Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pencegahan Perilaku Merokok Siswa Sekolah Menengah Pertama di SMP Islam Mumtaz, Bandar Lampung Mustofa, Syazili; Kurniawaty, Evi; Saputra, Oktadoni; Wulan, Anggraini Janar; Nuriah, Nuriah; Suharyani, Suharyani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3229

Abstract

Perokok usia muda semakin meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Banyak factor yang menyebabkan anak usia sekolah mulai merokok, misalnya mengikuti gaya hidup, ingin terlihat keren, dan ketidak tahuan mengenai bahaya merokok.Perokok anak dan remaja dapat terjangkit penyakit misalnya asma, ISPA dan penurunan fungsi paru. Remaja di Indonesia mulai merokok karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Peran temansebaya sangat dibutuhkan anak remaja dalam memberikan informasi pengetahuan yang tepat dan memotivasi berperilaku hidup sehat. Target khusus kegiatan ini adalah meningkatkan kesehatan remaja melalui pemberdayaan siswa sebagai peereducator dalam rangka upaya pencegahan perilaku merokok siswa di SMP Islam Mumtaz Bandar Lampung. Kegiatan ini berbentuk pendidikan pada masyarakat untuk pencegahan perilaku merokok di  SMP Islam Mumtaz, Bandar Lampung.Kegiatan mampu meningkatkan pengetahuan siswa SMP Islam Mumtaz terhadap bahaya rokok dan pencegahan perilaku merokok. Kami menyarankan kepada semua pihak untuk fokus dalam menghadapi permasalahan ini dan mengembangkan berbagai metode untuk menecegah perokok pada usia muda di Indonesia. Kata kunci: Bahaya merokok, pencegahan merokok, perokok siswa sekolah.
PENGUATAN KADER JUMANTIK DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA KARANG ANYAR KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN: PENGUATAN KADER JUMANTIK DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Kurniawaty, Evi; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Daulay, Suryani Agustina; Febriani, Wiwi; Sutarto, Sutarto
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3422

Abstract

Kegiatan penyuluhan kesehatan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, pada Juli 2024 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan keterampilan kader jumantik dalam pencegahan dan penanganan dini penyakit DBD. Kegiatan ini mencakup sosialisasi terkait penyebaran, gejala, dan langkah pencegahan DBD, serta pelatihan kader jumantik dengan teknik surveilans dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui program 3M Plus. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas penyuluhan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, yang tercermin dalam kenaikan rata-rata nilai post-test dibandingkan pre-test. Distribusi peserta berdasarkan usia menunjukkan bahwa kegiatan ini menarik perhatian berbagai kelompok usia, dengan partisipasi tertinggi pada kelompok usia muda, yang menunjukkan minat mereka terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan. Efektivitas kegiatan ini didukung oleh analisis statistik paired t-test dan ukuran efek Cohen's d, yang menunjukkan bahwa intervensi penyuluhan memiliki dampak signifikan dan besar terhadap peningkatan pemahaman peserta. Partisipasi aktif masyarakat menunjukkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya pencegahan DBD. Disarankan agar penyuluhan dilakukan secara berkala, terutama pada musim hujan saat risiko DBD meningkat. Selain itu, pemerintah daerah dan puskesmas setempat diharapkan mendukung program dengan menyediakan materi edukasi tambahan dan memfasilitasi pemantauan jentik berkala serta pemberdayaan kader jumantik untuk keberlanjutan pencegahan DBD yang efektif di tingkat komunitas.
Indonesian Marine Natural Product for Anticancer Sidik, Faizah Zahrah; Mustofa, Syazili; Kurniawaty, Evi; Rohman, Miftahur
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp107-115

Abstract

The development of anticancer drugs derived from marine products in Indonesia offers significant promise due to the country’s rich marine biodiversity. Marine organisms such as algae, sponges, and marine microorganisms are a valuable source of bioactive compounds with potential anticancer properties. These compounds, including polysaccharides, alkaloids, and peptides, exhibit the ability to inhibit cancer cell proliferation, induce apoptosis, and overcome drug resistance, presenting innovative solutions for cancer treatment. Key marine species being investigated include Eucheuma sp., Ulva lactuca, Gracilaria verrucosa, Sargassum polycystum, and Ecteinascidia turbinata, all of which show potent cytotoxicity and diverse mechanisms of action. However, challenges such as sustainable harvesting, compound isolation, and clinical testing must be addressed for these marine products to be successfully developed into therapeutic agents. This paper explores the current state of research on Indonesian marine products as anticancer agents, highlighting their bioactive properties and the opportunities and challenges in advancing these products toward clinical application. Keywords: anticancer, extract, Indonesia, marine products, secondary metabolite.
Literatur Review Senyawa Bioaktif dalam Ekstrak Mentimun (Cucumis sativus L.) dan Potensinya sebagai Alternatif Antibiotik Alami Julian; Kurniawaty, Evi; Nareswari, Shinta; Sutyarso
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp126-135

