Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Pendidikan Islam di Andalusia dan Kontribusinya terhadap Peradaban Islam Maretha Nur Fadilah; Achmad Maftuh Sujana; Siti Khofifah; Ikram Barman Maulana Sya'ban; Fatiyatur Rahmah
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 4 (2025): Fourteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i4.892

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sistem pendidikan Islam di Andalusia serta peranan pemerintah dan ulama dalam membangun peradaban Islam dan memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan Eropa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan Islam di Andalusia berlandaskan pada nilai nilai tauhid keterbukaan dan keadilan yang melahirkan kurikulum integratif antara ilmu agama dan ilmu umum. Pemerintah melalui khalifah seperti Abdurrahman III dan Hakam II memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan ilmu dengan membangun lembaga pendidikan universitas perpustakaan serta mendorong kebebasan berpikir. Para ulama berperan sebagai penggerak intelektual yang memperkaya khazanah keilmuan Islam Andalusia berhasil melahirkan banyak ilmuwan besar dan menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Pengaruhnya meluas ke Eropa melalui proses penerjemahan karya ilmiah yang kemudian mendorong lahirnya Renaissance dan kemajuan ilmu pengetahuan modern.
Situasi dan kondisi umat Islam pada awal kepemimpinan khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Fatmatu Haerunnisa; Achmad Maftuh Sujana; Qoulan Sadida; Siti Nuria Hidayati; Adhika Abdu Nuryanditra
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 4 (2025): Fourteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i4.893

Abstract

Penelitian ini membahas tentang situasi dan kondisi umat Islam pada awal kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang menjadi fase paling krusial dalam sejarah Islam pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji secara mendalam dinamika politik, sosial, dan keagamaan pada masa tersebut. Fokus utama kajian meliputi krisis internal umat setelah wafat Nabi, munculnya gerakan riddah atau kemurtadan, langkah konsolidasi dan penguatan struktur umat, pembukuan Al-Qur’an sebagai bentuk pelestarian wahyu, serta ekspedisi dakwah terbatas yang dilakukan secara diplomatis. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan Abu Bakar tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kebijaksanaan spiritual dan ketegasan prinsip akidah dalam memelihara keutuhan umat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan Abu Bakar menjadi fondasi penting bagi stabilitas dan perluasan dakwah Islam pada masa Khulafaur Rasyidin.
Peran Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam Membangun Stabilitas Politik dan Agama Islam Apriani Sri Mulyani; Achmad Maftuh Sujana; Rani Wulandari; Ade Ika Ahadiyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3203

Abstract

Pada dasarnya manusia dilahirkan sebagai pemimpin, semenjak Nabi Adam diciptakan sebagai khalifah untuk ditugaskan mengurus bumi, kata khalifah itu sendiri dapat diartikan sebagai penghubung atau pemimpin untuk menyampaikan memimpin sesuatu. Sebagai pemimpin dituntut keahliannya dalam mengatur perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Pemimpin mempunyai hak kekuasaan untuk mengarahkan, mengerahkan, dan mempengaruhi orang yang dipimpinya untuk melaksanakan titah-titah yang harus dilaksanakan dalam mencapai suatu tujuan yang dinginkan. Maka dari itu seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan seni memimpin yang baik, sehingga akan tercapai keselarasan dalam sebuah kepemimpinan, dan tercapai pula tujuan tujuan yang telah digariskan. Berkaitan dengan kepemimpinan ini, Islam memulai sebuah kepemimpinananya dengan diutusnya Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul untuk mengajak manusia ke arah kebenaran, memeluk Islam sebagai suatu keyakinan. Dalam perjalanan perjuangan dan penyebaran Islam, nabi Muhammad secara otomatis sebagai pemimpin kaum muslimin sampai akhir hayatnya. Setelah Nabi Muhammad wafat, kaum muslimin dirundung kesedihan yang mendalam, mereka kehilangan sosok pemimpin yang dicintai, sosok pemimpin yang mempunyai kepribadian yang unik dan kompleks, berwawasan luas, dan bersifat amanah.
RUWETAN LAUT DI TANJUNG KAIT: TRADISI SEDEKAH LAUT MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR TANGERANG, BANTEN Shelsie Amalia Putri; Achmad Maftuh Sujana; Aisyah Zahratunnisa; Zahroni Zahroni
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi ruwetan laut atau sedekah laut yang dilakukan oleh masyarakat nelayan di Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat nelayan atas hasil tangkapan laut yang mereka peroleh sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi ruwetan laut, menganalisis makna dan fungsi sosial-religius yang terkandung di dalamnya, serta mengidentifikasi tantangan pelestarian tradisi di era modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi langsung, wawancara mendalam dengan para pelaku tradisi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwetan laut di Tanjung Kait telah mengalami akulturasi antara kepercayaan lokal dengan nilai-nilai Islam, tercermin dari prosesi yang diawali dengan tahlilan dan doa-doa Islami. Tradisi ini memiliki fungsi penting dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan. Namun, tradisi ini menghadapi tantangan berupa berkurangnya partisipasi generasi muda akibat urbanisasi dan perubahan orientasi mata pencaharian. Upaya pelestarian perlu dilakukan melalui pendekatan yang melibatkan generasi muda dan dukungan pemerintah daerah tanpa mengubah esensi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi ini.
Kedatangan Jepang Sebagai Awal Mula Penderitaan Wanita Di Indonesia Pada Tahun 1942-1945 Ramadhan, Ibnu Daffa; Ritonga, Mhd Juniawan; Askohar, Askohar; Sujana, Ahmad Maftuh
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i1.375

