Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ASSISTANCE FOR THE DEVELOPMENT OF ACADEMIC TEXT AND RAPERDASUS SUSTAINABLE DEVELOPMENT IN WEST PAPUA PROVINCE: Peraturan D. Mandacan, Nataniel; Bawole, Roni; Warami, Hugo; Rahayu, Muji
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v6i3.1500

Abstract

The empirical problem in assisting the preparation of Academic Papers and the Draft of Special Regional Regulations for the Province of West Papua is that there is no synchronization between previous and current legislation regarding sustainable development. Specifically, in West Papua Province, sustainable development is based on the view that natural resources have a limited capacity to accept the impact of human activities. The objectives of this mentoring activity are (1) to develop a framework for academic texts as the main umbrella for the draft of special regional regulations; (2) to draft a special regional regulation on Sustainable Development in the Province of West Papua; (3) evaluate the implementation of Perdasus No. 10 of 2019 concerning Sustainable Development in West Papua Province; and (4) propose new articles (inserts) as a form of an amendment to the existing special regional regulations. The output of this strengthening activity is expected to contribute to harmonizing, regulating, limiting, considering, and covering the scope of special regional regulations related to Sustainable Development in West Papua Province. Participants in the mentoring activity consisted of (1) Provincial Government Elements, (2) Universities, (3) Customary Institutions, (4) Technical Regional Apparatus Organizations, and (5) Members of the DPR and MRP West Papua, totaling 75 people. This mentoring activity resulted in: (1) changes to the provisions of Articles I and II norms, and (2) Insertions of Articles 5, 6A, 26A, and 49A.
Pengelolaan Hius Paus (Rhincodon typus, Smith 1828)berdasarkan Struktur Populasi di Perairan Kwatisore, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah Tebay, Selvi; Suruan, Sampari S.; Manangkalangi, Emmanuel; Bawole, Roni; Manuputty, Agnestesya
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2023.Vol.7.No.4.351

Abstract

Penelitian terhadap hiu paus (Rhincodon typus) dilakukan di perairan Kwatisore, bagian dari kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Observasi lapangan dilakukan pada bulan September hingga Desember 2016. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengelolaan ikan hiu paus berdasarkan struktur populasi, yaitu identifikasi individu, jenis kelamin, panjang dan bekas luka. Variabel observasinya adalah struktur populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi langsung yang terbagi dalam 2 waktu observasi, yaitu observasi langsung oleh peneliti pada pukul 06.00-17.59 dan observasi tidak langsung oleh nelayan bagan pada pukul 18.00-05.59. Pada pengamatan langsung, pengambilan data ID setiap individu dilakukan dengan memotret sirip dada kirinya, yaitu pada area antara pangkal insang ke-5, titik tertinggi insang ke-5, dan ujung belakang sirip dada. Hasil dokumentasi diidentifikasi menggunakan software I3S2.0. Bintik putih di area tersebut menjadi kunci utama identifikasi setiap hiu paus. Melalui beberapa kali pengulangan pengamatan ID, dapat diketahui jumlah, jenis kelamin, ukuran, dan kecenderungan kemunculannya. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 23 individu yaitu semuanya berjenis kelamin jantan. Teridentifikasi terdiri dari 17 individu lama dan 6 individu baru. Rata-rata panjang individu yang ditemukan adalah 3 - 4 meter. Setiap individu mempunyai frekuensi kemunculan yang berbeda-beda. Frekuensi kemunculan tertinggi adalah individu ID016 dengan panjang 6 m dan ID047 dengan panjang 3 m. Bekas luka yang ditemukan pada masing-masing tubuh hiu paus terdapat pada bagian mulut (53%), ekor (17%), dan sirip dada kanan (12%). Hiu paus harus dilestarikan secara alami pada suatu wilayah perairan tertentu, Komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan sistem pengelolaan kolaboratif dalam pengelolaan sumber daya hiu paus dan habitatnya.
Total Cost Dan Net Profit Margin Usaha Abon Ikan Madurasa Provinsi Papua Barat Usman, Sarah; Bawole, Roni; Rahayu, Mudji; Tururaja, Tresia; Matulessy, Marthin
Jurnal Nusantara Aplikasi Manajemen Bisnis Vol 7 No 1 (2022): j
Publisher : UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nusamba.v7i1.16486

Abstract

The purpose of the study is to see how much the total cost and net profit margin issued by the Madurasa abon business.The results of the study obtained a total cost of Rp. 7,041,850 using 14.6% fixed cost and 85.4% variable cost. Percentage of production costs not standardized or production Based on orders. NPM is 57.68%. This means that the profits obtained have the potential in the future. However, there is still a large allocation of variable costs. Where the variable cost should have a smaller value than the fixed cost. This means that in carrying out production and cost management, there is still no good standardization in terms of time and costs incurred.
Kepentingan dan Pengaruh Stakeholders dalam Manajemen Kolaboratif Kawasan Perairan Teluk Doreri, Manokwari Mawirampakel, Fanny Silviany; Bawole, Roni; Pattiasina, Thomas F.; Bawole, Christover Alfarani; Mudjirahayu, Mudjirahayu; Runtoboi, Ferawati; Boli, Paulus
Journal of Tropical Diversity Vol 1 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Penerbit Brainy Bee

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64283/jotdiverse.2025.1(2):11

