Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Bimbingan Kelompok dalam Mereduksi Kecemasan Berbicara di Depan Umum (Glossophobia) pada Siswa SMA Swasta Imelda Medan Suci Ramadani; Uli Makmun Hasibuan; Dini Fidianti; Nurhalimah Nurhalimah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2493

Abstract

Bullying in junior high school (SMP) environments is a serious problem that negatively impacts students' psychological, academic, and social development. Guidance and Counseling (BK) teachers hold a strategic role in preventing and handling bullying behavior in school settings. This article aims to examine in depth the role of BK teachers in addressing various forms of bullying in junior high schools through a literature review approach. Research data was obtained from various Indonesian-language scientific journals published after 2021. The results show that BK teachers play a role through various services, including information services, individual counseling, group guidance, group counseling, mediation, and collaboration with parents and school staff. The effectiveness of the BK teacher's role is greatly influenced by supporting factors such as firm school policies, an ideal BK teacher-student ratio, and active parental involvement. This research is expected to serve as a reference for BK practitioners in designing more comprehensive and sustainable bullying intervention programs.
Kenakalan Remaja : Faktor Penyebab, Dampak Dan Upaya Avanza Fahlevi Zein; Uli Makmun Hasibuan; Mawaddah Ramadhani; Syifa Thahira
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2522

Abstract

Juvenile delinquency is a dynamic social phenomenon that demands serious attention. This qualitative study aims to examine the causal factors, impacts, and effective preventive measures regarding juvenile delinquency. The findings indicate that juvenile delinquency is driven by three main factors: family (improper parenting and lack of attention), environment (negative peer influence and socio-economic conditions), and the individual (low self-control and emotional instability). The negative impacts of this phenomenon affect not only the perpetrators but also families, schools, and society both psychologically and socially. This study concludes that addressing juvenile delinquency requires a holistic and collaborative approach among families, educational institutions, communities, and the government. Early intervention through moral reinforcement, social skills development, and character building is considered the most effective strategy to reduce delinquency rates.
Implementasi Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Sikap Asertif Peserta Didik Kelas Xi Smks Taman Siswa Medan Andriani Andriani; Uli Makmun Hasibuan; Aulia Latifa; Valencia Marito Hutabarat
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2526

Abstract

One of the important social skills that children must have to face various demands of social life in school and community environments is assertive behavior. Assertive students are able to express their ideas, feelings, and opinions firmly without violating the rights of others. The purpose of this study is to describe how group counseling services are used to help 11th-grade students at SMKS Taman Siswa Medan become more assertive. This study uses a descriptive qualitative methodology and collects data through group counseling transcripts, service implementation reports, and documentation studies of the Service Implementation Plan (RPL). According to the research findings, group counseling services go through four stages: development, transition, core activities, and termination. Students actively participate in conversations, share their experiences, and voice their thoughts on assertive behavior throughout the service process. Students demonstrate a deeper understanding of the concept of assertiveness, courage in expressing their ideas, and the ability to politely refuse unwanted offers after participating in the service. The research conclusion indicates that group counseling services are a useful strategy to help students improve their social skills, particularly in terms of becoming more assertive.
The Dynamics Of Students' Self-Confidence Through A Combination Of Self-Monitoring And Role-Playing Tecniques In Group Counseling Nur Zain Aulia; Uli Makmun Hasibuan; Keysah Ramadian; Yolanda Ayu Kirana
Indonesian Journal of Communication and Social Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Al'Adzkiya Rantauprapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the dynamics of self-confidence among secondary school students by applying a combination of self-monitoring techniques and role-play in group counselling sessions. Low self-confidence among adolescents is a problem that has a significant impact on the quality of their social interactions and academic achievement. This study was conducted at Pertiwi Secondary School in Medan during the second semester of the 2025/2026 academic year, involving four students from Years 7 and 8. A descriptive qualitative method was used, with data collected through observation, self-monitoring sheets, and transcripts of the group counselling process. The results indicate that the combination of self-monitoring techniques and role-play within a group counselling framework encouraged students to identify situations that trigger low self-confidence, develop greater self-awareness, and directly practise self-assured behaviour through simulated real-life scenarios. The group dynamics process strengthened motivation and a sense of security among participants, thereby enabling the organic internalisation of self-confidence values. This research makes a practical contribution to school guidance and counselling services, particularly to the design of effective, context-specific interventions based on behavioural techniques for adolescents.
KENAKALAN REMAJA DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING: STUDI KEPUSTAKAAN TENTANG FAKTOR PENYEBAB DAN PENANGANANNYA Dhea Nurmaliza; Uli Makmun Hasibuan; Mutiara Sri Yuni; Tisania Antiyadila
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10635

