p-Index From 2021 - 2026
7.511
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Pestisida, Pelindung Diri dan Keluhan Subjektif Pada Petani Padi di Kabupaten Ogan Ilir Maksuk, Maksuk -
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v2i1.1232

Abstract

Latar Belakang: Pestisida digunakan secara luas di sektor perkebunan dan pertanian termasuk di Indonesia dan menimbulkan gangguan kesehatan dan pencemaran di media lingkungan, apabila digunakan tidak sesuai prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penggunaan pestisida dan alat pelindung diri terhadap keluhan subjektif pada petani padi di Kabupaten Ogan Ilir. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan rancangan potong lintang. Jumlah responden sebanyak 54 responden yang diambil secara acak. Penelitian ini dilakukan di kawasan pertanian Kabupaten Ogan Ilir pada bulan Oktober – Desember 2020. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi, analisis data dilakukan dengan univariat dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil: hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas menentukan dosis pestisida hanya dikira-kira (63%), penggunaan pelindung diri yaitu sepatu boot (81,5%), baju lengan panjang (70,4%), topi (90,8%), masker (68,5%), kacamata (14,8%), sedangkan keluhan subjektif yang dialami yaitu kram (28%), kulit gatal (25%), kulit kemerahan (23%), kesemutan (22%), kelelahan (22%), mata merah (20%), pusing (18%), sulit bernapas (18%), batuk (17%), sakit dada (16%). Kesimpulan: Praktik penggunaan pestisida pada petani padi dalam menentukan dosis pestisida mayoritas hanya dikira-kira, penggunaan pelindung diri saat aplikasi pestisida tidak lengkap dan belum sesuai standar, sehingga menyebabkan beberapa keluhan subjektif diantaranya kulit gatal, kemerahan, kesemutan, mata merah, pusing, sakit kepala, batuk, sakit dada dan kelelahan.
Penambahan Ampas Tebu Sebagai Media Filtrasi Untuk Menurunkan Kadar Fe Pada Air Sumur Sari, Intan Henita; Maksuk, Maksuk; Amin, Maliha
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v3i2.2000

Abstract

Latar belakang : Air hujan yang mencapai permukaan bumi dan menyerap kedalam lapisan tanah dan menjadi air tanah, sebelum mencapai lapisan tanah, air hujan akan menembus beberapa lapisan tanah dan menyebabkan terjadinya kesadahan air (hardness of water) salah satunya yaitu kandungan Fe pada air. Mengingat pentingnya peran air sumur bor bagi kehidupan masyarakat, tentunya kualitas air sumur bor harus diperhatikan dan diolah dengan cara menggunakan bahan alami yang ada di sekitar, Saat ini banyak jenis adsorben yang telah dikembangkan untuk mengadsorpsi logam berat, salah satunya adalah penggunaan selulosa dalam ampas tebu. Tujuan : Untuk mengetahui variasi beat yang paling efektif dari ampas tebu untuk menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor di Kelurahan Talang Bubuk. Metode penelitian : Jenis penelirian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan metode pendekatan potong lintang. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariate dan sampel yang digunakan adalah air sumur bor. Hasil : Berdasarkan uji laboratorium sebelum perlakuan diketahui bahwa kadar Fe pada air sumur bor sebesar 2,801 mg/L. Penurunan rata – rata kadar Fe sesudah perlakuan filtrasi dengan media ampas tebu dengan variasi berat 4kg sebesar 0,745 mg/L, variasi berat 4,5kg sebesar 0,33 mg/L, dan variasi berat 5kg dengan rata – rata penurunan sebesar 0,351 mg/L. Kesimpulan : Tingkat efektif dalam penelitian ini didapatkan dalam variasi berat 4kg. Disarankan bagi peneitian selanjutnya digunakan sampel lebih dari satu dan ditambah variasi beratnya.
Uji Efektivitas Serbuk Kulit Nanas Sebagai Biokoagulan Untuk Menurunkan Kekeruhan pada Air Sumur Gali di Kelurahan Sungai Selincah Kota Palembang Pamabel, Amanda Atma; Maksuk, Maksuk; Amin, Maliha; Kamsul, Kamsul
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v4i1.2103

