Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh latihan fisik akut terhadap kadar protein urin pada mahasiswa angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Limuria, Paul Y.; Polii, Hedison; Doda, Vanda D.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.10824

Abstract

Abstract: Acute physical exercise is an exercise that is performed in a short time, it was performed only for a few minutes or <30 minutes. Physical exercise will cause some changes in the body, such as increased levels of urinary protein. Increased levels of urinary protein generally occurs in people with kidney disease, so that medical practitioners are often mistaken about this. This is because when doing physical exercise occurs decreases blood flow to the kidneys and cause disruption of glomerular and renal tubular function. This situation is not dangerous because it is only temporary, and reversible. In the previous studies, there is still controversy about the effect of acute physical exercise on levels of urinary protein. Based on that, researchers interested to know the impact of acute physical exercise kinds of anaerobic (sprint) towards levels of urinary protein. This study used an experimental design on one group pre-post test. Subjects were 30 male students who are in the Faculty of Medicine Sam Ratulangi. Urine protein levels assessed before and after sprint. The results obtained were processed using Wilcoxon Signed Ranks test. On the results, there was a significant increase of urinary protein (p = 0,00) after performing an acute physical exerise (sprint).Keywords: urine protein, acute physical exercise, studentAbstrak: Latihan fisik akut adalah latihan yang dilakukan dalam waktu yang singkat, sekitar beberapa menit atau <30 menit. Latihan fisik akan menyebabkan beberapa perubahan dalam tubuh, seperti peningkatan kadar protein urin. Peningkatan kadar protein urin umumnya terjadi pada orang dengan penyakit ginjal, sehingga tenaga kesehatan sering keliru akan hal ini. Peningkatan kadar protein urin terjadi karena pada saat melakukan latihan fisik aliran darah menuju ginjal berkurang dan menyebabkan terganggunya fungsi glomerulus dan tubulus ginjal. Keadaan ini tidak berbahaya karena hanya bersifat sementara, dan reversibel. Pada penelitian-penelitian sebelumnya masih terdapat kontroversi tentang pengaruh latihan fisik akut terhadap kadar protein urin. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh latihan fisik akut jenis anaerobik (sprint) terhadap kadar protein urin. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan rancangan pre-post one group test. Subjek berjumlah 30 orang mahasiswa laki-laki yang berada di fakultas kedokteran universitas sam ratulangi. Kadar protein urin dinilai terlebih dahulu sebelum melakukan sprint, setelah melakukan sprint kadar protein urin dinilai kembali. Hasil yang didapatkan diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Pada hasil penelitian didapatkan peningkatan yang signifikan (p = 0,00) kadar protein urin setelah melakukan latihan fisik akut (sprint).Kata kunci: protein urin, latihan fisik akut, mahasiswa
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pencegahan Covid-19 Melalui Program Kemitraan Masyarakat Doda, Diana Vanda; Assa, Youla Annatje; Kaseke, Martha Marie
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 3, No 2 (2021): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.3.2.2021.32559

Abstract

Pandemi  Corona Virus (Covid-19) masih tetap terus menunjukkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi di seluruh dunia. Di Indonesia penyebarannya semakin tinggi. Penularan yang tinggi ini bisa disebabkan oleh perilaku masyarakat yang kurang baik terhadap program pencegahan yang sudah diinformasikan dan di instruksikan oleh Pemerintah, oleh sebab itu perlu untuk dilakukan program untuk meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap dan meningkatkan tindakan agar bisa meminimalisir penyebaran Covid-19. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilakukan di salah satu kelurahan di kota Manado bertujuan untuk memberikan dan peningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan Covid-19, melalui penyuluhan kesehatan, sosialisasi dan diskusi. Kegiatan ini juga membantu masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid 19 dengan membagikan kebutuhan pokok. Kegiatan PKM ini dihadiri oleh 33 peserta.  Kegiatan ini di ikuti dengan pengambilan data tentang perilaku masyarakat terhadap program pencegahan Covid-19, dan 23 peserta mengisi kuesioner yang dibagikan. Hasil analisa data tersebut menunjukan bahwa 91 % peserta mempunyai pengetahuan yang baik tapi hanya 61% mempunyai sikap yang baik dan 52% melakukan tindakan pencegahan Covid-19 yang baik. Pengetahuan Masyarakat tentang pencegahan Covid-19 di kelurahan mitra sudah baik namun sikap dan tindakan masih perlu ditingkatkan.
