p-Index From 2021 - 2026
8.532
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) MILLATI: Journal of Islamic Studies and Humanities Yupa: Historical Studies Journal JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Attazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora SANGKEP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Journal of Humanities and Social Studies Harmoni Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Menara Ilmu Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health AL-HIKMAH : Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Media Syari'ah: Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat FORUM PAEDAGOGIK Jurnal Penelitian Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Mimbar Kampus International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Warisan: Journal of History and Cultural Heritage INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE International Archives of Medical Sciences and Public Health International Archives of Medical Sciences and Public Health JISOS: Jurnal ilmu sosial JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Journal of Law, Poliitic and Humanities Bulletin of Indonesian Islamic Studies ANTHOR: Education and Learning Journal AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora Local History & Heritage Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya VISA: Journal of Vision and Ideas Algebra PERSPEKTIF: Journal of Social and Library Science Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi ANTHOR: Education and Learning Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI BAHAYA STUNTING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK DI DESA MERANTI, KABUPATEN ASAHAN Rakha Bimantara Fiarnanda Saragih, Muhammad; Syifa Nirwana Hasibuan, Rafika; Aulia Prameswari, Sekar; Naldo, Jufri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2889-2895

Abstract

Stunting terjadi dimana keadaan ketidakmampuan tumbuh kembang pada balita (bayi di bawah 5 tahun) karena kelaparan terus-menerus sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. berat dan levelnya tidak sesuai dengan usia (sub optimal) dan masih diungkit oleh staf klinis..Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.  Berdasarkan penjelasan diatas maka penulis ingin meneliti bagaimana upaya memunculkan sikap waspada dan kepedulian terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak- anak di desa Meranti.Jenis Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Meranti,Kecamatan Meranti,Kabupaten Asahan, dengan subjek penelitian 10 orang warga yang merupakan ibu rumahtangga yang memiliki anak balita.Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Masyarakat yang dijadikan subjek dipilih secara objektif yang ditentukan dengan yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah ditemukannya pusat permasalahan stunting dan gizi buruk dan menimbulkan rasa kepedulian dan waspada terhadap resiko dan pencegahannya.Upaya pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan rutin dilakukan, merupakan bagian dari rangkaian upaya preventif. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa peran Puskesmas dan petugas kesehatan setempat sangat diperlukan disini mengingat masih minimnya informasi dan pengetahuan akan stunting dan gizi buruk ini. Namun,mengatasi permasalahan ini tidak semudah yang di bayangkan tapi akan berdampak baik jika dilaksanakan dengan rutin dan berkesinambungan.
Epidemiologi Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Intan Kusumawati; Nofi Susanti; Jufri Naldo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1348

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang ditularkan oleh virus arboviral melalui dua jenis spesies nyamuk yaitu, Aedes albopictus dan Aedes aegypti. Kecamatan Tanjung morawa memiliki 2 Puskesmas, Puskesmas Tanjung Morawa dan Puskesmas Dalu Sepuluh. Dari 2 Puskesmas ini kasus demam berdarah Dengue tertinggi ada pada Puskesmas Tanjung Morawa sebesar 80 kasus karena Puskesmas Tanjung Morawa adalah Puskesmas yang memiliki kasus tertinggi Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Deli Serdang tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui epidemiologi kejadian demam berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yang dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada responden secara langsung dengan pendekatan Case control. Analisa data menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian DBD (p-value 1,000), dan tidak ada hubungan antara penggunaan obat nyamuk dengan kejadian DBD (p-value 0,459). Ada hubungan antara sikap dengan kejadian DBD (p-value 0,005), Ada hubungan antara PSN dan 3M Plus dengan kejadian DBD (p-value 0,016), Ada hubungan antara menggantung pakaian dengan kejadian DBD (p-value 0,015), Ada hubungan antara Angka Bebas Jentik dengan kejadian DBD (p-value 0,019).
Navigating Tradition and Territory: The Islamic Business Ethics of Minangkabau Traders in Negeri Sembilan, Malaysia Muslim Marpaung; Irma Suryani Lubis; Syahrial Arif Hutagalung; Yessi Kurnia Arjani Manik; Jufri Naldo
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1658

