Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK, SCREEN TIME, DAN KONSUMSI MINUMAN RINGAN DENGAN STATUS GIZI PADA PEMUDA SAAT PANDEMI COVID-19 Miftahul Huda; Diana V. D. Doda; Jimmy Posangi; Welong S. Surya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2022): AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i2.5479

Abstract

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama hampir Tiga tahun di Indonesia membawa dampak pada semua aspek kehidupan. Tak terkecuali terhadap profil gizi penduduk Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, screen time, dan konsumsi minuman ringan dengan status gizi pada pemuda saat pandemic Covid-19. Jenis penelitian kuantitatif. sampel ialah total populasi sebanyak 90 orang. Analisis statistik uji chi square,dan regresi logistic. Hasil penelitian variabel kepuasan pasien puas 58.2% dan tidak puas 41.8%. Variabel minat pasien yang Aktivitas fisik aktif sebanyak 42 responden (46,7%) dan aktivitas fisik kurang aktif 48 responden (53,3%). Konsumsi minuman ringan sedikit sebanyak 51 responden (56,7%) dan konsumsi minuman ringan banyak 39 responden (43,3 %). Screen time cukup sebanyak 30 responden (33,3%) dan screen time tinggi 60 responden (66,7%). nilai P-value 0,002 sehingga menegeaskan adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi. %). Hasil uji chi square ditemukan nilai P-value 0,409 sehingga menegeaskan tidak adanya hubungan antara konsumsi minuman ringan dengan status gizi. Hasil uji chi square ditemukan nilai P-value 0,001 sehingga menegeaskan adanya hubungan antara screen time dengan status gizi. Hasil uji regresi logistik ditemukan variabel screen time memiliki hubungan yang paling kuat dengan status gizi dibandingkan dengan variabel aktivitas fisik dengan Exp (B) screen time yaitu 8,106. Penelitian ini terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan screen time dengan status gizi, tidak ada hubungan konsumsi minuman ringan dengan status gizi, dan variabel yang paling berhubungan dengan status gizi adalah screen time.  
Faktor Individu dan Pekerjaan yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19) pada Pekerja di RSUP Ratatotok Buyat Renatta M. Nelwan; Diana V. D. Doda; Arthur E. Mongan
e-CliniC Vol. 11 No. 1 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i1.44312

