Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran ekstrakurikuler menggambar dan mewarnai terhadap hasil prestasi di MIS Hidayatul Muhajirin Mahmudah, Istiyati; Siti Rahmah; Aulia Azizah; Eva Naulia
TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 10 No 2 (2024): Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/trihayu.v10i2.16055

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam mewujudkan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya. Dalam pendidikan tidak terlepas dan terpisahkan dari lembaga pendidikan formal seperti sekolah dasar. Dalam pembelajaran sekolah dasar, pendidikan saat ini pembelajaran seni masuk pada mata pelajaran SbdP. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu cara sekolah untuk membantu mengembangkan bakat seni dan keterampilan. Kegiatan ekstrakurikuler ini biasanya dilaksanakan diluar jam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler menggambar dan mewarnai di Mis Hidayatul Muhajirin Palangka Raya, 2) hasil prestasi terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler menggambar dan mewarnai di Mis Hidayatul Muhajirin Palangka Raya.  Data di dapatkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan teknik deskripsi. Hasil dari penelitian ini 1) pelaksanaan ekstrakurikuler menggambar dan mewarnai di Mis Hidayatul Muhajirin Palangka Raya ini dilaksanakan sesuai dengan prosedur, 2) hasil prestasi terhadap kegiatan ekstrakurikuler Mis Hidayatul Muhajirin Palangka Raya sudah sangat baik terbukti dari perolehan pada kegiatan lomba menggambar dan mewarnai.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI LUAS LINGKARAN KELAS VI MIS MIFTAHUL HUDA 2 Sukma, Puput Melati; Mahmudah, Istiyati
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika sering kali dianggap sebagai salah satu disiplin ilmu yang paling sulit dipahami, terutama ketika siswa dihadapkan pada konsep-konsep yang kompleks dan abstrak. Ketidakpahaman ini sering kali disebabkan oleh penggunaan notasi yang rumit dan simbol-simbol yang asing, sehingga membuat siswa merasa terasing dari materi yang diajarkan. Dalam dunia pendidikan, upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat dasar sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan. Penggunaan model pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam pengajaran matematika. Dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat, guru dapat menjadikan konsep-konsep matematika lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran matematika di kelas VI MIS Miftahul Huda 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam mengumpukan data. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah wali kelas VI MIS Miftahul Huda 2 yang menjadi guru matematika. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL di kelas VI pada mata pelajaran Matematika materi mengitung luas lingkaran baik dan cocok digunakan. Model PBL mendorong siswa untuk berkolaborasi, melatih pemikiran kritis, dan pengalaman menerapkan konsep matematika dalam lingkungan praktis. Oleh karena itu diharapkan dapat menjadi terobosan bagi guru matematika kedepannya yang menggunakan pendekatan pembelajaran PBL.
Pelatihan Seni Kolase sebagai Upaya Peningkatan Kreativitas Visual Anak Usia Dini di MIN 2 Kota Palangka Raya Imron, Muhammad; Hairil, Muhammad; Mahmudah, Istiyati
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v5i2.4497

Abstract

This community service aims to enhance the visual creativity of early childhood children through collage art activities at MIN 2 Kota Palangka Raya. In the current digital era, children are often exposed to passive visual media, which can hinder the development of their active creativity. Through the collage art approach, students are given the freedom to create using various materials such as colored paper, origami, and glue, which stimulate fine motor skills and visual creativity. The research method used involved direct guidance in creating collages, followed by the presentation of material about collage art and the steps for creating it. The results of the community service show that collage activities can improve students' creativity, visual expression, and fine motor skills. Additionally, these activities can also boost students' self-confidence in expressing themselves freely and creatively. These findings suggest that collage art can serve as an effective medium in art education at the elementary school level and is highly beneficial for fostering children's creativity from an early age.
PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI MIS DARUL ULUM Aisyah; Mahmudah, Istiyati; Fitriana, Eni; Nurhasanah, Rosyifa Lala
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.2723