Abstract

Latar Belakang: Kekeruhan air merupakan kondisi dimana air mengandung materi terlarut yang ditandai dengan warna air cenderung menggelap dari warna aslinya. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dan hubungan penurunan kekeruhan pada air sumur gali di Kelurahan Sungai Selincah Kota Palembang dengan serbuk kulit nanas yang dijadikan sebagai biokoagulan. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan rancangan pretest-posttest control group. Jumlah sampel yaitu 24 sampel dari 1 sumur yang ditentukan dengan teknik simple random sampling dan dilakukan jumlah pengulangan dengan rumus Federer. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan One Way ANOVA serta Independent Sample t-test. Hasil: Kekeruhan air sumur gali sebelum dilakukan penambahan biokoagulan kulit nanas sebesar 300 NTU. Rata-rata kekeruhan setelah dilakukan penambahan biokoagulan kulit nanas dengan dosis 1 g/L yaitu sebesar 109,2 NTU (63,6%), dosis 2 g/L sebesar 108,2 NTU (64%) dan dosis 3 g/L yaitu sebesar 80,63 NTU (73,1%). Penurunan kekeruhan paling efektif dengan menggunakan biokoagulan serbuk kulit nanas dengan dosis 3 g/L. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan penambahan biokoagulan kulit nanas terhadap penurunan kekeruhan air sumur gali (p=0,000). Kesimpulan: Ada hubungan penambahan biokoagulan kulit nanas terhadap penurunan kekeruhan air sumur gali.
Penilaian Risiko Ergonomi Pada Pekerja Tenun Tradisional di Sentra Industri Tenun Maksuk, Maksuk -; Shobur, Sherli; Habibi, Umar
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 7 No 2 (2021): Volume 7 No 2 December 2021
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2021.v07.i02.p02

Abstract

Ergonomic risk factors for weaving workers are generally caused by repetitive work, long working period, wrong awkward work and work positions. The objective study was to assess the ergonomic risk level of weaving workers at weaving industry centers. This study was an observational study with a cross-sectional design, using the REBA methods. This study was conducted in April - September 2019 at the weaving industry center in Palembang. Ergonomics risk assessment is carried out at the stages of the weaving process starting from the yarn coloring, spinning, yarn winding, yarn insertion in the yarn rack, twisting, milling, winding the yarn after it has been rolled and the weaver. Data were collected using REBA worksheets, observation and documentation. Furthermore, the data were analyzed based on the scores from the REBA table. The results of the ergonomics risk assessment using REBA scores at each stage of the process with the following details: in the warp yarn process the final score of 9 (high risk), the final score of 9 (high risk), handling (final score 11 = very high risk), punishment (final score 11 = very high risk), twisting (final score 9 = high risk), slashing (final score 7 = moderate risk), palletizing (final score 9 = high risk) and weaving process (final score 9 = high risk). The level of ergonomic risk for weaving workers in Palembang was moderate, high and very high risk, so it is necessary to immediately repair the equipment, especially the equipment for the weaving process.
RISK QUOTIENT OF ZINC (Zn) AND CHROMIUM (Cr) LEVEL IN DUG WELL WATER IN THE COMMUNITY LIVING AROUND LANDFILL SITE Maksuk, Maksuk; Dewi Ulfa Oktarini; Tria Effrilia Harahap; Maliha Amin; Maya Sopianti; Khairil Anwar; Kamsul, Kamsul
Indonesia Epidemiological Journal Vol 2 No 2 (2023): Epidemiological Journal of Indonesia
Publisher : Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Zinc and chromium are heavy metals that can contaminate community-dug well water that is used by people around landfills, and can cause public health problems. This study aimed to analyze the risk level of zinc (Zn) and chromium (Cr) content in the dug well water of the community around Sukawinatan landfill site. Methods: This research was an observational study using a cross-sectional design with an environmental health risk analysis approach, It was conducted in February–May 2021. The sample was water from the dug wells of the community that lives around the Sukawinatan landfill. The examination of zinc and chromium level in dug well water was used the Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectrometry (ICP-OES) method. Results: Zinc and chromium level in community dug well water was found to range from 0.03 mg/l to 0.09 mg/l for zinc concentration and from 0.0030 mg/l to 0.04 mg/l for chromium concentration, respectively. The results of calculating the potential dose (intake) for the two metals are still below the dose reference value, and for calculating the level of risk, the result is less than 1, which can be interpreted as not being risky.  Conclusion: Zinc and chromium level in the community's dug-well water around the landfill site was still below the quality standard. The potential dose (intake) and Risk Quotient were safe for the next few years.
THE FACTORS RELATED TO COMPLIANCE WITH THE CONSUMPTION OF BLOOD SUPPLEMENT AT SENIOR HIGH SCHOOL IN LAHAT REGENCY Nurhayani, Delvi; Maksuk, Maksuk; Minarti, Minarti
Indonesia Epidemiological Journal Vol 3 No 1 (2024): Epidemiological Journal of Indonesia
Publisher : Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Consuming blood supplement tablets is an effort to prevent anemia in young women. The research aims to analyze the compliance of young women in consuming blood supplement tablets. Methods : This research was conducted at high schools in Lahat district in 2023. The calculated sample size was 192 respondents. Data was collected through interviews using questionnaires and analyzed using univariate, bivariate and multivariate methods. Results : The results of the chi - square test obtained variables that were related to compliance with the consumption of blood supplement tablets in young women, namely knowledge, attitudes, exposure to information and availability of iron tablets. Meanwhile, the most dominant factors influencing adolescent girls' compliance in consuming blood supplement tablets are knowledge (pv=0.0005), attitudes (pv=0.005), information exposure (pv=0.043), and availability of iron tablets (pv=0.005). Conclusion : Compliance with consuming blood supplement tablets in young women is related to knowledge, attitudes, exposure to information and availability of iron tablets.
Pendidikan Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Ibu Melakukan Pijat Bayi Kumalasari, Intan; Amin, Maliha; Maksuk, Maksuk; Hendawati, Hendawati; Jaya, Herawati; Suryani, Ade
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i1.58356