Abstract

Abstract: COVID-19 infection in hospitals can be caused by a variety of individual and work related factors. This study aimed to analyze the relationships of individual factors and occupational factors with COVID-19 infection among workers at RSUP Ratatotok Buyat. This was a cross-sectional and quan-titative study, carried out at Ratatotok Buyat Hospital in July-August 2021. Total samples were 113 respondents. The instrument used was a valid and reliable questionnaire. Univariate analysis was presented in tables of frequencies and percentages. Bivariate and multivariate analysis used binary logistic regression test. The results showed that majority of respondents were female (68%), aged 15-34 years (70%), had DIII and DIV education (54%), working duration of 0-8 hours (63.7%), and had a history of two vaccines (94%). There were relationships between COVID-19 infection and non-adherence to wearing masks (OR=26.0 CI95%=[8.9–75.4]); abnormal BMI (OR=27.7 CI95%=[9.6–80.0]); presence of comorbidities (OR=31.3 CI95%=[10.6–92.0]); relatively recent tenure (OR=2.6 CI95%=[1.1–5.8]); and working in a medical area (OR=7.4 CI95%=[3.0–18.0]). Comorbid was the most dominant factor affecting COVID-19 infection (OR=42.1 CI95%=[4–445.3]). In conclusion, non-adherence to using masks, abnormal BMI, comorbidities, relatively short duration of working, and medical work units have a positive relationships to increase the risk of COVID-19 infection with the most dominant factor influencing is a history of comorbidities. Keywords: COVID-19 infection; healthcare workers; hospital. Abstrak: Infeksi COVID-19 di rumah sakit dapat disebabkan oleh berbagai faktor terkait individu dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor individu dan faktor pekerjaan terhadap infeksi COVID-19 pada pekerja RSUP Ratatotok Buyat. Jenis penelitian ialah kuantitatif dengan desain potong lintang, dilaksanakan di RSUP Ratatotok Buyat pada bulan Juli-Agustus 2021. Sampel penelitian berjumlah 113 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesio-ner yang valid dan reliabel. Data dianalisis secara univariat disajikan dalam tabel frekuensi dan persentase. Analisis bivariat dan multivariat menggunakan uji regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden paling banyak berjenis kelamin perempuan (68%), berusia 15-34 tahun (70%), berpendidikan DIII dan DIV (54%), durasi kerja 0-8 jam (63,7%), dan riwayat vaksin dua kali (94%). Terdapat hubungan antara infeksi COVID-19 dengan Tidak patuh menggunakan masker (OR=26,0 CI95%=[8,9–75,4]); IMT tidak normal (OR=27,7 CI95%=[9,6–80,0]); adanya komorbid (OR=31,3 CI95%=[10,6–92,0]); masa kerja yang relatif belum lama (OR=2,6 CI95%=[1,1–5,8]); dan bekerja di area medis (OR=7,4 CI95%=[3,0–18,0]). Faktor komorbid paling dominan memengaruhi infeksi COVID-19 (OR=42,1 CI95%=[4–445,3]). Simpulan penelitian ini ialah penggunaan masker yang tidak patuh, IMT tidak normal, riwayat komorbiditas, masa kerja belum terlalu lama dan unit kerja medis memiliki hubungan positif meningkatkan risiko terhadap infeksi COVID-19 dengan faktor yang paling berpengaruh meningkatkan risiko ialah riwayat komorbid. Kata kunci: infeksi COVID-19; pekerja fasilitas kesehatan; Rumah Sakit
Hubungan Antara Kebisingan dengan Tingkat Kelelahan Kerja pada Nelayan Ikan KM. Chorintias Tumumpa Manado Sandy Giano Tani; Diana Vanda D. Doda; Grace D. Kandou
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan masih sering dikeluhkan oleh sebagian besar nelayan, dikarenakan berbagai macam faktor yang ada dikapal. Salah satunya adalah kebisingan yang timbul dari suara mesin pada kapal. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kebisingan dengan tingkat kelelahan di nelayan ikan Kapal Motor Chorintias Manado. Jenis penelitian yang digunakan ialah survey analitik memakai desain cross sectional study menggunakan uji Spearman Rank. Responden dalam penelitian ini semuanya laki-laki dengan umur yang paling tinggi 35-44 tahun (40.6%). Nilai kebisingan yang paling tinggi terdapat di kamar mesin dengan tinggkat kebisingan 98 dB. Tingkat kelelahan paling tinggi yang dialami responden adalah kelelahan sedang (50.0%). hasil yang didapati adalah adanya hubungan antara kebisingan dengan tingkat kelelahan kerja dengan arah hubungan positif dimana semakin bising maka akan semakin berpengaruh pada tingkat kelelahan kerja (rhitung 0,582) dan (P-value 0,000). Kedepannya diharapkan adanya pengendalian kebisingan ditempat kerja pada sumber kebisingan seperti memasang peredam kebisingan dan getaran. Kata kunci: Kebisingan, Kelelehan Kerja, Nelayan Ikan ABSTRACTFatigue is still often complained by most fishermen, due to various factors that exist on the ship.  The only thing is the noise that arises from the sound of the engine on the ship.  The purpose of this study was to find out if there was a relationship between noise and fatigue levels in Kapal Motor Chorintias Manado fish fishermen.  The type of research used is analytical surveys using cross sectional study designs using the Spearman Rank test.  Respondents in the study were all men with the highest age of 35-44 years (40.6%). The highest noise value is found in the engine room with a noise level of 98 dB.  The highest level of fatigue experienced by respondents was moderate fatigue (50.0%).  The results found are the relationship between noise and work fatigue levels with the direction of positive relationships where the more noisy it will be more influential on the level of work fatigue (rhitung 0.582) and (P-value 0.000). In the future, it is expected that there will be noise control at work at noise sources such as installing noise and vibration cancellation. Keywords: Noise, Work Fatigue, Fisherman
Hubungan Beban dan Masa Kerja dengan Stres Kerja pada Pekerja Pengolah Kopra di PT.Royal Coconut Airmadidi Maria A.N.M. Kumambong; Diana V. D. Doda; Grace D. Kandou
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja adalah konsekuensi tindakan, situasi, dan kejadian eksternal yang menempatkan tuntutan psikologis ataupun fisik yang berlebihan pada individu. Pada kejadian stress kerja, ada beberapa faktor yang mempengaruhi stress kerja yaitu diantaranya beban kerja dan juga masa kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara beban dan masa kerja dengan stres kerja ada pekerja pengolah kopra di PT. Royal Coconut Airmadidi. Desain penelitian ini adalah survei analitik, dengan menggunakan uji pearson, didapatkan hasilnya mayoritas berada dikategori stress kerja ringan dengan jumlah mencapai 97,0% dan didapatkan pula adanya hubungan negatif dengan korelasi sedang antara beban kerja dengan stres kerja pada pekerja yang ada di tempat penelitian, dimana ketika semakin besar beban, maka semakin kecil tingkat stress kerja. Didapatkan juga tidak adanya hubungan antara masa kerja dengan stres kerja pada pekerja yang ada di tempat penelitian. Kedepannya disarankan agar pemberian tugas kerja yang seimbang dan diadakan pergantian tugas agar pekerja tidak merasa bosan dengan pekerjaan yang berulang-ulang. Kata kunci: Pekerja, Stres Kerja, Pengolah Kopra ABSTRACTJob stress is a consequence of external actions, situations, and events that place excessive psychological or physical demands on the individual. In the event of work stress, several factors influence work stress, including workload and length of work. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between workload and length of service with work stress among copra processing workers at PT. Royal Coconut Airmadidi. The design of this study is an analytical survey, using the Pearson test, the results obtained are the majority are in the category of mild work stress with the number reaching 97.0% and there is also a negative relationship with a moderate correlation between workload and work stress on workers at the research site. where the greater the load, the lower the level of work stress. It was also found that there was no relationship between the length of service and work stress on workers at the research site. In the future, it is suggested that the provision of balanced work assignments and task changes be held so that workers do not feel bored with repetitive work. Keywords: Workers, Job Stress, Copra Processors
Hubungan Stres Kerja, Hubungan Interpersonal dan Tugas Tambahan dengan Beban Kerja Perawat di Ruangan Palma RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado Iramaya R. Sumayku; Alexander S. L. Bolang; Diana V. D. Doda; Welong S. Surya
e-CliniC Vol. 11 No. 2 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i2.44904

