Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA Yusdarina Yusdarina; Syamsuriana Basri
Karst : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DAN TERAPANNYA Vol 3 No 2 (2020): Karst: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/karst.v3i2.770

Abstract

Abstrak : Penelitian ini merupakan penelitan tindakan kelas yang dilakukan pada kelas X SMK Muhammadiyah Bungoro. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa Penerapan pendekatan kontestual berbantuan media pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep fisika siswa. Analisis minat belajar yang dilakukan diperoleh hasil bahwa sebelum dilakukan tindakan kategori minat siswa cukup berminat dan setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan Siklus II minat belajar siswa naik menjadi kategori Berminat . Pemahaman konsep siswa sebelum dilakukan tindakan masih tergolong rendah, setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai daya serap klasikal siswa menjadi mengalami peningkatan. Penilitian ini berhasil meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep fisika siswa kelas X. Hasil respon siswa terhadap pembelajaran pada siklus I dan II siswa merasa senang dengan diterapkannya pendekatan kontekstual berbantuan media pembelajaran.
PEMBERDAYAAN PETANI AREN DI DESA TOMPOBULU KECAMATAN TOMPOBULU DALAM PEMBUATAN GULA MERAH MENJADI KOMODITAS USAHA DI ERA DIGITAL Syamsuriana Basri; Radiah Radiah; Anita M
JPMA - Jurnal Pengabdian Masyarakat As-Salam Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat As-Salam (JPMA)
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.973 KB) | DOI: 10.37249/jpma.v2i1.329

Abstract

Desa Tompobulu merupakan desa yang terletak di kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Desa Tompobulu yaitu salah satu desa penghasil gula merah dengan potensi aren yang cukup tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman petani aren dalam proses pengemasan dan pemasaran produk dengan menggunakan teknologi digital. Peserta pada kegiatan ini terdiri atas 3 kelompok petani aren yang masing-masing setiap kelompok petani aren beranggotakan 4 orang. Hasil dari pelatihan yang diperoleh yaitu 1) peningkatan pengetahuan dari petani aren  yang diperoleh dari hasil kuesioner oleh  peserta kegiatan sebagai responden diperoleh persentasi sebesar 61,11% dengan rata-rata persentasi pretest sebesar 31,67% dan posttest 97,78%. 2) menghasilkan produk gula merah berbagai bentuk seperti persegi panjang, bunga dan setengah lingkaran dengan kemasan yang menarik, serta produk tambahan yang dihasilkan dari kegiatan ini, yaitu produk tenteng (gula kacang), gula semut, dan gula merah cair, 3) pemasaran produk dilakukan  melalui media sosial Facebook, Whatshapp, Instagram, Blog dan/atau Website secara online (Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Tokko)  dan Pasar-Pasar Tradisional.
The Relationship between Teacher Performance and Interests with Physics Learning Outcomes in Students at State Senior High Schools in Maros Regency Syamsuriana Basri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 18 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.777 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7155471

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mendapatkan gambaran tentang kinerja guru fisika, minat belajar, dan hasil belajar fisika peserta didik kelas XI SMA Negeri se-Kabupaten Maros, (2) mengetahui hubungan antara kinerka guru fisika dengan hasil belajar fisika peserta didik kelas XI SMA Negeri se-Kabupaten Maros, (3) mengetahui hubungan antara minat belajar fisika dengan hasil belajar fisika peserta didik kelas XI SMA Negeri se-Kabupaten Maros, (4) mengetahui hubungan antara kinerja guru fisika, dan minat belajar fisika dengan hasil belajar fisika peserta didik kelas XI SMA Negeri se-Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto yang bersifat korelasional dengan ukuran populasi 1199 orang dan ukuran sampel 310 orang. Teknik penarikan sampel adalah area proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial Data dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi bantuan fasilitas IBM SPSS Statistic 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kinerja guru berdasarkan persepsi peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Maros secara umum berada pada kategori tinggi, (2) minat belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Maros secara umum berada pada kategori tinggi, (3) hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Maros berada pada kategori sedang, (4) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kinerja guru fisika dengan hasil belajar fisika pada peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Maros (5) terdapat hubungan positif yang signifikan antara minat belajar fisika dengan hasil belajar fisika pada peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Maros (6) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kinerja guru fisika, minat belajar fisika dengan hasil belajar fisika pada peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Maros.
PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DITINJAU DARI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Nur Amaliah Akhmad; St. Humaerah Syarif; Syamsuriana Basri
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 5, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v5i3.9619

