p-Index From 2021 - 2026
10.451
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN KELUARGA BINAAN DESA BAYUNG GEDE, KINTAMANI DALAM PENCEGAHAN STUNTING Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Pandit, I Gde Suranaya; Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung; Lestarini, Asri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29874

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi terhambatnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis. Pendampingan Keluarga merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah stunting. Program ini dilakukan di Desa Bayung Gede, Kintamani yang merupakan salah satu desa lokus Stunting di Bali. Program ini diawali dengan pelatihan pendamping keluarga dan dilanjutkan dengan pendampingan kepada keluarga binaan selama 6 bulan. Satu kelompok mahasiswa mendampingi satu keluarga binaan. Evaluasi peningkatan pemahaman keluarga dilakukan melalui pretest dan posttest. Program dijalankan pada bulan September 2023 hingga Januari 2024 dengan sasaran 5 keluarga binaan di Desa Bayung Gede, Kintamani. Sebagian besar anak dalam keluarga binaan memiliki status gizi pendek berdasarkan tinggi badan per umur. Bentuk pendampingan keluarga yang diberikan meliputi identifikasi dan penyelesaian masalah, pemantauan status gizi, dan edukasi kesehatan terkait stunting. Program dikatakan berhasil karena mampu meningkatkan pemahaman keluarga dengan seluruh peserta berhasil mendapatkan nilai lebih dari 70 pada posttest. Untuk meningkatkan efektivitas program, ke depan diperlukan pelatihan yang berkelanjutan terhadap pendamping serta kolaborasi lintas sektor yaitu pemberi layanan kesehatan dan pendidikan.
Pemberdayaan Kader dalam Pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada Pedagang Perempuan di Kota Denpasar Pradnyawati, Luh Gede; Cahyawati, Putu Nita; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.34 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1376

Abstract

ABSTRAKMasalah IMS (Infeksi Menular Seksual) saat ini meningkat di negara maju maupun di negaraberkembang. IMS dan HIV/AIDS merupakan satu kelompok penyakit yang penularannyaterutama melalui hubungan seksual. Selain pada kelompok populasi berisiko tinggi, populasiberisiko rendah seperti para pedagang perempuan di pasar juga rentan terkena IMS danHIV/AIDS. Salah satu tempat di Bali yang interaksi masyarakatnya tinggi adalah pasar, dimanapopulasi masyarakatnya tergolong kelompok risiko rendah. Dari hasil wawancara dengan kaderdidapatkan beberapa permasalahan terkait program pencegahan IMS dan HIV/AIDS adalahminimalnya informasi yang didapatkan kader serta rendahnya pengetahuan kader tentangpencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Badung Kota Denpasar. Dari hal tersebutpemberdayaan perempuan di Pasar Badung Kota Denpasar sangat diperlukan untuk pencegahanIMS dan HIV/AIDS dimana jumlah kader yang diberdayakan adalah sejumlah 5 orang. Metodeyang digunakan adalah metode dialog interaktif, pelatihan dan pendampingan untukmeningkatkan pengetahuan mitra tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Secara umum,program ini dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator-indikator yangditentukan yaitu meningkatnya jumlah pedagang perempuan yang berkunjung ke klinikkesehatan reproduksi di Pasar Badung. Kegiatan “peer” yang dilakukan oleh kader sudahberjalan di kalangan pedagang perempuan. Saran yang dapat disampaikan adalah agar parakader dapat menjadi ujung tombak keberlanjutan program pencegahan IMS dan HIV/AIDSsecara berkesinambungan di wilayah masing-masing sehingga dapat memberdayakan parapedagang yang ada di Pasar Badung Kota Denpasar untuk menurunkan masalah IMS danHIV/AIDS.Kata kunci : pemberdayaan, perempuan, IMS, HIV/AIDS, pasar, DenpasarABSTRACTProblem of STIs (sexually transmitted infections) is currently increasing in developed anddeveloping countries. STIs and HIV/AIDS are a group of diseases which are transmitted mainlythrough sexual contact. In addition to high-risk population groups, low-risk population groupssuch as women traders in the market are also vulnerable to STIs and HIV/AIDS. One of theplaces in Bali where high community interaction takes place is the market, where the populationis classified as a low risk group. From interviews with trainers, several problems related to STIand HIV/AIDS prevention programs were found, one of them was the minimum informationobtained by the cadres and their low level of knowledge related to STI and HIV/AIDSprevention in Pasar Badung of Denpasar City. Based on the facts, empowering women tradersin this location is highly necessary to prevent the STIs and HIV/AIDS. There were 5 cadresempowered. The method used were an interactive dialogue, training and mentoring method toincrease partners’ knowledge of STI prevention and HIV / AIDS. In general, this program issaid to be successful due to the ability reach the prescribed indicators, which is the increasingnumber of female traders visiting reproductive health clinics in the Pasar Badung. “Peering”activities carried out by cadres are already conducted among women traders. It isrecommended that cadres are the most important role to carry out STI and HIV/AIDS prevention programs in a sustainable manner in their respective regions, therefore they can empower traders such as the case in the Pasar Badung of Denpasar City to reduce the problem of STIs and HIV/AIDS.Keywords: empowerment, women, STIs, HIV/AIDS, market, Denpasar
EDUKASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DAN STRATEGI PEMASARAN PADA KELOMPOK PEKERJA SALON DAN SPA DI MASA PANDEMI COVID-19 Cahyawati, Putu Nita; Pradnyawati, Luh Gede; Puspa Ningsih, Ni Luh Anik
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.858 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1785

