Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Penggunaan Metode PCR dalam Mendeteksi S. scabiei var. hominis Elva Miryani; Gita Dwi Prasasty; Dwi Handayani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53303

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit akibat infestasi Sarcoptes scabiei yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Deteksi dini yang akurat sangat penting untuk mencegah penularan dan komplikasi. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan metode diagnostik molekuler yang berpotensi tinggi mendeteksi tungau skabies. Penelitian ini merupakan kajian literatur sistematik untuk mengevaluasi berbagai metode PCR, diantaranya konvensional, real time (RT), nested, dan multiplex dalam mendeteksi tungau skabies. Literatur diperoleh dari Google Scholar, ClinicalKey, Scopus dan PubMed dengan kata kunci “PCR and Scabies”, dibatasi pada artikel berbahasa Indonesia dan Inggris tahun 2015–2025. Hasil menunjukkan bahwa RT-PCR dan Nested PCR memiliki sensitivitas dan spesifisitas paling tinggi, masing-masing mencapai hingga 95% dan >90%. Gen target yang digunakan bervariasi, antara lain gen mitokondria 16S, ITS2, dan cox1. Sampel umumnya berasal dari kulit lesi, dengan sebagian menggunakan swab kering. Kesimpulannya, RT-PCR dan Nested PCR merupakan metode PCR paling potensial untuk deteksi skabies secara akurat, bahkan dengan material tungau yang rendah. Metode PCR bermanfaat dalam konteks surveilans endemis dan memfasilitasi pengobatan secara dini untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.,. Diperlukan penelitian berskala besar serta pengembangan primer dan protokol PCR yang tepat dan sederhana untuk meningkatkan efektivitas diagnosis skabies.
Situasi Terkini Mutasi Knockdown Resistance (KDR) Aedes aegypti Terhadap Insektisida Piretroid di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur Susilawati, Iwel; Dalilah, Dalilah; Prasasty, Gita Dwi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55478

Abstract

Resistensi insektisida piretroid pada nyamuk Aedes aegypti, vektor utama demam berdarah dengue, menjadi masalah kesehatan global, terutama di Indonesia. Insektisida piretroid masih menjadi pilihan pengendalian demam berdarah dengue . Ketergantungan terhadap insektisida piretroid menyebabkan mutasi knockdown resistance pada nyamuk Aedes aegypti. Literatur review ini bertujuan mengkaji distribusi mutasi knockdown resistance, mekanisme, dampak resistensi, strategi pengendalian vektor alternatif dan manajemen resistensi insektisida di Indonesia. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik seperti PubMed, Google Scholar dan ResearchGate yang dipublikasikan dalam dalam rentang waktu 2018-2024. Penelusuran artikel difokuskan pada mutasi knockdown resistance pada nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida piretroid. Ditemukan sebanyak 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan resistensi piretroid tersebar luas di Indonesia dengan mekanisme mutasi knockdown resistance pada gen voltage gated sodium channel terutama mutasi pada titik V1016G, S989P dan F1534C. Dampak resistensi mencakup penurunan efektivitas pengendalian vektor dan potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue. Strategi pengendalian alternatif meliputi pengurangan sumber perkembangbiakan, pengelolaan lingkungan, perlindungan pribadi, penggunaan agen biologis dan penggunaan ovitrap. Manajemen resistensi insektisida, seperti yang dipromosikan oleh Insecticide Resistance Action Committee melalui klasifikasi mode of action. Pendekatan pengendalian vektor terpadu sangat penting untuk menjaga efektivitas pengendalian vektor dan mengurangi beban penyakit demam berdarah dengue.
Pengaruh Kondisi Fisik dan Kimia Air dengan Jumlah Larva Nyamuk pada Tempat Penampungan Air Handayani, Dwi; Putri, Yolanda Delia; Dalilah, Dalilah; Susilawati, Susilawati; Prasasty, Gita Dwi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.12613

Abstract

Nyamuk merupakan vektor berbagai penyakit menular seperti demam berdarah dengue, malaria, dan filariasis. Perkembangbiakan nyamuk sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan terutama faktor fisik dan kimia air pada Tempat Penampungan Air (TPA) yang berpotensi menjadi habitat larva. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi fisik dan kimia air dengan jumlah larva nyamuk di kawasan salah satu taman wisata Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian mencakup seluruh TPA alami maupun buatan yang ditemukan di area dalam dan luar ruangan serta larva yang ditemukan didalamnya. Parameter fisik dan kimia air yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, dan total dissolved solids (TDS). Identifikasi larva dilakukan secara mikroskopis untuk menentukan genus nyamuk. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Penelitian ini menemukan 7 TPA, terdiri atas 4 TPA dalam ruangan (57,14%) dan 3 TPA luar ruangan (42,86%). Hanya dua kolam yang positif terdapat larva dengan total 13 ekor, seluruhnya termasuk genus Culex. Rata-rata suhu air 30,29℃, pH 7,9, salinitas 0,11‰, dan TDS 57,14 ppm. Nilai korelasi menunjukkan bahwa pH (r=0,858; p=0,014) dan salinitas (r=0,764; p=0,046) berhubungan signifikan dengan jumlah larva nyamuk, sedangkan suhu (p=0,113) dan TDS (p=0,740) tidak signifikan. Indeks larva menunjukkan ABJ 100%, HI 0%, dan CI 0%, menandakan area penelitian bebas jentik Aedes sp. Secara umum, lingkungan penelitian tergolong bebas jentik Aedes dan memiliki kepadatan larva yang rendah.
Comparison of Fluconazole with Oral Probiotic and Fluconazole in the Treatment of Vulvovaginal Candidiasis : A Systematic Review And Meta-Analysis Of RCT Studies Purnama, Intan; Susilawati, Susilawati; Prasasty, Gita Dwi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11214

