Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

INOVASI PENGOLAHAN BUNGA TELANG DAN KOMBINASI BUAH LOKAL SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN UNTUK MASYARAKAT BATU PUTUK BANDAR LAMPUNG Kurniawaty, Evi; Kurniati, Intanti; Rahmansia, Soraya; Andriani, Silvia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2328

Abstract

Kampung Citiis Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung merupakan salah satu desa mitra dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat karena desa tersebut memiliki potensi tanaman-tanaman fitofarmaka yang belum dikembangkan, salah satunya bunga telang. Tanaman bunga telang (Clitoria ternatea L.) memproduksi senyawa kimia metabolit sekunder. Beberapa senyawa metabolit sekunder memiliki manfaat dalam efek farmakologis salah satunya sebagai antioksidan yang dapat diperoleh dari minuman atau makanan. Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan memanfaatkan bunga telang dan buah-buahan yang banyak tumbuh dilingkungan sekitar dapat menjadi suatu produk yang bernilai dan bermanfaat sebagai tanaman obat. Kegiatan PkM ini diselenggarakan menggunakan beberapa tahap yaitu survei lapangan, persiapan, pelaksanaan dengan peserta masyarakat kampung Citiis. Metode penyuluhan penyampaian materi dilanjutkan dengan aplikasi yang didapat dari diversifikasi bunga telang ini adalah pengembangan produk dengan bahan dasar bunga telang antara lain pudding bunga telang dengan dikombinasi berbagai buah, teh bunga telang, susu bunga telang dan lain-lain. Hasil diversifikasi bunga telang dengan berbagai buah sebagai bahan alam tinggi antioksidan di Batu Putuk menunjukkan hasil yang positif. Produk yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal, dengan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, potensi ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk kesejahteraan masyarakat Batu Putuk. 100 % peserta yang hadir progres nilai dari pre test ke post test mengalami peningkatan sehingga dapat dikatakan pengetahuan meningkat.
Literature Review : Antibacterial Activity of Various Mangrove Plant Species Extracts Balqis, Aurelia Corrinna; Kurniawaty, Evi; Maulana, Muhammad; Ramadhian, Muhammad Ricky
Medula Vol 14 No 9 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i9.1322

Abstract

The excessive and uncontrolled use of antibiotics has led to antibiotic resistance in pathogenic bacteria, which poses a serious threat to global health. To address this problem, alternative treatments from natural materials, such as mangrove plants, are starting to attract attention. Mangrove plants contain bioactive compounds that have antibacterial potential against various pathogenic bacteria. This study aims to review the antibacterial activity of various mangrove species in Indonesia. The method used was a literature study that included analysis of recent journals on the antibacterial activity of mangrove plants. The results showed that extracts from various mangrove species, such as Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora mucronata, and Heritiera littoralis, had significant antibacterial activity against Gram-positive and Gram-negative bacteria, such as Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Salmonella enterica. The zones of inhibition produced varied between 5 to 20 mm, with the ethanol extract from Bruguiera gymnorrhiza leaves showing the most potent activity. In addition, the assay results showed that the active compounds in the mangrove extracts had the ability to inhibit bacterial growth at low concentrations, indicating great potential for the development of more efficient and economical antibacterial drugs. This study provides evidence that mangrove plant extracts have potential as antibacterial agents that can be further developed for the treatment of infections caused by pathogenic bacteria, thus providing an effective alternative to overcome the problem of antibiotic resistance.
Pengaruh Injeksi Intramuskular Sel Punca Mesenkimal Tali Pusat Manusia terhadap Histopatologis Testis Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Aspirin Elidiya, Anggun; Kurniawaty, Evi; Fiana, Dewi Nur; Sutyarso, Sutyarso
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6188