Abstract

Artikel ini mengkaji sistem perbudakan seksual militer Jepang, yang dikenal sebagai “Jugun Ianfu,” selama pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945). Sistem ini secara paksa menyediakan perempuan sebagai alat pemuas nafsu seksual bagi tentara Jepang di seluruh wilayah pendudukan. Artikel ini menelusuri sejarah Jugun Ianfu di Indonesia, mulai dari proses rekrutmen, kondisi di fasilitas penahanan, hingga dampaknya terhadap korban secara fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Melalui analisis historis, artikel ini mengungkap bagaimana sistem tersebut dibangun, bagaimana perempuan Indonesia menjadi korban, dan bagaimana trauma yang mereka alami telah memengaruhi generasi mendatang. Artikel ini menekankan pentingnya memahami sejarah kelam Jugun Ianfu untuk menghormati perjuangan para korban, mengadvokasi pengakuan atas penderitaan mereka, dan mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Dampak Kebijakan ASN dan PPPK Paruh Waktu terhadap Eksistensi Guru Honorer Raihanuddin, M.; Karania, Rahma Azhar; Isabela; Sujana, Ahmad Maftuh
Pahlawan: Jurnal Ilmu Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 21 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.555 KB) | DOI: 10.57216/pah.v21i2.10

Abstract

Artikel ini membahas dampak kebijakan pemerintah terkait pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu terhadap eksistensi guru honorer di Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penulis mengkaji dinamika ketenagakerjaan dalam sektor pendidikan, khususnya menyangkut kesejahteraan dan kepastian status hukum guru non-ASN. Kebijakan PPPK Paruh Waktu, yang diatur melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025, diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan status guru honorer yang selama ini terpinggirkan. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi tantangan seperti ketidakjelasan kontrak, ketimpangan kesejahteraan, serta potensi konflik antar tenaga pengajar. Meskipun terdapat sisi positif seperti peningkatan profesionalitas dan efisiensi birokrasi, dampak negatif seperti ketimpangan pendapatan dan ketidakpastian karier tetap menghantui para guru honorer. Artikel ini merekomendasikan perlunya evaluasi menyeluruh dan penyesuaian kebijakan agar tujuan peningkatan mutu pendidikan nasional benar-benar tercapai melalui pemberdayaan guru secara berkeadilan.
Kiprah Suryani Thahir dalam Pemberdayaan Perempuan Betawi melalui Majelis Taklim (1970–2006) Muhammad Rafli Zakaria; Achmad Maftuh Sujana
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 7 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i7.8695

Abstract

This article examines the role and contributions of Ustadzah Suryani Thahir in empowering Betawi women through Majelis Taklim (Islamic study groups) in South Jakarta between 1970 and 2006. The study employs historical research methodology, consisting of five main stages: topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography. Primary sources were obtained through interviews with the subject’s family members and authentic written documents, while secondary sources were collected through literature review. The findings reveal that Suryani Thahir played a dual role as both a religious preacher and a social mobilizer, actively guiding women in religious, educational, and self-development matters. The Majelis Taklim she led served as a strategic platform for Betawi women to gain religious knowledge and expand their social roles amid the dynamics of an urban society. This study highlights the significance of local female figures in the socio-religious history of Jakarta, particularly in elevating the position of women in public spaces through cultural and religious approaches.
The Role of Ahlussunnah Wal Jama'ah in Building a Moderate Islamic Civilization Mutia Fadhilah; Achmad Maftuh Sujana; Dian Kartika; Haliza Alifia Ifada; Ahmad Lathif
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v5i3.265

