Claim Missing Document
Check
Articles

KESIAPAN ANAK DAN PERAN ORANG TUA MUSLIM DALAM MEMPERSIAPKAN MENARCHE Maharani, Nur; Widiasih, Restuning; Adistie, Fanny
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2 (2020): EDITION JULY 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.875 KB) | DOI: 10.33366/jc.v8i2.1462

Abstract

Menarche a physiological process in puberty as a sign of the maturity in women’s reproductive organs. For Muslim women, a menarche is also an important event, because it signifies that a woman becomes 'baligh' (adult). Previous research shows that girls feel scared and unprepared when menarche, and limited information about family support for children. The purpose of this study was to examine the readiness of children and the roles of Muslim parents in dealing with menarche. This study applied a quantitative descriptive approach, the samples were selected using the purposive sampling technique, 176 students and parents from SDIT Imam Bukhari school involved in this study. The instrument was a questionnaire that assesses children's readiness and parents’ roles in assisting menarche. Data were analyzed using a frequency distribution.More than half of girls have good readiness (54.5%), and other children in the category moderate or poor. Parents as educators have a good role in preparing girls (52.3%) in component needs, motives, and goals. Most children are ready in dealing with menarche and getting support from parents. Providing menarche information at school would help children readiness especially who are in categories moderate and poor.
FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KEHAMILAN EKTOPIK BERULANG : STUDI KASUS Kurniawati, Anastasya Peni; Widiasih, Restuning; Koeryaman, Mira Trisyani
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 1 No. 3 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/pd8tn796

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan ektopik merupakan salah satu masalah kehamilan yang mengancam kehidupan baik janin maupun ibu, namun terbatas eksplorasi dan analisis terkait factor resiko terjadinya kehamilan ektopik. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor resiko yang mempengaruhi kehamilan ektopik. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekriptif dengan pendekatan studi kasus terstruktur berdasarkan hasil laporan asuhan keperawatan yang dimulai dari pengkajian yang dilakukan dengan anamnesa pada klien dan keluarganya, terlebih terkait factor resiko. Sebelum melakukan pengkajian dan tindakan, peneliti menjelaskan terlebih dahulu tujuan dan melakukan informed consent. Analisis data dilakukan dengan membaca data, membandingkan antar data, dan meringkasnya sebagai presentasi kasus Hasil: Ny. A, usia 24 tahun, G3P0A1 dirawat di rumah sakit karena mengalami perdarahan. Riwayat kehamilan pertama, klien mengalami abortus pada minggu ke-14. Pada riwayat kehamilan keduanya, di usia 22 tahun, klien didiagnosa kehamilan ektopik terganggu di minggu ke-9, klien merasakan nyeri pada perutnya dan terjadi perdarahan selama 2 hari. Selama masa kehamilan ini klien merokok kurang lebih 6-8 batang perhari. Setelah 2 tahun, klien hamil yang ketiga dan klien didiagnosa mengalami kehamilan ektopik yang kedua kali pada minggu ke-8. Pada kehamilannya ini klien masih merokok kurang lebih 3 batang rokok perhari Pembahasan: Faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya risiko kehamilan ektopik disebabkan oleh usia, paritas, riwayat merokok, riwayat kehamilan ektopik sebelumnya dan riwayat abortus. Faktor tersebut dapat menyebabkan penurunan fungsi organ-organ reproduksi seperti penurunan fungsi tuba fallopi, gangguan silia dan abnormalitas dari gerakan otot di tuba fallopi dan konstriksi atau penyempitan pada tuba fallopi. Disarankan kepada intitusi pelayanan kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu terkait faktor resiko agar kedapannya dapat mengurangi resiko kejadian kehamilan ektopik dan perlunya melakukan konsultasi pada ibu dengan resiko tinggi seperti yang memiliki riwayat kehamilan ektopik sebelumnya terkait program kehamilan selanjutnya.  
Intervensi Self-Book Art Therapy Pada Pasien Paliatif Kanker Hati Dengan Masalah Kecemasan Muniri, Ayu; Agustina, Hana Rizmadewi; Widiasih, Restuning
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i1.2766