Abstract

This study explores Islamic economics and business anthropology with a focus on the commercial ethics of the Minangkabau diaspora in Negeri Sembilan, Malaysia. The central problem addressed is the growing challenge faced by diaspora Muslim entrepreneurs in maintaining Islamic business ethics and cultural identity while navigating increasingly competitive market environments and multicultural business interactions. In Southeast Asia, cross-border trade among ethnic communities continues to expand, yet reports of declining ethical practice and weakened cultural ties in diaspora business networks raise concerns for the sustainability of moral economic conduct. These conditions underscore the urgency to investigate how traditional Islamic values and Minangkabau customs are preserved, negotiated, and transformed within contemporary business settings. This research aims to understand the internalization of Islamic values and Minangkabau adat within the business practices of migrant traders, as well as how these values adapt to Malaysian socio-cultural contexts. Employing a qualitative method with an ethnographic approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving 10 key informants consisting of Minangkabau traders and community leaders in Negeri Sembilan. Thematic data analysis highlights the dynamic interplay between religious principles, customary norms, and economic behavior. Findings reveal that Minangkabau traders uphold Islamic business ethics through the values of honesty, trust, and ukhuwah, while simultaneously adjusting to local business norms and regulations. Their ethical approach forms a contextual model of entrepreneurship that balances spiritual commitments with economic pragmatism. This study contributes to the formulation of the concept of Islamic Entrepreneurial Diaspora, offering an integrative model for understanding how Islamic belief systems interact with local culture in cross-national economic practices. The discovery provides theoretical enrichment to Islamic business ethics discourse and demonstrates the enduring importance of local cultural values in navigating global commercial pressures.
Implementasi Qris (Gopay) sebagai Inovasi Pembayaran Digital bagi UMKM Desa Gung Pinto Jufri Naldo; Fatiya Febina Sitepu; Tasya Nadilla; Alda Andrini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i3.6009

Abstract

This study aims to reveal the implementation of QRIS (GoPay) as a digital payment innovation for MSMEs. This research employs a qualitative descriptive approach, utilizing interviews and observations to evaluate the outcomes of the socialization process for the development and implementation of QRIS GoPay. The research location was Gung Pinto Village, with 10 MSME sellers as subjects. The primary data for this study were collected through interviews and observations, with supporting data derived from literature studies in books, articles, and other relevant sources. The results indicate that this activity can bring changes to the welfare, quality, and quantity of MSMEs, as well as the behavior and mindset of MSME sellers regarding the use of QRIS GoPay in Gung Pinto Village. This is evidenced by the satisfaction of the 10 MSMEs, including 6 MSMEs with a high level of satisfaction and 3 with a very high level of satisfaction due to the ease and convenience of the transaction process. The other four MSMEs had a low level of satisfaction, and three had a moderate level of satisfaction, due to initial behavioral and mindset constraints. However, over time, their behavior and mindset towards QRIS GoPay have changed, resulting in effective and comfortable use.
ISLAM DAN MODAL SOSIAL ORANG MINANGKABAU DI PERANTAUAN Naldo, Jufri Naldo
Jurnal Penelitian Vol 13, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i2.5617

Abstract

Islam memiliki landasan yang kuat terhadap kontrak sosial dan norma yang telah disepakati umatnya. Orang Minangkabau di perantauan berusaha mengoptimalkan wujud nyata dari ajaran Islam tersebut. Sehingga Islam sangat berpengaruh dan mewarnai modal sosial mereka. Hal ini terlihat ketika organisasi-organisasi kelompok etnis Minangkabau yang terbentuk di perantauan tidak hanya menafsirkan ajaran Islam hanya sebatas pada ibadah rutinitas biasa, akan tetapi Islam telah ikut serta dalam dialektika kapital sosial organisasi yang pada gilirannya mengarahkan kegiatan komunitas etnis itu kepada gerakan-gerakan sosial yang produktif dan positif untuk membangun kehidupan masyarakat yang ideal. Dalam pandangan orang Minangkabau, Islam tidak hanya sebagai referensi perilaku sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Islam juga merupakan salah satu identitas etnis. Dalam perspektif antropologis, antara Islam dengan orang Minangkabau merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kedua unsur tersebut saling menentukan dan keanggotaan seseorang dalam komunitas sangat ditentukan oleh kelekatan identitas tersebut. Kata kunci: Islam, Modal Sosial, Orang Minangkabau
Mengabdi di Yala: Membangun Perdamaian di Tengah Keragaman Jufri Naldo; Amal Hayati; Azhari Akmal Tarigan; Ismail Ismail; Syahrial Arif Hutagalung; Nur Aminah Rambe
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.26420

