Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Eksplorasi Maksud dan Makna dalam Antologi Puisi Impromptu Terzina Karya Ewith Bahar Triasih, Vivin Diah; Billah, Tisya Bibah Anisa; Ramadhani, Aulia; Putri, Teja Sesfina; Arahmah, Widia; Elmustian, Elmustian
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri maksud dan makna yang terkandung dalam antologi puisi Impromptu Terzina karya Ewith Bahar dengan menggunakan pendekatan semiotika. Kumpulan puisi ini terdiri atas karya tiga baris (terzina) yang diciptakan secara spontan, namun mengandung simbolisme yang kuat serta refleksi mendalam terhadap kehidupan. Melalui metode kualitatif dengan analisis deskriptif, penelitian ini berupaya mengungkap tanda-tanda linguistik dan makna tersembunyi di balik pemilihan diksi serta citraan yang digunakan oleh penyair. Hasil analisis menunjukkan bahwa Impromptu Terzina memuat tiga tema pokok, yaitu cinta, spiritualitas, dan sosial. Tema cinta menonjolkan ketulusan serta keabadian rasa; tema spiritual menggambarkan proses refleksi dan perjalanan batin manusia; sedangkan tema sosial mengandung kritik terhadap menurunnya kesadaran literasi dan intelektualitas di tengah masyarakat modern. Dengan gaya bahasa yang singkat, padat, dan penuh simbol, Ewith Bahar berhasil mengubah bentuk minimalis tiga baris menjadi media ekspresi estetika dan filosofi kehidupan. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas apresiasi terhadap puisi kontemporer Indonesia serta memberikan kontribusi pada pengembangan kajian semiotika sastra.
Analisis Pragmatisme, Makna Tersirat dalam Tutur Puisi Terhadap Puisi Pilihan Antologi Empedu Tanah (2019) Berdasarkan Teori Pragmatisme Sinaga, Mika Magdalena Br.; Ramadhanty, Marsha; Dinda, Putri Rama; Sari, Yolanda; Elmustian, Elmustian
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna yang tersirat dalam beberapa karya puisi terpilih dari Antologi Empedu Tanah (2019) yang ditulis oleh Inggit Putria Marga dengan menggunakan pendekatan pragmatisme, khususnya melalui pandangan William James dan Kenneth Burke. Pendekatan ini menekankan bahwa makna dan kebenaran dalam puisi ditentukan oleh dampak nyata yang ditimbulkannya pada kehidupan, moralitas, dan kesadaran pembaca, bukan hanya oleh keindahan dari bahasanya. metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis beberapa puisi dalam konteks sosisal, psikologis, dan filosofis yang terkandung dalam karya tersebut. hasil dari penelitian menunjukkan bahwa setiap puisi tidak hanya menawarkan keindahabn Bahasa, tetapi juga menyampaikan pesan etis, kritik terhadap masyarakat, serta refleksi spiritual yang mendorong pembaca unruk bertindak dan merenungkan kehidupannya. kebenaran dakam karya-karya itu bersifat pragmatis, yang artinya tergantung pada seberapa ampuh teks tersebut dalam mengubah perspektif, perilaku, dan empati pembaca terhadap realitas kemanusiaan. oleh karena itu, teori pragmatisme sangat relavan untuk memahami lapisan-lapisan makna yang tersembunyi dalam sastra modern, khususnya puisi-puisi kontemporer Indonesia yang kaya akan simbolisme, kritik sosial, dan nilai-nilai etika.
