Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Ekstrak Wedang Uwuh Pada Inovasi Yoghurt Fungsional Anjani, Tiara; Hutami, Rosy; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 3 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i3.12488

Abstract

Wedang uwuh dari Jawa Tengah diketahui mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi digunakan untuk pembuatan yoghurt fungsional.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ekstrak wedang uwuh terhadap mutu fisik, kimia, mikrobiologi, dan sensori yoghurt.  Yogurt disiapkan dengan tiga taraf perlakuan penambahan ekstrak wedang uwuh, yaitu 3%, 4%, 5%, dan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali.  Sampel yogurt dianalisis sifat fisik (pH dan viskositas), kimia (kadar total asam laktat, abu, lemak, protein, aktivitas antioksidan) dan mikrobiologi (total bakteri asam laktat atau BAL).  Yogurt terpilih berdasarkan SNI Yogurt 2891:2009 dianalisis sifat mutu sensori dan hedonik.  Penambahan ekstrak wedang uwuh pada yogurt menyebabkan viskositas, kadar lemak, kadar protein, aktivitas antioksidan dan total BAL menurun, sebaliknya pH, total asam laktat, dan kadar abu meningkat. Yogurt dengan penambahan ekstrak wedang uwuh 3% merupakan yogurt terpilih dan memiliki karakteristik pH 3,33, viskositas 7,49 cP, total asam laktat 0,75%, kadar abu 0,74%, kadar lemak 2,04%, kadar protein 4,11%, aktivitas antioksidan 15,7%, total BAL 1,9x105 CFU/mL, dengan mutu sensori berwarna putih susu, beraroma khas yoghurt, tidak tercium aroma rempah, berasa asam dan sedikit sepat, kental, serta nilai hedonik suka.
Profil Gelatinisasi Tepung Termodifikasi Heat Moisture Treatment (HMT) Safitri, Intan Sekar; Hutami, Rosy; Rifqi, Muhammad
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 6 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i6.13383

Abstract

Tepung adalah butiran halus hasil dari proses penggilingan. Tepung dapat dibuat dari umbi-umbian seperti bengkuang dan ubi namun tepung bengkuang dan tepung ubi alami masih memiliki keterbatasan dalam profil gelatinisasinya. Profil gelatinisasi tepung dapat diperbaiki dengan cara modifikasi secara fisik. Heat Moisture Treatment  (HMT) merupakan salah satu modifikasi fisik tepung yang mudah dan aman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhi modifikasi HMT terhadap profil gelatinisasi tepung bengkuang dan tepung ubi yang termodifikasi dengan HMT. Hasil menunjukkan bahwa pada tepung bengkuang menghasilkan suhu awal gelatinisasi berkisar antara 93-93° C, sedangkan pada ubi kuning berkisar antara 92-94°C dan pada ubi ungu berkisar antara 80-83°C. Nilai viskositas balik tepung bengkua termodifikasi HMT berkisar antara 5-105 cP, sedangkan pada tepung ubi kuning berkisar antara 179-60 cP dan tepung ubi ungu berkisar antara 236-153 cP. Berdasarkan data yang didapat  modifikasi HMT berpengaruh terhadap suhu awal gelatinisasi dan viskositas balik tepung bengkuang dan tepung ubi.
Karakteristik Kimia dan Sensori Kecap Manis Air Kelapa (Cocos nucifera) dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau Putri Cantika, Aini; Hutami, Rosy; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.14837

