Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN DURASI KERJA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF OLEH IBU PEKERJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOTANA WERU KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Momongan, Gishela S.; Doda, Vanda D.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu merupakan makanan yang terbaik bagi bayi dalam kehidupannya. Semua kebutuhan nutrisi sudah terpenuhi dari ASI. ASI awal mengandung zat kekebalan tubuh dari ibu yang dapat melindungi bayi di seluruh dunia seperti diare, ISPA dan radang paru-paru. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan antara umur dan durasi kerja serta pemberian ASI Eksklusif pada ibu pekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru Kecamatan Wanea Kota Manado. Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional study. Sampel berjumlah 100 ibu pekerja. Hasil penelitian dengan menggunakan fisher’s exact test yaitu adanya hubungan antara umur dengan pemberian ASI Eksklusif didapatkan nilai p= 0,038 dan adanya hubungan antara durasi kerja dengan pemberian ASI Eksklusif didapatkan nilai p= 0,011.  Kata Kunci: ASI Eksklusif, Umur, Durasi Kerja, Ibu Pekerja ABSTRACTBreast milk is the premier food for babies. All nutritional needs are fulfilled from breast milk. Early breast milk contains immune substances from mothers that can protect babies through the world such as diarrhea, URI and pneumonia. This study aims to determine the relationship between age and duration of work with exclusive breastfeeding by working mothers in the Ranotana Weru Health Center Working Area in Wanea District, Manado City. The design of this study used a cross sectional study. The population and sample of 100 working mothers. The results of the study using “fisher's exact test”, there is a relationship between age and exclusive breastfeeding p value = 0.038 and there is a relationship between the duration of work with exclusive breastfeeding p = 0.011.  Keywords: Exclusive Breastfeeding, Age, Duration of Work,
GAMBARAN BEBAN KERJA DENGAN STRESS KERJA PADA ANGGOTA KORPS BRIMON BATALYON A PELOPOR KOMPI 2 POLDA SULAWESI UTARA TAHUN 2018 Tuwing, Sriyati Felly; Doda, Vanda; Adam, Hilman
KESMAS Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stress kerja Adalah salah satu output yang dihasilkan oleh beban kerja dalam lingkungan pekerjaan, stress kerja seringkali muncul oleh karena ketidakseimbangan antara bebankerja dengan kemampuan pekerja sehingga menyebabkan kelelahan kerja pada seseorang dalam suatu lingkungan kerja. Beban kerja pada tenaga kerja berbeda antara satu dengan tenaga kerja lainnya dan sangat tergantung dari tingkat keterampilan, kesegaran jasmani, keadaan gizi, jenis kelamin, masa kerja, usia dan ukuran tubuh dari pekerja yang bersangkutan. Kekuatan fisik seorang pekerja dapat berubah seiring waktu dan kondisi yang ada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Beban Kerja Dan Stres Kerja Pada Anggota Korps Brimob Batalyon A Pelopor Kompi 2 Polda Sulawesi Utara Tahun 2018. Metode penelitian ini adalah bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anggota Sat Brimob Batalyon A Kompi 2 Polda Sulawesi Utara yang berjumlah 50 orang. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuisioner psikososial/stress dan Nasa TLX untuk mengukur beban kerja. Hasil penelitian  yang dilakukan beban kerja pada anggota korps Brimob  Batalyon A Pelopor Kompi 2 Polda Sulut Tahun 2018 berada pada kategori sedang sedangkan stress kerja pada anggota korps Brimob Batalyon A Pelopor Kompi 2 Polda Sulut Tahun 2018 berada pada kategori tinggi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semua Anggota Korps Brimob Batalyon A Pelopor Kompi 2 Polda Sulut Tahun 2018 memiliki beban kerja dengan kategori sedang dan stress kerja yang tinggi.   ABSTRACTWork stress is one of the outputs produced by workloads in the work environment, work stress often arises because of an imbalance between workers and workers' abilities, causing work exhaustion in someone in a work environment. The workload on labor differs from one worker to another and is highly dependent on skill level, physical fitness, nutritional condition, gender, work period, age and body size of the worker concerned. The physical strength of a worker can change over time and conditions. The purpose of this research is to find out the description of workload and work stress on the members of the Brimob Corps of Battalion A Pioneer of Kompi 2 North Sulawesi Regional Police in 2018. This research method is descriptive analytic by using a cross sectional study approach. The population in this study were all members of the Sat Brimob Battalion A Kompi 2 North Sulawesi Regional Police which numbered 50 people. The research instrument used in this study was a psychosocial / stress questionnaire and Nasa TLX to measure workload. From the results of the research conducted, it can be concluded that the workload on members of the Brimob Corps Battalion A Pioneer 2 North Sulawesi Regional Police in 2018 is in the moderate category while work stress on members of the Brimob Corps Battalion A Pioneer of Company 2 North Sulawesi Regional Police in 2018 is in the high category. The conclusions in this study are all members of the Brimob Corps of Battalion A Pioneer of Company 2 North Sulawesi Regional Police in 2018 have a workload with a moderate category and high work stress.