Abstract

Kanker hati merupakan jenis kanker yang menempati urutan ketiga yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia dan sulit disembuhkan. Tidak sedikit tindakan berkelanjutan yang harus dijalani oleh penderita kanker hati untuk bertahan hidup. Sehingga bukan hanya fisik yang terkena dampak namun secara psikologis dan spiritual juga trauma. Oleh karena itu klien dengan kanker hati membutuhkan perawatan paliatif untuk mengurangi penderitaan dan meningkatkan kualitas hidupnya. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi self-book art therapy pada pasien paliatif kanker hati dengan masalah kecemasan. Penelitian ini berlangsung 7 hari menggunakan metode studi kasus yang terdiri dari kajian kebutuhan dan intervensi diberikan buku self-book art therapy untuk diisi dan kemudian nantinya buku yang telah diisi dievaluasi secara verbal (tanya pada pasien) dan juga visual (hasil tulisan atau gambar dalam buku). Hasil pengisian dan konfirmasi buku jurnal yang telah diisi ditemukan beberapa data yang sebelumnya tidak dapat tergali dalam pengkajian, selain itu juga hasil akhir menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien yang diungkapkan secara verbal dan tulisan dalam self-book art therapy setelah dilakukan intervensi. Kesimpulannya, self-book art therapy berpengaruh positif pada pasien untuk menurunkan tingkat kecemasan dan juga dapat menjadi media untuk menggali lebih dalam terkait isi pikiran, perasaan, dan emosi pasien.
Program “Nestara”: Upaya Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Stunting Sejak Masa Hamil dengan Pendekatan Teknologi dan Pemberdayaan Perempuan Widiasih, Restuning; Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Hermayanti, Yanti; Ermiati, Ermiati; Khoirunnisa, Khoirunnisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18651

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak konsepsi, hamil, dan setelah melahirkan sebagai bagian upaya pencegahan yang efektif dan komprehensif. Namun, hal tersebut merupakan proses yang kompleks, membutuhkan waktu, dan komitmen tinggi berbagai pihak, khususnya petugas kesehatan. Perawat memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan perempuan sepanjang siklus kehidupannya, termasuk dalam pencegahan stunting. Melaksanakan rangkaian kegiatan intervensi terintegrasi sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting sejak masa hamil dengan pendekatan teknologi melalui Program “Nestara”. Pendampingan dan pelatihan pada 30 ibu hamil tanpa komplikasi yang rutin memeriksakan diri ke Posyandu dan di bawah pengawasan bidan desa di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Program “Nestara” menerapkan lima kegiatan yaitu KKN Integratif, Festival Kesehatan, Homevisit, Pemantauan Lanjutan dengan Kunjungan Posyandu, Pemanfaatan Media Sosial, dan Aplikasi Skrining Stunting. Analisis data secara deskriptif dilakukan untuk mendapatkan karakteristik partisipan dan mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting di masa kehamilan. Kegiatan Program “Nestara” dilaksanakan dengan lima rangkaian kegiatan dan melibatkan mahasiswa KKN Integratif dan mahasiswa Program Magister Keperawatan. Terdapat peningkatan pengetahuan pada 30 ibu hamil yang mengikuti rangkaian dari awal hingga akhir program selama hamil sampai dengan melahirkan. Intervensi Program “Nestara” dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting sejak asa kehamilan. Selanjutnya dibutuhkanimplementasi berlanjut terkait upaya pendampingan ibu setelah melahirkan sebagai upaya pencegahan stunting yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Masa Kehamilan, Pencegahan Stunting, Pemberdayaan Perempuan  ABSTRACT Stunting prevention needs to be carried out starting from conception, pregnancy, and after childbirth to create effective and comprehensive efforts. However, it is a complex and challenging process including for health professionals. Nurses play an important role in improving women’s health throughout their life cycle, including stunting prevention. Objective: To implement a series of integrated intervention activities as an effort to improve pregnant women’s understanding of stunting prevention actions during pregnancy using a technological approach through the “Nestara” Program. Assistance and training for 30 pregnant women with no complications and regularly check themselves at the local integrated health posts (Posyandu) and are under the supervision of the village midwives in Parigi Sub-district, Pangandaran Regency. The “Nestara” program implemented five key activities, including Integrative KKN, Health Festival, Homevisit, Follow-up Monitoring with Posyandu Visit, and Utilization of social media and Stunting Screening Application. Descriptives of data were done to obtain participant characteristics and determine the level of knowledge of pregnant women about stunting prevention during pregnancy. The “Nestara” program was implemented with five series of activities and involved KKN Integrative students as well as Nursing Master’s students. There was an increase in knowledge in 30 pregnant women who followed the series from the beginning to the end of the program during pregnancy to childbirth. The “Nestara” program intervention increased the knowledge of pregnant women about stunting prevention since pregnancy. Further implementations are needed regarding efforts to assist mothers after childbirth for more comprehensive stunting prevention efforts. Keywords: Pregnancy, Stunting Prevention, Women’s Empowerment
“Psychoeducation” A Comprehensive Approach to Improve the Quality of Life of Patients with Coronary Heart Disease: A Scoping Review Widiasih, Restuning; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Aini, Farah Huwaida Qurrota; Megatami, Noviani; Nurfadillah, Nisa Nizhan; Fathurrizki, Ahmad Ihsan; Araujo, Glorianita A. R.
Journal of Nursing Care Vol 9, No 1 (2026): Journal of Nursing care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v9i1.69645

