Claim Missing Document
Check
Articles

Simvastatin Improves Renal Function and Glomerulosclerosis in Ischemic-reperfusion Injury Putu Nita Cahyawati; Desak Putu Oki Lestari; Ayu Savitri Siskayani; I Made Toya Ariawan
The Indonesian Biomedical Journal Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v12i2.1082

Abstract

BACKGROUND: Statin is an anti-cholesterol drug that is widely prescribed throughout the world. Statins are mainly used to treat and prevent cardiovascular disease. Several studies have found the pleiotropic effect of statin. However, related effect of statin in kidney failure is still unclear. Ischemic-reperfusion (I/R) injury is a major cause of acute kidney failure. This study aims to determine the effect of simvastatin on kidney function and glomerular conditions by periodic acid-schiff staining in I/R injury.METHODS: Eighteen male Swiss mice were grouped into sham operation group (GSO), I/R injury group (GIRI), and simvastatin group (GSIM). The GSO group was performed by sham operation and pretreatment of 1% carboxymethylcellulose (CMC) for 3 days. The GIRI group was performed by I/R procedure and pretreatment of 1% CMC for 3 days and the GSIM group was performed by I/R procedure and pretreatment of 10 mg/kg BW simvastatin for 3 days. Blood urea nitrogen (BUN) and creatinine serum were assessed to determine kidney function. Histopathological analysis of glomerulosclerosis was assessed by the extent of glomerular damage (sclerosis), capillary loops, and synechia. The data were analyzed by one-way ANOVA followed by post hoc Tukey’s test (p<0.05).RESULTS: The creatinine and BUN levels in the GIRI group were the highest (0.97±0.48) compared with the other groups. The glomerulosclerosis index in the GSO group was 0.75±0.56, the GIRI group was 3.55±0.61, and the GSIM group was 2.08±1.37. There was a significant difference in the glomerulosclerosis index between the GSO and GIRI groups, but there was no significant difference between the GIRI and GSIM groups. These differences include the formation of sclerosis in the glomerulus, capillary loop, and synechiae.CONCLUSION: Simvastatin improves kidney function and glomerulosclerosis in I/R injury.KEYWORDS: ischemic-reperfusion injury, simvastatin, glomerulosclerosis
Penyuluhan dan Pendampingan Pemilihan Metode Kontrasepsi pada Kelompok Arisan Dewi Sartika Denpasar Timur Putu Nita Cahyawati; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 1 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i1.4895

Abstract

Mitra pada pengabdian ini merupakan ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok arisan Dewi Sartika yang berasal dari lingkungan Banjar Yang Batu Kangin, Denpasar Timur. Selama ini mitra pernah mendapatkan penyuluhan dari puskesmas setempat, namun belum bisa memahami penjelasan yang disampaikan pihak puskesmas. Mayoritas kelompok anggota mitra kesulitan memahami penjelasan tersebut karena terlalu bersifat ilmiah dan menggunakan bahasa medis yang sulit dimengerti. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukanlah program berupa pemberdayaan mitra tentang kesehatan reproduksi khususnya pemilihan metode kontrasepsi. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelaksanaan pretest dan posttest, penyampaian materi oleh narasumber, diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, simulasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil yang diperoleh melalui kegiatan ini antara lain: mitra telah berperan  aktif  dalam  setiap  kegiatan  dengan  persentase kehadiran dan partisipasi aktif sebesar 100%. Hasil rerata nilai  pretest  dan  posttest  mitra  mengalami peningkatan sebesar 2 kali lipat dari 36,8 menjadi 58,4 point. Akan tetapi, hasil ini lebih rendah dari target yang diharapkan yaitu ≥85%, sehingga perlu dilakukan pendampingan berkelanjutan. Secara umum program sudah terlaksana dengan baik dinilai dari pelaksanaan kegiatan tepat waktu, keterlibatan dan kerjasama yang baik dari mitra, narasumber, ketersediaan alat dan bahan kegiatan yang memadai selama kegiatan, serta pelaksanaan kegiatan simulasi, pelatihan dan pendampingan yang juga berlangsung baik. Saran yang dapat penulis berikan dalam kegiatan ini antara lain agar mitra dapat menjadi ujung tombak perekrutan mitra lainnya sebagai sehingga pengetahuan dan keterampilan yang didapat dapat ditransfer kepada mitra lainnya.
Analisis dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Masa Pandemi Covid-19 Pada Pekerja Salon dan Spa Putu Nita Cahyawati; Luh Gede Pradnyawati; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2021): COMSERVA: (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.806 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i7.50

