Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Kebijakan ASN dan PPPK Paruh Waktu terhadap Eksistensi Guru Honorer M. Raihanuddin; Rahma Azhar Karania; Isabela; Ahmad Maftuh Sujana
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 21 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.555 KB) | DOI: 10.57216/pah.v21i2.10

Abstract

Artikel ini membahas dampak kebijakan pemerintah terkait pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu terhadap eksistensi guru honorer di Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penulis mengkaji dinamika ketenagakerjaan dalam sektor pendidikan, khususnya menyangkut kesejahteraan dan kepastian status hukum guru non-ASN. Kebijakan PPPK Paruh Waktu, yang diatur melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025, diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan status guru honorer yang selama ini terpinggirkan. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi tantangan seperti ketidakjelasan kontrak, ketimpangan kesejahteraan, serta potensi konflik antar tenaga pengajar. Meskipun terdapat sisi positif seperti peningkatan profesionalitas dan efisiensi birokrasi, dampak negatif seperti ketimpangan pendapatan dan ketidakpastian karier tetap menghantui para guru honorer. Artikel ini merekomendasikan perlunya evaluasi menyeluruh dan penyesuaian kebijakan agar tujuan peningkatan mutu pendidikan nasional benar-benar tercapai melalui pemberdayaan guru secara berkeadilan.
Analisis Dinasti Fathimiyah di Mesir : Pertumbuhan, Perkembangan, dan Kemajuan Rosidah Rosidah; Ratnasari Ratnasari; Yunan Fahri Ramadhan; Raditya Pangestu; Ahmad Maftuh Sujana
Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/moral.v2i2.948

Abstract

This article explores the political, religious, and socio-cultural dimensions of the Fatimid Dynasty's rule in Egypt, highlighting its unique contributions to Islamic civilization. The Fatimid Caliphate, which ruled from 969 to 1171 AD, represented a significant Shi'a Islamic power that challenged the dominance of the Sunni Abbasid Caliphate. The study analyzes the origins of the Fatimid dynasty, its establishment in North Africa, and its eventual relocation of the capital to Cairo, which became a vibrant center of learning and governance. Special attention is given to the administrative reforms, religious tolerance policies, and architectural advancements initiated by Fatimid rulers. Additionally, the article examines the tensions and conflicts both internally and externally that eventually led to the dynasty’s decline. By using historical and historiographical methods, this research aims to provide a comprehensive understanding of how the Fatimid Dynasty shaped the political and religious landscape of medieval Egypt and left a lasting legacy that can still be seen in Egyptian culture and architecture today.
Tasawuf dalam Bayang-Bayang Krisis Ekonomi Global: Reinterpretasi Tawakal di Tengah Ketidakpastian Fiskal Indonesia 2026: Genealogi Konsep Tawakal dalam Tradisi Tasawuf, Krisis Ekonomi Global dan Dampaknya terhadap Ketimpangan Sosial di Indonesia, Reinterpretasi Tawakal sebagai Etika Sosial-Transformatif, Implikasi Tawakal dalam Membangun Kesadaran Sosial di Tengah Ketimpangan Bayu Asep Saputra; Ahmad Ikrom Anwari; Ahmad Maftuh Sujana; Syafiin Mansyur
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58572/hkm.v6i2.365