Abstract

Coronary heart disease is one of the diseases with acute and critical manifestations that has a high mortality rate worldwide. Psychoeducation is a comprehensive intervention that can be provided to acute patients, given its speed and its effects on all aspects of health. Comprehensive studies on the application of psychoeducation in acute-phase coronary heart disease patients are limited, so this literature review aims to identify the effectiveness of psychoeducation in managing this disease. This review uses a scoping review approach, applying six main stages: problem identification, identification of literature sources, literature selection, mapping and collecting literature, compiling and reporting results, and consulting with competent parties. The literature selection used the PRISMA approach, with article searches across three databases: Academic Search Complete, PubMed, and SAGE Journals. The studies reviewed used English-language research designs and focused on adult patients with acute or chronic coronary heart disease who received psychoeducation therapy, using RCT/cross-sectional/quasi-experimental/cohort study designs. The search results yielded five articles on the management of psychoeducation interventions in surgical and non-surgical conditions, focusing on coping strategies, physical capacity improvement, and disease understanding. Psychoeducation has been proven to improve patients' biopsychosocial quality of life (reducing stress levels, anxiety levels, depression, physical health, and social functioning). Psychoeducation can increase patients' knowledge by explaining coping strategies for adapting to life crises and other potential threats or developments. Further research is needed to refine the application of psychoeducational interventions on the quality of life of coronary heart disease patients
Literature Review: Intervensi Prone Positioning Dalam Pengelolaan Pasien dengan Acute Respiratory Distress Syndrome Etika Emaliyawati; Titin Sutini; Ermiati Ermiati; Asep Solehudin; Firman Sugiharto; Restuning Widiasih
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.15090