HUBUNGAN ANTARA UNSAFE ACTION DAN UNSAFE CONDITION DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PENGENDARA OJEK ONLINE DAN OJEK PANGKALAN DI KOTA MANADO Kairupan, Felly Aprilia; Doda, Diana Vanda; Kairupan, B.H. Ralph
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan pengendara ojek dihadapkan pada tingkat bahaya dan risiko yang tinggi. Setiap tahun tingkat kecelakaan kerja pada pengendara ojek meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pengendara ojek online dan ojek pangkalan di kota Manado. Penelitian ini merupakan survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian menggunkan  kuesioner dengan jumlah sampel 210 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chisquare α=0,05 dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik dengan level signifikansi 5%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, responden yang menjawab kategori aman pada faktor unsafe action (nilai ≤31) sebanyak 56,2% dan kategori aman pada unsafe condition (nilai ≤19) sebanyak 52,9%. Responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 76 responden (36,2%). Berdasarkan uji statistik, didapatkan hubungan antara unsafe action dengan kecelakaan kerja di dengan pvalue 0,006 dan OR 2,260 dan terdapat hubungan antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja di dapatkan pvalue 0,022 dan nilai OR 1,975. Hasil multivariat didapatkan unsafe action merupakan variabel yang dominan pvalue 0,015 dan OR 2,062. Faktor unsafe action merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pengendara ojek online dan ojek pangkalan di kota Manado.  Kata Kunci : Unsafe action, Unsafe Conditon, Kecelakaan Kerja, Pengendara Ojek ABSTRACTThe work of motorcycle taxi drivers is faced with a high level of danger and risk. Every year the level of work accidents on motorcycle taxi riders increases. The purpose of this study was to determine the relationship between unsafe action and unsafe condition with work accidents on online motorcycle taxi drivers and base motorcycle taxi drivers in the city of Manado. This research is a quantitative analytic survey with cross-sectional approach. The research instrument used a questionnaire with a sample of 210 respondents. Bivariate analysis using chi-square test α = 0.05 and multivariate analysis using logistic regression tests with a significance level of 5%. Based on research conducted, respondents who answered the safe category on the unsafe action factor (value ≤31) were 56.2% and the safe category in the unsafe condition (value ≤19) were 52.9%. Respondents who have experienced work accidents are 76 respondents (36.2%). Based on statistical tests, there is a relationship between unsafe action and work accident with p value 0,006 and OR 2,260 and there is a relationship between unsafe condition and work accident get pvalue 0,022 and OR value 1,975. Multivariate results obtained unsafe action is a dominant variable p value 0.015 and OR 2.062. The unsafe action factor is the most related factor to work accidents on online motorcycle taxi drivers and base motorcycle taxi drivers in the city of Manado. Keywords: Unsafe action, Unsafe Conditon, Work Accident, Motorbike drivers
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN CEDERA TERTUSUK JARUM SUNTIK PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT GMIM KALOORAN AMURANG Pangalila, Cheisy M.; Sekeon, Sekplin A.S.; Doda, Diana V.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu hal yang penting karena merupakan faktor yang berhubungan dengan kesehatan maupun keselamatan dari pekerja itu sendiri. Kejadian kecelakaan sering dialami oleh petugas kesehatan sehingga menimbulkan luka ataupun cedera. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja adalah beban kerja yang terlalu berat. Hal ini juga disebabkan karena kegiatan rumah sakit yang memiliki resiko bahaya yang cukup tinggi. Perawat merupakan salah satu pekerja yang rentan dengan cedera tertusuk jarum suntik dan benda tajam medis lainnya. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja, dengan cedera tertusuk jarum suntik pada perawat di rumah sakit GMIM Kalooran Amurang. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah semua perawat yang berada di rumah sakit GMIM Kalooran Amurang berjumlah 79 responden. Umur responden sebagian besar berada pada umur 20-25 tahun yaitu sebanyak 43 responden (54,4%), responden menurut Jenis kelamin yang paling banyak adalah reponden perempuan yaitu sebanyak 60 responden (75,9%) dan penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil Penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan cedera tertusuk jarum suntik (p=0,035).Kata Kunci : Beban Kerja, Cedera Tertusuk Jarum SuntikABSTRACTOccupational health and safety is one of the important things because it is a factor related to the health and safety of the workers themselves. Accident occurrences are often experienced by health workers and causing wounds or injuries. One of the factors that affect the occurrence of work accidents is the heavy. This is also due to the activities of hospitals that have a high risk of danger. Nurses are one of the most vulnerable workers with needle stick injuries and