Abstract

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang sering terjadi dan menjadi perhatian dalam dunia pendidikan, khususnya dalam bidang Bimbingan dan Konseling (BK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kenakalan remaja serta peran layanan BK dalam mengatasinya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kenakalan remaja dipengaruhi oleh faktor internal seperti krisis identitas dan kontrol diri, serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, pergaulan teman sebaya, dan pengaruh media sosial. Layanan BK memiliki peran penting dalam pencegahan dan penanganan kenakalan remaja melalui layanan konseling individu, bimbingan kelompok, serta layanan informasi. Dengan demikian, peran aktif guru BK sangat dibutuhkan untuk membantu remaja mengembangkan perilaku yang positif.
Strategi Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Kesiapan Karier dan Eksplorasi Studi Lanjut Siswa Fase E di SMA Negeri 19 Medan Shovia Anisa Putri; Uli Makmun Hasibuan; Dwiky Yudha Dharmawan; Rafifah Annisa
Journal of Education Transportation and Business Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v3i1.8604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi strategi bimbingan kelompok dalam mengeskalasi kesiapan karier serta eksplorasi studi lanjut siswa Fase E di SMA Negeri 19 Medan. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, data penelitian dihimpun melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta peserta didik kelas X (Fase E) yang mengikut serta dalam layanan bimbingan kelompok. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa strategi bimbingan kelompok yang diintegrasikan melalui teknik diskusi kelompok, simulasi, dan eksplorasi minat-bakat efektif dalam mengoptimalkan pemahaman siswa mengenai orientasi karier dan alternatif pendidikan tinggi. Pasca-intervensi, siswa menunjukkan progresivitas dalam mengidentifikasi potensi diri, mengasimilasi informasi program studi, serta mengonstruksi pengambilan keputusan karier secara lebih terarah. Dengan demikian, studi ini menegaskan urgensi layanan bimbingan kelompok berbasis eksplorasi sebagai komponen integral dalam program BK, khususnya dalam menyelaraskan implementasi Kurikulum Merdeka pada Fase E.
Efektivitas Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Pemahaman dan Sikap Pencegahan Bullying pada Siswa Kelas X Siti Julaika; Uli Makmun Hasibuan; Anggun Nazira Wahyuningtias; Nabila Syahfa B
Journal of Education Transportation and Business Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v3i1.8665

Abstract

Bimbingan kelompok merupakan salah satu layanan bimbingan konseling yang efektif untuk mengatasi masalah perilaku sosisal dikalangan remaja, khususnya pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Penetilian ini membahas layanan bimbingan kelompok dengan topik pencegahan bullying yang melibatkan siswa laki-laki di kelas X berusia sekitar 16 tahun. Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota kelompok mengenai pengertian, jenis, dampak, serta strategi pencegahan bullying. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi anggota kelompok, peningkatan kesadaran terhadap dampak negatif bullying, serta munculnya sikap proaktif seperti melaporkan ke guru dan mencari jalan tengah dalam konflik. Pendekatan ini terbukti mampu menciptakan suasana kelompok yang nyaman, aman, dan mendukung pengembangan sikap saling menghargai.
Layanan Bimbingan Kelompok Tentang Bahaya Rokok dan Dampaknya Dalam Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat pada Peserta Didik Visca Agustina; Uli Makmun Hasibuan; Elsi Audina; Arfah Ayani
Journal of Education Transportation and Business Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v3i1.8688

