Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Memengaruhi Pemanfaatan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala Kecamatan Medan Tembung Kota Medan Widiya Nisa; Rapael Ginting; Ermi Girsang
Jurnal Kesehatan Global Vol 2, No 2 (2019): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.545 KB) | DOI: 10.33085/jkg.v2i2.4252

Abstract

Insiden kanker serviks di dunia menurut WHO tahun 2015 diperkirakan sekitar 445.000 kasus baru pada tahun 2012 dengan jumlah kematian sekitar 270.000 orang. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanganan kanker serviks adalah melakukan program deteksi dini melalui metode inspeksi visual asam asetat (IVA). Menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2015, program IVA telah berjalan pada 1.986 Puskesmas di 304 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Medan Tahun 2015, Wilayah kerja Puskesmas Mandala merupakan salah satu dari lima wilayah kerja Puskesmas terendah untuk cakupan wanita usia subur yang melakukan deteksi dini kanker serviks sebanyak 69 orang dari 10.579 WUS atau hanya sekitar 0,65%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Mandala Kecamatan Medan Tembung Kota Medan tahun 2018. Jenis Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Mandala berjumlah 22.259 orang dengan jumlah sampel 50 responden dengan cara pengambilan sampel penelitian yaitu menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis univariat dengan teknik distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan rumus Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang memiliki pengaruh yaitu variabel dukungan suami/keluarga dengan nilai ρ=0,044, informasi dengan nilai ρ=0,000, dan dukungan petugas kesehatan dengan nilai ρ=0,000), sedangkan variabel yang tidak memiliki pengaruh yaitu variabel sikap dengan nilai ρ=0,086 yang artinya variabel dengan nilai p-value 0.05 memiliki hubungan dengan pemanfaatan IVA di Puskesmas Mandala. Peran  petugas  kesehatan  lebih  aktif melakukan  penyuluhan atau memberikan KIE kepada Wanita Usia Subur tentang deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Kepada petugas  IVA diharapkan untuk melakukan pendekatan secara personal kepada wanita pasangan usia subur agar mau melakukan pemeriksaan IVA.
Prevalence and Associated Factors of Hypertension Among Outpatients Boas, Richie Ray Barry; Girsang, Ermi; Ginting, Rapael; Manalu, Putranto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.394 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.412

Abstract

Hypertension is a major independent risk factor for coronary artery disease, stroke, heart failure and kidney failure. The prevalence rate of hypertension in North Sumatra is relatively high, namely 29.19%. Meanwhile, the Medan City Health Office recorded the number of hypertensive sufferers as many as 51,354 people from 2008 to 2014. A preliminary study at the Bandung Medan Hospital shows that hypertension is the 10 largest outpatient disease in 2016-2018. This study aims to determine the prevalence and risk factors for hypertension in patients referred to first-level health facilities at Bandung Hospital. This type of research is a quantitative descriptive study with a cross-sectional design. Sampling was carried out by a purposive sampling method, with the criteria being hypertensive outpatients visiting the Bandung Hospital for a month (7 November-6 December 2019). The sample size in this study was 92 people. Primary data collection was obtained through direct measurement of blood pressure and distributing questionnaires to assess risk factors using a modified WHO STEPS instrument. In measuring blood pressure, a sphygmomanometer is used and also checks medical records. The results of this study indicate that there are 65.2% of outpatients diagnosed with hypertension. Chi-square statistical test showed that body mass index (0.000) and vegetable dietary habits (0.902) influence the occurrence of hypertension. After adjusting for confounding factors, only body mass index still affected hypertension incidence (OR=5.61; 95% CI=1,686-18,659). Diet and smoking habits do not show a significant effect on risk factors for hypertension.  Abstrak: Hipertensi merupakan faktor risiko utama yang bersifat independent untuk penyakit arteri koroner, stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Angka prevalensi hipertensi di Sumatera Utara cukup tinggi yaitu sebesar 29,19%. Sementara itu Dinas Kesehatan Kota Medan mencatat jumlah penderita penyakit hipertensi sebanyak 51.354 orang sepanjang tahun 2008 sampai dengan 2014. Studi pendahuluan di Rumah Sakit Bandung Medan menunjukkan bahwa penyakit hipertensi merupakan 10 penyakit terbesar rawat jalan pada tahun 2016-2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor resiko terjadinya hipertensi pada pasien rujukan fasilitas kesehatan tingkat pertama di Rumah Sakit Bandung. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan kriteria adalah pasien rawat jalan hipertensi yang berkunjung di Rumah Sakit Bandung Medan selama sebulan (7 November–6 Desember 2019). Besar sampel pada penelitian ini sejumlah 92 orang. Pengumpulan data primer diperoleh melalui pengukuran langsung tekanan darah dan membagikan kuesioner untuk menilai faktor resiko dengan menggunakan modifikasi instrumen WHO STEPS. Dalam pengukuran tekanan darah digunakan sfigmomanometer dan juga memeriksa rekam medis. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 65.2 % pasien rawat jalan yang terdiagnosa hipertensi. Uji statistik  dengan Chi-square menunjukkan indeks masa tubuh (0,000) dan kebiasaan diet sayur (0,902) yang mempengaruhi terjadinya hipertensi. Setelah dilakukannya penyesuaian terhadap faktor-faktor perancu, hanya indeks masa tubuh yang tetap mempengaruhi kejadian hipertensi (OR=5.61; CI 95%=1.686-18.659). Pola diet dan kebiasaan merokok tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan sebagai faktor resiko hipertensi.
Patient Segmentation: An Analysis Based on Demographic Characteristics, Geography, and Patient Behavior Rapael Ginting; Chrismis Novalinda Ginting; Therry Septianto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2010