Abstract

Stakeholders atau pemangku kepentingan merupakan komponen penting dalam kegiatan pengelolaan wilayah dan sumberdaya pesisir. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan kepentingan serta pengaruh para pemangku kepentingan dalam manajemen kolaboraif Kawasan Perairan Teluk Doreri. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, diskusi kelompok terfokus, dan kuesioner yang dilaksanakan pada Februari-Maret 2025. Sebanyak 41 informan kunci yang mewakili berbagai kelompok termasuk instansi pemerintah, komunitas lokal, akademisi, sektor swasta, dan lembaga swadaya Masyarakat dilibatkan untuk menilai tingkat kepentingan dan pengaruh mereka terhadap pengelolaan kawasan perairan Teluk Doreri. Analisis stakeholders telah memetakan posisi stakeholders, yang menunjukkan bahwa mayoritas pemangku kepentingan berada pada Kuadran II (key players), artinya kepentingan dan pengaruh yang tinggi dalam praktek-praktek manajemen kolaboratif. Di sisi lain, Kuadran I dan IV masing-masing hanya diisi oleh satu aktor yang memiliki ketimpangan antara komitmen dan kapasitas pengaruh. Sementara itu, Kuadran III mencerminkan keberadaan stakeholders dengan pengaruh rendah namun berpotensi strategis secara sosial, seperti tokoh agama, akademisi, dan kepala kampung. Pemetaan ini mengindikasikan pentingnya pemberdayaan lintas kuadran, serta perlunya strategi manajemen kolaboratif yang menjembatani kesenjangan relasi kekuasaan dan memastikan inklusivitas dalam perencanaan dan implementasi manajemen kolaboratif.
Analisis silang faktor determinan pengelolaan budidaya perikanan berbasis masyarakat di Teluk Bintuni, Papua Barat: peran, kapasitas, dan optimasi masyarakat N. Silaratubun, Ismi; Bawole, Roni; Holle, Yolanda; Boli, Paulus; Alfarani Bawole, Christover
Cassowary Vol 9 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v9.i1.473

Abstract

ABSTRACT : This study aims to examine expert perceptions regarding the sustainability of aquaculture in Bintuni Bay through a cross-analysis of several key aspects: community participation, awareness of the importance of aquaculture, community involvement in decision-making, capacity building, engagement in monitoring and evaluation, optimization of production and resources, and the distribution of economic benefits. The results indicate a predominance of positive perceptions but also highlight significant challenges related to the quality of participation, equitable distribution of economic benefits, and the effectiveness of monitoring mechanisms. Recommendations are directed toward strengthening institutional capacity, promoting technological innovation, and developing inclusive participatory mechanisms to enhance both social and ecological sustainability.
Co-Authors Abdul Hamid A. Toha Achmad Fahrudin Agnestesya Manuputty, Agnestesya Alce I. Noya Aldrin Bonggoibo Alfarani Bawole, Christover Amestina Matualage Andoyo Supriyantono Anton Sineri Aradea Bujana Kusuma, Aradea Bujana Bambang Nugroho Bambang Nugroho Barahima Abbas Barahima Abbas Bawole, Christover Alfarani D. Mandacan, Nataniel Daud Bano Dedi Ariana Didik S. S. Mabui Dietriech Geoffrey Bengen Dwiranti, Febriza Elisa Lesnusa Emmanuel Manangkalangi Ferawati Runtuboi Ferdinand Samori Frankly Lahumeten Fredinan Yulianda Frengky Krey George Yarangga Hendri Hendri Hendrikus R Siga Holle, Yolanda HUGO WARAMI Insen, Selmina Ishak Musaad Kolibongso, Duaitd Krey, Keliopas Ludia Wambrauw Mabui, D. S. Manan, Jemmy Maria Arim Marlina Rumiris Marsudi Marsudi Marsudi Marsudi Martha Kayadoe Marthin Matulessy Matulessy, Marthin Mawirampakel, Fanny Silviany Mercy Patanda Moeljono, Soetjipto Mudji Rahayu Mudji Rahayu Mudjirahayu Mudjirahayu Mudjirahayu Mudjirahayu Mudjirahayu Mudjirahayu Muhammad Arsyad Muhammad Dailami, Muhammad Muji Rahayu Murtihapsari Murtihapsari . N. Silaratubun, Ismi Nouke L. Mawikere Nurhani Widiastuti Nuryanti Rumalolas Panjaitan, Rawati Partino Partino Partino, H.R. Paulus Boli Paulus Boli Purba, Gandi YS Rein M. R. Ruimassa Ridwan Sala Ridwan Sala Rimer Haigen Hein Biloro Rina A. Mogea Rizki H. Karamoy Rony Megawanto Runtoboi, Ferawati S. Tururaja, Tresia Sampari Suruan Sampari Suruan Sarah Usman Selvi Tebay Selvi Tebay Sembel, Luky Semuel Refideso Sineri, Anton Siti Helmi Sitinjak, Toni Sonya F. Nauw Sultary, Ayu Suruan, Sampari S. Syafrudin Raharjo Tasya Magdalena Br Siahaan Tebaiy, Selvi Tebay, Selvi Thomas Frans Pattiasina Thomas Pattiasina Tresia Tururaja Trisiwi Wahyu Widayati Tururaja, Tresia Sonia Usman, Sarah Vera Sabariah Vera Sabariah Victor Rumere Yafed Syufi Yemima Kaliele, Mariance Yolanda Holle Yuanike Kabera, Yuanike Yusup A Jentewo Yuventus Wale Wake Zarima Wibawati Zeth Parinding Zulkifli Henan