Abstract

Kecap merupakan bahan penyedap atau bahan tambahan pelengkap penting yang sering digunakan, baik untuk memasak sebagai bumbu dari berbagai jenis masakan ataupun digunakan sebagai bahan pelengkap pada makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penambahan tepung kacang hijau terhadap mutu kimia, sensori dan hedonik, serta menentukan produk terpilih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, dengan perbandingan bobot air kelapa dan tepung kacang hijau yaitu 100% air kelapa : 0% tepung kacang hijau, 96% air kelapa : 4% tepung kacang hijau, 92% air kelapa : 8% tepung kacang hijau dan 88% air kelapa : 12% tepung kacang hijau. Analisis produk meliputi kadar protein, kadar air, kadar sukrosa, total padatan terlarut, mutu sensori dan hedonik. Produk terpilih terdapat pada perlakuan 92% air kelapa : 8% tepung kacang hijau yang memiliki mutu kadar air yang terkandung sebesar 46,46%, kadar protein yang terkandung sebesar 5,38%, kadar sukrosa yang terkandung sebesar 34,28% dan total padatan terlarut yang terkandung sebesar 85%. Produk terpilih memiliki mutu sensori yaitu tercium aroma air kelapa, tercium aroma kacang hijau, rasa manis, rasa gurih, warna coklat kehitaman dan tekstur kental serta memiliki penilaian pada uji hedonik adalah aroma, rasa , tekstur, warna dan overall yang mengarah kepada suka.
Proses Sterilisasi Kemasan dan Pengujian Integritas Kemasan (Packaging Integrity) pada Produk Dairy di PT. XYZ Nurfitria, Ajeng; Hutami, Rosy
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15543

Abstract

Produk dairy di PT. XYZ merupakan produk susu UHT 115 ml yang memiliki 5 varian rasa yaitu rasa cokelat, cokelat less sugar, stroberi, vanilla dan full cream dan dikemas menggunakan kemasan Tetra pak. Tujuan dari kegiatan praktik kerja lapang ini adalah untuk mempelajari proses sterilisasi kemasan dan pengujian integritas kemasan pada produk susu Ultra High Temperature (UHT). Susu UHT merupakan susu sterilisasi dengan temperature suhu yang tinggi, proses sterilisasi bertujuan untuk menjaga kesegaran dan keamanan produk. Proses produksi susu UHT meliputi persiapan bahan baku, recombine mixing, homogenisasi, pasteurisasi, sterilisasi UHT, filling dan pengemasan. Dalam tahap pengemasan, Quality control (QC) melakukan pemeriksaan terhadap ketahanan kemasan/ packaging integrity. Packaging integrity merupakan proses evaluasi ketahanan kemasan/pengecekan kekuatan kemasan yang bertujuan untuk menentukan masa penyimpanan dan keamanan suatu produk. Pengujian dan pengecekan kekuatan kemasan dilakukan setiap ± 1 jam sekali dan pada setiap event papper splicing (PS), pergantian strip applicator (SA), speed filler 26K/jam dan kendala yang dialami oleh mesin dengan parameter pengecekan yaitu volume dan berat produk, shape and design, overlap, flap sealing, crease sealing, TS (transversal sealing), LS/SA (longitudinal sealing/strip applicator), electrolityc test, red ink test dan dissolving test.
Literature Review: Penggunaan Berbagai Jenis Pengawet Alami unutk Menghambat Kerusakan pada Nira Aren (ArengaPinnata Merr) Septiani, Bunga; Hutami, Rosy; Ichsan, Nurul; Sapanil, Kastana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15554

Abstract

Pohon aren adalah jenis pohon palem-paleman yang menghasilkan cairan berwarna bening dengan rasa manis yang disebut dengan nira aren. Nira aren ini sangat mudah mengalami kerusakan akibat adanya aktivitas mikorganisme didalamnya, sehingga diperlukan upaya untuk mencegah kerusakan tersebut. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui jenis, keefektifan dan kegunaan pengawet alami dalam menghambat kerusakan nira aren. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan bersumber pada beberapa literatur yang dikaji kelayakannya untuk menghasilkan data yang baik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat berbagai jenis pengawet dari bahan alami yang dapat digunakan dalam menghambat kerusakan nira aren, namun jenis pengawet yang paling baik yaitu kayu nangka dengan penggunaan konsentrasi yang paling tinggi.
Kajian Pustaka: Karakteristik Kimia dari Produk Gula Aren dan Kelapa Nurcahali, Fani; Hutami, Rosy; Andarwulan, Nuri; Sapanli, Kastana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15567

