Claim Missing Document
Check
Articles

Work accidents among the traditional fishermen community in Bunaken Coast of Sulawesi Pissu, Reza; Doda, Diana Vanda D.; Langi, Fima Lanra Fredrik Gerald
BKM Public Health and Community Medicine Vol 41 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v41i01.11677

Abstract

Purpose: Work accidents are commonly experienced by workers, including fishermen. This research examines the complex factors associated with work accidents in Bunaken's fishing community. Methods: The study encompasses 63 fishermen residing in the Bunaken District, employing a total sampling method to ensure comprehensive coverage. The research provides valuable insights into the dynamics of occupational hazards faced by Bunaken's fishermen by delving into the relationship between these variables. Carefully crafted questionnaires, the investigation focuses on several key aspects, including work stress and accidents. Results: All respondents were male, middle-aged, and had worked for more than five years, with a working day lasting over 9 hours. More than half of the respondents experienced work accidents (65%) and experienced moderate-high stress (73%). The multivariate analysis confirmed that age and education were statistically significant predictors of work accidents. Conclusion: The findings are expected to contribute to the development of targeted interventions and occupational safety measures, fostering a safer and healthier working environment for the fishing community.
STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU DALAM PENCEGAHAN HIPERTENSI : ANALISIS MEDIA BOOKLET DAN POSTER DI KOMUNITAS PUSKESMAS KENDAHE Erawati, Yanti; Danes, Vennetia Ryckerens; Doda, Diana Vanda Daturara
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29306

Abstract

Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular, yang menjadi salah satu penyebab kematian usia dewasa di dunia. Penelitian bertujuan menganalisis komparatif efektivitas promosi kesehatan terhadap perubahan perilaku dalam pencegahan hipertensi: analisis media booklet dan poster di komunitas Puskesmas Kendahe. Metode penelitian Quasi Eksperimental menggunakan rancangan penelitian two group pretest – post test dengan dua kelompok intervensi yang berbeda. Sebelum diberikan perlakuan diberikan pretest dan setelah diberikan perlakuan dilanjutkan dengan post test. Hasil penelitan ditemukan pencegahan hipertensi masih rendah baik dengan media booklet dan media poster, dimana media booklet pengetahuan baik (37,5 %), sikap positif (7,5%), tindakan melakukan pencegahan hipertensi (5%). Media poster pengetahuan baik (40 %), sikap positif (42,5%), tindakan melakukan pencegahan hipertensi (42,5%). Setelah di intervensi promosi kesehatan dengan media booklet mengalami peningkatan pengetahuan baik (87,5%), sikap positif (77,5%), tindakan melakukan pencegahan hipertensi (80%). Intervensi promosi kesehatan dengan media poster mengalami peningkatan pengetahuan baik (87,5%), sikap baik (85%), tindakan melakukan pencegahan hipertensi (82,5%). Uji Wilcoxon diperoleh perbedaan bermakna p 0,000 pada pengetahuan, sikap dan tindakan sebelum dan setelah diberikan promosi kesehatan dengan media booklet dan media poster. Hasil penelitian uji Man-Withney media booklet lebih baik dari media poster, terdapat perbedaan yang bermakna pada perubahan mean score pengetahuan (booklet 43.85 dan poster 37.15 p 0,1), sikap (booklet 53.60 dan poster 27.40 p 0,001), tindakan (booklet 53.86 dan poster 27.14 p 0,001). Kesimpulan media booklet lebih baik dari media poster karena lebih menarik dalam menyampaikan pesan-pesan secara mendetail dan sangat informatif sebagai media promosi pencegahan hipertensi pada masyarakat di wilayah Puskesmas Kendahe.
PENERAPAN PROMOSI KESEHATAN DI RSUD MARIA WALANDA MARAMIS KABUPATEN MINAHASA UTARA Sanggelorang, Sweetly; Doda, Diana V.D; Kapantow, Nova
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25296