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap pariwisata Bali, termasuk usaha salon dan spa. Dampak utama yang dialami adalah penurunan jumlah pelanggan dan penerapan protokol kesehatan yang tepat selama bekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pekerja salon dan spa terkait penerapan protokol kesehatan dan strategi marketing di era pandemi. Kegiatan pengabdian menerapkan metode pembelajaran blended learning. Kegiatan dibagi menjadi beberapa sesi dan melibatkan 5 orang pekerja. Pelaksanaan kegiatan meliputi diskusi, pretest, pemberian edukasi protokol kesehatan dan sistem marketing di masa pandemi Covid-19, pemutaran video, dan postest. Pekerja yang terlibat berada pada rentang usia 25 tahun hingga 46 tahun. Karakteristik pekerja yaitu 100% adalah perempuan, pendidikan terakhir SMP sebanyak 2 orang (40%), dan SMA sebanyak 3 orang (60%). Mayoritas pekerja beragama Hindu (80%) dan sudah menikah (80%). Masa kerja pekerja bervariasi yaitu antara 1 tahun hingga 6 tahun. Seluruh pekerja memiliki jadwal kerja yang sama yaitu 6 kali per minggu. Setelah pelaksanaan kegiatan, diperoleh hasil yaitu persentase kehadiran pekerja pada kegiatan ini sangat baik (100%). Pelaksanan kegiatan dengan membagi menjadi beberapa sesi kegiatan serta dengan penerapan metode edukasi secara daring dan luring (blended learning) berdampak baik pada peningkatan pengetahuan mitra yang ditandai dengan terdapatnya peningkatan rerata nilai pretest dan postest, yaitu awal adalah 38 poin, meningkat menjadi 84 poin. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode edukasi blended learning meningkatkan pengetahuan pekerja salon dan spa dalam hal penerapan protokol kesehatan dan strategi marketing di masa pandemi Covid-19.Kata kunci: Covid-19, edukasi kesehatan, sistem pemasaran, blended learningABSTRACTThe pandemic of Covid-19 had a significant impact on Bali's tourism, including salon and spa businesses. The main impact was declining customers numbers and the implementation of appropriate health protocols. This program aimed to provide education to salon and spa workers regarding the health protocols and marketing strategies during the pandemic era. The community project activity applied through blended learning method, divided into several sessions with five workers involvement. The activities included discussions, pre-test, education on health protocols and marketing system, video, and post-test. The workers’ age range was 25 to 46 years ,which were 100% women, 40% were junior high school and 60% were high schools’ graduates, majority were Hindu (80%) and were married (80%). The length of working period varied from 1 year to 6 years. All workers had the same work schedule, 6 times per week. The result of the activity was that the percentage of partner's attendance was good (100%). The implementation of the program by online and offline methods (blended learning) had a good impact on increasing knowledge, which was marked by an increase in the average pre-test from 38 points into 84 points on post-test scores. Based on these results, we concluded that the blended learning method increases the knowledge of salon and spa workers in terms of implementing health protocols and online marketing during the Covid-19 pandemic.Keywords: Covid-19, health education, marketing system, blended learning
Community Empowerment for Vector Control of Dengue Hemorrhagic Fever: Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Cahyawati, Putu Nita; Pandit, I Gede Suranaya; Lestarini, Asri; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1871

