Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Agroteksos

KONTRIBUSI JENIS USAHATANI SAYURAN TERHADAP PENDAPATAN POLA USAHATANI DI KOTA MATARAM Aeko Fria Utama FR; Fadli Fadli
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.830

Abstract

The aims of the study were to determine the dominant types of vegetables cultivated in the city of Mataram, to determine the contribution of each vegetable to the total income of farming patterns in the city of Mataram, to analyze the efficiency of vegetable farming in the city of Mataram. This research uses a descriptive method. Data collection techniques use survey techniques. Types of quantitative and qualitative data, data sources are primary data and secondary data. This research was conducted in Pejarakan Karya Village, Ampenan District. Of the 4 neighborhoods in the Pejarakan Karya Village, the Moncok Karya neighborhood was determined as a sample by purposive sampling on the basis of the largest number of vegetable farmers. The number of respondents was determined by quota sampling, namely as many as 30 respondents selected by random sampling. The analysis used is the analysis of income and contributions. The results showed that there were six types of dominant lowland vegetable plants that were cultivated, namely: spinach vegetables, lettuce vegetables, flower vegetables, pakcoy vegetables, caisim vegetables, and sweet vegetables. The average contribution of plant income for each type of lowland vegetable plant to total agricultural pattern income is 29.64% pakcoy vegetables, 27.49% lettuce vegetables, 25.88% caisim vegetables, 7.40% sweet vegetables, 5.39 % flower vegetables, and 6.73% spinach vegetables, of the six dominant types of vegetable plants that are most efficient for cultivation, namely pakcoy vegetables with an R/C ratio of 3.82.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBIBITAN PADI DI KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR FADLI FADLI; M Yusuf; Aeko Fria Utama FR
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.829

Abstract

The aims of this study are to analyze the costs, income and feasibility of a rice nursery in Labuhan Haji District, East Lombok Regency. The method used in this study is descriptive method, while data collection was carried out using a survey technique. Data were analyzed descriptively. The results showed that: The average production costs incurred by farmers in the rice nursery business amounted to IDR 5,105,000/ha, with an income of IDR 18,628,000/ha. The value of R/C and B/C ratio of rice nursery business is 5.43 and 0.78
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN PROFITABILITAS USAHATANI RUMPUT LAUT DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Nursan, Muhammad; Yusuf, M; Husni, Syarif; FR, Aeko Fria Utama; Fadli, Fadli
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.891

Abstract

Improving community livelihoods can be done through employment in the marine and fisheries sector. One of the strategic commodities to be developed is seaweed. Seaweed is widely used as a processed ingredient for food, cosmetics, and medicine. East Lombok Regency is one of the largest seaweed development areas in West Nusa Tenggara, even one of its areas is called Seaweed Village. The method of determining the location using purposive sampling and the method of determining the sample with incidental sampling. This study aims to determine the benefits and profitability of seaweed farming in Jerowaru District, East Lombok Regency. Based on the results of the study, the average profit obtained was Rp 55,283,003 per long line per year, where the average total revenue was Rp 65,630,000 per long line per year and the average total cost was Rp 10,676,582 per long line per year. Then the profitability analysis is calculated with NPM (Net Profit Margin) and ROI (Return Of Invesment), where the NPM value is 534.29% and the ROI value is 83.23%, meaning that seaweed farming is feasible. Keywords: Profit, Profitability, Seaweed
EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PADA USAHATANI KEDELAI DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Utama FR, Aeko Fria; Fadli, Fadli
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1124

