Claim Missing Document
Check
Articles

Proses Produksi Gula Aren Cetak (Arenga pinnata, Merr) Di Indonesia Hutami, Rosy; Pribadi, Moch Fadlal Islamay; Nurcahali, Fani; Septiani, Bunga; Andarwulan, Nuri; Sapanli, Kastana; Zuhud, Ervizal A. M.; Al Manar, Primadika; Ichsan, Nurul; Wahyudi, Slamet
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v5i2.10237

Abstract

Palm sap (Arenga pinnata, Merr) is one of the palm plants in Indonesia. Palm sap is the basic ingredient for making palm sugar. Palm sugar processing in Indonesia currently still uses traditional methods so the results and quality are inconsistent, to deal with this, further research is needed on the good tapping process, critical parameters of sap and preservatives used, the process of making palm sugar that is good and correct, and the physicochemical content of sap and palm sugar. The research method used is looking at and returning from several reference journals. The process carried out before wiretapping is pre-tapping or tapping after that the sap-tapping process. Fresh sap has a sweet taste, distinctive aroma of sap, and acidity of pH around 6-7, with sucrose content >12%, and alcohol content < 5%. Sucrose, glucose, fructose and other carbohydrates cause sweetness in sap; generally, palm sap consists of water, protein, fat, and carbohydrates. The critical parameter of palm sap is pH, palm sap that can be processed into palm sugar has a pH of 6 – 7, and palm sap is very critical because of the activity of microbes such as yeast and bacteria so preservatives are needed to maintain its quality, which is often used are natural preservatives such as safat, castor beans, hazelnut seeds, coconut oil, jackfruit stems, guava leaves, and mangosteen peel. The process of making palm sugar is simple: heating sap for 3-5 hours until it thickens and then molded into molds to become palm sugar. The chemical characteristics of palm sugar consist of water content, ash content, reducing sugar content, and sucrose content.
Deteksi Cemaran Protein Babi Bakso Daging Sapi Pedagang Keliling Di Kota Bekasi Indriani, Loli; Hutami, Rosy; Amalia, Lia
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.13136

Abstract

Bakso merupakan salah satu makanan populer di Indonesia berbahan baku daging yang sensitif kehalalannya. Proses penggilingan daging dan metode penyembelihan hewan menjadi titik kritis pembuatan bakso karena rentan terjadi kontaminasi dengan material non-halal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cemaran protein babi dan menelusuri rantai pasok halal daging bahan baku bakso pedagang keliling di Kota Bekasi melalui pengujian metode Pork Detection Kit (PDK) dan juga wawancara. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling yang berjumlah 36 bakso keliling dari 12 kecamatan di Kota Bekasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel bakso tidak terdeteksi mengandung cemaran protein babi. Pada penelusuran rantai pasok halal, bahan baku daging yang dibeli di 7 dari 11 pasar diketahui bebas dari cemaran babi. Sedangkan daging yang dijual di 4 Pasar lainnya belum diketahui apakah bebas dari cemaran tersebut. Berdasarkan data 5 rumah potong hewan yang menjadi pemasok daging, seluruhnya belum memiliki sertifikat halal. Akan tetapi, satu rumah potong hewan sedang dalam pengurusan sertifikat halal.
Kajian Pustaka: Pengaruh Perbandingan Lada Putih Bangka dan Pelarut Terhadap Hasil Ektraksi Oleoresin dengan Metode Ultrasonifikasi Shiddiq, Muhammad Fahmi; Hutami, Rosy; Hapsari, Distya Riski; Delfitriani, Delfitriani; Halimah, Siti Nur; Masitoh, Siti
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i2.15696

