Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pendampingan Pola Konsumsi Makanan Sumber Yodium Dalam Pencegahan Gaky Di Wilayah Pesisir Sudirman Sudirman; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Iodine Deficiency Disorders (IDD) remain a public health problem that may affect growth, development, and quality of life, especially in areas with limited iodine intake. Limited public knowledge regarding the importance of consuming iodine-rich foods is one of the contributing factors to IDD. This community service program aimed to improve public knowledge and dietary behavior regarding iodine-rich food consumption as an effort to prevent IDD in coastal areas. The implementation methods included health education, demonstrations on selecting iodine-rich food ingredients, family mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 participants consisting of housewives and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 55 to 89 in the post-test. In addition, the community began to understand the importance of using iodized salt and consuming seafood as sources of iodine. This program proved effective in improving public awareness regarding IDD prevention through iodine-rich dietary patterns. Keywords: Iodine Deficiency Disorders, Iodine, Coastal Areas, Community Nutrition, Community Service ABSTRAK Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah dengan akses konsumsi yodium yang kurang optimal. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan sumber yodium menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya GAKY. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi makanan sumber yodium sebagai upaya pencegahan GAKY di wilayah pesisir. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pemilihan bahan makanan sumber yodium, pendampingan keluarga, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, masyarakat mulai memahami pentingnya penggunaan garam beryodium dan konsumsi makanan laut sebagai sumber yodium. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan GAKY melalui pola konsumsi makanan sumber yodium. Kata Kunci: GAKY, Yodium, Wilayah Pesisir, Gizi Masyarakat, Pengabdian Masyarakat
Peran Pendidikan Kesehatan Sekolah Dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Bahaya Narkoba Rahmat Pannyiwi; Akhwan Ali
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2026): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (July)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug abuse among adolescents is a public health problem that can negatively impact physical, psychological, and social development, as well as academic achievement. Low knowledge and lack of understanding regarding the risks of drug use are factors that increase adolescents' vulnerability to substance abuse. School health education is an important promotive and preventive strategy to raise adolescents' awareness of the dangers of drugs. This study aims to determine the role of school health education in raising adolescents' awareness of the dangers of drugs. This study used a quantitative approach with a pre-experimental, one-group pretest-posttest design. The sample size was 60 students selected using purposive sampling. The research instrument used a questionnaire to assess adolescents' knowledge and awareness of the dangers of drugs. The intervention was implemented through health education in the form of counseling, discussions, and educational media. Data analysis was performed using a paired sample t-test. The results showed an increase in students' knowledge and awareness after receiving school health education. There was a significant difference between the levels of knowledge before and after education (p < 0.05). School health education is effective in raising adolescents' awareness of the dangers of drugs and can be used to prevent drug abuse in the school environment.
Evaluasi Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dalam Mendukung Generasi Emas Indonesia 2045 Nur Aida Kubangun; Riswan Riswan; Rahmat Pannyiwi; Muhammad Asikin; Yudi Muammar
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Human resource quality is a key factor in achieving Indonesia Golden Generation 2045. The Free Nutritious Meal Program (MBG) was introduced as a strategic intervention to improve nutritional fulfillment, support child growth, and strengthen educational outcomes. Large-scale nutrition programs require continuous evaluation to ensure effectiveness and sustainability. Objective: This study aimed to evaluate the implementation of the Free Nutritious Meal Program (MBG) in supporting health improvement and human resource development toward Indonesia Golden Generation 2045. Methods: This study used a descriptive evaluative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 100 respondents including beneficiaries, program implementers, and related stakeholders. Data were collected using questionnaires assessing program implementation, food quality, target accuracy, health benefits, and implementation challenges. Data were analyzed using