Abstract

Pijatan bayi merupakan sarana untuk mengungkapkan kasih sayang dan mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Meskipun banyak literatur yang menyebutkan manfaat pijat bayi, namun tidak semua orang tua memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang memadai tentang pijat bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu tentang pijat bayi di Poskesdes Talang Persatuan pada bulan Januari 2018. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan design One Group with Pretest-Posttest. Sampel penelitian bayi berusia 0-6 bulan berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dalam dua tahap, sebelum dan setelah intervensi pendidikan kesehatan dengan menggunakan tiga instrumen yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu tentang pijat bayi. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Paired Sample T-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam pijat bayi setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan pada nilai posttest dengan rata-rata tingkat keberhasilan sebesar 31,71% sehingga disimpulkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam pijat bayi di Poskesdes Talang Persatuan.
KADAR HEMOGLOBIN PEKERJA PENYEMPROT GULMA AKIBAT PAPARAN PESTISIDA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Maksuk, Maksuk; Pratiwi, Dian; Amin, Maliha; Suzzana, Suzzana
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v14i1.397

Abstract

Latar belakang: Penggunaan pestisida yang tidak sesuai aturan dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia termasuk pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar hemoglobin pekerja penyemprot gulma akibat paparan pestisida di perkebunan kelapa sawit. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian ini adalah potong lintang (cross sectional) yang dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit Kabupaten Banyuasin. Besar sampel sebanyak 80 responden, pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Analisis data dilakuka secara univariat, bivariat menggunakan uji t dan analisis multivariat dengan uji regresi linier ganda. Hasil: hasil uji t menunjukkan bahwa variabel yang secara statistik berhubungan dengan kadar haemoglobin yaitu jenis kelamin (pv=0,005), tingkat pendidikan (pv=0,001), makan /minum saat penyemprotan (0,032), penggunaan alat pelindung diri (pv=0,009) dan dekontaminasi setelah penyemprotan (pv=0,001). Hasil uji regresi linier ganda menunjukkan bahwa variabel yang menjadi prediktor dalam menentukan kadar hemoglobin yaitu tingkat pendidikan dan dekontaminasi setelah penyemprotan Kesimpulan: Kadar hemoglobin pekerja penyemprotan gulma ditentukan oleh beberapa variabel yaitu jenis kelamin, tingkat pendidikan, makan/minum saat penyemprotan, penggunaan alat pelindung diri dan dekomtaminasi setelah penyemprotan. Oleh karena itu penggunaan pelindung diri sangat direkomendasi bagi pekerja yang terpapar pestisida.
FAKTOR RISIKO KUALITAS HIDUP KLIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG HEMODIALISIS RUMAH SAKIT KOTA PALEMBANG Wati, Setiyo; Azwaldi, Azwaldi; erman, Imelda; Maksuk, Maksuk
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v14i2.410

