p-Index From 2021 - 2026
10.451
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Phytochemical and Antioxidant Capacity Test on Turmeric Extract (Curcuma Longa) Traditionally Processed in Bali Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Putu Nita Cahyawati; Desak Putu Citra Udiyani; D. Wijaya; I Gde Suranaya Pandit; Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.264 KB) | DOI: 10.51172/jbmb.v1i2.115

Abstract

Purpose: The purpose of this study was to determine the ways and objectives of the use of turmeric by Balinese, as well as the phytochemical content and antioxidant capacity of turmeric extract which is traditionally processed in Bali. Research methods: The method and purpose of utilizing turmeric were obtained through observation and interviews with 900 Balinese respondents. Quantitative phytochemical tests include starch, protein, flavonoid, tannin, phenol and vitamin C levels and qualitatively for the presence of triterpenes, steroids, alkaloids, and saponins. Antioxidant capacity was measured using the DPPH method. Findings: Through this research, we found there were only 36.8% of respondents had ever used turmeric as a traditional medicine. Utilization of turmeric was mostly in the form of loloh or traditional drinks. Phytochemical test results showed turmeric extract had 67.38% starch, 3.42% protein, 2709.39 mg/100 gr flavonoids, tannins 291.64 mg/100gr, phenol 1584.04 mg/100 gr, and vitamin C 0.06 mg/100gr. Qualitatively, turmeric extract contained triterpenes, alkaloids, and saponins, but did not contain steroids. The antioxidant capacity of turmeric extract was 70.9 mg/L GAEAC. Implications: Turmeric extract is a traditional medicine made from nature that is most commonly used by Balinese and very potential to be developed as an antibacterial, antioxidant, anti-inflammatory, or other benefits that still need further investigation.
Simvastatin Memperbaiki Degerasi Hidropis dan Nekrosis Sel Hepatosit Mencit Subtotal Nefrektomi I Dewa Gede Amara Putra Wibawa; Komang Trisna Sumadewi; Putu Nita Cahyawati
JBN (Jurnal Bedah Nasional) Vol 6 No 1 (2022): JBN (Jurnal Bedah Nasional)
Publisher : Program Studi Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBN.2022.v06.i01.p04

Abstract

Latar belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit dengan tingkat mortalitas yang tinggi. Pada pasien GGK, golongan obat statin digunakan untuk mengatasi kondisi dislipidemia dan mencegah kelainan kardiovaskular. Selama ini banyak penelitian lebih terfokus meneliti efek pemberian statin terhadap kondisi ginjal dibandingkan dengan kondisi hepar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek simvastatin terhadap perubahan pada degenerasi hidropis dan nekrosis sel hepatosit mencit model subtotal nefrektomi. Metode: Lima belas ekor mencit (Mus musculus L.) jantan, galur Swiss, umur 3 bulan, berat badan 30-40 gram digunakan pada penelitian ini. Mencit dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan secara random yaitu kelompok subtotal nefrektomi (SN, n=5), kelompok simvastatin dosis 5,2 mg/kgBB (S5, n=5), dan kelompok simvastatin dosis 10,4 mg/kgBB (S10, n=5). Hasil: Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa rerata degenerasi hidropis pada kelompok SN (1,240,19), kelompok S5 (0,640,11), dan kelompok S10 (0,920,41). Terdapat perbedaan signifikan pada penilaian degenersi hidropis pada kelompok SN dan kelompok S5 (p<0,05). Rerata degenerasi hidropis pada kelompok SN (1,240,19), kelompok S5 (0,640,11), dan kelompok S10 (0,920,41). Terdapat perbeda an signifikan antara kelompok hewan yang memperoleh simvastatin (S5 dan S10) dengan kelompok SN (p<0,05). Simpulan: Simvastatin memperbaiki degerasi hidropis dan nekrosis sel hepatosit mencit subtotal nefrektomi.
KONSULTASI ONLINE DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Putu Nita Cahyawati; A. Lestarini; N. K. E. Saniathi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.57 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i02.p06