Abstract

estis adalah organ reproduksi pria yang memiliki fungsi yaitu untuk spermatogenesis, kinerja kegiatan seksual pria, dan pengaturan fungsi reproduksi pria dengan berbagai hormone. Aspirin dapat menurunkan aktivitas androgenik pada tikus yang mengarah pada penurunan produksi hormon yang merupakan komponen paling penting untuk aktivitas reproduksi normal pada pria. Tali pusat menjadi sumber sel punca yang penting secara haematopoietic stem cells ataupun mesenchymal stem cells. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi testis tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi aspirin. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Post Test Only Control Group. Analisis data dilakukan dengan uji One Way Annova. Penelitian dilakukan pada 30 tikus dengan tiga kelompok dan didapatkan nilai rerata skor keruskan testis kelompok kontrol (KK) sebesar 9,81 diikuti kelompok perlakuan 1 (P1) sebesar 9,61 dan kelompok perlakuan 2 (P2) sebesar 9,73. Uji One Way Annova didapatkan bahwa nilai p adalah 0,015 dengan hanya kelompok kontrol memiliki perbedaan rerata bermakna dengan kelompok perlakuan pertama begitupun sebaliknya. Penelitian ini memiliki pengaruh bermakna mengenai injeksi intramuskular ekstrak sel punca mesenkimal tali pusat manusia terhadap histopatologis testis pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi aspirin.
Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja pada Pengrajin Tahu di Keluarahan Gunung Sulah Justiani, Andinni Aurellia; Kurniawaty, Evi; Rahmayani, Fidha; Anggraini, Dwi Indria
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i3.15715

Abstract

Occupational health and safety risks can arise in workers, the most common is contact dermatitis. Occupational Contact Dermatitis (OCD) is an inflammatory response of the skin that can be acute or chronic due to exposure with irritants or allergens at work. Tofu craftsmen are always exposed to tofu coagulation substances and water that can induce skin irritation reactions. Therefore, this study aims to determine the factors that influence the incidence of OCD in tofu craftsmen in Gunung Sulah Village, Way Halim District, Bandar Lampung. This research is analytical observational study with cross sectional. The sample of this research was 65 tofu craftsmen who were selected by the total sampling method. Data was collected by filling out questionnaires and diagnosed by a doctor. The data was analyzed by univariate and bivariate. The result was 56,9% has contact dermatitis. There is significant association between OCD with the exposure of personal protective equipment (p-value = 0,001), personal hygiene (p-value = 0,015), work periode (p-value = 0,043), and length of contact (p-value = 0,028). There is a significant association between personal protective equipment, personal hygiene, work periode, and length of contact with the incidence contact dermatitis in tofu craftsmen in Gunung Sulah Village.
Pengaruh Pemberian Salep Ekstrak Etanol Daun Mangrove Spesies Rhizopora Mucronata terhadap Lama Proses Penyembuhan Luka Bakar Ringan Derajat II pada Mencit Jantan (Mus Musculus) Situmorang, Ephraim Matthew Sebastian; Kurniawaty, Evi; Islamy, Nurul; Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng
Jurnal Farmasetis Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Farmasetis: Mei 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v14i2.3839

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan yang dapat disebabkan oleh panas, trauma yang merusak dan mempengaruhi berbagai sistem tubuh, terutama pada kulit. Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi luka bakar ialah pengobatan herbal seperti tanaman mangrove. Ekstrak daun Rhizophora mucronata mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan tannin yang mempunyai khasiat terhadap penyembuhan luka bakar. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan posttest control group. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 24 mencit putih galur DDY yang di pelihara di Animal House Fakultas Kedokteran Unila Tahun 2022. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling di Animal House Fakultas Kedokteran Unila. Mencit diinduksikan luka bakar pada punggungnya dengan lempengan besi yang dipanaskan. Lama proses penyembuhan diamati secara makroskopis dengan melihat penyembuhan luka dengan melihat berapa lama kulit yang terinduksi luka bakar kembali terlihat seperti normal sebelum diinduksikan. Analisis data menggunakan uji One Way ANNOVA yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil analisis statistik bivariat berupa pemberian salep ekstrak mangrove dan lama proses penyembuhan luka bakar menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian salep ekstrak daun mangrove dengan lama proses penyembuhan luka bakar derajat IIA pada punggung mencit dengan nilai p 0,000. Terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun mangrove spesies Rhizopora mucronata terhadap lama proses penyembuhan luka bakar ringan derajat II pada punggung mencit jantan (Mus musculus).
Hubungan antara Pemberian Ekstrak Daun Putihan (Chromolaena Odorata) terhadap Lama Proses Penyembuhan Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Wistar Situmorang, Ezra Winandi; Kurniawaty, Evi; Soleha, Tri Umiana
Jurnal Farmasetis Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Farmasetis: Mei 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v14i2.3849