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama di kalangan siswa-siswi Thamavitya Mulniti School, Yala, Thailand. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial Yala sebagai wilayah multikultural yang rentan terhadap konflik identitas dan perbedaan pemahaman keagamaan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap utama: pre-test, pendampingan pembelajaran moderasi beragama, serta evaluasi dan monitoring. Pre-test dilakukan untuk memetakan tingkat pemahaman awal siswa mengenai konsep moderasi, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan interaktif seperti diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Sementara itu, evaluasi dilaksanakan dengan post-test, wawancara, dan monitoring berkelanjutan untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap nilai moderasi beragama. Data pre-test mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa masih memahami moderasi sebatas sikap netral, tanpa mampu mengaitkannya dengan praktik hidup sehari-hari. Setelah program, hasil post-test memperlihatkan peningkatan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi praktik toleransi, membangun dialog lintas iman, serta menghargai perbedaan budaya dan tradisi. Guru juga mengalami transformasi dalam metode pembelajaran, dari model konvensional menuju pendekatan yang lebih partisipatif dan inklusif. PKM ini menegaskan bahwa pendidikan moderasi beragama melalui metode pendampingan dan monitoring mampu menjadi strategi efektif dalam membangun perdamaian di tengah keragaman. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dan guru memperlihatkan potensi besar dalam menjadikan sekolah sebagai pusat penguatan budaya damai di wilayah Yala. Program ini diharapkan menjadi model berkelanjutan yang dapat direplikasi di sekolah lain, baik di Thailand Selatan maupun di kawasan Asia Tenggara, yang memiliki karakteristik masyarakat serupa. 
Ketupat Processing Traditions in Minangkabau: An Eco-Theological, Health, and Cultural Resilience Study Azhari Akmal Tarigan; Jufri Naldo; Syahrial Arif Hutagalung; Uswatun Hasanah; Ismail Ismail
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 2 (2026): Contagion
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i2.28872

Abstract

This study examines the Ketupat tradition, a Minangkabau food wrapped in young coconut leaves, through the lenses of eco-theology, public health, and cultural resilience. Employing a qualitative methodology that integrates in-depth interviews with 25 informants (15 entrepreneurs, 5 cultural leaders, and 5 academics), participatory observation, and textual analysis with data analyzed thematically using NVivo software the research was conducted across key centers of Minangkabau diaspora life in Padang (West Sumatra, Indonesia), Yogyakarta (Indonesia), and Negeri Sembilan (Malaysia). The findings reveal three interrelated dimensions. First, the use of natural leaf wrappers embodies the Islamic eco-theological principle of khalifah fil-ardh (humans as stewards of the earth), expressed through faith-driven ecological awareness among tradition bearers. Second, coconut leaves provide tangible health benefits by eliminating risks of chemical migration from plastic and styrofoam packaging, reinforcing community-based food safety rooted in natural materials. Third, Ketupat-making sustains cultural identity and social cohesion within diaspora communities through intergenerational transmission and collective rituals. Overall, the study argues that traditional food practices grounded in natural materials represent a convergence of ecological wisdom, health protection, and spiritual values, underscoring the importance of integrating local wisdom into sustainable food policies and national food security strategies Keyword: Ketupat  ; Ketupat; Minangkabau; eco-theology; traditional food systems; public health; cultural resilience; food packaging
Kembar Mayang Tradition in Javanese Wedding Ceremony in Dusun VI, Nagur Village, Tanjung Beringin District, Serdang Bedagai Regency Ayu Lestary; Jufri Naldo; Nabila Yasmin
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/warisan.v5i1.2220

