p-Index From 2021 - 2026
10.451
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA HIPERURISEMIA DENGAN HIPERTENSI DI RSUD SANJIWANI GIANYAR TAHUN 2019 Cahyawati, Putu Nita
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P15

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi masih menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular dan kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan pada penelitian sebelumnya ditemukan adanya kontroversi terkait hubungan antara hiperurisemia dan hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hiperurisemia dengan kejadian hipertensi tersebut. Metode: Penelitian ini dilakukan di RSUD Sanjiwani Gianyar dengan desain penelitian observasional analitik cross-sectional. Data diambil dari rekam medis pasien pada periode Januari–Desember 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 104. Hasil: Karakteristik sampel pada penelitian ini yaitu mayoritas berusia lebih dari 60 tahun (51%) dan didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (57.7%). Kejadian hiperurisemi pada pasien hipertensi adalah 68.3%. Kejadian hiperurisemia lebih banyak terjadi pada pasien hipertensi grade 1 (68.8%) dibandingkan dengan hipertensi grade 2 (67.2%). Hasil analisis menggunakan uji korelasi Spearman. menemukan bahwa nilai p>0.05, r -0.010. Kesimpulan: Hasil yang menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara hiperurisemia dan hipertensi di RSUD Sanjiwani Gianyar tahun 2019. Kata kunci : Hipertensi, Hiperurisemia, RSUD Sanjiwani Gianyar
Comparison of Eye Fatigue Incidence Between Male and Female Medical Students with Refraction Error Wardana, Made Kusuma; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Sedani, Ni Wayan; Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung
Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2023): Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (December)
Publisher : Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/kesdok.V5i1.5926

Abstract

Abstract—Eye fatigue is one of main problems faced by students during their education. The female gender is known to have a higher risk of eyestrain than the male gender. This study was conducted to analyze the differences in eyestrain event of medical students with refractive error based on gender. This research was an analytic observational study with cross-sectional design. Male and female students with refractive errors, aged 18-20 years old, and willing to participate in the study were included. Eyestrain was measured using Visual Fatigue Score questionnaire in Indonesian. Chi Square analysis was carried out to analyze the differences in eyestrain event of medical student with refractive error based on the gender. Results: There were 117 respondents in this study, which consisted of 57 male students and 57 female students, both were with refractive errors. Of the 117 respondents, 62 respondents experienced with eyestrain, with details of 24 were male students and 38 were female students. Chi Square analysis obtained a P value of 0.001 which means significantly different. In addition to refractive errors, gender is another variable that can affect the event of eyestrain in medical students. Prevention efforts need to be done to overcome this problem. Keywords: eye fatigue, gender, refraction error, medical student Abstrak—Kelelahan mata merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi mahasiswa selama menjalani pendidikan. Jenis kelamin perempuan diketahui memiliki risiko kelelahan mata yang lebih tinggi daripada jenis kelamin laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kejadian kelelahan mata pada mahasiswa kedokteran dengan gangguan refraksi berbasis gender. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Mahasiswa atau mahasiswi kedokteran dengan gangguan refraksi, berusia 18-20 tahun, dan bersedia mengikuti penelitian dimasukkan ke dalam penelitian. Kelelahan mata diukur dengan menggunakan kuesioner Visual Fatigue Score dalam Bahasa Indonesia. Analisis Chi Square dilakukan untuk menganalisis perbedaan kelelahan mata pada mahasiswa dan mahasiswi kedokteran dengan gangguan refraksi. Responden penelitian ini berjumlah 117 yang terdiri dari 57 mahasiswa dan 57 mahasiswi dengan gangguan refraksi. Dari 117 responden tersebut, 62 responden mengalami kelelahan mata, dengan rincian 24 adalah mahasiswa dan 38 adalah mahasiswi. Analisis Chi Square didapatkan nilai p= 0,001 yang berarti bermakna signifikan. Selain gangguan refraksi, gender adalah hal yang dapat berpengaruh pada kejadian kelelahan mata pada mahasiswa. Upaya pencegahan perlu dilakukan untuk dapat mengatasi hal tersebut., Kata kunci: kelelahan mata, gender, gangguan refraksi, mahasiswa kedokteran
Penguatan Tim Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SD Genta Saraswati Gianyar dalam Membangun Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Aryastuti, Anak Agung Sri Agung; Dewi, Ni Wayan Erly Sintya; Cahyawati, Putu Nita; Suaridewi, I Gusti Agung Ayu Mas
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15474