Abstract

Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Salah satu jenis luka yang terjadi di kehidupan sehari-hari adalah luka sayat. Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi luka sayat ialah pengobatan herbal seperti tanaman daun putihan (Chromolaena odorata). Ekstrak daun putihan (Chromolaena odorata) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan tannin yang mempunyai khasiat terhadap penyembuhan luka sayat. Mengetahui hubungan antara pemberian ekstrak daun putihan (Chromolaena odorata) terhadap lama pemulihan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar.  Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan pendekatan posttest control group. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 28 tikus putih galur wistar yang di pelihara di Animal House Fakultas Kedokteran Unila. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling di Animal House Fakultas Kedokteran Unila. Lama proses penyembuhan diamati secara makroskopis dengan melihat penyembuhan luka. Analisis data menggunakan uji One Way ANNOVA yang disajikan dalam bentuk tabel. Statistik univariat berupa pemberian ekstrak etanol daun putihan (Chromolaena odorata) dan lama proses penyembuhan luka sayat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian salep ekstrak daun putihan (Chromolaena odorata) dengan lama proses penyembuhan Lukas sayat pada punggung tikus putih dengan nilai p 0,000. Terdapat hubungan antara pemberian ekstrak daun putihan (Chromolaena odorata) terhadap lama penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur wistar.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI PROVINSI LAMPUNG Rossa, Putri Emylia; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Aditya, Muhammad; Kurniawaty, Evi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38194

Abstract

Dengan memberikan lebih banyak pengetahuan dan mendorong lebih banyak kepatuhan, edukasi bertujuan untuk mengurangi kemungkinan timbulnya masalah. Edukasi kesehatan juga dapat mengubah perspektif dan perilaku masyarakat dalam hal pencegahan penyakit. Ketika diukur dalam dua interval 5 menit yang terpisah, hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 140 mmHg atau lebih dan peningkatan tekanan darah diastolik sebesar 90 mmHg atau lebih. Peneliti bertujuan untuk mengetahui seberapa baik tingkat kepatuhan pasien hipertensi meningkat setelah menerima edukasi kesehatan. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, yang mengikuti desain kuasi-eksperimental berdasarkan eksperimen seri waktu atau desain pra dan pasca-tes dengan satu kelompok. Metode seperti pengambilan sampel non-probabilitas berdasarkan pengambilan sampel insidental digunakan untuk mengumpulkan sampel. Nilai p-value sebesar 0,03 ditemukan dari hasil uji-t berpasangan. Jumlah kepatuhan hipertensi berbeda sebelum dan sesudah sekolah, seperti yang ditunjukkan oleh hasil p Value <0,05
Pengaruh FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama), Kesehatan Lingkungan dan Morbiditas Penyakit Berbasis Lingkungan Terhadap IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Provinsi Lampung dengan Metode Structural Equation Modeling (SEM) Febrina, Anita; Kurniawaty, Evi; Dewi, Bainah Sari; Bakri, Samsul; Sukohar, Asep; Kaskoyo, Hari
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14381