Abstract

The development of socio-religious dynamics in Indonesia today faces the challenge of polarization between religious radicalism and liberalism that has the potential to undermine the foundations of moderate Islam. This research aims to comprehensively describe the strategic role of Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) in building a moderate Islamic civilization through theological, institutional, and cultural pillars. The method used is a qualitative approach with an analytical descriptive design, which utilizes content analysis techniques against credible national and international scientific literature in the last ten years. The results of the study show that Aswaja functions as a theological instrument through the principles  of tawasuth, tawazun, i'tidal, and tasamuh which are filters for extreme ideologies. Institutionally, Aswaja values are transformed into habitus in Islamic boarding schools and universities to ensure inclusive social behavior. In conclusion, the cultural flexibility of Aswaja through the rules of al-muhafadzah 'ala al-qadim as-shalih allows Islam to remain relevant in the face of digital disruption and the post-truth era. The sustainability of moderate civilization is highly dependent on the resilience of the thinking methodology (manhaj al-fikr) and the strategy of digitizing Aswaja values in the future
RAMPANG BEDUG SEBAGAI WARISAN BUDAYA BANTEN KAJIAN HISTORIS : KABUPATEN PANDEGLANG Bella Amelia; Ilma Yuliyana; Dea Safitri; Tuti Alawiyah; Reyinita Damayanti; Ahmad Maftuh Sujana
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6621

Abstract

Rampag Bedug merupakan salah satu seni budaya khas Banten yang berkembang menjadi pertunjukan berskala besar, khususnya di Kabupaten Pandeglang. Tradisi ini berakar pada praktik keagamaan Islam dan identitas sosial masyarakat setempat yang kemudian bertransformasi menjadi warisan budaya yang bernilai historis. Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan sejarah Rampag Bedug, nilai budaya yang terkandung di dalamnya, serta perannya dalam memperkuat identitas daerah dan kohesi sosial masyarakat Pandeglang. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode historis-kultural, penelitian ini menganalisis tradisi lisan, praktik budaya, serta narasi masyarakat terkait Rampag Bedug. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rampag Bedug tidak hanya menjadi ekspresi religius, tetapi juga simbol ketangguhan, kreativitas, dan religiusitas masyarakat Banten, sehingga penting untuk dilestarikan dan direvitalisasi.
TRADISI BAYAR LIUR DI KAMPUNG CISASAH CIJAKU KAB. LEBAK Burhanuddin; Muhamad Kosim; Aditya Firmansyah; Haidar Syadad; Muhamad Zainal Arifin; Yunan Fahri R; Aidil Fitra L; Raditya Pangestu; Maftuh Ajmain; Ahmad Maftuh Sujana
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6649