Abstract

PKRS adalah upaya rumah sakit untuk meningkatkan kemampuan pasien,klien dan kelompok-kelompok masyarakat agar pasien dapat mandiri dalam meningkatkan kesehatan, mencegah masalah kesehatan dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh,untuk,dan bersama mereka,sesuai sosial budaya mereka serta didukung kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi promosi kesehatan di RSUD Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. penelitian ini menggunakan kualitatif. Subjek penelitian ini berjumlah sepuluh orang terdiri dari Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian, Tim Promosi Kesehatan, Staff Rumah Sakit,Kepala Ruangan, Pasien/Keluarga Pasien, Staff Dinas Kesehatan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dan pedoman observasi. Validitas data menggunakan metode triangulasi. penelitian ini bahwa penerapan promosi kesehatan di RSUD Maria Walanda Maramis masih belum memenuhi persyaratan standar promosi kesehatan di Rumah Sakit. SOP Tim Promkes tidak ada dan pembagian tugas Tim Promosi Kesehatan  yang tidak Fokus pada preventif dan promotif tapi tim promosi kesehatan di pekerjakan dalam bidang lain. Dalam pelaksanaan program tidak ada rapat evaluasi dan Kader Promkes tidak diberikan pelatihan. Terdapat dukungan dana, sarana dan prasarana dari Rumah Sakit walaupun kurang dimanfaatkan karena kurangnya SDM dalam pelaksanaan program Promosi Kesehatan. Penelitian ini adalah Penerapan promosi kesehatan RSUD Maria Walanda Maramis belum sesuai standar.
Analysis of Ergonomic Risk Factors Related to Low Back Pain and Tension Neck Syndrome Complaints in Nurses at Maria Walanda Maramis Regional General Hospital, North Minahasa Regency Tangkudung, Yesika Merzy Indah; Wariki, Windy Mariane Virenia; Doda, Diana Vanda Daturara
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 3 No. 9 (2025): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v3i9.556

Abstract

Ergonomic issues have a significant impact on health services, especially on nursing services. Various types of nursing work are done manually. Ergonomic risk factors include physical conditions (work posture, physical workload), psychosocial and individual (age, gender and Body Mass Index) (NIOSH, 2024). The purpose of this study was to analyze ergonomic risk factors for complaints of Low Back Pain and Tension Neck Syndrome in nurses at Maria Walanda Maramis Hospital, North Minahasa Regency. This study is a quantitative study with an observational research type, namely analytical using a cross-sectional study design (a cross-sectional study conducted at the Maria Walanda Maramis Regional General Hospital, North Minahasa Regency. Data analysis was carried out using univariate which explains the frequency distribution of research variables, bivariate analysis using the Spearman Rank and Chi-Square tests and multivariate analysis using the Multiple Logistic Regression test. The results of this study indicate that 130 nurses became respondents, where the average age of respondents was 31 years and most of them were female (75.4%). Low Back Pain complaints at low and moderate risk levels were experienced by 65 respondents (50%) each, and Tension Neck Syndrome complaints at low risk levels were 60 respondents (46.2%) and high risk levels were 70 respondents (53.8%). There is a relationship between Low Back Pain and gender (p=0.015), Body Mass Index (p<0.001), work posture (p<0.001), workload (p=0.015), and psychosocial (p<0.001) and there is no relationship between age and Low Back Pain (p=0.391). There is a relationship between Tension Neck Syndrome with, gender (p=0.018), Body Mass Index (p<0.001), work posture (p<0.001), workload (p=0.032), psychosocial (p<0.001) and there is no relationship between age and Tension Neck Syndrome (p=0.455). The results of the multivariate analysis showed that there was a relationship between Low Back Pain with Body Mass Index (p=0.002), work posture (p<0.001), workload (p= 0.180), psychosocial (p= 0.001) where work posture is the most dominant among all variables with an Exp(B) value of 13.912, meaning respondents with poor work posture are 13.9 times more at risk of experiencing Low Back Pain. And there is a relationship between Tension Neck Syndrome with Body Mass Index (p = 0.007) and psychosocial (p = 0.000) where the psychosocial variable is the most dominant variable with an Exp (B) value of 6.267 which means that respondents with poor psychosocial are 6.2 times more at risk of experiencing Tension Neck Syndrome. The conclusion of this study is that age, gender, Body Mass Index, work posture, workload and psychosocial are important factors that have a relationship with complaints of Low Back Pain and Tension Neck Syndrome. Especially the dominant factor that affects Low Back Pain is work posture and the dominant variable that affects Tension Neck Syndrome is psychosocial.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres Mahasiswa Profesi Dokter (Co-Assistant) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Talumedun, Alida P.; Doda, Diana V. D.; Wungouw, Herlina I. S.
e-CliniC Vol. 14 No. 1 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i1.65798

