemodialisis dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang menjalani hemodialisis baik berupa nutrisi, psikologis, exercise sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
PENGARUH PEMBERIAN TABLET BESI DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA UMUR PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS LAHAT Eka Haryanti; Kamesworo - Kamesworo; Maksuk - Maksuk
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i2.537

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Penyebab utama yang dapat menimbulkan anemia pada wanita yaitu terjadinya kehilangan darah saat menstruasi dan kurangnya zat gizi dalam pembentukan darah misalnya zat besi, protein, asam folat dan B12. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tablet Fe dalam peningkatan kadar Hb pada remaja usia 15-18 tahun di SMAN 3 Lahat. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Quasy Eksperiment One Group Pretest Postest. Sampel diambil menggunakan purposive sampling sebanyak 46 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Hb meter. Hasil: Hasil penelitian menunjukan sebelum pemberian tablet Fe didapatkan bahwa dari 46 responden, yaitu sebanyak 11 responden (24%) mengalami anemia. Pada pengukuran setelah pemberian tablet Fe dari 46 responden terdapat 5 responden (10.9%) mengalami anemia. Uji Test Dependent menunjukan hasil signifkan (p = 0,001). Hal ini menunjukan ada pengaruh pemberian tablet Fe dalam peningkatan kadar Hb pada remaja usia 15-18 tahun. Kesimpulan: Sesudah pemberian Tablet Fe menggunakan uji T maka didapatkan (P value = 0.001), dimana P value lebih kecil dari 0.05 artinya ada perbedaan yang signifikan antara pemberian Tablet Fe terhadap kadar Hb remaja putri di SMAN 3 Lahat. Kata Kunci: Anemia, tablet Fe, remaja ABSTRACT Background:The main causes that can cause anemia in women are blood loss during menstruation and lack of nutrients in the formation of blood such as iron, protein, folic acid and B12. This study aims to determine the effect of giving Fe Tablets in increasing Hb levels in adolescents aged 15-18 years at Senior High School 3 (SMAN 3 ) of Lahat. Method:This type of research is quantitative with the design of Quasy Experiment One Group Pretest Postest. Samples were taken using purposive sampling as many as 46 respondents. The measuring instrument used is the Hb meter. Results: The results showed that before giving Fe tablets, it was found that of 46 respondents, 11 respondents (24%) had anemia. In the measurement after giving Fe tablets from 46 respondents there were 5 respondents (10.9%) having anemia. Test Dependent Test showed significant results (p = 0.001). This shows that there is an effect of giving Fe tablets in increasing Hb levels in adolescents aged 15-18 years. Conclusion:After giving Fe Tablet using the T test, it was obtained (P value = 0.001), where P value is less than 0.05, it means that there is a significant difference between Fe tablet administration on Hb levels of girls in Senior High School 3 (SMAN 3) of Lahat Keywords:Anemia, Fe tablets,
PENGARUH SENAM PROLANIS DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Maksuk - Maksuk; Yusnelli - Yusnelli; Sherli - Shobur
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i2.616

Abstract

Latar Belakang:Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang saat ini semakin meningkat terutama pada kelompok lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan senam prolanis dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dengan desain pre experiment design One Group Pre test-post test. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir bulan Agustus – November 2020. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan tekanan darah diukur menggunakan tensi meter yang dilakukan sebelum dan setelah senam prolanis. Sampel sebanyak 31 responden dan merupakan total populasi. Analsis data uji menggunakan statistik pair t test. Hasil:hasil analisis univariat menunjukkan bahwa klasifikasi lansia hipertensi tingkat 1 sebanyak 74,2% dan hipertensi tingkat 2 sebanyak25,8%, sedangkan uji statistik menggunakan pair t test (nilai p = 0,0005) menunjukkan bahwa ada perbedaan tekanan darah sebelum dan setelah implementasi senam prolanis yang dilakukan lansia saat mengikuti Posyandu Lansia di Puskesmas Pegayut. Kesimpulan: Senam prolanis merupakan latihan fisik yang dapat dilakukan lansia untuk membantu menurunkan tekanan darah jika dilakukan secara rutin dan benar. Kata kunci : Senam Prolanis, Lansia, Hipertensi
FAKTOR RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA TENUN IKAT DI KELURAHAN TUAN KENTANG KOTA PALEMBANG Sherli Shobur; Maksuk Maksuk; Fenti Indah Sari
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2019): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v6i2.188