Abstract

Gula aren dan gula kelapa merupakan pemanis alami yang semakin populer sebagai alternatif gula tebu, keduanya memiliki karakteristik kimia yang unik yang mempengaruhi rasa, tekstur, dan nilai gizinya. Artikel ini mengulas karakteristik kimia gula aren dan kelapa. Metode penelitian ini yaitu bersumber dari referensi seperti jurnal, dan berbagai pustaka yang terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan kimia yang meliputi kadar abu, gula pereduksi, dan sukrosa yang lebih rendah dibandingkan  dengan  gula kelapa sedangkan kadar air pada gula kelapa lebih rendah dari gula aren.
Proses Produksi Lada Putih Bangka Bubuk (Muntok White Pepper) di PT. Izzah Globalindo Indonesia - Bangka Selatan Kartawiria, Rifky Fauzi Althafry; Hapsari, Distya Riski; Hutami, Rosy; Nurhalimah, Siti; Uzwatania, Fina; Sapanli, Kastana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15601

Abstract

Lada putih, yang dikenal dengan kandungan piperin dan minyak atsirinya, memiliki peran penting dalam sektor agrikultur sebagai komoditas devisa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi lada putih bubuk di PT. Izzah Globalindo Indonesia, khususnya dalam memanfaatkan lada putih Bangka. Pengolahan lada putih di PT. Izzah melibatkan dua tahap utama: pasca panen dan proses produksi. Pada tahap pasca panen, dilakukan beberapa proses seperti perendaman, pengupasan, pencucian, dan pengeringan untuk menjaga kualitas lada. Tahap produksi melibatkan sortasi, penggilingan, penimbangan, penyegelan, dan pengemasan produk. Dalam proses ini, lada putih dipisahkan berdasarkan ukuran grade, di mana Grade A dijual dalam bentuk butiran, sementara Grade B diolah menjadi bubuk lada. Standar keamanan pangan telah diterapkan di seluruh proses, dengan penggunaan peralatan modern seperti mesin grading dan grinder, serta kemasan yang sesuai dengan standar nasional Indonesia. Proses pengemasan juga mempertimbangkan keamanan produk selama distribusi. Studi ini menunjukkan bahwa sistem produksi PT. Izzah Globalindo Indonesia telah memenuhi standar kualitas tinggi, mulai dari penanganan pasca panen hingga distribusi produk akhir, dengan fokus utama pada kebersihan, efisiensi, dan keamanan pangan.
Proses Produksi Kacang Garing Utama, Naufal Saputra; Hutami, Rosy; Nurlaela, Raden Siti
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15605

Abstract

Proses produksi kacang garing melibatkan beberapa proses penting untuk memastikan kualitas dan keamanan produk. Tahap pertama dimulai dengan proses perontokan tanah. Kacang tanah tersebut kemudian melalui proses pencucian satu untuk menghilangkan tanah yang menempel. Selanjutnya, kacang tanah dicuci kedua kalinya untuk memastikan kebersihan kacang tanah. Setelah proses pencucian, kacang tanah yang sudah bersih direbus yang bertujuan untuk menonaktifkan enzim peroksidase. Selanjutnya kacang tanah dikeringkan menggunakan rotary dryer. Kacang tanah yang telah kering diayak untuk menghilangkan debu-debu dari hasil pengeringan. Kacang tanah yang telah diayak dimasukan ke dalam oven untuk menghasilkan kacang tanah yang renyah dan gurih. Selanjutnya kacang tanah disortir berdasarkan jenis mutunya. Proses terakhir yaitu pengemasan menggunakan plastik film agar kacang tanah tetap terjaga kualitasnya. Seluruh proses produksi ini bertujuan untuk menghasilkan kacang garing renyah, bermutu, dan siap konsumsi bagi masyarakat, sesuai dengan standar industri dan regulasi pemerintah.
PENDAMPINGAN PENDAFTARAN SERTIFIKASI PIRT DAN SERTIFIKASI HALAL UKM PANGAN BERBASIS TALAS DAN NANAS BOGOR DI KOTA BOGOR Hutami, Rosy; Amalia, Lia; Aminah, Siti; Nurul, Eka
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3876.385 KB) | DOI: 10.30997/qh.v5i2.1645

