p-Index From 2021 - 2026
5.329
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU USHULUDDIN Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal KALAM JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Jurnal Theologia Journal of Mathematics Education and Application (JMEA) Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam Fokus Bisnis Potensia Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam KONTEMPLASI: JURNAL ILMU-ILMU USHULUDDIN Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an dan Tafsir Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Jurnal Ulunnuha SUHUF: Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya Jurnal Penelitian Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture and Social Studies Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an el-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam QOF: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Al-Mufassir : Jurnal ilmu Al Quran, Tafsir dan Studi Islam ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Haga: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Jurnal HUMANIS DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Journal of Rural Community Nursing Practice Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Journal of Innovative and Creativity Jurnal Pengembangan Potensi Laboratorium Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Kontemplasi : Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Journal of Rural Community Nursing Practice IJoReSCo Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam PALASTREN: Jurnal Studi Gender Jurnal Kajian Hukum dan Sosial Studia Quranika: Jurnal Studi Quran
Claim Missing Document
Check
Articles

Transmisi, Transformasi, dan Resepsi Al-Qur'an dalam Tradisi Tahlil Amanat di Pesantren Al-Fattah Tulungagung Khamim Jazuli Ahmad; Ahmad Zainal Abidin
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.1929

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi tahlil amanat di Pondok Pesantren Putra Menara Al-Fattah Mangunsari Tulungagung sebagai manifestasi living Qur'an yang mencakup proses transmisi, transformasi, dan resepsi Al-Qur'an dalam kehidupan sosial-keagamaan pesantren. Tujuan penelitian adalah mendeskripsi-kan bagaimana tradisi tahlil amanat diwariskan dari masa ke masa, menganalisis transformasi yang terjadi pada bentuk dan fungsinya, serta mengungkap pola resepsi jamaah terhadap nilai-nilai Qur'ani yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan 13 informan (kyai, santri, dan jamaah), serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, tahlil amanat memiliki akar teologis yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadis, ditransmisikan melalui jaringan pesantren dengan mekanisme pembiasaan, dawuh kyai, dan regenerasi santri. Kedua, tradisi ini mengalami transformasi signifikan pada aspek bentuk (dari berkat nasi ke sistem amplop), fungsi (dari ritual privat ke praktik sosial-filantropis), kelembagaan, dan makna. Ketiga, resepsi jamaah terhadap tahlil amanat bersifat multilapis mencakup dimensi spiritual (sedekah bagi leluhur), moral (kewajiban anak kepada orang tua), dan sosial (kepercayaan terhadap otoritas pesantren). Tradisi ini merepresentasikan living Qur'an yang dinamis di mana nilai-nilai Qur'ani tentang doa, sedekah, dan solidaritas teraktualisasi dalam format sosial yang hidup. Penelitian ini sekaligus memperkaya kajian living Qur’an melalui perspektif kelembagaan pesantren yang belum banyak disentuh oleh studi-studi sebelumnya, sekaligus menawarkan kerangka analisis transmisi-transformasi-resepsi yang relevan diterapkan pada kajian tradisi keagamaan serupa di komunitas lain.
Contextualization of Prophet Ibrahim's Interpersonal Communication in the Present Era Moh. Mashadi; Abad Badruzaman; Ahmad Zainal Abidin; Abdunrorma Sama Alee
International Journal of Religion and Social Community Vol. 3 No. 2 (2025): September
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ijoresco.v3i2.3605

Abstract

Interpersonal communication is a form of interconnection and interaction (reciprocal actions) to achieve desired goals. The Qur'an's attention to good communication is found, among other places, in the story of Prophet Ibrahim. This study, based on Julia T. Wood's theory, examines Prophet Ibrahim's interpersonal communication in the Qur'an, focusing on two issues: how does Prophet Ibrahim's linear, interactional, and transactional interpersonal communication appear in the Qur'an? and how can Prophet Ibrahim's interpersonal communication be contextualized in the present era? This study uses a library research approach with the Qur'an and Tafsir as the primary sources, supported by secondary sources such as books, journals, and other relevant documents. The results of the study show that Prophet Ibrahim's interpersonal communication according to Julia T. Wood's theory consists of linear, interactional, and transactional models. The linear model consists of communication with children, communities, and fathers and communities; the interactional model consists of communication with guests, fathers, and children; and the transactional model consists of communication with fathers and communities, kings, and guests. The contextualization of the linear model consists of character building for children, the reasons why Allah must be worshipped, and the declaration of freedom from worshipping anything other than Allah. The contextualization of the interactional model involves arguments about salvation, arguments to show the mistakes of the interlocutor, commands to be persuasive, and hissiyah enjoyment. The contextualization of the transactional model involves the search for the essence of God, evidence of God's omnipotence, the concept of ikram al-dayf, and the importance of arguments based on nash.
Debts and Receivables in the Qur'an: A Ma'na-cum-Maghza Interpretation of Q.S. Al-Baqarah [2]: 282 Amalia, Rosyida; Masrury, Farhan; Wahyu Sejati, Sartika Dita; Budi, Eko Prasetyo; Abidin, Ahmad Zainal
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 20, No 1 (2026): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v20i1.30458