Abstract

Kasus resistensi bakteri terhadap antibiotik sintetis semakin meningkat dan menjadi isu global, yang mendorong upaya mencari sumber antibakteri alami dari bahan baku alam. Salah satu tanaman yang memiliki potensi adalah mentimun (Cucumis sativus L.), yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa bioaktif dalam ekstrak mentimun serta mengevaluasi potensi aktivitas antibakterinya sebagai alternatif antibiotik alami. Untuk menunjang penelitian ini, dilakukan tinjauan pustaka dengan metode literature review menggunakan sumber-sumber ilmiah nasional dan internasional dari basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed selama periode 2015 hingga 2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan metanol dari mentimun memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri patogen, seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Klebsiella pneumoniae. Mekanisme aktivitas antibakteri kemungkinan terjadi melalui kerusakan membran sel, penghambatan sintesis protein, serta gangguan pada permeabilitas dinding sel bakteri. Senyawa flavonoid dan saponin berperan penting dalam efek antibakteri tersebut. Berdasarkan hasil tinjauan, ekstrak mentimun memiliki potensi yang signifikan sebagai sumber antibiotik alami yang aman, terjangkau, dan ramah lingkungan, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian lanjutan serta formulasi farmasi.
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN PENDERITA HIPERTENSI MELALUI MANAJEMEN STRES DAN EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT Kurniawan, Betta; Kurniawaty, Evi; Susianti, Susianti; Mutiara, Hanna; Hijami, Nurul 'Afifah; Permana, Aditya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3767

Abstract

Nelayan memiliki risiko tinggi mengalami hipertensi akibat pola hidup tidak sehat, beban kerja fisik, serta stres psikososial. Edukasi kesehatan dan manajemen stres diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 11 September 2025 di Desa Sukaraja, melibatkan 30 nelayan. Metode berupa ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner 10 pertanyaan terkait hipertensi, manajemen stres, dan gaya hidup sehat. Skor diperoleh dari jumlah jawaban benar dibagi total pertanyaan dikali 100. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan setelah sesi edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 49,67% (pre-test) menjadi 82,33% (post-test), dengan peningkatan 32,67%. Peningkatan tertinggi terdapat pada teknik relaksasi (50%) dan manajemen stres (43,33%), diikuti gaya hidup sehat (40%) serta definisi (36,67%). Peningkatan terendah pada aspek dampak positif (20%) dan strategi (23,33%). Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi dan pertanyaan yang diajukan. Edukasi mengenai manajemen stres dan gaya hidup sehat efektif meningkatkan pengetahuan nelayan penderita hipertensi. Intervensi berbasis komunitas ini berpotensi menjadi strategi promotif-preventif untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan dengan layanan kesehatan primer di wilayah pesisir.
Uji Toksisitas Subkronik Ekstrak Kulit Batang Bakau (Rhizophora Apiculata) Terhadap Kerusakan Ginjal Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Sparague Dawley Maulana, Rifadly Yusril; Mustofa, Syazili; Busman, Hendri; Kurniawaty, Evi
Medula Vol 16 No 1 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i1.1652