Faktor Risiko Nyeri Punggung Bawah pada Dokter Gigi di Sulawesi Utara Juliatri, Juliatri; Doda, Diana V. D.; Palandeng, Ora Et Labora I.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.33366

Abstract

Abstract: Modern design of dental equipment does not totally prevent the profession from experiencing low back pain (LBP). This study was aimed to determine the prevalence of LBP, to analyze risk factors associated with LBP, and to analyze risk factor for LBP among dentists in North Sulawesi. This was a quantitative and analytical study with a cross sectional design. Samples were determined by using the purposive sampling method, namely 148 dentists who met the inclusion criteria. Data were collected by using the Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) questionnaire to assess the posture of the dentists during treatment by adding individual and occupational characteristics. Further data were analyzed univariately, bivariately, and multivariately by using the SPSS program. The results showed that the prevalence of dentists who experienced LBP was 41,2%. In addition, work position (p=0.043, correlation coefficient Ф=0.166), and the number of patients in a day (p=0.025, r=0.190) had a significant correlation with NPB. In conclusion, work position is the most influential factor of LBP among dentists in North Sulawesi (OR=2.085, CI=95%). It is expected that all dentists should avoid working positions that could harm their musculoskeletal systems.Keywords: low back pain, dentist  Abstrak: Perubahan desain peralatan kedokteran gigi yang semakin mutakhir tidak menjadikan profesi dokter gigi terbebas dari keluhan nyeri punggung bawah (NPB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi NPB dan menganalisis faktor risiko NPB pada dokter gigi di Sulawesi Utara. Jenis penelitian ialah analitik kuantitatif dengan desain potong lintang. Penentuan sampel dengan metode purposive sampling yaitu sebanyak 148 dokter gigi yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) untuk menilai postur tubuh dokter gigi saat melakukan perawatan dengan menambahkan karakteristik individu dan pekerjaan. Data selanjutnya dianalisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi dokter gigi yang mengalami NPB sebesar 41,2%. Selain itu posisi kerja (p=0,043, koefisien korelasi Ф=0,166), dan jumlah pasien per hari (p=0,025, r=0,190) memiliki korelasi yang bermakna dengan NPB. Simpulan penelitian ini ialah posisi kerja merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap NPB pada dokter gigi di Sulawesi Utara (OR=2,085, CI=95%). Diharapkan bagi seluruh dokter gigi dapat menghindari posisi kerja yang dapat membahayakan sistem muskuloskeletal saat melakukan perawatan kepada pasien.Kata kunci: nyeri punggung bawah, dokter gigi
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pemeliharaan Alat Container Crane dan Rubber Tyred Gantries Arnold, Jhierren K. T.; Doda, Diana V. D.; Akili, Rahayu H.