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena tradisi Bayar Liur yang dipraktikkan oleh masyarakat di Desa Cisasah, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tradisi Bayar Liur merupakan bentuk kearifan lokal yang bermanifestasi sebagai ritual atau kompensasi simbolis terkait interaksi sosial, khususnya dalam konteks pemenuhan janji, penyembuhan penyakit psikologis atau fisik ringan yang diyakini akibat "kabuhulan" (gangguan yang disebabkan oleh kata-kata atau keinginan yang tidak terpenuhi), serta sebagai bentuk penebusan atas kegelisahan sosial dalam hubungan tetangga. ​Fokus utama penelitian ini adalah mendeskripsikan prosedur pelaksanaan tradisi Bayar Liur dan menganalisis makna simbolis serta fungsi sosial yang terkandung di dalamnya bagi keberlangsungan masyarakat agraris di Lebak. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, sesepuh desa, dan praktisi tradisi, serta studi dokumentasi terkait sejarah lokal Cijaku. ​Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bayar Liur bukan sekadar transaksi material, melainkan sebuah mekanisme untuk memulihkan keseimbangan sosial dan spiritual. Secara prosedural, tradisi ini melibatkan pemberian barang-barang tertentu atau sejumlah kecil uang sebagai simbol "pembersihan" atau pencucian dampak negatif dari ucapan yang tidak terpenuhi. Masyarakat Cisasah percaya bahwa kata-kata atau keinginan yang tertunda dapat mendatangkan kesialan jika tidak segera "dibayar" melalui ritual ini. ​Lebih lanjut, tradisi Bayar Liur berfungsi sebagai instrumen resolusi konflik tingkat rendah dan penguat ikatan komunal (solidaritas mekanik). Di tengah arus modernisasi dan pengaruh nilai-nilai eksternal, masyarakat Desa Cisasah tetap mempertahankan tradisi ini sebagai identitas budaya yang membedakan mereka dengan wilayah lain. Studi ini menyimpulkan bahwa tradisi Bayar Liur mengandung nilai pendidikan moral mengenai pentingnya integritas antara ucapan dan tindakan. Keberadaan tradisi ini membuktikan bahwa komunitas lokal memiliki mekanisme mandiri dalam menjaga harmoni psikis dan sosial tanpa selalu bergantung pada pendekatan medis formal maupun modern.  
Co-Authors Abdilah, Aida Abdiyatuzzahro, Devi Abel Octavia Suman Abel Octavia Suman Ade Ika Ahadiyah Adhika Abdu Nuryanditra Aditya Firmansyah Ahmad Lathif Aidil Fitra L Aidil Fitra Lubis Aisyah Zahratunnisa Al Ayyubi, Shalahuddin Alawiah, Tuti Alifa Nayla Alfarafisyah, Nayla Amalia, Aam Ananda Josafi, Khairi Anisa Fitriani Annisa Ainurrohmah Apdilla, Raya Apriani Sri Mulyani Asih Purnama Askohar, Askohar Aufal Syahrul Abror, Muhammad Aziz, Muhammad Ijlal Azwa Naila Fath Bella Amelia Burhanuddin Burhanudin Burhanudin Chaerul Rahman, Muhammad Dayani, Subhan Rizki Dea Safitri Dea Safitri Desi Dahliani Desty Malika Devia Awaliah Zahrani, Devia Dian Falahdita Dian Kartika Dini Handayani, Dini Dwi Rachmi Ramadhani, Dwi Ernike Fatih EVA SYARIFAH WARDAH Fakhrudin, Irfan Fatiyatur Rahmah Fatmatu Haerunnisa Firda Hidayah Fitriyani Haidar Syadad Hailala Najwa Isba Hakim, Faiha Kamila Kharisma Haliza Alifia Ifada Hanifa Rahmatunnisa Hanifa Rahmatunnisa Hanifara Dyasti Rahayu Hasna Humairoh Heni Fitrotul Zulhizah Hikam, Muhammad Wifqil Ikram Barman Maulana Sya'ban Illa Rohillah Ilma Yuliyana Ira Septi Sulistiana Irfan Khaeruji ISABELA I`Annatul Uyun Karania, Rahma Azhar Khoirul Anisa Latifah Fitria Leni Amelia Lestari Lia Anggraeni, Lia Lilis Sulistiani M, Iqbal Hidayat M. Yogi Riyantama Isjoni Maftuh Ajmain Maharani Salsabila Makhbul Hudori, Raudho Maretha Nur Fadilah Mildan, Jidan Mufidah Hayati Nufus Muflihah, Elya Muhamad Kosim Muhamad Rezky Muhamad Wildan Septiana Muhamad Zainal Arifin Muhammad Eka Anwaril Ikhsan Muhammad Fardan Rabbani Muhammad Ilham Fani, Ilham Muhammad Rafli Zakaria Mutia Fadhilah Nabhan, Muhammad Azka Nabil, M. Hasbi Nadiyatu Rahmah Nafisa Dwi Suryaningtias Nailah Rahmania Najmudin Nasywa Anggreani Putri Nasywa Khairunnisa Nawawi, Taosyekh Nita Nirmalasari Nurelizah, Nurelizah Puput Sri Sukmana Putra Panjalu Putri, Eka Dalilah Qoulan Sadida Raditya Pangestu Raihanuddin, M. Ramadhan, Fairuz Kenzy Ramadhan, Ibnu Daffa Rani Wulandari Ratu Mustarsyiddah Reyinita Damayanti Riffati Hikmi Mori Ritonga, Mhd Juniawan Rosyidah Sabila Khaerani Putri Sabila Sofiannisa Saefudin, Rifal Saeful Iskandar Seliyana Heryani Shelsie Amalia Putri Siti Khofifah Siti Maysarah Siti Nuria Hidayati Siti Salsabila Kamilia Siti Yuniawati Sofiatunnaziah, Sofiatunnaziah Sri Soimah Suhanda, Iyu Ibda Amaria syafiqoh, siti syafiqoh diyana Syifaul Kolbi TATI ROHAYATI Tausiyah, Dalilah Tuti Alawiyah Ummu Salamah Yunan Fahri R Zahroni Zahroni Zainul Arifin