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a health problem in Indonesia, including in Bali. Dengue therapy has not been optimal so far, so that prevention efforts are an effective step in dealing with DHF cases. All of these community service activities were aimed to increase the knowledge and awareness of community living in densely populated settlements in the prevention and control of DHF vectors. The activities carried out included counseling through the media posters regarding DHF and its prevention as well as distribution of mosquito repellent plants to be planted in the yards of each activity participant's house. The activity took place from June to July 2023 and was attended by 35 activity participants. From the analysis of the pretest-posttest scores, this activity succeeded in significantly increasing the knowledge of the activity participants. This activity is expected to be a real implementation of dengue prevention in densely populated residential areas. Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Bali. Terapi dengue hingga saat ini belum optimal, sehingga upaya pencegahan menjadi salah satu langkah efektif dalam penanggulangan kasus DBD. Seluruh kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran komunitas Sadar Sehat yang tinggal di pemukiman padat penduduk dalam pencegahan dan pengendalian vektor penyakit DBD. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi penyuluhan melalui media poster mengenai DBD dan pencegahannya serta pembagian tanaman pengusir nyamuk untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing peserta kegiatan. Kegiatan berlangsung dari bulan Juni hingga Juli 2023 dan diikuti oleh 35 peserta kegiatan. Dari analisis nilai pretest-posttest kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan secara signifikan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi implementasi nyata dalam penanggulangan DBD di kawasan pemukiman padat penduduk.
Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Limbah Kulit, Biji, dan Ampas Jeruk Siam Kintamani (Citrus nobilis et reticulata) dengan Pelarut Metanol Ni Kadek Novia Puspita Dewi; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Desak Putu Citra Udiyani; Putu Nita Cahyawati; Ni Wayan Erly Sintya Dewi
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 8 No. 5 (2025): Bioedusains: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/2erqy756

Abstract

This study aims to analyze the antioxidant activity of waste extracts from the peel, seeds, and pulp of Kintamani tangerines and to implement a practical approach to by-product management based on a zero-waste system. The method used is a pure experimental study with a post-test only design. Extraction was carried out through repeated maceration using methanol as a solvent. Antioxidant activity was tested using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method and analyzed with a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 517 nm. The results showed that the peel extract of Kintamani tangerines could fade the purple color of the DPPH solution, whereas the seed and pulp extracts did not show a significant change. The IC50 values were 136.17 ppm for the peel extract, 6727.86 ppm for the seed extract, and 497.57 ppm for the pulp extract. In conclusion, the peel extract of Kintamani  tangerines exhibited the highest antioxidant activity among the three extracts, categorized as moderate based on Blois' classification.   Keywords: Antioxidant Activity, Pulp, Kintamani Tangerine, Seed, DPPH, Peel
Hubungan Faktor Genetik dan Gaya Hidup dengan Miopia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa I Putu Arya Suryanta Wiguna; Putu Nita Cahyawati; I Putu Rustama Putra
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.1.2024.116-122

Abstract

[Relationship of genetic and lifestyle factors with myopia in students of the Faculty of Medicine and Health Sciences, University of Warmadewa ] Myopia is a common disease with a high prevalence in the world, and is one of the refractive disorders, common in children and adults. Risk factors for myopia are genetics and lifestyle factors, especially close-up viewing activities. The aim of this research is to determine the relationship between genetic and lifestyle factors and myopia in students at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University. The research design used was observational analytic with a cross sectional design. The research was conducted at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University with a total sample of 132 people with inclusion criteria, namely students at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University and willing to take part in the research and exclusion criteria, namely not coming during the research and having a history of congenital eye disorders. Data was obtained using a questionnaire. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test with a confidence level of 95% and results were significant if the p value was ≤0.05. And the results obtained are that the incidence of myopia in FKIK Unwar students is 74.2%, there are 93.9% of FKIK Unwar students who have genetic factors for myopia, there are 64.4% of FKIK Unwar students who have a lifestyle at high risk of myopia, and There is a relationship between genetic factors and myopia, but there is no relationship between lifestyle and myopia.
Empowering Students as Health Ambassadors in SMA Negeri 1 Kuta Utara Putu Nita Cahyawati
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 4 No 1 (2019): May 2019
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.4.1.805.1-9

