p-Index From 2021 - 2026
7.976
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) The Indonesian Journal of Public Health HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Pelita Masyarakat Madaniya International Journal of Advanced Health Science and Technology Journal of Applied Nursing and Health Jurnal Kesehatan Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara International Journal of Health Science and Technology Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran Journal Of Health & Cardiovascular Nursing Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran JURNAL SANITASI LINGKUNGAN Mahakam Nursing Journal (MNJ) Epidemiological Journal of Indonesia SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Jurnal Kesehatan Qamarul Huda
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kader dan Ibu-Ibu Balita dalam Mengatasi Infeksi Saluran Pernapasan Atas Pada Balita Maksuk Maksuk; Sri Endriyani; Intan Kumalasari; Sherli Shobur; Maliha Amin; Sumitro Adi Putro
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.223

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas yang banyak menyerang anak-anak dan menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita di Indonesia. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu cara untuk melibatkan masyarakat agar dapat berperan aktif terutama dalam mengatasi kasus ISPA pada balita. Program pengabdian masyarakat ini fokus pada edukasi terhadap ibu-ibu balita, kader posyandu agar berdaya dan mandiri, sehingga diharapkan para kader posyandu dapat menjadi dalam mencegah dan mengatasi penyakit ISPA di keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di RT 07 Kelurahan 27 Ilir Wilayah Kerja Puskesmas Makrayu Kota Palembang dengan metode penyuluhan kesehatan kepada kader dan ibu-ibu balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pertama adalah tahap persiapan yaitu meliputi perizinan, pendataan, analisis situasi, dan brainstorming; tahap kedua adalah pelaksanaan edukasi mengenai cara mengatasi ISPA pada balita. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan observasi pada kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan ibu-ibu balita dan kader posyandu, karena itu keberlanjutan dari kegiatan ini perlu difasilitasi oleh kader dan petugas puskesmas.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support Maksuk Maksuk; Intan Kumalasari; Aidil Dwi Rangga; M. Iqbal Pratama; Mardanila Mardanila; Nibras Qaulan Tsaqila
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.300

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahun dan dikenal dengan penyakit silent killer. Penyakit ini menyerang semua tingkat usia namun yang paling banyak pada kelompok lanjut usia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan pendampingan kelompok peduli hipertensi dengan metode peer group support sebagai upaya deteksi dini penyakit hipertensi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat sadar hipertensi. Metode Pengabdian yang digunakan adalah edukasi dan pendampingan pada kelompok peduli hipertensi dengan metode peer group support. Penyampaian materi dengan ceramah, diskusi, tanya jawab menggunakan media leafleat, poster, video dan mengajarkan cara deteksi dini gejala hipertensi. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan yaitu meliputi perizinan, analisis situasi, dan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat; tahap kedua adalah pelaksanaan yaitu pembentukan kelompok peduli hipertensi dan edukasi mengenai cara pencegahan hipertensi; tahap ketiga adalah monitoring dan evaluasi hasil kegiatan dengan mendamping kelompok peduli hipertensi kepada masyarakat disekitar lokasi kegiatan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan observasi pada kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan kelompok peduli hipertensi melalui peer group support, karena itu keberlanjutan dari kegiatan ini perlu difasilitasi oleh kader kesehatan dan petugas puskesmas. Hasil temuan dari kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu kelompok peduli hipertensi mengikuti kegiatan dengan semangat dan mampu mengenali tanda, gejala dan bagaimana pencegahan hipertensi. Jumlah peserta yang menjadi kelompok peduli hipertensi sebanyak 20 orang yang diketua oleh ketua RT setempat. Hasil evaluasi saat proses kegiatan pada peserta kegiatan yaitu setiap mampu menjelaskan bagaimana cara pencegahan hipertensi dan berkomitmen untuk menciptakan Gerakan Masyarakat Sadar Hipertensi. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap kelompok peduli hipertensi dalam mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Sadar Hipertensi (GERMASASI). Oleh karena itu, untuk keberlanjutan dari kegiatan ini perlu dilakukan monitoring dan evaluasi kegiatan oleh kader dan petugas puskesmas.
Health Risk Assessment of Human Exposure to Dust Exposure on Communities Around Weaving Industry in Palembang, Indonesia Maksuk Maksuk; Intan Kumalasari; Sherli Shobur
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 2 No. 4 (2022): August
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v2i4.136