Abstract

Latar Belakang: Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) memerlukan hemodialisis akibat mengalami gangguan fungsi endokrin, metabolik, cairan dan elektrolit serta asam basa. Tindakan hemodialisis tersebut dapat berdampak terhadap kualitas hidup responden. Berbagai faktor yang diduga berhubungan dengan kualitas hidup pada responden hemodialisis diantaranya faktor demografi, lama menjalani hemodialisis, depresi, ansietas dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bahwa faktor demografi, lama hemodialisis, ansietas, depresi dan dukungan berhubungan dengan kualitas hidup pada responden yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel dengan cara acak sederhana dan jumlah sampel 46 orang yang menjalani hemodialisis di RS. Siti Khadijah Palembang. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berkualitas hidup kurang baik (54.3%).Tidak ditemukan hubungan antara kualitas hidup dengan faktor demografi, lama hemodialisa, ansietas. Kualitas hidup memiliki hubungan dengan depresi ( pv=0,007) dan dukungan keluarga (pv=0,012). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa depresi dan dukungan keluarga merupakan faktor independen yang berhubungan dengan kualitas hidup. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perawat hemodialisis dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang menjalani hemodialisis baik berupa nutrisi, psikologis, exercise sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
PENGARUH PEMBERIAN TABLET BESI DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA UMUR PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS LAHAT Haryanti, Eka; Kamesworo, Kamesworo -; Maksuk, Maksuk -
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v15i2.537