Abstract

Abstract: Mental health remains an important issue among medical students, particularly clinical clerkship students (co-assistants) who must simultaneously manage academic and clinical demands. This study aimed to examine factors associated with stress levels among clinical clerkship students (co-assistants) at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was an observational quantitative study with a cross-sectional design. Respondents were selected using the Slovin formula through purposive sampling. Data were collected online using the PSS-10 to measure stress levels and the NASA-TLX to assess workload. Data analysis was performed using the Spearman Rank test and the Mann–Whitney U test. The results obtained 108 students as respondents with a mean age of 23 years (SD=0.85);  majority of them were females. Most respondents experienced moderate stress (78.7%), followed by high and low stress levels (19.4% and 1.9%). The mean total workload score was 68.16%, with the highest dimension being effort at 21.29%. Bivariate analysis revealed a significant positive relationship between age and workload with stress levels, while gender and clinical rotation stage were not significantly associated. In conclusion, age and workload are factors associated with stress levels among clinical clerkship students (co-assistants). Therefore, psychosocial support programs, routine counseling, and evaluation of clinical workload are required to help students manage stress adaptively. Keywords: workload; stress level; clinical clerkship students (co-assistants)   Abstrak: Kesehatan mental masih menjadi isu penting di kalangan mahasiswa kedokteran, terutama pada mahasiswa profesi dokter (co-assistant) yang menjalani beban akademik dan klinik secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pada mahasiswa profesi dokter (co-assistant) di RS R.D Kandou Manado. Jenis penelitian ialah observasional kuantitatif dengan desain potong lintang. Responden dipilih menggunakan rumus Slovin melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner PSS-10 untuk mengukur tingkat stres dan NASA-TLX untuk menilai beban kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 108 mahasiswa sebagai responden, mayoritas dengan rerata usia 23 tahun (SD=0,85), didominasi oleh perempuan. Responden terbanyak mengalami stres sedang (78,7%), diikuti stres tinggi (19,4%) dan stres rendah (1,9%). Rerata total skor beban kerja 68,16% dengan dimensi tertinggi yaitu tingkat usaha 21,29%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif bermakna antara usia dan beban kerja dengan tingkat stres, sedangkan jenis kelamin dan stase profesi pendidikan dokter tidak bermakna. Simpulan penelitian ini ialah usia dan beban kerja merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pada mahasiswa profesi dokter (co-assistant). Oleh karena itu, diperlukan dukungan psikososial, konseling rutin, dan evaluasi beban kerja klinik untuk membantu mahasiswa mengelola stres secara adaptif. Kata kunci: beban kerja; tingkat stres; mahasiswa profesi dokter (co-assistant)
Faktor Determinan Kelelahan Kerja pada Tenaga Kesehatan di Ruang Operasi: Studi Cross Sectional di Indonesia Liando, Frisca Pricilia; Doda, Diana Vanda Daturara; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Pinontoan, Odie; Sinolungan, Jehosua S. V.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2484