Abstract

Abstrak: Pendidikan multikultural sudah sangat luas di gaungkan apalagi Indonesia sebagai negara Bhineka Tunggal Ika. Penguatan pendidikan multikultural menjadi konteks yang sangat relevan dalam mengatasi krisis moral yang saat ini menjadi bagian masalah di negra kita. Krisis moral menjadi hal yang menghawatirkan dan bisa melibatkan anak-anak kita dimasa akan datang. Pendidikan IPA sebagai mata pelajaran ilmu alam menjadi salah satu pembelajaran yang mempu menguatkan perbedaan antara peserta didik disekolah melalu berbagai cara. Cara-cara yang umum dilakukan pembelajaran IPA untuk menguatkan perbedaan yakni melalui proses diskusi, praktikum maupun karyawisata alam. Tujuan penelitian ini adalah sebagai salah satu referensi guru IPA dalam meningkatkan pembelajaran yang mampu mempersatukan anak didik dalam perbedaan di kelas.  Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dari berbagai jurnal dan buku yang mengkaji pendidikan multicultural dalam pembelajaran IPA. Abstract:  Multicultural education has been widely promoted, especially since Indonesia is a country of Unity in Diversity. Strengthening multicultural education is a very relevant context in overcoming the moral crisis that is currently part of the problem in our country. The moral crisis is a worrying thing and can involve our children in the future. Science education as a natural science subject is one of the lessons that can strengthen the differences between students at school in various ways. The common ways in which science learning is carried out to support differences are through the process of discussion, practicum, and nature field trips. This study aims to serve as a science teacher's reference in improving learning that can unite students with class differences. The research method used is a literature review from various journals and books that examine multicultural education in science learning.
The Effectiveness of the Complete Sentence Learning Method with Giving Questions and Getting Answers on Students' Physics Learning Outcomes of SMPN 1 Sampaga Imam Permana; Fitriani Kadir; muh Subhan; I Gede Purwana Edi Saputra; Syamsuriana Basri
KONSTAN - JURNAL FISIKA DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7 No 02 (2022): KONSTAN (Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/konstan.v7i02.214

Abstract

This study aims to determine the increase in physics learning outcomes after combining the Complete Sentence learning method with Giving Questions and Getting Answers to class VIII students of SMPN 1 Sampaga Kab. Mamuju. This type of research is Pre-Experimental Design with One-Group Pretest-Postest Design. The population of this study was all class VIII students of SMPN 1 Sampaga for the 2019/2020 academic year. The sample was determined using the Simple Random Sampling technique. The research instrument used was the learning achievement test instrument and student observation. The data analysis technique used is descriptive and inferential statistical data analysis. The results of the study of student learning outcomes data before using the combination of the Complete Sentence learning method with Giving Questions and Getting Answers reached an average value of 40.18. The Ministry of Education and Culture guidelines regarding the category of students' cognitive outcomes show the most significant percentage in the low sort, which is equal to 60.71%. Combining the Complete Sentence learning method with Giving Questions and Getting Answers achieves an average score of 75.54. The Ministry of Education and Culture guidelines regarding the categories of students' cognitive outcomes, which show the most significant percentage, are established in the high class, which is equal to 50.00%. The results of hypothesis testing using the t-test, H0 is rejected, and Ha is accepted. This study concludes that this learning method effectively improves student learning outcomes in Work and energy. This research implies that applying a combination of the Complete Sentence learning method with Giving Questions and Getting Answers deserves to be considered a physics learning method in improving learning outcomes.
Environmental Conservation Education in the Qur’an Perspective Syamsuriana Basri; Rahmi Damis; Mardan
EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal) Vol. 11 No. 1 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Tarbiyah Departement collaboration with AMCA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54956/edukasi.v11i1.349