Eksplorasi Maksud dan Makna dalam Antologi Puisi Impromptu Terzina Karya Ewith Bahar Triasih, Vivin Diah; Billah, Tisya Bibah Anisa; Ramadhani, Aulia; Putri, Teja Sesfina; Arahmah, Widia; Elmustian, Elmustian
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri maksud dan makna yang terkandung dalam antologi puisi Impromptu Terzina karya Ewith Bahar dengan menggunakan pendekatan semiotika. Kumpulan puisi ini terdiri atas karya tiga baris (terzina) yang diciptakan secara spontan, namun mengandung simbolisme yang kuat serta refleksi mendalam terhadap kehidupan. Melalui metode kualitatif dengan analisis deskriptif, penelitian ini berupaya mengungkap tanda-tanda linguistik dan makna tersembunyi di balik pemilihan diksi serta citraan yang digunakan oleh penyair. Hasil analisis menunjukkan bahwa Impromptu Terzina memuat tiga tema pokok, yaitu cinta, spiritualitas, dan sosial. Tema cinta menonjolkan ketulusan serta keabadian rasa; tema spiritual menggambarkan proses refleksi dan perjalanan batin manusia; sedangkan tema sosial mengandung kritik terhadap menurunnya kesadaran literasi dan intelektualitas di tengah masyarakat modern. Dengan gaya bahasa yang singkat, padat, dan penuh simbol, Ewith Bahar berhasil mengubah bentuk minimalis tiga baris menjadi media ekspresi estetika dan filosofi kehidupan. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas apresiasi terhadap puisi kontemporer Indonesia serta memberikan kontribusi pada pengembangan kajian semiotika sastra.
Analisis Pragmatisme, Makna Tersirat dalam Tutur Puisi Terhadap Puisi Pilihan Antologi Empedu Tanah (2019) Berdasarkan Teori Pragmatisme Sinaga, Mika Magdalena Br.; Ramadhanty, Marsha; Dinda, Putri Rama; Sari, Yolanda; Elmustian, Elmustian
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna yang tersirat dalam beberapa karya puisi terpilih dari Antologi Empedu Tanah (2019) yang ditulis oleh Inggit Putria Marga dengan menggunakan pendekatan pragmatisme, khususnya melalui pandangan William James dan Kenneth Burke. Pendekatan ini menekankan bahwa makna dan kebenaran dalam puisi ditentukan oleh dampak nyata yang ditimbulkannya pada kehidupan, moralitas, dan kesadaran pembaca, bukan hanya oleh keindahan dari bahasanya. metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis beberapa puisi dalam konteks sosisal, psikologis, dan filosofis yang terkandung dalam karya tersebut. hasil dari penelitian menunjukkan bahwa setiap puisi tidak hanya menawarkan keindahabn Bahasa, tetapi juga menyampaikan pesan etis, kritik terhadap masyarakat, serta refleksi spiritual yang mendorong pembaca unruk bertindak dan merenungkan kehidupannya. kebenaran dakam karya-karya itu bersifat pragmatis, yang artinya tergantung pada seberapa ampuh teks tersebut dalam mengubah perspektif, perilaku, dan empati pembaca terhadap realitas kemanusiaan. oleh karena itu, teori pragmatisme sangat relavan untuk memahami lapisan-lapisan makna yang tersembunyi dalam sastra modern, khususnya puisi-puisi kontemporer Indonesia yang kaya akan simbolisme, kritik sosial, dan nilai-nilai etika.
Arketipe Dan Pencarian Makna Diri Dalam Antologi Puisi Hidup Tetap Berjalan Dan Kita Telah Lupa Alasannya Karya Ibe S. Palogai: Kajian Psikologi Sastra Carl Gustav Jung Larasati, Risky Tri; Aulia Hasanah; Ceria Wulandari; Nur Jibril; Elmustian, Elmustian
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.13650

Abstract

This study aims to reveal the psychological dimensions and symbolic values in the poetry anthology Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya by Ibe S. Palogai through the analytical psychology framework of Carl Gustav Jung. Poetry is understood not merely as a product of the poet’s imagination, but also as an expression shaped by social conditions and layers of personal unconsciousness that generate collective symbols. Employing a descriptive qualitative method and intensive reading techniques, this research analyzes 40 poems in the anthology and categorizes them into Jung’s four archetypes: persona, shadow, anima, and self. The findings indicate that the shadow archetype is the most dominant, reflected in strong social criticism, existential anxiety, and inner tension toward modern realities. The persona archetype appears through distorted identity symbols and representations of social masks. The anima archetype is expressed in emotional closeness, dreams, and memories that signal a need for inner healing. Meanwhile, the self archetype emerges in the poet’s deep reflections on meaning, connectedness, and the pursuit of wholeness. Overall, the anthology can be interpreted as a psychological journey toward individuation—the process of understanding, integrating, and discovering the true self. This research offers a novel contribution to literary psychology studies as the first analysis to map all Jungian archetypes within this anthology.
