Claim Missing Document
Check
Articles

PARENT AND TEACHER CHALLENGES IN NAVIGATING THE DIGITAL ERA Trisnawaty, Trisnawaty; HS, Fatimah; Ondeng, Syarifuddin; Usman, Syahruddin
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 4 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v4i2.334

Abstract

The rapid advancement of digital technology in the era of Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 has fundamentally transformed the way families and schools’ function in educating children. Parents and teachers are increasingly confronted with complex challenges in guiding children amidst the influx of information, digital content, and internet-based learning. This article aims to analyze the roles of parents and teachers in responding to digital challenges, particularly in the context of Islamic education. Employing a qualitative approach through library research, the study synthesizes findings from academic literature, national surveys, and recent statistical data (2015–2024). The discussion is framed by Bronfenbrenner's Ecological Systems Theory and the Islamic framework of Maqāṣid al-Sharīʿah. Findings indicate a significant gap in digital literacy among parents and teachers, limited institutional readiness for digital pedagogy, and increasing exposure of children to harmful digital content. The article argues that current research often isolates the roles of parents and teachers, overlooking their synergistic potential in shaping children's character through a values-based framework. As a novelty, this study proposes a four-pillar tarbiyah model—parents, teachers, community, and the state—rooted in Islamic principles to promote digital ethics, character education, and spiritual development. This integrative approach is expected to serve as a practical and conceptual guide in constructing a holistic digital education ecosystem that aligns with Islamic values.
Kajian Komprehensif tentang Hakikat, Fungsi, dan Proses Penelitian Ilmiah Ta’wil, Ta’wil; Ondeng, Syarifuddin; Mustami, Khalifa
Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology
Publisher : Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/

Abstract

Research serves as the fundamental basis for the development of scientific knowledge and the resolution of problems across various aspects of life. This article provides a comprehensive discussion on the nature, functions, and processes of research. The nature of research is understood as a systematic, methodological, and objective effort to discover or validate scientific knowledge. The functions of research are not limited to the advancement of science, but also include problem-solving, improving the quality of public policy, and fostering innovation. Meanwhile, the research process involves several essential stages, including problem identification, literature review, formulation of hypotheses or research questions, data collection and analysis, and drawing conclusions. By understanding these three aspects, research can be conducted in a more directed, valid, and practically beneficial manner for the advancement of science and societal well-being.
KONSEP, PRINSIP, TUJUAN, DAN MANFAAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PAI Paputungan, Djamila; Ondeng, Syarifuddin; Arif, Muh.
Journal of Islamic Education Management Research Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER)
Publisher : Pasca Sarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/jiemr.v3i1.1308