Abstract

SMA Negeri 1 Kuta Utara is one of the senior high schools located in North Kuta District, Badung Regency. This school does not only focus on the academic field but also non-academic sector. It is approved by the diverse extracurricular activities at this school. Some of them are student council (OSIS), Paskibraka, scouts, Red Cross youth volunteer (PMR), school security, the student association of environmental and adventure activities, and sports clubs (volleyball, basketball, karate, table tennis, tennis). On the other hand, the tight schedule of the extracurricular activities causes many students to have dense activities after school which often leads to various health issues including fainting caused by fatigue and swelter. Based on that situation, this activity aims to empower students together with the teachers who are involved in the PMR as health ambassadors for handling minor health problems in the form of early injury management and minor injuries which commonly occur in schools. This program included a talk from an expert, interactive discussions, pretest and posttest, simulations, training and mentoring which in its implementation; we were assisted by medical assistance team (TBM) from Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University. Participants have played an active role in each activity with a percentage of attendance and active participation of 100% as the results of this program. The training and mentoring activities have been able to increase students' knowledge as it was shown in the increasing average value of post-test and pre-test by 77%. Through this activity, participants were expected to be able to train and transfer the skills acquired to other team members so that a sustainable process occurs.
Prevalence and Characteristics of Tubectomy Contraceptive Users in Bali from 2019-2020 Putu Nita Cahyawati (Scopus ID: 57203956416)
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 6 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.6.2.3703.61-66

Abstract

Abstract Indonesia is the country with the largest population in Southeast Asia. The total population in Indonesia was recorded at 255.18 million, with a population growth rate of 3.33 million every year. This population growth has an impact on the economic development and welfare of the country. One of the efforts to suppress the increasing population is to use tubectomy contraception. This study aims to determine the characteristics of tubectomy contraceptive users in Bali in 2019-2020. The design of this research was descriptive cross-sectional. The inclusion criteria in this study were tubectomy contraceptive acceptors recorded in the medical records of the Sanjiwani Hospital in the range of 2019 to 2020. The exclusion criteria were incomplete medical record data. The results of this study found that the prevalence of tubectomy users at the Sanjiwani Hospital from January 2019 to September 2020 was 6.71%. Characteristics of the most users are 36-45 years old, as many as 32 people (65.3%), the highest number of children are 3 children, namely 22 people (44.8%), the highest education level was high school level, which is 24 people (49%), the most occupations are housewives as many as 32 people (65.3%), the most common type of tubectomy was postpartum tubectomy as many as 40 people (81.6%), and for insurance, the most is a Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) which is as many as 27 people (55,1%). This study concludes that the characteristics of the most contraceptive users are 36-45 years old, the highest number of children are 3 children, the highest education is senior high school, the majority are IRT, the most type of tubectomy contraception is postpartum, and the majority of insurance used is SKTM. Keywords : contraception, tubectomy, RSUD Sanjiwani, Bali
Keracunan Akut Sianida Putu Nita Cahyawati
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 1 No. 1: 2017
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.1.1.2017.80-87

Abstract

Secara tradisonal sianida dikenal sebagai racun. Selama ini sianida telah digunakan sebagai alat untuk pembunuhan massal, upaya bunuh diri, dan sebagai senjata perang. Pada tahun 1978, minuman rasa buah (Kool-Aid) yang mengandung potassium sianida menjadi agen penyebab bunuh diri massal para anggota People’s Temple di Jonestown, Guyana. Selama Perang Dunia II, para Nazi juga menggunakan sianida sebagai agen genosida dalam kamar gas. Laporan tahunan National Poison Data System dari American Association of Poison Control Centers, selama tahun 2007 terdapat 247 kasus paparan kimia sianida di Amerika Serikat. Jumlah kasus yang dilaporkan tersebut relatif masih kecil karena masih banyak kematian yang sering tidak dilaporkan. Meskipun demikian, jumlah kasus yang kecil ini tidak mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan, kebutuhan untuk mengenali, dan memberikan intervensi secara cepat pada kasus keracunan sianida.
IMUNOTERAPI PADA KANKER PAYUDARA Putu Nita Cahyawati
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.2.1.2018.52-55