Abstract

ABSTRACT Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) is one of the causes of most patients being admitted to the Intensive Care Unit (ICU) and has the potential to cause death due to inadequate gas exchange due to fluid in the alveoli. One of the interventions given is prone positioning to increase lung expansion. This study examines the benefits and impact of prone positioning intervention in ARDS patients. This literature review uses the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA) guidelines with the keywords "ARDS, effectiveness, and prone positioning" using the Science Direct, PubMed, and Google Scholar databases. The inclusion criteria were full text in English or Indonesian with no restriction a publication year. 4,164 articles were collected according to keywords, and five articles that had gone through elimination and met the inclusion criteria were selected. Prone positioning in ARDS patients can reduce mortality and increase PaO2/FiO2. However, there are drawbacks, such as causing pressure ulcers in certain areas and does not reduce the potential complications of VAP. Prone positioning benefits patients by reducing mortality and increasing PaO2/FIO2. In practice, prone positioning must be supported by the presence of trained medical personnel, and possible complications must be reduced. Keywords: ARDS, Effectiveness, Prone Positioning  ABSTRAK ARDS atau Acute Respiratory Disstress Syndrom merupakan salah satu penyebab kebanyakan pasien masuk Intensive Care Unit (ICU) dan berpotensi menyebabkan kematian sebab pertukaran gas inadekuat akibat cairan di alveolus, salah satu intervensi yang diberikan adalah prone positioning untuk meningkatkan ekspansi paru. Penelitian ini bertujuan untuk melihat manfaat dan dampak dari intervensi prone positioning pada pasien ARDS. Literature review ini menggunakan panduaan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA) dengan kata kunci “ARDS, efektivitas, dan prone positioning”dengan menggunakan database Science Direct, PubMed, dan GoogleSchollar. Kriteria inkluasi yaitu fulltext berbahasa Inggris atau Indonesia dan tidak ada retrisksi tahun publikasi. Terkumpul 4.164 artikel sesuai dengan kata kunci dan terpilih 5 artikel yang telah melalui eliminasi dan sesuai dengan kriteria inklusi. Prone posisitioning pada pasien ARDS dapat mengurangi angka kematian dan meningkatkan PaO2/FiO2, meskipun terdapat kekurangan seperti mengakibatkan pressure ulcer di bagian tertentu dan tidak mengurangi potensikomplikasi VAP. Prone positioning bermanfaat untukpasien sebab mengurangi angka kematian dan meningkatkan PaO2/FIO2. Dalam praktiknya, prone positioning harus ditunjang dengan kehadiran tenaga medis terlatih, dan mengurangi komplikasi yang mungkin terjadi. Kata Kunci: ARDS, Efektivitas, Prone Positioning
Kepuasan Kader Kesehatan Berdasarkan Dimensi Intrinsik Pada Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di Kabupaten Garut Salwa Amanda Nurhaliza; Restuning Widiasih; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24790

Abstract

ABSTRACT Health cadres play an important role in community-based maternal health services. Job satisfaction, particularly intrinsic satisfaction which includes recognition, responsibility, and opportunities for development, is a key factor in sustaining the role of health cadres. However, studies related to the intrinsic satisfaction of health cadres in maternal health services remain limited. This study aimed to determine the level of health cadres’ satisfaction based on intrinsic dimensions in efforts to improve maternal health in Garut Regency. This study employed a descriptive quantitative design using secondary data documentation. The sample consisted of 96 health cadres selected through total sampling from the working areas of Sukawening, Guntur, and Pasundan Community Health Centers. Data were collected using a validated and reliable intrinsic-dimension-based cadre satisfaction questionnaire and analyzed univariately. The results showed that the highest intrinsic satisfaction was found in the aspect of opportunities for development (96.9%), while the highest level of dissatisfaction was observed in the aspect of recognition (26%). These findings indicate that most health cadres have a high level of intrinsic satisfaction; however, some dissatisfaction persists, highlighting the need to enhance opportunities for development and provide more formal recognition. Keywords: Health Cadres, Job Satisfcation, Pregnancy.  ABSTRAK Kader kesehatan berperan penting dalam pelayanan kesehatan ibu hamil berbasis masyarakat. Kepuasan kerja, khususnya kepuasan intrinsik yang meliputi pengakuan, tanggung jawab, dan peluang berkembang, menjadi faktor kunci keberlanjutan peran kader. Namun, kajian terkait kepuasan intrinsik kader kesehatan dalam pelayanan ibu hamil masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kader kesehatan berdasarkan dimensi intrinsik dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan studi dokumentasi data sekunder. Sampel terdiri dari 96 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling di wilayah kerja Puskesmas Sukawening, Guntur, dan Pasundan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepuasan kader berdasarkan dimensi intrinsik yang telah teruji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan intrinsik tertinggi terdapat pada aspek peluang berkembang (96,9%) dan ketidakpuasan terendah pada aspek pengakuan (26%). Temuan ini menegaskan sebagian besar kader memiliki tingkat kepuasan intrinsik yang tinggi, namun masih terdapat ketidakpuasan yang menunjukkan adanya kebutuhan peningkatan kesempatan untuk berkembang serta peningkatan pengakuan secara formal. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Kehamilan, Kepuasan Kerja.
Bonding from Womb: A Mixed Method Study of Pregnant Women’s Knowledge, Attitude, and Experiences on Fetal Movement Widiasih, Restuning; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Mamuroh, Lilis; Al Baihaqi, Windy Natasya; Popoola, Tosin
Nurse Media Journal of Nursing Vol 16, No 1 (2026): (April 2026)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v16i1.68244