Abstract

Bahan ajar merupakan hal terpenting dalam pelaksanaan proses pembelajaran, karena sebuah proses pembelajaran akan mustahil terlaksana dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang. Artikel ini menginterpretasikan tentang konsep, prinsip, tujuan, dan manfaat pengembangan bahan ajar PAI dengan metode penelitiannya adalah Studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui dokumentasi yaitu menggali data menurut aneka macam warta jurnal, buku, tulisan, serta informasi-informasi lain. Kemudian, mencoba menelaah dari beberapa jurnal, artikel, makalah, dan juga buku yang telah diperoleh dan dikumpulkan serta sumber yang sesuai dengan artikel ini. Hasil pembahasan artikel berpusat kepada kenyataanya yang ada dilapangan dimana banyak guru ataupun pendidik belum bisa menguasai bahan pembelajaran apalagi dalam mengembangkannya. Oleh karena itu penting bagi guru untuk mengenal, memahami dan menguasai bahan yang mereka ajarkan untuk dikembangkan.
RELEVANSI PEMIKIRAN KH. AHMAD DAHLAN DAN KH. HASYIM ASY’ARI DAN PENGARUHNYA DALAM BIDANG PENDIDIKAN ISLAM Jumrah, Abrina Maulidnawati; Ondeng, Syarifuddin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah dan NU merupakan organisasi sosial Islam mainstreamdi Indonesia  yang  telah  berdiri  sebelum  Indonesia  merdeka.  Kedua  organisasi  ini menggerakkan pembaharuan  pemikiran  Islam,  dakwah,  sosial,  kesehatan  dan pendidikan. KH. Ahmad Dahlan merupakan seorang pendiri Muhammadiyah. Dibidang pendidikan, Muhammadiyah melakukan modernisasi pendidikan islam di Indonesia. Dengan menyempurnakan kurikulum pendidikan islam dengan memasukkan pendidikan agama islam ke sekolah umum dan pengetahuan sekuler ke sekolah agama. kebangkitan Islam di Indonesia pun juga diwarnai dengan pemikiran KH.Hasyim Asy’ari pendiri NU yang berbeda dengan KH.Ahmad Dahlan. Bangkitnya pemikiran KH.Hasyim Asy’ari adalah ingin tetap mempertahankan tradisionalisme, akan tetapi juga menghendaki perubahan yang lebih baik dalam pendidikan Islam Indonesia  Tujuan Penelitian ini yaitu 1) untuk mengkaji Pemikiran KH. Ahmad Dahlan dalam bidang Pendidikan Islam 2) untuk mengkaji Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dalam bidang Pendidikan Islam3)untuk mengetahui  Relevansi Pemikiran KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari terhadap Pendidikan Islam.Hasil  penelitian  ini mengungkapkan   bahwa walaupun berbeda pandangan namun memiliki relevansi pemikiran yaitu mengharapkan agar umat Islam tidak sekedar mempuni dalam ilmu agama saja tapi juga mempuni dalam ilmu-ilmu umum. Hal ini nampak dari usaha mereka di samping ilmu-ilmu agama, juga memasukkan materi ilmu-ilmu profan dalam kurikulum lembaga pendidikan yang mereka kelola.Kata Kunci: Kh. Ahmad Dahlan ; Kh. Hasyim Asy’ari; Pendidikan Islam
PERKEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DI INDONESIA Nurhidaya, A Rezky; Akbar, Azaz; Ashar, Ashar; Prabu, Ince; Ondeng, Syarifuddin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Perguruan tinggi Islam di Indonesia telah berlangsung sejak dibukanya Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jakarta pada bulan Juli 1945 menjelang Indonesia merdeka. Sejak saat itu dinamika dan perkembangan perguruan Tinggi Islam dimulai. Setelah terbentuknya STI berubah menjadi UII (Universitas Islam Indonesia). Perkembangan berikutnya fakultasagama UII dinegerikan menjadi PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri), kemudian fase berikutnya muncullah IAIN dan STAIN, selain itu muncul pula pendidikan tinggi Islam swasta, baik berbentuk universitas, institut, maupun sekolah tinggi. Paradigma baru perguruan tinggi itu pada dasarnya bertumpu kepada tiga tungku utama, yakni Pertama, kemandirian lebih besar (greater autonomy) dalam pengelolaan