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: Untuk Menganalisis Biaya dan Keuntungan pada usahatani kedelai kabupaten lombok barat dan untuk menganalisis efisiensi penggunaa input pada usahatani kedelai di kabupaten lombok barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif Teknik pengumpulan data menggunaan teknik survei. Jenis data kuantitatif dan kualitatif, sumber data data primer dan data sekunder . Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lombok Barat dari sepuluh kecamatan tersebut dipilih dua kecamatan secara purposive sampling, yaitu Kecamatan Labuapi dan Kecamatan Gunungsari, atas pertimbangan bahwa kecamatan tersebut memiliki hasil produktivitas yang tinggi. Jumlah responden ditentukan secara quota sampling yaitu sebanyak 30 responden yang dipilih dengan cara random samplin. Analisis yang digunakan adalah Analisis Biaya dan Pendapatan, Aplikasi fungsi produksi Cobb-Douglass, dan Pendekatan analisis marginal. Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata penerimaan sebesar Rp 11.323.965/ha dengen biaya produksi yang dikeluarkan Rp. 3.603.993/ha dan Keuntungan Rp 7.719.972/ha. Dari 8 input yang masuk dalam model, terdapat 3 (tiga) input yang berpengaruh positif terhadap produksi bawang merah, yaitu meliputi: input urea, pupuk NPK, serta SP-36. Dari ketiga input tersebut, input urea, pupuk NPK, serta SP-36, berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kedelai, sedangkan input pupuk sprint, pestisida regen dan matador juga berpengaruh positif namun non-signifikan pada taraf nyata 0,05. Sementara itu, input lainnya meliputi: input luas lahan, benih, pupuk sprint, pestisida regen dan matador, serta TKDK dan TKLK berpengaruh negatif dan non-signifikan terhadap produksi pada taraf nyata 0,05. Terdapat empat jenis input yang tingkat penggunaannya belum efisien (nilai efisiensi >1), yaitu: input benih, urea, pupuk NPK, SP-36. Empat input lainnya yang meliputi: luas lahan, sprint, pestisida jenis regen dan matador, tenaga kerja dalam keluarga (TKDK) dan tenaga kerja luar keluarga (TKLK) tidak efisien dengan nilai efisiensi < 1
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA TAMBAK GARAM DI KABUPATEN BIMA Utama FR, Aeko Fria; Fadli, Fadli
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.1000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis biaya dan pendapatan usaha tambak garam di Kabupaten Bima; (2) Menganalisis kelayakan usaha tambak garam di Kabupaten Bima; (3) Untuk menganalisis profitabiltas usaha usaha tambak garam di Kabupaten Bima; (3) Mengetahui kendala-kendala yang di hadapi petambak garam di Kabupaten Bima. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling ,penelitian dilakukan di Kecamatan Woha Kabupaten Bima dengan jumlah responden sebanyak 43 orang responden. Pengambilan responden dilakukan dengan metode proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Rata-rata biaya produksi adalah Rp. 5.956.659 per hektar dengan rata-rata pendapatan usaha tambak garam Rp. 11.910.141 per hektar (2) Besar nilai R/C ratio adalah 2,99 yang berarti usaha tambak garam layak karena nilai R/C ratio >1 (3) Profitabilitas usahatani tambak garam di kabupaten bima sebesar 199,95% bisa dikatakan profitabitas tinggi karena ROI>50% (4). Kendala yang di hadapi petambak yaitu harga yang relatif rendah, cuaca, dan kurangnya penyuluhan dari pemerintah.
STRATEGI PEMASARAN PRODUK PESTISIDA (STUDI KASUS UD BILASUNDUNG KABUPATEN LOMBOK TIMUR) Fadli, Fadli; FR, Aeko Fria Utama
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1098

Abstract

Strategi pemasaran merupakan suatu mindset pemasaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran melalui penerapan strategi pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran dan budget untuk pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi penggunaan strategi dalam pemasaran produk-produk pestisida pada UD Bilasundung Kabupaten Lombok Timur. Metode pengambilan data penelitian dilakukan dengan metode wawancara dan observasi langsung di lapangan. Penelitian ini dilakukan pada UD Bilasundung yang berlokasi di Desa Paok Pampang, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2024. Aspek-aspek yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi analisis bauran pemasaran, IFE, EFE, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ; (a) Bauran pemasaran yang diterapkan oleh UD Bilasundung dalam pemasaran produk pestisida, meliputi penentuan harga yang tepat, produk yang tepat, promosi yang tepat, dan lokasi pemasaran yang tepat, (b) Strategi pemasaran produk pestisida pada UD Bilasundung berada pada kuadran I, dimana strategi yang dapat diambil adalah agresif atau growth oriented strategy yaitu dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang dimiliki UD Bilasundung dalam meningkatan penerimaan atau pendapatan. Selain itu, pada kuadran I ini UD Bilasundung dapat menerapkan strategi S-O (Strenght – Opportunities) dalam kegiatan pemasaran produk pestisida.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN PEMASARAN USAHATANI TEMBAKAU RAKYAT (RAJANGAN) DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Utama FR, Aeko Fria; efendy, Efendy
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.972