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) menyebar ke seluruh dunia dalam kurang dari dua bulan. Penyakit ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia, sehingga penyebarannya menjadi sangat tidak terkontrol. World Health Organization merekomendasikan penggunaan masker medis, menjaga jarak (physical distancing), mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga system kekebalan tubuh agar terhindar dari COVID-19. Untuk mencegah penyebaran COVID-19, Desa Dalung telah membentuk Satgas COVID-19 yang bertugas untuk melakukan pemantauan dan penyemprotan berkala pada tempat-tempat umum. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, masyarakat juga masih belum memahami mengenai penularan penyakit COVID-19 dan cara mencegahnya. Masyarakat tampak masih belum menggunakan masker saat keluar rumah, serta menggunakan masker dengan cara yang kurang tepat. Kurangnya informasi kesehatan yang memadai juga menjadi salah satu penyebab timbulnya permasalahan ini. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini antara lain diskusi untuk mengidentifikasi dan mencari solusi pemecahan masalah yang dihadapi, pemberian penyuluhan, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2020 bertempat di posko Satgas COVID-19 Desa Dalung. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan penyuluhan, penyerahan desinfektan dan hand sanitizer, serta konsultasi online mendapat tanggapan yang positif dari mitra kegiatan. Pelaksanaan penyuluhan dihadiri oleh perwakilan Satgas COVID-19 Desa Dalung yang jumlahnya dibatasi karena situasi pandemi.
Relationship Between Maternal Age, Education, and Parity in The Incidence of Spontaneous Abortion in Bali I Made Wira Supanji; Anak Agung Raka Budayasa; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Putu Nita Cahyawati; Anak Agung Sri Agung Aryastut
Science Midwifery Vol 10 No 4 (2022): October: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i4.710

Abstract

Abortion is one of the problems in the world that affects the health, morbidity, and mortality of pregnant women. The purpose of this study was to examine the relationship between maternal age during pregnancy, education, and maternal parity in the incidence of spontaneous abortion at the Sanjiwani Hospital, Gianyar. This research was a retrospective and cross-sectional analytic study. The inclusion criteria were pregnant women who performed prenatal care at the Obstetrics Gynecology section of the Sanjiwani Hospital Gianyar, were clearly diagnosed with abortion (incomplete, complete, insipient) and/or non-abortion, and had complete pregnancy data. This study succeeded in collecting 79 data on pregnant women who met the inclusion and exclusion criteria. From the 79 data, 39 pregnant women experienced spontaneous abortion, and 40 pregnant women did not experience abortion. The results of bivariate analysis using chi-square showed a significant relationship between the age of pregnant women, education, and parity in the incidence of spontaneous abortion with a P value <0.05. This research is expected to be the basis of health promotion for pregnant women in order to increase the understanding of risk factors of spontaneous abortion and be able to take appropriate prevention.
Improvement of Hygiene and Sanitation in Fish Traders Group of Kedonganan Fish Market Toward Healthy Market: Peningkatan Hygiene dan Sanitasi pada Kelompok Pedagang Ikan di Pasar Ikan Kedonganan Menuju Pasar Sehat Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; I Gde Suranaya Pandit; Putu Nita Cahyawati
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.516 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1184