other medical sharp items. The purpose of this study was to analisis whether and on nurses at GMIM Kalooran Amurang hospital. This research method is an observational analytic research with cross sectional study approach. The sample in this study were all nurses who were in hospital GMIM Kalooran Amurang amounted to 79 respondents. The age of respondents was mostly at the age of 20-25 years, as many as 43 respondents (54.4%), respondents by gender the most are female respondents that is 60 respondents (75,9%) and this research use Chi- square statistic. Theresult of the study showed that there was a significant correlation between the workload and the injected needle injection (p = 0.035). Conclusion There is a relationship between workload and needle stick injury to a nurse at GMIM Kalooran Amurang hospital.Keywords : Workload, Injured Needle Injection
HUBUNGAN ANTARA PENGAWASAN ATASAN DAN PENGETAHUAN DENGAN TINDAKAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) MARIA WALANDA MARAMIS KABUPATEN MINAHASA UTARA Maramis, Marchela Debora; Doda, Diana V.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga kerja berisiko tinggi terinfeksi penyakit yang dapat mengancam keselamatannya saat bekerja . Perawat merupakan tenaga kerja yang lebih banyak kontak langsung dengan pasien oleh karena itu perawat harus menerapkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan Standart Operating Procedure (SOP) untuk menghindari terjadinya infeksi saat bekerja.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan atasan dan pengetahuan dengan tindakan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada perawat di rumah sakit umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional  (potong lintang). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Mei 2019. Populasi pada penelitian ini adalah semua perawat yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara berjumlah 64 orang perawat. Analisis Bivariat menggunakan uji Spearman rank ɑ = 0,05 tingkat kemaknaan 95%. Hubungan antara pengawasan atasan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri didapatkan nilai probabilitas pvalue = 0,005 dan r = 0,346. Hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri di dapatkan nilai probabilitas pvalue = 0.000 dan r =0,491. Terdapat hubungan antara pengawasan atasan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci :Pengawasan Atasan, Pengetahuan, Tindakan penggunaan APD ABSTRACKWorkers are at high risk of contacting with infection diseases that can threaten their safety at work. Nurses are  worelikely to have direct contact with patients, there for they need to utilised the Personal Protective Equipment (PPE) in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP) to avoid infection at work. This research was conducted to determine the relationship between supervisor supervision and knowledge of  PPE with the act of using PPE on  nurses at the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis, North Minahasa Regency. This research was an analytical survey with a cross-sectional study design. This research was conducted in  April to May 2019. Population in this research was 64 nurses in the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Bivariate analysis used Spearman Rank Test (ɑ = 0.05, CI 95%). Correlation between supervision with the action of used personal protective equipment (ppe) probability values obtained that pvalue=0.005 and r=0.346. Correlation between knowledge with the action of used PPE probability values obtained that pvalue=0.000 and r=0.491. The conclusion that there are correlation between supervision with the action of used PPE and there are correlation between knowledge with the action of used PPE in nurses to the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Keywords : Supervision, Knowledge, The Action Of Using Personal Protective Equipment (PPE) 
ANALISIS BAHAYA DAN RISIKO DENGAN METODE HIRARC DI DEPARTEMENT PRODUCTION PT.SAMUDERA MULIA ABADI MINING CONTRACTOR LIKUPANG MINAHAHSA UTARA Karundeng, Intan; Doda, Diana V.; Tucunan, Ardiansa A.T.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahaya dan risiko kecelakaan kerja dapat terjadi dalam suatu aktivitas pekerjaan di suatu perusahaan sehingga diperlunya suatu upaya untuk menganalisis bahaya dan resiko dengan menggunakan salah satu metode yang ada yaitu HIRARC untuk meminimalizir tingkat resiko kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis bahaya dan resiko pada proses pengoprasian unit Articulate Dump Truck (ADT) di area loading point dan dumping point dengan menggunakan metode HIRARC. Jenis Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif. Dimana teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, triangulasi data, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, diketahui bahwa dalam proses pengoprasian unit ADT di area loading point dan dumping point terdapat potensi bahaya diantaranya tarbrakan antar unit, tergelincir, terserunduk unit lain yang berisiko ADT terbalik, rebah dan terguling. Penilaian resiko terhadap sumber bahaya yang ada ditemukan bahaya dengan tingkat resiko tinggi yaitu tabrakan berat antar unit, resiko sedang yaitu