Abstract

ABSTRACT In the JKN-KIS Program, FKTP acts as a gate keeper where FKTP is responsible for providing basic health services and functioning optimally according to its competency standards. The unequal availability of health facilities and very varied geographical conditions give rise to the potential for widening inequality in health utilization. The Human Development Index (HDI) is an important indicator for measuring success in efforts to build the quality of human life (society/population), one of the elements that make up the HDI is health. Good health is supported by health facilities and good environmental health conditions so that it can reduce environmental-based morbidity rates, so that people are able to carry out productive activities. This research uses a quantitative approach with a causal design which aims to explain how the FKTP variable influences changes in mediating variables, namely environmental health and morbidity and its influence on HDI. The research was conducted in the Lampung Province area. The data source used is secondary data from BPS (Central Statistics Agency) Lampung Province and the Lampung Province Health Service for 2018-2022. The data analysis method in this research uses a path analysis model to analyze the pattern of relationships between variables. Based on the research results, there is a significant influence of FKTP on environmental health and environmental-based disease morbidity, and there is a significant influence of FKTP, environmental health and environmental-based disease morbidity on HDI in Lampung Province. Meanwhile, there is no influence of environmental health on environmental-based disease morbidity. Thus, efforts to increase the HDI in Lampung Province as a measure of community welfare can be pursued by carrying out interventions to increase FKTP, environmental health and environmental-based disease control in a representative manner, where FKTP becomes central in health efforts in the region, so that a healthy community will be able to maximum productivity to improve their welfare. Keywords: FKTP, Environmental Health, Morbidity, IPM   ABSTRAK Dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (yang disebut bJKN-KIS), fasilitas Kesehatan tingkat pertama (FKTP) berperan sebagai gate keeper dimana FKTP bertanggungjawab sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar serta berfungsi optimal sesuai standar kompetensinya. Ketidakmerataan ketersediaan fasilitas kesehatan dan kondisi geografis yang sangat bervariasi, menimbulkan potensi melebarnya ketidakadilan pemanfaatan Kesehatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk), salah satu unsur yang menyusun IPM adalah kesehatan. Kesehatan yang baik didukung dengan fasilitas kesehatan dan kondisi kesehatan lingkungan yang baik sehingga mampu menekan angka kesakitan berbasis lingkungan, sehingga masyarakat mampu beraktifitas secara produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana variable FKTP mempengaruhi atas perubahan-perubahan dalam variabel mediasi, yaitu kesehatan lingkungan dan morbiditas hingga pengaruhnya pada IPM. Penelitian dilakukan di wilayah Provinsi Lampung. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dari BPS (Badan Pusat Statistik) Propinsi Lampung dan Dinas Kesehatan Propinsi Lampung Tahun 2018-2022. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan model path analysis (analisis jalur) digunakan untuk menganalisis pola hubungan di antara variabel. Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh signifikan FKTP terhadap Kesehatan lingkungan dan morbiditas penyakit berbasis lingkungan, serta ada pengaruh signifikan FKTP, Kesehatan Lingkungan dan Morbiditas Penyakit berbasis Lingkungan terhadap IPM di Propinsi Lampung. Sementara itu, tidak ada pengaruh kesehatan lingkungan terhadap morbiditas penyakit berbasis lingkungan. Dengan demikian upaya peningkatkan IPM di Provinsi Lampung sebagai tolak ukur kesejahteraan masyarakat dapat diupayakan dengan melalukan intervensi pada peningkatan FKTP, kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan secara refresentatif, dimana FKTP menjadi sentral dalam upaya-upaya kesehatan di wilayahnya, sehingga masyarakat yang sehat akan mampu berproduktifitas secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraannya. Kata Kunci: FKTP, Kesehatan Lingkungan, Morbiditas, IPM
Review Article: Antibacterial Activity of Mangrove Lindur Extract (Bruguiera gymnorrhiza) Against Staphylococcus aureus Setyadi, Yudha Putra; Kurniawaty, Evi; Kusumaningtyas, Intan
Medula Vol 14 No 8 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i8.1300

Abstract

Infectious diseases remain prevalent in Indonesia, influenced by environmental factors such as poor sanitation, low public awareness of clean and healthy living behaviors, and a tropical climate. Infectious diseases are health issues caused by microorganisms, such as bacteria, viruses, or parasites, that enter the body. Staphylococcus aureus is one of the primary pathogens for humans and can cause various infections. The main treatment for Staphylococcus aureus infections is antibiotics. However, bacterial resistance to methicillin antibiotics (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus or MRSA) is increasingly common in Indonesia. Therefore, alternative antibiotic treatments based on plant-derived compounds are highly needed. One plant with potential antibacterial activity is Bruguiera gymnorrhiza. Commonly known as bakau lindur, various parts of Bruguiera gymnorrhiza, such as its bark, leaves, and roots, have antibacterial properties. This is attributed to the bioactive compounds present in its extracts, including flavonoids, saponins, alkaloids, phenols, steroids, terpenoids, and tannins.. This article aims to determine whether Bruguiera gymnorrhiza extract exhibits antibacterial activity against Staphylococcus aureus. Based on the literature review, Bruguiera gymnorrhiza extract has been proven to possess antibacterial activity against Staphylococcus aureus. The best antibacterial activity was observed in the 96% ethanol extract of Bruguiera gymnorrhiza bark at a concentration of 15,000 ppm, resulting in a 13.62 mm inhibition zone categorized as strong.
Resistensi Antibiotik terhadap Pseudomonas aeruginosa: Literature Review Syarif, Muhammad Reza; Kurniawaty, Evi; Rahmanisa, Soraya
Medula Vol 14 No 8 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i8.1324