Abstract

Abstract: Covid-19 pandemic has had an impact on all aspects, especially on health care workers resulting in an increase in the physical workload of nurses. This study aimed to determine the relationship between work stress, interpersonal relationships, and additional tasks with the workload of nurses in Palma room of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a quantitative study. Samples were the total population of 48 nurses. Data were analyzed using the chi-square and the logistic regression tests. The results obtained sufficient and high workload (39.6% and 60.4%); sufficient and high work stress (31.3% and 68.8%); good and poor interpersonal relationship (47.9% and 52.1%); sufficient and high additional tasks (60.4% and 39.9%). The chi-square test showed the p-values, as follows: 0.001 for the relationship between work stress and workload; 0.000 for the relationship between interpersonal relationships and workload; and 0.034 for the relationship between additional tasks and workload. The logistic regression test found that the interpersonal relationship variable had the strongest relationship with workload compared to the other variables (Exp (B) interpersonal relationships, namely 11.441). In conclusion, there are relationships between work stress, interpersonal relationships, and additional tasks with the workload of nurses in Palma Room, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital, Manado. The most related variable with workload is interpersonal relationships. Keywords: workload; work stress; interpersonal relations; additional tasks   Abstrak: Pandemi Covid-19 membawa dampak pada semua aspek, terutama pada tenaga kesehatan perawat yang mengakibatkan meningkatnya beban kerja fisik perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja, hubungan interpersonal, dan tugas tambahan dengan beban kerja perawat di ruangan Palma RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian kuantitatif. Sampel ialah total populasi sebanyak 48 perawat. Analisis statistik menggunakan uji chi-square, dan regresi logistik. Hasil penelitian mendapatkan variabel beban kerja cukup dan tinggi (39,6% dan 60,4%); stres kerja cukup dan tinggi (31,3% dan 68,8%); hubungan interpersonal baik dan kurang baik (47,9% dan 52,1%); serta tugas tambahan cukup dan tinggi (60,4% dan 39,9%). Hasil uji chi square mendapatkan nilai p=0,001 untuk hubungan stres kerja dengan beban kerja; p=0,000 untuk hubungan interpersonal dengan beban kerja; p=0,034 untuk hubungan tugas tambahan dengan beban kerja. Hasil uji regresi logistik menunjukkan hubungan interpersonal memiliki hubungan paling kuat dengan beban kerja (Exp (B) hubungan interpersonal yaitu 11,441). Simpulan penelitian ini terdapat hubungan antara stres kerja, hubungan interpersonal, dan tugas tambahan dengan beban kerja perawat di Ruangan Palma RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado dan variabel yang paling berhubungan dengan beban kerja ialah hubungan interpersonal. Kata kunci: beban kerja; stres kerja; hubungan interpersonal; tugas tambahan
Analisis risiko bahaya dengan metode HIRADC pada salah satu perusahaan berskala internasional di Sulawesi Utara Junita E. Katihokang; Diana V. D. Doda; Rizald M. Rompas; Aaltje E. Manampiring
e-CliniC Vol. 11 No. 2 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i2.44902

