Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF Qualitative Health Research

Asuhan keperawatan pada pasien chronic kidney disease (CKD) on HD terhadap ansietas menggunakan terapi relaksasi genggam jari Erpiyana, Refsi; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha; Ayu, Shinta Arini
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.408

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive and irreversible kidney function disorder where the body cannot maintain metabolism, cannot maintain fluid and electrolyte balance, resulting in increased urea levels. In 2015, WHO said that CKD in the world reached 10% of the population, while the prevalence of CKD on HD reached around 1.5 million people in the world. The incidence rate is estimated to increase by 8% every year. Purpose: Providing Nursing Care to Chronic Kidney Disease (CKD) Patients on HD Against Anxiety Using Finger Hold Relaxation Therapy at Abdul Moeloek Regional Hospital, Bandar Lampung City in 2024. Method: This research uses quantitative research and quasi-experimental methods. The research design uses a One group pretest–posttest design without a control group where this research design is included in pre-experimental research. Results: In this nursing care, 2 patients experienced a moderate level of anxiety. After carrying out the finger-hold relaxation technique approximately 3 times a day for 2 days, the results showed a decrease in the level of anxiety in Mr.D and Mrs R mild level of anxiety. Conclusion: Nursing care provided to Mr.D and Mrs.R namely providing finger-hold relaxation technique therapy to reduce the level of anxiety experienced by the client so that the level of anxiety can decrease.  Keyword: Anxiety; CKD; Finger Grip Therapy. Pendahuluan: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan yang terjadi pada fungsi ginjal yang progresif dan irreversible dimana tubuh tidak dapat mempertahankan metabolisme, tidak dapat menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga terjadi peningkatan kadar ureum. Pada tahun 2015 WHO mengatakan CKD didunia mencapai 10% dari penduduk, sedangkan prevalensi CKD on HD mencapai sekitar 1,5 juta orang di dunia. Angka kejadiannya diperkirakan meningkat 8% setiap tahunnya. Tujuan: Melakukan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) On HD Terhadap Ansietas Menggunakan Terapi Relaksasi Genggam Jari Di RSUD Abdul Moeloek Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode quasy eksperimental. Desain penelitian menggunakan One group pretest – posttest desain tanpa kelompok control dimana desai penelitian ini termasuk dalam penelitian pre-eksperimental. Hasil: Dalam asuan keperawatan ini terdapat 2 pasien yang mengalami tingkat kecemasan derajat sedang, setelah dilakukan teknik relaksasi genggam jari kurang lebih 3x pertemuan /hari selama 2hari didapatkan hasil adanya penurunan tingkat kecemasan pada Tn.D dan Ny.R yang semula tingkat kecemasan sedang menjadi tingkat kecemasan ringan. Simpulan: Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap Tn.D dan Ny.R yaitu memberikan terapi teknik  relaksasi genggam jari untuk menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh klien sehingga tingkat kecemasan dapat menurun.
Asuhan keperawatan pada pasien chronic kidney disease (CKD) on HD terhadap ansietas menggunakan terapi relaksasi genggam jari Erpiyana, Refsi; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha; Ayu, Shinta Arini
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.408