Abstract

Lada putih yang berasal dari provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki brand image yang dikenal di seluruh dunia dengan sebutan Muntok White Pepper dengan sertifikasi Indikasi Geografis (IG) yang memiliki citarasa khas lebih pedas dibandingkan jenis lada lainnya. Metode ultrasonifikasi merupakan proses ekstraksi yang dibantu gelombang ultrasonik dengan menggunakan pelarut organik. Oleoresin adalah campuran resin dan minyak atsiri yang diperoleh melalui ekstraksi dengan pelarut organik, keunggulan oleoresin yaitu rasa dan aromanya mirip dengan lada asli, umur simpan yang lebih lama, pengawetan lebih mudah dan lebih higienis karena terhindar dari kontaminasi mikroba. Kajian studi literatur ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan antara lada dengan pelarut terhadap hasil oleoresin yang dihasilkan dengan metode ultrasonifikasi. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah kajian studi literatur artikel berupa review jurnal internasional dan jurnal nasional tentang penelitian yang berhubungan dengan perbandingan antara lada dengan pelarut terhadap hasil rendemen oleoresin. Hasil penelitian yang menunjukkan hasil terbaik menggunakan metode ektraksi ultrasonifikasi, yaitu perbandingan lada dan pelarut 1:4 (g/ml) dengan hasil konsentrasi oleoresin tertinggi yaitu 30,01 g/l.
Kajian Pustaka: Pengaruh Suhu dan Waktu terhadap Karakteristik Oleoresin dengan Metode Ekstraksi Ultrasonik Irahmah, Siti; Hutami, Rosy; Hapsari, Distya Riski; Delfitriani, Delfitriani; Nurhalimah, Siti; Masithoh, Siti
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i2.15702

Abstract

ABSTRAK Oleoresin adalah ekstrak pekat tumbuhan, rempah-rempah, dan herbal yang telah dipelajari untuk digunakan sebagai bahan tambahan untuk makanan karena memiliki profil aromatik dan rasa yang lebih lengkap. Salah satu metode ekstraksi yang dapat digunakan adalah metode ultrasonikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu, waktu, dan interaksi suhu, waktu terhadap kualitas oleoresin yang dihasilkan dari ekstraksi lada dengan metode ultrasonikasi. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah kajian literatur artikel yang berhubungan dengan pengaruh suhu, waktu, dan interaksi suhu & waktu terhadap kualitas oleoresin dengan metode ultrasonikasi. Optimasi parameter suhu dan waktu ekstraksi dapat mempengaruhi karakteristik oleoresin yang dihasilkan seperti pada rendemen, indeks bias, kandungan komponen bioaktif, densitas, dan indeks bias. Hasil ekstraksi oleoresin dapat optimal pada suhu dibawah 60°C dan waktu ekstraksi tidak lebih dari 60 menit untuk melindungi senyawa kimia dari kerusakan termal karena ekstraksi. Kata Kunci: Oleoresin, Ultrasonikasi, Suhu, dan Waktu.
Bahan Tambahan Pangan Monogliserida sebagai Antibuih pada Produk Minuman Minuman Susu Rasa Jeruk Meilani, Almanda; Rahma, Anisa Aulia; Hutami, Rosy
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.15758

Abstract

Antibuih merupakan bahan tambahan pangan yang biasanya ditambahkan ke dalam bahan pangan untuk mengurangi atau menghambat adanya pembentukan buih di dalam bahan pangan. Gliserida merupakan ester lipid dari molekul gliserol dan asam lemak. Monogliserida banyak diaplikasikan sebagai surfaktan, terutama sebagai bahan tambahan pangan pengemulsi dan antibuih. Monogliserida berasal dari gliserolisis lemak atau minyak, atau bisa juga diproduksi melalui esterifikasi lemak dengan gliserol. Dalam jurnal ini akan membahas tentang mekanisme monogliserida sebagai bahan tambahan pangan antibuih dalam produk pangan. Kata Kunci: antibuih, monogliserida, gliserolisis
Chemical and Sensory Characteristics of Sugar-Free Lemon Flavored Ready to Drink Tea with Different Carboxymethyl Cellulose Concentrations: Karakteristik Kimia dan Sensori Ready to Drink Teh Berperisa Lemon Bebas Gula dengan Konsentrasi Carboxymethyl Cellulose yang Berbeda Utama, Naufal Saputra; Hutami, Rosy; Nurlaela, Raden Siti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2025.013.02.6