atau otonomi. Kedua, akuntabilitas atau tanggung urai (greater accountability), bukan hanya dalam hal pemanfaatan sumber-sumber keuangan secara lebih bertanggungjawab, tetapi juga dalam pengembangan keilmuan, kandungan pendidikan dan program-program yang diselenggarakan. Ketiga, jaminan lebih besar terhadap kualitas (greater quality assurance) melalui evaluasi internal (internal evaluation) yang dilakukan secara kontinu dan berkesinambungan; dan evaluasi eksternal (external evaluation) oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN).Kata Kunci: Akuntabilitas PTAI, Perguruan Tinggi; Sejarah pendidikan
MUHAMMADIYAH DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Akbar, Azaz; Nurhidaya, A Rezky; Ali, A Muh.; Ondeng, Syarifuddin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi yang didirikan oleh Kiai Ahmad Dahlan yang banyak bergerak pada amal usaha dibidang pendidikan seperti sekolah PAUD/, TK, SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan kajian singkat dari beberapa artikel penelitian yang membahas tentang pergerakan muhammadiyah dari latar belakang berdirinya hingga pengaruhnya dalam dunia pendidikan islam di Indonesia. Metode penelitian ini yaitu studi kepustakaan Kerena pada akhirnya seluruh bahan yang telah dibaca harus ditarik sebuah kesimpulan dalam bentuk laporan. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemunculan organisasi muhammadiyah merupakan respon dari penegakkan ajaran islam yang berangkat dari al-Quran dan Sunnah. Juga dari sekian factor yang dikemukakan dari kedua penelitian tersebut di atas adalah tentang pemurnian tauhid yang dipengaruhi oleh colonialism tentang syirik, takhyul, bid’ah dan khurafat dan dhidup dalam kemiskinan, kemelaratan dan kebodohan. organisasi Muhammadiyah  sangat memperhatikan kondisi masyarakat yang majemuk dalam pengembangan kurikulum Pendidikan di Indonesia. Kata Kunci: Muhammadiyah; Pendidikan Islam; Indonesia
PESANTREN DI INDONESIA: LEMBAGA PEMBENTUKAN KARAKTER Fitri, Riskal; Ondeng, Syarifuddin
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis islam yang ada di Indonesia, yang di dalamnya mengajarkan berbagai macam  pelajaran  keagamaan  mengenai  islam  dan  sebagai  salah  satu  lembaga yang berperan banyak dalam pendidikan moral dan akhlak yang mulia bagi para santri didalamnya. Pondok pesantren yang ada di indonesia memiliki sejarah yang unik dan mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan pondok  pesantren  yang   ada  di  negeri lain. Memaknai Istilah Pondok Pesantren. Tujuan  penelitian ini adalah : 1) Memahami sejarah singkat dan perkembangan pondok pesantren di Indonesia. 2) Memaknai karakteristik dan tujuan serta umsur-unsur pendidikan pesantren sebagai lembaga pendidikan islam di Indonesia. 3) Memahami sistem pembelajaran pondok pesantren di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan eksistensinya yang semakin bertahan dan memperoleh pengakuan dan variasinya yang semakin bertambah, telah mengantarkan pada kesimpulan bahwa pesantren mempunyai karakter plural, tidak seragam dan tidak memiliki wajah uniform. Pluralitas pesantren ditunjukkan antara lain dengan tiadanya sebuah aturan pun baik menyangkut manajerial, administrasi, birokrasi, struktur, budaya, kurikulum dan apalagi pemihakan politik. Yang dapat mendefinisikan pesantren menjadi tunggal adalah aturan yang datang dari pemahaman agama yang terefleksikan dalam berbagai kitab kuning. Kata Kunci: Pesantren; Indonesia; dan karakter
Improving Teacher Professionalism Through Classroom Action Research to Achieve Better National Education Quality Syaridawati; Ondeng, Syarifuddin; Mustami, Khalifah
Golden Ratio of Data in Summary Vol. 5 No. 4 (2025): August - October
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grdis.v5i4.980