Abstract

Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui: (1) Keuntungan usahatani tembakau rajangan di Kabupaten Lombok Timur. (2) Tingkat kelayakan Ekonomi usahatani tembakau rajangan di Kabupaten Lombok Timur. (3) Pemasaran usahatani tembakau rajangan di Kabupaten Lombok Timur. (4) Masalah yang dihadapi petani dalam mengelola dan pemasaran usahatani tembakau rajangan di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif dilakukan di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, yang dipilih Secara purposive sampling dengan pertimbangan daerah dengan luas dan jumlah tertinggi produksi pertanian tembakau Rajangan. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan metode survei terhadap 30 responden, dimana pemilihan dari responden dilakukan dengan teknik accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Analisis Kelayakan ekonomi dan Pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keuntungan usahatani tembakau rajangan sebesar Rp 6.498.394,64/LLG atau Rp 25.993.578,57/Ha. (2) nilai R/C rasio yaitu 2,11>1 menunjukkan bahwa usahatani tembakau rajangan di Kabupaten Lombok Timur layak diusahakan. (3) saluran pemasaran tembakau rajangan di Kabupaten Lombok Timur terdapat satu lembaga pemasaran disetiap masing-asing desa yaitu lembaga pemasaran pedagang pengepul desa (PPDes). Dengan margin pemasaran terendah dari hasil produksi daun yang ke-4 dengan nilai Rp. 3.248.333,33, dan farmer’s share tertinggi dari hasil pemasaran produksi daun yang ke-4 sebesar 89,26%. Hal ini menunjukan bahwa pada pemasaran daun 4 lebih efisien dari pada daun lainnya. (4) masalah yang dihadapi petani dalam melakukan kegiatan usahatani tembakau rajangan yakni cuaca yang seringkali berubah-ubah dan ketersediaan pupuk yang terbatas. Sedangkan hambatan untuk saluran pemasaran yaitu tingkat harga yang tidak menentu yang diperoleh pedagang pengepul desa
ANALISIS RISIKO USAHATANI SAYURAN PADA SUBAK BILASUNDUNG KECAMATAN SUKAMULIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Fadli, Fadli; FR, Aeko Fria Utama; Rakhman, Amry
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.994