Abstract

Air pollution due to industrial activities is increasing worldwide, including in Indonesia. Particulate Matter (PM) is one of the air pollutant parameters that can cause health problems, especially respiratory problems in communities living at the weaving industrial area. The aimed of this study was to analyze the environmental health risk  of human exposure due to dust exposure in communities around the weaving industry center. This research was an observational study using an environmental health risk analysis approach. Dust parameters were measured in as many as ten indoors and five outdoors around the weaving industry. The dust parameters measured were PM 2.5, PM 10, and Total Solid Particulate (TSP) concentration indoor and outdoor around the weaving industry areas. Dust measurements were carried out in the morning and afternoon using an Aerocet. The average results of dust measurement indoor were PM 2.5 (0.182 mg/m3), PM 10 (0.443 mg/m3), TSP (0.556 mg/m3), while for outdoor PM 2.5 (0.185 mg/m3). PM 10 (0.381 mg/m3), TSP (0.419 mg/m3). The average indoor of PM 2.5 intake was 0.013 mg/kg-day, PM10 (0.031 mg/kg-day), and TSP (0.038 mg/kg-day), and outdoor were PM 2.5 (for adult 0.064 mg/kg-day, for children 0.014 mg/kg-day), PM10 (for adult 0.132 mg/kg-day and for children 0.292 mg/kg-day), TSP (for adult 0.146 mg/kg-day and for children 0.322 mg/kg-day). All of them were more than Reference Concentration (RfC), and the Risk Quotient of PM10 and PM2.5 were more than 1. Exposure to PM10 and PM2.5 are unsafe or likely to result in non-carcinogenic effects on the residents in the next 30 years. The finding of this study is to provide information the dust concentration in the environment, the Risk Quotient of dust exposure in the communities around the weaving industry, and strategies for managing risks due to dust exposure in the traditional weaving industry center. Therefore, it is necessary to conduct a risk management scenario.
The Effect of Workplace Stretching Exercise (WSE) Interventions on Nurse's Musculoskeletal Complaints at Health Services in Bengkulu Mardiani Mardiani; Maksuk Maksuk; Husni Husni; Widia Lestari; Aishath Hamid
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 2 No. 6 (2022): December
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v2i6.172

Abstract

Musculoskeletal complaints are the most common complaints experienced by nurses in health services. This condition is caused by several factors including nurses' work attitude, length of work, work shifts, and type of work. The purpose of this study was to analyze the effect of giving muscle stretching exercises to reduce musculoskeletal complaints in nurses at Bengkulu City Health Services. This study was a quasi-experimental research design with a pre and post-test approach with a control group design. The population of this study were nurses in Bengkulu City health services. The sampling method was consecutive sampling. The research sample was 60 respondents divided into 30 respondents in the treatment group and 30 respondents in the control group. The analysis used Paired sample t-test and an independent sample t-test with 0.05. The results of the analysis showed a significant 2-way p-value of 0.000 <0.05, so there was a significant difference between the control and treatment groups. So, it can be concluded that there was a decrease in musculoskeletal complaints in nurses at the Bengkulu City Health Center after being given the Workplace Stretching Exercise (WSE) intervention which was more effective in the treatment group than in the control group.
Peer Education Improve Knowledge and Attitude About Sexual Behavior in Adolescents: A Literature Review Elisa Elisa; Salma Adilanisa; Dina Indrati; Muhamad Jauhar; Maksuk Maksuk
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 2 No. 6 (2022): December
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v2i6.191