descriptive statistics. Results: The results showed that most respondents assessed MBG implementation as good (72%). Positive aspects included improved access to nutritious food (78%), support for learning concentration (70%), and increased awareness of healthy eating habits (75%). However, several challenges remained, including distribution systems, food quality monitoring, implementer readiness, and evaluation mechanisms. Conclusion: The Free Nutritious Meal Program has strong potential to support Indonesia Golden Generation 2045 through improved nutrition and human resource quality. Optimization requires stronger governance, food safety monitoring, equitable distribution, and continuous evaluation. Keywords: Free Nutritious Meal Program, Program Evaluation, Child Nutrition, Golden Generation 2045, Health Policy
Pengaruh Terapi Range Of Motion Terhadap Pemulihan Fungsi Ekstremitas Pada Pasien Stroke M. Khalid Fredy Saputra; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Stroke is one of the leading causes of disability worldwide, resulting in impaired upper and lower extremity motor function. These impairments reduce patients' ability to perform daily activities independently. Range of Motion (ROM) therapy is widely recommended as a rehabilitation intervention to maintain joint flexibility, improve muscle strength, enhance blood circulation, and prevent contractures. To determine the effect of Range of Motion therapy on extremity functional recovery in stroke patients. This study employed a quasi-experimental one-group pretest-posttest design involving 30 stroke patients selected using purposive sampling. ROM exercises were performed twice daily for 30 minutes over four weeks. Extremity function was measured using the Fugl-Meyer Assessment (FMA). Data were analyzed using paired t-test with a significance level of 0.05. The mean extremity function score increased from 41.27 ± 8.52 before intervention to 57.84 ± 7.96 after intervention. Statistical analysis showed a significant improvement (p < 0.001). Range of Motion therapy significantly improves extremity function among stroke patients and should be integrated into nursing rehabilitation programs. Keywords: Stroke, Range of Motion, Extremity Function, Rehabilitation. ABSTRAK Stroke merupakan penyebab utama kecacatan yang menyebabkan gangguan fungsi motorik pada ekstremitas atas maupun bawah. Gangguan tersebut mengakibatkan penurunan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi rehabilitasi yang direkomendasikan adalah terapi Range of Motion (ROM), yaitu latihan gerak sendi yang bertujuan mempertahankan fleksibilitas sendi, meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki sirkulasi darah, serta mencegah kontraktur. Mengetahui pengaruh terapi Range of Motion terhadap pemulihan fungsi ekstremitas pada pasien stroke.Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien stroke yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi terapi ROM diberikan selama 30 menit, dua kali sehari selama empat minggu. Instrumen penelitian menggunakan Fugl-Meyer Assessment (FMA). Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Nilai rata-rata fungsi ekstremitas sebelum terapi adalah 41,27 ± 8,52 dan meningkat menjadi 57,84 ± 7,96 setelah terapi ROM. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi ROM terhadap pemulihan fungsi ekstremitas pasien stroke. Terapi ROM terbukti efektif meningkatkan fungsi ekstremitas pasien stroke sehingga dapat dijadikan intervensi keperawatan dalam program rehabilitasi. Kata Kunci: Stroke, Range of Motion, Fungsi Ekstremitas, Rehabilitasi, Keperawatan.
Hubungan Gaya Hidup Sehat Dengan Risiko Stroke Pada Orang Dewasa M. Khalid Fredy Saputra; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Stroke remains one of the leading causes of death and disability worldwide. Most stroke risk factors are associated with unhealthy lifestyles, including physical inactivity, unhealthy dietary habits, smoking, alcohol consumption, obesity, and poor control of blood pressure and blood glucose levels. Adopting a healthy lifestyle is considered one of the most effective preventive strategies to reduce the risk of stroke among adults. This study aimed to determine the relationship between healthy lifestyle behaviors and stroke risk among adults. This study employed a quantitative approach with an analytical observational cross-sectional design. The research was conducted in the working area of community health centers from January to April 2025. A total of 60 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using a healthy lifestyle questionnaire, a stroke risk assessment form, and respondent demographic forms. Data were analyzed using univariate analysis and Chi-Square test with a significance level of α=0.05. The results showed that 38 respondents (63.3%) had good healthy lifestyle behaviors. A total of 24 respondents (40.0%) had low stroke risk, while 36 respondents (60.0%) had moderate to high stroke risk. Chi-Square analysis demonstrated a significant relationship between healthy