e-Biomedik Vol 8, No 2 (2020): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v8i2.29553

Abstract

Abstract: Occupational accidents in Indonesia continue to increase every year, requiring policies and actions that can reduce cases of occupational accidents. Risk management is one of the systems for preventing and reducing risks. In the implementation of risk management, the use of HIRARC is one of the methods to identify hazards, conduct risk assessments, and risk control. In the maintenance process of container crane and rubber-tired gantries, potential hazards may occur. The research aims to identify hazards, conduct a risk assessment, and recommend the risk control on the maintenance activities of the container crane and rubber-tired gantries. The study uses qualitative methods with information sources namely: corporate leaders, K3 experts, supervision, and worker technicians. Qualitative data is obtained based on the results of in-depth interview and site observation. The research shows that there are eight job processes with several hazards identified in the maintenance process of container crane and rubber-tired gantries, namely mechanical hazards, electrical hazards, fire hazards, physical hazards, and chemical hazards. The hazards were at the low-risk to high-risk level. It is necessary to apply risk management using the HIRARC method as an evaluation system in risk control.Keywords: risk management, HIRARC, maintenance container crane and rubber-tyred gantries  Abstrak: Kecelakaan kerja di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahun, sehingga membutuhkan penerapan manajem risiko yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi risiko. Metode HIRARC menjadi salah satu cara untuk dapat mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan pengendalian risiko pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantriesyang proses pekerjaannya menghasilkan potensi bahaya dan risiko. Penelitian bertujuan untuk mengetahui identifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan mengetahui pengendalian risiko pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantries. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber informasi: Pemimpin perusahaan, ahli K3, supervisi dan pekerja teknisi. Data kualitatif diperoleh berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan menggunakan model analisis data Mile dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan terdapat delapan proses pekerjaan dengan bahaya yang teridentifikasi pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantries yaitu bahaya mekanik, bahaya elektrik, bahaya kebakaran, bahaya fisik dan bahaya kimia dengan penilaian risiko berada pada tingkatan risiko rendah sampai risiko tinggi. Diperlukan penerapan manajemen risiko dengan menggunakan metode HIRARC sebagai sistem evaluasi dalam pengendalian risiko.Kata kunci: manajemen risiko, HIRARC, pemeliharaan container crane dan rubber tyred gantries
Prevalensi Tuberkulosis Laten Dan Evaluasi Kebijakan Rumah Sakit Berdasarkan Persepsi Tenaga Kesehatan Terhadap Pencegahan Tuberkulosis Angelia, Anggi; Doda, Diana V. D.; Manampiring, Aaltje E.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 3 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.3.2020.31632

Abstract

Abstract: Healthcare workers are vulnerable to Tuberculosis infection due to direct contact with Tuberculosis (TB) patients, therefore it is important to evaluate this problem. Quantitative research aimed to determine the prevalence of latent tuberculosis among healthcare workers, evaluate preventive measures, and compliance to use PPE among healthcare workers. The objective of the qualitative research was to evaluate management policies and barriers to the implementation of TB prevention programs. Mixed methods were used in this research. In Quantitative research, 12 healthcare workers served in isolation rooms who were willing to undertake the Interferon Gamma Release Assays (IGRA) test. In the Qualitative research, ten informants were involved, including the head of the Occupational Health and safety committee, the head of the isolation room, and the healthcare workers. The results of the quantitative research showed that the prevalence of latent TB was 75%. In contrast, they reported having good action of TB preventive control (100%) and good compliance of using PPE (83.3%). In qualitative research, it is revealed that the hospital management's policies and commitment to TB prevention in the hospital are under the 2017 RI ministry guidelines standards, but their implementation may ineffective. It is suggested for hospital management to gave standard treatment to Healthcare workers who were infected by latent TB and improve the implementation of the TB prevention policies.Keywords : TB Latent, Hospital Policy, Health Workers  Abstrak: Petugas kesehatan rentan terhadap kasus TB dikarenakan kontak langsung dengan pasien TB, oleh sebab itu penting untuk mengevaluasi masalah ini. Tujuan penelitian kuantitatif yaitu untuk mengevaluasi prevalensi TB Laten pada tenaga kesehatan, tindakan pencegahan, dan kepatuhan menggunakan APD pada tenaga kesehatan. Tujuan secara kualitatif yaitu untuk mengevaluasi kebijakan manajemen dan mengevaluasi hambatan terhadap program pencegahan TB. Penelitian ini menggunakan mixed methods. Penelitian kuantitatif sebanyak 12 responden yang bertugas di ruangan isolasi dan bersedia dilakukan pemeriksaan Interferon Gamma Release Assays (IGRA) test. Penelitian kualitatif 10 informan bersedia untuk ikut dalam penelitian antara lain, ketua komite K3, kepala ruangan isolasi, dan petugas kesehatan. Hasil penelitian kuantitatif diperoleh prevalensi TB laten sebesar 75%, namun tindakan pencegahan TB menunjukan tindakan baik (100%), dan kepatuhan menggunakan APD menunjukkan sebagian besar patuh (83,3%). Penelitian kualitatif diperoleh bahwa kebijakan dan komitmen manajemen Rumah Sakit terhadap pencegahan TB pada petugas kesehatan sudah sesuai standar pedoman Kementerian RI 2017, namun dalam pelaksanaannya masih belum efektif. Saran bagi manajemen rumah sakit untuk melakukan tindak lanjut kepada petugas yang terinfeksi dan meningkatkan kebijakan pencegahan TB laten.Kata kunci : TB Laten, Kebijakan Rumah Sakit, Tenaga Kesehatan
Keluhan Muskuloskeletal Akibat Penggunaan Gawai pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Selama Pandemi COVID-19 Batara, Graysela O.; Doda, Diana V. D.; Wungow, Herlina I. S.