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah penting pada tenaga kesehatan di ruang operasi karena berdampak pada keselamatan pasien, kualitas pelayanan, dan kesejahteraan tenaga kesehatan. Ruang operasi memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan fisik dan mental yang tinggi, durasi kerja panjang, serta pengaturan shift yang berpotensi meningkatkan risiko kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan kelelahan kerja pada tenaga kesehatan di ruang operasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di ruang operasi sebanyak 62 orang dijadikan sampel penelitian. Variabel independen meliputi usia, shift kerja, masa kerja, dan beban kerja, sedangkan variabel dependen adalah kelelahan kerja. Analisis data dilakukan secara bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,033), shift kerja (p=0,045), masa kerja (p=0,037), dan beban kerja (p=0,005) berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Variabel yang paling dominan berpengaruh adalah shift kerja (p=0,036; OR: 6,056) dan usia. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan kerja pada tenaga kesehatan ruang operasi dipengaruhi oleh faktor individual dan faktor pekerjaan, sehingga diperlukan pengelolaan beban kerja dan pengaturan shift yang lebih optimal untuk menurunkan risiko kelelahan kerja.
Efektivitas Komparatif Promosi Kesehatan Berbasis Video, Leaflet, dan Poster terhadap Perilaku Pencegahan Tuberkulosis Pada Petugas Kesehatan Primer: Studi Kuasi-Eksperimental Sriawan, Pajar; Kaseke, Martha Marie; Doda, Diana Vanda Daturara
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2516

Abstract

Tuberculosis (TB) tetap menjadi isu kesehatan global, dan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap tindakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sangat krusial. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh dan efektivitas tiga media promosi kesehatan yang berbeda dalam meningkatkan perilaku pencegahan TB. Jenis penelitian ini merupakan penelitian intervensi dengan desain Quasi Experiment menggunakan rancangan Pretest-Posttest Multigroup Design. Responden (n = 75) dibagi menjadi tiga kelompok intervensi (Video, Leaflet, dan Poster, masing-masing n = 25). Data diukur sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk pengaruh internal dan uji Kruskal-Wallis untuk membandingkan efektivitas antar kelompok. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa media Video, Leaflet, dan Poster berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan (p < 0,001). Namun, hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan secara statistik di antara ketiga media tersebut dalam meningkatkan perilaku pencegahan TB (p = 0,143 > 0,05). Kesimpulan semua media promosi kesehatan (Video, Leaflet, dan Poster) memberikan pengaruh positif yang signifikan dan secara statistik memiliki efektivitas yang setara dalam meningkatkan perilaku pencegahan TB pada tenaga kesehatan. Fasilitas kesehatan dapat menggunakan ketiga media tersebut secara fleksibel atau dikombinasikan berdasarkan ketersediaan sumber daya karena ketiganya terbukti memiliki nilai guna yang sama baiknya.
On Penyuluhan Pencegahan Penyakit Kulit Di Kelurahan Tuminting Health Education on Skin Disease Prevention in Tuminting Village: - Kaseke, Martha Marie; Doda, Diana Vanda Daturada; Pandaleke, Thigita Aga
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65542

Abstract

Skin diseases are common health problems in the community, particularly in tropical regions such as Tuminting Village. Community knowledge regarding risk factors, prevention methods, and early signs of skin diseases remains limited. This community service activity aimed to improve public knowledge related to the prevention of skin diseases. The activity was carried out in the form of a health education session using an educational video, accompanied by a pre- and post-test questionnaire assessing knowledge about skin disease prevention. The pre-test results showed a knowledge level of 83%, which increased significantly to 94% after the educational intervention. In conclusion, health education on skin disease prevention is essential to enhance community knowledge in Tuminting Village. ABSTRAK Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan yang dapat terjadi di masyarakat terutama pada wilayah tropis seperti Kelurahan Tuminting. Pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, cara pencegahan, dan tanda-tanda penyakit kulit masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan penyakit kulit. Pengabdian ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kulit melalui video edukasi, dimana dilakukan pengisian kuesioner pengetahuan tentang penyakit kulit sebelum dan sesudah penyuluhan. Pada pengisian kuesioner sebelum penyuluhan pencegahan penyakit kulit hanya didapatkan pengetahuan sebesar 83% dan hasilnya meningkat signifikan menjadi 94% sesudah dilakukan penyuluhan pencegahan penyakit kulit. Sebagai kesimpulan bahwa penyuluhan pencegahan penyakit kulit diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat kelurahan tuminting.
Hubungan Antara Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan Keluhan Gangguan Kulit pada Nelayan di Wilayah Pimpin Desa Watudambo Kabupaten Minahasa Utara Mekel, Thiessia Lady; Doda, Diana Vanda D.; Mantjoro, Eva M.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/sth3kh83