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah penyakit yang mempunyai gejala yang menyerang otot, syaraf, tendon, ligamen tulang sendi, tulang rawan, dan syaraf tulang belakang. Penelitian ini bertujuan diketahuinyaanalisis Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja tenun ikat di kelurahan tuan kentang kota palembang tahun 2019. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian ini pekerja tenun ikat di Kelurahan Tuan Kentang Kota Palembang yang berjumlah berjumlah 44 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar Nordic Body Map. Analisis hubungan menggunakan Uji statistik chi square (α=0,05). Penelitian ini dilaksanakan pada 23 April 2019. Hasil analisis hubungan didapatkan nilai masing-masing variabel terhadap MSDs adalah umur (p=0,012), lama kerja(p=0,027), masa kerja (p=0,027), aktivitas berulang (p=0,012), kesegaran fisik (p=0,027), jenis kelamin (p=0,702). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara umur, lama kerja, masa kerja, aktivitas berulang dan kesegaran fisik serta tidak ada hubungan jenis kelamin dengan MSDs. Disarankan untuk lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja pada pekerja terutama pada gangguan musculoskeletal disorders yang disebabkan karena kondisi lingkungan kerja dan beban kerja yang kurang sesuai sehingga dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja.
Pendampingan Kader Puskesmas Dalam Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Sebagai Kompos Maksuk; Lukman
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2020): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v4i4.4159

Abstract

The cadres of public health center have an important role in managing of households in the community, therefore it is important to improve skills to manage such waste so that the waste can be utilized and beneficial. The method of managing household waste in this activity uses the concept of Pilah – Kumpul - Manfaat - Untung (PKMU) to reduce the volume of household waste and provide benefits to the community. Participants involved in this activity were health workers, kader of community health centers and the community of RT 14 and RT 33. The Achievement targets in this activity were to improve the ability of health workers and cadres to manage of household waste, use of household waste for the planting of medicinal plants, families and the formation of independent care working groups for batra activities in health center and the formation of waste bank managers. The results of this activity show that cadres and the community can use household waste as compost, in addition, household waste such as plastic can be reused. The follow up of this activity is the formation of a waste bank manager at the location of the activity.
Edukasi Dan Senam Lansia Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Lansia Dengan Hipertensi Maksuk Maksuk; Yusneli Yusneli
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3810

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang secara angka mengalami peningkatan setiap tahunnya terutama pada kelompok lansia, karena itu upaya pencegahan dan pengendalian merupakan salah satu program pengelolaan penyakit kronis. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mencegah dan mengendalikan hipertensi pada lansia melalui edukasi dan senam lansia di wilayah kerja puskesmas. Target capaian dalam kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan lansia tentang cara mencegah hipertensi dan latihan senam lansia secara rutin di puskesmas agar lansia mampu melakukan kegiatan senam secara mandiri di rumah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 19-20 November 2020, dengan sasaran sebanyak 18 peserta terdiri dari ibu-ibu lansia dan kader di puskesmas. Setelah dilakukan kegiatan edukasi lansia mengetahui cara mencegah hipertensi dan mau mengikuti program senam yang diadakan oleh puskesmas dan akan menjadikan senam lansia sebagai aktivitas rutin saat di rumah. Semua ibu – ibu lansia merasa bersemangat mengikuti senam dan akan melakukan senam sebagai aktivitas fisik di rumah. Kata Kunci : Hipertensi,  Edukasi,  Senam, Lansia.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is increasing in numbers every year, especially in the elderly group, therefore prevention and control are one of the chronic disease management programs. This activity aims to help prevent and control hypertension in the elderly through education and exercise for the elderly. The target achievement in this activity is increasing the knowledge of the elderly about how to prevent hypertension and exercising routine elderly gymnastics during elderly posyandu at the health center. Community service activities were carried out on 19-20th November 2020, with a target of 18 participants consisting of elderly mothers and cadres at the public health center. After educating the elderly, they know how to prevent hypertension and are willing to take part in the exercise program held by the health center and will make elderly exercise a routine activity at home. All elderly mothers feel enthusiastic about participating in gymnastics and will do gymnastics as physical activity at home. Keywords: Hypertension,  Education,  Gymnastics, Elderly
Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Aplikator Herbisida (Studi Kasus di Perkebunan Kelapa Sawit PT. S Kabupaten Banyuasin) Maksuk; Putri Andani; Suzanna; Maliha Amin
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.275 KB)