Abstract

COVID-19 merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dan di dunia. COVID-19 yang melanda seluruh dunia memberikan dampak besar pada berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk sektor pariwisata. Dalam upaya untuk menghidupkan kembali usaha pariwisata, pemerintah mencanangkan penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE). Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis dan memberikan edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat pada mitra. Mitra pada kegiatan ini bekerja pada usaha salon dan spa di wilayah Badung, Bali. Mitra yang dilibatkan sebanyak 5 orang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian edukasi, diskusi interaktif mengenai COVID-19, pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan dibagi menjadi 2 sesi. Berdasarkan hasil analisis perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah, diperoleh nilai sebagai berikut: mitra 1 (86,7), 2 (77,8), 3 (71,1), 4 (75,5), dan 5 (77,8). Sedangkan, hasil pengisian kuesioner PHBS di tempat kerja ditemukan hasil sebagai berikut: mitra 1 (66,7), 2 (66,7), 3 (55,6), 4 (81,5), dan 5 (77,8). Hasil ini menunjukkan bahwa rerata nilai penerapan PBHS di tempat kerja mitra lebih rendah dibandingkan dengan di rumah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pekerja salon dan spa belum mampu menerapkan PHBS secara konsisten.
Online Based Community Empowerment in Bukian Village, Bali as an Effort to Prevent Covid19 Transmission Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Putu Nita Cahyawati; Desak Putu Citra Udiyani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i4.249

Abstract

Preventing COVID19 transmission in community is currently important. As one of villages located close to Bali’s tourism centre, Bukian village is expected to be more vigilant in preventing the spread of COVID19. However, the public knowledge about COVID19 was low, the people was careless with pandemic situation, and public socialization was limited, making the effort in preventing the transmission of the disease at that time had not run optimally. This community empowerment activities lasted for 1 month in the form of providing education with online methods and intensive mentoring of one student, one participant, targeting families and members of the COVID19 task force, with a sum of 10 students and 10 participants. All activities went well and enthusiasm of participants was quite good. Pre-test and post-test questionnaires were given to evaluate the increase in the knowledge and attitudes of the participants, then analyzed by wilcoxon test and there was a significant increase in knowledge and attitude of participants (p value <0,05).
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA CLEANING SERVICE KLINIK PRATAMA DI DENPASAR Putu Nita Cahyawati; Ni Kadek Elmy Saniathi
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 8 No 1 (2022): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/jsb.v8i1.2155

Abstract

Coronavirus Disease-2019 was first discovered in Indonesia on March 2, 2020. The Government of Indonesia is taking various strategic steps to prevent and handle this case. The government emphasizes preventive measures by implementing health protocols and clean and healthy living behaviors starting from the individual and family levels. This activity aims to provide education and assistance to cleaning services in implementing clean and healthy living behaviors, especially when working. The activities began with discussion sessions, pretest, education process, and posttest. As a result, we found that the percentage of partners' attendance and participation in this activity was very good, namely 100%. This result is following the target set. The educational process can increase the knowledge of partners. This is indicated by an increase in the pretest and posttest scores from 51.5 to 84 points, with an average value of 84 points. Based on the results of monitoring in the form of direct observations, partners have implemented protocols for the use of adequate personal protective equipment while working. Based on this data, it can be concluded that the provision of education and assistance can increase the knowledge and behavior of partners in implementing clean and healthy living behaviors.
Gut microbiota in stunting children: literature review Putu Nita Cahyawati; I Nengah Sujaya
Bali Anatomy Journal Vol 4 No 1 (2021): Bali Anatomy Journal (BAJ)
Publisher : Department of Anatomy, Medical Faculty, Universitas Udayana, Bali-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36675/baj.v4i1.51

Abstract

Background: Stunting is one of the chronic nutritional problems experienced by children around the world. Indonesia currently occupies the top three countries with the highest prevalence of stunting in Southeast Asia. Children who suffer stunting are generally more susceptible to disease and are at risk of developing degenerative diseases. Stunting does not only affect health but can also affect the level of intelligence of children. Review: There was an association between stunting and components of the gastrointestinal microbiota (gut microbiota). The gut microbiota in each child is different. It was influenced by various factors such as age, food consumed, and location of residence. Nutritional status, history of recurrent infections, and chronic inflammation of the intestine play an important role in the differences in gut microbiota in stunting children compared to normal children. Conclusion: Although it was known that there is a link between stunting and the components of the gut microbiota, the exact mechanism still needs further research.
Phytochemical and Antioxidant Capacity Test on Turmeric Extract (Curcuma Longa) Traditionally Processed in Bali Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Putu Nita Cahyawati; Desak Putu Citra Udiyani; D. Wijaya; I Gde Suranaya Pandit; Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.264 KB) | DOI: 10.51172/jbmb.v1i2.115