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran SBK, untuk mengetahui faktor yang mendorong keberhasilan keberhasilan siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran SBK serta untuk mengetahui faktot yang menghambat keberhasilan siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran SBK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat analisis deskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini ialah guru dan siswa kelas IV MIS Darul Ulum Palangka Raya, dan barang bekas sebagai media. Pada teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif Miles, Huberman, dan Saldana, yang meliputi kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1) Kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran SBK dapat menghasilkan karya yang baru baik berupa gambar yang indah 2) Dalam berkarya tersebut ada beberapa faktor yang mendorong keberhasilan siswa dalam memanfaatkan barang bekas yakni siswa memiliki keinginan untuk mencoba hal yang baru dan bermanfaat dari barang bekas, kemudian dampingan serta dukungan dari orang tua dan dukungan serta motivasi dari lingkungan sekolah atau dari guru.
PENGAPLIKASIAN MODEL KOOPERATIF PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV DI SDIT AL-FURQAN Dewi, Ratih Puspita; Mahmudah, Istiyati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 13, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v13i1.72139

Abstract

Education has meaning as an undertaking to enlighten nations. In addition, education also has achievement to increasing on the quality of people in Indonesia. Math learning is one of essential subject in education with the purpose of increasing students' intelligence. In the study of mathematics, students can think critically and be skilled in calculating and also have the ability to implement the basic mathematical concepts in lessons. The purpose of this study is to analyze cooperative application on mathematics of fourth grade at SDIT Al-Furqan Palangka Raya. The method of this study was a descriptive method, which meant the researchers' results were transmitted and explained in words was also presented by a literature review/study literature. The finding showed that application of the cooperative learning model at SDIT Al-Furqan Palangka Raya is said to be appropriate and is able to help students to understand a learning material well. In this way, this cooperative learning model is able to increase the knowledge of students in the process of understanding a concept and the results of students"™ learning is judged to be able to increasing well at this math lesson.
STUDI TENTANG PEMBELAJARAN KESENIAN KARUNGUT DAYAK NGAJU SISWA TUNANETRA DI SLB NEGERI 1 PALANGKARAYA Mahmudah, Istiyati; Yanti, Melda Yuli; Andini, Seli Pramudita; Astuti, Yulia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 12, No 12 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v12i12.64332

Abstract

Children with special needs are children who have special personalities such as blind people where children experience disturbances or limitations in their sense of sight. The arts that many blind children are involved in are music and sound arts because these two arts do not prioritize the sense of sight. Art that is suitable for blind children to study is the Dayak Ngaju sack art which is implemented at SLB Negeri 1 Palangkaraya. This study aims to describe the use of methods by art teachers in teaching, the media used during the process of learning the Dayak Ngaju sack art and the factors that support and hinder the learning of sack art at SLB Negeri 1 Palangkaraya. This study uses a descriptive qualitative approach. The results showed that art teachers used three methods when teaching, namely lecture, demonstration and repetition methods. The media used by the art teacher in the sack art at SLB Negeri 1 Palangkaraya are harps, drums, gongs and special braille tools used by blind children to assist during the learning process. The supporting and inhibiting factors themselves are in the students and the teacher. The learning of the Dayak Ngaju sack art at SLB Negeri 1 Palangkaraya has been well implemented. This is evident from the variety of methods used by the teacher when teaching, the success of the teacher in increasing the interest and enthusiasm of students when the learning process takes place and also seen from the students' mastery of singing the sackcloth song and playing the sackcloth accompaniment.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TIPE BUZZ GROUP TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH Selvia, Rida; Rahmad, Rahmad; Mahmudah, Istiyati
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 8 No 1 (2024): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v8i1.1950

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of the Buzz Group-type collaborative learning model on students' active learning. The method used in this research is quantitative, the research design used in this research is quasi-experimental (Quasi Experiment) consisting of two categories, namely the control and experimental categories. The subjects of this research are class V students at MIS Darul Ulum which consists of two classes, namely class VA (Control) and VB (Experiment). The research instruments were observation sheets and questionnaires to measure students' learning activity. The results of the research show that the Buzz Group-type collaborative learning model is effective in actively learning Indonesian for class V students with a significance value of 0.000. This research contributes by providing empirical evidence that the Buzz Group-type collaborative learning model can increase student learning activity, offering an effective alternative to teaching methods in elementary schools.
Assessment of Islamic Education Subjects in the Merdeka Curriculum at SMA N 3 Sampit Kurniawan, Kurniawan; Supriadi, Gito; Mahmudah, Istiyati
ALSYS Vol 5 No 4 (2025): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i4.6120

