Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemberdayaan Pengrajin Olahan Purun melalui Penguatan Kapasitas Pemasaran Digital dan Jejaring Permodalan di Kalimantan Selatan Teguh Wicaksono; Rizka Zulfikar; Ana Sofia Herawati; Purboyo Purboyo; Herlina Lusiana; Riris Ambarwati
Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/inber.v4i3.1510

Abstract

Purun crafts are one of the leading creative economy products based on local resources in South Kalimantan, with great potential to improve community welfare. However, their development still faces various challenges, especially limited market access, low use of digital technology, limited access to funding sources, and suboptimal partnership networks that support business sustainability. This community service activity aims to increase the capacity of purun artisans through strengthening digital marketing, financial literacy, and the development of marketing networks as well as funding access. The method used is Participatory Action Research (PAR) with stages of problem identification, program planning, training and mentoring implementation, monitoring, and participatory evaluation. The service results show an increase in the artisans' ability to use digital media for promotion and marketing, better understanding of business financial management, and the establishment of partnership networks with the government, financial institutions, and other business actors. In addition, this activity encourages the formation of joint marketing groups, the emergence of local leaders, and higher awareness among artisans about the importance of product innovation and sustainable business development. The participatory approach applied has proven effective in strengthening the group's institutional capacity, boosting business competitiveness, and fostering social transformation towards the economic independence of purun artisans.
Optimalisasi Manajemen Pelatihan Berbasis Microlearning Digital sebagai Strategi Peningkatan Kompetensi SDM di Era Society 5.0 Firdaus Firdaus; Herlina Lusiana; Mursanto Mursanto; Periyadi Periyadi; Niti Lestari
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.208

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan transformasi dunia kerja pada era Society 5.0 menuntut sumber daya manusia (SDM) memiliki kompetensi yang adaptif, fleksibel, dan mampu belajar secara berkelanjutan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah optimalisasi manajemen pelatihan berbasis microlearning digital. Microlearning menawarkan pembelajaran dalam unit materi yang singkat, terfokus, fleksibel, dan dapat diakses melalui perangkat digital sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas proses pengembangan kompetensi SDM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi manajemen pelatihan berbasis microlearning digital sebagai strategi peningkatan kompetensi SDM di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada peserta pelatihan dan dianalisis secara deskriptif serta inferensial untuk mengetahui keterkaitan penerapan microlearning digital dengan peningkatan kompetensi SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pelatihan berbasis microlearning digital memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi SDM, terutama dalam aspek fleksibilitas belajar, aksesibilitas materi, keterlibatan peserta, efisiensi waktu, penguatan pemahaman, dan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks pekerjaan. Optimalisasi manajemen pelatihan melalui perencanaan kebutuhan kompetensi, desain materi yang ringkas dan relevan, pemanfaatan platform digital, pemantauan aktivitas belajar, serta evaluasi hasil pelatihan dapat menciptakan proses pengembangan SDM yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dengan demikian, microlearning digital dapat menjadi strategi manajemen pelatihan yang relevan dalam menghadapi tuntutan Society 5.0 karena mampu mengintegrasikan teknologi digital dengan kebutuhan pembelajaran yang cepat, personal, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Implementasi strategi ini perlu didukung oleh kesiapan teknologi, kompetensi pengelola pelatihan, kualitas konten digital, dan sistem evaluasi yang berkelanjutan agar peningkatan kompetensi SDM dapat berlangsung secara optimal.
Optimalisasi Manajemen Pelatihan Berbasis Microlearning Digital sebagai Strategi Peningkatan Kompetensi SDM di Era Society 5.0 Firdaus Firdaus; Herlina Lusiana; Mursanto Mursanto; Periyadi Periyadi; Niti Lestari
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.208

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan transformasi dunia kerja pada era Society 5.0 menuntut sumber daya manusia (SDM) memiliki kompetensi yang adaptif, fleksibel, dan mampu belajar secara berkelanjutan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah optimalisasi manajemen pelatihan berbasis microlearning digital. Microlearning menawarkan pembelajaran dalam unit materi yang singkat, terfokus, fleksibel, dan dapat diakses melalui perangkat digital sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas proses pengembangan kompetensi SDM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi manajemen pelatihan berbasis microlearning digital sebagai strategi peningkatan kompetensi SDM di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada peserta pelatihan dan dianalisis secara deskriptif serta inferensial untuk mengetahui keterkaitan penerapan microlearning digital dengan peningkatan kompetensi SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pelatihan berbasis microlearning digital memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi SDM, terutama dalam aspek fleksibilitas belajar, aksesibilitas materi, keterlibatan peserta, efisiensi waktu, penguatan pemahaman, dan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks pekerjaan. Optimalisasi manajemen pelatihan melalui perencanaan kebutuhan kompetensi, desain materi yang ringkas dan relevan, pemanfaatan platform digital, pemantauan aktivitas belajar, serta evaluasi hasil pelatihan dapat menciptakan proses pengembangan SDM yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dengan demikian, microlearning digital dapat menjadi strategi manajemen pelatihan yang relevan dalam menghadapi tuntutan Society 5.0 karena mampu mengintegrasikan teknologi digital dengan kebutuhan pembelajaran yang cepat, personal, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Implementasi strategi ini perlu didukung oleh kesiapan teknologi, kompetensi pengelola pelatihan, kualitas konten digital, dan sistem evaluasi yang berkelanjutan agar peningkatan kompetensi SDM dapat berlangsung secara optimal.