Abstract

Abstract Ready to drink (RTD) beverages like lemon-flavored tea can be consumed without preparation. This study analyzed the effect of Carboxymethyl Cellulose (CMC) concentrations on sugar-free lemon tea's pH, dissolved solids, polyphenol, sensory attributes and hedonic ratings. A Completely Randomized Design (CRD) with one factor, namely the concentration of CMC used as the variable. The CMC concentration factor was divided into 5 levels: 0.10%, 0.15%, 0.20%, 0.25%, and 0.30%. The results of the study indicated that the concentration of CMC affected pH levels, hedonic taste testing, sensory taste testing and organoleptic testing. However, total dissolved solids were not significantly affected. The optimal formulation was the lemon-flavored tea with 0.25% CMC concentration, which had a pH value of 3.34, total dissolved solids of 0.11, and a polyphenol content of 334 mg/kg. This research is beneficial for the beverage industry in developing sugar-free RTD tea with good taste and sensory stability.   AbstrakMinuman ready to drink (RTD) adalah minuman yang sudah siap untuk dikonsumsi tanpa memerlukan persiapan tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nilai pH, total padatan terlarut, kadar polifenol, dan sifat sensori pada minuman teh berperisa lemon bebas gula dengan penambahan konsentrasi Carboxymethyl Cellulose (CMC) yang berbeda. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor, yaitu konsentrasi CMC yang digunakan sebagai faktornya. Faktor konsentrasi CMC dibagi menjadi 5 taraf, yaitu: 0,10%, 0,15%, 0,20%, 0,25% dan 0,30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CMC berpengaruh terhadap nilai pH, uji hedonik dan uji organoleptik. Sementara, dari segi total padatan terlarut tidak berpengaruh. Formula terpilih adalah minuman teh berperisa lemon dengan konsentrasi CMC 0,25% yang memiliki nilai pH 3,34, total padatan terlarut 0,11 dan nilai kadar polifenol 334 mg/kg. Penelitian ini bermanfaat bagi industri minuman dalam mengembangkan minuman RTD teh bebas gula dengan cita rasa dan stabilitas sensori yang baik.
Karakteristik Sensori dan Kimia Minuman Susu Flakes Ubi Jalar Ungu dengan Penambahan Pewarna Alami Buah Naga Hapsari, Distya Riski; Rosy Hutami; Nurhalimah, Siti; Rahmawati, Agnia; Arshyla Eliska; Saidah, Bulan; Aulannisa, Fairuza; Adnandhika, Muhammad Faris Tsany
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i2.18793

Abstract

Ubi jalar ungu memiliki potensi sebagai bahan dasar produk minuman sehat karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Penambahan pewarna alami seperti buah naga merah memperkaya nilai gizi dan daya tarik visual produk. Penelitian ini bertujuan mengembangkan minuman serbuk instan susu flakes berbasis ubi jalar ungu dengan penambahan pewarna alami buah naga, serta mengevaluasi pengaruh rasio keduanya terhadap karakteristik sensori dan kimia produk. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perbandingan konsentrasi pewarna alami buah naga dan tepung ubi ungu sangrai dengan tiga perlakuan, yaitu 3%:7,67%, 6%:4,67%, dan 9%:1,67% dari total berat 30 g. Uji dilakukan secara sensori (warna, rasa, aroma, tekstur, hedonik) dan kimia (air, abu, protein, lemak, serat kasar, dan karbohidrat) pada produk terpilih. Hasil menunjukkan bahwa rasio bahan memengaruhi atribut warna, aroma langu ubi ungu, dan tekstur flakes secara signifikan. Formula terbaik adalah perbandingan konsentrasi pewarna alami buah naga dan tepung ubi ungu sangrai 9%:1,67% dengan kadar air 3,00%, abu 3,10%, protein 12,24%, lemak 10,05%, serat kasar 7,78%, dan karbohidrat 71,61%. Produk ini memiliki potensi sebagai alternatif minuman praktis berbasis pangan lokal dengan daya terima baik.
Strategi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Bangka Melalui Pemberdayaan Ekowisata Kelekak Aren Amzu, Ervizal; Andarwulan, Nuri; Sapanli, Kastana; Hutami, Rosy; Ichsan, Nurul; Wahyudi, Slamet; Rusdi; Manar, Primadhika Al
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.639-643