Abstract

Anak-anak adalah masa depan bangsa yang perlu mengetahui pentingnya menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Di sekolah, anak-anak dapat dituntun untuk menerapkan PHBS melalui wadah yang disebut Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Melalui program-program yang dicanangkan oleh UKS, budaya PHBS dapat terbangun sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan siswa-siswi serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. SD Genta Saraswati Gianyar sudah memiliki ruang khusus untuk kegiatan UKS, akan tetapi pengelolaannya belum optimal. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mendampingi mitra dalam mengelola UKS untuk mendukung terwujudnya perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan SD Genta Saraswati Gianyar. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, simulasi dan demonstrasi, serta pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2022 yang diikuti oleh 14 peserta yang ditugaskan sebagai penggerak UKS di SD Genta Saraswati Gianyar. Dari kegiatan ini diperoleh hasil meningkatnya pengetahuan seluruh (100%) peserta setelah diberikan penyuluhan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang terjadi peningkatan dari rata-rata pre-test 6,64 menjadi 9,42 pada post-test. Perbedaan rerata nilai pre-test dan post-test cukup signifikan dengan nilai p <0,05.  Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan guru SD Genta Saraswati Gianyar memiliki pengetahuan dan kapasitas yang baik dalam mengelola UKS untuk mendukung penerapan PHBS secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. 
Perbedaan Kualitas Hidup pada Mahasiswa Kedokteran dengan Gangguan Refraksi dan Tanpa Gangguan Refraksi Yoni, Putu Diah Paramitha Dwi; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Putra, I Putu Rustama; Lestarini, Asri; Cahyawati, Putu Nita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 3 (2024): Juli - September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.3.2024.19-24

Abstract

Latar belakang: Gangguan refraksi dikenal sebagai penyebab utama gangguan penglihatan dan salah satu penyebab kebutaan di seluruh dunia. Gangguan refraksi menyebabkan timbulnya gangguan psikosomatik, gangguan fungsional, gangguan kosmetik dan beban ekonomi sehingga gangguan refraksi akan berpengaruh pada produktivitas dan kualitas hidup penderitanya. Mahasiswa kedokteran diketahui lebih rentan menderita gangguan refraksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kualitas hidup mahasiswa kedokteran dengan gangguan refraksi dan tanpa gangguan refraksi. Metode: Desain penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode potong lintang. Responden yang terlibat adalah 56 responden dengan gangguan refraksi dan tanpa gangguan refraksi. Kualitas hidup responden diukur dengan menggunakan kuesioner National Eye Institute Visual Function Questionnaire 25 (NEI-VFQ) versi Bahasa Indonesia. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji statistik independent t-test jika data terdistribusi normal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden dengan gangguan refraksi memiliki skor kualitas hidup yang lebih rendah pada semua dimensi kualitas hidup NEI-VFQ 25 dibandingkan responden tanpa gangguan refraksi. Data kualitas hidup didapatkan tidak terdistribusi normal, sehingga dilakukan analisis dengan uji mann whitney, dan didapatkan nilai P 0,00 yang berarti perbedaan bermakna signifikan. Kesimpulan: Sebagai populasi yang rentan mengalami gangguan refraksi, mahasiswa kedokteran diharapkan melakukan upaya pencegahan yang maksimal terhadap gangguan refraksi karena gangguan refraksi dapat mempengaruhi kualitas hidup.
Overview of knowledge, attitudes and behavior of housewives in Denpasar City towards self-medication Ruspita Sari, Ni Ketut Adelia; Kasih Permatananda, Pande Ayu Naya; Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, Sri Agung; Lestarini, Asri
Science Midwifery Vol 12 No 6 (2025): February: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i6.1840