Abstract

Market segmentation is one of the strategies to understand the target market that can be controlled by the hospital so that the hospital can design the right program to maximize the health services provided to patients. This study aims to analyze hospital market segmentation based on the demographic, geographic, and behavioral characteristics of patients. This study used a descriptive survey approach involving 155 outpatients at Royal Prima Medan Hospital. Data were collected using a questionnaire consisting of closed-ended questions. Data were analyzed by calculating the proportion of patient characteristics to obtain a market segmentation picture. The results of the analysis show that majority of patients who utilize health services are female, 31-40 years old, married, college educated, work as private employees and earn between Rp. 2,500,000 to Rp. 5,000,000 per month. Majority of respondents spent less than Rp. 500,000 per month on healthcare and were from Medan City. Majority of patients take more than 60 minutes of travel time and travel more than 15 km to reach hospital. Majority of respondents showed a loyal attitude and stated that they would choose the hospital if they needed to seek treatment again and recommend health services at the hospital to others.Abstrak: Segmentasi pasar menjadi salah satu strategi untuk memahami pasar sasaran yang bisa dikuasai oleh rumah sakit,  sehingga rumah sakit dapat merancang program yang tepat dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien. Studi ini bertujuan untuk menganalisis segmentasi pasar rumah sakit berdasarkan karakteristik demografi, geografi, dan perilaku pasien. Studi ini menggunakan pendekatan survey descriptive yang melibatkan sebanyak 155 pasien rawat jalan di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari pertanyaantertutup. Data dianalisis dengan menghitung proporsi karakteristik pasien sehingga diperoleh gambaran segmentasi pasar. Hasil analisis menunjukkan mayoritas pasien yang memanfaatkan layanan kesehatan adalah berjenis kelamin perempuan, berusia 31-40 tahun, sudah menikah, berpendidikan perguruan tinggi, bekerja sebagai pegawai swasta, dan berpenghasilan antara Rp. 2.500.000 hingga Rp. 5.000.000 per bulan. Mayoritas responden mengeluarkan biaya kesehatan kurang dari Rp. 500.000 per bulan dan berasal dari Kota Medan. Mayoritas pasien membutuhkan waktu perjalanan lebih dari 60 menit dan menempuh jarak lebih dari 15 km untuk mencapai Rumah Sakit Royal Prima Medan. Mayoritas responden menunjukkan sikap loyal dan menyatakan akan memilih rumah sakit tersebut jika perlu berobat kembali dan merekomendasikan jasa pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut kepada orang lain. Informasi ini dapat membantu penyedia layanan kesehatan dalam menyusun strategi layanan yang lebih efektif.
Inhibitory ability of robusta coffee bean extract against Staphylococcus epidermidis Lister, Clarissa; Ginting, Rapael; Panggabean, Endah Ansylla; Tarigan, Ermilia Laurensya
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 3 No. 1 (2024): March
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v3i1.5710