Abstract

Most traditional markets in Indonesia do not meet the Healthy Market requirements as stipulated in the Ministry of Health Regulation No. 17 of 2020, including the Kedonganan Fish Market in Badung Regency, Bali. The solutions and methods offered in this program include hygiene and sanitation counseling, demonstrations and hand washing exercises, as well as training on making economical ice packs. Partners will also receive PPE assistance packages, personal hygiene, and environmental sanitation to help partners implement the program. In terms of input, this activity was successfully carried out on July 2, 2022, with satisfying enthusiasm from the participants and very cooperative partners. For utcome, there is a significant increase in partner knowledge. In the output indicators, there is a significant change in partner attitudes and all partners have been able to carry out the 7 steps of hand washing. This program is expected to be implemented continuously in order to realize a Healthy Market. Abstrak Sebagian besar pasar tradisional di Indonesia tidak memenuhi syarat Pasar Sehat sebagaimana Peraturan Kementerian Kesehatan no 17 tahun 2020, termasuk Pasar Ikan Kedonganan yang berada di Kabupaten Badung, Bali. Solusi dan metode yang ditawarkan pada program ini meliputi penyuluhan hygiene dan sanitasi, demonstrasi dan senam cuci tangan, serta pelatihan pembuatan ice pack ekonomis. Mitra juga akan mendapatkan paket bantuan APD, hygiene personal, dan sanitasi lingkungan untuk membantu mitra menerapkan program. Secara input, kegiatan ini berhasil terlaksana dengan baik pada tanggal 2 Juli Juli 2022 dengan antuasiasme peserta yang memuaskan dan mitra sangat koperatif. Secara outcome, terdapat peningkatan pengetahuan mitra yang bermakna signifikan. Pada indikator output, terdapat perubahan sikap mitra yang bermakna signifikan dan seluruh mitra sudah mampu melaksanakan 7 langkah cuci tangan. Program ini diharapkan dapat dilaksanakan berkelanjutan untuk dapat mewujudkan Pasar Sehat.
Upaya Pencegahan Rabies di Desa Taman, Bali Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Putu Nita Cahyawati; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Asri Lestarini
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v1i3.985

Abstract

Rabies is a zoonotic disease that is most feared by tourists visiting Bali because of the high mortality rate. Bali is an area with the highest Rabies incidence in Indonesia. We conducted community service in Taman Village, Bali in the form of education and implementation of mass rabies vaccination as a form of rabies prevention efforts. This community service was aimed to increase public knowledge about the danger of rabies and increase public participation in vaccinating their pets against rabies. The method of this community service consists of several stages, including dialogue and coordination with partners, preparation of facilities and infrastructure, implementation of activities and evaluation. The education provided include rabies and management of dog bite. Counseling regarding COVID-19 dan health protocols was also given on this occasion because the activities were carried out during the COVID-19 pandemic situation. This activity was attended by 20 residents as well as dog owners. The enthusiasm of the residents in the activity was very good, as evidenced by almost all the questions in the posttest that the participants were able to answer correctly. Re-exposure is given to participants who are unable to answer or answer incorrectly on the posttest. This community service is expected to be carried out regularly and continuously to eradicate rabies in Bali.
Online Based Community Empowerment in Bukian Village, Bali as an Effort to Prevent Covid19 Transmission Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Putu Nita Cahyawati; Desak Putu Citra Udiyani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i4.249

Abstract

Preventing COVID19 transmission in community is currently important. As one of villages located close to Bali’s tourism centre, Bukian village is expected to be more vigilant in preventing the spread of COVID19. However, the public knowledge about COVID19 was low, the people was careless with pandemic situation, and public socialization was limited, making the effort in preventing the transmission of the disease at that time had not run optimally. This community empowerment activities lasted for 1 month in the form of providing education with online methods and intensive mentoring of one student, one participant, targeting families and members of the COVID19 task force, with a sum of 10 students and 10 participants. All activities went well and enthusiasm of participants was quite good. Pre-test and post-test questionnaires were given to evaluate the increase in the knowledge and attitudes of the participants, then analyzed by wilcoxon test and there was a significant increase in knowledge and attitude of participants (p value <0,05).
STUDI LITERATURE POTENSI PENGGUNAAN ECO ENZYME SEBAGAI ALTERNATIF TATA LAKSANA KIMIAWI PADA LIMBAH PEMINDANGAN Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; I Gde Suranaya Pandit; Putu Nita Cahyawati; Asri Lestarini
Jurnal Education and Development Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.583 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i2.4383