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 13, No 2 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.13.2.2021.31767

Abstract

Abstract: During the covid-19 pandemic, there was a change in the routine of daily activities, including the increasing use of smartphones. Based on previous research, the use of devices can cause musculoskeletal complaints. This study aims to determine the prevalence of musculoskeletal complaints due to the use of devices and to evaluate the relationship between musculoskeletal complaints and the use of smartphones in college students. This study is a cross-sectional study using a demographic questionnaire, modified Nordic Body Map, and Ovako Work Posture Analysis System. Statistical analysis using the Spearman correlation. There were 183 respondents (n=183). Most of the musculoskeletal complaints were in the neck (n=92; 50.3%), shoulders (n=76; 41.5%), upper back (n=63; 34.4%) and lower back (n=63; 34.4%). Most of the pain was categorized as mild pain. The Spearman correlation test showed significant correlations, as follows: between musculoskeletal complaints in the shoulder (p=0.000) and arm (p=0.045) with the duration of learning; between musculoskeletal complaints in the elbow and duration of social media (p=0.027); between musculoskeletal complaints in the upper back (p=0.042) dan low back (p=0.023) with the duration of learning. Most of the risk assessment of musculoskeletal complaints based on body posture when using a smartphone is a medium category that needs improvement.Keywords: musculoskeletal complaints, smartphone, duration, frequency, body posture  Abstrak: Selama masa pandemi covid-19, terjadi perubahan rutinitas aktivitas sehari-hari diantaranya penggunaan telepon cerdas yang meningkat. Berdasarkan penelitian sebelumnya penggunaan gawai dapat menyebabkan keluhan muskuloskseletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi keluhan muskuloskeletal akibat penggunaan gawai dan mengevaluasi hubungan antara keluhan muskuloskeletal dengan penggunaan telepon cerdas pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan menggunakan kuesioner demografi, modifikasi Nordic Body Map dan Ovako Work Posture Analysis System. Analisa statistik menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menggunakan 183 responden (n=183). Keluhan muskuloskeletal yang sering dirasakan yaitu keluhan pada leher (n=92; 50.3%), bahu (n=76; 41.5%), punggung atas (n=63; 34.4%) dan punggung bawah (n=63; 34.4%). Karakteristik nyeri yang sering dialami yaitu nyeri ringan. Uji korelasi Spearman mendapatkan korelasi bermakna antara: keluhan muskuloskeletal pada bahu (p=0.000) dan lengan (p=0.045) dengan durasi pembelajaran; keluhan muskuloskeletal pada siku dengan durasi media sosial (p=0.027); serta keluhan muskuloskeletal pada punggung atas (p=0.042) dan punggung bawah (p=0.023) dengan durasi pembelajaran. Penilaian risiko keluhan muskuloskeletal berdasarkan postur tubuh saat menggunakan telepon cerdas paling sering di alami yaitu kategori medium yang perlu dilakukan perbaikan postur tubuh.Kata kunci: keluhan muskuloskeletal, telepon cerdas, durasi, frekuensi, postur tubuh