Abstract

Latar Belakang: Herbisida saat ini digunakan secara luas pada sektor pertanian dan perkebunan untuk mengendalikan gulma. Penggunaan herbisida dapat memberikan dampak positif dan juga dampak negatif, apabila penggunaan yang tidak sesuai standar dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan gangguan kesehatan bagi pekerja. Paparan herbisida dapat masuk kedalam tubuh melalui rute yaitu: inhalasi, ingesti, dermal dan rute lainnya, selanjutnya herbisida yang terabsorbsi masuk ke dalam tubuh, didistribusikan ke beberapa target organ salah satunya darah. Hal ini menyebabkan gangguan dalam proses pembentukan hemoglobin sehingga proses pembentukan kadar hemoglobin menjadi terganggu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian anemia di perkebunan sawit.Metode: Desain penelitian adalah cross sectional, besar sampel adalah semua penyemprot atau total populasi sebanyak 40 responden. Teknik pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin pekerja menggunakan Hb meter.Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia yaitu paparan pernapasan, penggunaan alat pelindung diri dan dekontaminasi setelah terpapar.Kesimpulan: Sebagian besar aplikator herbisida mengalami anemia terutama pada pekerja wanita, anemia terjadi disebabkan oleh beberapa variabel yaitu: paparan pernapasan, kelengkapan alat pelindung diri dan dekontaminasi setelah terpapar herbisida. Akibat terpapar langsung dengan herbisida menyebabkan bahan aktif herbisida diabsorbsi tubuh sehingga terakumulasi dalam tubuh, hal ini dapat mempengaruhi proses pembentukan hemoglobin dalam tubuh pekerja. Oleh karena itu disarankan agar pihak perusahaan menyediakan alat pelindung diri secara lengkap dan sesuai standar, serta ruang untuk membersihkan tubuh juga harus tersedia di perusahaan. Selain itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan pekerja dan kesadaran pekerjaan menggunakan alat pelindung diri.
Kajian Kandungantimbal dalam Air Sumur Gali di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sukawinatan Kota Palembang Maksuk Maksuk; Suzanna Suzanna
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.543 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.2.107-114