Abstract

Abstract: Companies need a strategy to determine the number of occupational accidents and occupational diseases with risk management. HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control) is one of the key elements of a safe work plan that can minimize cases of occupational accidents and occupational diseases. This study aimed to determine the potential hazards and risk levels of the oilmill and maintenance work area of PT. X international crude oil companies in North Sulawesi, risk control and application of control methods in the field. This was a qualitative study for the application of HIRADC method conducted in South Minahasa Regency. Recruitment of informants based on purposive sampling as many as 11 employees at oilmill and maintenance area as the main informants, and EHS Supervisor as the key informant and the Head of Department (HOD) as additional informants. The instruments of this study were the in-depth interview matrix and the HIRADC matrix. Data were obtained by observation, in-depth interviews and company document, then were analyzed with HIRADC method. The results obtained 68 types of hazards including physical, chemical, biological, ergonomic, and psychological hazards. The risk levels of hazards were high risk (H 35.2%), medium risk (M 58.8%), and low risk (L 5,8%) hazards; no hazard at the extreme risk level (E). The identification of highlighted hazards was the potential hazard of noise, heatstress, welding and grinding dust, with the highest levels of risk were the M risk (58.8%) and the H risk (35.2%). In conclusion, it is necessary to take control of measures according to the hierarchy of control in the form of substitution, engineering control, administration and personal protective equipment (PPE). Keywords: potential hazard; risk level; Occupational Health and Safety; Hazard Identification, Risk Assessment and Determing Control (HIRADC)   Abstrak: Perusahaan memerlukan strategi untuk menentukan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan manajemen risiko. HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control) ialah salah satu elemen kunci dari rencana kerja yang aman yang bisa meminimalisir kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya dan tingkat risiko area kerja Oilmill dan Maintenance PT. X perusahaan minyak kelapa mentah bertaraf internasional di Sulawesi Utara, pengendalian risiko serta penerapan metode pengendalian di lapangan. Jenis penelitian ialah kualitatif untuk aplikasi metode HIRADC. Penelitian dilaksanakan pada salah satu perusahaan berskala internasional di Kabupaten Minahasa Selatan. Rekrutmen informan berdasarkan purposive sampling, sebanyak 11 orang yaitu karyawan area Oilmill dan Maintenance sebagai informan utama, serta EHS Supervisor sebagai informan kunci dan Head of Department (HOD) sebagai informan tambahan. Instrumen penelitian ini yaitu matriks wawancara mendalam dan matriks HIRADC. Data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi lapangan dan dokumen perusahaan, kemudian dianalisis dengan metode HIRADC. Hasil penelitian mendapatkan 68 jenis bahaya termasuk bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikologi. Tingkat risiko didapatkan rendah (L 5,8%), sedang (M 58,8%), dan tinggi (H 35,2%); tidak terdapat jenis bahaya tingkat risiko ekstrim (E). Identifikasi bahaya yang menjadi highlight ialah potensi bahaya kebisingan, heatstress, debu pengelasan dan gerinda dengan tingkat risiko terbanyak ialah tingkat M (58,8%) dan H (35,2%). Simpulan penelitian ini ialah diperlukan tindakan pengendalian sesuai hierarchy of control berupa substitusi, rekayasa engineering, administrasi dan APD (alat pelindung diri). Kata kunci: potensi bahaya; tingkat risiko; Kesehatan dan Keselamatan Kerja; Hazard Identification, Risk Assessment and Determing Control (HIRADC)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK INSTALASI RAWAT JALAN RSUP PROF Dr. R.D KANDOU MANADO Tuti Orangbio; Freddy W. Wagey; Diana Vanda D. Doda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15438