Abstract

This paper aims to analyze the historical meaning and explore the significance of Q.S. al-Baqarah [2]: 282 from the perspective of tafsir mu‘āmalah using the ma‘nā cum maghzā approach. This verse is related to debt transactions (mudāyanah), which in the early period of Islam often led to potential injustice due to the absence of clear transaction records and the prevalence of usurious practices that disadvantaged borrowers. This study employs a qualitative method with a contextual exegesis approach through the analysis of historical meaning (ma‘nā al-tārīkhī) and the exploration of the main message of the verse (maghzā). The data were collected through library research by examining various classical and contemporary Qur’anic commentaries relevant to the study of mu‘āmalah. The results of the study show that Q.S. al-Baqarah [2]: 282 emphasizes three main principles in economic transactions: the recording of transactions as a form of legal certainty, the presence of a just scribe to maintain the objectivity of the agreement, and witnesses as a mechanism for transaction verification. These principles function to ensure justice, transparency, and the protection of rights in economic relations. In a contemporary context, the message of this verse is relevant to modern economic administrative practices such as written contracts, accounting systems, and transaction regulations in Islamic financial institutions. Thus, Q.S. al-Baqarah [2]: 282 can be understood as a normative foundation for building a fair, transparent, and accountable system of mu‘āmalah in modern economic life. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis makna historis serta mengungkap signifikansi QS. al-Baqarah [2]: 282 dalam perspektif tafsir muamalah melalui pendekatan ma‘nā cum maghzā. Ayat ini berkaitan dengan praktik utang-piutang (mudāyanah) yang pada masa awal Islam sering menimbulkan potensi ketidakadilan akibat tidak adanya sistem pencatatan transaksi yang jelas serta praktik riba yang merugikan pihak peminjam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir kontekstual melalui analisis makna historis (ma‘nā al-tārīkhī) dan penggalian pesan utama ayat (maghzā). Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur tafsir klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan kajian muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. al-Baqarah [2]: 282 menekankan tiga prinsip utama dalam transaksi ekonomi, yaitu pencatatan transaksi sebagai bentuk kepastian hukum, kehadiran penulis yang adil untuk menjaga objektivitas perjanjian, serta kesaksian sebagai mekanisme verifikasi transaksi. Ketiga prinsip tersebut berfungsi untuk menjaga keadilan, transparansi, dan perlindungan hak dalam hubungan ekonomi. Dalam konteks kontemporer, pesan ayat ini relevan dengan praktik administrasi ekonomi modern seperti kontrak tertulis, sistem akuntansi, serta regulasi transaksi dalam lembaga keuangan syariah. Dengan demikian, QS. al-Baqarah [2]: 282 dapat dipahami sebagai landasan normatif dalam membangun sistem muamalah yang adil, transparan, dan akuntabel dalam kehidupan ekonomi modern.
Co-Authors Abad Badruzaman Abdunrorma Sama Alee Abidin, Alhadi Zaenal Agus Eko Sujianto Ahmad Saddad Ahmadi, Imam Aksin Wijaya Al Faqih, Mohamad Roni Al-Khanafi, M. Imam Sanusi Alfaqih, Mohamad Roni Amalia, Rosyida Ardianti, Ikha Astuti, Niken Yuli Aziz, Thoriqul Aziz, Thoriqul Budi, Eko Prasetyo Budiani Kusumaningrum Chayati, Dewi Charisun Dewi Charisun Chayati Dewi Ratnawati Dewi Ratnawati Dewi Ratnawati Dewi Ratnawati Efendi, Yusuf Eko Zulfikar Fadila Ikke Nuralita Fahma Maulida Fahmi Muhammad Fardan Mahmudatul Imamah Fathi, Muhammad Alya Fato, Adri Ferawati Gita Puspa Artiani, Gita Puspa Guntoro Hariastuti, Fela Putri Hariyaty, Hariyaty Husnul Amira Ikhwanudin, Angga Herviona Imam Ahmadi Imam Fuadi Indianti, Cindi Julianto, Errix Kristian Khair, Alfath Khamim Jazuli Ahmad Khayudin, Bayu Akbar Kojin Kurniati, Mei Fitria Kurniawati, Fitria Rizky Lutfatul Husna Masrury, Farhan Melati Almatu Sholikah Melsandi, Shinta Elsa Miftakhul Huda Mochamad Choirul Musyafa Moh. Mashadi Mufidah, Ainul Muh Syaifudin Muhammad Hidayat Muhammad Ridho Muhammad, Fahmi Musyafa, Mochamad Choirul Nur Kholis Nurain, N. Nurfitriani, Yuzita Nurul Fadhilah Nurul Hidayat Oktanuriawan, Jefry Pramesti, Adhe Anniza Rahmawati, Andin Ajeng Ratnawati, Dewi Rika Yuli Wulansari Rizqa Ahmadi Rofiah, Karinatur Rofi’ah, Karinatur rosyida amalia Rosyida Amalia RSN, Frenty Salamah Noorhidayati Saraswati8, , Devi Endah Siti Helmyati Sulistyo, Angger Anugerah Hadi Sulistyorini Suryani, Renita Dwi Suyoto Suyoto Taufiqurrahim, Taufiqurrohim Taufiqurrohim Taufiqurrahim Thoriqul Aziz Thoriqul Aziz Thoriqul Aziz Thoriqul Aziz Thoriqul Aziz Umi Nur Habibah Wahyu Sejati, Sartika Dita Widadi, Nurul Winita, Asri Yusuf Efendi Zunita Lut Fiana Pangesti Zunita Lutfiana Pangesti