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive and irreversible kidney function disorder where the body cannot maintain metabolism, cannot maintain fluid and electrolyte balance, resulting in increased urea levels. In 2015, WHO said that CKD in the world reached 10% of the population, while the prevalence of CKD on HD reached around 1.5 million people in the world. The incidence rate is estimated to increase by 8% every year. Purpose: Providing Nursing Care to Chronic Kidney Disease (CKD) Patients on HD Against Anxiety Using Finger Hold Relaxation Therapy at Abdul Moeloek Regional Hospital, Bandar Lampung City in 2024. Method: This research uses quantitative research and quasi-experimental methods. The research design uses a One group pretest–posttest design without a control group where this research design is included in pre-experimental research. Results: In this nursing care, 2 patients experienced a moderate level of anxiety. After carrying out the finger-hold relaxation technique approximately 3 times a day for 2 days, the results showed a decrease in the level of anxiety in Mr.D and Mrs R mild level of anxiety. Conclusion: Nursing care provided to Mr.D and Mrs.R namely providing finger-hold relaxation technique therapy to reduce the level of anxiety experienced by the client so that the level of anxiety can decrease.  Keyword: Anxiety; CKD; Finger Grip Therapy. Pendahuluan: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan yang terjadi pada fungsi ginjal yang progresif dan irreversible dimana tubuh tidak dapat mempertahankan metabolisme, tidak dapat menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga terjadi peningkatan kadar ureum. Pada tahun 2015 WHO mengatakan CKD didunia mencapai 10% dari penduduk, sedangkan prevalensi CKD on HD mencapai sekitar 1,5 juta orang di dunia. Angka kejadiannya diperkirakan meningkat 8% setiap tahunnya. Tujuan: Melakukan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) On HD Terhadap Ansietas Menggunakan Terapi Relaksasi Genggam Jari Di RSUD Abdul Moeloek Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode quasy eksperimental. Desain penelitian menggunakan One group pretest – posttest desain tanpa kelompok control dimana desai penelitian ini termasuk dalam penelitian pre-eksperimental. Hasil: Dalam asuan keperawatan ini terdapat 2 pasien yang mengalami tingkat kecemasan derajat sedang, setelah dilakukan teknik relaksasi genggam jari kurang lebih 3x pertemuan /hari selama 2hari didapatkan hasil adanya penurunan tingkat kecemasan pada Tn.D dan Ny.R yang semula tingkat kecemasan sedang menjadi tingkat kecemasan ringan. Simpulan: Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap Tn.D dan Ny.R yaitu memberikan terapi teknik  relaksasi genggam jari untuk menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh klien sehingga tingkat kecemasan dapat menurun.
Penerapan active cycle of breathing technique terhadap pernapasan SPO2 pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif Sumarni, Sumarni; Chrisanto, Eka Yudha; Hermawan, Dessy
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1287

Abstract

 Background: Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a lung disease characterized by persistent, generally progressive, respiratory symptoms and airflow limitation associated with an excessive chronic inflammatory response in the airways and lung parenchyma due to noxious gases or particles. Purpose: To help improve the respiratory condition of COPD patients, one of which is active cycle of breathing technique (ACBT) breathing exercises, in providing geriatric nursing care to COPD clients with ineffective breathing patterns. Method: This descriptive study, using a case study design, used two subjects with ineffective breathing patterns. The Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) was applied twice daily for 15-20 minutes per day for three days. Results: The author managed the ineffective breathing patterns with the active cycle of breathing technique (ACBT) nursing interventions for three days in COPD patients. The ineffective breathing patterns of both clients were resolved, as evidenced by the normal respiratory rate of Mrs. H and Mr. S, and their cooperative behavior during the intervention. Conclusion: There is an effect of applying the active cycle of breathing technique (ACBT) to reduce the respiratory rate in COPD patients.   Keywords: Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT); COPD; Ineffective Breathing Pattern.   Pendahuluan: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit paru dengan adanya gejala pernafasan dan keterbatasan aliran udara yang persisten dan umumnya bersifat progresif yang berhubungan dengan respon inflamasi kronik yang berlebihan pada saluran nafas dan parenkim paru akibat gas atau partikel berbahaya. Tujuan: Untuk membantu meningkatkan kondisi pernafasan pasien PPOK salah satunya latihan pernapasan active cycle of breathing Technique (ACBT) dalam melakukan asuhan keperawatan gerontik pada klien PPOK dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif dengan penerapan active cycle of breathing technique. Metode: Penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus menggunakan 2 orang sebagai subjek dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif. Penerapan Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT) untuk kelompok intervensi adalah 2 kali sehari selama 15-20 menit perhari selama 3 hari.  Hasil: Pengelolaan keperawatan pola nafas tidak efektif dengan  penerapan  tindakan  keperawatan active cycle of breathing Technique (ACBT) yang  penulis  lakukan  selama  3  hari  pada pasien PPOK,  dimana masalah pola nafas tidak efektif  kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  Ny.H dan Tn. S frekuensi nafasnya normal dan selama tindakan kedua klien kooperatif. Simpulan: Terdapat pengaruh penerapan active cycle of breathing Technique (ACBT) untuk mengurangi frekuensi nafas pada pasien PPOK.   Kata Kunci:  Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT); Pola Nafas Tidak Efektif; PPOK.
Penerapan water tepid sponge terhadap suhu pada pasien dengue hemorrhagic fever dengan masalah hipertermia Fitria, Yanti; Chrisanto, Eka Yudha; Kurniasih, Dennti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1318

