Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Phinisi Integration Review

MEMBANGUN IDENTITAS LOKAL MASYARAKAT WADIABEROHAIYA MELALUI FESTIVAL MIENDO LIWU: PERSPEKTIF SOSIOLOGI SEJARAH Alwi, Alimin; Kamaruddin, Syamsu Andi; Najamuddin, Najamuddin; Nur, Hasruddin
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.70220

Abstract

Kajian sosiologi sejarah mengungkap bagaimana perkembangan masyarakat sepanjang masa/sejarah. Kajian ini digunakan untuk menganalisis perkembangan masyarakat Wadiabero-Haiya Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap cara identitas local budaya masyarakat Wadiabero-Haiya melalui Festival Miendo Liwu dan mengungkap aspek budaya yang terbangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kualitatif dengan cara mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan festival Miendo Liwu memperkuat ikatan sosial dalam komunitas orang Wadiabero-Haiya, memperkuat identitas kolektif dan menyediakan ruang bagi generasi muda untuk belajar dan mewarisi tradisi nenek moyang mereka.  Festival budaya Miendo Liwu bukan hanya sekadar peristiwa budaya, tetapi juga merupakan proses yang penting dalam pembentukan dan pemeliharaan identitas lokal. Aspek sosial dan budaya yang terbangun yaitu solidaritas sosial, pelestarian budaya, transmisi pengetahuan, spiritual, dan identitas. Implementasi temuan ini bahwa festival ini beradaptasi dengan perubahan zaman dan bagaimana komunitas Miendo Liwu tetap menjaga kesinambungan budaya mereka sambil merespons tantangan modern.The study of historical sociology reveals how society progressed and developed throughout time/history. This study is used to analyze the development of the Wadiabero-Haiya community. This research aims to reveal the local cultural identity of the Wadiabero-Haiya community through the Miendo Liwu Festival and reveal the cultural aspects that are developed. This research uses a qualitative study approach by collecting data including observation, interviews and documentation. The results of this research show that the Miendo Liwu festival strengthens social ties within the Wadiabero-Haiya community, strengthens collective identity and provides space for the younger generation to learn and inherit the traditions of their ancestors. The Miendo Liwu cultural festival is not just a cultural event, but also an important process in the formation and maintenance of local identity. The social and cultural aspects that are developed are social solidarity, cultural preservation, transmission of knowledge, spirituality and identity. The implementation of these findings is that this festival adapts to changing times and how the Miendo Liwu community maintains the continuity of their culture while responding to modern challenges.
Co-Authors Abdul Saman Achmad, Asmar ADIL, AHMAD Akbar, Aidul ALFIAN DAHRUN, ALFIAN Alif Kurniawan Alifka Alya Zhafirah Ambo Upe Amir, Dwita Aprilla Andi Alim, Andi Andi Fathir Prawira R Andi Kamaruddin, Syamsu Andi Ridwan Andi Tenri Pada Agustang Arif Atul Mahmuda Dullah Arwih, Muhammad Zaenal Asman, Nur Rezky Asna Wirayanti Asrianingsih Asshagab, Muhtar Aulia, Nurul Awaru, A. Octamaya Tenri Awaru Azhaq, Muhammad Hud Budianto Dade Prat Untarti Damasinta, Alfiana Darnawati, Darnawati Eki Nurhikma Fahrizal Fahrizal Halim, Muhammad Hamka Hasruddin Hayari Hayari Hayari Hayari Heriansyah Hudain, Muh. Adnan Hutamy, Ericha Tiara Insani, Nabila Nurul Jamiludin Jamiludin Jamiludin Jud, Jud Jumareng, Hasanuddin Junarlin, La Ode Muhammad Kamaruddin, Syamsu Andi La Batia La Ode Dinda M. Yunasri Ridhoh Ma'shumah Syamsir Mahrany, Yunita marsuna, marsuna Mongsidi, Wolter Muh. Bahrul Ulum Muhammad Aprilyansyah Pratama Rusli Muhammad Iqbal Rustan Muhammad Ishak Muhammad Rehan Fias Hasanuddin Muhammad Rusli Munawir Mansyur Mutijima, Pacifique Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Novia Kusumaningsih Nur Istiqamah Nur, Hasruddin Nurlina Subair Nurul Mutmainnah, Nurul Nurwijayanti Padli, Sul Pendais Hak Prahastini, Sinta Rahim, Muh Yusuf Rahma Awalia Rahmat, Ainul Rais, Risman Rusdi, Widya Anugrah Safiu, Darwin Salfia, Wa Ode Sariul, Sariul Satriani, Nur Sawali, La Setiono, Andik Sintawati Sintawati, Sintawati Solissa, Welly Ervina St Wijdana Ram Suhartiwi, Suhartiwi Syahidah, Ummu Syahruni, Nurul Takdir, Muh Tamrin, Sopian Taufiq Rahman Tekla Galla' Manase Usman, Arifuddin Wance, Marno Wulandari, Astria Yusnadi