Abstract

Background: Treatment of infections generally uses chemical antibiotics, but chemical antibiotics have effects such as increasing toxicity to the body. The solution to overcome this problem is to use antibiotics from natural ingredients, such as coffee. Objective: This study aims to determine the effectiveness of robusta coffee bean extract (Coffea canephora) in inhibit the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria. Methods: This research is an experimental study with a post test only control group design. There were 10 groups in this study, namely 2 control groups and 8 treatment groups. The technique used is disc diffusion to see the role of robusta coffee bean ethanol extract in inhibiting the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria. The data was analyzed using the Mann-Whitney test to determine the difference between treatments. Results: The results of the Mann-Whitney test showed that there were differences in the average inhibition zone of Robusta coffee bean extract and the inhibitory power at each concentration (p<0.05). The concentration that has the highest inhibition is the concentration of 500 mg/ml. Conclusion: It can be said that there is an effectiveness of robusta coffee bean extract in reducing Staphylococcus epidermidis bacteria because the specified concentration inhibition zone is obtained.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada lansia di Puskesmas Darussalam Medan Ginting, Rapael; Hutagalung, Priscilla Grace J; Hartono, Hartono; Manalu, Putranto
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 2 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v2i2.972

Abstract

Penyakit hipertensi dan diabetes melitus termasuk penyakit terbanyak pada kelompok lanjut usia di Indonesia, yaitu sebesar 57,6% pada penyakit hipertensi dan 4,8% pada penyakit diabetes melitus. Dalam upaya pengelolaan penyakit kronis yang cenderung meningkat. BPJS Kesehatan menyelenggarakan program untuk menangani masalah penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 yang bertujuan mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit. Survei awal yang dilakukan peneliti pada bulan Januari tahun 2019 terhadap penderita penyakit kronis di Puskesmas Darussalam menunjukkan bahwa rendahnya kunjungan masyarakat terhadap Program Pengelolaan Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) hal ini disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga dimana beberapa pasien datang berkunjung tanpa ada pendamping/keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Prolanis pada lansia di Puskesmas Darussalam Medan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi dan diabetes mellitus baik yang mengikuti kegiatan Prolanis maupun tidak mengikuti kegiatan Prolanis di Puskesmas Darussalam dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan diperoleh besar sampel yaitu sebanyak 92 responden. Data diuji dengan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan antara pengetahuan (0,003) dan dukungan keluarga (0,001) terhadap pemanfaatan Prolanis. Dapat disimpulkan pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Darussalam Medan dipengaruhi oleh pengetahuan dan dukungan keluarga responden, sedangkan peran petugas dan kebutuhan akan pelayanan tidak berpengaruh signifikan.
Kepatuhan pedagang pasar pagi dalam melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 Ginting, Tarianna; Kaban, Dhian Ladea; Ginting, Rapael
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i1.1649