Abstract

Tujuan dari program ini adalah untuk mengoptimalkan potensi makanan unggul lokal Bogor, menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran, dan memunculkan alternatif baru untuk makanan ringan / minuman yang bisa menjadi hadiah atau makanan ringan khas Bogor. Masalah utama dalam komunitas mitra adalah teknologi membuat minuman jus nanas yang belum tersedia dan formulasi stick keju taro yang ada belum optimal. Masalah prioritas lainnya adalah terbatasnya pengetahuan para mitra mengenai manajemen bisnis, produksi, dan keuangan yang membuat kelangsungan bisnis masih sangat lemah. Namun, mitra adalah masyarakat terbuka, memiliki keinginan kuat untuk maju, dan mudah bekerja sama dengan tim. Metode pelaksanaan kegiatan ini termasuk memberikan kuliah umum; latihan; demonstrasi desain bangunan / prototipe produk. Tim proposal telah melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dan bantuan mitra dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah diberikan dalam bentuk penyediaan pelatihan sistem manajemen halal, metode produksi makanan yang baik, pengemasan , dan manajemen bisnis dan keuangan. Prestasi dari program ini termasuk teknologi menggunakan asam sitrat dan pasteurisasi untuk memperpanjang umur simpan minuman jus nanas, perbaikan formulasi stick keju taro, dan desain kemasan dan label produk.
PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS KEMASAN BAGI UMKM DI KECAMATAN CIAWI Nurhalimah, Siti; Nacing, Nursyawal; Nur'utami, Dwi Aryanti; Hutami, Rosy; Nurlaela, R. Siti
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.019 KB) | DOI: 10.30997/qh.v7i1.3522