Abstract

Latar Belakang: Tempat pembuangan akhir sampah merupakan tempat akhir untuk menimbun berbagai jenis sampah. salah satu jenis sampah tersebut berupa logam berat diantaranya timbal. Timbal merupakan salah satu logam berat yang sangat beracun bagi manusia terutama anak – anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan logam berat timbal dalam sumur gali masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Kota Palembang. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Contoh uji diambil dari 5 jarak dengan kriteria jarak 100 meter, 200 meter, 300 meter, 400 meter dan 500 meter dari TPA, jumlah contoh uji sebanyak 15 sumur gali, teknik pengambilan sampel dilakukan teknik purposive sampling. Pengujian kandungan timbal dilakukan di laboratorium menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS) dengan metode SNI 6969.8.2000. Pengukuran pH dan suhu dilakukan secara in situ, sedangkan untuk kondisi konstruksi sumur gali dan kualitas fisik air sumur menggunakan lembar observasi.Hasil: Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kondisi konstruksi sumur gali yang tidak memenuhi syarat konstruksi sebanyak 93,3%,tetapi kualitas fisik air sumur gali (warna, bau dan rasa)memenuhi syarat kesehatan. Rerata kandungan timbal dalam sumur gali masyarakat yaitu 0,03 mg/L dengan rentang nilai yaitu 0,012 – 0,052 mg/L, dari 15 sumur gali ada 1 sumur yang melebihi nilai baku mutu lingkungan, sedangkan pH air sumur gali berkisar antara 3,2 – 6,7. Namun jika kadar timbal dalam sumur gali dibandingkan denganpersyaratan air minum maka semuanya tidak memenuhi syarat untuk air minum.Kesimpulan: Kandungan timbal dalam air sumur gali masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Kota Palembang ditemukan masih berada dibawah baku mutu persyaratan air bersih, hanya ada satu sumur yang kandungan timbal melebihi nilai baku mutu. Oleh karena itu partisipasi masyarakat dan peran pemerintah setempat diperlukan untuk melakukan pengolahan air sumur dan memperbaiki konstruksi sumur gali masyarakat yang berada di sekitar pembuangan akhir sampah.
Co-Authors Abu Umayah Ade Suryani Aguscik, Aguscik Ahmad Rifqi Al-Hanif Aidil Dwi Rangga Aishath Hamid Amar Muntaha Ameria Amin, Maliha Amin, Maliha Andani, Putri Andi Hidayat Andini Dwi Ramadhan Anisa Anggraeni, Anisa Anisa Kurniawati Anwar, Khairil Anwar ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ariyanti, Novita Ambar Audhy Hidianti Salsabila Aulia, Estu Azwaldi Azwaldi Azwaldi, Azwaldi Bambang Soewito Dahrini Dahrini Dahrizal Dahrizal Debi Mardiana Desti Syafitri Desti Syafitri Dewi Ulfa Oktarini Dian Pratiwi Dian Pratiwi Dina Indrati Dwi Maharani, Nabila Eka Haryanti Elisa Elisa Elisa Elisa Elisa Elisa erman, Imelda Esti Sri Ananingsih Faiza Yuniati Faiza Yuniati Farach Labita Anissa Putri Fathurrahman, M. Dimas Fenti Indah Sari Ferly Oktriyedi Habibi, Umar Hanna Derita Lasmaria Damanik Haq , AM Al Fath Sabiliy Haryanti, Eka Haryati HENDAWATI HENDAWATI Hendawati, Hendawati Herawati Jaya Husni Husni Imelda erman Intan Kumalasari Intan Kumalasari Kamesworo - Kamesworo Kamesworo, Kamesworo - Kamsul, Kamsul Khairil Anwar Khairil Anwar Kumalasari, Intan Lukman M Rajab Alfariz M. Deffa Anugrah M. Iqbal Pratama Maliha Amin Mardanila Mardanila Mardanila Mardanila Mardanila, Mardanila Mardiani Mardiani Mardiani Mardiani Marlindayanti Marlindayanti Masdalina Pane Maya Sopianti Memo Harry Sandra Minarti Minarti Miranda Salsabila Nur Suryani Muhamad Jauhar Nibras Qaulan Tsaqila Nina Indriyawati Noviadi, Pitri Nubaiti Nurbaiti Nurhayani, Delvi Pamabel, Amanda Atma Pastari, Marta - Priyadi Priyadi Priyadi Priyadi Putri Andani Putri Maharani Rahmad Aswin Juliansyah Rahmad Aswin Juliansyah Rangga, Aidil Dwi Ranti Rahmadini Rizal Assalam Salma Adilanisa Salma Rizkiya Kinasih Salma Rizkiya Kinasih Sari Aisa Sari, Intan Henita Setiyo Wati Sherli - Shobur Sherli - Shobur Sherli Shobur Sherli Shobur Sherli Shobur Shobur, Sherli Shobur, Sherli - Sri Endriyani Sri Utami Dwiningsih Suheyanto Suheryanto SULAIMAN SULAIMAN Sumitro Adi Putro Suryati, Eka Suzanna Suzanna - Suzanna Suzanna Suzanna Suzanna, Suzanna Suzanna, Suzanna - Suzzana Suzzana Suzzana, Suzzana Syarif Burhan Yusuf Tan Malaka Tria Effrilia Harahap Trisnaningtyas, Wenny VASRA, ELITA Viona Ovaliandari Wati, Setiyo Widia Lestari Yulianto Yulianto Yuniarti, Nini Iswara Yuniati, Faiza Yusneli Yusneli Yusneli, Yusneli Yusnelli - Yusnelli Yusnelli, Yusnelli -