Abstract

Background: Hyperthermia is a primary symptom found in all DHF patients. The duration of hyperthermia before treatment ranges from 2-7 days. Hyperthermia can be managed through non-pharmacological approaches, one of which is Water Tepid Sponge. Therefore, hyperthermia can be treated appropriately using comprehensive nursing care to lower the temperature to normal. Purpose: To provide nursing care to a client with dengue hemorrhagic fever who has hyperthermia, using the water tepid sponge technique. Method: This study used a descriptive research design with a case study design. The subjects were two individuals experiencing hyperthermia. This study was conducted in January 2025. The water temperature used in the compresses was between 350-370C, or lukewarm, and can be performed in approximately 15-20 minutes per session. Results: The author implemented water tepid sponge nursing care for three days in a patient with dengue hemorrhagic fever. The hyperthermia problems of both clients were resolved, as evidenced by Mrs. H and Mrs. S's body temperature was normal and the client was cooperative during both procedures. Conclusion: The application of water tepid sponges was effective in reducing hyperthermia in patients with dengue hemorrhagic fever.   Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF); Hyperthermia; Water Tepid Sponge.   Pendahuluan: Hipertermia sebagai gejala utama terdapat pada semua penderita DHF. Lama hipertermia sebelum dirawat berkisar antara 2-7 hari. Mengatasi hipertermia melalui non farmakologi yang salah satunya adalah Water Tepid Sponge. Sehingga masalah hipertermi mendapat intervensi yang tepat dengan menggunakan asuhan keperawatan yang lengkap untuk menurunkan suhu menjadi normal. Tujuan: Untuk melakukan asuhan keperawatan pada klien dengue hemorrhagic fever dengan masalah keperawatan hipertermia dengan penerapan teknik water tepid sponge. Metode: Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Subjek yang digunakan 2 orang yang mengalami masalah keperawatan hipertermia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2025. Suhu untuk air yang digunakan dalam kompres antara 350 -370C atau hangat hangat kuku, untuk pelaksanaannya dapat dilakukan dalam waktu sekitar 15-20 menit dalam 1 kali pelaksanaan. Hasil: Pengelolaan keperawatan hipertermia dengan  penerapan  tindakan  keperawatan water tepid sponge yang  penulis  lakukan  selama  3  hari  pada pasien dengue hemorrhagic fever.  Permasalah hipertermia kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  Ny.H dan Ny. S suhu tubuhnya normal dan selama tindakan kedua klien kooperatif. Simpulan: Terdapat pengaruh penerapan water tepid sponge untuk mengurangi hipertermia pada pasien dengue hemorrhagic fever.   Kata Kunci: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF); Hipertermia; Water Tepid Sponge.
Analisis efektifitas pemberian air kelapa muda dan madu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi Winanda, Bayu; Chrisanto, Eka Yudha; Djamaludin, Djunizar; Novikasari, Linawati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1564