Abstract

Rekam medis merupakan unsur penting dalam pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan serta kinerja petugas kesehatan dipengarui oleh dukungan teknologi terlebih khusus dalam rekam medis. Pencatatan medis secara manual dianggap tidak efisien karena rumah sakit harus menggunakan banyak kertas untuk membuat catatan medis. dengan demikian pelaksanaan rekam medis elektronik selain banyak kelebihan juga ada kekurangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian desain kuantitatif yang bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian adalah seluruh pekerja berjumlah 33 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rekam medis elektronik, kuesioner dalam bentuk google form dan gadget. Hasil penelitian didapati dari hasil uji analisis statistik dengan menggunakan chi square didapati antara variabel pengetahuan dengan kelengkapan berkas rekam medis dimana nilai p=0.000 dengan nilai odds ratio : 150.000, sementara variabel usia dengan kelengkapan pengisian berkas rekam medis didapati nilai p=0.279, dan varibel pengawasan dengan pengisian berkas rekam medis dimana nilai p=0.002 dengan nilai odd ratio 20.000 dan juga variabel Fasilitas dengan pengisian berkas rekam medis didapati nilai p=0.000 dengan nilai odd ratio 33.000. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, pengetahuan, pengawasan dan fasilitas mempengaruhi kelengkapan berkas rekam medis. Dari varibel yang mempengnaruhi didapati dimana pengetahuan merupakan variabel yang dominan mempengaruhi kelengkapan berkas rekam medis. Diharapkan hasil yang ada dapat menjadi salah satu tolak ukur dalam mengevalusi kinerja perawat dalam melakukan pengisian berkas rekam medis secara elektronik.
Analisis Pelaksanaan Sistem Pengelolaan Limbah Medis di Rumah Sakit Daerah Kepulauan Christin Andolo; Diana V. D. Doda; Lydia E. N. Tendean
Medical Scope Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v6i1.50621

Abstract

Abstract: In general, developing countries have not yet implemented optimal management of medical waste, which causes the accumulation of medical waste. Research on medical waste management in hospitals located in the Archipelago area is still lacking, so research like this needs to be carried out. This study aims to analyze the implementation of the medical waste management system at the Islands Regional Hospital. The research method used is a qualitative method with eight informants. The research results show that in terms of human resources, there is still a lack, especially for the medical waste management section, of budgetary and financial resources to facilitate the training of medical staff, cleaning staff, procurement and maintenance of infrastructure, and investment in better waste management technology. Inadequate medical waste management methods also affect the effectiveness of medical waste management itself and can lead to an increasing amount of medical waste. The amount of medical waste generated can affect the capacity and method of treatment required. The observation results show that there are problems in sorting and containerizing medical waste where the trash for non-medical waste has been mixed with medical waste. In the temporary storage area, medical waste has accumulated a lot and has not been processed or recycled. Treatment of medical waste uses an autoclave and also incinerates medical waste manually. This is done because the incinerator is not functioning optimally. The conclusion of this study is that the medical waste management system is not yet optimal. It is hoped that the hospital, as well as health workers and cleaners, can implement an optimal medical waste management system to avoid things that can cause health problems, environmental disturbances, and ecosystem disturbances. Keywords: Waste, Medical, Non-Medical, Management. Abstrak : Secara umum pada negara berkembang belum menerapkan pengelolaan limbah medis yang optimal sehingga menyebabkan penumpukan limbah medis. Penelitian tentang pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit yang berada di daerah Kepulauan masih sangat kurang sehingga penelitian seperti ini perlu untuk dilakuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sistem pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Daerah Kepulauan. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif dengan jumlah informan 8 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi sumber daya manusia masih kurang khususnya untuk bagian pengelolaan limbah medis, kurangnya sumber anggaran dan keuangan untuk memfasilitasi pelatihan tenaga medis, petugas kebersihan, pengadaan, perawatan sarana prasarana, serta investasi dalam teknologi pengelolaan limbah yang lebih baik. Metode pengelolaan limbah medis yang kurang memadai juga berpengaruh terhadap efektivitas pengelolaan limbah medis itu sendiri serta dapat menyebabkan jumlah limbah medis yang semakin banyak. Jumlah limbah medis dihasilkan dapat mempengaruhi kapasitas dan metode pengolahan yang dibutuhkan. Hasil observasi menunjukan bahwa adanya masalah dalam pemilahan dan pewadahan limbah medis, dimana tempat sampah untuk limbah non medis sudah tercamur dengan limbah medis . Di tempat penyimpanan sementara limbah medis sudah sangat menumpuk dan belum di olah ataupun di daur ulang. Pengolahan limbah medis menggunakan autoclave dan juga melakukan pembakaran limbah medis secara manual hal ini dilakukan karena incinerator belum berfungsi secara optimal. Kesimpulan penelitian ini yaitu belum optimalnya sistem pengelolaan limbah medis. Diharapkan kepada pihak rumah sakit dan juga petugas kesehatan serta petugas kebersihan dapat menerapkan sistem pengelolaan limbah medis secara optimal untuk menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, gangguan lingkungan dan juga gangguan ekosistem. Kata Kunci : Limbah, Medis, Non Medis, Pengelolaan.
HUBUNGAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA BURUH DI PELABUHAN MANADO Dhea Cristina Josefien Botto; Diana Vanda Daturara Doda; Budi Tarmady Ratag
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17108

