Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perkembangan sejarah dan kejayaan peradaban Islam dari masa Nabi hingga Dinasti Abbasiyah Hasna Humairoh; Achmad Maftuh Sujana; Sri Soimah; Desi Dahliani; Firda Hidayah
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 4 (2025): Fourteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i4.890

Abstract

Penelitian ini membahas perkembangan sejarah dan kejayaan peradaban Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga masa Dinasti Abbasiyah. Kajian ini bertujuan untuk memahami proses terbentuknya peradaban Islam dari aspek dakwah, politik, sosial, dan intelektual yang berkembang selama lebih dari enam abad. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelusuri berbagai sumber literatur klasik dan modern yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap periode memiliki peran penting dalam membangun fondasi peradaban Islam. Masa Nabi SAW menjadi awal pembentukan nilai moral dan sosial, masa Khulafaur Rasyidin memperkuat sistem pemerintahan dan persatuan umat, masa Dinasti Umayyah menandai ekspansi politik dan penyebaran budaya Islam, sedangkan masa Dinasti Abbasiyah menjadi puncak kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Keseluruhan perjalanan sejarah ini mencerminkan bahwa kemajuan Islam bersumber dari sinergi antara keimanan, ilmu, dan keadilan yang menjadi dasar lahirnya peradaban yang agung.
Model Kepemimpinan Berkeadilan Umar bin Khattab sebagai solusi terhadap krisis integritas pemimpin masa kini Ratu Mustarsyiddah; Achmad Maftuh Sujana; Syifaul Kolbi; Muhammad Fardan Rabbani
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 4 (2025): Fourteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i4.891

Abstract

Penelitian ini membahas tentang model kepemimpinan berkeadilan Umar bin Khattab sebagai solusi konseptual dan moral terhadap krisis integritas pemimpin masa kini. Krisis integritas yang melanda berbagai sektor pemerintahan modern ditandai oleh praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan hilangnya orientasi moral pemimpin. Melalui pendekatan studi literatur (library research) dengan analisis deskriptif-kualitatif, penelitian ini menelaah nilai-nilai dasar kepemimpinan Umar bin Khattab seperti keadilan (‘adl), amanah, zuhud, dan tanggung jawab sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesederhanaan dan ketegasan Umar dalam menegakkan keadilan menjadi fondasi kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan dalam konteks kepemimpinan modern guna membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, teladan Umar bin Khattab dapat menjadi paradigma kepemimpinan yang mengintegrasikan kekuatan moral, spiritual, dan etika sosial dalam menghadapi tantangan zaman.
Sistem Pendidikan Islam di Andalusia dan Kontribusinya terhadap Peradaban Islam Maretha Nur Fadilah; Achmad Maftuh Sujana; Siti Khofifah; Ikram Barman Maulana Sya'ban; Fatiyatur Rahmah
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 4 (2025): Fourteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i4.892

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sistem pendidikan Islam di Andalusia serta peranan pemerintah dan ulama dalam membangun peradaban Islam dan memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan Eropa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan Islam di Andalusia berlandaskan pada nilai nilai tauhid keterbukaan dan keadilan yang melahirkan kurikulum integratif antara ilmu agama dan ilmu umum. Pemerintah melalui khalifah seperti Abdurrahman III dan Hakam II memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan ilmu dengan membangun lembaga pendidikan universitas perpustakaan serta mendorong kebebasan berpikir. Para ulama berperan sebagai penggerak intelektual yang memperkaya khazanah keilmuan Islam Andalusia berhasil melahirkan banyak ilmuwan besar dan menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Pengaruhnya meluas ke Eropa melalui proses penerjemahan karya ilmiah yang kemudian mendorong lahirnya Renaissance dan kemajuan ilmu pengetahuan modern.
Situasi dan kondisi umat Islam pada awal kepemimpinan khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Fatmatu Haerunnisa; Achmad Maftuh Sujana; Qoulan Sadida; Siti Nuria Hidayati; Adhika Abdu Nuryanditra
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 4 (2025): Fourteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i4.893