tergelincir karena landasan ambals dan resiko ringan yaitu tabrakan ringan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam setiap potensi bahaya yang ada memiliki tingkat resiko yang tinggi hingga ke rendah dimana semuanya perlu adanya pengendalian untuk meminimalizir kecelakaan kerja untuk mengurangi tingkat resiko kecelakaan kerja. Saran dari penelitian adalah perusahaan harus meningkatkan keselamatan dan pengawasan pada setiap proses pekerjaan yang ada.Kata Kunci: HIRARC, ADT, Loading Point, Dumping PointABSTRACT Hazards and risks of workplace accidents can occur in a work activity in a company so that an effort is needed to analyze hazards and risks by using one of the existing methods namely HIRARC to minimize the level of accident risk. This study is a qualitative research. The technique used in the data collection in-depth interviews, data triangulation, and observation . Based of the result, it is known that in the process of operating the ADT unit in the loading point and dumping point of potential hazard including collision between units, slippery, other units are at risk of accidents such as ADT upside down, collapsed, and rolled. Risk assessment of existing hazard sources is found with high-risk hazards collisions between units, medium risk of slippery because base collapsed, and low risk .Suggestions from research are companies must improve equipment and supervision in every work process that exists.Keywords: HIRARC, ADT, Loading Point, Dumping Point
Analisis Postur Kerja Dan Keluhan Muskuloskeletal Pada Petani Pemetik Cengkih Di Kabupaten Minahasa Selatan Pandey, Blandina E.; Doda, Diana V.D.; Malonda, Nancy S.
eBiomedik Vol 8, No 1 (2020): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.8.1.2020.28713

Abstract

Abstract: Musculoskeletal complaints are one of the most common health problems experienced by workers. Work-related Musculoskeletal disorders may reduce workforce productivity. This disease is caused by inconsistency between tools, humans, and work processes so often the workers do activities with awkward work posture. This study aimed to analyze the working posture and the musculoskeletal complaint of the cloves farmers in one of the villages in the district of South Minahasa. The study used analytical surveys with cross-sectional study design and the number of population taken was all members of the farmer group of 60 people. The instruments in this study are the Nordic Body Map questionnaire and the Ovako Working Posture Analysis System Assessment sheet. A statistical rank Spearman test was used to analyze the relationship between the working posture and the musculoskeletal complaint of the cloves farmers. The characteristics of the participants were mostly male within the age group of 31-50 years old. The majority of the participants have a moderate musculoskeletal complaint (68.3%). The highest complaint that the respondent felt was at the foot of (98.3%) and on the wrist (96.7%). The bivariate result shows that there were relationships between work posture and musculoskeletal complaint (p= 0.000, p = < 0.05) with the relationship level indicating moderate correlation (r = 0,590) and the direction of positive relationship. Based on the results of the research on the risk of the most working posture is at high risk (50%). This research concludes that working posture an important factor for the development of musculoskeletal complaints among Cloves farmers.Keywords: farmer, musculoskeletal, work-posture.  Abstrak: Keluhan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum ditemui pada pekerja informal. Gangguan muskuloskeletal bisa berdampak berkurangnya produktivitas tenaga kerja.  Penyakit ini disebabkan oleh karena ketidaksesuaian antara alat, manusia, dan proses kerja kerja sehingga sering kali para pekerja melakukan aktivitas dengan  postur kerja janggal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis postur kerja dan keluhan muskuloskeletal pada petani pemetik cengkih di Desa Tambelang Kabupaten Minahasa  Selatan. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan desain study cross sectional dan jumlah populasi yang diambil adalah seluruh anggota kelompok tani yang berjumlah 60 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner Nordic Body Map dan lembar penilaian Ovako Working Posture Analysis System. Analisis yang digunakan yaitu uji statistik rank spearman. Sebagian besar petani cengkeh melaporkan mengalami keluhan Muskuloskeletal yang sedang (68,3%). Keluhan tertinggi yang dirasakan responden ada pada bagian kaki yaitu 98,3% dan keluhan kedua tertinggi ada pada bagian pergelangan tangan yaitu 96,7%. Hasil analisis bivariate menemukan bahwa terdapat hubungan antara postur kerja dan keluhan muskuloskeletal (p= 0,000, p=<0,05) dengan tingkat hubungan menunjukkan korelasi sedang (r=0,590) dan arah hubungan positif. Berdasarkan hasil penelitian risiko postur kerja terbanyak ada pada  risiko tinggi yaitu 50%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu postur kerja merupakan faktor yang penting  yang dapat menyebabkan keluhan muskuloskeletal pada petani pemetik cengkih.Kata Kunci: petani, muskuloskeletal, postur kerja.