lifestyle and stroke risk (p=0.001). Adults with healthier lifestyles had significantly lower stroke risk than those with unhealthy lifestyles. The study concludes that maintaining a healthy lifestyle is significantly associated with reduced stroke risk among adults. Health promotion programs emphasizing healthy lifestyle behaviors should therefore be strengthened to prevent stroke. Keywords: Healthy Lifestyle, Stroke, Risk Factors, Adults, Prevention. ABSTRAK Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Sebagian besar faktor risiko stroke berkaitan dengan gaya hidup yang kurang sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, obesitas, dan kurangnya kontrol terhadap tekanan darah maupun kadar gula darah. Penerapan gaya hidup sehat menjadi salah satu strategi preventif yang efektif dalam menurunkan risiko terjadinya stroke pada orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup sehat dengan risiko stroke pada orang dewasa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas selama Januari–April 2025. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas kuesioner gaya hidup sehat, lembar penilaian faktor risiko stroke, dan lembar identitas responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki gaya hidup sehat kategori baik sebanyak 38 responden (63,3%). Sebanyak 24 responden (40,0%) memiliki risiko stroke rendah, sedangkan 36 responden (60,0%) berada pada kategori risiko sedang hingga tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara gaya hidup sehat dengan risiko stroke (p=0,001). Responden yang menerapkan gaya hidup sehat memiliki risiko stroke yang lebih rendah dibandingkan responden dengan gaya hidup kurang sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya hidup sehat berhubungan signifikan dengan penurunan risiko stroke pada orang dewasa. Oleh karena itu, promosi kesehatan mengenai pola hidup sehat perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan penyakit stroke. Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat, Stroke, Faktor Risiko, Orang Dewasa, Pencegahan.
Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Hidrosefalus Dalam Pemenuhan Kebutuhan Neurologis Rahmat Pannyiwi; Warda M Warda M
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Hydrocephalus is one of the most common neurological disorders in children, characterized by excessive accumulation of cerebrospinal fluid (CSF) within the cerebral ventricles, leading to increased intracranial pressure. This condition may impair neurological, motor, cognitive, and developmental functions if not managed appropriately. Nurses play an essential role in providing comprehensive nursing care through neurological assessment, continuous monitoring, complication prevention, family education, and multidisciplinary collaboration. This study aimed to analyze nursing care provided for children with hydrocephalus in fulfilling neurological needs. A quantitative cross-sectional analytical design was employed involving 35 pediatric nurses selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires, nursing observation sheets, and medical record documentation. Data were analyzed using descriptive statistics and Chi-Square analysis. The results showed that 71.4% of nurses demonstrated good nursing care implementation, while 68.6% of children achieved adequate fulfillment of neurological needs. Chi-Square analysis revealed a significant relationship between nursing care quality and fulfillment of neurological needs among children with hydrocephalus (p = 0.002). Keywords: Nursing Care, Hydrocephalus, Children, Neurological Needs, Pediatric Nursing. ABSTRAK Hidrosefalus merupakan salah satu kelainan neurologis pada anak yang ditandai dengan penumpukan cairan serebrospinal (CSS) di dalam sistem ventrikel otak sehingga menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial. Kondisi ini dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama fungsi neurologis, motorik, kognitif, serta kualitas hidup apabila tidak ditangani secara tepat. Perawat memiliki peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan neurologis anak melalui pengkajian, pemantauan status neurologis, pencegahan komplikasi, edukasi keluarga, dan kolaborasi dengan tim multidisiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan asuhan keperawatan pada anak dengan hidrosefalus dalam pemenuhan kebutuhan neurologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 35 perawat yang bekerja di ruang perawatan anak menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, lembar observasi pelaksanaan asuhan keperawatan, serta dokumentasi rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat telah melaksanakan asuhan keperawatan dengan kategori baik (71,4%). Pemenuhan kebutuhan neurologis anak juga berada pada kategori baik (68,6%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas asuhan keperawatan dengan pemenuhan kebutuhan neurologis anak penderita hidrosefalus (p = 0,002). Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Hidrosefalus, Anak, Kebutuhan Neurologis, Keperawatan Anak.
Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Mewujudkan Desa Bersih dan Sehat Syaiful Bachri; Rahmat Pannyiwi; Rusdin Wally
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Waste management is a major challenge in maintaining environmental health in communities, particularly in rural areas. Improper waste management can lead to environmental pollution and increase the risk of various diseases. This community service activity aims to increase community knowledge and participation in community-based waste management. Implementation methods include environmental health education, waste sorting training, and community mentoring in household waste management. Results indicate increased knowledge and changes in community behavior regarding waste management. This program is effective in raising public awareness of the importance of maintaining environmental cleanliness to create a clean and healthy village. Keywords: Waste Management, Environmental Health, Community Empowerment, Healthy Village Abstrak Permasalahan sampah menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kesehatan lingkungan di masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta meningkatkan risiko berbagai penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan, pelatihan pemilahan sampah, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna mewujudkan desa yang bersih dan sehat. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Kesehatan Lingkungan, Pemberdayaan Masyarakat, Desa Sehat
Pengembangan Produk Kreatif Berbasis Potensi Lokal Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Riswan Riswan; Rahmat Pannyiwi; Sapnita Sapnita
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The development of creative products based on local potential is one of the community empowerment strategies that can increase the economic value of regional resources. Lack of product innovation, limited marketing skills, and low utilization of local potential are major obstacles to increasing community income. This community service program aimed to improve community capabilities in developing creative products based on local potential to enhance economic income. The implementation methods included identifying local potential, training in creative product manufacturing, product packaging assistance, digital marketing education, and activity evaluation. The target participants were 25 community members and small business actors in the assisted area. The results showed an increase in participants’ knowledge and skills in processing local resources into marketable products. In addition, the community began to market products through digital media and showed increased motivation in developing independent businesses. This program proved effective in encouraging community economic empowerment based on local potential. Keywords: Creative Products, Local Potential, Community Empowerment, Community Income, Small Businesses ABSTRAK Pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan nilai ekonomi sumber daya daerah. Kurangnya inovasi produk, keterbatasan keterampilan pemasaran, dan rendahnya pemanfaatan potensi lokal menjadi kendala utama dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan produk kreatif berbasis potensi lokal sehingga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi potensi lokal, pelatihan pembuatan produk kreatif, pendampingan pengemasan produk, edukasi pemasaran digital, serta evaluasi hasil kegiatan. Sasaran kegiatan adalah kelompok masyarakat dan pelaku usaha kecil di wilayah binaan dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai jual. Selain itu, masyarakat mulai mampu memasarkan produk melalui media digital dan mengalami peningkatan motivasi dalam mengembangkan usaha mandiri. Program ini terbukti efektif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Kata Kunci: Produk Kreatif, Potensi Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Pendapatan Masyarakat, UMKM
Peningkatan Literasi Masyarakat Tentang Penyakit Menular Melalui Pendekatan Biologi Kesehatan Rahmat Pannyiwi; Glory Gelarich Simanjuntak
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Infectious diseases remain a major public health problem that requires serious attention, especially due to the low level of public health literacy regarding the causes, transmission, and prevention of diseases. Limited public understanding increases the risk of infectious disease transmission in daily life. This community service program aimed to improve community literacy regarding infectious diseases through a health biology approach. The implementation methods included preliminary surveys, health education, demonstrations of clean and healthy living behavior, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 participants consisting of community members and health cadres. The results showed an increase in public knowledge, with the average pre-test score increasing from 57 to 88 in the post-test. In addition, participants began to understand disease transmission mechanisms and the importance of implementing clean and healthy living behaviors in daily life. This program proved effective in improving community health literacy regarding infectious diseases and their prevention. Keywords: Health Literacy, Infectious Diseases, Health Biology, Community Education, Disease Prevention ABSTRAK Penyakit menular masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, terutama akibat rendahnya tingkat literasi kesehatan masyarakat mengenai penyebab, penularan, dan pencegahan penyakit. Kurangnya pemahaman masyarakat menyebabkan tingginya risiko penyebaran penyakit menular di lingkungan sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai penyakit menular melalui pendekatan biologi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, penyuluhan kesehatan, demonstrasi perilaku hidup bersih dan sehat, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dengan rata-rata skor pre-test sebesar 57 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, masyarakat mulai memahami mekanisme penularan penyakit dan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait penyakit menular dan pencegahannya. Kata Kunci: Literasi Kesehatan, Penyakit Menular, Biologi Kesehatan, Edukasi Masyarakat, Pencegahan Penyakit