Abstract

Penelitian ini membahas tentang situasi dan kondisi umat Islam pada awal kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang menjadi fase paling krusial dalam sejarah Islam pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji secara mendalam dinamika politik, sosial, dan keagamaan pada masa tersebut. Fokus utama kajian meliputi krisis internal umat setelah wafat Nabi, munculnya gerakan riddah atau kemurtadan, langkah konsolidasi dan penguatan struktur umat, pembukuan Al-Qur’an sebagai bentuk pelestarian wahyu, serta ekspedisi dakwah terbatas yang dilakukan secara diplomatis. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan Abu Bakar tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kebijaksanaan spiritual dan ketegasan prinsip akidah dalam memelihara keutuhan umat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan Abu Bakar menjadi fondasi penting bagi stabilitas dan perluasan dakwah Islam pada masa Khulafaur Rasyidin.
Peran Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam Membangun Stabilitas Politik dan Agama Islam Apriani Sri Mulyani; Achmad Maftuh Sujana; Rani Wulandari; Ade Ika Ahadiyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3203

Abstract

Pada dasarnya manusia dilahirkan sebagai pemimpin, semenjak Nabi Adam diciptakan sebagai khalifah untuk ditugaskan mengurus bumi, kata khalifah itu sendiri dapat diartikan sebagai penghubung atau pemimpin untuk menyampaikan memimpin sesuatu. Sebagai pemimpin dituntut keahliannya dalam mengatur perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Pemimpin mempunyai hak kekuasaan untuk mengarahkan, mengerahkan, dan mempengaruhi orang yang dipimpinya untuk melaksanakan titah-titah yang harus dilaksanakan dalam mencapai suatu tujuan yang dinginkan. Maka dari itu seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan seni memimpin yang baik, sehingga akan tercapai keselarasan dalam sebuah kepemimpinan, dan tercapai pula tujuan tujuan yang telah digariskan. Berkaitan dengan kepemimpinan ini, Islam memulai sebuah kepemimpinananya dengan diutusnya Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul untuk mengajak manusia ke arah kebenaran, memeluk Islam sebagai suatu keyakinan. Dalam perjalanan perjuangan dan penyebaran Islam, nabi Muhammad secara otomatis sebagai pemimpin kaum muslimin sampai akhir hayatnya. Setelah Nabi Muhammad wafat, kaum muslimin dirundung kesedihan yang mendalam, mereka kehilangan sosok pemimpin yang dicintai, sosok pemimpin yang mempunyai kepribadian yang unik dan kompleks, berwawasan luas, dan bersifat amanah.
RUWETAN LAUT DI TANJUNG KAIT: TRADISI SEDEKAH LAUT MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR TANGERANG, BANTEN Shelsie Amalia Putri; Achmad Maftuh Sujana; Aisyah Zahratunnisa; Zahroni Zahroni
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi ruwetan laut atau sedekah laut yang dilakukan oleh masyarakat nelayan di Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat nelayan atas hasil tangkapan laut yang mereka peroleh sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi ruwetan laut, menganalisis makna dan fungsi sosial-religius yang terkandung di dalamnya, serta mengidentifikasi tantangan pelestarian tradisi di era modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi langsung, wawancara mendalam dengan para pelaku tradisi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwetan laut di Tanjung Kait telah mengalami akulturasi antara kepercayaan lokal dengan nilai-nilai Islam, tercermin dari prosesi yang diawali dengan tahlilan dan doa-doa Islami. Tradisi ini memiliki fungsi penting dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan. Namun, tradisi ini menghadapi tantangan berupa berkurangnya partisipasi generasi muda akibat urbanisasi dan perubahan orientasi mata pencaharian. Upaya pelestarian perlu dilakukan melalui pendekatan yang melibatkan generasi muda dan dukungan pemerintah daerah tanpa mengubah esensi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi ini.
Kedatangan Jepang Sebagai Awal Mula Penderitaan Wanita Di Indonesia Pada Tahun 1942-1945 Ramadhan, Ibnu Daffa; Ritonga, Mhd Juniawan; Askohar, Askohar; Sujana, Ahmad Maftuh
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i1.375