Abstract

Background: Fetal movement is an important indicator of fetal life and well-being and contributes to maternal–fetal bonding. However, evidence on pregnant women’s knowledge, attitudes, behaviors, self-efficacy, and experiences in self-monitoring fetal well-being remains limited.Purpose: This study aimed to comprehensively examine pregnant women’s knowledge, attitudes, behaviors, self-efficacy, and experiences related to fetal movement monitoring.Methods: A mixed-methods study with a concurrent triangulation design was conducted. Quantitative and qualitative data were collected simultaneously through a survey of 216 respondents from two districts and interviews with 18 participants drawn from the survey pool. Comparative analysis was used to assess differences in knowledge, attitudes, behaviors, and self-efficacy between the two districts using the Mann–Whitney test for survey data, while thematic analysis was applied to the interview data.Results: Overall, the majority of pregnant women demonstrated low knowledge (64.4%), negative self-monitoring behaviors (52.7%), and low self-efficacy (56.0%), while attitudes toward fetal movement self-observation were slightly more favorable (53.7%). Statistical analysis indicated significant differences in knowledge, attitudes, and behaviors related to fetal movement self-observation (p < .05), whereas self-efficacy was not statistically significant (p > .05). Thematic analysis identified four themes: (1) Bonding since in the womb; (2) Emotional responses; (3) Actions when sensing abnormalities; and (4) Culture and beliefs.Conclusion: The findings suggest that mothers and fetuses form a strong emotional bond from the womb, as reflected in maternal experiences and behaviors. There is a need for nursing interventions in fetal monitoring, particularly to improve pregnant women’s knowledge, attitudes, behaviors, and self-efficacy. Furthermore, this study strengthens the evidence base for maternity nursing practice, enabling nurses and midwives to design targeted educational and monitoring interventions that promote pregnant women’s autonomy in observing fetal health and responding appropriately to early warning signs.
Application of Weidenbach and Levine's Conservative Theory to Assessmentabnormal Uterine Bleeding with Hypovolemic Shock Yayu Handayani Syaidar Putri; Windy Natasha; Restuning Widiasih
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3805

Abstract

Abnormal uterine bleeding (AUB) is a broad term for changes in the regularity, duration or volume of menstrual bleeding. Physical and psychological problems that PUA patients may experience and emergency complications such as hypovolemic shock. Nursing actions that can be taken for PUA patients include comprehensive assessment management. The purpose of this study was to describe the nursing assessment of PUA patients using Levine's conservation theory approach combined with Weidenbach's theory. This study uses a case study method with a focus on the application of Wiedenbach and Levine's theory in providing assessment of PUA patients with anxiety and monitoring physical and psychological aspects. The case studied involved a 15-year-old adolescent with PUA presenting with hypovolemic shock. By applying Wiedenbach's and Levine's conservative theories, nurses can conduct a comprehensive assessment of mothers of PUA patients with hypovolemic shock.
Application of Unpleasant Symptoms Theory Assessment and Roy Adaptation Model Theory in Patients with Stage III Cervical Cancer Ruth Jamlaay; Windy Natasha; Restuning Widiasih; Mira Trisyani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3806

