Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GURU SEKOLAH DASAR Hidayah, Hidayah; Wahyudin, Mokhammad; Punggeti, Ratna Novita; Suwarma, Dina Mayadiana; Suyuti, Suyuti; Lindawati, Lindawati; Rukiyanto, Bernardus Agus
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.28101

Abstract

Dalam era digital saat ini, integrasi teknologi dalam pendidikan telah menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan teknologi pendidikan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah dasar melalui metode studi literatur. Analisis literatur menunjukkan bahwa teknologi pendidikan dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa, membantu guru dalam manajemen kelas, serta mendorong pembelajaran kolaboratif. Simulasi dan animasi memudahkan siswa dalam memahami konsep-konsep yang kompleks, sementara aplikasi berbasis permainan meningkatkan motivasi belajar mereka. Platform manajemen kelas digital membantu guru mengorganisir materi pembelajaran dan memantau perkembangan siswa secara real-time. Namun, tantangan dalam implementasi teknologi meliputi kesenjangan akses dan kesiapan guru dalam menggunakan teknologi. Dukungan dari pemerintah, sekolah, dan orang tua sangat penting untuk mengatasi tantangan ini dan memaksimalkan manfaat teknologi pendidikan. Penelitian ini menyarankan penyediaan akses teknologi yang merata, pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan kebijakan yang mendukung integrasi teknologi dalam kurikulum. Dengan upaya yang komprehensif, teknologi pendidikan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah dasar dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan inklusif.
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Matematika Berbantu Media Audio Visual Kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang Hidayah, Hidayah; Hidayat, Puput Wahyu; Pitra, Dedek Helida
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v.179

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang berdasarkan rendahnya hasil belajar Matematika peserta didik, dapat dilihat berdasarkan nilai rata-rata hasil tes uji kompetensi peserta didik pada bulan oktober 2024, yaitu 65,7. Rata-rata nilai tersebut masih di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Hal ini menunjukan masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika. Oleh karena itu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantu media audio visual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan inkuiri terbimbing berbantu media audio visual pada mata pelajaran Matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang yang berjumlah 15 peserta didik. Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi keterlaksanaan model inkuiri terbimbing dan lembar tes belajar peserta didik. Sedangkan data kuantitatif berupa data yang diperoleh dari jumlah persentase keterlaksanaan model inkuiri terbimbing pada skor penilaian indikator lembar observasi dan nilai maupun persentase hasil tes belajar peserta didik menggunakan model inkuiri terbimbing berbantu media audio visual. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain, keterlaksanaan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran Matematika berkategori sangat baik dan hasil tes belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika mengalami peningkatan di atas KKTP yaitu 70, setelah diterapkan model inkuiri terbimbing. Hasil tes belajar rata-rata peserta didik pada siklus 1 adalah 65,3 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 8 peserta didik (53,3%) dan pada siklus 2 adalah 72,7 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 14 peserta didik (93,3%). Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari siklus 1 dan 2 hasil belajar peserta didik melalui penerapan model inkuiri terbimbing pada mata pelajaran Matematika. Penerapan model inkuiri terbimbing berbantu media audio visual dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar dan dapat membantu peserta didik agar tetap fokus dalam berbagai situasi pembelajaran yang sedang terjadi sehingga terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar.
The effectiveness of mindfulness training in improving the learning concentration of students at skow sae elementary school hidayah, hidayah; Ristiani, Ria; Marsuki, Marsuki
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202526249

Abstract

Penelitiannya menganalisis efektivitas pelatihan mindfulness dalam meningkatkan konsentrasi dan fokus siswa sekolah dasar di Inpres Skouw Sae, Distrik Muara Tami, yang menghadapi tantangan distraksi digital dan lingkungan belajar yang kurang kondusif. Menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-equivalent pretest-posttest , penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas lima yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner skala Likert (1-5) yang mengukur tujuh indikator konsentrasi. Intervensi terdiri dari latihan teknik pernapasan mindfulness yang dilakukan selama enam sesi (5-10 menit per sesi). Data dianalisis menggunakan uji-t dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor konsentrasi dari rata-rata 51,1 (pretest) menjadi 61,3 (posttest), atau peningkatan sebesar 18,8% (p=0,000 < 0,05). Distribusi kategori konsentrasi berubah drastis: kategori rendah menurun dari 66,7% menjadi 20%, kategori sedang meningkat dari 33,3% menjadi 66,7%, dan 13,3% siswa mencapai kategori tinggi. Studi ini membuktikan bahwa pelatihan mindfulness efektif dalam meningkatkan fokus dan konsentrasi siswa sekolah dasar. Rekomendasi yang diberikan meliputi penerapan program berkelanjutan, pelatihan guru, penciptaan lingkungan yang kondusif, dan pendekatan individual bagi siswa dalam kategori rendah. Studi ini berkontribusi pada pengembangan pendekatan pembelajaran inovatif untuk mengatasi masalah konsentrasi di era digital.
PENGETAHUAN IBU SEBAGAI DETERMINAN STUNTING PADA BALITA Shicosci, Anselman; Mardiyani, Ridha; Kardiatun, Tutur; Hastuti, Lidia; Hidayah, Hidayah; Rahmawati, Annisa
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v16i2.606

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan fisik anak tidak optimal sebagai akibat dari ketidakseimbangan gizi atau kekurangan gizi kronis. Salah satu faktor yang berperan adalah pengetahuan ibu tentang stunting relatif rendah secara nasional maupun di wilayah kerja Puskesmas Monterado. Posisi ibu sebagai sasaran kunci dalam program intervensi gizi spesifik maupun sensitif menjadi krusial dalam pencegahan kejadian stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Monterado. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah hitung sampel dengan rumus slovin sebanyak 93 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan ibu dan instrumen antropometri gizi dengan satandar WHO. Uji statistik yang digunakan adalah Correlation Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan p Value 0.020 (p < α = 0,05) dan r = −0,235. Kesimpulan dari penlitian ini adalah semakin baik pengetahuan ibu, maka kecenderungan kejadian stunting pada balita semakin rendah. Kata kunci: Balita; Ibu; Pengetahuan; Stunting
The Effect of the Guided Inquiry Learning Model on the Critical Thinking Skills of Junior High School Students Class VIII about Vibration, Waves, and Sound Hidayah, Hidayah; Sholahuddin, Arif; Istyadji, Maya
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 3, No 2 (2023): INDONESIAN JOURNAL OF SCIENCE EDUCATION AND APPLIED SCIENCE
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v3i2.10469

Abstract

Research has been carried out on the kamislot effect of the guided inquiry learning model on the critical thinking skills of VIII grade junior high school students on the subject of vibrations, waves, and sounds at SMP Negeri 27 Banjarmasin. This study aims to describe the effect of the guided inquiry learning model on the critical thinking skills of eighth-grade junior high school students on the subject of vibration, waves, and sound. The type of research used in this research is the preexperimental method with the experimental design of The One Group Pretest Posttest. The research subjects in this study were conducted using random sampling. The research subjects in this study were class VIII E as many as 33 people in the experimental class. The data collection technique used the test technique. The data analysis technique uses the t-test to analyze the effect of the guided inquiry learning model on students' critical thinking skills. From the results of the t-test, the value of students' critical thinking skills was obtained with sig (0.000) < α = 0.05, meaning that there was a difference between the pretest and posttest results of students' critical thinking skills using the guided inquiry learning model. The research results show that the guided inquiry learning model influences students' critical thinking skills so this learning model can be used as an alternative learning model in schools to improve student's critical thinking skills.