Claim Missing Document
Check
Articles

Family Support on the Adherence to Nutrition Intake among Adults with Primary Hypertension in Kalanganyar, Lebak, Banten, Indonesia Chandra Tri Wahyudi; Arief Wahyudi Jadmiko; Ritanti Ritanti
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Masters Program in Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.89 KB)

Abstract

Background:
Edukasi Hipertensi sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Pada Guru di SMAN 1 Pujut Lombok Firlia Ayu Arini; Chandra Tri Wahyudi; Nur Intania Sofianita; Laksita Barbara; Iin Fatmawati; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Alifah Ananda Suwardi; Hanna Isabela Hakim; Muhammad Tsaqif Ash Shidqi; Estrin Handayani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.25018

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk pada kelompok pekerja seperti guru. Beban kerja dan keterbatasan aktivitas fisik berpotensi meningkatkan risiko hipertensi pada guru, sementara program edukasi kesehatan di lingkungan sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan guru tentang hipertensi melalui pemberian edukasi kesehatan di SMAN 1 Pujut, Lombok. Kegiatan dilakukan menggunakan metode edukasi kesehatan melalui penyuluhan dan diskusi interaktif Pada 18 orang guru di SMA 1 Pujut. Rata-rata skor pengetahuan guru sebelum edukasi adalah 65,00 dan meningkat menjadi 77,78 setelah edukasi. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p0,05), yang menunjukkan bahwa edukasi hipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan guru. Edukasi hipertensi efektif meningkatkan pengetahuan guru di SMAN 1 Pujut. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan di lingkungan sekolah berpotensi mendukung upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi, serta diharapkan dapat memperkuat literasi kesehatan guru sebagai bagian dari program kesehatan sekolah. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Guru, Hipertensi, Pengetahuan.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that remains a public health problem, including among workers such as teachers. Workload and limited physical activity have the potential to increase the risk of hypertension in teachers, while health education programs in the school environment are still limited. This community service activity aimed to improve teachers' knowledge of hypertension through health education at SMAN 1 Pujut, Lombok. The activity was carried out using health education methods through counseling and interactive discussions on 18 teachers at SMA 1 Pujut. The average teacher knowledge score before education was 65.00 and increased to 77.78 after education. The results of the paired t-test showed a significant difference between the knowledge scores before and after education (p0.05), which indicates that hypertension education is effective in increasing teacher knowledge. Hypertension education is effective in increasing teacher knowledge at SMAN 1 Pujut. This increase in knowledge indicates that health education in the school environment has the potential to support promotive and preventive efforts in controlling hypertension, and is expected to strengthen teacher health literacy as part of the school health program. Keywords: Health education, Hypertension, Knowledge, Teachers
OPTIMALISASI KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN PROGRAM DETEKSI DINI RISIKO JATUH DAN GANGGUAN KOGNITIF DI POSYANDU LANSIA Risa Kusuma Anggraeni; Avliya Quratul Marjan; Fidyatul Nazhira; Chandra Tri Wahyudi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3004

Abstract

Lansia merupakan kelompok rentan yang berisiko tinggi mengalami jatuh akibat penurunan kekuatan otot, gangguan keseimbangan, dan penurunan fungsi kognitif. Jatuh dapat menyebabkan cedera serius, menurunkan kemandirian, dan berdampak pada kualitas hidup. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan intervensi promotif dan preventif yang aplikatif di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam mencegah risiko jatuh melalui edukasi kesehatan dan latihan keseimbangan berbasis teknologi digital. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan awal, penyuluhan interaktif tentang risiko jatuh dan gangguan kognitif, praktik balance exercise, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana pemahaman peserta naik dari 60% sebelum kegiatan menjadi 95% setelah kegiatan. Selain itu, peserta tampak lebih percaya diri melakukan latihan keseimbangan, didukung oleh media digital berupa video tutorial yang dapat diakses mandiri di rumah. Keterlibatan kader posyandu berperan penting dalam keberlanjutan program dan meningkatkan keaktifan peserta. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis komunitas dengan dukungan teknologi digital efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia, serta berpotensi mengurangi risiko jatuh.
IMPLEMENTASI EDUKASI KESEHATAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA Chandra Tri Wahyudi; Andy Sirada; Nabila Nasya; Reihana Zakiya; Galuh Nurulita Fitriani; Safa Marwah Ilmanan Rachmah Putri Setiawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21312