Abstract

Purpose: The purpose of this study was to determine the ways and objectives of the use of turmeric by Balinese, as well as the phytochemical content and antioxidant capacity of turmeric extract which is traditionally processed in Bali. Research methods: The method and purpose of utilizing turmeric were obtained through observation and interviews with 900 Balinese respondents. Quantitative phytochemical tests include starch, protein, flavonoid, tannin, phenol and vitamin C levels and qualitatively for the presence of triterpenes, steroids, alkaloids, and saponins. Antioxidant capacity was measured using the DPPH method. Findings: Through this research, we found there were only 36.8% of respondents had ever used turmeric as a traditional medicine. Utilization of turmeric was mostly in the form of loloh or traditional drinks. Phytochemical test results showed turmeric extract had 67.38% starch, 3.42% protein, 2709.39 mg/100 gr flavonoids, tannins 291.64 mg/100gr, phenol 1584.04 mg/100 gr, and vitamin C 0.06 mg/100gr. Qualitatively, turmeric extract contained triterpenes, alkaloids, and saponins, but did not contain steroids. The antioxidant capacity of turmeric extract was 70.9 mg/L GAEAC. Implications: Turmeric extract is a traditional medicine made from nature that is most commonly used by Balinese and very potential to be developed as an antibacterial, antioxidant, anti-inflammatory, or other benefits that still need further investigation.
Simvastatin Memperbaiki Degerasi Hidropis dan Nekrosis Sel Hepatosit Mencit Subtotal Nefrektomi I Dewa Gede Amara Putra Wibawa; Komang Trisna Sumadewi; Putu Nita Cahyawati
JBN (Jurnal Bedah Nasional) Vol 6 No 1 (2022): JBN (Jurnal Bedah Nasional)
Publisher : Program Studi Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBN.2022.v06.i01.p04

Abstract

Latar belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit dengan tingkat mortalitas yang tinggi. Pada pasien GGK, golongan obat statin digunakan untuk mengatasi kondisi dislipidemia dan mencegah kelainan kardiovaskular. Selama ini banyak penelitian lebih terfokus meneliti efek pemberian statin terhadap kondisi ginjal dibandingkan dengan kondisi hepar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek simvastatin terhadap perubahan pada degenerasi hidropis dan nekrosis sel hepatosit mencit model subtotal nefrektomi. Metode: Lima belas ekor mencit (Mus musculus L.) jantan, galur Swiss, umur 3 bulan, berat badan 30-40 gram digunakan pada penelitian ini. Mencit dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan secara random yaitu kelompok subtotal nefrektomi (SN, n=5), kelompok simvastatin dosis 5,2 mg/kgBB (S5, n=5), dan kelompok simvastatin dosis 10,4 mg/kgBB (S10, n=5). Hasil: Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa rerata degenerasi hidropis pada kelompok SN (1,240,19), kelompok S5 (0,640,11), dan kelompok S10 (0,920,41). Terdapat perbedaan signifikan pada penilaian degenersi hidropis pada kelompok SN dan kelompok S5 (p<0,05). Rerata degenerasi hidropis pada kelompok SN (1,240,19), kelompok S5 (0,640,11), dan kelompok S10 (0,920,41). Terdapat perbeda an signifikan antara kelompok hewan yang memperoleh simvastatin (S5 dan S10) dengan kelompok SN (p<0,05). Simpulan: Simvastatin memperbaiki degerasi hidropis dan nekrosis sel hepatosit mencit subtotal nefrektomi.
KONSULTASI ONLINE DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Putu Nita Cahyawati; A. Lestarini; N. K. E. Saniathi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.57 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i02.p06

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) menyebar ke seluruh dunia dalam kurang dari dua bulan. Penyakit ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia, sehingga penyebarannya menjadi sangat tidak terkontrol. World Health Organization merekomendasikan penggunaan masker medis, menjaga jarak (physical distancing), mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga system kekebalan tubuh agar terhindar dari COVID-19. Untuk mencegah penyebaran COVID-19, Desa Dalung telah membentuk Satgas COVID-19 yang bertugas untuk melakukan pemantauan dan penyemprotan berkala pada tempat-tempat umum. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, masyarakat juga masih belum memahami mengenai penularan penyakit COVID-19 dan cara mencegahnya. Masyarakat tampak masih belum menggunakan masker saat keluar rumah, serta menggunakan masker dengan cara yang kurang tepat. Kurangnya informasi kesehatan yang memadai juga menjadi salah satu penyebab timbulnya permasalahan ini. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini antara lain diskusi untuk mengidentifikasi dan mencari solusi pemecahan masalah yang dihadapi, pemberian penyuluhan, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2020 bertempat di posko Satgas COVID-19 Desa Dalung. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan penyuluhan, penyerahan desinfektan dan hand sanitizer, serta konsultasi online mendapat tanggapan yang positif dari mitra kegiatan. Pelaksanaan penyuluhan dihadiri oleh perwakilan Satgas COVID-19 Desa Dalung yang jumlahnya dibatasi karena situasi pandemi.
Keracunan Akut Sianida Putu Nita Cahyawati
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 1 No. 1: 2017
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.1.1.2017.80-87