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang menjadi penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia. Dari seluruh kasus kanker yang terdiagnosa, kanker payudara menduduki peringkat kedua (1,7 juta, 11,9%) setelah kanker paru (1,8 juta, 13%). Insiden kanker payudara meningkat di seluruh dunia. Insidennya diperkirakan meningkat lebih dari 5% setiap tahunnya. Insiden tertinggi terjadi di negara dengan sosial ekonomi tinggi (Eropa, Amerika Utara) dan terendah di negara dengan sosial ekonomi rendah. Walaupun demikian, lebih dari setengah kematian akibat penyakit ini terjadi di negara dengan sosial ekonomi rendah. Hal ini dikarenakan keterbatasan dalam deteksi dini penyakit dan minimnya fasilitas kesehatan yang ada. Di negara berkembang 75% kanker payudara terdeteksi pada stadium III dan IV, sedangkan di Amerika Utara 70% terdeteksi pada stadium 0 dan I. Lebih dari 1 juta wanita di seluruh dunia terdiangnosis kanker payudara setiap tahunnya, dengan jumlah kematian lebih dari 410.000.
Co-Authors A. Lestarini Agus Santosa Anak Agung Gede Raka Gunawarman Anak Agung Raka Budayasa Anak Agung Sri Agung Aryastut Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Asri Lestarini Asri Lestarini Atmaja, Ni Putu Velentina Putri Surya Ayu Savitri Siskayani Ayu Switi D. Wijaya Datya , Aulia Iefan De Luh Pratiwi Angganing Lestari De Luh Pratiwi Angganing Lestari Desak Putu Citra Udiyani Desak Putu Oki Lestari Dewa Ayu Putu Ratna Juwita Dewi, Ni Wayan Erly Sintya Diah Padmawati Dian Puspitha Giribaldi Pemecutan Gst Ayu Kade Devina Muryantisa Gst Ayu Kade Devina Muryantisa Gustu Rama I Dewa Gede Amara Putra Wibawa I Gde Suranaya Pandit I Gede Ketut Deny Patmantha Putra Tjahyadi I Made Adi Putra Wiguna I MADE PARIARTHA I Made Pariartha I Made Toya Ariawan I Made Wira Supanji I Nengah Sujaya I Nyoman Gede Maha Putra I Putu Arya Suryanta Wiguna I Putu Arya Suryanta Wiguna I Putu Rustama Putra Jihvani, Putu Ayu Krishna Kadek Berliantara Komang Trisna Sumadewi Kurniawan, I Gde Yudhi Lestarini, Asri Luh Gde Evayanti Luh Gde Sita Maharani Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Sri Yenny Made Indra Wijaya N. K. E. Saniathi Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Kadek Novia Puspita Dewi Ni Luh Anik Puspa Ningsih Ni Luh Gede Taman Kristanti Ni Luh Gede Taman Kristanti Ni Made Dwinda Handayani Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Putu Satya Deva Jayanti Ni Wayan Armerinayanti, Ni Wayan Ni Wayan Ayu Maha Dewi Ni Wayan Ayu Maha Dewi Ni Wayan Erly Sintya Dewi Ni Wayan Rusni Ni wayan Sedani, Ni wayan Ningsih, Ni Luh Anik Puspa Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Paramitha, I Gusti Ayu Mas Diah Peranawa, I Wayan Yoga Diva Pradnyawati, Luh Gede Puspa Ningsih, Ni Luh Anik Putra, I Putu Rustama Putra, IGB Gita Pranata Putra, Made Rangga Dwinanta Putu Alit Sudarsana Sudarsana Putu Ananda Angelita Putu Ananda Angelita Putu Utari Fridayanthi Raisha Hamiddani Syaiful Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi Ruspita Sari, Ni Ketut Adelia Sari, Ni Luh Putu Eka Kartika Sarilan, I Putu Satria Udayana Silfia Maharani Suaridewi, I Gusti Agung Ayu Mas Sudiadewi, Ni Putu Eka Tanjung Subrata Tri Wisananda Putra Trinia Amanda Udiyani, Desak Putu Citra Velentina Putri Wardana, Made Kusuma Wardana, Ni Komang Sara Kusuma Wijaya, D. Wijaya, Putu Austin Widyasari Wirajaya, Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya, Anak Agung Ngurah Mayun Yogiswara, Gde Candra Yoni, Putu Diah Paramitha Dwi