Abstract

Toxicity testing is a test to detect toxic effects of a substance in a biological system to obtain characteristic dose-response data from the test preparation. Rhizophora apiculata contains compounds such as alkaloids, flavonoids, triterpenoids, steroids, saponins, and tannins. Tannins are active compounds with potential antioxidant properties. This study is an experimental study using a Posttest Only Control Group Design and was conducted over 28 days on 30 rats divided into 5 groups: the control group (K), Treatment Group 1 at 114 mg/kg body weight (P1), Treatment Group 2 at 228 mg/kg body weight (P2), Treatment Group 3 at 456 mg/kg body weight (P3), and Treatment Group 4 at 912 mg/kg body weight (P4). Data were analyzed using the Kruskal-Wallis statistical test and the Mann-Whitney Post Hoc test. Based on the results of the Kruskal-Wallis statistical test, a p-value of 0.000 was obtained. Meanwhile, based on the results of the Mann-Whitney Post hoc statistical test, groups K, P1, P2, P3, and P4 showed significant differences (p<0.05), while groups P2 and P3, which received intervention or treatment, showed insignificant differences. Administration of mangrove bark extract (Rhizophora apiculata) for 28 days had a toxic effect on the kidneys at a dose of 114 mg/kgBW, with toxic effects in the form of tubular edema and glomerular edema. At doses of 228 mg/kgBW, 456 mg/kgBW, and 912 mg/kgBW, Higher doses resulted in more severe toxic effects on the histopathology of the kidneys of Sprague Dawley rats, as evidenced by tubular edema, glomerular edema, Bowman's space edema, and inflammatory cells.
Penggunaan Finerenone pada Tatalaksana Penyakit Ginjal Kronik dengan Komorbiditas Diabetes Melitus Tipe 2: Sebuah Tinjauan Pustaka Sidik, Faizah Zahrah; Kurniawaty, Evi; Rohman, Miftahur; Mustofa, Syazili
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp127-132

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kelainan struktural atau fungsional ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan memiliki implikasi terhadap kesehatan. Salah satu faktor risiko utama PGK adalah diabetes melitus tipe 2, di mana hiperglikemia kronik menyebabkan aktivasi sistem renin–angiotensin–aldosteron (RAAS), stres oksidatif, inflamasi, dan fibrosis yang berujung pada penurunan fungsi ginjal progresif. Meskipun terapi konvensional berbasis penghambatan RAAS telah menjadi standar tatalaksana, risiko progresivitas PGK dan kejadian kardiovaskular tetap tinggi. Finerenone, antagonis reseptor mineralokortikoid (MRA) nonsteroid selektif, menunjukkan manfaat klinis yang signifikan melalui efek renoprotektif dan kardioprotektif tanpa peningkatan bermakna terhadap risiko efek samping berat. Berdasarkan hasil berbagai uji klinis besar seperti FIDELIO-DKD, FIGARO-DKD, dan analisis gabungannya (FIDELITY), finerenone terbukti menurunkan risiko penurunan laju filtrasi glomerulus terestimasi (eGFR), gagal ginjal terminal, serta kejadian kardiovaskular mayor seperti infark miokard nonfatal dan gagal jantung. Efek terapeutik ini bersifat konsisten pada berbagai kelompok pasien, termasuk mereka yang menggunakan inhibitor SGLT2, serta independen terhadap kontrol glikemik dan resistensi insulin. Walaupun terdapat peningkatan risiko hiperkalemia, kejadian tersebut umumnya ringan, dapat diprediksi, dan dapat dikelola melalui pemantauan kadar kalium secara berkala. Dengan demikian, finerenone merupakan terapi tambahan yang efektif dan aman pada pasien PGK dengan diabetes melitus tipe 2, dengan potensi memperlambat progresi penyakit ginjal serta menurunkan risiko kejadian kardiovaskular jangka panjang. Kata kunci: penyakit ginjal kronik, diabetes melitus, finerenone
Dampak Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Fungsi Auditorik: Tinjauan Literatur Fatwa, Zahra Ramadhani; Imanto, Mukhlis; Larasati, Ratri Mauluti; Kurniawaty, Evi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.968

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit metabolik kronik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Hiperglikemia kronik dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskular dan neuropatik, termasuk pada sistem pendengaran. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi mekanisme gangguan fungsi auditorik akibat DM tipe 2 dan meninjau bukti ilmiah mengenai hubungan antara DM tipe 2 dan gangguan fungsi auditorik. Metode: Tinjauan ini menggunakan pendekatan narrative review melalui penelusuran literatur pada PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “type 2 diabetes mellitus”, “hearing loss”, dan “auditory function”. Artikel yang dipilih adalah publikasi lima tahun terakhir (2020–2025) yang relevan dengan topik. Pembahasan: DM tipe 2 dapat memengaruhi pendengaran melalui kerusakan mikrovaskular pada kapiler koklea, neuropati saraf auditori, stres oksidatif, dan akumulasi advanced glycation end products (AGEs). Mekanisme tersebut mengakibatkan disfungsi stria vaskularis, atrofi sel rambut koklea, serta gangguan transmisi impuls saraf. Beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko sensorineural hearing loss bilateral pada pasien DM tipe 2, terutama dengan kontrol glikemik buruk dan durasi penyakit lebih lama. Simpulan: DM tipe 2 berhubungan dengan gangguan fungsi pendengaran akibat mekanisme vaskular, neuropatik, dan oksidatif. Pemeriksaan audiometri rutin disarankan untuk deteksi dini disfungsi auditori sebagai bagian dari perawatan komprehensif pasien diabetes.
Laporan Kasus: Penatalaksanaan Asma Berat Pada Pasien Dengan Pneumonia Dan Diabetes Mellitus Mustofa, Syazili; Dewi, Meidiana Kartika; Putri, Giska Tri; Kurniawaty, Evi; Sirait, Felicya Rosari Hasianna; Soemarwoto, Retno Ariza
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21076