Abstract

Self-medication is an effort to prevent and treat diseases without consulting a doctor, with housewives as the main actors. Factors that influence self-medication are knowledge, attitudes, and behavior. This study aims to determine the level of knowledge, attitudes, and behavior of housewives in Denpasar towards self-medication. The method used is descriptive observational with a cross-sectional approach. Respondents numbered 100 people who were selected based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected through questionnaires and analyzed in the form of a frequency distribution table. The majority of respondents were 26-35 years old (60%), had a college/diploma education (68%), and worked as private employees (39%). The most frequently used medicine was cough and cold medicine (37%). The results showed that 67% of respondents had high knowledge, 58% had a positive attitude, and 92% had good behavior in self-medication. It is hoped that the results of this study will encourage rational self-medication practices, with the support of the government and health institutions in comprehensive education programs, including drug classification. The government and related agencies, including health education institutions, are trying to strengthen self-medication knowledge improvement programs, which not only focus on DAGUSIBU (can, use, store, dispose), but also drug classification and others.
Empowerment of Health Cadre in Managing Antenatal Class in Tulikup Village, Gianyar-Bali Aryastuti, Sri Agung; Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu; Cahyawati, Putu Nita; Witari, Ni Putu Diah; Pradnyawati, Luh Gede
International Journal of Community Service Learning Vol. 4 No. 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.348 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v4i4.22284

Abstract

Lack of public awareness and knowledge of pregnant women in maintaining their health during pregnancy was one of the problem found in Tulikup Village, Gianyar-Bali. The limited number of health workers in Puskesmas has resulted in the lack of information obtained by the community regarding pregnancy, childbirth and the puerperium. Therefore, cadre empowerment programs as a driving force in managing antenatal classes for pregnant women are expected to overcome these problems. This activity was held in  Tulikup Village Hall, and was attended by 6 cadres and 6 pregnant women. The counseling, training and simulation method was used to increase their knowledge and skills about the antenatal class. At the end of the activity, it was found that there was an increase in knowledge regarding the antenatal class. Cadres were able to design an antenatal class, arrange the material that could be given and become a facilitator in activities in it.
KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI, KARAKTERISTIK KLINIS, DAN TATALAKSANA PASIEN ABLASIO RETINA DI BALI Atmaja, Ni Putu Velentina Putri Surya; Wijaya, Putu Austin Widyasari; Cahyawati, Putu Nita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38353

Abstract

Ablasio retina adalah kondisi medis serius pada mata yang dapat menyebabkan kehilangan pengelihatan secara permanen bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Insiden penyakit ini bervariasi antara satu negara dengan negara lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien ablasio retina, khususnya di Bali. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Total sampel penelitian ini adalah 59 pasien. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien ablasio retina paling banyak terjadi pada rentang usia 51-60 tahun yaitu sebanyak 25 pasien (42,4%), terjadi pada laki-laki yaitu sebanyak 32 pasien (54,2%), dan umumnya merupakan pegawai swasta yaitu sebanyak 31 pasien (52,5%). Mayoritas bertempat tinggal di Bali yaitu 43 pasien (72,9%). Terdapat 53 pasien (89,8%) dengan riwayat miopia pada diri sendiri dan terdapat 54 pasien (91,5%) memiliki riwayat miopia pada keluarga. Penelitian ini juga menemukan bahwa 50 pasien (84,7%) mengalami ablasio retina regmatogen dan mayoritas mengalami kombinasi gejala klinis berupa penurunan tajam penglihatan (visus) dan melihat tirai yaitu sebanyak 53 pasien (89,8%). Gejala tersebut mayoritas dialami pada mata kiri pasien (54,2%) dan seluruhnya (100%) menjalani prosedur operasi sebagai tatalaksana medisnya. Studi ini menyimpulkan bahwa jenis ablasio retina yang umumnya dialami pasien adalah ablasio retina regmatogen. Ablasio umumnya terjadi pada mata kiri dan seluruhnya memerlukan tindakan operasi karena mayoritas mengalami gejala penurunan visus. Pasien yang umumnya mengalami ini adalah laki-laki, berusia 51-60 tahun, bekerja sebagai pegawai swasta, dan memiliki riwayat miopia pada diri sendiri dan keluarga.
EFEK PLESTER HIDROGEL EKSTRAK GETAH JARAK CINA (JATROPHA MULTIFIDA L.) BERBASIS PVA/KITOSAN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA TIKUS Jihvani, Putu Ayu Krishna; Cahyawati, Putu Nita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44110