Abstract

Merokok merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang masih banyak ditemukan pada kalangan remaja dan menjadi perhatian serius karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan fisik, psikologis, sosial, maupun akademik. Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan tingginya rasa ingin tahu, keinginan untuk mencoba hal-hal baru, serta kecenderungan untuk mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, khususnya teman sebaya. Kondisi tersebut menyebabkan remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok. Berbagai faktor yang melatarbelakangi perilaku merokok pada remaja antara lain pengaruh lingkungan keluarga, teman sebaya, media sosial, rasa penasaran, serta kurangnya pemahaman mengenai bahaya rokok. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang efektif melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah, salah satunya melalui layanan bimbingan kelompok. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan topik bahaya rokok dan dampaknya dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat pada peserta didik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan praktik lapangan yang dilaksanakan di Yayasan Perguruan Gajah Mada Medan. Kegiatan melibatkan peserta didik kelas X dan dilaksanakan melalui tahapan pembentukan, peralihan, kegiatan inti, dan pengakhiran. Teknik yang digunakan meliputi dinamika kelompok, diskusi, tanya jawab, pemberian informasi, dan self-disclosure. Materi yang diberikan mencakup pengertian rokok, kandungan zat berbahaya dalam rokok, faktor penyebab perilaku merokok, dampak rokok terhadap kesehatan dan lingkungan, serta strategi menghindari kebiasaan merokok. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mampu memahami pengertian rokok dan kandungan zat berbahaya yang terdapat di dalamnya, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab seseorang mulai merokok, serta menjelaskan berbagai dampak negatif rokok terhadap kesehatan fisik, mental, sosial, dan lingkungan. Selain itu, peserta menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, mampu mengemukakan pendapat secara terbuka, serta menunjukkan peningkatan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku merokok. Kegiatan bimbingan kelompok juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk saling bertukar pengalaman dan memperoleh dukungan dari anggota kelompok lainnya sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan komitmen peserta didik untuk menerapkan pola hidup sehat serta menjauhi perilaku merokok dalam kehidupan sehari-hari.
Mengapa Mahasiswa Sering Menunda? Tinjauan dari Perspektif Bimbingan dan Konseling Zea Apila Natasya; Alysa Azzahra; Nadia Purba; Uli Makmun Hasibuan
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2617

Abstract

Academic procrastination has become a chronic phenomenon among university students, which is frequently normalized in digital spaces. This study aims to explore the psychological dynamics behind students' procrastinating behavior and formulate solutions from the perspective of Guidance and Counseling. The research method employed is qualitative, utilizing library research and digital content analysis. Data sources were gathered from accredited scientific journal articles (2021–2026) and student narrative trends on social media platforms such as Twitter, TikTok, and Instagram. The results indicate that academic procrastination is not merely a matter of poor time management, but rather a manifestation of self-regulation failure and emotional dysregulation. Students use procrastination as an immediate mood repair coping strategy to avoid negative emotions, anxiety, and fear of failure driven by cognitive distortions like irrational perfectionism. Social media further reinforces this behavior through Social Learning Theory, which normalizes cramming. In conclusion, addressing procrastination requires counseling interventions that target cognitive roots. The Cognitive Behavioral Therapy (CBT) approach through cognitive restructuring techniques is highly recommended for university counselors to reshape students' irrational thoughts and restore their self-regulation capacities.
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Dalam Mengembangkan Konsep Diri Pada Siswa Kelas VIII MTS AR RIDHA Nurjannah Salsabila Simanungkalit; Uli Makmun Hasibuan; Reva Lina Aulia; Arzela Azrina
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2663

