Claim Missing Document
Check
Articles

Literature review: Perbandingan Efektivitas dan Keamanan Penggunaan Obat Off-label Misoprostol dengan Oksitosin Sebagai Induksi Persalinan Raisati Hikmah Faliha; Nurma Suri; Femmy Andrifianie
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.933

Abstract

Perubahan fisiologis selama kehamilan memengaruhi farmakokinetik dan farmakodinamik obat, sehingga penggunaan obat pada ibu hamil memerlukan kehati-hatian. Misoprostol, analog prostaglandin E1 dengan indikasi resmi yang diperbolehkan oleh FDA untuk terapi tukak lambung akibat pemakaian obat antiinflamasi non-steroid (AINS), sering diresepkan secara off-label sebagai agen induksi persalinan, sementara oksitosin merupakan agen resmi untuk induksi persalinan. Artikel ini bertujuan meninjau efektivitas dan keamanan misoprostol dibandingkan oksitosin dalam induksi persalinan. Kajian ini merupakan literature review, penelusuran artikel melalui PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate. Kriteria inklusi meliputi artikel yang menggunakan misoprostol atau oksitosin sebagai objek, tujuan penggunaan misoprostol dan oksitosin untuk induksi persalinan, desain studi eksperimental, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan diterbitkan pada tahun 2015-2025. Kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak dapat diakses secara lengkap. Hasil kajian menunjukkan bahwa misoprostol memiliki efektivitas yang sebanding hingga lebih baik dibandingkan oksitosin, terutama dalam mempercepat waktu persalinan (p<0,05), meningkatkan keberhasilan induksi, dan meningkatkan kepuasan ibu (p<0,001). Angka persalinan pervaginam dan seksio sesarea bervariasi antarstudi. Berdasarkan aspek keamanan, misoprostol lebih sering dikaitkan dengan demam dan mual, sedangkan oksitosin memiliki risiko lebih tinggi terhadap takisistol (p=0.002) dan hiperstimulasi uterus (p=0.003). Luaran neonatal umumnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Kesimpulannya misoprostol memberikan efektivitas dan keamanan yang sebanding hingga lebih baik dari pada oksitosin dalam menginduksi persalinan serta mempercepat proses persalinan.
NUTRISI HERBAL SEBAGAI PENYEIMBANG EFEK ASAM LEMAK BEBAS TEROKSIDASI: LANGKAH NYATA SEHAT DI ZAMAN MILENIAL Muhammad Iqbal; Ramadhan Triyandi; Bayu Anggileo Pramesona; Nurma Suri; Carisa Nabila Defri; Zahra Asnifa Setya Putri; Ayesha Kamila; Kallista Puji Astuti; Anastasia Jessica Jasmine
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola diet yang diikuti dengan gaya hidup tidak sehat dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Asam lemak bebas teroksidasi merupakan salah satu penyebab utama radikal bebas hasil dari pola diet yang tidak sehat. Nutrisi herbal diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas teroksidasi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan peran nutrisi herbal terhadap penyakit degeneratif. Berdasarkan fenomena yang terjadi di Desa Umbul Natar Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, didapatkan informasi bahwa masyarakat masih kurang paham mengenai peran nutrisi herbal terkait penyakit degeneratif. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Umbul Natar dikarenakan kurangnya informasi kesehatan yang mereka terima. Solusi untuk permasalahan tersebut yaitu dengan adanya edukasi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, sikap, dan tindakan masyarakat terkait peran nutrisi herbal terhadap kesehatan. Diharapkan dengan adanya edukasi ini dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit degeneratif yang menjadi beban biaya perawatan dalam sistem jaminan kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang dilanjutkan dengan diskusi. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah 25 orang ibu rumah tangga. Evaluasi indikator keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Tim pengabdian masyarakat terdiri dari apoteker di bidang ilmu farmasi bahan alam dan ahli kesehatan masyarakat. Hasil post-test menunjukkan peningkatan aspek kognitif yang baik akan stroke dan penggunaan herbal untuk stroke. Masyarakat desa Umbul Natar dengan mudah memahami materi edukasi. Diharapkan dengan adanya edukasi ini dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat penyakit degeneratif yang menjadi beban biaya kesehatan.
Faktor Sosiodemografi terhadap Aspek Pengetahuan, Keyakinan, Sikap dan Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Masyarakat di Kota Bandar Lampung, Indonesia Annisa Primadiamanti; Gusti Ayu Rai Saputri; Nurma Suri; Ade Maria Ulfa
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v10i1.7070