Abstract

Cervical cancer is a significant global health problem, with the number of cases and deaths rising every year. Patients with cervical cancer often experience symptoms such as bleeding, vaginal discharge, and pain, which significantly affect their quality of life. The aim of this study to conduct a comprehensive assessment, including physical, psychological, and social aspects, in managing patients with cervical cancer cannot be ignored. In patient management, in-depth evaluation of physiological factors such as bleeding, hydronephrosis, and electrolyte imbalance, as well as psychological and social factors, is essential to reduce the risk of morbidity and mortality. Nursing theories, such as Theory of Unpleasant Symptoms (TOUS) and Roy's Adaptation Model, can be used to conduct a comprehensive assessment and provide optimal care to cervical cancer patients. Social support also plays an important role in helping patients and their families adapt to the changes faced due to this disease. With a holistic and collaborative approach, it is hoped that morbidity and mortality rates for cervical cancer patients can be reduced both globally and in Indonesia.
Co-Authors Adawiyah, Nabilah Al Adistie, Fanny Ahmad Ihsan Fathurrizki Aini, Farah Huwaida Qurrota Akbar, Ruli Nur Al Baihaqi, Windy Natasya Amalia Rizqi Sholihah Amalia Rizqi Sholihah Amiranendya Shabrina Yudiaputri Anita Setyawati An’nisa Heriyanti Araujo, Glorianita A. R. Ardianti, Aprilia Aulia Ardiyanti, Anis Asep Solehudin Ashamar Puri Apsari Aulia, Rahma Elfa Azzahra, Mutiara Camelia Binahayati Rusyidi Chatarina Umbul Wahyuni Citra Windani Mambang S Citra Windani Mambang Sari Darmawan, Cahya Widyarahayu Dedi Kurnia Desy Indrayani Devita Madiuw Dewi Andriani Dewi Puspasari E, Ermiati ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Ermiati Ermiati - Ermiati E Ermiati E Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati, Ermiati, Etika Emaliyawati Euis Tuti Haryani Fairuz Amelinda Rahmat Faiza Khalifatunnisa Lukmansyah Farah Huwaida Qurrota Aini Fathurrizki, Ahmad Ihsan Filaili, Noer Finny F. H. Firman Sugiharto Fithriyah, Noor Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Geuis A Mulyasari Geuis Anggi Gita Mujahidah Glorianita A. R. Araujo Hana Rizmadewi Agustina Handayani, Leni Riksa Handayani, Nurhalimah Tri Hariyawinata, Nanda Riksa Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hesti Platini Ida Maryati Ida Nurhidayah INDRIANI, NOVI Iqbal Pramukti Irma Rachmawati Istiani Yoviana Jayanti, Tri Nur Katherine Nelson Khoirunnisa Khoirunnisa Khoirunnisa Khoirunnisa Kim Hee Kyung Kurniawati, Anastasya Peni Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lestari, Silvani S Lia Ramadanti Lilis Mamuroh Lupita Sari Maharani, Nur Mardani Marlina, Yani Marshanda Syaharani Putri Megatami, Noviani Meita Dhamayanti Mira Trisyani Mumtazah, Dina Zahrotunnisa Muniri, Ayu Murtiningsih Murtiningsih Murtiningsih Nafisah, Nadila Zahra Napisah, Pipih Nelson, Katherine Nenden Nur Asriyani Maryam Neneng R Puspitasari Ningrum, Vica Cahya Nita Arisanti Noer Filaili Nugroho, Carissa Muthia Putri Nur Oktavia Hidayati Nuraeni, Imel Nurdani, Gema Riksa Nurfadillah, Nisa Nizhan Nurina Sari Supriatna Nurrizkiani, Rizka Riksa Nurul Sopia Pitriani, Rita Riksa Popoola, Tosin Putri, Dania Adzilla Raini Diah Susanti Raini Diah Susanti Ramadanti, Lia Ramdani, Sucia S Ratna Pratiwi Riska Nur Assyifa Febrianti Ristina Mirwanti Rita Magdalena br. Tarigan Rusdi Ruth Jamlaay Ruth Jamlaay Safitri Ati, Nimas Safitri, Dania Iva Saleha, Nurmukaromatis Salwa Amanda Nurhaliza Saputri, Melisa Fitria Sari, Citra Windani Mambang Sari, Rinda Intan Shania Imelda Siska, Geuis Anggi Siti Nurbayanti Slamet Riyanto Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Srimurni, Nita Ayu sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sutendi, Ludyta Yuniar Syoifa Rahmawati Tabah, Hikmah Mesti Tata Sudrajat Tetti Solehati Titin Sutini Titin Sutini Tosin Popoola Tsuraya Salsabila, Salma Tung, Serene En Hui Tuti Anggriani Utama Urip Rahayu Utari, Ardhini Dwi Vici Triyunita Sabiyanto Windy Natasha Windy Natasha Windy Natasya Witdiawati Witdiawati Yanti Hermayanti Yayat Suryati Yayu Handayani Syaidar Putri Yosef Leu Maing Deni Kurniadi Sunjaya Supriyati Yoviana, Istiani Yuliani, Lala