Abstract

Keberadaan UMKM perlu dipertahankan agar dapat bersaing di pasar global. Tantangan bagi UMKM khususnya yang bergerak dibidang pangan adalah menghasilkan produk yang berkualitas, bermutu dan inovatif. Kemasan menjadi faktor penting dalam produk karena mempengaruhi kualitas produk serta penjualan. Namun, kemasan ini masih menjadi permasalahan bagi para UMKM. UMKM belum sepenuhnya menerapkan konsep dan teori terkait dengan kemasan seperti UMKM yang berada di Kecamatan Ciawi Bogor. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mitra dalam menerapkan konsep dan teori kemasan sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas, inovatif dan bermutu. Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang peserta dengan rata-rata pengetahuan awal sebesar 72.17%. Pelatihan yang disampaikan melalui presentasi, demonstrasi dan diskusi ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 6.83% menjadi 79%. Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi mayoritas peserta UMKM masih menggunakan kemasan yang monoton meskipun beberapa UMKM sudah menggunakan jenis kemasan yang sesuai dengan produknya. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa masih diperlukan pembinaan dan pendampingan untuk UMKM sehingga dapat menghasilkan kemasan produk yang bisa meningkatkan kualitas dan penjualan yang lebih luas.
Co-Authors Adnandhika, Muhammad Faris Tsany Ajeng Nurfitria Akrom, Akrom Al Manar, Primadika Alfintawati, Aprillia Alsa Denta Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Andaista, Rahmatunnisa Anisyah, Yuni Nur Anjani, Tiara Anna Mardiana Handayani Apriliana, Riyanda Arbayani, Siska Ariestyani, Imelda Arshyla Eliska Aulannisa, Fairuza Aulia Joana Ayu Lestari, Feni Balqis, Lily Siti Bashiroh, Yataria Ashri Bisyri, Hanifah Bisyri, Hanifah boesono, hindar CC Nurwitri Delfitriani Depanito Ismail Deti Nirmala Dewi Fortuna Ayu Dhika Prita Hapsari Distya Riski Hapsari Dodi Dodi Dwi Aryanti Nur’utami Ervizal AMZU Fadhilah, Syifa Fahruddin, Naufal Fatimah, Ai Imas Faidoh Fatimah Fatma, Reyna Fauzi, Rizki Febriansyah, Ilham Feby Arif Alfarizi Fina Uzwatani Fina Uzwatania Fitrilia, Tiana Guna Wibawa, Sultan Halimah, Siti Nur Handayani, Ani Hanifah Bisyri Henna Khoerunnisa Henny Nuraini Idzni, N Idzni, N Imani, Annisa Nurul Indriani, Loli Indriati, Marlinda Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Irahmah, Siti Jaelani, Salsabila Azaria Kartawiria, Rifky Fauzi Althafry Kartika Sari Kharyani, R. Aldini Khoerunnisa, Henna Kurniawan, M. Fakih Lia Amalia Lia Amalia Lisa Ainurohmah M. Firdaus , Bambang Budiansyah, Kastana Sapanli, Aprianty , Gustav M. Irsyad , M. Firdaus M.R.R. Lukie Trianawati maharani, Azmi Manar, Primadhika Al Marhamah, Irma Siti Maryam Jamila Meilani, Almanda Mir'atu Saa'dia Septiani Mira Afrilia Setiawati Muhammad Rifqi Mustofa, Zulfan Zaenal Arif Nani Yulianti Nani Yulianti Nawang Wulan Nirma Ruhil Hadi Putra Nirmala, Deti Nirmala, Deti Noli Novidahlia Noviandia, Halpi novitasari, fajri Nurcahali, Fani Nurfitria, Ajeng Nuri Andarwulan Nurlaela, R. Siti Nurlaela, Raden Siti Nursyawal Nacing Nurul, Eka P, Alsa Denta Permatahati, Ghina Sri Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pribadi, Moch Fadlal Islamay Pribadi, Moch. Fadlal Islamay Purnama, Hilman Putra, Faturahman Setiawan Putri Cantika, Aini Qisthina, Dalilah R, Fairuz Irdina Raafqi Ranasasmita Raafqi Ranasasmita Raden Siti Nurlaela Rahma, Anisa Aulia Rahmawati, Agnia Rahmawati, Siti Irma Ranasasmita, R Ranasasmita, R Rialdi, Azzahra Putri Riski Hapsari , Distya Rizkia, Safa Rusdi Safitri, Intan Sekar Saidah, Bulan Saniyya, Ashila Nasyadhiya Sapanil, Kastana sapanli, kastana Sarah Shafira Septian, Willyandi Septiani, Bunga Septiani, Nadia Shiddiq, Muhammad Fahmi Siti Aminah Siti Aminah Siti Masithoh Siti Masitoh Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Slamet Wahyudi Sri Rejeki Sri Rejeki Retna Pertiwi Sukamto, Ika Sumiyarsi Sukarno Sukarno Sultan Guna Wibawa Sunarmani, Sunarmani Suprayatmi, Mira Suprayatmi, Mira T, Elsya Nahwan Theo, Rico Fernando Theo, Rico Fernando Titi Risnawati Titi Rohmayanti Trisna Setiadi Utama, Naufal Saputra Vega, Zahra Amelia Wulan, Nawang Yulia, Fifi Yuyun Puspitasari Zahro, Mutia Liza Zain, Endrianur Rahman Zain, Endrianur Rahman Zuhud, Ervizal A. M.