Abstract

This study aims to explore the role of classroom action research (CAR) in improving teacher professionalism and how such improvements contribute to national education quality, with a particular focus on the Indonesian context. Using a qualitative approach, the study draws on an extensive literature review of peer-reviewed journal articles, policy documents, and empirical case studies to analyze patterns and themes related to teacher development and instructional reform. The findings indicate that CAR is an effective, reflective, and context-sensitive approach that empowers teachers to engage in inquiry-based practice, adapt teaching strategies to student needs, and improve pedagogical competencies. Furthermore, CAR supports collaborative learning cultures and enhances teacher agency, contributing to sustained school improvement and alignment with national education goals. The study concludes that teacher professionalism, when nurtured through structured and supportive CAR initiatives, serves as a foundation for high-quality education. The implications highlight the importance of institutional support, leadership, and mentoring in making CAR a sustainable element of teacher professional development strategies.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Mappanre Temme’ Pada Masyarakat Bugis Di Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru Hidayatullah, Anwar Iskar; Ondeng, Syarifuddin; Syamsudduha, St
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 17 No. 2 (2019): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.341 KB)

Abstract

Abstak Tesis ini membahas topik nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Mappanre Temme’ (khatam al-Qur’an) pada masyarakat bugis di kecamatan soppeng riaja kabupaten Barru. Permasalahan pokok dalam penelitian ini yakni bagaimana nilai pendidikan Islam pada tradisi adat Mappanre Temme’. Permasalahan pokok dirinci pada tiga sub masalah, yaitu bagaimana latar belakang keberadaan tradisi Mappanre Temme’, bagaimana tata cara pelaksanaan tradisi Mappanre Temme’, serta nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam tradisi Mappanre Temme’. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tatacara pelaksanaan dan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Mappanre temme’ di soppeng riaja Barru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mappanre Temme’ adalah sebuah tradisi eksotis yang penuh daya tarik. Eksotisme Mappanre Temme’ bukan hanya karena ia menjadi sarana hiburan tradisional ditengah arus globalisasi budaya, akan tetapi tradisi Mappanre Temme’ sarat dengan makna dan pesan yang mengekspresikan sistem nilai yang dianut oleh masyarakat bugis, yakni di dalamnya banyak terkandung nilai-nilai pendidikan Islam, yakni pendidikan iman, akhlak, intelektual, fisik dan psikis, dan sosial. Implikasi penelitian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan nilai manfaat bagi semua pihak, terutama bagi masyarakat soppeng riaja. Penelitian ini dapat menjadi dasar agar dilain pihak adanya keberanian dari tokoh budaya agar gaya, gerak dan baca-bacaan yang menghiasi suasana upacara Mappanre temme’ dimodifikasi menjadi seni yang bernuansa Islami yang sarat dengan nilai-nilai syiar Islam khususnya pendidikan Islam demi membumikan Islam ditengah kehidupan masyarakat. Kata Kunci: Nilai-Nilai Pendidikan Islam, Tradisi Mappanre Temme’, Masyarakat Bugis
PENELITIAN NARATIF DAN ETNOGRAFI: PERBANDINGAN DAN APLIKASI Maemunah, St.; Ondeng, Syarifuddin; Mustami, Khalifah
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v8i2.5481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua pendekatan kualitatif yang populer dalam penelitian sosial, yaitu pendekatan naratif dan etnografi, serta mengeksplorasi kelebihan, keterbatasan, dan aplikasi masing-masing metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, di mana peneliti mengkaji literatur terkait dan sumber-sumber relevan untuk memahami karakteristik, teknik pengumpulan data, dan analisis yang diterapkan dalam kedua pendekatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan naratif lebih fokus pada cerita individu dan pengalaman subjektif, sementara etnografi berfokus pada pengamatan dan pemahaman budaya serta praktik sosial dalam konteks kelompok. Kelebihan pendekatan naratif terletak pada kemampuannya untuk menggali makna mendalam dari pengalaman individu, sedangkan etnografi memberikan pemahaman yang lebih luas tentang konteks sosial dan budaya. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peneliti memilih metode yang sesuai berdasarkan tujuan penelitian dan konteks yang diteliti, serta potensi pengembangan kedua pendekatan di masa depan untuk menjawab tantangan kompleks dalam kajian sosial dan budaya. Kata Kunci: Pendekatan naratif, etnografi, penelitian kualitatif ABSTRACT This study aims to compare two qualitative approaches that are popular in social research, namely narrative and ethnographic approaches, and explore the advantages, limitations, and applications of each method. The method used in this study is a literature study, in which the researcher examines the relevant literature and relevant sources to understand the characteristics, data collection techniques, and analysis applied in both approaches. The results show that the narrative approach focuses more on individual stories and subjective experiences, while ethnography focuses on the observation and understanding of culture and social practices in the context of groups. The advantage of a narrative approach lies in its ability to unearth the deep meaning of individual experiences, while ethnography provides a broader understanding of social and cultural contexts. The implications of this study are the importance of researchers choosing appropriate methods based on the research objectives and the context being studied, as well as the potential for the development of both approaches in the future to address complex challenges in social and cultural studies.