Abstract

Background: Antibiotic resistance (AMR) is a critical global health threat, often exacerbated by inappropriate self-medication. In Indonesia, infectious diseases remain a leading cause of mortality, yet public understanding of and practices regarding antibiotic use are often suboptimal. Objective: This study investigated the association between sociodemographic factors and knowledge, beliefs, attitudes, and practices (KAP) regarding antibiotic use in the community in Bandar Lampung, Indonesia. Methods: A community-based cross-sectional survey was conducted from March to April 2023 across 31 primary healthcare centers in 17 sub-districts. A total of 418 respondents were selected using a two-stage cluster sampling method. Data were collected using a validated questionnaire (Cronbach’s alpha > 0.6) and analyzed using Chi-square and Fisher’s exact tests (p<0.05). Results: The findings showed that 53.35% of respondents had inadequate knowledge, and 49.76% practiced self-medication. Although 94.50% held favorable attitudes toward rational use, a notable "attitude-practice gap" persisted. Statistical analysis found that sociodemographic factors, including age, education level, and health insurance, were not significantly associated with knowledge, beliefs, or attitudes (p>0.05), indicating that misconceptions were uniformly distributed across the community. However, antibiotic-use practices were significantly associated with gender (p=0.038) and occupation (p=0.027). Furthermore, knowledge levels were significantly associated with self-medication practices (p=0.028), identifying inadequate health literacy as a primary driver of inappropriate drug acquisition. Conclusion: Although theoretical attitudes were positive, inadequate knowledge and easy access to medication fueled high rates of self-medication. Pharmacists must serve as clinical gatekeepers and implement community-wide educational interventions to correct misconceptions and promote rational antibiotic therapy
Co-Authors Abda Abda Ade Maria Ulfa Afriyani Afriyani, Afriyani Al Rasyid, Muhammad Irfan Ambarwati, Endah Anastasia Jessica Jasmine Anisah Putri Yuana Sari Anna Aufa Nurrohmah Annisa Primadiamanti Antika Sintia, Nova Ariyati, Retno Desy Asep Sukohar Asep Sukohar Asti, Windi Athallah, Muhammad Muzhafar Atri Sri Ulandari Aufa Nurrohmah, Anna Aulia Ramdini, Dwi Aurellia Anggun Sriani Axcellia Theresa Ayesha Kamila Ayu SWP, Fadillah Bayu Anggileo Pramesona Carisa Nabila Defri Cathartica, Allamanda Cheri F. A. Dera Chintia Dwi Tanasa Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Damayanti, Ervina Dedy Miswar Devvy Wahyu Mulyaningsih Dewi Sabrina Diva Meylia Dwi Aulia Ramdini Dwi Aulia Ramdini Dwi Aulia Ramdini Dwi Melani Dwi, Farah Ervina Damayanti Ervina Damayanti Ervina Damayanti Farhana, Lubna Fariha Ais Aliya Farras Qanitah Rony Febriana, Triana Femmy Andrifianie Galuh Dwi Anjani Ghozi Purna Atmaja Gusti Ayu Rai Saputri Ihsanti Dwi Rahayu Ihsanti Dwi Rahayu Junando, Mirza Kallista Puji Astuti Kirana, Shela Sandra Kylalona, Gracylia Lilik Koernia Wahidah Lyansaputri Salsabila Lyansaputri Salsabila Made Laksmi Meiliana Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Mega Intan Yulianti Melisa Intan Barliana Melisa Yasmin Mirza Junando Mirza Junando Mirza Junando Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Nanda Restiana Nawawi, As’ari Niken Dwi Astarina Oktafany Oktafany Oktafany Oktafany, Oktafany Oktarlina, Resmi Zakiah Oktoba, Zulpakor Pardilawati, Citra Yuliyanda Pius Ave Rafael Silalahi Prabamukti, Ilyas Primadiamanti, Annisa Putri Berliana Putri, Oka Mahila Gustia Rahmadhita, Elmira Rahman, M. Bobby Raisati Hikmah Faliha Ramadhan Triyandi Ramadhan Triyandi Ramadhina, Farrasyifa Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Rasmi Zakiah Oktarlina Ratih Anggun Komalasari Regi Afriyana Regi Afriyana Rizki Nisfi Ramdhini Rony, Farras Qanitah Roviq Umam S Salsabila, Lyansaputri Salsabilla, Kharisma Saputri, Gusti Ayu Rai Sarnianto, Prih Savira Rahmadanti Savira Rahmadanti Suryadi Islami Syahputri, Devina Harti Tiara Aninditha Triyandi, Ramadhan Vanadis, Zifa Aisha Wardhana S, Muhammad Fitra Wardhana, Muhammad Fitra Widodo, Alya Rahmah Widodo, Subur Wirasutisna, Komar Ruslan Yati Sumiyati, Yati Yuli Wahyu Tri Mulyani Yulianasari Pulungan Yulianti, Mega Intan Yumna Dwi Risanti Zahra Asnifa Setya Putri Zulpakor Oktoba