Abstract

Abstract This research focuses on the reinterpretation of the concept of tawakal as a socio-transformative ethic in addressing social inequality and the global economic crisis occurring in Indonesia. The background of this study is based on the public tendency to perceive tawakal merely as an attitude of surrender without effort, which potentially leads to social fatalism. The purpose of this research is to examine the origins of the concept of tawakal within the Sufi tradition, evaluate its relevance to contemporary socio-economic issues, and describe tawakal as an active and constructive spiritual force. This study employs a qualitative method using a library research approach. The data sources include the Qur’an, Hadith, classical Sufi works, and contemporary literature. The findings reveal that, from the perspective of Sufism, tawakal does not contradict rational action; rather, it emphasizes a balance between effort, faith, and social responsibility. The reinterpretation of tawakal can strengthen social solidarity, enhance public critical awareness, and encourage active participation in addressing social inequality, economic crises, and contemporary global challenges. Therefore, tawakal remains relevant as a progressive, humanistic, and transformative spiritual foundation in modern life. Keywords: Tawakal, Social Sufism, Social Inequality, Economic Crisis, Transformative Ethics. Abstrak Penelitian ini berfokus pada reinterpretasi konsep tawakal sebagai etika sosial-transformatif dalam menghadapi ketimpangan sosial dan krisis ekonomi global yang terjadi di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pemahaman masyarakat yang cenderung menganggap tawakal sebagai sikap pasrah tanpa upaya, yang berpotensi menghasilkan fatalisme sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari asal-usul konsep tawakal dalam tradisi tasawuf, mengevaluasi hubungannya dengan masalah sosial-ekonomi kontemporer, dan memberikan gambaran tentang tawakal sebagai kekuatan spiritual yang aktif dan bermanfaat. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Al-Qur'an, hadis, karya tasawuf klasik, dan literatur kontemporer adalah sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sudut pandang tasawuf, tawakal tidak bertentangan dengan tindakan rasional. Sebaliknya, itu menekankan keseimbangan antara upaya, iman, dan tanggung jawab sosial. Reinterpretasi tawakal dapat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesadaran kritis masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif dalam menghadapi ketimpangan sosial, krisis ekonomi, dan tantangan global kontemporer. Oleh karena itu, tawakal masih relevan sebagai landasan spiritual yang progresif, humanis, dan transformatif dalam kehidupan modern. Kata Kunci: Abstract This research focuses on the reinterpretation of the concept of tawakal as a socio-transformative ethic in addressing social inequality and the global economic crisis occurring in Indonesia. The background of this study is based on the public tendency to perceive tawakal merely as an attitude of surrender without effort, which potentially leads to social fatalism. The purpose of this research is to examine the origins of the concept of tawakal within the Sufi tradition, evaluate its relevance to contemporary socio-economic issues, and describe tawakal as an active and constructive spiritual force. This study employs a qualitative method using a library research approach. The data sources include the Qur’an, Hadith, classical Sufi works, and contemporary literature. The findings reveal that, from the perspective of Sufism, tawakal does not contradict rational action; rather, it emphasizes a balance between effort, faith, and social responsibility. The reinterpretation of tawakal can strengthen social solidarity, enhance public critical awareness, and encourage active participation in addressing social inequality, economic crises, and contemporary global challenges. Therefore, tawakal remains relevant as a progressive, humanistic, and transformative spiritual foundation in modern