Abstract

Adolescence is a crucial phase in the formation of self-concept, which influences students' self-confidence and learning motivation. This study aims to describe the implementation of group guidance services in developing the self-concept of eighth-grade students at MTs Ar-Ridha. The research method used was descriptive qualitative. The research subjects consisted of 5 eighth-grade students who participated in a 25-minute group guidance session on the topic of "Self-Concept". The implementation methods included group discussions, question-and-answer sessions, experience sharing, and ice-breaking activities supported by PowerPoint media. Data were collected through direct process and product evaluations. The process evaluation results showed that the group dynamics were conducive, with students participating actively, orderly, and respectfully toward each other's opinions. The product evaluation indicated an increase in students' understanding of recognizing their strengths and weaknesses, fostering a positive mindset, and enhancing motivation and self-confidence. This study concludes that the implementation of group guidance services is effective in helping eighth-grade students at MTs Ar-Ridha form a healthier and more positive self-concept.
Co-Authors Adawiyah, Ardella Adifiya, Alfira Adinda Salsabila Agung Ramadan Agustia, Deva Yuni Aina Salsabila Alfira Adifiya Ali Akbar Riadi Alysa Azzahra Amalia, Diny Amelia Afra Kamilah Anastasya Putri Simatupang Andriani Andriani Anggraini, Pradana Gita Anggun Nazira Wahyuningtias Annisa Annisa Annisyah, Fitry Apriananda, Risty Dwi Aprilia Malika Putri Aprillia Malika Putri Ardella Adawiyah Arfah Ayani Arista, Nadia Arzela Azrina Asbi Asbi Asbi, Asbi Aulia Latifa Aulia Syahrani Raidila Aulia, Permata Dina Auralia, Feby Angel Avanza Fahlevi Zein Ayu Sri Ginanti Azhari, M. Ariq Azli Yani Citra Ramadhani Dania Danuwardi Saifullah Rambe Dara Adiba Latersia Gintin Dela Ananda Deliati Deliti Della Putri Saharani Dhea Nurmaliza Diadra Dewina Alti Dika Madani Dina Aulia, Permata Dini Fidianti Dwi Atika Zahra Dwi Ningsih, Inggit Dwiky Yudha Dharmawan Elsi Audina Elvidayani Elvidayani Elvidayani Elvidayani Elvidayani, Elvidayani Fauzan Lbs, M. Zaky Feby Angel Auralia Halimah Tusadiah Harahap, Irna Tri Aulia Hasibuan, M.Fauzi Inggit Dwi Ningsih Intan Zahra Nasution Irna Tri Aulia Harahap Ismayani Ismayani Ismayani Ismayani Julia Siregar Keysah Ramadian Khairul Aldi Syahdana Mz Khapi Yanti laila Lalu Rifki Sanjaya Liza Handrian M. Ikhwan Habibie M. Zaky Fauzan Lubis Mawaddah Ramadhani Mey Syandry Khairunnisa Mona Luthfia Adira Muhammad Ariq Azhari Muslikha, Indis Mutiara Sri Yuni Nabawi Pradisty Nabila Syahfa B Nabila, Asyifah Nadia Purba Nadilla Anggraini Sari Saragih Nadira Putri Wanda Naia Azzahra Najwa Vania Nayla Syahrani Panjaitan Nazwa Nazwa Nazwa, Nazwa Nobri Ardani Nur Zain Aulia Nurhaida S Nurhalimah Nurhalimah Nurjannah Salsabila Simanungkalit Nurlaila Rahmi Nurlaila Rahmi Nurvita Sembiring, Zeani Chi Pradana Gita Anggraini Pratiwi, Aulia Putri Syahrani Putri, Auzha Amalia Putri, Widya Anggraini Rafifah Annisa Rahmah, Miftah Afifah Ramadan, Agung Reva Lina Aulia Riadi, Ali Akbar Rifki Sanjaya, Lalu Risma Irwanti Riyan Ningsih Rizka Maulia S.Ag. S. Pd. M.Ag, Deliati Saharani, Della Putri Salsabila, Adinda Sarah Raudhatul Aulia Sari, Alvionita Nurmala Sari, Wulan Sembiring, Okia Sari Shovia Anisa Putri Siti Julaika Sri Rezeki Suci Ramadani Surbakti, Wahyu Persadanta Syahdana Mz, Khairul Aldi Syahfitri, Wardana Syifa Thahira Tasya Putri Cahaya Tengku Ananda Fitri Syakinah Tiara Ulfa, Saskia Tisania Antiyadila Valencia Marito Hutabarat Vemila Yulistadrifani Siregar Vemila Yulistadrifani Siregar Visca Agustina Wan Hanis Masfufah Al Widia Pratiwi Wildaniah Mumtazah Sipahutar Wildaniah Mumtazah Sipahutas Yoja, Astya Dwi Yolanda Ayu Kirana Yolanda, Yuke Yunissa Aristi Anggraina Zakia, Raudatul Zea Apila Natasya