Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Agroteksos

UPAYA PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI KAKAO MELALUI STRATEGI BISNIS DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Utama FR, Aeko Fria; Asasandi, I GN Aryawan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1381

Abstract

This study aims to identify and describe internal and external factors that influence strengths, weaknesses, opportunities, and threats, as well as to determine the right strategy in developing the cocoa agro-industry business in North Lombok Regency. The study was conducted in Genggelang Village, Gangga District, which was selected intentionally (purposive sampling) as the research location. Data collection was carried out through a survey method using a questionnaire and direct interviews with respondents. The data analysis technique used in this study was a SWOT analysis. The results of the study showed that the most appropriate strategy to implement was an aggressive strategy. This strategy includes optimizing the production process and improving product quality, which is carried out by utilizing raw materials efficiently, using skilled labor, and modern equipment and machinery. In addition, developing product variations while maintaining quality is also part of this strategy. Strengthening the marketing network is also needed to expand market reach and increase product visibility among consumers. This effort is carried out through promotions on various marketing platforms, participation in training, seminars, and exhibitions. In addition, regular evaluation of consumer input is very important to improve product deficiencies and increase competitiveness in the market.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LOBSTER BERKELANJUTAN DI KAWASAN TELONG ELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR Nursan, Muhammad; Supriastuti, Eko; Utama FR, Aeko Fria; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1458

Abstract

Kawasan Telong Elong Kabupaten Lombok Timur merupakan kawasan sentra budidaya lobster di Provinsi NTB, meskipun demikian usaha budidaya pembesaran lobster di Kabupaten Lombok Timur saat ini masih memiliki beberapa permasalahan yang perlu diatasi dalam rangka membantu pembudidaya mengembangkan usahanya. Pembudidaya masih dihadapkan pada permasalahan teknologi, permodalan, dan pakan yang masih terbatas dan kurang berkualitas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi faktor internal dan ekternal; dan 2) merumuskan strategi pengembangan usaha budidaya lobster berkelnjutan di Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode survei melalui wawancara terstruktur terhadap 60 orang yang diambil secara purposive sampling. Analisis data penelitian yang dikumpulkan menggunakan analisis SWOT. Hasil menunjukkan bahwa strategi utama pengembangan budidaya lobster di Kawasan Telong Elong Kabupaten Lombok Timur adalah Strategi WO (Weakness–Oppurtunies) yaitu strategi yang mampu meminimalkan kelemahan yang ada untuk meraih peluang pengembangan usaha budidaya lobster di Kawasan Telong Elong Kabupaten Lombok Timur. Strategi tersebut meliputi peningkatkan produktivitas usaha budidaya lobster melalui peningkatan kualitas pakan, insfrastruktur dan teknologi budidaya lobster berkelanjutan dan peningkatkan penyuluhan dan pelatihan manajemen usaha budidaya lobster berkelanjutan dan pembuatan pakan berkualitas.
STRATEGI PENGHIDUPAN RUMAHTANGGA PETANI JAGUNG MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Utama FR, Aeko Fria; Hidayati, Asri; Nursan, Muhammad; Setiawan, Rifani Nur Sindy
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1455

Abstract

Komoditas jagung merupakan komoditas unggulan dan sumber pendapatan utama bagi banyak rumahtangga petani di Kabupaten Lombok Tengah. Petani di kawasan ini sangat rentan terhadap perubahan iklim. Keberlanjutan penghidupan rumah tangga petani jagung bergantung pada kemampuan mereka untuk mengadaptasi strategi penghidupan yang tangguh dan responsif terhadap perubahan lingkungan yang dinamis. Tujuan Penelitian ini adalah; 1) Mengidentifikasi modal penghidupan rumahtangga petani jagung di Kabupaten Lombok Tengah; 2) Menganalisis strategi penghidupan yang digunakan rumahtangga petani jagung menghadapi dampak perubahan iklim. Penelitian dilakukan di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode mix methode. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dengan responden yang dipandu dengan kuesioner terhadap 40 responden yang ditentukan secara simple random sampling. Analisis data yang akan dipakai pada penelitian ini diantaranya adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan modal Penghidupan Petani Jagung di Kabupaten Lombok Tengah relatif memiliki variasi yang sedang, dengan distribusi aset terbesar terdapat pada modal manusia, modal fisik, dan modal sosial, sementara modal finansial dan modal alam relatif terbatas. Strategi penghidupan petani jagung terbagi ke dalam tiga bentuk, yaitu: a) Strategi aktif, berupa diversifikasi tanaman, penggunaan varietas tahan kekeringan, pembuatan sumur bor, penerapan pola tanam adaptif, hingga keterlibatan anggota keluarga dalam usahatani; b) Strategi pasif, meliputi pengurangan pengeluaran rumah tangga, penghematan konsumsi, hingga menjual aset kecil; c) Strategi jaringan, terutama mengandalkan bantuan sosial pemerintah (62,5%) dan dukungan keluarga/kerabat (45%), sementara akses ke kelembagaan tani (25%) dan kredit berbasis kemitraan (12,5%) masih terbatas. Hal ini memperlihatkan bahwa jaringan sosial dan dukungan eksternal menjadi pilar penting ketahanan petani, meski masih bersifat jangka pendek.