Abstract

Pseudomonas aeruginosa is a gram-negative aerobic bacterium. This bacterium often causes infections in immunocompetent and immunocompromised hosts. This bacterium usually causes opportunistic infections and plays an important role in nosocomial infections. Treatment and eradication of Pseudomonas aeruginosa are very difficult because the mutation of this bacterium occurs rapidly and this bacterium is easily adaptable, causing high rates of antibiotic resistance in this bacterium. Pseudomonas aeruginosa is one of the bacteria included in the MDR ESKAPE pathogen group by WHO. This article is a literature review that examines several literatures to be made into a discussion and conclusion. Pseudomonas aeruginosa is resistant to various types of antibiotics through 3 mechanisms, namely intrinsic, acquired, and adaptive. This bacterium has minimal nutritional needs and can tolerate various temperatures, this is one of the strengthening factors for antibiotic resistance to this bacterium. WHO includes this bacterium in the critical list because of its resistance to carbapenem antibiotics. Research shows high resistance of P. aeruginosa to carbapenems, quinolones, and aztreonam. While piperacillin and tazobactam are the most effective antibiotics for this bacteria. Many classes of antibiotics have become resistant to this bacteria, so that renewal is needed in the line of treatment for infections by P. aeruginosa. Therefore, wise and rational use of antibiotics is needed so that the number of antibiotic resistance, especially to this bacteria, does not increase.
Co-Authors Akib, Salsabila Nadhifa Alvinasyrah, Alvinasyrah Andriani, Silvia Anita Febrina, Anita Annisa Fath Ari Irawan Asep Sukohar Audah, Kholis A. Audah, Kholis Abdurachim Ayu S, Putu Ristyaning Bainah Sari Dewi Balqis, Aurelia Corrinna Batubara, Razethy Berawi, Khairunisa Daulay, Suryani Agustina Dewi Nur Fiana Din, Bahesty Cut Nyak Dwi Indria Anggraini Elidiya, Anggun Ersa, Rakhmigasti Citra Ety Apriliana Hanna Mutiara, Hanna Hendri Busman Iffa Afiqa Khairani Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Irmanida Batubara Julkipli Julkipli, Julkipli Justiani, Andinni Aurellia Karima, Nisa Kaskoyo, Hari Khairun Nisa Khairun Nisa Kurniati, Intanti Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Arif Muhammad Maulana Muhammad Ricky Ramadhian Nuning Nurcahyani Nuriah, Nuriah Nurul Islamy Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany, Oktafany Oktoba, Zulpakor Poty, Pitha Maykania Pramudyawati, Yustika Puspa, Egita Windrianatama Rahmansia, Soraya Rahmayani, Fidha Rasmi Zakiah Oktarlina Reni Zuraida Rini, Sandra Risti Graharti Rossa, Putri Emylia Sahroni, Mizan Samsul Bakri Sandro, Mario Sangging, Putu Ristyaning Ayu Setyadi, Yudha Putra Situmorang, Ephraim Matthew Sebastian Situmorang, Ezra Winandi Soraya Rahmanisa Suharyani Suharyani Susianti Susianti Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syarif, Muhammad Reza Syazili Mustofa Taruna, Achmad Tiwuk Susantiningsih Tri Umiana Soleha Wijaya, Elza Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani Wulan, Anggraini Janar Yogi Catur Putra