Abstract

Status pandemi yang diberikan World Health Organization (WHO) menjadikan protokol kesehatan COVID-19 harus dipatuhi dengan tujuan menekan laju penyebarannya. Pasar merupakan tempat umum yang setiap harinya ramai dikunjungi masyarakat. Penerapan protokol kesehatan di tempat umum seperti pasar diharapkan dapat menjadi upaya dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui determinan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 pada Masyarakat Pasar Pagi Padang Bulan Kota Medan Sumatera Utara Tahun 2020. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan metode survey dengan pendekatan crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pedagang Pasar Pagi Padang Bulan Kota Medan dengan jumlah sampel sebanyak 133 orang dan dipilih menggunakan random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mnggunakan kuisioner yang diberikan kepada sampel. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh tingkat pendidikan (0,918), pengetahuan (0,268), dan sikap (0,104) dengan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 pada pedagang Pasar Pagi Kota Medan. Namun faktor lingkungan sosial (0,017) mempengaruhi kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19.
Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Dan Daun Jambu Biji Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Penyebab Abses Periodontal Sari, Fitri Iman; Citra, Sri Ayuni; Ginting, Rapael; Simanjuntak, Mafe Robby; Simangunsong, Pahala Maringan J
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi dan penyakit periodontal dikenal sebagai masalah kesehatan mulut teratas di negara berkembang dan maju yang mempengaruhi sekitar 20-50% penduduk dunia. Staphylococcus aureus menjadi suatu bakteri yang menyebabkan abses periodontal. Abses periodontal ialah penyakit infeksi yang mengakibatkan kerusakan di dalam jaringan pendukung gigi. Daun sirih di dalamnya terkandung komponen aktif misalnya minyak atsiri dan zat yang bersifat antimikroba seperti eugenol, kavikol, kavibetol, tannin, karvakol, kariofilen, hidroksikavikol dan asam askorbat. Daun jambu biji memiliki beragam senyawa aktif, antara lain tanin, triterpenoid, flavonoid, dan saponin sehingga daun jambu biji berkhasiat misalnya antidiare, antibakteri, efek kuratif, dan berpengaruh terhadap penyakit periodontal. Kedua daun tersebut terbukti mempunyai efek antibakteri. Tujuan yang hendak diwujudkan melalui riset ini adalah guna memperoleh suatu informasi terkait efektivitas yang terdapat pada ekstrak daun sirih dan daun jambu biji untuk mengakibatkan terhambatnya bakteri Staphylococcus aureus penyebab abses dalam bertumbuh di periodontal pada manusia. Riset ini ialah quasi eksperiment dimana menggunakan rancangan posttest only with control group design. Sampel yang dipergunakan ialah biakan bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian daya hambat dengan teknik difusi disk. Ekstrak daun sirih dan daun jambu biji dimana pembuatannya menerapkan teknik maserasi menggunakan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% dan diulangi sejumlah empat kali. Hasil yang diperoleh pada uji antibakteri, konsentrasi 100% merupakan konsentrasi daya hambat optimal pada daun sirih dan daun jambu biji. Dan daun jambu biji mempunyai daya hambat yang melebihi daun sirih. Hasil yang diperoleh pada uji One Way Anova didapatkan nilai p: <0.001 (p<0.05) bagi ekstrak daun sirih dan p: <0.001 (p<0.05) bagi ekstrak daun jambu biji. Persoalan ini memperlihatkan dijumpainya perbedaan luas zona hambat yang signifikan antara konsentrasi 25%, konsentrasi 50%, konsentrasi 75%, konsentrasi 100%, kontrol positif, dan kontrol negatif pada ekstrak daun sirih dan ekstrak daun jambu biji. Kesimpulannya, ekstrak daun sirih dan daun jambu biji efektif dalam memberikan hambatan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.
The Impact of Tuberculosis on People Living With HIV: Scoping Review Hulu, Victor Trismanjaya; Ginting, Rapael; Manalu, Putranto; Samosir, Frans Judea; Hartono; Siregar, Santy Deasy; Siagian, Masryna; Zendrato, Victorwan Novri; Sihotang, Widya Yanti
Public Health of Indonesia Vol. 10 No. 3 (2024): July - September
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v10i3.804