Abstract

Artikel ini mengkaji sistem perbudakan seksual militer Jepang, yang dikenal sebagai “Jugun Ianfu,” selama pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945). Sistem ini secara paksa menyediakan perempuan sebagai alat pemuas nafsu seksual bagi tentara Jepang di seluruh wilayah pendudukan. Artikel ini menelusuri sejarah Jugun Ianfu di Indonesia, mulai dari proses rekrutmen, kondisi di fasilitas penahanan, hingga dampaknya terhadap korban secara fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Melalui analisis historis, artikel ini mengungkap bagaimana sistem tersebut dibangun, bagaimana perempuan Indonesia menjadi korban, dan bagaimana trauma yang mereka alami telah memengaruhi generasi mendatang. Artikel ini menekankan pentingnya memahami sejarah kelam Jugun Ianfu untuk menghormati perjuangan para korban, mengadvokasi pengakuan atas penderitaan mereka, dan mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Co-Authors Abdilah, Aida Abdiyatuzzahro, Devi Abel Octavia Suman Ade Ika Ahadiyah Adhika Abdu Nuryanditra Aidil Fitra Lubis Aisyah Zahratunnisa Al Ayyubi, Shalahuddin Alawiah, Tuti Alifa Nayla Alfarafisyah, Nayla Amalia, Aam Ananda Josafi, Khairi Anisa Fitriani Annisa Ainurrohmah Apdilla, Raya Apriani Sri Mulyani Asih Purnama Askohar, Askohar Aufal Syahrul Abror, Muhammad Aziz, Muhammad Ijlal Azwa Naila Fath Burhanudin Burhanudin Chaerul Rahman, Muhammad Dayani, Subhan Rizki Dea Safitri Desi Dahliani Desty Malika Devia Awaliah Zahrani, Devia Dwi Rachmi Ramadhani, Dwi Ernike Fatih EVA SYARIFAH WARDAH Fakhrudin, Irfan Fatiyatur Rahmah Fatmatu Haerunnisa Firda Hidayah Fitriyani Hailala Najwa Isba Hakim, Faiha Kamila Kharisma Hanifa Rahmatunnisa Hanifara Dyasti Rahayu Hasna Humairoh Heni Fitrotul Zulhizah Hikam, Muhammad Wifqil Ikram Barman Maulana Sya'ban Illa Rohillah Ira Septi Sulistiana Irfan Khaeruji Khoirul Anisa Latifah Fitria Leni Amelia Lestari Lia Anggraeni, Lia Lilis Sulistiani M, Iqbal Hidayat M. Yogi Riyantama Isjoni Maharani Salsabila Makhbul Hudori, Raudho Maretha Nur Fadilah Mildan, Jidan Mufidah Hayati Nufus Muflihah, Elya Muhamad Rezky Muhamad Wildan Septiana Muhammad Eka Anwaril Ikhsan Muhammad Fardan Rabbani Muhammad Ilham Fani, Ilham Muhammad Rafli Zakaria Nabil, M. Hasbi Nadiyatu Rahmah Nafisa Dwi Suryaningtias Nailah Rahmania Najmudin Nasywa Khairunnisa Nawawi, Taosyekh Nita Nirmalasari Puput Sri Sukmana Putra Panjalu Putri, Eka Dalilah Qoulan Sadida Ramadhan, Fairuz Kenzy Ramadhan, Ibnu Daffa Rani Wulandari RATNA SARI Ratu Mustarsyiddah Riffati Hikmi Mori Ritonga, Mhd Juniawan Sabila Khaerani Putri Sabila Sofiannisa Saeful Iskandar Seliyana Heryani Shelsie Amalia Putri Siti Imeliya Siti Khofifah Siti Maysarah Siti Nuria Hidayati Siti Salsabila Kamilia Siti Yuniawati Sofiatunnaziah Sofiatunnaziah, Sofiatunnaziah Sri Hastuti Sri Soimah Suhanda, Iyu Ibda Amaria Syifaul Kolbi TATI ROHAYATI Tausiyah, Dalilah Ummu Salamah Zahroni Zahroni Zainul Arifin