Abstract

This research employs qualitative methods with an anthropological approach to understand the significance of the Kembar Mayang tradition in Javanese weddings. The anthropological approach investigates human societies and behaviors, focusing on cultural practices and their meanings. Data collection was conducted through a combination of library research, field observations, and interviews with relevant sources to ensure the validity of the information and comprehensive documentation. The study reveals that Javanese people view marriage as sacred, filled with rituals imbued with prayers for a harmonious domestic life. One prominent tradition in Javanese weddings is Kembar Mayang, symbolizing the union of two hearts into one, reflecting shared goals for a peaceful and blessed household. The Kembar Mayang ritual, made of flowers and leaves, embodies important cultural values and is essential in traditional Javanese wedding ceremonies.
Co-Authors ABdul Karim Batubara, ABdul Karim ADELIA, PUTRI Affendi, Hazrul Ahmad Zuhri Alda Andrini Alfikri, Muhammad Ali, Nasihudin Alparizky, M Amal Hayati Amal Hayati, Amal Anang Anas Azhar Annisa Safitri Annisyah Mayang Sari Tanjung Arfani Rahman Sari Asmelia, Fithri Aulia Prameswari, Sekar Ayu Lestary Azhar, Anang Anas Azhari Akmal Tarigan Azhari Akmal Tarigan Azzuhro Azzuhro Batubara, Abdul Karim Budi Prasetyo Budi Prasetyo Dalimunthe, Muhammad Dani Kesuma Dwi Fauziyah Faisal Riza Faisal Riza Fatiya Febina Sitepu Fauziyah, Dwi Febrianti, Wina Fitri Hayati Gultom, Amalia Nurhanisah Hafidza, Nurul Hamanda, Dewa Harahap, Annisa Dwi Utari Harahap, Indra Hasibuan, Ramsil Huda Hasibuan, Reni Ria Armayani Husna Sari Siregar Ifani, Aldita Iftitah, Azalika Indah Rahayu Ritonga Innayah Alfatechah Intan Kusumawati Irma Suryani Lubis Islaini, Sri Indah Ismahani, Siti Ismail Ismail Ismail Ismail Jaenal Aripin Japakiya, Ismail Lutfi Junaidi Junaidi Juni Ariansyah Pulungan Kasron Nst Khoiriyah, Fitri Lubis, Nurasiah M. Nasihudin Ali M. Yuda Prayoga Maharani Rizky Putri Siagian Mara Sutan Rambe Margolang, Dinda Pratiwi Maulana Azri Ba’dawi Mohammad Reevany Bustami Monang, Sori Muhammad Rakha Bimantara Fiarnanda Saragih Muhammad Rezki Lubis Mulya, Riska Murbarani, Febri Muslim Marpaung Nabila Yasmin Nasihudin Ali Nofi Susanti Novianti, Dessi Nur Aminah Rambe Nurhayati Nurhayati Oktasari, Sisca Parinduri, Nurul Aulia Purba, M. Zuhri Wanda Purwaningtyas, Franindya Putra Apriadi Siregar Rafika Syifa Nirwana Hasibuan Rakha Bimantara Fiarnanda Saragih, Muhammad Rapotan Hasibuan Ritonga, Hermansyah Rizaldi Deliskan Rohani, Laila Rollina Ahmad Rufi'i Sari, Vina Muliana Sekar Aulia Prameswari Shalliya, Reisya Azzahra Siregar, Husna Sari Siregar, Husnul Khotimah Siregar, Nurhafifah Siregar, Yusdinal Rizki Siregar, Yusra Dewi SITI MARIAM Syafran Arrazy Syahrial Arif Hutagalung Syauqii, Fachri Syifa Nirwana Hasibuan, Rafika tama, Pirda pria Tasya Nadilla Umar Warfete Umara, Shoumi USWATUN HASANAH Yasmin, Nabila Yessi Kurnia Arjani Manik Yulia Khairina Ashar Yuma, A. Adnan Rasyidi