Abstract

Asma adalah penyakit saluran napas yang bersifat heterogen dan kronis. Asma sering kali disertai dengan berbagai penyakit penyerta yang dapat memengaruhi intensitas klinis dan tingkat keparahan asma. Di sini kami menyajikan laporan kasus seorang pasien yang didiagnosis dengan asma berat, infeksi kronis, dan penyakit degeneratif. Seorang wanita berusia 69 tahun dengan asma berat yang tidak terkontrol menderita mengi dan sesak napas yang terus-menerus. Pasien didiagnosis menderita asma 12 tahun sebelumnya. Sesak napas dipengaruhi oleh cuaca dingin, aktivitas berat, dan disertai suara mengi. Keluhan lainnya termasuk demam dan batuk. Asmanya tidak terkontrol meskipun menggunakan budesonide 160 µg + formoterol 4,5 µg dua kali sehari. Pasien juga memiliki hipertensi dan diabetes melitus yang tidak terkontrol. Pemeriksaan spirometri menunjukkan pola obstruktif dengan obstruksi jalan napas yang reversibel setelah pemberian bronkodilator. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan jumlah sel darah putih, gula darah tinggi, HbA1c 10,1%, dan ditemukan hifa pada kultur dahak. Pasien diberikan terapi aminophylline secara IV, vancomycin, furosemide, methylprednisolone, dan salbutamol 3,01 mg + budesonide 0,5 mg. Kasus ini menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam penatalaksanaan asma berat pada pasien dengan komorbiditas infeksi dan diabetes. Evaluasi menyeluruh terhadap penyakit komorbid menjadi kunci untuk mencapai kontrol penyakit yang optimal.
Co-Authors Aditya Permana Akib, Salsabila Nadhifa Alvinasyrah, Alvinasyrah Andriani, Silvia Anita Febrina, Anita Annisa Fath Ari Irawan Asep Sukohar Audah, Kholis A. Audah, Kholis Abdurachim Ayu S, Putu Ristyaning Bainah Sari Dewi Balqis, Aurelia Corrinna Batubara, Razethy Berawi, Khairunisa Betta Kurniawan, Betta Daulay, Suryani Agustina Dewi Nur Fiana Dewi, Meidiana Kartika Din, Bahesty Cut Nyak Dwi Indria Anggraini Elidiya, Anggun Ersa, Rakhmigasti Citra Ety Apriliana Fatwa, Zahra Ramadhani Giska Tri Putri Hanna Mutiara, Hanna Hendri Busman Hijami, Nurul 'Afifah Iffa Afiqa Khairani Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Irmanida Batubara Julian Julkipli Julkipli, Julkipli Justiani, Andinni Aurellia Karima, Nisa Kaskoyo, Hari Khairun Nisa Khairun Nisa Kurniati, Intanti Larasati, Ratri Mauluti Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Maulana, Rifadly Yusril Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Maulana Muhammad Ricky Ramadhian Mukhlis Imanto, Mukhlis Nuning Nurcahyani Nuriah, Nuriah Nurul Islamy Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany, Oktafany Oktoba, Zulpakor Poty, Pitha Maykania Pramudyawati, Yustika Puspa, Egita Windrianatama Rahmansia, Soraya Rahmayani, Fidha Rasmi Zakiah Oktarlina Reni Zuraida Rini, Sandra Risti Graharti Rossa, Putri Emylia Sahroni, Mizan Samsul Bakri Sandro, Mario Sangging, Putu Ristyaning Ayu Setyadi, Yudha Putra Shinta Nareswari, Shinta Sidik, Faizah Zahrah Sirait, Felicya Rosari Hasianna Situmorang, Ephraim Matthew Sebastian Situmorang, Ezra Winandi Soemarwoto, Retno Ariza Soraya Rahmanisa Suharyani Suharyani Susianti Susianti Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syarif, Muhammad Reza Syazili Mustofa Taruna, Achmad Tiwuk Susantiningsih Tri Umiana Soleha Wijaya, Elza Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani Wulan, Anggraini Janar Yogi Catur Putra