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Penyebab utama yang dapat menimbulkan anemia pada wanita yaitu terjadinya kehilangan darah saat menstruasi dan kurangnya zat gizi dalam pembentukan darah misalnya zat besi, protein, asam folat dan B12. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tablet Fe dalam peningkatan kadar Hb pada remaja usia 15-18 tahun di SMAN 3 Lahat. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Quasy Eksperiment One Group Pretest Postest. Sampel diambil menggunakan purposive sampling sebanyak 46 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Hb meter. Hasil: Hasil penelitian menunjukan sebelum pemberian tablet Fe didapatkan bahwa dari 46 responden, yaitu sebanyak 11 responden (24%) mengalami anemia. Pada pengukuran setelah pemberian tablet Fe dari 46 responden terdapat 5 responden (10.9%) mengalami anemia. Uji Test Dependent menunjukan hasil signifkan (p = 0,001). Hal ini menunjukan ada pengaruh pemberian tablet Fe dalam peningkatan kadar Hb pada remaja usia 15-18 tahun. Kesimpulan: Sesudah pemberian Tablet Fe menggunakan uji T maka didapatkan (P value = 0.001), dimana P value lebih kecil dari 0.05 artinya ada perbedaan yang signifikan antara pemberian Tablet Fe terhadap kadar Hb remaja putri di SMAN 3 Lahat. Kata Kunci: Anemia, tablet Fe, remaja ABSTRACT Background:The main causes that can cause anemia in women are blood loss during menstruation and lack of nutrients in the formation of blood such as iron, protein, folic acid and B12. This study aims to determine the effect of giving Fe Tablets in increasing Hb levels in adolescents aged 15-18 years at Senior High School 3 (SMAN 3 ) of Lahat. Method:This type of research is quantitative with the design of Quasy Experiment One Group Pretest Postest. Samples were taken using purposive sampling as many as 46 respondents. The measuring instrument used is the Hb meter. Results: The results showed that before giving Fe tablets, it was found that of 46 respondents, 11 respondents (24%) had anemia. In the measurement after giving Fe tablets from 46 respondents there were 5 respondents (10.9%) having anemia. Test Dependent Test showed significant results (p = 0.001). This shows that there is an effect of giving Fe tablets in increasing Hb levels in adolescents aged 15-18 years. Conclusion:After giving Fe Tablet using the T test, it was obtained (P value = 0.001), where P value is less than 0.05, it means that there is a significant difference between Fe tablet administration on Hb levels of girls in Senior High School 3 (SMAN 3) of Lahat Keywords:Anemia, Fe tablets,
Co-Authors Abu Umayah Ade Suryani Aguscik, Aguscik Ahmad Rifqi Al-Hanif Aidil Dwi Rangga Aishath Hamid Amar Muntaha Ameria Amin, Maliha Amin, Maliha Andani, Putri Andi Hidayat Andini Dwi Ramadhan Anisa Anggraeni, Anisa Anisa Kurniawati Anwar, Khairil Anwar ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ariyanti, Novita Ambar Audhy Hidianti Salsabila Aulia, Estu Azwaldi Azwaldi Azwaldi, Azwaldi Bambang Soewito Dahrini Dahrini Dahrizal Dahrizal Debi Mardiana Desti Syafitri Desti Syafitri Dewi Ulfa Oktarini Dian Pratiwi Dian Pratiwi Dina Indrati Dwi Maharani, Nabila Eka Haryanti Elisa Elisa Elisa Elisa Elisa Elisa erman, Imelda Esti Sri Ananingsih Faiza Yuniati Faiza Yuniati Farach Labita Anissa Putri Fathurrahman, M. Dimas Fenti Indah Sari Ferly Oktriyedi Habibi, Umar Hanna Derita Lasmaria Damanik Haq , AM Al Fath Sabiliy Haryanti, Eka Haryati HENDAWATI HENDAWATI Hendawati, Hendawati Herawati Jaya Husni Husni Imelda erman Intan Kumalasari Intan Kumalasari Kamesworo - Kamesworo Kamesworo, Kamesworo - Kamsul, Kamsul Khairil Anwar Khairil Anwar Kumalasari, Intan Lukman M Rajab Alfariz M. Deffa Anugrah M. Iqbal Pratama Maliha Amin Mardanila Mardanila Mardanila Mardanila Mardanila, Mardanila Mardiani Mardiani Mardiani Mardiani Marlindayanti Marlindayanti Masdalina Pane Maya Sopianti Memo Harry Sandra Minarti Minarti Miranda Salsabila Nur Suryani Muhamad Jauhar Nibras Qaulan Tsaqila Nina Indriyawati Noviadi, Pitri Nubaiti Nurbaiti Nurhayani, Delvi Pamabel, Amanda Atma Pastari, Marta - Priyadi Priyadi Priyadi Priyadi Putri Andani Putri Maharani Rahmad Aswin Juliansyah Rahmad Aswin Juliansyah Rangga, Aidil Dwi Ranti Rahmadini Rizal Assalam Salma Adilanisa Salma Rizkiya Kinasih Salma Rizkiya Kinasih Sari Aisa Sari, Intan Henita Setiyo Wati Sherli - Shobur Sherli - Shobur Sherli Shobur Sherli Shobur Sherli Shobur Shobur, Sherli Shobur, Sherli - Sri Endriyani Sri Utami Dwiningsih Suheyanto Suheryanto SULAIMAN SULAIMAN Sumitro Adi Putro Suryati, Eka Suzanna Suzanna - Suzanna Suzanna Suzanna Suzanna, Suzanna Suzanna, Suzanna - Suzzana Suzzana Suzzana, Suzzana Syarif Burhan Yusuf Tan Malaka Tria Effrilia Harahap Trisnaningtyas, Wenny VASRA, ELITA Viona Ovaliandari Wati, Setiyo Widia Lestari Yulianto Yulianto Yuniarti, Nini Iswara Yuniati, Faiza Yusneli Yusneli Yusneli, Yusneli Yusnelli - Yusnelli Yusnelli, Yusnelli -