HUBUNGAN JARAK DAN DURASI PEMAKAIAN SMARTPHONE DENGAN KELUHAN KELELAHAN MATA PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNSRAT DI ERA PANDEMI COVID-19 Gumunggilung, Della; Doda, Diana V. D.; Mantjoro, Eva M.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan kelelahan mata merupakan masalah yang akan sering dijumpai dikalangan masyarakat.  Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan angka kejadian kelelahan mata atau as the nopia di dunia berkisar 75 persen sampai 90 persen. Survey knowledge, attitude, and practices (KAP) pada dokter mata di India melaporkan asthenopia sebanyak 97,8%.  Dimasa pandemi Covid-19 ini penggunaan smartphone semakin meningkat dikarenakan proses pembelajaran dilakukan secara daring, sehingga ada kemungkinan meningkatkan keluhan kelelahan mata. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan jarak dan durasi Pemakaian smartphone dengan keluhan kelelahan mata pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Metode penelitian adalah survei analitik dengan desain penelitian yaitu cross sectional (potong lintang). Penelitian dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple purposive sampling dengan jumlah sampel 74 responden didapatkan melalui kuesioner online pada google from. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data yang digunakan uji chi square test, untuk tingkat signifikan 95%(=0.05). Hasil penelitian ini diperoleh dari 74 responden terdapat 61 (82,4 %) responden dengan keluhan kelelahan mata akibat penggunaan smartphone. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan jarak pemakaian smartphone kurang baik dengan keluhan kelelahan mata pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (p-value =0,024) dan tidak terdapat hubungan durasi pemakaian smartphone dengan keluhan kelelahan mata pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (p-value= 0,955).  Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan jarak pemakaian smartphone dengan keluhan kelelahan mata pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Disarankan bagi pengguna smartphone, khususnya mahasiswa untuk menggunakan smartphone dengan jarak yg sesuai peraturan.  Kata kunci: jarak, durasi, smartphone, keluhan kelelahan mata. ABSTRACT:Complaints of eye fatigue are a problem that will often be encountered among the public. Based on data from the World Health Organization (WHO), the incidence of eye fatigue or asthenopia in the world ranges from 75 percent to 90 percent. A Survey of knowledge, attitude, and practices (KAP) on ophthalmologists in India reported asthenopia as much as 97.8%. During the Covid-19 pandemic, the use of smartphones is increasing because the learning process is carried out online, so there is the possibility of increasing eye fatigue complaints. The research objective was to determine the relationship between distance and duration of smartphone use and eye fatigue complaints among students of the Public Health Faculty. The research method was an analytic survey with a cross-sectional research design. The research was conducted on students of the Faculty of Public Health. The sampling technique used a simple purposive sampling method with a sample size of 74 respondents obtained through an online questionnaire on the google form. The data analysis used was in the form of univariate analysis and bivariate analysis. Data processing used the chi-square test, for a significant level of 95% (= 0.05). The results of this study were obtained from 74 respondents, there were 61 (82.4%) respondents with complaints of eye fatigue due to smartphone use. The results showed that there was a relationship between smartphone usage and complaints of eye fatigue in students of the Faculty of Public Health (p-value = 0.024) and there was no relationship between the duration of smartphone use and complaints of eye fatigue in students of the Faculty of Public Health (p-value = 0.955). This study concludes that there is a relationship between the distance of smartphone use and eye fatigue complaints in students of the Faculty of Public Health. It is recommended for smartphone users, especially students, to use smartphones at a distance that fits the regulations. Keywords: distance, duration, smartphone, eye complaints.