Abstract

Abstrak: Stroke merupakan salah satu penyakit yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama, serta dapat mengakibatkan kematian. Selain itu, stroke juga dapat berperan dalam timbulnya masalah demensia dan depresi. Pada lansia sendiri risiko terjadinya serangan stroke dapat meningkat sebanyak dua kali lipat. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan gejala stroke dan kemampuan koping, sehingga tindakan yang tepat dapat segera diambil ketika stroke terjadi. Metode Pengabdian dengan metode sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan. Peserta merupakan para lansia yang tergabung dalam komunitas dahlia senja berjumlah 43. Nilai rerata pretes pengetahuan 4.05, sikap 11.93, dan keterampilan 11.65 meningkat menjadi pengetahuan 4.3, sikap 12.07, keterampilan 12.79 pada postes. Hasil yang didapat adalah peningkatan pengetahuan, sikap, serta keterampilan terkait perilaku pencegahan stroke pada lansia.Abstract: Stroke is one of the diseases that occurs over a long period and can lead to death. Additionally, stroke can also play a role in the onset of dementia and depression. In the elderly themselves, the risk of experiencing a stroke can double. The goal of community service is to increase awareness of stroke symptoms and coping abilities, so that appropriate action can be taken promptly when a stroke occurs. The community service method involves pre-testing, counseling, post-testing, and health examinations. Participants are elderly individuals belonging to the Dahlia Senja community, totaling 43. The average pre-test values for knowledge, attitude, and skills are 4.05, 11.93, and 11.65, respectively, which increased to 4.3, 12.07, and 12.79 in the post-test. The results indicate an improvement in knowledge, attitude, and skills related to stroke prevention behavior in the elderly.
Pengaruh Teman Sebaya dengan Status Gizi Lebih Remaja di Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Pamulang Iin Fatmawati; Chandra Tri Wahyudi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.176

Abstract

Abstrak Latar belakang: Status gizi lebih atau kegemukan merupakan kondisi terjadinya peningkatan berat badan yang disebabkan karena adanya penimbunan lemak tubuh. Tidak hanya ditemukan pada kelompok usia dewasa, namun status gizi lebih juga ditemukan pada usia anak-anak dan remaja. Prevalensi status gizi lebih pada kelompok usia remaja masih mengalami peningkatan yang tinggi dari tahun ke tahun. Salah satu yang menyebabkan peningkatan status gizi adalah perubahan pola makan. Perubahan pola makan sendiri dipengaruhi oleh adanya peran lingkungan sosial, yaitu pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh teman sebaya dengan kejadian status gizi lebih pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Sampel diambil menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 60 orang siswa-siswi sekolah menengah pertama. Pengumpulan data status gizi dilakukan dengan metode self reported dan untuk pengaruh teman sebaya menggunakan kuesioner pengaruh peer group support. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – November 2020. Hasil: Hasil anailisis menyebutkan sebanyak 40% remaja tanpa adanya pengaruh teman sebaya memiliki status gizi yang normal dan sebanyak 23,3% remaja dengan pengaruh teman sebaya memiliki status gizi lebih. Penelitian ini menujukkan ada hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan status gizi lebih pada remaja dengan p value = 0,028. Kesimpulan: Pengaruh teman sebaya dapat mempengaruhi terjadinya gizi lebih pada remaja. The Correlation Between Peer Group Support and Overweight Among Adolescents In Junior High School Pamulang Sub-District Tangerang Selatan Abstract Background: Overweight and obesity is a condition in which excess body fat has accumulated and leads to weight gain. Overweight is not only found in adults, but also in children and adolescents. The prevalence of overweight in the adolescent still has a sharp increase from year to year. One of the causes of overweight is changes in diet. Changes in diet are influenced by the role of the social environment, such as peer group support. This research aims to determine the correlation between peer group support with overweight in adolescents. Method: This research is an observational study with a cross-sectional design. The samples were collected using stratified random sampling, with a total sample of 60 students at middle school. The nutritional status data were collected using the self-respected method, and for the peer influence used questionnaire. This research was conducted in July to November 2020. Results: The analysis results showed that as many as 40% of adolescents without the peer group support had normal nutritional status, and 23.3% of adolescents with the peer group support had overweight. This research showed that there was a relationship between peer group support and overweight in adolescents, with the p value = 0.028. Conclusion: Peer group support is able to influence the occurrence of overweight in adolescents.
Faktor Risiko Peningkatan Tekanan Darah Remaja di MTs. Daarul Hikmah Tangerang Selatan Arini, Firlia Ayu; Wahyudi, Chandra Tri; Sofianita, Nur Intania; Fatmawati, Iin; Crosita, Yessi; Simanungkalit, Sintha Fransiske
Jumantik Vol 11 No 2 (2024): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v11i2.7378

Abstract

Peningkatan tekanan darah di usia remaja dapat menjadi kasus hipertensi di usia dewasa yang merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Pola makan, aktivitas fisik dan status gizi menentukan risiko peningkatan tekanan darah di usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor terkait peningkatan tekanan darah pada remaja di Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Daarul Hikmah Pamulang, Tangerang Selatan. Desain penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 136 responden usia 13-14 tahun yang diambil secara purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji beda rata-rata independent t test untuk uji bivariat dan General Linear Model untuk uji multivariat, dengan tingkat kepercayaan 95%. Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi prehipertensi dan hipertensi pada remaja di lokasi penelitian sebesar 19,1%.  Tidak terdapat perbedaan signifikan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik dengan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, kebiasaan sarapan dan status gizi. Namun pada hasil analisis multivariat dibuktikan bahwa, tekanan darah sistolik lebih tinggi 8,69 mmHg (p value=0,018)  dan tekanan darah diastolik lebih tinggi 8,27 mmHg (p value=0,009) pada yang gizi lebih. Oleh karena itu, diperlukan pencegahan dini dengan menjaga status gizi baik melalui upaya membiasakan gaya hidup sehat pada remaja.
PERAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENURUNKAN TINGKAT DEPRESI LANSIA DIABETES MELITUS Rosa Tri Sevia; Chandra Tri Wahyudi
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 10 No 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v10i2.13831