Abstract

Background:Tuberculosis (TB) patients with HIV/AIDS experience higher mortality rates, lower cure rates, and poorer treatment adherence compared to TB patients without HIV. As a result, TB can exacerbate HIV progression and lead to increased mortality. This study aims to investigate and summarize the determinants of TB incidence among people living with HIV/AIDS. Objective:This study employs a scoping review approach to explore the key factors associated with TB occurrence in HIV/AIDS patients. Methods:A literature search was conducted across indexed databases, including Scopus, PubMed, Google Scholar, and Crossref. Studies published between 2013 and 2021 were selected based on article titles, study design, population, intervention, and results. Fourteen relevant articles were included. Data were processed by identifying key sentences relevant to the coding framework, highlighting important findings, and organizing a narrative review framework. Qualitative data analysis was performed using NVIVO-12 Plus, with data presentation and report compilation. Results:The study identifies age, gender, education and knowledge level, nutritional status, use of antiretroviral therapy (ART), and cluster of differentiation 4 (CD4) cell count as the dominant factors influencing TB incidence among people living with HIV/AIDS. Conclusion:HIV infection weakens the immune system by attacking lymphocytes, leaving individuals with HIV/AIDS highly susceptible to Mycobacterium tuberculosis infection. Keywords:tuberculosis; HIV; AIDS; ART; CD4
Activity Based Costing Method As The Basis For Determining Service Rates In The Radiology Unit At Royal Prima Hospital Medan Merrina Arts, Tricya; Novalinda Ginting, Chrismis; Ginting, Rapael
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v3i4.218

Abstract

Determining the tariff for radiology examination services is a very important decision, because it can affect the profitability of a hospital. Activity Based Costing is a system of accumulating costs and charging costs to products using various cost drivers by tracing the costs of each activity and then tracing the costs from activities to products. The purpose of this study was to determine the application of the activity based costing method as an alternative to CT Thorax service rates in the radiology unit at RSU Royal Prima Medan. The data analysis technique used in this study is a non-statistical quantitative analysis technique. Data in the form of numbers obtained from RSU Royal Prima Medan which contains the calculations are then analyzed using the ABC (Activity Based Costing) Implementation theory. The results showed that the unit cost for CT Thorax examination in the radiology unit of RSU Royal Prima Medan using the activity based costing method was Rp. 1,646,693. The real cost of a CT Thorax examination at the radiology unit of the Royal Prima Medan General Hospital is Rp. 1,897,500. There is a difference in the cost of CT Thorax examination at the radiology unit of RSU Royal Prima Medan with unit costs using the activity based costing method and using real cost calculations at RSU Royal Prima Medan with a cost difference of Rp.250,809. The results showed that the unit cost for CT Thorax examination in the radiology unit of RSU Royal Prima Medan using the activity based costing method was Rp. 1,646,693. The real cost of a CT Thorax examination at the radiology unit of the Royal Prima Medan General Hospital is Rp. 1,897,500. There is a difference in the cost of CT Thorax examination at the radiology unit of RSU Royal Prima Medan with unit costs using the activity based costing method and using real cost calculations at RSU Royal Prima Medan with a cost difference of Rp.250,809. The results showed that the unit cost for CT Thorax examination in the radiology unit of RSU Royal Prima Medan using the activity based costing method was Rp. 1,646,693. The real cost of a CT Thorax examination at the radiology unit of the Royal Prima Medan General Hospital is Rp. 1,897,500. There is a difference in the cost of CT Thorax examination at the radiology unit of RSU Royal Prima Medan with unit costs using the activity based costing method and using real cost calculations at RSU Royal Prima Medan with a cost difference of Rp.250,809.
Comparative Analysis Of Service Quality On Patient Satisfaction Levels In Government And Private Hospitals In Medan City In 2022 Ayura, Bebie; Wahyuni Nasution, Sri; Ginting, Rapael
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 4 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v4i1.251