Abstract

Pemindangan merupakan salah satu upaya pengawetan ikan tradisional dengan metode perebusan dan penggaraman yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Bali. Limbah perikanan terutamanya limbah cair yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan pencemaran atau gangguan lingkungan, seperti mengganggu ekosistem air, menurunkan kadar oxygen demand pada lingkungan perairan, mengganggu kesehatan manusia, serta menimbulkan bau yang tidak sedap. Eco enzyme merupakan larutan zat organik kompleks yang diproduksi dari proses fermentasi sampah organic, gula, dan air. Studi ini merupakan studi kajian pustaka untuk melihat potensi penggunaan eco enzyme sebagai alternatif tata laksana kimiawi terhadap limbah perikananan, khususnya pemindangan. Sebagai larutan fermentasi organik, eco enzyme dapat diartikan sebagai salah satu komponen aditif kimiawi pada komponen sistem tata laksana limbah, seperti halnya desinfektan. Desinfektan tidak selalu membunuh mikroorganisme karena terdapat beberapa mikroorganisme yang resistant. Desinfektan yang biasa digunakan berasal dari bahan baku kimiawi yang pada dasarnya fungsinya adalah untuk membersihkan area yang mentransmisikan mikroorganisme. Dalam hal ini penggunaan eco enzyme sebagai desinfektan juga dapat menjadi satu langkah pengurangan penggunaan bahan kimia dengan beralih kembali pada bahan alami. Eco enzyme memiliki potensi sebagai alternatif tata laksana kimiawi dengan menurunkan kadar TSS, TDS, pH, BOD, COD, dan ammonia pada limbah, termasuk limbah hasil perikanan. Perlu penelitian lebih lanjut untuk dapat memastikan pengaruh eco enzyme terhadap limbah pemindangan.
Pendampingan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Dan Digital Marketing Pada Kelompok UMKM Laundry Putu Nita Cahyawati; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Asri Lestarini; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 7 No. 2 (2023): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v7i2.2899

Abstract

Mitra pada pengabdian ini adalah adalah kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) laundry di Kecamatan Kuta Utara. Berdasarkan diskusi awal, diketahui bahwa mitra mengalami kesulitan dalam bersaing dengan kelompok usaha laundry lainnya yang cukup banyak di wilayahnya. Mitra membuka usaha dengan modal yang tidak terlampu besar dengan sasaran masyarakat sekitarnya. Hal ini dikarenakan mitra belum memiliki keunggulan tertentu dibandingkan dengan laundry lainnya. Selama masa pandemi mitra juga belum memahami prosedur kesehatan dan keselamatan kerja dan prosedur penangannya. Berdasarkan permasalahan tersebut kegiatan pengabdian difokuskan pada pemberian edukasi kesehatan dan keselamatan kerja, peluang usaha dengan pemanfaatan aromaterapi dalam usaha laundry serta digital marketing untuk memperluas dan efektifitas pemasaran. Metode kegiatan meliputi diskusi, pemberian edukasi, pemberian bantuan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi dan pengetahuan awal mitra. Pemberian materi dilakukan secara blended learning. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini antara lain peningkatan pengetahuan mitra berdasarkan nilai pretest dan posttest dengan nilai rerata posttest sebesar adalah 78,33 poin, pelaksanaan kegiatan edukasi dilakukan sebanyak satu kali, dan bantuan diberikan pada seluruh mitra. Mitra didominasi oleh perempuan (60%), usia antara 20-40 tahun, pendidikan terakhir antara SD hingga SMA, lama bekerja antara 6 bulan hingga 3 tahun, mayoritas sudah menikah (60%) dan mayoritas beragama Hindu (60%). Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian telah berhasil dengan baik karena seluruh indikator yang ditetapkan telah berhasi terpenuhi.
HUBUNGAN ANTARA HIPERURISEMIA DENGAN HIPERTENSI DI RSUD SANJIWANI GIANYAR TAHUN 2019 Sarilan, I Putu; Putra, IGB Gita Pranata; Cahyawati, Putu Nita
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P11