HUBUNGAN ANTARA PENGAWASAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETUGAS KESEHATAN YANG KONTAK DENGAN PASIEN TUBERKULOSIS Tatuil, Titania R.G; Doda, Vanda D.; Rahman, Asep
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya risiko terjadinya penularan penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan lebih besar bila dibandingkan dengan yang terjadi di masyarakat. Sedangkan petugas kesehatan yang menangani pasien tuberculosis merupakan kelompok risiko tinggi untuk terinfeksi tuberculosis. Alat Pelindung Diri menjadi alternative petugas kesehatan dalam melindung diri agar supaya tidak terkontaminasi dengan penyakit di yang ada ditempat kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan dangan penggunaan APD pada petugas kesehatan yang kontak dengan pasien tuberculosis. Menggunakan metode survei analitik dengan rancangan survei cross sectional. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 41 orang yang merupakan perawat ruang isolasi yang kontak erat dengan pasien tuberkulosis. Analisis Bivariat menggunakan uji Chi-square. Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengawasan yang baik dengan kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri yang baik pada Petugas Kesehatan yang Kontak dengan Pasien Tuberkulosis dengan nilai p-value = 0,002. Penelitan ini menyimpulkan pengawasan merupakan salah satu hal yg penting untuk meningkatkan kepatuhan mentaati peraturan kesehatan.  Kata Kunci : Pengawasan, Penggunaan Alat Pelindung Diri ABSTRACTIn general, the risk of disease transmission in health care facilities is greater than that of the community. Meanwhile, health workers who handle tuberculosis patients are a high-risk group for tuberculosis infection. Personal protective equipment is an alternative to prevent occupational accidents and even occupational diseases in health workers. The existence of personal protective equipment is an effort for health workers to provide an environment free from infection as well as an effort to protect themselves from patients against disease transmission. This study was conducted to determine the relationship between supervision and the use of PPE on health workers who had contact with tuberculosis patients. The method used in this study is an analytic survey using a cross sectional survey design. The approach used is a quantitative approach. The population in this study amounted to 41 people who were nurses in the isolation room who had close contact with tuberculosis patients. Bivariate analysis using the Chi-square test. There is a significant relationship between good supervision and compliance with the use of good personal protective equipment for health workers who contact tuberculosis patients with a p-value = 0.002. This research concludes that monitoring is one of the important things to improve compliance with health regulations. Keyword: Supervision, Use of Personal Protective Equipment
PENERAPAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI GEDUNG-GEDUNG UNIVERSITAS Darea, Andrew Christy; Doda, Diana V. D.; Kaunang, Wulan P.J.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan masalah yang dapat terjadi kapan saja dan menimbulkan korban jiwa serta kerugian harta benda dan dokumen-dokumen penting. Kebakaran dapat terjadi di akibat kelalaian dari manusia maupun akibat dari faktor alam, kasus kebakaran yang dapat terjadi akibat tidak diterapkannya sistem tanggap darurat kebakaran yang efektif dan tidak tersedianya sarana proteksi dalam gedung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem tanggap darurat kebakaran di gedung-gedung universitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan observasional  untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi dengan pengumpulan data secara in-depth interview. Metode pengambilan informan menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu informan memiliki kecukupan dan pengetahuan tentang topik penelitian agar dapat memberikan informasi, dan gambaran mengenai sistem tanggap darurat, pengambilan informasi dilakukan dengan wawancara mendalam dengan 6 orang informan yang berada di 4 gedung yang dimasukkan dalam penelitian. Hasil wawancara mendalam dengan 6 informan menunjukan bahwa Lembaga Pendidikan dalam penelitian sudah mengerti tentang sistem tanggap darurat