Abstract

This study aims to describe an overview of the concept of environmental conservation in the Koran, the urgency and conservation efforts in the Qur’an. This study uses a qualitative-descriptive research method with library research techniques. The results of the study show that environmental preservation in the Qur'an, which teaches us always to protect the environment, is contained in several verses, including QS Ar-Rum: 41-42 about Prohibition of Making Damage on Earth, QS Al A'raf: 56-58 about Caring for the environment. and QS Al-Baqarah (2): 60 about Allah providing sustenance to all humans and forbidding humans to make mischief on this earth. Then the urgency of environmental preservation, according to the Qur'an, is explained that the environment is nature where humans are in it must be preserved. This is based on human dependence on nature, and everything is created in balance, everything in nature is for the benefit of humans and nature as a source of sustenance and the efforts recommended by the Qur'an in preserving the surrounding environment, among others; planting trees for reforestation, managing dead and vacant land, keeping the environment clean and avoiding destruction and maintaining the balance of nature.  
EFEKTIVITAS ALAT PERAGA BERBASIS LINGKUNGAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X DI SMAN 11 MAROS Radiah Radiah; Syamsuriana Basri; yusdarina yusdarina
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 6, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian Pre-Experimental Design yang bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran pemahaman konsep kacamata peserta didik kelas X di SMA Negeri 11 Maros, (2) Untuk mengetahui adanya peningkatan pemahaman konsep kacamata peserta didik dengan menggunakan alat peraga berbasis lingkungan pada kelas X di SMA Negeri 11 Maros. Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelas X MIPA 1 semester genap 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan 5 kali pertemuan dan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes pilihan ganda yang telah diuji validitasnya. Data hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan IBM SPSS Versi 24. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) gambaran pemahaman konsep kacamata dari peserta didik kelas X di SMA Negeri 11 Maros berada pada kategori tinggi dengan jumlah pesrta didik 30, (2) peningkatan pemahaman peserta didik dilihat dari hasil pretest dengan nilai rata-rata 21,71 dan nilai rata-rata posttest 64,86. Demikian perbedaan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan menggunakan alat peraga kacamata berbasis lingkungan pada peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 11 Maros.
THE DEVELOPMENT OF ISLAMIC HIGHER EDUCATION IN INDONESIA Syamsuriana Basri; Usman Usman; Muhammad Shabir U
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 14 No 2 (2023): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v14i2.2424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah pertumbuhan perguruan tinggi Islam. Selain itu peneliti ingin mengetahui pengembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan teknik studi kepustakaan (library research). Dalam mengumpulkan data dilakukan studi literature dilakukan dengan mengkaji berbagai referensi yang relevan seperti buku, jurnal dan internet sebagai sumber utama serta ilmiah lainnya sumber yang berkaitan dengan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia. Data tersebut kemudian dianalisis, ditinjau, dan didiskusikan dengan teori yang relevan dan akhirnya kesimpulan ditarik dengan membandingkan berbagai pendapat ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perguruan tinggi Islam di Indonesia didirikan pada tanggal 10 April 1946 di Jogjakarta dengan nama Sekolah Tinggi Islam (STI), pada bulan November 1947, STI berkembang menjadi universitas bernama Universitas Islam Indonesia, yang mengoperasikan empat fakultas, termasuk agama dan PTAIN telah berkembang menjadi 52 PTAIN diantaranya terdiri dari 6 UIN, 15 IAIN dan 31 STAIN. Kemudian perkembangan PTAI berdampak besar terhadap pergerakan politik, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya. dikalangan umat Islam Indonesia dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Sekolah Berbasis Salafi Syamsuriana Basri; Andi Aderus; Muhammad Amri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 11 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8091144

Abstract

This study aims to describe an overview of religious understanding among salafi circles and the problems (pros and cons) of the salafi movement in Indonesia and the development of salafi manhaj schools. This study used a qualitative-descriptive research method with library research techniques. The results of the study show that salafists follow and adhere to the Qur'ân and Sunnah, leave bid'ah, monotheism, demand useful knowledge, at-Tashfiyah and at-tarbiyah, refuse party and stagnation in schools of thought and revive true Islamic thought. based on the Qur'an, sunnah and the actions of as-salaf ash-shâlih. Salafi preachers always call for obedience to the government, among the principles of Ahlus Sunnah wal Jama'ah is the obligation to obey Muslim leaders as long as they do not order them to commit disobedience, even though they commit wrongdoing. Because obeying them is included in obedience to Allah, and obedience to Allah Subhanahu wa Ta'ala is mandatory. The solution for the actions of the movement of individuals who label themselves as salafi has caused uproar, including the government to communicate in order to minimize friction, foster a feeling of mutual respect and respect for existing differences, tools and legal certainty, and encourage the public to report the perpetrators of actions that are troubling the public to the party. authorities, the government is also expected to be a neutral judge by enforcing applicable rules and taking firm action against those who are proven to have created truth and chaos in society, religious leaders and community leaders are expected to be pro-active in dealing with various groups deemed being a trigger for problems in religious communities, being a good mediator and listener when conflicts occur between religious groups, instead of being provoked and taking sides with one of the groups and religious leaders akwah and include information on lessons at school. Then the salafi school is an effort to "purify Islam" through adherence to the concept of returning "Authentic Islam" which is part of the transnational Islamic movement
Edukasi Perancangan Media Pembelajaran Bebasis Android Yusdarina - -; Syamsuriana Basri; Agussalim Agussalim
Pangulu Abdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Pangulu Abdi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PPM LP2M UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/pangabdi.v2i2.34787

Abstract

This service focuses on research on designing educational media based on Android applications, one of the alternative media that is developing in this era of information openness and in accordance with the increasing circulation of smartphones. The implementation of Community Service aims to educate subject teachers, especially at SMK Muhammadiyah Bungoro, in making or designing Android-based learning media. This service activity is carried out through several stages consisting of stages 1) determining the needs of partners which include observation, grouping, and Determining the Implementation of Activities, Stage 2) education and Assistance and Stage 3) Evaluation. With this service activity, teachers become more technologically literate, add variety to learning, and create innovative learning and attract students' interest in learning. The use of technology in learning will make it easier for teachers to convey material because now technology is no longer new to students, they are already familiar and proficient in using technology. Through this service activity the participants were able to design android-based learning media so that their pedagogical abilities increased.