Abstract

Background: The increase in hypertension in the Pasiran Jaya Community Health Center (Puskesmas) work area has seen an increase in hypertension patients, from 324 in 2021 to 421 in 2022. One non-pharmacological treatment is young coconut water and honey. Young coconut water is believed to lower blood pressure, while honey contains important compounds that can influence antioxidant activity. Purpose: To determine the effectiveness of young coconut water and honey on lowering blood pressure in hypertensive patients. Method: This quantitative study used a quasi-experimental design using a pretest-posttest approach with a control group design. This study was conducted in the Pasiran Jaya Community Health Center (Puskesmas) work area in Tulang Bawang in August 2023. The sample selection technique used purposive sampling. Results: Bivariate data analysis using a t-test on systolic and diastolic blood pressure testing yielded a p-value of 0.001 < 0.05 for systolic blood pressure and a p-value of 0.006 < 0.05 for diastolic blood pressure. Conclusion: The administration of young coconut water and honey is effective in reducing blood pressure in hypertensive patients. Keywords: Blood Pressure; Honey; Young Coconut Water. Pendahuluan: Peningkatan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pasiran Jaya terdapat peningkatan penderita hipertensi dari tahun 2021 sebanyak 324 penderita dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 421 penderita hipertensi. Salah satu pengobatan non-farmakologi yaitu air kelapa muda dan madu. Kandungan yang dimiliki air kelapa muda dipercaya dapat menurunkan tekanan darah. Sedangkan madu memiliki kandungan penting yang dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas pemberian air kelapa muda dan madu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasi Eksperimental menggunakan pendekatan pretest-posttest with control group design. Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pasiran Jaya Tulang Bawang pada Bulan Agustus 2023 dengan teknik pemilihan sampel menggunakan sampling purposive sampling. Hasil: Analisa data bivariat Menggunakan uji T-Test pada pengujian tekanan darah sistole dan diastole didapat nilai p-value 0.001 < 0.05 pada tekanan darah sistole dan p-value 0.006 < 0.05 pada tekanan darah diastole. Simpulan: Terdapat efektifitas pemberian air kelapa muda dan madu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata Kunci: Air Kelapa Muda; Madu; Tekanan Darah.      
Pengaruh terapi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien dengan gangguan rasa nyaman nyeri post op fraktur tangan Yusuf, Dody Iqbal; Chrisanto, Eka Yudha; Andoko, Andoko
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1583