Abstract

Adolescents are included in the high-risk age group. Increased free sex behavior in adolescents has an impact on sexual and reproductive health problems. This phenomenon is supported by the increasing number of sexually transmitted diseases in adolescents. Several programs and policies have been adopted to improve adolescent reproductive health through coaching and counseling. Adolescents have confidence in their peers so peer education is an alternative intervention in increasing awareness of reproductive health. This study aims to comprehensively analyze research articles that discuss the effectiveness of peer education on knowledge and attitudes about sexual behavior in adolescents. The research design uses a literature review through the journal databases PubMed, Science Direct, and EBSCO. Researchers analyzed 18 research articles based on the inclusion criteria set, namely the time of publication in the 2015-2020 range, using English, being accessible for free, and teenage respondents. The exclusion criteria consisted of married adolescent respondents and adolescent sexual violence behavior. Keywords using peer education, knowledge, attitude, sexual behavior. Data analyzed using a table containing the author, year, method, sample, and research results. The results of the analysis of research articles show that peer education is a preventive and promotive effort in increasing knowledge and attitudes about sexual behavior in adolescents. The role of peers is an important component in this health education model. This model can be integrated and modified in adolescent reproductive health services in health care facilities.
The intervention of Lavender Aroma Therapy to Reduce the Pain Intensity of Dysmenorrhea In Adolescent Intan Kumalasari; Bambang Soewito; Maliha Amin; Maksuk; Viona Ovaliandari
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v4i2.61

Abstract

Background: dysmenorrhea is a common problem for women in Indonesia and the world. According to WHO (2017) it is estimated that 90% of women worldwide have experienced dysmenorrhea, and 10-15% of them have experienced severe dysmenorrhea. This condition requires pharmacological and non-pharmacological treatment. One of them gave lavender aromatherapy. Objective: This study aims to determine the effectiveness of applying lavender aromatherapy procedures to clients with dysmenorrhea. Methods: This study used a qualitative design with a case study approach to describe in-depth information and explore clients' problems with dysmenorrhea in fulfilling their comfort needs by using lavender aromatherapy. Variable independent was lavender aroma therapy. The dependent variable was pain level. Results: Giving lavender aromatherapy for three consecutive days within ± 30 minutes as much as 2 x 1 day in the morning and evening was proven to reduce the intensity of dysmenorrhea pain in Ms. B from a scale of 6 to 1, while Ms. Ra experienced a decrease in pain intensity from a scale of 7 into 2. The difference in the final results of the decrease in pain intensity was more due to the difference in the initial pain intensity in the two patients. Conclusion: Non-pharmacological methods with lavender aromatherapy are effective in reducing the intensity of dysmenorrhea pain, so this method can be widely implemented to reduce cases of dysmenorrhea in adolescents.
Efektifitas Manajemen Kelebihan Cairan Terhadap Status Hidrasi Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Di Rumah Sakit Dahrizal Dahrizal; Mardiani Mardiani; Maksuk Maksuk
Essential English Grammar Vol 2 No 1 (2022): Journal Of Health and Cardiovascular Nursing
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.043 KB) | DOI: 10.36082/jhcn.v2i1.353

Abstract

CKD (Chronic Kidney Disease)  merupakan suatu keadaan dimana ginjal mengalami kerusakan secara progresif dan irrevesible sehingga ginjal gagal dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Terganggunya fungsi tersebut dapat menyebabkan pasien mengalami kelebihan cairan sehingga harus melakukan pembatasan cairan. Akibat pembatasan tersebut klien dapat mengalami rasa haus yang mempengaruhi ketidaknyamanan dan mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas manajemen kelebihan cairan  terhadap status hidrasi penderita CKD di RSUD M.Yunus Bengkulu. Penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan pre and posttest with control group design. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan kriteria inkulsi, usia 20-60 tahun, penderita CKD  persisten ringan dan persisten sedang tanpa komplikasi, mendapatkan terapi HD. Sampel penelitian 32 responden terdiri dari  16 responden kelompok perlakuan dan 16 responden kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan menejemen kelebihan cairan beserta booklet, sedangkan kelompok kontrol diberikan pengaturan interval minum dan edukasi berupa leaflet.  Intervensi diberikan selama 3 hari  dengan instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar pengukuran rasa haus. Analisis menggunakan paired sample t-test  dan independent sample t-test dengan ? ? 0,05 dikarenakan data berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa  terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan perlakuan yang diberikan manajemen kelebihan cairan (p value 0,000 < 0,05). Terdapat efektivitas manajemen kelebihan cairan terhadap status hidrasi pasien CKD di RSUD Dr.M.Yunus Bengkulu pada kelompok kontrol.
Pelatihan Kader Kesehatan dalam Pengolahan Air Sungai sebagai Sumber Air Bersih di Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Maksuk Maksuk; Priyadi Priyadi; Marlindayanti Marlindayanti; Ismalayani Ismalayani
Madaniya Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.381