Abstract

This study compares service quality to patient satisfaction in government and private hospitals in Medan City in 2022. This study used a survey method using a questionnaire as a data collection instrument. The research respondents were patients who used government and private hospital services. The data collected includes service quality dimensions, such as tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. In addition, the data also consists of the level of patient satisfaction with the services provided by the hospital. Comparative analysis of service quality and patient satisfaction levels was carried out using appropriate statistical techniques, such as testing the difference between two groups of hospitals (government vs. private) using appropriate statistical tests. The results of this analysis will provide an understanding of the differences in service quality between government and private hospitals, as well as the related level of patient satisfaction. This research is expected to contribute to the development and improvement of health services in hospitals, especially in the city of Medan. The results of this study can also be input for hospital management to improve service quality and patient satisfaction. Thus, hospitals can provide better services and meet patient expectations to enhance the reputation and competitiveness of both government and private hospitals in Medan City. Especially in the city of Medan. The results of this study can also be input for hospital management to improve service quality and patient satisfaction. Thus, hospitals can provide better services and meet patient expectations to enhance the reputation and competitiveness of both government and private hospitals in Medan City. Especially in the city of Medan. The results of this study can also be input for hospital management to improve service quality and patient satisfaction. Thus, hospitals can provide better services and meet patient expectations to enhance the reputation and competitiveness of both government and private hospitals in Medan City.
Co-Authors ., Saprilliani Actor Martin Oloan S Alma, Arlin Liliana Aminuyati Andry Simanullang Angin, Jerry Primsa Perangin- Ayura, Bebie Batu, Artosi Sumana Lumban Boas, Richie Ray Barry Chiuman, Veranyca Chrismis Novalinda Ginting Chrismis Novalinda Ginting Chrismis Novalinda Ginting Citra, Sri Ayuni Delpitasari Marbun Dzul Akbar Insani Edlin, Edlin Emi Girsang Erawati, Suci Ermi Girsang Ermi Girsang Ermi Girsang eva sibagariang Fadilah, Mardi Fatmasari Bangun, Nita Febry Mulyati Fibrini, Dewi Gea, Lestin Ginting, Chrismis Novalinda Ginting, Tarianna Girsang, Ermi Hartono Hartono Hartono Hartono Herbet Wau Hulu, Victor Trismanjaya Hulu, Viktor Trismajaya Hutabarat, Bartimeus Nicomama Hutagalung, Cantika Viona Adytia Hutagalung, Priscilla Grace J Insani, Dzul Akbar Jamhari Jamhari Jeremia Chandra Partogi Siallagan Johannes Bastira Ginting Johannes Ginting Jumiati Jumiati Kaban, Dhian Ladea Laurenxius, Vanessa Sinana Leslie, William Lister, Clarissa Lolenstine, Cherin Lumbantobing, Christina JRE. Maharani . Manalu, Yuli Andriani Br Masryna Siagian Merrina Arts, Tricya Muhammad Luthfi Nasution, Sri Lestari Ramadhani Nia Franata Nirman Waruwu Olidya, Desyoma Pakpahan, Eka Lolita Elivanti Panggabean, Endah Ansylla Pinta Alfiani Telaumbanua Pratiwi, Tari Dwi Putra, Onetusfifsi Putranto Manalu Putri, Nadya Nazimuddin Richie Ray Barry Boas Riyan Sabputra S, Buenita Samosir, Frans Judea Santy Deasy Siregar Saprilliani . Sari, Chairani Novia Sari, Fitri Iman Setiawan, Linda Novelgia Siagian, Masryna Siahaan, Perry Boy Chandra Siallagan, Gabriel Oktavianus sibagariang, eva Sibagariang, Eva Ellya Sihombing, Rachel Raselia Sijabat, Vina Helsa Laora Silalahi, Marling Isabella Simangunsong, Pahala Maringan J Simangunsong, Pahala Maringan J. Simanjuntak, Mafe Robbi Simanjuntak, Mafe Robby Simanullang, Andry Simbolon, Paska Yolastri Sinaga, Asina Br Sinaga, Megasilvia Siregar, Annisa Surto Sri Lestari Ramadhani Nasution Sri Yanti Purba Suci Erawati Syahputra, Ari Denggan Tampubolon, Roy's Grace Tariana Ginting Tarigan, Denada Br Tarigan, Ermilia Laurensya Tarigan, Nita Kastrina Theresia Rianita Panjaitan Therry Septianto Victor Trismanjaya Hulu Wahyuni Nasution, Sri Widya Yanti Sihotang Wilvia, Wilvia Yemima Putri Hasibuan Yulina Yulina Yulizal, Ok YUNI, YUNI Zahrani, Ashila Zendrato, Victorwan Novri