Abstract

Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di masyarakat, terutama pada pekerja informal seperti nelayan, karena kurang memperhatikan kebersihan diri dan kebersihan lingkungan tempat kerja. Keluhan nelayan terhadap penyakit kulit dapat disebabkan oleh paparan air laut, tingkat konsentrasi air laut dapat menyebabkan penyakit kulit, dapat juga disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor kimia, faktor fisik dan faktor biologis. Mengetahui hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan keluhan penyakit kulit pada nelayan di Wilayah Pimpin Desa Watudambo Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik. Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang nelayan di Wilayah Pimpin Desa Watudambo Kabupaten Minahasa Utara pada bulan Mei sampai Oktober 2021. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode pengamnbilan sampel secara keseluruhan dengan jumlah sampel sebanyak 32 nelayan. Berdasarkan persepsi responden tentang keluhan gangguan kulit didapatkan hasil bahwa 62% nelayan mengalami keluhan gangguan kulit, berdasarkan kategori personal hygiene didaptkan hasil bahwa 62,5% nelayan memiliki personal hygiene yang bagus Berdasarkan penggunaan alat pelindung diri didapatkan hasil bahwa 65,6% nelayan kurang menggunakan alat pelindung diri. Terdapat hubungan yang tepat antara penggunaan alat pelindung diri dengan keluhan penyakit kulit, sig. (2-sided) menunjukkan 0,006 < 0,05. Berdasarkan penggunaan APD 21 responden kurang menggunakan APD dan 11 responden menggunakan APD, sedangkan untuk keluhan gangguan kulit terdapat 20 responden yang mengalami keluhan mengenai gangguan kulit. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan keluhan gangguan kulit di wilayah Pimpin Desa Watudambo Kabupaten Minahasa Utara. Para nelayan di kawasan Pimpin Desa Watudambo, Minahasa Utara, diharapkan selalu dapat menggunakan APD yang memadai dalam menjalankan pekerjaannya agar tidak terjadi gangguan dan penyakit terkait penangkapan ikan.
Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas: Studi Kualitatif di Puskesmas Kotabunan, Indonesia Abdul, Nurul Suciyanti; Posangi, Jimmy; Doda, Diana Vanda D.; Kristanto, Erwin Gidion; Sumampouw, Oksfriani Jufri
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2581