Abstract

Penyembuhan luka adalah mekanisme biologis yang kompleks dan terdiri dari tahapan peradangan, proliferasi dan remodeling jaringan. Luka yang paling umum adalah luka insisi (sayat) dan apabila tidak diobati dengan benar berpotensi menyebabkan lamanya penutupan luka yang berujung terjadinya infeksi. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) tahun 2023, prevalensi kesakitan akibat benda tajam atau tumpul sebesar 7,3% di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas hidrogel ekstrak getah jarak cina (Jatropha multifida L.) berbasis PVA (polivinil alkohol) berbanding kitosan (3:1) terhadap penyembuhan luka insisi. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley, yang terdiri dari 5 ekor tiap kelompok. Kelompok ini terdiri dari kontrol negatif yaitu NaCl 0,9%, kontrol positif antibiotik topikal yaitu clyndamycin, dan 3 kelompok perlakuan dengan persentase ekstrak masing-masing 1%, 3%, dan 6%. Alat untuk mengumpulkan data yaitu timer digital, jangka sorong, kamera dan formulir observasi. Metode analisis data menggunakan One-Way ANOVA. Hidrogel ekstrak 6% memiliki efek tertinggi dan signifikan (p < 0,001) dalam percepat keringnya luka dengan rerata dan standar deviasi (17,4 jam ± 0,4), terbentuknya keropeng paling cepat (86.02 ± 1.63 jam) serta pada hari ke-21 rerata diameter luka yang paling sempit (0.84 ± 0.24 mm). Hidrogel berbasis PVA/kitosan dengan konsentrasi 6% menunjukkan terdapat efek yang lebih unggul dibandingkan dengan antibiotik topikal yaitu clindamycin dalam proses penyembuhan luka insisi.
Antibiotic use at the ear, nose, and throat outpatient clinic in Bangli Regional Hospital, Bali Sudiadewi, Ni Putu Eka; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Udiyani, Desak Putu Citra; Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, Sri Agung
Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada and Indonesian Pharmacologist Association or Ikatan Farmakologi Indonesia (IKAFARI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijpther.20992

Abstract

Ear, nose, and throat (ENT) diseases are defined as diseases that occur around the ear, nose, and throat organs, which do not recognize seasons and can affect various ages. The prevalence of ENT diseases in Indonesia is quite high, with the most common therapy being antibiotics. Irrational antibiotics use can lead to increased treatment costs, risk of side effects, and toxicity. This study aimed to evaluate the use of antibiotics among ENT outpatient. This was a cross-sectional study using medical records data from the ENT Outpatient Clinic in Bangli Regional Hospital in 2022 that meet the inclusion criteria. Data were analyzed descriptively and presented in tables or diagrams. A total of 80 samples were evaluated, predominantly aged 18-44 yo (60%), female (53.8%), and diagnosed with chronic suppurative otitis media (20%). The pattern of antibiotic prescription consisted of monotherapy antibiotics (62.5%) in solid dosage forms (58.8%), administered orally (60%), and with a duration of administration ≥ 5 d (82.5%). Patients aged 18-44 yr, both male and female, receiving either monotherapy orpolytherapy antibiotics were predominantly cases of infection (>90%). The results of this study are expected to serve as one of the sources of information for the development of practical clinical guidelines for ENT patients receiving antibiotic therapy, particularly at the Bangli Regional Hospital, Bali.
Program Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Pencegahan Kecelakaan Rumah Tangga pada Anak di Desa Bayung Gede, Kintamani : Pengabdian Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; I Gde Suranaya Pandit; Desak Putu Citra Udiyani; Putu Nita Cahyawati; Asri Lestarini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1119