Hubungan Penggunaan Gawai dan Gangguan Visus Pada Siswa SMA Negeri 1 Kawangkoan Sumakul, Juschella J.; Marunduh, Sylvia R.; Doda, Diana V. D.
eBiomedik Vol 8, No 1 (2020): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.8.1.2020.27140

Abstract

Abstract: One of technological advances today is the presence of gadgets. Visual acuity is the ability of the eye to distinguish very specific parts of an object or a surface. At school-aged children, visual acuity disorder is one of the problems that can cause difficulties in carrying out various daily activities, especially studying. This study was aimed to determine the correlation between gadget usage and visual acuity disorders among students of SMA Negeri 1 Kawangkoan. This was a quantitative and analytical descriptive study using a cross sectional design that was performed on 184 students of SMA Negeri 1 Kawangkoan. Data were analyzed by using the chi-square correlation test. The results showed that of 184 respondents, there were 71 students with visual acuity disorders. The chi-square test obtained p-values of <0.05 for the relationships between time length (p=0.012), duration per day (p=0.028) and distance of gadget usage (p=0,008) and visual acuity disorder. Moreover, the chi-square test obtained a p-value of >0.05 for the relationships between position of gadget usage and visual acuity disorder (p=0.329). In conclusion, among students of SMA Negeri 1 Kawangkoan, there were significant relationships between time length, duration, and distance of using gadget and visual acuity disorder. Albeit, there was no significant relationship between possition of using gadget and visual acuity disorder.Keywords: gadget usage, visual acuity disorder. Abstrak: Salah satu bentuk kemajuan teknologi saat ini yaitu adanya gawai atau gadget. Visus atau ketajaman penglihatan adalah kemampuan mata dalam membedakan bagian-bagian yang sangat spesifik baik objek atau suatu permukaan. Pada anak usia sekolah, gangguan visus merupakan salah satu masalah yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, terutama proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gawai dan gangguan visus pada siswa di SMA Negeri 1 Kawangkoan. Jenis penelitian ialah kuantitatif dan deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan terhadap 184 siswa di SMA Negeri 1 Kawangkoan. Uji statistik yang digunakan ialah uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 184 responden, terdapat 71 siswa (39%) yang mengalami gangguan visus. Hasil uji chi-square mendapatkan nilai p<0,05 pada hubungan antara lama penggunaan (p=0,012), durasi penggunaan per hari (p=0,028) dan jarak penggunaan gawai (p=0,008) dengan gangguan visus. Selain itu, nilai p>0,05 untuk hubungan posisi penggunaan gawai dengan gangguan visus (p=0,329). Simpulan penelitian ini ialah pada siswa di SMA Negeri 1 Kawangkoan terdapat hubungan bermakna antara lama penggunaan, durasi penggunaan, dan jarak penggunaan gawai dengan gangguan visus namun tidak terdapat hubungan bermakna antara posisi penggunaan gawai dengan gangguan visus.Kata kunci: penggunaan gawai, gangguan visus
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN TINDAKAN TIDAK AMAN DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA KELOMPOK NELAYAN DI DESA TAMBALA Terok, Yunifi C.; Doda, Diana V.D.; Adam, Hilman
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan seseorang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Kurangnya pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja akan membentuk terjadinya tindakan tidak aman yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dan tindakan tidak aman dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan di Desa Tambala. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan study cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah semua tenaga kerja yang bekerja sebagai nelayan Cakalang yang masing-masing kelompok berjumlah 10 orang sehingga total populasi berjumlah 60 orang. Sampel penelitian ini adalah seluruh anggota kelompok nelayan yang berjumlah 60 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu uji Fisher’s Exact. Hasil yang didapatkan terdapat hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan (p=0,043), terdapat hubungan antara tindakan tidak aman dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan (p=0,021). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan di Desa Tambala, terdapat hubungan antara tindakan tidak aman dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan di Desa Tambala. Kata Kunci : Pengetahuan, Tindakan Tidak Aman, Kecelakaan Kerja ABSTRACTOne's knowledge is crucial in shaping one's actions. Lack of knowledge about occupational safety and health will form the occurrence of unsafe actions that can result in a work accident. The study aims to find out the relationship between knowledge about occupational safety and health and unsafe actions with the incidence of occupational accidents on fishing groups in Tambala village. This research is a research analytical survey using the study cross-sectional plan (cut latitude). The population in this study is all workers who work as fishermen Cakalang each group amounting to 10 people so that the total population amounted to 60 people. The research samples were all members of the group of 60 fishermen. This research instrument uses questionnaires. The analysis used is the Fisher's Exact test. The results of which there is a relationship between knowledge about occupational safety and health with the incidence of the occupational accident on the group of fishermen (P = 0,043), there is a relationship between unsafe actions with the incidence of occupational accident in the group Fisherman (P = 0,021). This research concludes that there is a relationship between knowledge about occupational safety and health with the incidence of the occupational accident on fishermen group in Tambala village, there is a link between unsafe action and accident incident Fishing group in Tambala village. Keywords: Knowledge, Unsafe Actions, Work Accident
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA, PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT DI TEMPAT PELELANGAN IKAN Londok, Nirwana V.J; Doda, Diana V.D; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan yang sering dialami para pekerja masih dalam kategori ringan dan tidak fatal tetapi hal ini tetap menjadii perhatian bagi pengwas di tempat pelelangan ikan. Berdasarkan hasil penelitian yng dilakukan, menunjukkan bahwa sebanyak 82 responden (82,0%) yang pernah mengalami kecelakaan kerja dan sebanyak 18 responden (18,0%) yang tidk pernah mengalami kecelakaan kerja. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran dlam menerapkan keselamatan kerja juga tentunya bisa berpengaruh pada produktifitas kerja jika penerapan tersebut tidak dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antarra beban kerja, pengetahuan tentang kesehatasn dan keselamatan kerja dngan kejadian kecelakaan kerja pada tenaga kerja bongkar muat di Tempat Pelelangan Ikan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian survey analitik dengan desain study cross sectional dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 responden dngan menggunakan metode accidental sampling. Instrumen dlam penelitian ini menggunakan lembar penilaian metode Ovako Working Posture Analysis System dan kuesioner. Analisis yng digunakan yaitu uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil analisis yng di dapatkan yaitu terdapat hubungan antara beban kerja dengan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,035), dan terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,003). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja dan terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja. Kata Kunci: Beban Kerja, Pengetahuan Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kejadian Kecelakaan Kerja ABSTRACTThe frequent accidents are still in light and not fatal categories but this remains a concern for supervisors at the fish auction site. Based on the results of the study, showed that as many as 82 respondents (82.0%) who have experienced a working accident and as many as 18 respondents (18.0%) who has never experienced a working accident. This is because the lack of awareness in implementing occupational safety can also have an effect on the work productivity if the implementation is not carried