Abstract

Prevalensi keluhan muskuloskeletal paling banyak terjadi kepada pekerja seperti petani, nelayan, serta buruh dengan persentase 31,2%. Keluhan muskuloskeletal dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan. Di antara faktor-faktor ini, postur kerja menonjol sebagai kontributor yang signifikan terhadap masalah muskuloskeletal terkait pekerjaan sangat penting untuk dinilai karena postur kerja dapat mengidentifikasi penyakit yang terjadi karena aktivitas kerja seperti keluhan muskuloskeletal. Penilaian postur kerja terhadap keluhan muskuloskeletal juga memiliki banyak sekali metode penilaian seperti metode quick exposure check. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja dengan menggunakan metode quick exposure check untuk memeriksa postur kerja dan keluhan muskuloskeletal pada pekerja bongkar muat di Pelabuhan Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023 di Pelabuhan Manado. Populasi penelitian terdiri dari 177 individu, denganijumlah sampel yang diambil yaitu 62 individu yangiditentukanidenganimenggunakanirumus lameshow dan denganiteknik accidental sampling. Analisis statistik menggunakaniuji Spearmanirho pada penelitian ini yangimenunjukkaninilai p sebesar 0,371 yang mana nilai p > 0,05 danikoefisienikorelasi (r) sebesar -0,117. Berdasarkan analisis statistik maka hasil penelitian ini dapat disimpulkanibahwa tidak terdapat hubunganiyangisignifikaniantara postur kerja denganikeluhanimuskuloskeletal pada pekerja bongkar muat di PelabuhaniManado
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN KELELAHAN KERJA PADA BURUH DI PELABUHAN MANADO Leyvita Husin; Diana Vanda Daturara Doda; Wulan Pingkan Julia Kaunang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17109