Abstract

Rekomendasi kebijakan yang perlu dilakukan dalam upaya peningkatan potensi ekonomi aren: 1) membantu penyediaan bibit aren dan pendampingan dalam penanaman dan pemeliharaannya; 2) penyediaan sentra pembibitan aren yang berkualitas; 3) perlu pendampingan pengolah gula aren agar memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan sebagai pengrajin gula aren; 4) pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis) aren yang membuat ekowisata berbasis kelekak aren.
Kajian Syelak (Shellac) sebagai Bahan Tambahan Pangan Golongan Pelapis pada Produk Biskuit Lapis Coklat Alfintawati, Aprillia; Jaelani, Salsabila Azaria; Fahruddin, Naufal; Hutami, Rosy
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15603

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan syelac sebagai glazing agent dalam industri pangan, dengan fokus pada produk biskuit lapis coklat, suatu olahan produk bakery yang dilapisi coklat. Syelac, atau shellac, adalah polimer alami yang diperoleh dari resin yang dihasilkan oleh serangga Laccifer lacca. Syelac dikenal karena sifatnya yang non-toksik, biodegradable, dan sebagai bahan yang berkelanjutan, menjadikannya pilihan yang ideal sebagai glazing agent dalam berbagai aplikasi pangan. Kajian ini menggali peran syelac dalam meningkatkan daya tarik visual dan melindungi produk dari kelembapan serta oksidasi, dengan memperhatikan regulasi yang berlaku seperti yang telah ditetapkan oleh Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 11 Tahun 2019 dan standar Codex Alimentarius. Studi ini juga menjelaskan batas maksimum penggunaan syelac dalam produk pangan dan aplikasinya dalam praktek Good Manufacturing Practice (GMP). Penelitian ini menghasilkan wawasan yang mendalam tentang mekanisme yang terjadi pada syelak.
Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Proses Pengajuan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) Permen Keras Oleoresin Lada Putih Bangka di PT. Izzah Globalindo Indonesia – Bangka Selatan Alsa Denta; Distya Riski Hapsari; Rosy Hutami; Siti Nurhalimah; Fina Uzwatani; Kastana Sapanli
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15653