Abstract

Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan air sungai sebagai sumber air bersih dan keterbatasan kemampuan masyarakat untuk membuat alat pengolahan air dari bahan yang mudah didapat di daerahnya menyebabkan masyarakat menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari tanpa proses pengolahan. Oleh karena itu pelatihan bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat, serta mengedukasi masyarakat tentang cara pengolahan air sungai sebagai sumber air bersih di Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Metode pelaksanaan kegiatan melalui penyuluhan dan pelatihan mengenai pengolahan air dengan peralatan yang mudah diperoleh di sekitar mereka. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini yaitu kader kesehatan dan masyarakat. Hasil yang diperoleh melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang pengolahan air sungai menjadi air bersih dan masyarakat mampu membuat pengolahan air bersih memanfaatkan peralatan dan bahan yang ada disekitar mereka. Selain itu, masyarakat dapat menerapkan dan menduplaksi alat pengolah air tersebut di rumah mereka untuk kebutuhan sehari-hari.
Penerapan Hygiene Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) Kabupaten Lahat Dahrini Dahrini; Khairil Anwar; Maksuk Maksuk
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.743 KB) | DOI: 10.36086/salink.v1i1.662

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Produk air minum yang dijual kepada konsumen tersebut harus layak untuk dikonsumsi yaitu harus memenuhi persyaratan air minum yang layak untuk dikonsumsi yaitu harus bersih, sehat, hygienis dan juga standar kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Namun demikian, seringkali produk air minum isi ulang tidak sesuai atau tidak memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Pelanggaran mengenai standar kesehatan ini mengakibatkan air isi ulang yang dihasilkan tidak hygienis dan menimbulkan masalah kesehatan seperti diare. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan pemilik tentang penerapan hygiene sanitasi depot air minum di Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat Tahun 2020 maka itulah tujuan dari karya tulis ilmiah ini. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan suatu hasil penelitian mengenai sikap, pengetahuan, pendidikan, dan pelatihan penerapan hygiene sanitasi depot air minum isi ulang. Hasil Penelitian : Dengan di ketahuinya sudah cukup baik hygiene sanitasi di depot air minum Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat maka yang di lakukan adalah upaya untuk terus menjaga dan merawat depot air minum, untuk pelatihan di Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat kurang baik. Kesimpulan : hal ini di karekan kurangnya melakukan pelatihan untuk hygiene sanitasi yang di lakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat tetapi Dinas Kesehatan setempat tetap menjaga dan mengawasi depot air minum untuk menjaga kelayakan air yang di konsumsi oleh konsumen. Kata Kunci : Air, Hygiene Sanitasi, Kesehatan
Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Kabupaten Muara Enim Nubaiti Nurbaiti; Priyadi Priyadi; Maksuk Maksuk
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.015 KB) | DOI: 10.36086/salink.v1i1.664