dan sudah mengetahui prosedur tanggap darurat namun belum memperlengkapi sarana proteksi, tim tanggap darurat dan simulasi tanggap darurat belum dilaksanakan disetiap gedung. Tim tanggap darurat di empat gedung tsb belum dibentuk karena dibeberapa gedung kekurangan sumber daya manusia untuk membentuk tim tanggap darurat, dan untuk dokumen sistem tanggap darurat belum tersedia. Hasil observasi langsung didapatkan bahwa dari empat gedung dalam penelitian ini, satu gedung belum mempunyai sarana proteksi aktif, dua gedung belum mempunyai sarana proteksi pasif dan satu gedung yang belum mempunyai sarana penyelamat jiwa. Hasil observasi dokumen ditemukan bahwa sebagian besar gedung tidak memiliki dokumen tanggap darurat yang menjadi patokan dalam melaksanakan dan menangani keadaan darurat. Penerapan sistem tanggap darurat kebakaran dalam Lembaga Pendidikan dalam penelitian ini belum efektif, oleh sebab itu pembentuk tim tanggap darurat dan melengkapi sarana proteksi kebakaran sangat diperlukan sehingga sistem tanggap darurat kebakaran bisa terlaksana dengan baik di setiap gedung. Kata Kunci : Sistem Tanggap Darurat Kebakaran ABSTRACTFire is a problem that can occur at any time, may cause fatalities and loss of property and important documents. Fires can occur as a result of natural factors, human negligence, not implementing an effective fire emergency response system and the unavailability of protective facilities in the building. This study aims to determine the application of fire emergency response systems in university buildings. This study used a qualitative method through an observational approach to identify and data collection through in-depth interviews. The purposive sampling technique was used to recruit the informant. The informant should have sufficient knowledge about the research topic to provide appropriate information and an overview of the emergency response system. In-depth interviews were administrated with six informants who were in four buildings that were included in the study. The results of in-depth interviews with 6 informants showed that the educational institutions in the study already understood the emergency response system and already knew emergency response procedures.  However, they had not adequately equipped with protection facilities and no emergency response teams.  The emergency response simulations had not been implemented in every building. Emergency response teams in the four buildings have not been formed because some buildings have limited human resources to perform emergency response team tasks. Documents for the emergency response system are not yet available. The results of direct observation showed that of the four buildings in this study, one building did not have active protection facilities, two buildings did not have passive protection facilities, and one did not have life-saving facilities. The result of document observation found that most of the buildings do not have emergency response documents that become a benchmark in implementing and handling emergencies. The implementation of the fire emergency response system in educational institutions in this study has not been effective, therefore forming an emergency response team and completing fire protection facilities is needed so that the fire emergency response system can be implemented properly in every building. Keywords : Fire Emergency Response System
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN APD PADA PEKERJA DI RUMAH SAKIT: SYSTEMATIC REVIEW Wasty, Inge; Doda, Vanda; Nelwan, Jeini Ester
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APD merupakan peralatan yang mempunyai kegunaan untuk melindungi seluruh  bagian tubuh manusia dari bahaya kecelakaan di fasilitas layanan Kesehatan termasuk rumah sakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengetahuan pekerja di rumah sakit terhadap kepatuhan penggunaan APD yang digunakan oleh pekerja di rumah sakit di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan Systematic Review. Penelitian ini dilakukan pada April-Oktober 2020. Pencarian data menggunakan dua data jenis basis data yaitu Google Scholar dan Pubmed. Kata Kunci yang digunakan yaitu Pekerja di rumah sakit, pengetahuan, Kepatuhan Penggunaan APD. Proses pencarian artikel menggunakan metode PRISMA. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 16 artikel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi Kepatuhan penggunaan APD pada Pekerja di rumah sakit. Kesimpulan penelitian ini yaitu pengetahuan yang baik dapat mempengaruhi penggunaan APD pada pekerja di rumah sakit. Kata Kunci: Pekerja di rumah sakit, Pengetahuan, Kepatuhan Penggunaan APD  ABSTRACTPersonal protective equipment is equipment that has is the ability to protect a person from work related accident and occupational disease hazards in health care facilities. The purpose of this study was to determine the knowledge of compliance with the use of PPE in hospital works. This research is in the form of a systematic review with data search using two databases, namely Google Schollar and Pubmed. Keywords used are hospital workers, knowledge, personal protective equipment (PPE).The results of this study using the systematic review method show that knowledge can in fluence the compliance of PPE use among hospital works. Hospital workers have a good level of knowledge about the use of personal protective equipment. This research can be concluded that good knowledge can affect the use of personal protective equipment on workers in the hospital. Keywords: hospital workers, knowledge, Compliance with the use of PPE
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Adam, Hilman Alexander S. L. Bolang Angelia, Anggi Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Arnold, Jhierren K. T. Arthur E. Mongan Asep Rahman Asriffudin, Afnal Asterlita Ryane Wenas B H. R. Kairupan Bambang Setiawan Batara, Graysela O. Budi T. Ratag Budi Tarmady Ratag Cambu, Dominikus Chlaudia Christinia Wua Christin Andolo Damajanty H. C. Pangemanan Damayanti, Niwayan Ayu Damopoli, R.F Danes, Vennetia Ryckerens Darea, Andrew Christy Darmawan, Arondino P. Dhea Cristina Josefien Botto Elvin A. Herlambang, Elvin A. Erawati, Yanti Erwin Adams Pangkahila Erwin Kristanto Essa, Artika L. Freddy W. Wagey Frico Talumewo Gita Lara Br. Ginting, Tabitha Grace D. Kandou Grace Ester Caroline Korompis Grace Korompis Gumunggilung, Della Harsali F. Lampus Hedison Polii Herlina I. S. Wungouw Hery Widijanto I. S. Wungouw, Herlina Ibur, Chikita Amanda Iramaya R. Sumayku James Komaling Jehosua S.V. Sinolungan Jehosua Sinolungan Jimmy Posangi Jonesius Eden Manopo Jootje M. L. Umboh Juliatri Juliatri Junita E. Katihokang Kairupan, Felly Aprilia Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Karundeng, Intan Kevin A. G. Mandak Kolibu, Febi K. Lasarus, Loritma Lauden, Natalia Leyvita Husin Lisay, Evanli Ken Risky Londok, Nirwana V.J Lumantow, Marfil Lydia E. N. Tendean Maino, Irny Evita Malonda, Nancy S. Malonda, Nancy S.H Mambu, Gloria Christy Manampiring, A.E Mantjoro, Eva M. Mantow, Nasrania Indah Trinity Maramis, Marchela Debora Margareth Sapulete Maria A.N.M. Kumambong Martha Marie Kaseke Masi, Gresty N.M Mekel, Thiessia Lady Miftahul Huda Mokodompit, Rafika Momongan, Gishela S. Mondoringin, Lidya H. M. Moningka, Prezyllia Ulfrida Naue, Sitti H. Nelwan, Ester Jeini Ngantung, Edwin J. Nova Hellen Kapantow Oddi R Pinontoan Odi Roni Pinontoan Palandeng, Ora Et Labora I. Pandelaki, Yordan Dharmaputra Pandey, Blandina E. Pangalila, Cheisy M. Pasang, Melini T. I. Paul Y. Limuria, Paul Y. Petersen Jecson Pissu, Reza Rahayu H. Akili, Rahayu H. Renatta M. Nelwan Rianna J Sumampouw Richard Kowel, Richard Ricky C. Sondakh Rivelino Spener Hamel Rizald M. Rompas Rompas, Rizald M. Roring, Amanda Rorintulus, Shergina Junika Rumampuk, Hizkia Sajow, Ireine J.M. Sandy Giano Tani Sanggelorang, Sweetly Sapulete, Ivony M. Sefti Rompas Sekeon, Sekplin A.S. Senduk, Madeleine N. W. Septia, Nindirah Soeratinoyo, Dewi K. Sri Seprianto Maddusa Sumakul, Juschella J. Sumanti, Kevin Marvil Sumarsono Sumarsono Suoth, Lery F. Suwuh, Rendy Sylvia R. Marunduh Tahulending, Jane M. F. Tandaju, Dita A. Tangkudung, Yesika Merzy Indah Tanriono, Yelvina Tatuil, Titania R.G Terok, Yunifi C. Tubagus, Ade P. Tuda, Joseft Sem Berth Tumiwa, Veijenia Irene Tuti Orangbio Tuwing, Sriyati Felly Veronica Waleleng Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Warouw, Finny Wasty, Inge Welong S. Surya Welong S. Surya Wulan P.J. Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang Wungow, Herlina I. S. Yanty Haumahu, Yanty Yunus, Shalsabilla