Abstract

Background: Fractures are a common health problem caused by trauma, particularly traffic accidents. Post-operative hand fracture patients commonly experience pain, which, if not properly managed, can interfere with the healing process. Pain management still focuses largely on analgesic medications, while non-pharmacological therapies such as finger holds can be an alternative. Purpose: To determine the effect of finger hold therapy on reducing pain intensity in post-operative hand fracture patients. Method: This quantitative study used a quasi-experimental one-group pretest and posttest design. A sample of 30 respondents was selected using purposive sampling technique according to inclusion criteria. The research instruments used an observation sheet and a Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using univariate and bivariate methods using the dependent t-test. Results: The mean and SD of pain intensity before intervention was 6.17 ± 1.020, while after finger hold therapy it decreased to 3.70 ± 1.643. The dependent t-test showed a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in pain intensity before and after the intervention. Conclusion: Finger hold therapy is effective in reducing pain intensity in post-operative hand fracture patients. This study suggests that finger hold therapy may be applied as a non-pharmacological intervention alongside analgesics in hospital pain management. Results: The average pain intensity before finger-hold therapy was 6.17±1.020, and after the therapy, it decreased to 3.70±1.643. The dependent t-test yielded a p-value of 0.000<0.05, indicating a significant difference in pain intensity before and after the intervention. Conclusion: Finger-hold therapy is effective in reducing pain intensity in post-hand fracture surgery patients. Therefore, it is recommended that finger-hold therapy be used as a non-pharmacological intervention alongside analgesics in pain management in hospitals. Keywords: Finger-hold; Fracture; Pain Intensity; Post-Operative. Pendahuluan: Fraktur merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi akibat trauma, khususnya kecelakaan lalu lintas. Pasien post operasi fraktur tangan umumnya mengalami nyeri yang jika tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu proses penyembuhan. Penanganan nyeri masih banyak berfokus pada obat analgesik, sementara terapi non-farmakologis seperti finger hold dapat menjadi alternatif. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi fraktur tangan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest and posttest design. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji t-dependen. Hasil: Nilai rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan terapi finger hold adalah 6.17±1.020 dan setelah diberikan terapi menurun menjadi 3.70±1.643. Hasil uji t-dependen diperoleh p-value 0.000<0.05 yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Simpulan: Terapi finger hold berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi fraktur tangan sehingga disarankan agar terapi finger hold dapat dijadikan intervensi non-farmakologis pendamping analgesik dalam manajemen nyeri di rumah sakit. Kata Kunci : Fraktur; Finger Hold; Intensitas Nyeri; Post Operasi.      
Co-Authors Ade Gunawati Sandi Adhani, Neisa Aditia Arief Firmanto Afsani , Mahda Agung Aji Perdana Agustama Agustama Amelia, Weni Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Anisa Nismawati Anjani, Ni Wayan Oktavia Antonij Edimarta Sitanggang Aria Winara Perkasa Aryanti Wardiyah, Aryanti Atika Sari HS1, Senja Ayu, Shinta Arini Azahra, Putri Salsabila Bahjatun Nadrati Bina Riani Chelda Ernita Cindy Desmonika Cindy Desmonika Desi Risnarita Dewi Anggraini, Mega Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dina Dwi Nuryani Djamaludin, Djuniar Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Edimarta Sitanggang, Antonij Eka Trismiyana Elliya, Rahma Erlianti, Febi Erna Listyaningsih Ernita, Chelda Erpiyana, Refsi Esti Handayani Eva Listiyo Putri Fachry Abda El Rahman Fajrianti, Endah Febi Erlianti Fitria, Yanti Fradini Wandira Furqoni, Prima Dian Helma Wati Hermawan, Dessy Hidayat, Asep Rahmad Imron Saputra Irma Fitriyan Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Keswara, Umi Romayati Kurniasih, Dennti Ladin, Juliawan Lina, Mia Nurar Linawati Novikasari Lisa Yuliana Sari Lita Puspita Lolita Sary Ludiana, Ludiana M. Arifki Zainaro M. Deni Indrawan Made Novita Sari Mahda Afsani Mardani Mardani Mardani Mardani Mayka Kaduana Mega Dewi Anggraini Megah Rachmawati Mubarok, Faqih Al Muhani, Nova Murni Oktania Nadira, Khoirul Nirwanto Nirwanto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto nopriani, nopriani Novikasari, Linawati Novikasari, Linawati Nur Afni Nuri Lutfiatil Fitri Oktarina, Devi Palupi, Antika Perkasa, Aria Winara Prayogo, Idfy Dwi Prima Dian Furqoni Putri Salsabila Azahra Putri Salsabila Azzahra Putri, Eva Listiyo Putri, Mia Rahma Ellya Rahmatika, Ida Rahmawati, Reka Putri Reka Putri Rahmawati Rilyani Rilyani Riska Wandini, Riska Risnarita, Desi Rita Purnama Rizki Zulkandri Rizky Andrian, Rizky Rudi Winarno Safitri, Laila Sandayanti, Vera Sapti Ayubbana Saputra, Hepi Leo Sari, Yunidha Puspita Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Sintia, Monica Bela Dwi Sumarni Sumarni Susi Anisia Laila Susilawati, Susilawati Taufiq Hidayat Teguh Pribadi Teguh Pribadi Trioko, Agus Triyono Triyono Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Umsani Umsani Umsani, Umsani Utama, Putri Yolanda Utari Aditia Selvianti Vera Yulyani Wahid Tri Wahyudi Weni Amelia Wenny Nopianti Widia Afira Winanda, Bayu Yani, Rizka Gustri Yoko Saputra Yola Anjani Yopita Sari Yulendasari, Rika Yulyani, Vera Yusuf, Dody Iqbal