Abstract

Anak-anak merupakan korban tersering dari kecelakaan rumah tangga, yang sebagian besar terjadi pada anak-anak yang hidup di negara miskin dan berkembang. Pencegahan dan kontrol kecelakaan rumah tangga pada anak di bawah 5 tahun disebutkan cukup efektif dalam mehurunkan mortalitas akibat kecelakaan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam melakukan pencegahan kecelakaan rumah tangga. Metode transfer ilmu pengetahuan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kelas besar pada perwakilan keluarga di Desa Bayung Gede dan pendampingan keluarga kepada 5 keluarga binaan yang terpilih. Evaluasi dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu setelah penyuluhan kelas besar berupa pertanyaan pilihan ganda, dan setelah pendampingan keluarga berupa observasi checklist perilaku ya atau tidak. Hasil program pengabdian masyarakat di Desa Bayung Gede ini cukup baik. Penyuluhan kelas besar mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pencegahan kecelakaan rumah tangga pada anak. Pendampingan kepada lima keluarga binaan berhasil mengidentifikasi perilaku-perilaku yang keliru dan kembali memberi penekanan untuk penerapan perilaku preventif yang lebih optimal. Ke depan, diharapkan adanya langkah yang kolaboratif dan berkesinambungan untuk dapat mewujudkan lingkungan rumah yang aman bagi anak.
Co-Authors A. Lestarini Agus Santosa Anak Agung Gede Raka Gunawarman Anak Agung Raka Budayasa Anak Agung Sri Agung Aryastut Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Asri Lestarini Asri Lestarini Atmaja, Ni Putu Velentina Putri Surya Ayu Savitri Siskayani Ayu Switi D. Wijaya Datya , Aulia Iefan De Luh Pratiwi Angganing Lestari De Luh Pratiwi Angganing Lestari Desak Putu Citra Udiyani Desak Putu Oki Lestari Dewa Ayu Putu Ratna Juwita Dewi, Ni Wayan Erly Sintya Diah Padmawati Dian Puspitha Giribaldi Pemecutan Gst Ayu Kade Devina Muryantisa Gst Ayu Kade Devina Muryantisa Gustu Rama I Dewa Gede Amara Putra Wibawa I Gde Suranaya Pandit I Gede Ketut Deny Patmantha Putra Tjahyadi I Made Adi Putra Wiguna I Made Pariartha I MADE PARIARTHA I Made Toya Ariawan I Made Wira Supanji I Nengah Sujaya I Nyoman Gede Maha Putra I Putu Arya Suryanta Wiguna I Putu Arya Suryanta Wiguna I Putu Rustama Putra Jihvani, Putu Ayu Krishna Kadek Berliantara Komang Trisna Sumadewi Kurniawan, I Gde Yudhi Lestarini, Asri Luh Gde Evayanti Luh Gde Sita Maharani Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Sri Yenny Made Indra Wijaya N. K. E. Saniathi Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Kadek Novia Puspita Dewi Ni Luh Anik Puspa Ningsih Ni Luh Gede Taman Kristanti Ni Luh Gede Taman Kristanti Ni Made Dwinda Handayani Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Putu Satya Deva Jayanti Ni Wayan Armerinayanti, Ni Wayan Ni Wayan Ayu Maha Dewi Ni Wayan Ayu Maha Dewi Ni Wayan Erly Sintya Dewi Ni Wayan Rusni Ni wayan Sedani, Ni wayan Ningsih, Ni Luh Anik Puspa Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Paramitha, I Gusti Ayu Mas Diah Peranawa, I Wayan Yoga Diva Pradnyawati, Luh Gede Puspa Ningsih, Ni Luh Anik Putra, I Putu Rustama Putra, IGB Gita Pranata Putra, Made Rangga Dwinanta Putu Alit Sudarsana Sudarsana Putu Ananda Angelita Putu Ananda Angelita Putu Utari Fridayanthi Raisha Hamiddani Syaiful Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi Ruspita Sari, Ni Ketut Adelia Sari, Ni Luh Putu Eka Kartika Sarilan, I Putu Satria Udayana Silfia Maharani Suaridewi, I Gusti Agung Ayu Mas Sudiadewi, Ni Putu Eka Tanjung Subrata Tri Wisananda Putra Trinia Amanda Udiyani, Desak Putu Citra Velentina Putri Wardana, Made Kusuma Wardana, Ni Komang Sara Kusuma Wijaya, D. Wijaya, Putu Austin Widyasari Wirajaya, Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya, Anak Agung Ngurah Mayun Yogiswara, Gde Candra Yoni, Putu Diah Paramitha Dwi