Abstract

Kelelahan kerja yaitu suatu kondisi apabila dimana seorang pekerja sulit melakukan pekerjaannya atau kurang mampu dalam mengerjakan suatu pekerjaan, dikarenakan kondisi tubuh mulai merasakan lelah sehingga melakukan perlindungan agar terhindar dari kerusakan lebih mendalam maka adanya mekanisme tubuh ini yaitu disebut kelelahan kerja. Penyebab kelelahan kerja juga disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, masa kerja yang lama, tanggung jawab dan status kesehatan. Tujuan pemeriksaan adalah untuk menentukan unsur-unsur yang berkaitan dengan umur, masa kerja yang lama, tanggung jawab, dan status kesehatan dengan kelelahan kerja. pada buruh penumpukan dan dumping di pelabuhan Manado. Eksplorasi ini merupakan pemeriksaan kuantitatif dengan teknik yang digunakan sebagai eksplorasi observasional logis dengan rencana eksplorasi yang bersifat cross sectional. Eksplorasi ini dilakukan di pelabuhan Manado pada bulan April hingga Juli 2023, untuk populasi para pekerja TKBM berjumlah 177 orang, dan contoh yang didapat sebanyak 62 responden dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini non probability, Salah satu teknik pengambilan sampling yang termasuk pada non probability sampling yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu Accidental Sampling. Ulasan ini memanfaatkan tes koneksi Spearman-Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan kelelahan kerja tidak memiliki hubungan kritis (p=0,104), masa kerja yang panjang dan kelelahan kerja tidak memiliki hubungan yang besar (p=0,638), tanggung jawab dan kelemahan kerja tidak memiliki hubungan yang besar (p=0,331), dan status kesehatan dan kelelahan kerja itu sendiri tidak memiliki hubungan (p=0,180). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara usia, lama masa administrasi, tanggung jawab dan kelemahan kerja.
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Adam, Hilman Alexander S. L. Bolang Angelia, Anggi Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Arnold, Jhierren K. T. Arthur E. Mongan Asep Rahman Asriffudin, Afnal Asterlita Ryane Wenas B H. R. Kairupan Bambang Setiawan Batara, Graysela O. Budi T. Ratag Budi Tarmady Ratag Cambu, Dominikus Chlaudia Christinia Wua Christin Andolo Damajanty H. C. Pangemanan Damayanti, Niwayan Ayu Damopoli, R.F Danes, Vennetia Ryckerens Darea, Andrew Christy Darmawan, Arondino P. Dhea Cristina Josefien Botto Elvin A. Herlambang, Elvin A. Erawati, Yanti Erwin Adams Pangkahila Erwin Kristanto Essa, Artika L. Freddy W. Wagey Frico Talumewo Gita Lara Br. Ginting, Tabitha Grace D. Kandou Grace Ester Caroline Korompis Grace Korompis Gumunggilung, Della Harsali F. Lampus Hedison Polii Herlina I. S. Wungouw Hery Widijanto I. S. Wungouw, Herlina Ibur, Chikita Amanda Iramaya R. Sumayku James Komaling Jehosua S.V. Sinolungan Jehosua Sinolungan Jimmy Posangi Jonesius Eden Manopo Jootje M. L. Umboh Juliatri Juliatri Junita E. Katihokang Kairupan, Felly Aprilia Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Karundeng, Intan Kevin A. G. Mandak Kolibu, Febi K. Lasarus, Loritma Lauden, Natalia Leyvita Husin Lisay, Evanli Ken Risky Londok, Nirwana V.J Lumantow, Marfil Lydia E. N. Tendean Maino, Irny Evita Malonda, Nancy S. Malonda, Nancy S.H Mambu, Gloria Christy Manampiring, A.E Mantjoro, Eva M. Mantow, Nasrania Indah Trinity Maramis, Marchela Debora Margareth Sapulete Maria A.N.M. Kumambong Martha Marie Kaseke Masi, Gresty N.M Mekel, Thiessia Lady Miftahul Huda Mokodompit, Rafika Momongan, Gishela S. Mondoringin, Lidya H. M. Moningka, Prezyllia Ulfrida Naue, Sitti H. Nelwan, Ester Jeini Ngantung, Edwin J. Nova Hellen Kapantow Oddi R Pinontoan Odi Roni Pinontoan Palandeng, Ora Et Labora I. Pandelaki, Yordan Dharmaputra Pandey, Blandina E. Pangalila, Cheisy M. Pasang, Melini T. I. Paul Y. Limuria, Paul Y. Petersen Jecson Pissu, Reza Rahayu H. Akili, Rahayu H. Renatta M. Nelwan Rianna J Sumampouw Richard Kowel, Richard Ricky C. Sondakh Rivelino Spener Hamel Rizald M. Rompas Rompas, Rizald M. Roring, Amanda Rorintulus, Shergina Junika Rumampuk, Hizkia Sajow, Ireine J.M. Sandy Giano Tani Sanggelorang, Sweetly Sapulete, Ivony M. Sefti Rompas Sekeon, Sekplin A.S. Senduk, Madeleine N. W. Septia, Nindirah Soeratinoyo, Dewi K. Sri Seprianto Maddusa Sumakul, Juschella J. Sumanti, Kevin Marvil Sumarsono Sumarsono Suoth, Lery F. Suwuh, Rendy Sylvia R. Marunduh Tahulending, Jane M. F. Tandaju, Dita A. Tangkudung, Yesika Merzy Indah Tanriono, Yelvina Tatuil, Titania R.G Terok, Yunifi C. Tubagus, Ade P. Tuda, Joseft Sem Berth Tumiwa, Veijenia Irene Tuti Orangbio Tuwing, Sriyati Felly Veronica Waleleng Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Warouw, Finny Wasty, Inge Welong S. Surya Welong S. Surya Wulan P.J. Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang Wungow, Herlina I. S. Yanty Haumahu, Yanty Yunus, Shalsabilla