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi masih menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular dan kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan pada penelitian sebelumnya ditemukan adanya kontroversi terkait hubungan antara hiperurisemia dan hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hiperurisemia dengan kejadian hipertensi tersebut. Metode: Penelitian ini dilakukan di RSUD Sanjiwani Gianyar dengan desain penelitian observasional analitik cross-sectional. Data diambil dari rekam medis pasien pada periode Januari–Desember 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 104. Hasil: Karakteristik sampel pada penelitian ini yaitu mayoritas berusia lebih dari 60 tahun (51%) dan didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (57.7%). Kejadian hiperurisemi pada pasien hipertensi adalah 68.3%. Kejadian hiperurisemia lebih banyak terjadi pada pasien hipertensi grade 1 (68.8%) dibandingkan dengan hipertensi grade 2 (67.2%). Hasil analisis menggunakan uji korelasi Spearman. menemukan bahwa nilai p>0.05, r -0.010. Kesimpulan: Hasil yang menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara hiperurisemia dan hipertensi di RSUD Sanjiwani Gianyar tahun 2019. Kata kunci : Hipertensi, Hiperurisemia, RSUD Sanjiwani Gianyar
Co-Authors A. Lestarini Agus Santosa Anak Agung Gede Raka Gunawarman Anak Agung Raka Budayasa Anak Agung Sri Agung Aryastut Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Asri Lestarini Asri Lestarini Atmaja, Ni Putu Velentina Putri Surya Ayu Savitri Siskayani Ayu Switi D. Wijaya Datya , Aulia Iefan De Luh Pratiwi Angganing Lestari De Luh Pratiwi Angganing Lestari Desak Putu Citra Udiyani Desak Putu Oki Lestari Dewa Ayu Putu Ratna Juwita Dewi, Ni Wayan Erly Sintya Diah Padmawati Dian Puspitha Giribaldi Pemecutan Gst Ayu Kade Devina Muryantisa Gst Ayu Kade Devina Muryantisa Gustu Rama I Dewa Gede Amara Putra Wibawa I Gde Suranaya Pandit I Gede Ketut Deny Patmantha Putra Tjahyadi I Made Adi Putra Wiguna I Made Pariartha I MADE PARIARTHA I Made Toya Ariawan I Made Wira Supanji I Nengah Sujaya I Nyoman Gede Maha Putra I Putu Arya Suryanta Wiguna I Putu Arya Suryanta Wiguna I Putu Rustama Putra Jihvani, Putu Ayu Krishna Kadek Berliantara Komang Trisna Sumadewi Kurniawan, I Gde Yudhi Lestarini, Asri Luh Gde Evayanti Luh Gde Sita Maharani Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Sri Yenny Made Indra Wijaya N. K. E. Saniathi Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Kadek Novia Puspita Dewi Ni Luh Anik Puspa Ningsih Ni Luh Gede Taman Kristanti Ni Luh Gede Taman Kristanti Ni Made Dwinda Handayani Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Putu Satya Deva Jayanti Ni Wayan Armerinayanti, Ni Wayan Ni Wayan Ayu Maha Dewi Ni Wayan Ayu Maha Dewi Ni Wayan Erly Sintya Dewi Ni Wayan Rusni Ni wayan Sedani, Ni wayan Ningsih, Ni Luh Anik Puspa Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Paramitha, I Gusti Ayu Mas Diah Peranawa, I Wayan Yoga Diva Pradnyawati, Luh Gede Puspa Ningsih, Ni Luh Anik Putra, I Putu Rustama Putra, IGB Gita Pranata Putra, Made Rangga Dwinanta Putu Alit Sudarsana Sudarsana Putu Ananda Angelita Putu Ananda Angelita Putu Utari Fridayanthi Raisha Hamiddani Syaiful Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi Ruspita Sari, Ni Ketut Adelia Sari, Ni Luh Putu Eka Kartika Sarilan, I Putu Satria Udayana Silfia Maharani Suaridewi, I Gusti Agung Ayu Mas Sudiadewi, Ni Putu Eka Tanjung Subrata Tri Wisananda Putra Trinia Amanda Udiyani, Desak Putu Citra Velentina Putri Wardana, Made Kusuma Wardana, Ni Komang Sara Kusuma Wijaya, D. Wijaya, Putu Austin Widyasari Wirajaya, Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya, Anak Agung Ngurah Mayun Yogiswara, Gde Candra Yoni, Putu Diah Paramitha Dwi