Abstract

The Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka) introduces a new educational paradigm in Indonesia that emphasizes learner autonomy and student-centered approaches. This study investigates the implementation of Islamic Education (PAI) assessments under the Independent Curriculum at SMA Negeri 3 Sampit, focusing on the processes of planning, implementation, and evaluation. A qualitative case study design was employed, with data collected through observations, in-depth interviews with key stakeholders, and document analysis. Data validation was conducted using source and technique triangulation. The findings reveal that PAI assessment implementation comprises three core stages: planning, which includes the preparation of the School Operational Curriculum (KOSP) and thematic teaching modules; implementation, which integrates both intracurricular learning and Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5); and evaluation, which includes formative and summative assessments. Formative assessments are conducted through observation, portfolios, and project-based evaluations, while summative assessments utilize tools such as case study-based tests to measure final student competencies. The main challenges identified include limited teacher readiness, adherence to conventional assessment mindsets, and insufficient understanding of holistic evaluation practices. Despite these challenges, the school demonstrates adaptive strategies by developing assessment rubrics that integrate cognitive, spiritual, and social domains. These efforts reflect a broader institutional commitment to the core principles of the Independent Curriculum and the advancement of authentic, student-centered Islamic education.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SDIT AL-FURQAN PALANGKARAYA Wulandari, Ayu; Sulistowati; Mahmudah, Istiyati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4290

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dalam hal tesebut, diperlukan bahan ajar yang inovatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa serta untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan modul ajar berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk memudahkan siswa dalam memahami materi “Hak dan Kewajiban”. Di kelas IV SDIT Al-Furqan Palangkaraya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (R&D). Model yang digunakan pada penelitian ini adalah 4D dengan tahapan pengembangan Define, Desain, Development, Disseminate. Tahap Define meliputi analisis kebutuhan akan perangkat pembelajaran, analisis karakteristik siswa (visual dan audio visual), dan analisis materi yang disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran (CP) serta Tujuan Pembelajaran (TP). Tahap Desain melibatkan pembuatan storyboard dan penentuan CP, ATP, dan TP. Pada tahap pengembangan, modul divalidasi oleh ahli materi dan ahli modul ajar. Tahap Developmement meliputi hasil validasi, yang ditunjukan dengan hasil bahwa modul ajar sangat layak, dengan persentase 89,77% dari ahli modul ajar dan 93,33% dari ahli materi. Efektivitas modul ini terbukti dari hasil uji N-gain dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah belajar menggunakan modul ajar berbasis PjBL yaitu sebesar 90,35%. Berdasarkan kategori dan tafsiran efektivitas penggunaan modul ajar berbasis PjBL pada penelitian dan pengembangan ini termasuk pada kategori “efektif” untuk meningkatkan nilai hasil belajar siswa kelas IV SDIT Al-Furqan Palangka Raya. Secara keseluruhan, modul ajar berbasis PjBL ini layak dan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila
The Effect of TGT (Teams Games Tournament) Type Cooperative Learning Assisted by Wordwall on Student Learning Activity in Islamic Religious Education Subject at SD IT Al Ghazali Dina Rahmawati; Mazrur, Mazrur; Mahmudah, Istiyati
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 11 No 2 (2025): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v11i2.29018

Abstract

In the current era, every educational institution is expected to implement innovations to prepare students with quality human resources. One effort that can be made is to create and innovate within classroom learning processes. This study aims to determine the effect of applying Teams Games Tournament (TGT)-type cooperative learning assisted by Wordwall on student learning activity. The research method used is a quasi-experimental design with the Nonequivalent Control Group Design model. The population and sample consisted of all third-grade students at SDIT Al Ghazali, Palangka Raya. Data were collected using test techniques, including pretests and posttests. The data analysis techniques used include calculating mean scores, testing data normality and homogeneity, and performing a two-sample t-test (Assuming Unequal Variance). The results show that the average pretest score of the experimental class was 61.17 with a standard deviation of 17.09, while the average posttest score increased to 89.70 with a standard deviation of 10.22. Based on the hypothesis test using the Welch test, the obtained p-value was 0.00467, which is smaller than the significance level of 0.05. It indicates a significant difference between the two sample groups, with the posttest average being higher. Additionally, an 82.35% increase in student learning activity was recorded. Therefore, the implementation of TGT-type cooperative learning, assisted by Wordwall, significantly enhances the learning activities of grade III students at SDIT Al Ghazali Palangka Raya.