Abstract

Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) merupakan dua dokumen penting bagi pelaku usaha di sektor pangan, khususnya industri rumah tangga. Pendampingan dalam pembuatan NIB dan proses pengajuan SPP-IRT menjadi sangat relevan untuk membantu pelaku usaha kecil agar dapat mematuhi regulasi pemerintah, meningkatkan legalitas usaha, serta memperluas akses pasar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendampingi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pengajuan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) permen keras oleoresin lada putih bangka yang di produksi oleh PT. Izzah Globalindo Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengoordinasikan bantuan kepada PT. Izzah Globalindo Indonesia. Hasil dari pendampingan ini adalah penerbitan legalitas yang dapat memberikan tanda identitas bagi produk untuk mendapatkan keamanan dan kepercayaan dari konsumen PT. Izzah Globalindo Indonesia.
Co-Authors Adnandhika, Muhammad Faris Tsany Ajeng Nurfitria Akrom, Akrom Al Manar, Primadika Alfintawati, Aprillia Alsa Denta Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Andaista, Rahmatunnisa Anisyah, Yuni Nur Anjani, Tiara Anna Mardiana Handayani Apriliana, Riyanda Arbayani, Siska Ariestyani, Imelda Arshyla Eliska Aulannisa, Fairuza Aulia Joana Ayu Lestari, Feni Balqis, Lily Siti Bashiroh, Yataria Ashri Bisyri, Hanifah Bisyri, Hanifah boesono, hindar CC Nurwitri Delfitriani Depanito Ismail Deti Nirmala Dewi Fortuna Ayu Dhika Prita Hapsari Distya Riski Hapsari Dodi Dodi Dwi Aryanti Nur’utami Ervizal AMZU Fadhilah, Syifa Fahruddin, Naufal Fatimah, Ai Imas Faidoh Fatimah Fatma, Reyna Fauzi, Rizki Febriansyah, Ilham Feby Arif Alfarizi Fina Uzwatani Fina Uzwatania Fitrilia, Tiana Guna Wibawa, Sultan Halimah, Siti Nur Handayani, Ani Hanifah Bisyri Henna Khoerunnisa Henny Nuraini Idzni, N Idzni, N Imani, Annisa Nurul Indriani, Loli Indriati, Marlinda Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Irahmah, Siti Jaelani, Salsabila Azaria Kartawiria, Rifky Fauzi Althafry Kartika Sari Kharyani, R. Aldini Khoerunnisa, Henna Kurniawan, M. Fakih Lia Amalia Lia Amalia Lisa Ainurohmah M. Firdaus , Bambang Budiansyah, Kastana Sapanli, Aprianty , Gustav M. Irsyad , M. Firdaus M.R.R. Lukie Trianawati maharani, Azmi Manar, Primadhika Al Marhamah, Irma Siti Maryam Jamila Meilani, Almanda Mir'atu Saa'dia Septiani Muhammad Rifqi Mustofa, Zulfan Zaenal Arif Nani Yulianti Nani Yulianti Nawang Wulan Nirma Ruhil Hadi Putra Nirmala, Deti Nirmala, Deti Noli Novidahlia Noviandia, Halpi novitasari, fajri Nurcahali, Fani Nurfitria, Ajeng Nuri Andarwulan Nurlaela, R. Siti Nurlaela, Raden Siti Nursyawal Nacing Nurul, Eka P, Alsa Denta Permatahati, Ghina Sri Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pribadi, Moch Fadlal Islamay Pribadi, Moch. Fadlal Islamay Purnama, Hilman Putra, Faturahman Setiawan Putri Cantika, Aini Qisthina, Dalilah R, Fairuz Irdina Raafqi Ranasasmita Raafqi Ranasasmita Raden Siti Nurlaela Rahma, Anisa Aulia Rahmawati, Agnia Rahmawati, Siti Irma Ranasasmita, R Ranasasmita, R Rialdi, Azzahra Putri Riski Hapsari , Distya Rizkia, Safa Rusdi Safitri, Intan Sekar Saidah, Bulan Saniyya, Ashila Nasyadhiya Sapanil, Kastana sapanli, kastana Sarah Shafira Septian, Willyandi Septiani, Bunga Septiani, Nadia Shiddiq, Muhammad Fahmi Siti Aminah Siti Aminah Siti Masithoh Siti Masitoh Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Slamet Wahyudi Sri Rejeki Sri Rejeki Retna Pertiwi Sukamto, Ika Sumiyarsi Sukarno Sukarno Sultan Guna Wibawa Sunarmani, Sunarmani Suprayatmi, Mira Suprayatmi, Mira T, Elsya Nahwan Theo, Rico Fernando Theo, Rico Fernando Titi Risnawati Titi Rohmayanti Trisna Setiadi Utama, Naufal Saputra Vega, Zahra Amelia Wulan, Nawang Yulia, Fifi Yuyun Puspitasari Zahro, Mutia Liza Zain, Endrianur Rahman Zain, Endrianur Rahman Zuhud, Ervizal A. M.