Abstract

Secara tradisonal sianida dikenal sebagai racun. Selama ini sianida telah digunakan sebagai alat untuk pembunuhan massal, upaya bunuh diri, dan sebagai senjata perang. Pada tahun 1978, minuman rasa buah (Kool-Aid) yang mengandung potassium sianida menjadi agen penyebab bunuh diri massal para anggota People’s Temple di Jonestown, Guyana. Selama Perang Dunia II, para Nazi juga menggunakan sianida sebagai agen genosida dalam kamar gas. Laporan tahunan National Poison Data System dari American Association of Poison Control Centers, selama tahun 2007 terdapat 247 kasus paparan kimia sianida di Amerika Serikat. Jumlah kasus yang dilaporkan tersebut relatif masih kecil karena masih banyak kematian yang sering tidak dilaporkan. Meskipun demikian, jumlah kasus yang kecil ini tidak mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan, kebutuhan untuk mengenali, dan memberikan intervensi secara cepat pada kasus keracunan sianida.
Co-Authors A. Lestarini Agus Santosa Anak Agung Gede Raka Gunawarman Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya Anak Agung Raka Budayasa Anak Agung Sri Agung Aryastut Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Asri Lestarini Asri Lestarini Atmaja, Ni Putu Velentina Putri Surya Ayu Savitri Siskayani Ayu Switi D. Wijaya Datya , Aulia Iefan De Luh Pratiwi Angganing Lestari Desak Putu Citra Udiyani Desak Putu Citra Udiyani Desak Putu Oki Lestari Dewa Ayu Putu Ratna Juwita Dewi, Ni Wayan Erly Sintya Diah Padmawati Dian Puspitha Giribaldi Pemecutan Gst Ayu Kade Devina Muryantisa Gustu Rama I Dewa Gede Amara Putra Wibawa I Gde Suranaya Pandit I Gede Ketut Deny Patmantha Putra Tjahyadi I Made Adi Putra Wiguna I MADE PARIARTHA I Made Toya Ariawan I Made Wira Supanji I Nengah Sujaya I Nyoman Gede Maha Putra I Putu Arya Suryanta Wiguna I Putu Rustama Putra Jihvani, Putu Ayu Krishna Kadek Berliantara Komang Trisna Sumadewi Kurniawan, I Gde Yudhi Lestarini, Asri Luh Gde Evayanti Luh Gde Sita Maharani Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Sri Yenny Made Indra Wijaya N. K. E. Saniathi Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Luh Anik Puspa Ningsih Ni Luh Gede Taman Kristanti Ni Made Dwinda Handayani Ni Putu Satya Deva Jayanti Ni Wayan Armerinayanti, Ni Wayan Ni Wayan Ayu Maha Dewi Ni Wayan Rusni Ni wayan Sedani, Ni wayan Ningsih, Ni Luh Anik Puspa Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Paramitha, I Gusti Ayu Mas Diah Peranawa, I Wayan Yoga Diva Pradnyawati, Luh Gede Puspa Ningsih, Ni Luh Anik Putra, I Putu Rustama Putra, IGB Gita Pranata Putu Alit Sudarsana Sudarsana Putu Ananda Angelita Putu Utari Fridayanthi Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi Ruspita Sari, Ni Ketut Adelia Sari, Ni Luh Putu Eka Kartika Sarilan, I Putu Satria Udayana Silfia Maharani Suaridewi, I Gusti Agung Ayu Mas Sudiadewi, Ni Putu Eka Tanjung Subrata Tri Wisananda Putra Trinia Amanda Udiyani, Desak Putu Citra Velentina Putri Wardana, Made Kusuma Wardana, Ni Komang Sara Kusuma Wijaya, D. Wijaya, Putu Austin Widyasari Wirajaya, Anak Agung Ngurah Mayun Witari, Ni Putu Diah Yogiswara, Gde Candra Yoni, Putu Diah Paramitha Dwi