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic condition commonly experienced by older adults and affects not only physical health but also mental health, including the risk of depression. Family social support plays an important role in helping older adults manage their illness and reduce depressive symptoms. This study aimed to analyze the relationship between family social support and depression levels among older adults with diabetes mellitus in Limo Village, Depok City. A correlational analytical study with a cross-sectional design was conducted from August to December 2025. A total of 140 older adults were selected using a cluster sampling technique. Data were collected using two structured instruments, namely the Perceived Social Support–Family Scale (PSS-Fa) to measure family social support and the 15-item Geriatric Depression Scale (GDS-15) to assess depression levels, both of which had been tested for validity and reliability. Data analysis using the Spearman correlation test showed a significant relationship between family social support and depression levels (p = 0.000; p < 0.05), with a correlation coefficient of −0.510, indicating a moderate negative correlation. This indicates that higher family social support is associated with lower depression levels among older adults with diabetes mellitus. The findings highlight the importance of family involvement in promotive and preventive mental health efforts. Therefore, families are encouraged to provide continuous emotional, instrumental, and attentional support, while healthcare professionals are expected to enhance education and monitoring of the psychological well-being of older adults with diabetes mellitus.
Co-Authors Alifah Ananda Suwardi Andy Sirada Anggraeni, Diah Tika Anggraini, Nourmanyansa Vidya Ansar, Nabilah Aulia Arga Buntara Arief Wahyudi Jadmiko Arief Wahyudi Jadmiko Arum Pratiwi Asti Nurrizki Astuti Yuni Nursasi Avliya Quratul Marjan Balqis, Ayunissa Cahyani, Clara Oktalia Catur Septiawan Gunarto Citra, Silvi Yulia Crosita, Yessi Diah Ratnawati Diah Ratnawati Diorarta, Raphita Dora Samaria Duma Lumban Tobing Dwi Suratmini Ester Ronauli Estrin Handayani Evangeline, Marsaulina Priscilla Farach Nabila Farah Aprilia Farha Farhana Fatmawati, Iin Fijriah, Fina Fina Fijriah Firlia Ayu Arini Galuh Nurulita Fitriani Geby Zetira Hanna Isabela Hakim Harsono, Indah Nurafriani Herlina, Santi Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Indah Permatasari Kartini, Ajeng Khoirul Anwar Kineisha, Phoebe Krisno Septyan La Ode Abdul Rahman Laksita Barbara Lina Ayu Marcelina Mandasari, Erliana Mariyam, Fidelmia Marni Marwah, Safa Maulana, Erwin Meiza Anniza Millah, Zulfa Muzayyanatul Mona Oktarina Muhammad Tsaqif Ash Shidqi Nabila Nasya Nabila Nasya Nabila, Farach Nabilah Aulia Ansar Nadhifa, Dhia Wita Nadia Shahidda Nailus Suaidah Nasution Nasution, Nurul Aryani Nasya, Nabila Nazhira, Fidyatul Ningtiyas, Astuti Nirmala Nirmala Nourmayansa Vidya Anggraini Novia Aprilianawati Novita Dyah Yuliarti Nur Intania Sofianita Nurrizki, Asti Nurwahyuni, Atik Oematan, Grouse Panji Asmoro, Muhammad Pebriyanti, Regita Cahya Putri, Alia Resti Andri Putri, Devia Amanda Putri, Widya Kartika Rahim, Nur Tsarwah Ranti Nugraheni Ratnawati, Diah Regita Cahya Pebriyanti Reihana Zakiya Reihana Zakiya Reima Albary Risa Kusuma Anggraeni Ritanti Ritanti Ritanti Ritanti Ritanti, Ritanti Rokhaidah, Rokhaidah Rosa Tri Sevia Safa Marwah Ilmanan Rachmah Putri Setiawan Safira Diyanti Elbees Salsabila, Talita Alifa Sandra, Rati Ari Sang Ayu Made Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Santi Herlina Sarah Fitria Septia Suci Rahmanti Setyawan, Andy Shahidda, Nadia Sintha Fransiske Simanungkalit Siregar, Tatiana Suciantie, Pramesti Dwi Sucika, Dara Sulistya Nur’aeni Wisudawati Vittala, Govinda Winarti, Wiwin Wirayudha, Gibran Wisudawati, Sulistya Nur'aeni Wisudawati, Sulistya Nur’aeni Yasmin, Salwa