out optimally. This research aims to analyse the relationship between workload, knowledge about occupational health and safety with the incidence of occupational accident on unloading labor at the place of the fish auction in Manado city. This type of research uses analytical survey research with cross sectional study design and number of samples taken as many as 100 respondents using accidental sampling method. The instruments in this study used the Ovako Working Posture Analysis System Method Assessment sheet and questionnaire. The analysis used is a statistical test using Chi Square. The results of the analysis is that there is a link between workloads with occupational accident events (p = 0,035), and there is a relationship between knowledge of occupational health and safety with the incidence of occupational accident (p = 0.003). The conclusion of this research is that there is a relationship between knowledge about occupational health and safety with the incidence of occupational accident and there is a relationship between knowledge about occupational health and safety with accident events Work. Keywords: Workload, knowledge of occupational health and safety, occupational accident
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Adam, Hilman Alexander S. L. Bolang Angelia, Anggi Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Arnold, Jhierren K. T. Arthur E. Mongan Asep Rahman Asriffudin, Afnal Asterlita Ryane Wenas B H. R. Kairupan Bambang Setiawan Batara, Graysela O. Budi T. Ratag Budi Tarmady Ratag Cambu, Dominikus Chlaudia Christinia Wua Christin Andolo Damajanty H. C. Pangemanan Damayanti, Niwayan Ayu Damopoli, R.F Danes, Vennetia Ryckerens Darea, Andrew Christy Darmawan, Arondino P. Dhea Cristina Josefien Botto Elvin A. Herlambang, Elvin A. Erawati, Yanti Erwin Adams Pangkahila Erwin Kristanto Essa, Artika L. Freddy W. Wagey Frico Talumewo Gita Lara Br. Ginting, Tabitha Grace D. Kandou Grace Ester Caroline Korompis Grace Korompis Gumunggilung, Della Harsali F. Lampus Hedison Polii Herlina I. S. Wungouw Hery Widijanto I. S. Wungouw, Herlina Ibur, Chikita Amanda Iramaya R. Sumayku James Komaling Jehosua S.V. Sinolungan Jehosua Sinolungan Jimmy Posangi Jonesius Eden Manopo Jootje M. L. Umboh Juliatri Juliatri Junita E. Katihokang Kairupan, Felly Aprilia Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Karundeng, Intan Kevin A. G. Mandak Kolibu, Febi K. Lasarus, Loritma Lauden, Natalia Leyvita Husin Lisay, Evanli Ken Risky Londok, Nirwana V.J Lumantow, Marfil Lydia E. N. Tendean Maino, Irny Evita Malonda, Nancy S. Malonda, Nancy S.H Mambu, Gloria Christy Manampiring, A.E Mantjoro, Eva M. Mantow, Nasrania Indah Trinity Maramis, Marchela Debora Margareth Sapulete Maria A.N.M. Kumambong Martha Marie Kaseke Masi, Gresty N.M Mekel, Thiessia Lady Miftahul Huda Mokodompit, Rafika Momongan, Gishela S. Mondoringin, Lidya H. M. Moningka, Prezyllia Ulfrida Naue, Sitti H. Nelwan, Ester Jeini Ngantung, Edwin J. Nova Hellen Kapantow Oddi R Pinontoan Odi Roni Pinontoan Palandeng, Ora Et Labora I. Pandelaki, Yordan Dharmaputra Pandey, Blandina E. Pangalila, Cheisy M. Pasang, Melini T. I. Paul Y. Limuria, Paul Y. Petersen Jecson Pissu, Reza Rahayu H. Akili, Rahayu H. Renatta M. Nelwan Rianna J Sumampouw Richard Kowel, Richard Ricky C. Sondakh Rivelino Spener Hamel Rizald M. Rompas Rompas, Rizald M. Roring, Amanda Rorintulus, Shergina Junika Rumampuk, Hizkia Sajow, Ireine J.M. Sandy Giano Tani Sanggelorang, Sweetly Sapulete, Ivony M. Sefti Rompas Sekeon, Sekplin A.S. Senduk, Madeleine N. W. Septia, Nindirah Soeratinoyo, Dewi K. Sri Seprianto Maddusa Sumakul, Juschella J. Sumanti, Kevin Marvil Sumarsono Sumarsono Suoth, Lery F. Suwuh, Rendy Sylvia R. Marunduh Tahulending, Jane M. F. Tandaju, Dita A. Tangkudung, Yesika Merzy Indah Tanriono, Yelvina Tatuil, Titania R.G Terok, Yunifi C. Tubagus, Ade P. Tuda, Joseft Sem Berth Tumiwa, Veijenia Irene Tuti Orangbio Tuwing, Sriyati Felly Veronica Waleleng Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Warouw, Finny Wasty, Inge Welong S. Surya Welong S. Surya Wulan P.J. Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang Wungow, Herlina I. S. Yanty Haumahu, Yanty Yunus, Shalsabilla