Abstract

Latar Belakang: Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Pencegahan diare, salah satunya adalah Penyuluhan kesehatan lingkungan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian diare pada balita di Puskesmas Pulau Panggung Kecamatan Semende Darat Laut Kabupaten Muara Enim Tahun 2020. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah Descriftif yaitu menggambarkan faktor risiko terjadinya diare, dengan desain potong lintang. Metode sampling Simple Random Sampling dengan Populasi adalah Ibu yang mempunyai anak balita yang pernah menderita diare di wilayah kerja Puskesmas Pulau Panggung dengan 66 sampel. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2020. Analisa menggunakan metode Univariat yang menggambarkan variabel dalam bentuk Descripsi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan pengguna air bersih terlindungi 53 responden (80,3%), Tidak terlindungi 13 responden (19,7%). Tingkat Pendidikan Tinggi 35 responden (53,0%), pendidikan Rendah 31 responden (47,0%). Pengetahuan Baik 38 responden (57,6%), Pengetahuan kurang baik 28 responden (42,4%). Sikap Baik 20 responden (30,3%). sikap Kurang baik 46 responden (69,7%). Pendapatan Tinggi 46 responden (69,7%), pendapatan Rendah 20 responden (30,3%). Kesimpulan: Faktor risiko Kejadian diare yang dominan adalah Sikap kurang baik sebesar 69,7% dan Pengetahuan kurang 42,4% responden hal ini memungkinkan responden bersikap kurang baik terhadap Pencegahan, Penatalaksanaan dan Pengobatan diare sehingga Penyuluhan dan peningkatan pemahaman serta penerapan PHBS mutlak diperlukan.Kata kunci : Diare, air bersih, pendidikan, pengetahuan, sikap.
Co-Authors Abu Umayah Ade Suryani Aguscik, Aguscik Ahmad Rifqi Al-Hanif Aidil Dwi Rangga Aishath Hamid Amar Muntaha Ameria Amin, Maliha Amin, Maliha Andani, Putri Andi Hidayat Andini Dwi Ramadhan Anisa Anggraeni, Anisa Anisa Kurniawati Anwar, Khairil Anwar ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ariyanti, Novita Ambar Audhy Hidianti Salsabila Aulia, Estu Azwaldi Azwaldi Azwaldi, Azwaldi Bambang Soewito Dahrini Dahrini Dahrizal Dahrizal Debi Mardiana Desti Syafitri Desti Syafitri Desy Ardillah Dewi Ulfa Oktarini Dian Pratiwi Dian Pratiwi Dina Indrati Dwi Maharani, Nabila Eka Haryanti Elisa Elisa Elisa Elisa Elisa Elisa erman, Imelda Esti Sri Ananingsih Faiza Yuniati Faiza Yuniati Farach Labita Anissa Putri Fathurrahman, M. Dimas Fenti Indah Sari Ferly Oktriyedi Habibi, Umar Hanna Derita Lasmaria Damanik Haq , AM Al Fath Sabiliy Haryanti, Eka Haryati HENDAWATI HENDAWATI Hendawati, Hendawati Herawati Jaya Husni Husni Imelda erman Intan Kumalasari Intan Kumalasari Irzanita Irzanita Kamesworo - Kamesworo Kamesworo, Kamesworo - Kamsul, Kamsul Khairil Anwar Khairil Anwar Kumalasari, Intan Lukman M Rajab Alfariz M. Deffa Anugrah M. Iqbal Pratama Maliha Amin Mardanila Mardanila Mardanila Mardanila Mardanila, Mardanila Mardiani Mardiani Mardiani Mardiani Marlindayanti Marlindayanti, Marlindayanti Masdalina Pane Maya Sopianti Memo Harry Sandra Minarti Minarti Miranda Salsabila Nur Suryani Muhamad Jauhar Navianti, Diah Nibras Qaulan Tsaqila Nina Indriyawati Noviadi, Pitri Nubaiti Nurbaiti Nurhayani, Delvi Pamabel, Amanda Atma Pastari, Marta - Pratama, Muhammad Iqbal Priyadi Priyadi Priyadi Priyadi Putri Andani Putri Maharani Rahmad Aswin Juliansyah Rahmad Aswin Juliansyah Ramadani, Dian Fitri Rangga, Aidil Dwi Ranti Rahmadini Rizal Assalam Salma Adilanisa Salma Rizkiya Kinasih Salma Rizkiya Kinasih Sari Aisa Sari, Intan Henita Setiyo Wati Sherli - Shobur Sherli - Shobur Sherli Shobur Sherli Shobur Sherli Shobur Shobur, Sherli Shobur, Sherli - Sri Endriyani Sri Utami Dwiningsih Suheyanto Suheryanto Sukarjo Sukarjo, Sukarjo SULAIMAN SULAIMAN Sumitro Adi Putro Suryati, Eka Suzanna Suzanna - Suzanna Suzanna Suzanna Suzanna, Suzanna Suzanna, Suzanna - Suzzana Suzzana Suzzana, Suzzana Syarif Burhan Yusuf Tan Malaka Tria Effrilia Harahap Trisnaningtyas, Wenny VASRA, ELITA Viona Ovaliandari Wati, Setiyo Widia Lestari Wulanda, Ayu Febri Yulianto Yulianto Yuniarti, Nini Iswara Yuniati, Faiza Yusneli Yusneli Yusneli, Yusneli Yusnelli - Yusnelli Yusnelli, Yusnelli -