life. Keywords: Tawakal, Social Sufism, Social Inequality, Economic Crisis, Transformative Ethics. Abstrak Penelitian ini berfokus pada reinterpretasi konsep tawakal sebagai etika sosial-transformatif dalam menghadapi ketimpangan sosial dan krisis ekonomi global yang terjadi di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pemahaman masyarakat yang cenderung menganggap tawakal sebagai sikap pasrah tanpa upaya, yang berpotensi menghasilkan fatalisme sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari asal-usul konsep tawakal dalam tradisi tasawuf, mengevaluasi hubungannya dengan masalah sosial-ekonomi kontemporer, dan memberikan gambaran tentang tawakal sebagai kekuatan spiritual yang aktif dan bermanfaat. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Al-Qur'an, hadis, karya tasawuf klasik, dan literatur kontemporer adalah sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sudut pandang tasawuf, tawakal tidak bertentangan dengan tindakan rasional. Sebaliknya, itu menekankan keseimbangan antara upaya, iman, dan tanggung jawab sosial. Reinterpretasi tawakal dapat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesadaran kritis masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif dalam menghadapi ketimpangan sosial, krisis ekonomi, dan tantangan global kontemporer. Oleh karena itu, tawakal masih relevan sebagai landasan spiritual yang progresif, humanis, dan transformatif dalam kehidupan modern. Kata Kunci: tawakal tasawuf sosial, Ketimpangan Sosial, Krisis Ekonomi, Etika Transformatif.
Co-Authors Abdilah, Aida Abdiyatuzzahro, Devi Abel Octavia Suman Abel Octavia Suman Ade Ika Ahadiyah Adhika Abdu Nuryanditra Aditya Firmansyah Adnan Naufal Rahman Ahmad Ikrom Anwari Ahmad Lathif Aidil Fitra L Aidil Fitra Lubis Aisyah Zahratunnisa Al Ayyubi, Shalahuddin Alawiah, Tuti Alifa Nayla Alfarafisyah, Nayla Alvin Syarif Maulana Amalia, Aam Ananda Josafi, Khairi Anisa Fitriani Annisa Ainurrohmah Apdilla, Raya Apriani Sri Mulyani Asih Purnama Aufal Syahrul Abror, Muhammad Aziz, Muhammad Ijlal Azwa Naila Fath Bayu Asep Saputra Bella Amelia Burhanuddin Burhanudin Burhanudin Chaerul Rahman, Muhammad Danang Syaifullah Dayani, Subhan Rizki Dea Safitri Dea Safitri Desi Dahliani Desty Malika Devia Awaliah Zahrani, Devia Dian Falahdita Dian Kartika Dini Handayani Dwi Rachmi Ramadhani, Dwi Ernike Fatih EVA SYARIFAH WARDAH Fajar Fajar Fakhrudin, Irfan Fatiyatur Rahmah Fatmatu Haerunnisa Firda Hidayah Fitriyani Haidar Syadad Hailala Najwa Isba Hakim, Faiha Kamila Kharisma Haliza Alifia Ifada Hanifa Rahmatunnisa Hanifa Rahmatunnisa Hanifara Dyasti Rahayu Hasna Humairoh Heni Fitrotul Zulhizah Hikam, Muhammad Wifqil Ikram Barman Maulana Sya'ban Illa Rohillah Ilma Yuliyana Ira Septi Sulistiana Irfan Khaeruji Isabela Khoirul Anisa Latifah Fitria Leni Amelia Lestari Lia Anggraeni, Lia Lilis Sulistiani M, Iqbal Hidayat M. Raihanuddin M. Yogi Riyantama Isjoni Maftuh Ajmain Maharani Salsabila Makhbul Hudori, Raudho Maretha Nur Fadilah Mildan, Jidan Mufidah Hayati Nufus Muflihah, Elya Muhamad Kosim Muhamad Rezky Muhamad Wildan Septiana Muhamad Zainal Arifin Muhammad Azka Nabhan Muhammad Eka Anwaril Ikhsan Muhammad Fardan Rabbani Muhammad Ilham Fani, Ilham Muhammad Rafli Zakaria Mutia Fadhilah Nabil, M. Hasbi Nadiyatu Rahmah Nafisa Dwi Suryaningtias Nailah Rahmania Najmudin Nasywa Khairunnisa Nawawi, Taosyekh Nita Nirmalasari Nurelizah Nurelizah Pipin Safinah Puput Sri Sukmana Putra Panjalu Putri, Eka Dalilah Qoulan Sadida Raditya Pangestu Rahma Azhar Karania Ramadhan, Fairuz Kenzy Rani Wulandari Ratnasari Ratnasari Ratu Mustarsyiddah Reyinita Damayanti Rifal Saefudin Riffati Hikmi Mori Rosidah Rosidah Rosyidah Sabila Khaerani Putri Sabila Sofiannisa Saeful Iskandar Seliyana Heryani Shelsie Amalia Putri Siti Khofifah Siti Maysarah Siti Nuria Hidayati Siti Salsabila Kamilia Siti Yuniawati Sofiatunnaziah, Sofiatunnaziah Sri Soimah Suhanda, Iyu Ibda Amaria Syafiin Mansyur Syifaul Kolbi TATI ROHAYATI Tausiyah, Dalilah Tubagus Gafar Akas Tuti Alawiyah Ummu Salamah Yunan Fahri R Yunan Fahri Ramadhan Zahroni Zahroni Zainul Arifin