Co-Authors Abdul Razak Aleksa, Afrila Alvi Aulia Azzahra Ameliah, Arzety Anggita, Amalia Annisa Rahmi, Annisa Annisa, Aulia Arahmah, Widia Ardina Albet Albeto Arianti, Inggri Selpi Arief Rachman Hadi Arya Maheswara Asrianti, Depi ASRIL ASRIL Astuti - Aulia Hasanah Aulia Hasanah Ceria Aulia Ramadhani Aulia, Cindy Puja Aulia, Selli Austrus, Edmund Auzar, Auzar Avida, Martina Nur Awangdani, Rezky Ayu Ayu, Rahmatika Sari Azaky, Andri Azni Mohamed Zohomi, Norhidayah Bakara, Putri Pinarsinta Barus, Elvi Yana Billah, Tisya Bibah Anisa Billah, Tisya Bibah Annisa Ceria Wulandari Charlina, Charlina Cipto Hadi Dara Kasih Tri Rezeki Darniati, Lisna Delia, Putri Devi Risma Dewi, Ridia Juwita Diana Sari Dilla Amulya Sari Dinda, Putri Rama Dudung Burhanudin, Dudung Dwijayanti, Faza Eka Septyawanti, Farah Eltias, Yumna Erlisnawati Erlisnawati Faizah A.R, Hasnah Fajri Winanda Fatmawilda, Fatmawilda Faziah, Hasnah Fitrah Fitrah, Fitrah Fitri khairunnisak, Fitri Fitri Wahyuni Fitri, Zahra Naswa Grace, Vanesha Hadi Rumadi Hadi, Arief Rahman Halawah, Hafidatul Hari Mulya, Okta Harianti Chan, Tina Hasnah Faizah AR Havizah, Talita Nur Hemandra, Hemandra Hendri Marhadi Hermandra, Hermandra Intan Cahyani, Intan Julianah, Shella Kadir, Intan Saluwa A Kastri Elmi Khairani Zulyanti Kusuma, Yanti Yandri L.N. Firdaus, L.N. Firdaus Larasati, Risky Tri Lyrawati, Desi M Fadillah Anugrah M Raihan Al Ghifari M. Firdaus M.Nur Mustafa, M.Nur Maharani, Elsa Mahdum Mahmud Alpusari Mangatur Sinaga Ma’ruf, Rizki Melani, Endah Melisa Anggraini Nusainu Muhammad Zikra Rasyidi Muhammad Zulfadhli, Muhammad Nabilla Nathania Naila Hilmi Aidina Nathania Atikah Ningsih, Jania Nover, Rimelcy Nur Anisa Ahira Nur Avida, Martina Nur Jibril Nur, M Nurhaliza, Farah Nurhikmah Nurhikmah Nursal Hakim, Nursal Nusainu, Melisa Anggraini Panggabean, Ennida Sari Pebrina, Safira Pratiwi, Eka Setia Putri, Inke Novia Putri, Teja Sesfina Putri, Windy Anisa Rafii Ahmad Rafli, Muthia Rahayu, Ariyanti Ramadhanty, Marsha Ria Novianti Ridwan Melay, Ridwan Risky Tri Larasati Ruswita Hasanah Tambuna Safina, Wan lulu Safira, Arini Putri Safitri, Reski Ummi Sahara, Novita Salsabila, Asya Thalia Salsabila, Keisya Khansa Salwa Salwa Sandy Aulia Lubis Sari, Elen Septia Sari, Ruva Winda Sari, Yolanda Septyanti, Elvrin Setiawati, Sonia Sinaga, Mika Magdalena Br Sinaga, Mika Magdalena Br. Solina, Irma Sri Marlina, Sri SRI RAHAYU Suarman Suhada, Nabila Amalia Syafrial Syafrial Tika, Dela Triasih, Vivin Diah Trinanda, Tasyah Ulfa, Risky Yanti Vania, Azra Vivin Diah Triasih Widiastuti, Rahma Winanda, Fajri Wulandari Wulandari Yanthi, Erlina Yuli Yeni, Seppi Yolanda Sari Yonaldi, Deyon Afri Yusma, Maili Zahra, Nayla Zamri Mahamod Zikri Zul Arvi Zulhafizh, Zulhafizh Zulhaini, Zulhaini