Abstract

Sayuran merupakan salah satu kelompok jenis tanaman yang termasuk dalam subsektor hortikultura yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis nilai risiko untuk usahatani sayuran di Subak Bilasundung dan Untuk menganalisis nilai penurunan risiko usahatani sayuran melalui pola diversifikasi. Pengambilan daerah penelitian menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Subak Bilasundung Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Penentuan jumlah Reponden ditentutukan secara Sensus sebanyak 50 orang responden. Data dianalisis menggunakan analisis usahatani dan analsis risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Nilai risiko produksi untuk komoditas buncis sebesar 0.301, tomat sebesar 0.244, dan sawi sebesar 0.323, sedangkan nilai risiko pendapatan untuk komoditas buncis 0.633, tomat sebesar 0.666, dan sawi sebesar 0.892, dan untuk Diversifikasi usahatani sayuran menjadi solusi dalam mengurangi risiko.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI NANAS DI KECAMATAN MASBAGIK KABUPATEN LOMBOK TIMUR efendy, Efendy; FR, Aeko Fria Utama
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui faktor internal dan eksternal pada usahatani nanas di Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur. (2) Untuk mengetahui alternatif strategi pengembangan usahatani nanas di Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dan unit analisis adalah Usahatani Nanas di Kecamatan Masbagik. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan purposive sampling yaitu di Desa Lendang Nangka dan Desa Lendang Nangka Utara. Penentuan jumlah responden dengan Quota sampling yang terdiri dari 30 responden dan penentuan responden dilakukan dengan accidental sampling. Jenis data dalam penelitian ini data yaitu data kualitatif. Hasil penelitian menujukan bahwa: (1) Faktor internal pada usahatani nanas terdari kekuatan yaitu: Kondisi tanah yang cocok untuk usahatani nanas, pengalaman berusahatani nanas, kualitas nanas yang bagus, rasa yang manis, tidak memerlukan keahlian khusus dalam usahatani. Sedangkan kelemahan yaitu: Kurangnya informasi pasar, keterbatasan modal, Masih menggunakan alat- alat tradisional. Faktor eksternal pada usahatani nanas terdiri dari peluang yaitu: Permintaan nanas masih cukup tinggi, nanas dapat diolah menjadi berbagai macam produk, manfaat untuk kesehatan, Pengembangan agrowisata. Sedangkan ancaman yaitu Harga nanas yang berfluktuasi, kenaikan harga pupuk, perubahan cuaca yang tidak menentu, banyaknya persaingan dari luar daerah. (2) Alternatif strategi pengembangan usahatani nanas di Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur yaitu didapatkan berada pada kuadran I (S – O): Meningkatkan pengolahan tanah agar petani bisa meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan, meningkatkan kualitas nanas agar dapat dikembangkan jadi berbagai produk, dan dengan budidaya nanas yang cukup mudah serta lokasinya yang strategis bisa dikembangkan jadi agrowisata.
SRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN BERKELANJUTAN DI KAWASAN TELUK EKAS KABUPATEN LOMBOK TIMUR Husni, Syarif; Yusuf, M; Nursan, Muhammad; FR, Aeko Fria Utama; Widyanti, Ni Made Zea Mita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1365

Abstract

Trend CPUE perikanan rajungan mengalami penurunan yang cukup drastis, mengindikasikan bahwa tingkat pemanfaatan rajungan di Teluk Ekas sudah berlebih. Tujuan penelitian adalah 1) menganalisis faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dalam aktivitas penangkapan rajungan, 2) merumuskan strategi pengelolaan perikanan rajungan yang berkelanjutan dan 3) menyusun program pemberdayaan nelayan rajungan di Kawasan Teluk Ekas Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dan pengumpulan data menggunakan teknik survey. Dipilih sebanyak 30 orang nelayan rajungan, 2 orang aparat Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupatn Lombok Timur dan 3 orang tokoh masyarakat setempat secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Faktor internal berupa kekuatan (potensi rajungan yang masih tersedia di Kawasan Teluk Ekas dan kelemahan (pemahaman nelayan terhadap keberlanjutan rajungan masih rendah), dan faktor eksternal berupa peluang (permintaan daging rajungan yang tinggi) dan faktor ancaman (gejala overfishing). 2) Strategi pengelolaan rajungan di Teluk Ekas: a) Strategi S-O (menetapkan standar kualitas dan promosi produk rajungan unggulan dan membangun industri rumah tangga berbasis rajungan dengan menggunakan modal sosial yang kuat, b) strategi W-O (menggunakan dukungan stakeholder untuk meningkatkan regulasi dan pelatihan nelayan, mengembangkan skema pembiayaan dan modal usaha bagi nelayan dengan bantuan pemerintah dan industri rumah tangga, formalitas aturan pengelolaan untuk mendukung pemasaran rajungan yang baik, c) Strategi W-T (meningkatkan regulasi dan pengawasan untuk mengurangi penggunaan alat tangkap tidak selektif), d) Strategi S-T (diversifikasi sumber pendapatan untuk mengurangi ketergantungan pada perikanan rajungan).