Abstract

Vulvovaginal candidiasis, a common fungal infection that affects up to 75% of women at least once in their lifetime. With increasing resistance to azole antifungals, such as fluconazole, due to factors such as gene efflux pumps, alternative treatments are needed. Probiotics, specifically Lactobacillus species, have emerged as a promising option due to their ability to inhibit Candida albicans and modulate the host immune response. This study analyzed data from randomized controlled trials. We collected data from articles comparing probiotics with fluconazole therapy and fluconazole alone with or without placebo in patients with vulvovaginal candidiasis published between 2009 and 2024. We obtained articles from scientific databases such as Scopus, Pubmed, ScienceDirect, Clinical Key, JSTOR and Google Scholar based on inclusion criteria. Data analysis was performed using Review Manager Version 5.4.1. The results showed that probiotics significantly reduced symptoms of vaginal discharge (OR value = 0.14 (0.07,0.29), 95% CI) and improved culture test results (OR value = 0.33 (0.17,0.63), 95% CI), indicating potential benefits in improving vaginal microbiota balance and preventing recurrent infections. However, probiotics did not significantly relieve other symptoms, such as itching (OR value = 0.67 (0.27,1.61), 95% CI), irritation (OR value = 0.56 (0.25,1.24), 95% CI), and dyspareunia (OR value = 0.91 (0.34,2.43), 95% CI). For individuals with vulvar candidiasis who are unresponsive to fluconazole therapy, probiotic drugs can be given as additional therapy
Co-Authors Ade Suryaman Ade Suryaman Adil, Mahvira Chow Liana Herman Afiat Berbudi Ahmad Ghiffari Ahmad Giffari Andriani, R.A. Linda Andyra Priandhana Anwar, Chairil Ardesy Melizah Kurniati Argentina, Fiva aryani, Inda astri Aseptianova Aseptianova Ayu Shavira, Febriana Az Zahra, Zaviera Azhari, Dalilah Bagus Dwi Prasetyo Banun, Syahri Bella Puspita Aziatri Bintang Fajarullah Brigitta, Cantika Chairil Anwar Chairil Anwar Chairil Anwar Daffa Rafid Yunanda Dalilah Dalilah Dalilah Dalilah Dalillah Dalillah Dalillah Dalillah Debby Handayati Harahap Desi Oktariana Dwi Budi Santoso Dwi Handayani Dwi Handayani Dwi Handayani Ella Amalia, Ella Elva Miryani Eny Rahmawati, Eny Eskalatin, Khaira Evi Lusiana Fadhlu Ridho, Muhammad Fadilatunnisa, Nur Fadjar Siddiq Hidayatullah Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Febriana Ayu Shavira Fitrianti Fitrianti, Fitrianti Hafizzanovian, Hafizzanovian Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Inda Astri Aryani Indri Seta Septadina Irnanda, Andi Irsan Saleh Izzulhaq, Muhammad Agung Jayawarsa, A.A. Ketut Khairani, Attina Kristalia, Mareska Reggina Lasbudi P Ambarita Lestari, Alin Puja Dewi Lorenza, Geofanny Luthfiah, Qonita Mahvira Chow Liana Herman Adil Maria Sidabutar, Carolina Martadiansyah, Abarham Miftahurrizqiyah Miftahurrizqiyah Miftahurrizqiyah Muhaimin Ramdja Muhamad Ayus Astoni Muhammad Baharul Iman Muhammad Irsan Saleh Muhammad Reagan Muhammad, Fadhil Nahrani, Ulya NauE, Dian Adhe Bianggo Nita Parisa Nopriyati Nopriyati, Nopriyati Nudhar, Harits Purnomo Nunuk Dyah Retno Lastuti Oktariana, Desi Oktarina, Desi pariyana, Pariyana Phelita, Alimah Phey Liana Purnama, Intan Purnomo, Abdul Harits Putri, Yolanda Delia R. A. Leni Septiana Rahadiyanto, Kemas Ya’kub Rahardiyanto, Kemas Ya’kub Rahmadona, Risa Rahman Irpan Pahlepi Rasyid, Riana Sari Puspita Rifka Purnama Sari Sabrina, Tia Shiddiq, Abdul Halim Smaradhna, Safira Sudarto Sudarto Sulfa Esi Warni Sulfa Esi Warni Sulfa Esi Warni Suprianto, Imam Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Iwel Susilawati, Susilawati Tanbisyakur, Tanbisyaskur Teguh Achadi Theodorus Theodorus Theresy, Elzabet Thia Prameswarie Tia Sabrina Tri Suciati Yuli Kurniawati Yuli Kurniawati, Yuli Zen Hafy Zuhdi, Kgs. Muhammad