Abstract

Penerapan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di puskesmas sangat penting untuk memastikan keselamatan petugas kesehatan dan pasien. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen K3 di Puskesmas Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Studi deskriptif kualitatif dilakukan dari November hingga Desember 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan tinjauan dokumen yang melibatkan lima informan yang dipilih secara purposif, termasuk kepala puskesmas, kepala administrasi, koordinator mutu dan keselamatan, dokter, dan perawat. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas telah membentuk tim K3 dan menerapkan beberapa komponen sistem manajemen K3, termasuk kebijakan, identifikasi bahaya, pengendalian risiko, dan ketersediaan alat pelindung diri. Namun, beberapa kelemahan teridentifikasi, seperti tidak adanya anggaran K3 khusus, kurangnya personel K3 bersertifikat, tidak adanya prosedur formal untuk pelaporan kecelakaan kerja, dan mekanisme pemantauan dan evaluasi yang terbatas. Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi sistem manajemen K3 telah dimulai tetapi belum optimal. Penguatan komitmen kelembagaan, penyediaan pelatihan berkala, dan peningkatan mekanisme pemantauan dan evaluasi direkomendasikan untuk meningkatkan implementasi K3.
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Abdul, Nurul Suciyanti Adam, Hilman Alexander S. L. Bolang Angelia, Anggi Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Arnold, Jhierren K. T. Arthur E. Mongan Asep Rahman Asriffudin, Afnal Asterlita Ryane Wenas B H. R. Kairupan Bambang Setiawan Batara, Graysela O. Budi T. Ratag Budi Tarmady Ratag Cambu, Dominikus Chlaudia Christinia Wua Christin Andolo Damajanty H. C. Pangemanan Damayanti, Niwayan Ayu Damopoli, R.F Danes, Vennetia Ryckerens Darea, Andrew Christy Darmawan, Arondino P. Dhea Cristina Josefien Botto Elvin A. Herlambang, Elvin A. Erawati, Yanti Erwin Adams Pangkahila Erwin Kristanto Essa, Artika L. Freddy W. Wagey Frico Talumewo Gita Lara Br. Ginting, Tabitha Grace D. Kandou Grace Ester Caroline Korompis Grace Korompis Gumunggilung, Della Harsali F. Lampus Hedison Polii Herlina I. S. Wungouw Hery Widijanto I. S. Wungouw, Herlina Ibur, Chikita Amanda Iramaya R. Sumayku James Komaling Jeanette I. Ch. Manoppo Jehosua S. V. Sinolungan Jehosua S.V. Sinolungan Jehosua Sinolungan Jimmy Posangi Jimmy Posangi Jonesius Eden Manopo Jootje M. L. Umboh Juliatri Juliatri Junita E. Katihokang Kairupan, Felly Aprilia Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Karundeng, Intan Kevin A. G. Mandak Kolibu, Febi K. Kristanto, Erwin Gidion Lasarus, Loritma Lauden, Natalia Leyvita Husin Liando, Frisca Pricilia Lisay, Evanli Ken Risky Londok, Nirwana V.J Lumantow, Marfil Lydia E. N. Tendean Maino, Irny Evita Malonda, Nancy S. Malonda, Nancy S.H Mambu, Gloria Christy Manampiring, A.E Mantjoro, Eva M. Mantow, Nasrania Indah Trinity Maramis, Marchela Debora Margareth Sapulete Maria A.N.M. Kumambong Martha Marie Kaseke Masi, Gresty N.M Mekel, Thiessia Lady Miftahul Huda Mokodompit, Rafika Momongan, Gishela S. Mondoringin, Lidya H. M. Moningka, Prezyllia Ulfrida Naue, Sitti H. Nelwan, Ester Jeini Ngantung, Edwin J. Nova Hellen Kapantow Oddi R Pinontoan Odi Roni Pinontoan Palandeng, Ora Et Labora I. Pandaleke, Thigita Aga Pandelaki, Yordan Dharmaputra Pandey, Blandina E. Pangalila, Cheisy M. Pasang, Melini T. I. Paul Y. Limuria, Paul Y. Petersen Jecson Pinontoan, Odie Pissu, Reza Rahayu H. Akili, Rahayu H. Renatta M. Nelwan Rianna J Sumampouw Richard Kowel, Richard Ricky C. Sondakh Rivelino Spener Hamel Rizald M. Rompas Rompas, Rizald M. Roring, Amanda Rorintulus, Shergina Junika Rumampuk, Hizkia Sajow, Ireine J.M. Sandy Giano Tani Sanggelorang, Sweetly Sapulete, Ivony M. Sefti Rompas Sekeon, Sekplin A.S. Senduk, Madeleine N. W. Septia, Nindirah Soeratinoyo, Dewi K. Sri Seprianto Maddusa Sriawan, Pajar Sumakul, Juschella J. Sumarsono Sumarsono Suoth, Lery F. Suwuh, Rendy Sylvia R. Marunduh Tahulending, Jane M. F. Talumedun, Alida P. Tandaju, Dita A. Tangkudung, Yesika Merzy Indah Tanriono, Yelvina Tatuil, Titania R.G Terok, Yunifi C. Tubagus, Ade P. Tuda, Joseft Sem Berth Tumiwa, Veijenia Irene Tuti Orangbio Tuwing, Sriyati Felly Veronica Waleleng Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Warouw, Finny Wasty, Inge Welong Seftian Surya Wulan P.J. Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang Wungow, Herlina I. S. Yanty Haumahu, Yanty Yunus, Shalsabilla